cover
Contact Name
Nurbaiti
Contact Email
jurnal.tunasmedika@gmail.com
Phone
+62811243530
Journal Mail Official
jurnal.tunasmedika@gmail.com
Editorial Address
Jl. Terusan Pemuda no 1 A
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
ISSN : 20896042     EISSN : 25797514     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Tunas Medika : Jurnal Kedokteran & Kesehatan adalah jurnal Ilmiah yang memuat naskah publikasi Ilmiah di bidang Kedokteran dan Kesehatan yang meliputi bidang Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Biomedis serta Pendidikan Kedokteran.Tunas Medika : Jurnal Kedokteran & Kesehatan merupakan memuat publikasi ilmiah Dosen, Mahasiswa dan peneliti lainnya di bidang Kedokteran dan Kesehatan dan diharapkan daptat memperkaya khazanah Pendidikan dan pengetahuan Indonesia
Articles 236 Documents
Pengaruh Kualitas Pelayanan Dokter, Fasilitas Rawat Jalan, dan Pelayanan Farmasi Terhadap Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Umum Gunung Jati Cirebon Ade Yusuf
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 7, No 1 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis research aims to determine the influences of Service Quality of Doctor, Outpatient Facilities, and Pharmacy Service, both individually or simultaneously, to Patient Satisfaction at Gunung Jati Hospital Cirebon. The research using explanatory survey method. The population of this research were all patients in the Outpatient Installation regardless of gender. Sample was taken from the population by using simple random sampling technique which amount of 100 patients. The result of the research was the Service Quality of Doctor, Outpatient Facilities and Pharmacy Service individually have positive and significant influence to Patient Satisfaction at Gunung Jati Hospital Cirebon. Service Quality of Doctor, Outpatient Facilities and Pharmacy Service simultaneouslyhave positive and significant influences to Patient Satisfaction at Gunung Jati Hospital. The total influences of those three variables are 69.8%, and the rest was influenced by other factors which not examined. Of the three variables, Service Quality of Doctor variable has the largest influence, the next is the Pharmacy Service variable, then Outpatient Facilities variable.
Episode Depresif Berat dengan Gejala Psikotik (Studi Kasus dalam Perspektif Psikologi dengan Pendekatan Teori Kognitif Beck) Duddy Fachrudin
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Episode depresif berat dengan gejala psikotik merupakan bentuk dari depresi berat yang disertai gejala psikotik yang khas seperti waham atau delusi non-bizarre nihilistik, somatik, kemiskinan, ketidakberhargaan, atau adanya keyakinan-keyakinan delusional tentang perasaan bersalah dan sedang dihukum, serta kadang-kadang muncul halusinasi. Keyakinan-keyakinan delusional pada penderita episode depresif dengan gejala psikotik merupakan suatu distorsi kognitif, sebuah pola berpikir yang rancu dan menimbulkan kesalahan secara negatif yang meningkatkan kerentanan terhadap depresi. Studi kasus ini mengkaji klien yang didiagnosis episode depresif berat dengan gejala psikotik dari sudut pandang psikologi dengan pendekatan Teori Kognitif Beck. Seorang laki-laki bernama G, berusia 45 tahun mengurung diri dan tidak mau bertemu dengan saudara-saudaranya. Klien tidak mau mandi serta tidak shalat. Klien merasa ia tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Menurut kakak, adik ipar, dan istri klien, klien pernah mengalami kecelakaan ketika bekerja di pabrik dan saat mengendarai sepeda motor sehingga kondisi fisiknya menurun. Klien lalu mendapatkan pemutusan hubungan kerja. Kondisi kejiwaannya terganggu. Hasil integrasi tes psikologi menunjukkan bahwa klien memiliki depresi dan kecemasan berlebihan. Teori kognitif Beck mengenai depresi mencantumkan tiga aktivitas kognitif yang mendasari munculnya sebuah gangguan, yaitu: a) negative triad (pandangan pesimistik terhadap diri sendiri, dunia, dan masa depan); b) skema atau keyakinan negatif yang dipicu oleh peristiwa/ situasi kehidupan negatif; dan c) distorsi kognitif. Negative triad berupa pandangan klien bahwa ia telah gagal, sedang dihukum, dan tidak bisa melakukan apa-apa di masa depan. Skema atau keyakinan negatif klien, yaitu meyakini bahwa karena sakitnya yang dialaminya tersebut membuatnya tidak berdaya. Distorsi Kognitif dalam bentuk overgeneralisasi, yaitu“Saya tidak bisa melakukan apa-apa lagi”. Kata Kunci: depresi, gejala psikotik, keyakinan delusional, Teori Kognitif Beck, negative triad Severe depressive episodes with psychotic symptoms are a form of major depression accompanied by typical psychotic symptoms such as delusions or nihilistic, non-bizarre delusions, somatic, poverty, worthlessness, or delusional beliefs about guilt and being punished, and sometimes appear hallucination. Delusional beliefs in people with depressive episodes with psychotic symptoms are a cognitive distortion, a pattern of thinking that is ambiguous and negatively causes errors that increase susceptibility to depression. This case study discusses clients diagnosed with severe depressive episodes with psychotic symptoms from a psychological perspective with Beck’s Cognitive Theory approach. A 45-year-old man named G locked himself in and didn't want to see his brothers and sisters. Clients did not want to shower and did not pray. The client feels he could not do anything else. According to the brother, sister-in-law, and client's wife, the client had an accident while working in a factory and while riding a motorcycle so that his physical condition declined. The client then gets terminated in work. His mental condition is disturbed. The results of the integration of psychological tests show that the client has depression and excessive anxiety. Beck's cognitive theory of depression lists three cognitive activities that underlie the emergence of a disorder, namely: a) negative triads (pessimistic views of yourself, the world, and the future); b) negative schemes or beliefs triggered by negative life events/ situations; and c) cognitive distortion. Negative triad is the client's view that he has failed, is being punished, and cannot do anything in the future. The client's negative schema or belief, which is to believe that because of the pain he is experiencing makes him helpless. Cognitive Distortion in the form of overgeneralization, which is "I can't do anything else". Keywords: depression, psychotic symptoms, delusional beliefs, Beck’s Cognitive Theory, negative triads
Hubungan antara Usia Ayah dan Usia Ibu Saat Hamil serta Riwayat Keluarga dengan Terjadinya Autisme di Kota Cirebon Hesti Anggriani; Vita Maulina; Nurbaiti Nurbaiti; Uswatun Khasanah
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPemerintah memperkirakan jumlah anak dengan autisme pada kisaran 112.000 jiwa. Ibu hamil usia 40 tahun keatas memiliki risiko melahirkan anak autisme sebesar 50 persen. Sedangkan ayah usia 40 keatas meningkatkan risiko anak lahir dengan autisme sebesar 36 persen dan kemungkinan terdapatnya bawaan dari riwayat keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia ayah dan usia ibu saat hamil serta riwayat keluarga dengan terjadinya autisme beserta variabel yang paling berhubungan dengan terjadinya autisme di Kota Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel adalah consecutive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 84 responden..Uji statistik menggunakan uji Spearman dan uji regresi logistic. Hasil analisis didapatkan ada hubungan yang bermakna antara usia ayah saat ibu hamil dengan terjadinya autisme (p=0,030 r=+0,238), ada hubungan yang bemakna antara usia ibu saat hamil dengan terjadinya autisme (p=0,009 r=+0,285), dan ada hubungan yang bermakna antara riwayat keluarga dengan terjadinya autisme (p=0,001 r=+0,362). Ketiganya menunjukkan arah korelasi positif dengan kekuatan korelasi yang lemah. Disimpulkan bahwa semakin bertambah usia ayah dan usia ibu saat hamil serta terdapatnya riwayat keluarga maka semakin meningkatkan risiko terjadinya autisme.Kata kunci :autisme,usia ayah, usia ibu saat hamil, riwayat keluarga.ABSTRACT The government estimates the number of children with autism in the range of 112,000 inhabitants. Pregnant women age 40 or older has a risk of having a child with autism by 50 percent. While the father aged 40 years or older increases the risk of children born with autism by 36 percent and the possible presence of a family history of congenital. This study aims to determine the relationship between paternal age and the age of the mother during pregnancy as well as a family history of autism along the variables most associated with the occurrence of autism in the city of Cirebon. This study uses observational analytic using cross-sectional approach. The sampling technique is consecutive sampling and obtained a sample of 84 responden..Uji statistics using Spearman's test and logistic regression. The results of the analysis we found no significant association between father's age during pregnancy with the occurrence of autism (p = 0.030 r = + 0.238), no relation to meaningfully between the age of the mother during pregnancy with the occurrence of autism (p = 0.009, r = + 0.285), and there a significant association between family history and the occurrence of autism (p = 0.001 r = + 0.362). All three indicate the direction of a positive correlation with the strength of the correlation is weak. It was concluded that the increasing age of the father and the mother's age during pregnancy as well as the presence of family history, the more increases the risk of autism.Keywords: autism, paternal age, maternal age during pregnancy, family history.
HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI EFEKTIF DOKTER DENGAN PASIEN DAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN STUDY : DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD WALED Aris Sunaryo; Maulana Amrulloh; Bambang Wibisono
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 7, No 1 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang Kepuasan yang dirasakan pasien diperoleh dari kepercayaan pasien terhadap tim medis dan rumah sakit dalam menangani penyakit yang dideritanya. Kualitas pelayanan dan komunikasi interpersonal yang efektif yang diberikan oleh tim medis kepada pasien serta rasa kepercayaan terhadap tim medis dan rumah sakit akan menimbulkan kepuasan pasien dalam berobat di rumah sakit maupun klinik tersebut. Tujuan Menganalisis hubungan antara komunikasi efektif dokter dengan pasien dan kualitas pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien poliklinik penyakit dalam di RSUD Waled. Metode Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode consecutive sampling. Besar sampel sebanyak 100 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang diuji dengan uji validitas dan uji reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan program komputer berupa analisis univariat, analisis bivariate dan analisis multivariat. Hasil Hasil analisis bivariate menggunakan analisis korelasi rank spearman diperoleh hasil pengaruh yang cukup kuat dan bermakna antara komunikasi efektif dokter dan pasien dengan kepuasan pasien (r =0,527 dengan nilai p value < 0.05), serta pengaruh yang kuat dan bermakna antara kualitas pelayanan dengan kepuasan pasien ( r =0,527 dengan nilai p value < 0.05). Dari hasil analisis multivariate dengan regresi logistik ) didapat nilai PR komunikasi efektif dokter dengan pasien sebesar 7,671 dengan CI 95% 1,604 36,691 dan nilai PR kualitas pelayanan kesehatan sebesar 23,233dengan CI 95% 5,215 103,502. Kesimpulan Terdapat hubungan yang bermakna antara komunikasi efektif dokter dengan pasien dan kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien. Kualitas pelayanan kesehatan merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi kepuasan pasien Poliklinik Penyakit Dalam di RSUD Waled.Kata Kunci: Kepuasan Pasien, Kualitas Pelayanan, Komunikasi EfektifABSTRACTBackground The patient's satisfaction is obtained from the patient's trust in the medical team and the hospital in dealing with the disease he suffers. The quality of services and effective interpersonal communication provided by the medical team to patients as well as a sense of trust in the medical team and hospital will lead to patient satisfaction in treatment at the hospital or clinic. Aim To analyzing the relationship between effective communication between doctor and patient and the quality of health services to the satisfaction of patients with internal medicine polyclinics at Waled District Hospital. Method This research is an observational analytic study with cross sectional design. The sampling technique in this study uses consecutive sampling method. The sample size is 100 respondents. The research instrument in the form of a questionnaire was tested with a validity test and a reliability test. Data analysis was performed using the computer program in the form of univariate analysis, bivariate analysis and multivariate analysis. Results The results of the bivariate analysis using Spearman rank correlation analysis obtained a significant and significant effect between effective communication between doctor and patient with patient satisfaction (r = 0.527 with p value <0.05), as well as a strong and significant influence between service quality and patient satisfaction (r = 0.527 with p value <0.05). From the results of multivariate analysis with logistic regression) the effective communication value of the physician with the patient is 7,671 with 95% CI 1,604 36,691 and the PR value of health service quality is 23,233 with 95% CI 5,215 103,502. Conclusion There is a significant relationship between effective communication between doctor and patient and the quality of health care with patient satisfaction. The quality of health care is the most dominant variable affecting patient satisfaction in the Internal Medicine Polyclinic at Waled Hospital.Keywords: Patient satisfaction, Quality of service, Effective communication between doctor and patient
UJI AKTIVITAS PEMBERIAN EKSTRAK DAUN SUKUN (Artocarpus altilis (Park) Fosberg.) TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT PADA TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIBUAT HIPERURISEMIA Nia Hernanti; Ricardi Wicaksono Alibasjah; Rama Samara Brajawikalpa
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Hiperurisemia atau asam urat salah satu penyakit tidak menular dengan angka kejadian 30% di dunia. Di Indonesia hingga tahun 2013 mencapai 25,8%. Seiring perkembangan zaman terdapat 2 jenis terapi untuk asam urat. Yang pertama terapi modern menggunakan obat dan yang kedua dengan pengobatan herbal menggunakan ekstrak daun sukun.Tujuan : Mengetahui aktivitas pemberian ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis (Park) Fosberg.) terhadap kadar asam urat pada tikus putih jantan yang dibuat hiperurisemia.Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian experimental dengan menggunakan rancangan penelitian pre and post test with control group design. Sampel yang digunakan yaitu 36 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok dan setiap kelompok terdiri dari 6 ekor tikus putih jantan. Analisis yang digunakan adalah uji normalitas (Uji Shapiro Wilk) dilanjutkan dengan Uji T Berpasangan, Uji Anova dan Anova Lanjutan.Hasil : Data yang diperoleh dari hasil analisis dengan Anova menunjukan bahwa pemberian ekstrak daun sukun 0,125g, 0,25g, 0,375g dan 0,5g dapat menurunkan kadar asam urat pada tikus putih jantan (P<0,05). Dengan dosis 0,5g paling efektif menurunkan kadar asam urat dalam darah sebanyak -5,84.Simpulan : Ekstrak daun sukun dapat menurunkan kadar asam urat.Kata Kunci : Ekstrak daun sukun, Hiperurisemia, Asam UratABSTRACTBackground : Hyperuricemia or uric acid is one of the non-communicable diseases with a 30% incidence rate in the world. In Indonesia until 2013 reached 25.8%. Along with the development era there are 2 types of therapy for uric acid. The first modern therapy uses drugs and the second with herbal treatment using breadfruit leaf extract.Objective : To know the activity of giving breadfruit leaf extract (Artocarpus altilis (Park) Fosberg.) To uric acid level in male white rat made hyperurisemia.Research Method : This research is an experimental research using pre and post test design with control group design. The sample used was 36 male white rats divided into 6 groups and each group consisted of 6 male white rats. The analysis used is the normality test (Shapiro - Wilk Test) followed by Pair T test, Anova Test and Anova Continuation.Result : The data obtained from the analysis with Anova showed that giving 0,125g, 0,25g, 0,375g and 0,5g breadth extract can decrease uric acid level in male white rat (P <0,05). With a dose of 0.5g most effective lowering uric acid levels in the blood as much as -5.84.Conclusion : Breadfruit leaf extract can lower uric acid levels.Keywords : Breadfruit leaf extract, Hyperurisemia, Uric Acid
PENGARUH KRIM EKSTRAK UBI UNGU (Ipomoea Batatas Var Ayumurasaki) TERHADAP MATRIKS METALLOPROTEINASE-1 DAN JUMLAH KOLAGEN DERMIS TIPE-I DAN TIPE-III (Penelitian Eksperimental Pada Mencit BALB/c yang Dipapar Sinar UV-B) Yukke Nilla Permata; Atina Hussaana; Chodidjah Chodidjah
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 7, No 1 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Ubi ungu (Ipomoea Batatas Var Ayumurasaki) terbukti sebagai antiaging karena kandungan antosianin yang bersifat sebagai antioksidan. Antosianin termasuk antioksidan kuat yang dapat melindungi kulit dari radikal bebas. Penelitian mengenai mekanisme kerja ubi ungu ini masih terbatas.Tujuan : untuk mengetahui pengaruh krim ekstrak ubi ungu terhadap ekspresi MMP-1 dan Jumlah Kolagen Tipe-I dan Tipe-III.Metode : Penelitian eksperimental menggunakan post test randomized control group design. Dilakukan pada 24 ekor mencit BALB/c yang dibagi 4 kelompok uji. Semua kelompok dipapar dengan sinar UV-B dengan dosis 1 MED (8 menit). Kelompok Kontrol (K) diolesi dengan basis krim, sedangan tiga kelompok perlakuan lainnya diolesi dengan krim ekstrak ubi ungu dengan dosis 0,4%(P1), 4%(P2), dan 40%(P3) segera setelah paparan UV-B yang dilakukan selama 4 minggu. Ekspresi MMP-1 dihitung dari jumlah total fibroblast yang mengekspresikan MMP-1. Ekspresi MMP-1 dan Jumlah Kolagen Tipe-I dan Tipe-III dilakukan dengan pengecatan imunohistokimia. Ekspresi MMP-1 dianalisis dengan One Way Anova dan Post hoc pada tingkat kemaknaan p<0,05Hasil : Ekspresi MMP-1 antara kelompok K, P1, P2, dan P3 berturut-turut adalah (40,164,62), (35,833,06), (28,162,78), (18,502,42) memiliki perbedaan signifikan (p<0,05). Jumlah Kolagen Tipe-I antara kelompok K, P1, P2, dan P3 berturut-turut adalah (48,674,58), (55,504,80), (64,333,55), (67,504,18) memiliki perbedaan signifikan (p<0,05). Jumlah Kolagen Tipe-III antara kelompok K, P1, P2, dan P3 berturut-turut adalah (11,831,32), (16,160,98), (19,671,36), (22,001,09) memiliki perbedaan yang signifikan antar kelompoknya (p<0,05).Kesimpulan : krim ekstrak ubi ungu berpengaruh terhadap ekspresi MMP-1 dan Jumlah Kolagen Tipe-I dan Tipe-III pada mencit BALB/c yang dipapar sinar UV-B.Kata kunci : Ubi Ungu, MMP-1, Jumlah Kolagen Tipe-I, Jumlah Kolagen Tipe-IIIABSTRACTPurple sweet potato (Ipomoea Batatas Var Ayumurasaki) is proven to be antiaging because of it is anthocyanin content which is an antioxidant. The antioxidant effects of anthocyanins include powerful antioxidants that protect the skin from free radicals. The mechanism of purple sweet potato's work on the expression MatrixMetalloproteinase-1 (MMP-1) and the Number of Type-I and Type-III Collagen is still limited. The purpose of this study was to determine the purple sweet potato extract cream on expression of MMP-1 and Number of Type-I and Type-III Collagen.Experimental research using randomized control group design post test. Performed in 24 mice BALB/c were divided four groups test. All groups were exposed to UV-B rays at a dose of 1 MED (8 minutes). The Control Group (K) spread with a base cream, while the other three groups were smeared with cream of purple sweet potato extract at a dose of 0.4% (P1), 4% (P2), and 40% (P3) immediately after exposure to UV-B for four weeks. Expression of MMP-1 was calculated from the total from fibroblasts cells that express MMP-1. Expression of MMP-1 and Number of Type-I and Type-III Collagen by immunohistochemical staining. Expression of MMP-1 was analyzed by One Way Annova and Post hoc at a significance level of p <0.05Expression of MMP-1 between group C, P1, P2, and P3 are (40.16 4.62), (35.83 3.06), (28.16 2.78), (18.50 2.42) had a significant difference (p <0.05). Number of Type-I Collagen between group C, P1, P2, P3 are (48.67 4.58), (55.50 4.80), (64.33 3.55), (67.50 4.18) had a significant difference (p <0.05). Number of Type-III Collagen between groups C, P1, P2, P3 are (11.83 1.32), (16.16 0.98), (19.67 1.36), (22.00 1.09) had a significant difference between groups (p <0.05).The conclusion of this study is the purple sweet potato extract cream effects on the expression of MMP-1 and the number of Type-I and Type-III Collagen in BALB /c mice were exposed to UV-B rays.Keyword : Purple sweet potato, MMP-1, Number of Type-I Collagen, Number of Type-III Collagen
Hubungan antara Jumlah, Jenis dan Durasi Merokok denganLingkar Pinggang Pria Perokok Aktif (Studi di Desa Ujungsemi Cirebon) Dini Sapardini Warsodoedi; Yuliana Yuliana
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 2 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLATAR BELAKANG: Jumlah perokok di Indonesia meningkat secara signifikan sejak tahun 1995-2011. Prevalensi merokok di kabupaten Cirebon pada penduduk usia 10 tahun ke atas adalah 20,6%. Merokok dengan frekuensi yang tinggi dan durasi yang lama dapat menjadi faktor risiko peningkatan ukuran lingkar pinggang yang merupakan salah satu indikator peningkatan lemak viseral pada tubuh. Penelitian-penelitian tersebut sebagian besar dilakukan di negara barat.TUJUAN: Menganalisis hubungan antara jumlah, jenis dan durasi merokok dengan lingkar pinggang pada pria perokok aktif di pedesaan. METODE: observasional analitik dengan desain cross-sectional, pengambilan sampel dengan metode simple random sampling. Subjek penelitian adalah pria perokok aktif yang berusia 20-29 tahun, terdiri dari 60 responden. Karakteristik merokok didapatkan dari kuesioner, dan lingkar pinggang diukur menggunakan pita ukur (cm). Uji analisis bivariat antara jumlah rokok yang dikonsumsi dan durasi merokok dengan lingkar pinggang menggunakan Pearson, sedangkan antara jenis rokok dengan lingkar pinggang menggunakan RankSpearman. Analisis multivariat menggunakan regresi linier. HASIL: Terdapat hubungan antara jumlah rokok yang dikonsumsi perhari dengan lingkar pinggang (r= 0,837 dan p= 0,000) dan terdapat hubungan antara frekuensi merokok dengan lingkar pinggang (r= 0,852 dan p= 0,000), sedangkan antara jenis rokok dengan lingkar pinggang tidak ada hubungan (rs= 0,095 dan p= 0,434). Pada uji multivariat antara durasi dan jumlah rokok yang dikonsumsi dengan lingkar pinggang didapatkan bahwa durasi merokok memiliki pengaruh yang lebih bermakna dan signifikan terhadap lingkar pinggang (r= 0,802 dan p= 0,000). SIMPULAN: Semakin banyak jumlah rokok yang dihisap semakin besar lingkar pinggangnya dan semakin lama durasi merokok maka semakin besar pula lingkar pinggangnya.Kata kunci: Durasi merokok, Jumlah rokok yang dikonsumsi perhari, Jenis rokok, Lingkar pinggang.ABSTRACTBACKGROUND: The number of smokers in Indonesia raised significantly from 1995 to 2001. Smoking prevalence in Cirebon among 10 years old and over is 20,6%. High frequent and long term smoking are risk factor which raised the waist circumference is one indicator of increased visceral fat in the body . Most of these researches was conducted in western country. On the other hand, Indonesia smokers population and consumer raised significantly in countryside AIM OF RESEARCH: To analyze the relation of amount, type, and smoking duration toward waist circumference of active male smokers in countryside. METHOD: This research used cross sectional study one of analytical observational study, in which random sample was drawn with simple random sampling. Subjects of this research were 60 respondents who are active male smokers aged 20-29. The questioner was analyzed to find smoking behaviors and waist circumference was measured with measuring tape (cm). Bivariate analysis between amount of cigarette and smoking durations, and waist circumference was analyzed using Pearson, whereas the analysis between type of cigarette and waist circumference was analyzed using RankSpearman. RESULT: There is a relation between the amount of cigarette per day with waist circumference (r= 0,837 and p= 0,000) and there is a relation between the frequency of cigarette with waist circumference (r= 0,852 andp=0,000). Otherwise, there is no relation between the type of cigarette and the waist circumference frequency (rs= 0,095 and p=0,434). The multivariate analysis between smoking duration and the amount of consumed cigarette toward waist circumference frequency found that the smoking duration has more effect on waist circumference than the type of cigarette(r= 0,802 dan p= 0,000). CONCLUSION: The more amount of cigarettes smoked the greater the waist circumference and the longer duration of smoking the greater the waist circumference.Keyword: Smoking duration, The amount of consumed cigarette per day, Type of cigarette, Waist circumference.
Korelasi Antara Kebiasaan Merokok Dengan Kejadian Stroke Pada Usia Muda di RSUD Majalengka Annisa Nurfitriyani; Ika Komala; Ignatius Hapsoro Wirandoko
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Stroke adalah manifestasi klinis dari gangguan fungsi otak, baik fokal maupun global (menyeluruh), yang berlangsung cepat, berlangsung lebih dari 24 jam atau sampai menyebabkan kematian, tanpa penyebab lain selain gangguan vaskuler. Faktor risiko yang dapat menimbulkan terjadinya Stroke salah satunya adalah merokok. Perokok memiliki risiko tujuh kali terkena stroke dibandingkan dengan orang yang tidak merokok atau berhenti merokok. Tujuan: Mengetahui korelasi merokok dengan kejadian Stroke di usia muda di RSUD Majalengka. Metode: Penelitian ini penulis menggunakan desain penelitian dengan metode observasional analitik dengan pendekatan Cross sectional. Sampel adalah jumlah populasi penderita Stroke pada usia muda di RSUD Majalengka tahun 2016-2017. Digunakan uji korelasi spearman dengan batas kemaknaan 0,05. Hasil: Responden yang memiliki kebiasaan merokok pada usia muda sebanyak 46 orang (28.6%). Angka kejadian stroke di RSUD Majalengka sebanyak 161 orang. Responden berjenis perempuan lebih besar dibandingkan responden laki-laki sebanyak 84 orang (52.2%), seluruh total responden yang termasuk ke dalam kriteria sebanyak 161 orang. Diperoleh nilai Correlation Coefficient sebesar 0.024. Didapatkan nilai p sebesar 0.767 (p>0.05) yang berarti tidak terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan merokok dengan kejadian Stroke pada usia muda Simpulan: Korelasi antara kebiasaan merokok dengan kejadian Stroke pada usia muda di RSUD Majalengka termasuk kategori sangat lemah.Kata Kunci: Merokok, Stroke
Aktivitas Ekstrak dan Fraksi Daun Cabe Rawit (Capsicum frutescens L.) Terhadap Bakteri Streptococcus pyogenes Ade Irawan
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 6, No 2 (2020): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Bakteri Streptococcus pyogenes merupakan penghuni saluran pernapasan bagian atas manusia yang dapat menyebabkan berbagai macam infeksi diantaranya meningitis, bronchitis, meningitis,  faringitis, laringitis, otitis, bakteremia, dan infeksi saluran pernafasan. Meningkatnya angka kejadian resistensi terhadap antimikrobial sintesis, sehingga hal ini memerlukan solusi yang tidak bisa ditunda lagi. Metode: Penelitian dalam rangka mencari antimikrobial alternatif yang aman, efektif, poten dan tidak menimbulkan resistensi mutlak diperlukan untuk mengatasi hal ini. Hasil: Telah dilakukan pengujian aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi daun cabe rawit terhadap bakteri Streptococcus pyogenes. Simpulan: Dari pengujian yang telah dilakukan fraksi etil asetat mempunyai zona hambat yang paling besar terhadap pertumbuhan Streptococcus pyogenes.  Sedangkan dari skrining fitokimia yang telah dilakukan, dalam ekstrak etanolik daun cabe rawit terdapat senyawa sekunder alkaloid, flavonoid, saponin dan juga tanin.Kata Kunci: Daun Cabe Rawit, Antibakteri, Zona Hambat ABSTRACT Introduction: Streptococcus pyogenesis a normal flora in the upper respiratory tract of humans which can cause pharyngitis, laryngitis, otitis, bronchitis, bacteremia, meningitis, and other infectious processes including respiratory tract infections. The increase in resistance to antimicrobial synthesis requires a solution that can no longer be delayed. Methods: Research  in order to find alternative antimicrobial  safe, effective, potent and does not create the indispenable resistance is absolutely necessary to overcome this. Results: An antibacterial extract and fraction activity of chili leaf against Streptococcus pyogenes has been tested . Conclusions: From the studywas done, ethyl acetate fraction has the greatest inhibition zone on the growth of Streptococcus pyogenes. As for the phytochemistry was done, the ethanolic extract of chili leave contains secondarycompounds like alkaloids, flavonoids, saponins and tannins.Keywords: Chili, Antibacterial, Inhibit Zone Leaves
KORELASI ANTARA KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG PADA ANAK USIA 2-5 TAHUN DI PUSKESMAS MAJASEM KOTA CIREBON Dini Norviatin; Muhammad Rizqi Hasani; Ignatius Hapsoro Wirandoko
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 7, No 1 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Berdasarkan data dari Word Health Organization (WHO) tahun 2013 memperkirakan kejadian infeksi saluran pernapasan akut di Negara berkembang memiliki angka kematian di atas 40 per 1000 kelahiran hidup adalah 15% - 20 % pertahun pada usia balita. Anak dengan status gizi kurang rentan terhadap penyakit infeksi, salah satunya yaitu ISPA. Data Bulan Penimbangan Balita (BPB) Kota Cirebon Tahun 2016, Di Puskesmas Majasem terdapat 128 anak dengan status gizi kurang. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan riwayat infeksi saluran pernapasan akut dengan kejadian gizi kurang pada anak usia 2-5 tahun di Puskesmas Majasem Kota Cirebon. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan studi cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 68 anak usia 2-5 tahun,diambil secara quota sampling. Riwayat infeksi saluran pernapasan akut ditanyakan dengan kuesioner dan gizi kurang diukur dengan perbandingan berat badan terhadap tinggi badan. Analisis statistik yang digunakan adalah uji korelasi contingency coefficient. Hasil : Terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat infeksi saluran pernaasan akut dan gizi kurang pada anak 2-5 tahun dengan nilai p = 0,000 (p<0,05) dan nilai korelasi r = 0,422 menunjukan korelasi positif dengan kekuatan korelasi sedang. Kesimpulan : Ada hubungan riwayat infeksi saluran pernapasan akut dengan kejadian gizi kurang pada anak 2-5 tahunKata Kunci : Anak,Gizi Kurang, Infeksi Saluran Pernapasan Akut

Page 11 of 24 | Total Record : 236


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 2 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 11 No 1 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 4 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 3 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 2 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 1 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 9 No 1 (2023): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 8, No 2 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 8, No 1 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 7, No 2 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 7, No 1 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 6, No 2 (2020): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 6, No 1 (2020): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 4, No 1 (2018): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & kesehatan Vol 3, No 4 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 3 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 2 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 1 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 4 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 3 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 2 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 1 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 4 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 3 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 2 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan More Issue