cover
Contact Name
Muhammad Anwar
Contact Email
jaringansantri95@gmail.com
Phone
+6285814031363
Journal Mail Official
jaringansantri95@gmai.com
Editorial Address
Wisma Usaha UIN Jakarta Lt 2 Jl Ir Juanda No 95 Ciputat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
The International Journal of Pegon Islam Nusantara Civilization
Published by Islam Nusantara Center
ISSN : 26214938     EISSN : 26214946     DOI : 10.51925
This journal specialized academic journal dealing with the theme of religious civilization and literature in Indonesia and Southeast Asia. The subject covers textual and fieldwork studies with perspectives of philosophy, philology, sociology, antropology, archeology, art, history, and many more. This journal invites scholars from Indonesia and non Indonesia to contribute and enrich the studies published in this journal. This journal published twice a year with the articles written in Pegon, Arabic and English and with the fair procedure of blind peer-review.
Articles 110 Documents
Konsep Dasar Perilaku Organisasi Afif, Fairuz Adawiyah; Suhada, Suhada
The International Journal of Pegon : Islam Nusantara civilization Vol 12 No 01 (2024): Dakwah Digital, Moderasi Beragama dan Kajian Ulama Nusantara
Publisher : INC- Islam Nusantara Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51925/inc.v12i01.110

Abstract

Tujuan pentingnya keterampilan menangani orang. Istilah sering digunakan untuk mempelajari disiplin ilmu ini adalah perilaku keorganisasian atau perilaku organisasi. Perilaku Organisasi adalah suatu bidang studi yang menyelidiki dampak perorangan, kelompok, dan struktur pada perilaku dalam organisasi dengan maksud menerapkan pengetahuan semacam itu untuk memperbaiki keefektifan organisasi. Perilaku individual dan perilaku kelompok dalam konteks studi perilaku organisasi adalah dua elemen penting yang harus dipahami dengan baik oleh para peneliti dan praktisi di bidang perilaku organisasi. Sebagai sebuah kajian akademis tentang bagaimana manusia berinteraksi dalam suatu kelompok, tentu studi tentang perilaku individu dan kelompok menempati posisi sangat penting. Prinsip-prinsip kajian perilaku organisasi diterapkan terutama dalam upaya membuat bisnis atau organisasi usaha dapat beroperasi dengan efektif. Organisasi merupakan suatu perkumpulan orang yang memiliki tujuan bersama untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Perilaku organisasi merupakan pembelajaran tentang suatu sifat atau karakteristik individu yang tercipta di lingkungan suatu organisasi. Karena manusia berbeda-beda karakteristik, maka perilaku organisasi berguna untuk mengetahui sifat-sifat individu dalam berkinerja suatu organisasi. Pembelajaran perilaku organisasi akan mengetahui tentang cara-cara mengatasi masalah-masalah yang ada di lingkungan organisasi. The importance of people handling skills. The term often used to study this scientific discipline is organizational behavior or organizational behavior. Organizational Behavior is a field of study that investigates the impact of individuals, groups, and structures on behavior in organizations with the intent of applying such knowledge to improve organizational effectiveness. Individual behavior and group behavior in the context of organizational behavior studies are two important elements that must be well understood by researchers and practitioners in the field of organizational behavior. As an academic study of how humans interact in groups, the study of individual and group behavior occupies a very important position. The principles of organizational behavior studies are applied primarily in efforts to enable businesses or business organizations to operate effectively. An organization is an association of people who have a common goal to fulfill their life needs. Organizational behavior is learning about individual traits or characteristics that are created in an organization's environment. Because humans have different characteristics, organizational behavior is useful for knowing the characteristics of individuals in the performance of an organization. Organizational behavior learning will find out about ways to overcome problems that exist in the organizational environment.
Iklim Organisasi dan Kinerja Toipah, Toipah; Suhada, Suhada
The International Journal of Pegon : Islam Nusantara civilization Vol 12 No 01 (2024): Dakwah Digital, Moderasi Beragama dan Kajian Ulama Nusantara
Publisher : INC- Islam Nusantara Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51925/inc.v12i01.111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalis iklim organisasi terkait isu-isu iklim organisasi dalam lembaga pendidikan, hubungan iklim organisasi dan efektifitas organisasi, iklim organisasi dan kinerja. Metode penelitian ini menggunakan kepustakaan yang bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang topik yang diteliti dan membangun landasan teoritis yang kuat. Dalam penelitian kepustakaan, peneliti melakukan pencarian literatur yang relevan dengan topik penelitian, membaca dan menganalisis isi literatur tersebut, serta menyusun sintesis atau ringkasan dari temuan yang relevan. Hasilnya bahwa iklim organisasi merujuk pada persepsi bersama karyawan tentang lingkungan kerja mereka. Ini mencakup aspek seperti keadilan, dukungan, dan rasa hormat. Beberapa isu yang mungkin muncul termasuk kurangnya dukungan dari manajemen, tekanan kerja yang tinggi, dan kurangnya sumber daya. Isu-isu ini dapat mempengaruhi motivasi dan kinerja karyawan. Iklim organisasi yang positif dapat meningkatkan efektivitas organisasi. Karyawan yang merasa dihargai dan didukung cenderung lebih berkomitmen terhadap organisasi mereka, yang pada gilirannya dapat meningkatkan efektivitas organisasi. Iklim organisasi yang positif dapat meningkatkan kinerja karyawan. Karyawan yang merasa dihargai dan didukung cenderung lebih bersemangat dalam bekerja, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kinerja organisasi. This research aims to analyze organizational climate related to organizational climate issues in educational institutions, the relationship between organizational climate and organizational effectiveness, organizational climate and performance. This research method uses literature with the aim of gaining a deep understanding of the topic being researched and building a strong theoretical foundation. In library research, researchers search for literature relevant to the research topic, read and analyze the contents of the literature, and prepare a synthesis or summary of relevant findings. The result is that organizational climate refers to employees' shared perceptions of their work environment. This includes aspects such as fairness, support and respect. Some issues that may arise include lack of support from management, high work pressure, and lack of resources. These issues can affect employee motivation and performance. A positive organizational climate can increase organizational effectiveness. Employees who feel valued and supported tend to be more committed to their organizations, which in turn can increase organizational effectiveness. A positive organizational climate can improve employee performance. Employees who feel appreciated and supported tend to be more enthusiastic about work, which in turn can improve organizational performance.
Perkembangan Kajian Hadis Di Indonesia Ulya, Wirda Salamah; Ghifari, Muhammad
The International Journal of Pegon : Islam Nusantara civilization Vol 12 No 01 (2024): Dakwah Digital, Moderasi Beragama dan Kajian Ulama Nusantara
Publisher : INC- Islam Nusantara Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51925/inc.v12i01.112

Abstract

Artikel ini menyajikan analisis mendalam tentang evolusi kajian hadis di Indonesia, menggali sejarah, tokoh-tokoh penting, tantangan, dan prospek masa depan. Dengan pendekatan historis dan analitis, artikel ini menelusuri bagaimana hadis telah dipelajari dan diajarkan dari masa penyebaran Islam di Nusantara hingga era digital saat ini. Penelitian ini menyoroti kontribusi ulama dalam mengembangkan kajian hadis, serta adaptasi metodologi mereka terhadap konteks sosial dan budaya yang berubah. Tantangan seperti aksesibilitas sumber, kualitas penelitian, dan integrasi teknologi modern dibahas untuk mengidentifikasi solusi yang dapat memajukan disiplin ini. Artikel ini juga merenungkan prospek kajian hadis di Indonesia, dengan potensi menjadi pusat studi hadis global, mengingat populasi Muslim terbesar di dunia. Kesimpulannya, artikel ini menawarkan wawasan tentang pentingnya kajian hadis yang terus berkembang dan relevan, serta kontribusinya bagi keilmuan Islam dan masyarakat Muslim secara keseluruhan. This article presents an in-depth analysis of the evolution of hadith studies in Indonesia, exploring its history, key figures, challenges, and future prospects. With a historical and analytical approach, the article traces how hadiths have been studied and taught from the time of Islam's spread in the archipelago to the current digital era. This research highlights the contributions of scholars in developing hadith studies, as well as their adaptation of methodologies to changing social and cultural contexts. Challenges such as source accessibility, research quality, and the integration of modern technology are discussed to identify solutions that can advance this discipline. The article also contemplates the prospects of hadith studies in Indonesia, with the potential to become a global center for hadith studies, considering the world's largest Muslim population. In conclusion, the article offers insights into the importance of continually evolving and relevant hadith studies, as well as its contributions to Islamic scholarship and the Muslim community as a whole.
Dakwah Digital Sebagai Sarana Penguatan Moderasi Beragama Estuningtiyas, Retna Dwi
The International Journal of Pegon : Islam Nusantara civilization Vol 12 No 01 (2024): Dakwah Digital, Moderasi Beragama dan Kajian Ulama Nusantara
Publisher : INC- Islam Nusantara Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51925/inc.v12i01.113

Abstract

Moderasi beragama adalah sebuah keniscayaan yang merupakan cara hidup di tengah masyarakat multikultural seperti Indonesia. Dakwah digital dipilih sebagai media juga metode dalam penguatan moderasi beragama di Indonesia. Dakwah digital adalah dakwah dengan pemanfaatan media digital sebagai media penyebaran pesan-pesan dakwah kepada masyarakat, media digital saat ini termasuk di dalamnya adalah media sosial dengan beragam bentuknya. Dalam dakwah digital dibutuhkan kepiawaian dai terutama keterlibatan pemuda dalam penyebaran dakwah Islam untuk penguatan moderasi beragama. Penguatan moderasi beragama ini bertujuan menciptakan kehidupan yang harmonis di masyarakat, sebab disadari bahwa keragaman yang ada terkadang menimbulkan gesekan dan masalah yang berujung konflik di antara umat beragama. Religious moderation is an inevitability that is a way of life in a multicultural society like Indonesia. Digital da'wah was chosen as a medium and method for strengthening religious moderation in Indonesia. Digital da'wah is da'wah created by using digital media as a medium for spreading da'wah messages to the public. Digital media currently includes social media in its various forms. Digital da'wah requires the expertise of preachers, especially the involvement of youth in spreading Islamic da'wah to strengthen religious moderation. Strengthening religious moderation aims to create a harmonious life in society because it is realized that existing diversity sometimes causes friction and problems that lead to conflict between religious communities.
Toleransi Antar Aliran Beragama Agama Islam dalam Perspektif Muhammadiyah Miswala, Sakana Tiswi; Maksum, Muh. Nur Rochim
The International Journal of Pegon : Islam Nusantara civilization Vol 13 No 02 (2024): Teks Suci, Ortografi Pegon dan Sejarah Sosial dalam Kajian Islam Nusantara
Publisher : INC- Islam Nusantara Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51925/inc.v13i02.116

Abstract

This research examines tolerance between sects in Islam from the perspective of Muhammadiyah. Different perspectives in Islam have given rise to various sects that often intersect with each other. The purpose of this research is to find out the limits of tolerance between Muslims of different sects and Muhammadiyah's attitude towards certain sects such as LDII, Ahmadiyah, Shia, and Kejawen. This research was conducted because of the importance of understanding the attitude of tolerance in Islamic diversity to maintain community harmony. The method used is qualitative research based on literature study. The results show that Muhammadiyah puts forward the principles of moderation and openness in addressing differences in sects, but still has boundaries based on Islamic teachings that are firmly held. The findings are expected to provide a better understanding of tolerance in Islamic diversity. Penelitian ini mengkaji toleransi antar sekte dalam Islam dari perspektif Muhammadiyah. Perbedaan cara pandang dalam Islam telah memunculkan berbagai aliran yang seringkali bersinggungan satu sama lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui batas-batas toleransi antar umat Islam yang berbeda aliran dan sikap Muhammadiyah terhadap aliran-aliran tertentu seperti LDII, Ahmadiyah, Syiah, dan Kejawen. Penelitian ini dilakukan karena pentingnya memahami sikap toleransi dalam keberagaman Islam untuk menjaga kerukunan umat. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berdasarkan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammadiyah mengedepankan prinsip-prinsip moderasi dan keterbukaan dalam mwords: tolerance between sects, Muhammadiyah perspective, Islamic tolerance.enyikapi perbedaan aliran, namun tetap memiliki batasan-batasan berdasarkan ajaran Islam yang dipegang teguh. Temuan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang toleransi dalam keberagaman Islam.
Variasi Ortografi Khusus Pegon Dalam Teks Syi'ir Tandha Qiyamat Irakusuma, Ratna Nur Fatimah; H, Hendrokumoro
The International Journal of Pegon : Islam Nusantara civilization Vol 13 No 02 (2024): Teks Suci, Ortografi Pegon dan Sejarah Sosial dalam Kajian Islam Nusantara
Publisher : INC- Islam Nusantara Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51925/inc.v13i02.117

Abstract

This study aims to identify Pegon specific orthographic variations (Pegon special script). The special Pegon script referred to in this study is a script that represents Javanese sounds that are not possessed by Arabic sounds. The consonant sounds mentioned above are /c/, /g/, /p/, /ṭ/, /ḍ/, /ŋ/, and /ñ/. Each of the phonemes mentioned above has at least two variations of orthographic shapes. These variations are in the form of the position of the graphem in the word, the presence or absence of dots, and the number of dots in the script in question. The adoption and adaptation of Hijaiah graphemes into Pegon's special graphemes tends to be based on the proximity of the original grapheme articulation point into the fabricated graphem or the similarity of the resulting sound. Grapheme modifications carried out in the adaptation process are in the form of modifying the number of points in the Hijaiah script that have dots and adding a single point to the Hijaiah script that does not have points. Combining philological methods with linguistic orthographic theory, this study gives a new color to the study of language descriptions, especially Javanese. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variasi ortografi khusus Pegon (aksara khusus Pegon). Aksara khusus Pegon yang dimaksud dalam penelitian ini adalah aksara yang mewakili bunyi bahasa Jawa yang tidak dimiliki oleh bunyi bahasa Arab. Bunyi-bunyi konsonan yang disebutkan di atas adalah /c/, /g/, /p/, /ṭ/, /ḍ/, /ŋ/, dan /ñ/. Masing-masing fonem yang disebutkan di atas memiliki sekurang-kurangnya dua variasi bentuk ortografi. Variasi tersebut berupa posisi grafem dalam kata, ada tidaknya titik, dan jumlah titik pada aksara yang bersangkutan. Adopsi dan adaptasi grafem Hijaiah ke dalam grafem khusus Pegon cenderung berdasarkan kedekatan titik artikulasi grafem asal ke dalam grafem rekaan atau kemiripan bunyi yang dihasilkan. Modifikasi grafem yang dilakukan alam proses adaptasi berupa modifikasi jumlah titik pada aksara Hijaiah yang memiliki titik dan penambahan titik tunggal pada aksara Hijaiah yang tidak memiliki titik. Memadukan metode filologi dengan teori ortografi linguistik, penelitian ini memberi warna baru dalam penelitian deskripsi bahasa khususnya bahasa Jawa.
Signifikansi Argumentasi Kesejarahan Dalam Memahami Sabda Nabi SAW Sugito, Mohamad Shofin
The International Journal of Pegon : Islam Nusantara civilization Vol 13 No 02 (2024): Teks Suci, Ortografi Pegon dan Sejarah Sosial dalam Kajian Islam Nusantara
Publisher : INC- Islam Nusantara Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51925/inc.v13i02.118

Abstract

The article analyses the significancy of historical argumentation in interpreting The Prophet’s sayings. The research uses library research within qualitative-descriptive approach. The study demonstrates the paradigm of integration between Islam and historical science. Islam here means the Prophets’s sayings as a great text belonging to the past, but having biggest influence to the present. So, it is about great outhority and impact, either literally or interpretively. Thus, the text and its horizon of situation become an interesting study of historical science. By examining the integration, the article pays the particular attention to Ali Mustafa Yaqub, Ulama, Lecture on hadith studies, and great Imam of Istiqlal Mosque. Finally, The article argues that the Prophet’s sayings are a sacral artifact relating to holy man in the past, and the historical argumentation is an important approach working to understand and interprate the Prophet’s teachings, either its about worship, morality and social relationship. Artikel ini menganalisis signifikansi argumentasi sejarah dalam menafsirkan sabda Nabi. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Kajian tersebut menunjukkan paradigma integrasi antara Islam dan ilmu sejarah. Islam yang dimaksud di sini adalah sabda Nabi sebagai kitab besar milik masa lalu, namun mempunyai pengaruh paling besar hingga saat ini. Jadi, ini tentang kekejaman dan dampak yang besar, baik secara harfiah maupun interpretasi. Dengan demikian, teks dan cakrawala situasinya menjadi kajian ilmu sejarah yang menarik. Dengan mengkaji integrasi tersebut, artikel ini memberikan perhatian khusus kepada Ali Mustafa Yaqub, Ulama, Pengajar kajian hadis, dan Imam Besar Masjid Istiqlal. Terakhir, artikel tersebut berargumen bahwa sabda Nabi merupakan artefak suci yang berkaitan dengan orang suci di masa lalu, dan argumentasi sejarah merupakan pendekatan penting yang berupaya memahami dan menafsirkan ajaran Nabi, baik tentang ibadah, moralitas, dan hubungan sosial.
Strategi Dakwah Wasathiyyah Sebagai Jalan Penguatan Moderasi Beragama dalam Masyarakat Multikultural Estuningtiyas, Retna Dwi
The International Journal of Pegon : Islam Nusantara civilization Vol 13 No 02 (2024): Teks Suci, Ortografi Pegon dan Sejarah Sosial dalam Kajian Islam Nusantara
Publisher : INC- Islam Nusantara Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51925/inc.v13i02.119

Abstract

WASATHIYYAH DA'WAH STRATEGY AS A WAY TO STRENGTHEN RELIGIOUS MODERATION IN A MULTICULTURAL SOCIETY. Indonesia is a multicultural country with various religions, cultures, and ethnic groups living in it. Problems that arise due to differences can be overcome in one way: by applying an understanding of religious moderation. Religious moderation is a neutral way of life with a perspective that always appreciates and respects, without dispute, every difference that is characteristic of each person. Strengthening religious moderation must be prioritized in community life, one of which is the preaching of wasathiyyah. The wasathiyyah da'wah strategy is a solution where wasathiyyah places justice and balance in preaching in order to get optimal results in the life of a multicultural society between extreme choices. Da'Is are required to be competent in spreading knowledge about religious moderation with wasathiyyah da'wah strategies and effective communication. STRATEGI DAKWAH WASATHIYYAH SEBAGAI JALAN PENGUATAN MODERASI BERAGAMA DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL. Indonesia adalah negara multikultural dengan beragam agama, budaya, suku bangsa yang hidup di dalamnya. Keragaman yang ada menimbulkan permasalahan selain sebuah anugerah dari Allah SWT. Permasalahan yang timbul karena perbedaan bisa diatasi salah satunya dengan menerapkan pemahaman moderasi beragama. Moderasi beragama yang merupakan suatu tata cara hidup yang netral dengan cara pandang yang senantiasa menghargai dan menghormati tanpa memperselisihkan setiap perbedaan yang menjadi ciri khas setiap orang. Penguatan moderasi beragama harus diprioritaskan di tengah kehidupan Masyarakat, salah satunya dengan dakwah wasathiyyah. Strategi dakwah wasathiyyah yang merupakan Solusi dimana wasathiyyah yang menempatkan keadilan dan keseimbangan dalam berdakwah agar mendapatkan hasil optimal dalam kehidupan masyarakat multikultural di antara pilihan yang ekstrim. Para da’I dituntut untuk cakap dalam menyebarkan pengetahuan akan moderasi beragama dengan strategi dakwah wasathiyyah dengan komunikasi yang efektif.
Resistensi Tradisional Yansyah, Andri
The International Journal of Pegon : Islam Nusantara civilization Vol 13 No 02 (2024): Teks Suci, Ortografi Pegon dan Sejarah Sosial dalam Kajian Islam Nusantara
Publisher : INC- Islam Nusantara Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51925/inc.v13i02.120

Abstract

This article observes Haji Jole's contribution to the Bekasi community's resistance against the Allied Forces between 1945 - 1950. This figure's form of resistance was not a military model, using skills and weaponry like the regular army at that time, but rather a model of popular resistance, which relied more on makeshift weapons, in the form of everyday utensils. Nevertheless, Haji Jole had a mastery of martial arts to attack his opponents. This research uses the historical research method by using newspapers published in the relevant year as primary sources. This research found that there was a traditional resistance model launched by the figure of Haji Jole, which supported structural changes in Bekasi society to escape the influence of the Allies. Artikel ini mengobservasi kontribusi Haji Jole dalam perlawanan masyarakat Bekasi menghadapi Pasukan Sekutu antara 1945 – 1950. Bentuk perlawanan tokoh ini bukanlah model militer, yakni dengan menggunakan keterampilan dan persenjataan sebagaimana tentara reguler di masa itu, melainkan adalah model perlawanan rakyat, yang lebih banyak mengandalkan senjata seadanya, berupa perkakas sehari-hari. Kendati demikian, Haji Jole mempunyai penguasaan ilmu bela diri untuk menyerang lawannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan menjadikan surat kabar terbitan tahun terkait sebagai sumber primernya. Penelitian ini menemukan adanya model resistensi tradisional yang dicanangkan lewan sosok Haji Jole yang mendukung perubahan struktural masyarakat Bekasi agar terlepas dari pengaruh Sekutu.
Menolak Tunduk Aprianita, Triana; Wahyudi, Johan
The International Journal of Pegon : Islam Nusantara civilization Vol 13 No 02 (2024): Teks Suci, Ortografi Pegon dan Sejarah Sosial dalam Kajian Islam Nusantara
Publisher : INC- Islam Nusantara Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51925/inc.v13i02.121

Abstract

This article examines the existence of Tawan Karang Rights as one of the traditional legal practices in the archipelago which was maintained by the coastal communities of the Dutch East Indies until the end of the 19th century. The focus of this research is to understand how Tawan Karang Rights as a form of customary law interact, conflict and negotiate with the international shipping legal framework introduced by the Dutch colonial era. This research uses legal research methods by looking at the legal products of Tawan Karang in the Kingdom of Bali and the Kingdom of Teunom, in Aceh and comparing them with conventional shipping law at that time. This article shows that the interaction between Tawan Karang Rights and international shipping law in the Dutch East Indies was a reflection of the broader conflict between customary law and colonial law. This practice not only reflects the socio-economic dynamics of coastal communities, but also highlights how customary law attempts to negotiate its existence in the face of modern legal pressures brought about by colonialism. Artikel ini mengkaji keberadaan Hak Tawan Karang sebagai salah satu praktik hukum tradisional di Nusantara yang dipertahankan oleh masyarakat pesisir Hindia Belanda hingga akhir abad ke-19. Fokus penelitian ini adalah memahami bagaimana Hak Tawan Karang sebagai bentuk hukum adat berinteraksi, berkonflik, dan bernegosiasi dengan kerangka hukum pelayaran internasional yang diperkenalkan oleh kolonial Belanda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum dengan melihat produk hukum Tawan karang di Kerajaan Bali dan Kerajaan Teunom, di Aceh dan mengkomparasikannya dengan hukum pelayaran konvensional kala itu. Artikel ini menunjukkan bahwa interaksi antara Hak Tawan Karang dan hukum pelayaran internasional di Hindia Belanda merupakan cerminan dari konflik yang lebih luas antara hukum adat dan hukum kolonial. Praktik ini tidak hanya mencerminkan dinamika sosial-ekonomi masyarakat pesisir, tetapi juga menyoroti bagaimana hukum adat berupaya menegosiasikan keberadaannya dalam menghadapi tekanan hukum modern yang dibawa oleh kolonialisme.

Page 9 of 11 | Total Record : 110