cover
Contact Name
Nurbaiti
Contact Email
jurnal.tunasmedika@gmail.com
Phone
+62811243530
Journal Mail Official
jurnal.tunasmedika@gmail.com
Editorial Address
Jl. Terusan Pemuda no 1 A
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
ISSN : 20896042     EISSN : 25797514     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Tunas Medika : Jurnal Kedokteran & Kesehatan adalah jurnal Ilmiah yang memuat naskah publikasi Ilmiah di bidang Kedokteran dan Kesehatan yang meliputi bidang Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Biomedis serta Pendidikan Kedokteran.Tunas Medika : Jurnal Kedokteran & Kesehatan merupakan memuat publikasi ilmiah Dosen, Mahasiswa dan peneliti lainnya di bidang Kedokteran dan Kesehatan dan diharapkan daptat memperkaya khazanah Pendidikan dan pengetahuan Indonesia
Articles 247 Documents
HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN KEJADIAN TENSION TYPE HEADACHE INFREQUENT MAHASISWA PREKLINIK TINGKAT AKHIR FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI Manjayanti, Reskyanah; Sariadi, Dasa; Kusnandang, Agus; Gartika, Popon; Zul Fahmi Akbar, Muhammad; Suhanda, Muhammad
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 12 No 1 (2026): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pendidikan kedokteran dikenal dengan beban akademik yang berat dengan tingkat stresyang tinggi, terutama pada mahasiswa tingkat akhir. Tuntutan akademik yang dialami mahasiswakedokteran sering dilaporkan sebagai alasan cukup tingginya Tension-type headache di kalanganmahasiswa kedokteran, keadaan ini konsisten ditemukan disebagian besar Pendidikan Kedokteran didunia. Tension type headache infrequent merupakan tension type headache yang paling sering terjadipada usia 20-30 tahun.Tujuan: Mengetahui hubungan kecemasan dengan kejadian Tension-type headache infrequent padamahasiswa preklinik tingkat akhir Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain Cross Sectional.Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 128 orang. Teknik sampling yang digunakanadalah simple random sampling. Uji statistik menggunakan uji korelasi spearman.Hasil: Hasil uji korelasi spearman menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan (p<0,001) antaratingkat kecemasan dan TTH dengan kekuatan korelasi sedang dan arah korelasi positif (r = 0,410).Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dan TTH pada mahasiswapreklinik tingkat akhir Fakultas Kedokteran di Universitas Swadaya Gunung Jati yang dimana semakinringan kecemasan yang dialami, maka semakin rendah TTH yang dialami (infrequent).Kata kunci: kecemasan, Tension Type Headache infrequent, mahasiswa preklinik fakultas kedokteran Background: Medical education is known as a heavy academic burden with high stress levels, especiallyfor final year students. The academic demands experienced by medical students are often reported as thereason for the high tension-type headache among medical students; this condition is consistently found inmost medical education in the world. Tension type headache infrequent is the tension type headache thatmost often happens at age 20-30.Objective: The study is aimed to determine the relationship between anxiety and the incidence of Tensiontype headache infrequent in preclinical students at the final level of Faculty of Medicine, SwadayaGunung Jati University. Methods: This study is analytical observational study with a sectional cross design. The number ofresearch samples used in this study was 128 people. The sampling technique used is simple randomsampling. Statistical test using Spearman’s correlation.Results: The results of the Spearman correlation test showed there was a significant relationship(p<0.001) between anxiety levels and TTH with moderate correlation strength and positive correlationdirection (r = 0.410).Conclusion: There is a significant relationship between anxiety levels and TTH in preclinical students inthe final year of the Faculty of Medicine at Swadaya Gunung Jati University, where the lighter theanxiety experienced, the lower TTH experienced (infrequent).Keywords: anxiety, Tension Type Headache infrequent, medical faculty preclinical student
HUBUNGAN FAKTOR RISIKO RIWAYAT KONTAK DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN KUSTA DI PUSKESMAS SUKOLILO KABUPATEN PATI JAWA TENGAH Harefa Tirta Wijaya; Hikmah Fitriani; Maya Wahdini; Frista Martha Rahayu; Nina Roslina; Muhammad Risman
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 12 No 1 (2026): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar belakang : : Penyakit Kusta atau lepra atau Morbus Hansen , merupakan penyakit yang disebabkan olehMycobacterium leprae. Kusta menyerang berbagai bagian tubuh diantaranya saraf tepi dan kulit. Beberapa faktordalam kejadian penyakit kusta adalah vaksinisasi BCG, riwayat kontak, lama kontak, jenis kelamin, kepadatanhunian, status ekonomi. Kusta ditularkan melalui kontak yang lama dengan penderita kusta dan masa inkubasipenyakit kusta itu sendiri 2-5 tahun. Perilaku hygiene memiliki hubungan yang bermakna pada penularan penyakitkusta. Oleh karena itu, penting bagi seseorang untuk selalu memperhatikan kebersihan dirinya. Tujuan :Mengetahui hubungan faktor risiko riwayat kontak dan personal hygiene dengan kejadian kusta di PuskesmasSukolilo Kabupaten Pati Jawa Tengah. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan analitikobservasional retrospektif dengan desain case-control. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposivesampling. Hasil : Hasil analisis yang didapat adalah p-value yang diperoleh adalah untuk faktor kontak (p = 0,001< 0,050 , r = 0,792 ), kebiasan cuci tangan (p = 0,001 < 0,050), r = 0,687 ), kebiasaan ganti pakaian ( p = 0,001 <0,050 , r = 0,687 ), didapatkan adanya hubungan dengan kejadian kusta sedangkan kebiasaan mandi menunjukan( p =1,000 > 0,050 , r = 0,000 ), didapatkan tidak berhubungan. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermaknaantara riwayat kontak dan personal hygiene ( kebiasaan cuci tangan dan kebiasaan ganti pakaian ) dengan kejadiankusta.Kata Kunci : Kusta, Fakto Kontak, Personal Hygiene ( Kebiasaan Cuci tangan, Kebiasaan Mandi, KebiasaanGanti Pakaian ).ABSTRACTBackground: Leprosy or leprosy or Morbus Hansen, is a disease caused by Mycobacterium leprae. Leprosyattacks various parts of the body including peripheral nerves and skin. Several factors in the incidence of leprosyare BCG vaccination, contact history, length of contact, gender, occupancy density, economic status. Leprosy istransmitted through prolonged contact with leprosy sufferers and the incubation period of leprosy itself is 2-5years. Hygiene behavior has a significant relationship on the transmission of leprosy. Therefore, it is importantfor a person to always pay attention to his personal hygiene.. Objective: To determine the relationship betweencontact history and personal hygiene risk factors with the incidence of leprosy at the Sukolilo Public HealthCenter, Pati Regency, Central Java. Methods: This research is a retrospective descriptive and analyticalobservational study with a case-control design. Sampling was done by purposive sampling. Results: The resultsof the analysis obtained are the p-value obtained is for the contact factor (p = 0.001 < 0.050 , r = 0.792 ), handwashing habits (p = 0.001 < 0.050), r = 0.687 ), habit of changing clothes (p = 0.001 < 0.050 , r = 0.687 ), itwas found that there was a relationship with the incidence of leprosy while bathing habits showed (p = 1.000 >0.050 , r = 0.000), it was found to be unrelated. Conclusion: There is a significant relationship between contacthistory and personal hygiene (hand washing habits and changing clothes) with the incidence of leprosy.Keywords: Leprosy, Contact Facts, Personal Hygiene (Handwashing Habits, Bathing Habits, Changing Habits)
HUBUNGAN ANTARA OBESITAS DENGAN KLASIFIKASI PENYAKIT HIPERTENSI DI RSUD WALED Zain Saputra, Muhamad; Herdwiyanti, Menik; Manfaluthi, Ali; Muhammad Waly, Tegusti; Amaliyah, Nihayatul; Thysmelia Affandi, Thysa
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 12 No 1 (2026): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Prevalensi hipertensi di seluruh didunia diperkirakan mencapai 28,6%. WHO tahun 2015menunjukkan sekitar 1,13 Miliar orang menyandang hipertensi. Obesitas juga meningkatkan terjadinya hipertensidari berbagai mekanisme. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan obesitas denganklasifikasi hipertensi di RSUD Waled. Metode : Penelitian ini dilakukan di poliklinik penyakit dalam RSUDWaled, menggunakan metode cross sectional. Sampel penelitian yang dikumpulkan berjumlah 126 pasien.Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat menggunakan rank spearman. Hasil : Sebagian besarpasien di poliklinik penyakit dalam memiliki karakteristik obesitas tingkat 1 (56,3%) dan terdapat karakteristikhipertensi grade 2 (93,7%). Hasil uji diperoleh p value 0,001 artinya terdapat hubungan antara obesitas danklasifikasi hipertensi pada pasien di poliklinik penyakit dalam. Kesimpulan : Sebagian besar pasien di poliklinikpenyakit dalam menderita hipertensi tingkat 2, mayoritas pasien berada pada obesitas tingkat 1 dan terdapathubungan antara obesitas dan klasifikasi penyakit hipertensi pada pasien di poliklinik penyakit dalam RSUDWaled, CirebonKata Kunci: Obesitas, Klasifikasi Hipertensi Background: The worldwide prevalence of hypertension is estimated at 28.6%. In 2015, the World HealthOrganization (WHO) indicated that approximately 1.13 billion people were diagnosed with hypertension. Obesityalso contributes to the occurrence of hypertension from various mechanism Aim: This study aims to determinethe correlation between obesity and hypertension classification at Waled General Hospital in Cirebon Regency.Method : This study was conducted in the internal medicine ward at Waled General Hospital, using a crosssectional method. The research collected 126 samples. Data were analyzed univariatly and bivariatly usingSpearman rank. Results : Most patients in the internal medicine ward were grade 1 obesity (56.3%) and grade 2hypertension (93.7%). The results showed a p value 0.001, means there is correlation between obesity andhypertension classification in patients at the internal medicine clinic. Conclusion : Most patients in the internalmedicine were diagnosed with grade 2 hypertension, the majority of patients were in grade 1 obesity and therewas a correlation between obesity and hypertension classification in patients in the internal medicine ward ofWaled General Hospital, Cirebon RegencyKeyword: Obesity, Hypertension Classifications
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR, USIA KEHAMILAN, DAN CARA PERSALINAN DENGAN ETIOLOGI SINDROM DISTRES PERNAPASAN BAYI BARU LAHIR BERDASARKAN PEMERIKSAAN RADIOGRAFI TORAKS DI RSD GUNUNG JATI TAHUN 2022 Rylanda, Ghina Salsabila; Latief, Muhammad Amar; Debyanti, Merliana; Margi, Merryana; Emman, Irene Max; Damayanti, Rian
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 12 No 1 (2026): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Sindrom distres pernapasan (RDS) merupakan gangguan pada paru-paru akibat tidak mampu menghasilkan surfaktan yang cukup untuk bernafas. Menurut WHO penyebab kematian bayi terbanyak kedua pada bayi baru lahir adalah Asfiksia atau gangguan pernapasan. Etiologi RDS dapat dilihat pada pemeriksaan radiografi toraks dengan faktor risiko yang dapat dibagi menjadi dua yaitu faktor risiko bayi dan faktor risiko ibu. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara berat badan lahir, usia kehamilan, dan cara persalinan dengan etiologi sindrom distres pernapasan bayi baru lahir berdasarkan pemeriksaan radiografi toraks di RSD Gunung Jati Tahun 2022. Metode : Metode penelitian ini berupa observasional analitik dengan desain cross-sectional. Data berasal dari rekam medis diambil menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 62 sampel. Data diambil di RSD Gunung Jati pada bulan April-Juni 2023 dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara berat badan lahir dengan TTN (p =0,043, r = -0,258), HMD (p = 0,000, r = 0,453), CDH (p = 0,013, r = 0,315), dan Pneumonia (p = 0,008, r = -0,335) serta usia kehamilan dengan TTN ( p = 0,036, r = -0,268) dan HMD (p = 0,000, r = 0,453). Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan antara berat badan lahir dengan MAS, usia kehamilan dengan CDH, MAS, dan Pneumonia, serta cara persalinan dengan TTN, HMD, CDH, MAS, dan Pneumonia. Simpulan : Terdapat hubungan antara berat badan lahir dengan TTN, HMD, CDH, dan Pneumonia serta usia kehamilan dengan TTN dan HMD. Namun, tidak terdapat hubungan antara berat badan lahir dengan MAS, usia kehamilan dengan CDH, MAS, dan Pneumonia, serta cara persalinan dengan etiologi RDS pada penelitian ini.Kata Kunci : Sindrom Distres Pernapasan Neonatal, Radiografi Toraks, Berat Badan Lahir, Usia Kehamilan, Cara Persalina.ABSTRACTBackground : Respiratory distress syndrome (RDS) is a disorder of the lungs due to the inability to produce enough surfactant to breathe. According to WHO, the second leading cause of infant mortality in newborns is asphyxia or respiratory distress. The etiology of RDS can be seen on thoracic radiographic examination with risk factors that can be divided into two there is infant risk factors and maternal risk factors. Aim : To determine the relationship between birth weight, gestational age, and mode of delivery with the etiology of newborn respiratory distress syndrome based on thoracic radiography examination at Gunung Jati General Hospital in 2022. Method : This research method is analytic observational with a cross-sectional design. Data came from medical records and were taken using total sampling technique with 62 samples. Data were taken at Gunung Jati General Hospital in April-June 2023 and analyzed using the Spearman correlation test. Result : The results showed there was an association between birth weight with TTN (p = 0.043, r = -0.258), HMD (p = 0.000, r = 0.453), CDH (p = 0.013, r = 0.315), and Pneumonia (p = 0.008, r = -0.335) as well as gestational age with TTN (p = 0.036, r = -0.268) and HMD (p = 0.000, r = 0.453). The results also showed no association between birth weight with MAS, gestational age with CDH, MAS, and pneumonia, and mode of delivery with TTN, HMD, CDH, MAS, and pneumonia. Conclusion : There was an association between birth weight and TTN, HMD, CDH, and pneumonia and gestational age and TTN and HMD. But, there was no association between birth weight with MAS, gestational age with CDH, MAS, and pneumonia, and mode of delivery with RDS etiology in this study.Keywords : Neonatal Respiratory Distress Syndrome, Chest X-Ray, Birth Weight, Gestasional Age, Mode of Delivery
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH, USIA DAN JENIS KELAMIN TERHADAP DERAJAT KEPARAHAN OSTEOARTRITIS DI RSUD WALED KABUPATEN CIREBON Kevin Gea Erlangga; Ade Yusuf; Widiyatmiko Arifin Putro; Rendy Agustian; Dimas Aryo Kusumo; Arif Wibowo
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 12 No 1 (2026): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Osteoartritis (OA) adalah penyakit degeneratif yang melibatkan kartilago, lapisansendi, ligamen dan tulang sehingga dapat menyebabkan kekakuan sendi. Perjalanan penyakit biasanyalambat, namun dapat menyebabkan nyeri sendi hebat hingga disabilitas berupa kegagalan gerak sendi.Perubahan radiografi, terutama osteofit sangat umum pada osteoartritis yang dapat dinilai bedasarkankriteria Kellgren-Lawrence. Obesitas, penuaan dan jenis kelamin perempuan merupakan faktor risikodalam tingkat keparahan pasien OA.Tujuan : Mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh, usia dan jenis kelamin terhadap derajatkeparahan osteoartritis di RSUD Waled Kabupaten Cirebon.Metode : Penelitian observasional dengan desain Cross Sectional dari data rekam medis pasienosteoartritis tahun 2021 di Rawat Jalan Poliklinik Orthopaedi RSUD Waled Kabupaten Cirebon.Analisis statistik dilakukan dengan uji kolerasi Spearman dan Regresi Logistik dengan aplikasi SPSSversi 25 for windows. Untuk mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh, usia dan jenis kelaminterhadap derajat keparahan osteoartritis.Hasil : Hasil analisis didapatkan p=0,042 (p<0,05) pada indeks massa tubuh dengan derajatosteoartritis. Pada usia terhadap derajat keparahan osteoartritis didapatkan p=0,001 (p<0,05) dan padajenis kelamin terhadap derajat keparahan osteoartritis didapatkan p=0,008 (<0,05). Dengan hasil regresilogistik didapatkan variabel yang memiliki pengaruh yang paling besar dengan derajat osteoartritisterdapat pada variabel jenis kelamin karena nilai Exp(B) (10,772) lebih besar dari variabel IMT (2,166)dan usia (5,262).Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara indeks massa tubuh, usia dan jenis kelaminterhadap derajat keparahan osteoartritis di RSUD Waled Kabupaten Cirebon. ABSTRACTIntroduction : Osteoarthritis (OA) is a degenerative disease that involves cartilage, joint lining,ligaments and bones so that it can cause joint stiffness. The course of the disease is usually slow, butcan cause severe joint pain to disability in the form of joint motion failure. Radiographic changes,especially osteophytes, are very common in osteoarthritis which can be assessed according to theKellgren-Lawrence criteria. Obesity, aging and female gender are risk factors in the severity of OApatients.Purposes : Knowing the relationship between body mass index, age and gender on the severity ofosteoarthritis in the Waled Hospital, Cirebon DistrictMethods : Observational research with a cross sectional design from medical record data ofosteoarthritis patients in 2021 at the Outpatient Orthopedic Polyclinic of Waled Hospital, CirebonRegency. Statistical analysis was performed with Spearman correlation test and logistic regression withSPSS version 25 for windows application. To determine the relationship between body mass index, ageand gender to the severity of osteoarthritis.Hasil : The results of the analysis obtained p = 0.042 (p <0.05) on the body mass index with the degreeof osteoarthritis. For age, the severity of osteoarthritis was found to be p=0.001 (p<0.05) and forgender, the severity of osteoarthritis was p=0.008 (<0.05). With the results of logistic regression, it was found that the variable that had the greatest influence on the degree of osteoarthritis was found inthe sex variable because the value of Exp(B) (10.772) was greater than BMI (2,166) and age (5,262).Discussion : There is a significant relationship between body mass index, age and gender on theseverity of osteoarthritis in Waled Hospital, Cirebon Regency.Keywords : Osteoarthritis, Osteoarthritis Severity, Obesity, Aging
Hubungan Hipertensi Gestasional Dengan Kejadian Stunting Di Puskesmas Margadadi Kabupaten Indramayu Putri, Amalia; Loebis, Irwan Meidi; Mochammad, Yudri; Wahyudi; Baihaqi, M. Irsyad; Suhaeni, Eni
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 12 No 1 (2026): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. Stunting sampai saat ini masih menjadi permasalahan gizi yang tinggi di Indonesia. Kejadian stuntingberhubungan dengan banyak faktor diantaranya adalah hipertensi gestasional pada ibu hamil yang dapat mempengaruhipertumbuhan anak.Tujuan. Mengetahui hubungan hipertensi gestasional dengan kejadian stunting di Puskesmas Margadadi KabupatenIndramayu.Metode. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan case control study. Kelompok kasus adalahanak stunting kelompok kontrol adalah anak non-stunting. Jumlah sampel kasus dan kontrol masing-masing adalah 22 sampeldan 44 sampel. Analisis data menggunakan tabel 2 x 2 untuk mendapatkan Odds Ratio (OR).Hasil. Hasil analisis data menunjukan p value (0,001) < α (0,05) artinya adahubungan yang signifikan antara hipertensi gestasional dengan kejadian stunting di Puskesmas Margadadi KabupatenIndramayu. Dan ibu yang mengalami hipertensi gestasional 8.333 kali lebih beresiko memiliki anak stunting.Kesimpulan. Terdapat hubungan yang signifikan antara hipertensi gestasional dengan kejadian stunting di PuskesmasMargadadi Kabupaten IndramayuLatar belakang.Kata Kunci: Stunting, Hipertensi gestasionalAbstractBackground. Stunting is still a high nutritional problem in Indonesia. The incidence of stunting is associated with many factorsincluding gestasional hypertension in pregnant women that can affect the child growth.Aim: To know the correlation between gestasional hypertension with incidence of stunting at Margadadi Health CenterIndramayu DistrictMethods. This research is an analytical observational research using case control study. The case groups are stuntingchildrens, and the control groups are non-stunting childrens. The number of case and control samples are 22 samples and 44samples. The data analysis is using table 2 x 2 to get Odds Ratio (OR).Results. The result of data analysis shows that p value (0.001) <α (0,05) means there is a significant correlation betweengestasional hypertension with incidence of stunting at Margadadi Health Center Indramayu District and pregnant womanwith gestasional hypertension have 8.333 more risk of having stunting children.Conclusion. There is a significant correlation between gestasional hypertension with incidence of stunting at MargadadiHealth Center Indramayu District.Keywords: Stunting, Gestasional hypertension
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP DAN PERILAKU PENCEGAHAN TUMOR PAYUDARA PADA GURU SMA NEGERI KOTA CIREBON Kamilah, Devi Nur Jihan; Fauzah, Shofa Nur; Fitrie, Alya Amila
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 12 No 1 (2026): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Tumor payudara adalah pertumbuhan jaringan baru pada sel-sel payudara yang menyebabkanproses fisiologis pada sel-sel tersebut berkembang secara tidak normal. Perubahan fisiologis tersebutmenyebabkan benjolan di payudara yang berupa tumor jinak, tumor ganas dan hiperplasia payudara. Kejadiantumor payudara di Indonesia memiliki angka morbiditas dan mortalitas yang cukup tinggi. Untuk mengurangiangka morbiditas dan mortalitas akibat tumor payudara dapat menerapkan perilaku preventif yang dapat diperolehdengan mengetahui pengetahuan seseorang mengenai suatu hal dan pengetahuan tersebut akan berpengaruhterhadap perubahan sikap dan perilaku. Pengetahuan guru terhadap masalah kesehatan salah satunya yaitukesehatan reproduksi dan payudara, dapat memunculkan kesadaran mengenai informasi untuk berpatisipasi dalampencegahan tumor payudara. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkatpengetahuan dengan sikap dan perilaku pencegahan tumor payudara pada guru SMA Negeri Kota Cirebon.Metode: Penelitian ini menggunakan jenis metode observasional analitik dengan desain cross sectional.Responden pada penelitian sebanyak 107 ibu guru pada 3 SMA Negeri yang ditentukan menggunakan teknik totalsampling. Data diperoleh melalui kuesioner untuk melihat tingkat pengetahuan tentang tumor payudara, sikap danperilaku pencegahan tumor payudara yang kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasilpenelitian menunjukkan ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap pencegahan tumor payudara (p= <0,005, r = 0,733), tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan tumor payudara (p = 0,005, r = 0,530).Simpulan : Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap dan perilaku pencegahan tumor payudarapada guru SMA Negeri Kota Cirebon.Kata Kunci: Tumor Payudara, Pengetahuan, Sikap, Perilaku.ABSTRACTBackground: Breast tumors are new tissue growths in breast cells that cause physiological processes in thosecells to develop abnormally. These physiological changes lead to tumors in the breast that are benign tumors,malignant tumors and breast hyperplasia. Breast disease in Indonesia has a fairly high morbidity and mortalityrate. To reduce the morbidity and mortality rates of breast tumors, you can apply preventive behavior that can beacquired by knowing a person's knowledge of something and that knowledge will influence changes in attitudesand behaviors. Teachers' knowledge of one of the health issues, reproductive and breast health, can raiseawareness of information to participate in breast tumor prevention. Aim: The aim of this study was to find out therelationship between the level of knowledge with the attitude and behavior of breast tumor prevention in highschool teachers in Cirebon State. Method: This research uses the kind of analytical observational method withcross sectional design. Respondents to a study of 107 teachers in 3 state high schools were determined using totalsampling techniques. Data was obtained through a questionnaire to see the level of knowledge about breasttumors, attitudes and breast tumor prevention behavior, which was then analyzed using the Spearman correlationtest. Result: The results of the study showed that there was a correlation between the level of knowledge with theattitude of breast tumor prevention (p = <0,005, r = 0,733), level of information with breast tumour preventionbehavior (p=<0,005; r = 0,530). Conclusion: There is a relationship between the level of knowledge with theattitude and behavior of breast tumor prevention in high school teachers of Cirebon State.

Filter by Year

2014 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 1 (2026): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 11 No 2 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 11 No 1 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 4 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 3 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 2 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 1 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 9 No 1 (2023): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 8, No 2 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 8, No 1 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 7, No 2 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 7, No 1 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 6, No 2 (2020): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 6, No 1 (2020): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 4, No 1 (2018): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & kesehatan Vol 3, No 4 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 3 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 2 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 1 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 4 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 3 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 2 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 1 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 4 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 3 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 2 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan More Issue