cover
Contact Name
Yadi Mardiansyah
Contact Email
hijai.bsa@uinsgd.ac.id
Phone
+6281313446559
Journal Mail Official
hijai.bsa@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Jl. AH Nasution 105 Cibiru Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
ISSN : -     EISSN : 26211343     DOI : https://doi.org/10.15575/hijai
Core Subject : Education,
Hijai Journal is managed by Arabic Department , State Islamic University of Sunan Gunung Djati and Asosiasi Prodi Bahasa dan Sastra Arab (AP-BSA). It publishes research reports on Arabic language and Literature such as linguistics, literary studies and criticism, translation, and multidisciplinary research such as language and politics, as well as literature and psychology.
Articles 194 Documents
NATIONALISM IN BITHAQAH HAWIYYAH’s POETRY BY MAHMUD DARWISY: RIFFATTERE SEMIOTIC STUDY Masyitoh, Siti; Haniefa, Rifda; Bahtiar, Ihwan Rahman
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 8 No 1 (2025): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v8i1.44277

Abstract

Mahmud Darwisy is a Palestinian poet who has become a Palestinian icon. One of his early poetry collections was Awraq Al-Zaytun (Olive Trees) which included a poetry entitled Bithaqah Hawiyyah (Identity Card). This poetry has a magical power that is strong enough to describe Mahmud Darwisy's nationalism and the struggle of the Palestinian people to reclaim their homeland which has been colonized by Israel. The theory used is Riffaterre's semiotic in analyzing this poetry. This research aims to find the elements and forms of nationalism in Bithaqah Hawiyyah’s poetry. The method used is the descriptive-analysis. The conclusion from a semiotic reading of Bithaqah Hawiyyah's poetry is the fighting or nationalist spirit of the Palestinian people in reclaiming the Palestinian homeland which had been colonized by Israel. The elements of nationalism contained in this poetry are (1) the desire to achieve unity; (2) the desire to achieve independence; (3) the desire to achieve loyalty; (4) the desire to maintain national honor. Furthermore, the forms of nationalism contained in this poetry are (1) civic nationalism and (2) state nationalism. Keywords: Mahmud Darwisy, Poetry, Riffaterre Semiotics, Nationalism.
BENTUK PERINTAH DAN PERTANYAAN DALAM BUKU AL-QIRA’AH ALRASYIDAH JUZ 4 KARYA ABDUL FATAH SHABRI DAN ALI UMAR (KAJIAN ILMU AL-MA’ANY) Ramadhanty, Nur Afifah; Akmaliyah, Akmaliyah; Solihin, Ihin
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 4 No 1 (2021): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v4i1.9940

Abstract

Buku al-Qira’ah al-Rasyidah Juz 4 Karya Abdul Fatah Shabri dan Ali Umar adalah kumpulan teks berbahasa Arab fushah yang berisi kumpulan kisah inspiratif  dan edukatif, diantaranya diambil dari kisah sejarah, ayat al-qur’an, dan wasiat Habib Thahir bin Husen kepada putranya, Habib Abdullah bin Thahir. Kumpulan teks tersebut mengandung gaya bahasa yang indah dengan penyampaian makna yang unik dan dalam serta tidak mudah untuk dipahami terutama pada bagian gaya bahasa amr dan istifham sehingga menarik untuk dikaji. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami makna amr dan istifham dalam buku tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah ilmu al-ma’any sebagai ilmu yang mengkaji makna gaya Bahasa Arab berdasarkan konteksnya dan merupakan cabang dari balaghah. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik yang disebut juga deskriptif kualitatif yaitu dengan menganalisis data berupa uslub amr dan istifham dalam buku tersebut kemudian dijelaskan dengan penjabaran yang rinci sesuai ilmu al-ma’any sehingga dapat dipahami maknanya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik studi pustaka karena data berupa data kualitatif. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan maka diperoleh kesimpulan bahwa terdapat sepuluh makna amr di dalam buku tersebut yaitu: 1) ihanah, 2) ikram, 3) wajib, 4) imtinan, 5) irsyad, 6) ta’dib, 7) tahdid, 8) du’a, 9) takwin, dan 10) i’tibar serta empat makna istifham yaitu: 1) inkary, 2) nafy, 3) taqriry, dan 4) asli.
ANXIETAS (KECEMASAN) MASYARAKAT MESIR PADA TAHUN 1960- AN DALAM NOVEL “AL-KARNAK” KARYA NAJIB MAHFUDZ (KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA) Edfanda, Monda; Ainusyamsi, Fadlil Yani; Hidayat, Deden
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 4 No 1 (2021): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v4i1.10381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecemasan-kecemasan yang dialami oleh tokoh-tokoh (masyarakat) Mesir pada tahun 1960-an, serta bagaimana bentuk-bentuk kecemasan masyarakat Mesir pada tahun 1960-an dalam novel “Al- Karnak” karya Najib Mahfudz. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah novel yang berjudul “Al-Karnak” karya Najib Mahfudz. Penelitian difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan kecemasan-kecemasan yang dialami tokoh- tokoh yang dikaji secara psikologi sastra. Metode penelitian terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap orientasi atau deskripsi, tahap reduksi atau fokus, dan tahap seleksi yaitu peneliti menguraikan fokus yang telah ditetapkan menjadi lebih rinci. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, kasus kecemasan objektif yang dialami oleh tokoh-tokoh (masyarakat) Mesir dalam novel “Al-Karnak” terdapat sebanyak 36 kasus. Simtom-simtom cemas tersebut berasal dari konflik- konflik yang acapkali terjadi: seperti merasa asing di lingkungan kafe, rasa canggung terhadap lawan bicara, situasi tidak nyaman, takut akan argumen sendiri, rasa ingin tahu terhadap suatu kejadian, merasa was-was akan seseorang yang dicintainya, tragedi penangkapan golongan muda yang berkali-kali, siksaan-siksaan dan perubahan- perubahan fisik pada mereka yang telah dipenjara, terancamnya kebebasan komunal, ingin cepat mati karena takut akan masa depan, cemas akan anggapan orang lain, mempertanyakan alasan penangkapan, mengalami neurosis noögenik, dan rusaknya harga diri, serta rasa bersalah terhadap kematian seseorang. Kedua, kasus kecemasan neurotik yang dialami oleh tokoh-tokoh (masyarakat) Mesir dalam novel “Al-Karnak” terdapat sebanyak 26 kasus. Simtom-simtom cemas tersebut berasal dari konflik- konflik yang beragam: seperti budaya yang belum tentu diterima oleh masyarakat, mengomentari penampilan seseorang, berhati-hati dalam berbicara, meragukan rasa cinta, cemas akan masa depan, penangkapan berkali-kali tanpa alasan yang jelas, mengalami neurosis noögenik, mengkhawatirkan diri sendiri, mencemaskan perubahan sikap orang yang dicintai, disiksa oleh agen-agen pemerintahan dan bertanya pada nasib, serta dituduh berbeda paham. Kata Kunci: Psikologi sastra, konflik psikologis, kecemasan objektif, kecemasan neurotik, logoterapi, Al-Karnak
NASKAH MIFTAH AL-GHUYUB KARANGAN SYEKH MUHAMMAD IBNU FADLILAH (Suntingan Teks dan Analisis Isi) Sumiati, Ani; Supriadi, Dedi; Akmaliyah, Akmaliyah
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 7 No 1 (2024): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v7i1.12778

Abstract

ABSTRAK Naskah Miftahul Ghuyub merupakan salah satu warisan hasil peninggalan Ulama terdahulu yang tentu harus kita jaga, kita rawat dan kita lestarikan. Dengan begitu, hasil karya cipta yang sangat jarang ditemui pada era modern ini tidak tergerus oleh jaman dan bisa dikenali oleh khalayak. Mengingat dalam naskah itu sendiri banyak mengandung ilmu - ilmu yang bisa kita gali dengan melalui berbagai tinjauan. Seperti halnya dalam naskah ini berisikan ilmu mengenai tasawuf yang didalamnya menyampaikan tentang tauhid, Marifatullah, Wahdatul Wujud, dan Martabat tujuh.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Filologi dengan menggunakan metode standar, yaitu metode yang biasa digunakan dalam penyuntingan teks naskah tunggal. Metode standar ini meliputi tahapan penelitian diantaranya : inventarisasi naskah; pengolahan data; suntingan teks; mentransliterasikan teks; terjemahkan teks; dan analisis isi naskah.Hasil dari penelitian ini adalah : 1) Naskah Miftahul Ghuyub adalah naskah yang merupakan koleksi dari Khazanah Perpustakaan Nasional 2) Terdapat beberapa kesalahan tulis dalam naskah, yang diantaranya yaitu substitusi, adisi, lakuna, transposisi, dan omisi, yang mana kesalahan tulis tersebut didominasi oleh substitusi; 3) Teks naskah ini berisikan tentang ilmu tasawuf yang mana Syeikh Muhammad Ibnu Fadillah mengungkapkan tentang Tauhid, Marifatullah, Wahdatul Wujud, dan Martabat tujuh.Kata Kunci : Naskah, Miftahul Ghuyub, Tasawuf
QASHR DALAM KITAB UQUDULUJAIN KARYA SYEH MUHAMMAD NAWAWI BIN UMAR AL-JAWI AL- BANTANI (Kajian Ilmu Ma’ani) Nurkhotimah, Cucu; Solihin, Ihin; Rahtikawati, Yayan
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 5 No 1 (2022): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v5i1.14402

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai Qashr yang terdapat pada Kitab Uqudulujain Karya Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Al-Jawi Al-Bantani. Kitab tersebut merupakan salah satu kitab yang penting dan terbilang popular baik dikalangan pesantren atau dikalangan luar pesantren. Banyak materi pengajian yang bersumber dari kitab tersebut.  Kitab Uqudulujain merupakan kitab kecil yang mampu menjadikan pondasi keluarga yang sakinah mawadah dan rahmah. Karena dalam  kitab tersebut menjelaskan mengenai peran atau hak-hak dan kewajiban antara suami dan isteri. Dalam kitab tersebut terdapat hadist dan ungkapan-ungkapan yang indah dengan disajikan dalam bentuk Qashr. Oleh karena itu, penulis sangat tertarik untuk membedah kitab tersebut dengan pisau kajian ilmu ma’ani salah satu bagian dari ilmu balaghah.  Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui sighat qashr, jenis qashr dan tujuan qashr yang digunakan dalam kitab tersebut.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Metode deskriptif analisis digunakan dengan cara mempelajari, mengkaji dan mengamati hadist-hadist dan ungkapan-ungkapan yang terdapat pada kitab uqudulujain, kemudian dalam upaya mecapai tujuan penelitian, penulis kemudian mendeskripsikannya sesuai dengan sighat yang digunakan, termasuk jenis qashr apa dan tujuan qashr tersebut untuk apa. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian Ilmu ma’ani tentang Qashr Berdasarkan hasil analisis qashr dalam kitab uqudulujain karya syekh Muhammad Umar An-Nawawi, terdapat 36 data yang mana terdiri atas sighat dengan “innama”, “nafi dan istisna” dan “dhomir fashl”. Kemudian terdiri atas jenis qashr idhafi dan haqiqi berserta mausuf ‘ala sifat dan sifat ‘ala mausufnya” kemudian terdiri dari tujuan “takhsis”, “ta’kid”  dan “Takhlis”.
POTRET NAJIB MACHFUDZ: LINGKUNGAN SOSIAL POLITIK DALAM NOVEL LAYALI ALFU LAILAH Farhah, Eva; Nugraha, Reza Sukma; Anis, Muh. Yunus; Hidayati, Nurul
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 7 No 1 (2024): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v7i1.15111

Abstract

AbstrakLayali Aluf Lailah merupakan karya sastra yang sarat akan permasalahan-permasalahan social masyarakat Arab. Karya ini merupakan karya seorang Sastrawan besar, yaitu Najib Machfudz yang telah mendapatkan hadiah Novel pada masanya. Melalui karya ini, Najib Machfudz memotret kehidupan masyarakat dan segela kepelikannya. Oleh karena itu, pendekatan yang tepat untuk mengungkapkan masalah-masalah social yang terdapat di dalam karya tersebut adalah pendekatan sosiologi sastra. Yaitu suatu pendekatan yang memfokuskan amatannya pada permasalahan social yang terjadi di masyarakat dengan metode sosiologi pengarang dan sosiologi karya sastra. Sosiologi pengarang digunakan untuk mengungkapkan latar belakang sosial dan politik pengarang, dalam hal ini Najib Machfudz, dan sosiologi karya sastra digunakan untuk menemukan dan mengungkapkan permasalahan-permasalahan sosial yang ada di dalam karya sastra.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Dengan cara mengungkapkan kemudian deskripsikan latar belakang kehidupan pengarang dan permasalahan-permasalahan sosial, maka akan menghasilkan alternative-alternatif solusi yang ditawarkan oleh pengarang atas permasalahan sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Tentunya penelitian ini menjadi potret yang dapat diteladani bagi masyarakat Indonesia dalam menghadapi permasalahan-permasalah yang terjadi, khususnya krisis kepemimpinan yang diidamkan dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Inilah novelty dari penelitian yang dilakukan.
SUNTINGAN TEKS NASKAH KITAB AL-FUTUHATU AL-MANTIQIYYAH Qotrunnada, Saskia Ainiyah; Supriadi, Dedi; Nurhasan, Muhammad
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 5 No 1 (2022): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v5i1.15404

Abstract

Naskah Al Futuhatu Al-Mantiqiyyah ditulis oleh Musa bin Ibrahim, naskah ini termasuk dalam satu dari sekian banyaknya warisan penulis-penulis terdahulu yang mesti kita jaga dan lestarikan. Dengan hal tersebut maka hasil karya cipta mereka dapat dikenali oleh masyarakat saat ini dan tidak akan hilang tergusur oleh jaman. Sebuah naskah kuno tidak luput dari kekurangan dan kesalahan tulisan, begitupun naskah Al Futuhat Al-Mantiqiyyah ini. Didalamnya terdapat beberapa kekurangan dan kesalahan yang ditemukan diantaranya yaitu tidak ada penomoran pada halaman, tidak ada tanda baca ataupun paragraf, serta ditemukan beberapa kesalahan-kesalahan tulis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode filologi dengan menggunakan Edisi standar. Hasil dari penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut: 1) Naskah Al Futuhat Al-Mantiqiyyah merupakan koleksi naskah dari Perpustakaan Nasional bernomor katalog 609392, terdiri atas 40 pembahasan dalam 36 halaman, ukuran naskah yaitu 20 x 15 cm, berbahasa arab, dengan jenis tulisan berupa khat naskhi, kondisi naskah cukup baik meski banyak teks yang sudah pudar, naskah selesai ditulis pada bulan Jumadil Awal, pada malam Senin, tepatnya di waktu sepertiga malam di tahun 1075 H/ 1664 M. 2) Terdapat beberapa kesalahan tulis dalam naskah, yang diantaranya yaitu terdapat 49 penggantian, 11 penambahan, 21 perubahan, 4 pengurangan, dan 1 penghilangan. Yang mana kesalahan tulis tersebut didominasi oleh penggantian (Substitution). 3) Teks naskah ini berisikan ilmu mantiq yang mana Syekh Ibrahim Musa menjelaskan secara singkat tentang pengantar ilmu mantiq yang ia tulis dalam 40 pembahasan.
التغير المورفولوجي في الاقتراض اللغوي: دراسة لألفاظ العربية في بَاتَوْنُـمْ Ahmad, Aliyu Okuta
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 5 No 1 (2022): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v5i1.16654

Abstract

الاقتراض اللغوي ظاهرة مهمة في حياة اللغة، فليس ثمة لغة حية إلا وتأخذ من غيرها ألفاظا في مجالات مختلفة وتعطي أخرى. والمحصول بالضرورة أن هذه الظاهرة لا تبرز في لغة إلا ويلاحظ فيها آثارها من حيث التغيرات التي تطرأ على تلك الألفاظ المقترضة، ولا غرابة في ذلك لأن لكل لغة نظامها الخاص، وهي دائما تتبع هذا النظام في جميع المستويات اللغوية؛ وتأثر ذلك في الألفاظ المقترضة من لغات أخرى، ولغة باتَوْنُمْ بوصفها إحدى أقلية اللغات في غرب أفريقيا الدارجة بين شعب بَاتَوْنُ الذين يعيشون على حدود نيجيريا وبِنِين لا تستثني من هذه الظاهرة. وقد بلغت هذه التغيرات إلى حد يصعب للشعب المتلقي المعرفة أن هذه الكلمات عربية في الأصل وللعربي أنها من لغته. وتهدف لذلك هذه المقالة إلى دراسة التغيرات المورفولوجية التي تلحق بالألفاظ العربية المقترضة في هذه اللغة بغية تسليط الضوء على هذه التغيرات. ولتحقيق هذا الهدف تستعين المقالة بالمنهج الوصفي لتحليل البيانات المثبتة خلال الدراسة. وأخيرا توصلت الدراسة إلى وجود لواحق مختلفة تلحق بالألفاظ العربية في اللغة المتلقية لتتناسب مع نظامها اللغوي، كما توصلت إلى أن كثيرا من الألفاظ العربية المقترضة في بَاتَوْنُـمْ تخضع للتغير المورفولوجي.
KEUTAMAAN ASPEK LINGUISTIK BAHASA ARAB MENURUT PEMIIKIRAN IBNU KATSIR Latif, Abdul; Shiddiq, Jamaluddin; Hidayat, Ahmad Fadhel Syakir; Mahdi, Rijal; Amin, Irsal
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 5 No 1 (2022): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v5i1.17627

Abstract

Banyak ilmuwan telah menjelaskan keunggulan bahasa Arab dari berbagai aspeknya, namun belum ada yang menjelaskan secara spesifik tentang keunggulan bahasa Arab dari aspek kebahasaannya sendiri. Kajian ini berupaya menggali dan memaknai keutamaan bahasa Arab dari segi lingusitik berdasarkan pendapat Ibnu Katsir yang berpendapat bahwa bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, paling jelas, paling luas, dan paling bermakna bagi jiwa. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan dengan analisis isi deskriptif. Penelitian ini sampai pada kesimpulan bahwa bahasa Arab memiliki keunggulan aspek linguistik karena empat alasan. Pertama, bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih karena memiliki fonologi unik yang disebut Makharijul Huruf. Kedua, bahasa Arab adalah bahasa yang paling jelas karena bahasa Arab memiliki Ilmu Balaghah dengan berbagai aspeknya. Ketiga, bahasa Arab merupakan bahasa dengan perbendaharaan kata dan makna yang paling luas karena bahasa Arab memiliki konsep untuk menghasilkan banyak makna kalimat, di antaranya konsep al-Isytiqaq (derivasi), al-Mutaradif (sinonim), dan al-Musytarak al-lafdzi (polisemi). Keempat, bahasa Arab dapat sangat bermakna bagi jiwa karena Ilmu Uslub yang dapat menyampaikan makna yang efektif.
GAYA BAHASA JINAS DALAM BUKU MAHFUDZAT KELAS LIMA KMI PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR Atmajaya, Firdaus; Nurlinah, Nurlinah; Addriadi, Irfan
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 5 No 1 (2022): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v5i1.17676

Abstract

ABSTRAk Penelitian ini berjudul “Gaya Bahasa Jinas dalam Buku Mahfudzat Kelas Lima KMI Pondok Modern Darussalam Gontor” Di dalam penelitian ini menjelaskan adanya keindahan-keindahan bahasa dengan bentuk jinas yang terkandung dalam setiap mahfudzat. Jinas merupakan salah satu sub pembahasan yang ada di dalam ilmu Badi’ atau ilmu yang mengungkapkan keindahan berbahasa. Buku mahfudzat ini dipelajari oleh para santri Gontor yang sudah duduk di kelas lima KMI. Terdapat banyak mahfudzat yang bermacam-macam di dalam buku ini seperti mahfudzat dalam bentuk sya’ir, prosa, dan bahkan ada pula hadits Nabi Muhammad SAW. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif karena penelitian ini ialah penelitian kualitatif sehingga untuk menyelasaikannya dapat ditempuh dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dengan metode inilah akan mempermudah peneliti untuk menemukan lafadz-lafadz yang merupakan bentuk jinas serta menentukan makna dari setiap lafadz tersebut. Hasil dari penelitian ini yang berkaitan dengan lafadz-lafadz yang mengandung jinas di dalam buku tersebut, peneliti menemukan dari sepuluh sy’air dan enam prosa serta tiga hadits Rasulullah SAW terdapat 134 kata yang merupakan jenis jinas yang digabungkan menjadi 67 keindahan berbentuk jinas. Dari 67 bentuk yang ada ini terdapat delapan jenis jinas yang berbeda di antaranya jumlah al-jinas al-mumatsil ada delapan, al-jinas al-murakkab ada satu, al-jinas an-naqish ada 12, al-jinas al-lahiq ada delapan, al-jinas al-muharraf ada tiga, al-jinas al-mushahhaf ada dua, al-jinas al-mudhori’ ada tiga dan jenis jinas yang paling banyak ialah jinas al-isytiqaq dengan 30 jumlah jinas. Adapun perbedaan lafadz dari setiap dua kata yang bermiripan mempengaruhi maknanya dan menjadikan maknanya berbeda.  Kata Kunci : Buku Mahfudzat Kelas lima KMI, Ilmu Badi’, Jinas

Page 10 of 20 | Total Record : 194