cover
Contact Name
Nurbaiti
Contact Email
jurnal.tunasmedika@gmail.com
Phone
+62811243530
Journal Mail Official
jurnal.tunasmedika@gmail.com
Editorial Address
Jl. Terusan Pemuda no 1 A
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
ISSN : 20896042     EISSN : 25797514     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Tunas Medika : Jurnal Kedokteran & Kesehatan adalah jurnal Ilmiah yang memuat naskah publikasi Ilmiah di bidang Kedokteran dan Kesehatan yang meliputi bidang Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Biomedis serta Pendidikan Kedokteran.Tunas Medika : Jurnal Kedokteran & Kesehatan merupakan memuat publikasi ilmiah Dosen, Mahasiswa dan peneliti lainnya di bidang Kedokteran dan Kesehatan dan diharapkan daptat memperkaya khazanah Pendidikan dan pengetahuan Indonesia
Articles 236 Documents
KARAKTERISTIK PENDERITA DERMATITIS ATOPIK USIA DEWASA DI POLIKLINIK KULIT dan KELAMIN RSUD WALED KABUPATEN CIREBON PERIODE NOVEMBER 2019- DESEMBER 2021 Wahnadian, Salma Ghaisani Aqmar; Rahayu, Frista Martha; Cahyadi, Ismi; Wahdini, Maya; Bakrie, Edy Riyanto
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 10 No 3 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/tumed.v10i3.9616

Abstract

Latar Belakang : Dermatitis atopik (DA) pada dewasa adalah peradangan kulit bersifat kronis residif disertai gatal. MenurutInternational Classification Disease (ICD) di rumah sakit Indonesia menunjukan bahwa DA merupakan penyakit kulit menjadiperingkat ketiga dari 10 penyakit terbanyak pada pasien rawat jalan se Indonesia.Tujuan : Untuk mengetahui bagaimanaKarakteristik Penderita DA Pada Usia Dewasa di Poliklinik Kulit & Kelamin RSUD Waled Kabupaten Cirebon PeriodeNovember 2019 – Desember 2021. Metode : Penelitian menggunakan metode retrospektif deskriptif, menggunakan datasekunder rekam medis pasien di poliklinik kulit dan kelamin. Data yang dikumpulkan merupakan data kunjungan pasien daribulan November 2019 – Desember 2021 di RSUD Waled Kabupaten Cirebon. Data yang dikumpulkan meliputi usia, jeniskelamin, diagnosis penyakit kulit, riwayat atopi, lokasi lesi dan penatalaksanaan.Hasil : Jumlah pasien pada penderita DAberdasarkan usia pasien didapatkan pasien DA usia dewasa terbanyak pada kelompok usia tua sekitar usia 46-55 tahun. Dengankarakteristik perempuan lebih banyak daripada laki-laki. Pada penelitian ini didapatkan pasien yang tidak memiliki riwayatatopi lebih banyak daripada pasien yang memiliki riwayat atopi. Penatalaksanaan pada pasien DA dewasa menujukan bahwapemakaian pemakaian obat terbanyak menggunakan antihistamin, kortikosteroid sistemik, dan kortikosteroid topikal. Pasienyang menderita DA di lokasi lesi kejadian terbanyak terjadi pada lokasi lesi fleksor sebanyak 5 orang dengan persentase25%.Kesimpulan : Pada penelitian ini terbanyak dijumpai pada pasien usia tua 46-55 tahun dengan penderita perempuan lebihbanyak daripada laki-laki dan tidak memiliki riwayat atopi, dengan lokasi lesi pada penderita terbanyak di fleksor.Kortikosteroid sistemik, antihistamin juga kortikosteroid topikal sering digunakan untuk penatalaksanaan pasien DA.Kata kunci : dermatitis atopik, karakteristik
POLA BAKTERI PENYEBAB SEPSIS DAN KEPEKAANNYA TERHADAP ANTIBIOTIK DI RUMAH SAKIT DAERAH GUNUNG JATI PERIODE 1 JANUARI-31 DESEMBER 2022 Ramadhani, Chandra Eka; Gasem, Muhammad Hussein; Indrakusuma, Mohammad Erwin; Amaliah, Nihayatul; Indriyati, Rose
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 10 No 3 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/tumed.v10i3.9617

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi 2017 sepsis didunia 48,9 juta dengan mortalitas 11 juta kasus. Pola bakteri penyebabsepsis dan kepekaan antibiotik sangat penting mencegah resistensi dan meningkatnya mortalitas. Tujuan:Mempelajari pola persebaran bakteri dan kepekaannya terhadap antibiotik di Rumah Sakit Daerah (RSD) GunungJati. Metode: Data retrospektif berupa rekam medis, hasil pemeriksaan kultur darah dan uji kepekaan antibiotikdari pasien yang dicurigai sepsis di RSD Gunung Jati selama periode 1 Januari-31 Desember 2022. Penelitiandilaksanakan pada April-Juli tahun 2023. Analisis data dengan World Health Organization (WHO) Net versi 2023sesuai Pedoman Penyusunan Antibiogram Nasional tahun 2022. Hasil: Tiga bakteri terbanyak penyebab sepsisadalah bakteri Gram Negatif; Escherichia coli 26 (24,5%), Klebsiella pneumoniae 18 (17%) dan bakteri GramPositif; Staphylococcus auereus 20 (18,9%). Uji kepekaan antibiotik dengan tingkat Susceptible (≥75 %) padaGram Positif; Amikacin (100%), Linezolid (92%), Rifampicin (87,5%), Vancomycin (84,6%) danTrimethoprim/Sulfamethoxazol (76,2%) sedangkan pada Gram Negatif; Meropenem (96,1%), Ertapenem(89,8%), Amikacin (88,5%) dan Cefepime (76%). Simpulan: Bakteri penyebab sepsis terbanyak adalahEscherichia coli, Stapylococcus aureus dan Klebsiella pneumoniae. Profil kepekaan antibiotik yang baik (≥75 %)pada bakteri Gram Positif; Amikacin, Linezolid, Rifampicin, Vancomycin dan Trimethoprim/Sulfamethoxazolsedangkan pada bakteri Gram Negatif; Meropenem, Ertapenem, Amikacin dan Cefepime.Kata Kunci: Pola Bakteri, Kepekaan Antibiotik, Sepsis
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L.) terhadap Bakteri Escherichia coli Weni, Mustika; Marfuati, Sri; Fauzah, Shofa Nur; Affandi, Thysa Thysmelia
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 10 No 3 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/tumed.v10i3.9618

Abstract

Permasalahan penyakit infeksi dan penyakit tropik masih menjadi permasalahan yang sangat penting karena angkakesakitan dan kemartian yang cukup tinggi. Escherichia coli adalah salah satu bakteri yang dapat menyebabkaninfeksi. Resistensi Escherichia coli sering dilaporkan terjadi, salah satunya Antimicrobial Resistant in Indonesiatelah melaporkan Escherichia coli resisten terhadap beberapa jenis antibiotik, oleh sebab itu dibutuhkan alternatiflain untuk menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Daun kersen mengandung senyawa flavonoid,tannin, saponin yang diketahui berkhasiat sebagai antibakteri. Tujuan: Mengetahui aktivitas antibakteri ekstraketanol daun kersen (Muntingia calabura L.) terhadap bakteri Escherichia coli. Metode: Penelitian ini merupakanpenelitian eksperimental dengan rancangan penelitian post-test only control grup design. Penelitian inimenggunakan 7 kelompok, 2 kelompok kontrol dan 5 kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan terdiri dariekstrak etanol dari daun kersen konsentrasi 2%, 10%, 20%, 40%, 60%. Kelompok kontrol yaitu kontrol positif(K(+)) dengan cotrimoxazole dan kontrol negatif ((K(-)) yaitu Dimethyl Sulfoxide (DMSO) 10%. Data diujimenggunakan uji One-way Anova. Hasil: Rata-rata zona hambat terbesar pada konsentrasi 60% yaitu 10,5 mm,sedangkan rata-rata zona hambat terkecil pada konsentrasi 10% yaitu 6 mm, konsentrasi 2% tidak didapatkanadanya zona hambat Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna pada setiap konsentrasi ekstrak etanol daunkersen terhadap bakteri Escherichia coli dan Kadar hambat minimum dari ekstrak etanol daun kersen terhadapbakteri Escherichia coli ada pada konsentrasi 10% dengan rata-rata zona hambat 6 mmKata Kunci: Ekstrak Daun Kersen, Escherichia coli, Aktivitas AntibakteriABSTRACTThe problem of infectious diseases and tropical diseases is still a very important problem because the morbidityand mortality rates are quite high. Escherichia coli is a bacteria that can cause infection. Escherichia coliresistance is often reported, one of which is Antimicrobial Resistance in Indonesia which has reported thatEscherichia coli is resistant to several types of antibiotics, therefore other alternatives are needed to inhibit thegrowth of Escherichia coli bacteria. Cherry leaves contain flavonoid compounds, tannins, saponins which areknown to have antibacterial properties. Objective: To determine the antibacterial activity of ethanol extract ofcherry leaves (Muntingia calabura L.) against Escherichia coli bacteria. Methods: This research is anexperimental study with a post-test only control group design. This study used 7 groups, 2 control groups and 5treatment groups. The treatment group consisted of ethanol extract from cherry leaves at concentrations of 2%,10%, 20%, 40%, 60%. The control group was the positive control (K(+)) with cotrimoxazole and the negativecontrol (K(-)) namely Dimethyl Sulfoxide (DMSO) 10%. Data were tested using the One-way Anova. Results:Obtained the largest average inhibition zone at a concentration of 60%, namely 10,5 mm, while the smallestaverage inhibition zone at a concentration of 10%, namely 6 mm, concentrations of 2% found no inhibition zoneConclusion: There is a significant difference in each concentration of the ethanol extract of cherry leaves againstEscherichia coli bacteria and the minimum inhibition level of the ethanol extract of cherry leaves againstEscherichia coli bacteria is at a concentration of 10 % with an average inhibition zone of 6 mm
KARAKTERISTIK PASIEN KECELAKAAN LALU LINTAS SEPEDA MOTOR DI RSUD ARJAWINANGUN TAHUN 2020 Verta, Reche Verina; Rivani, Riza; Permana, Ouve Rahadiani; Putro, Widiyatmiko Arifin; Sutara
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 10 No 3 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/tumed.v10i3.9623

Abstract

Latar Belakang: Kematian akibat kecelakaan di jalan merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan jumlahkematian tertinggi. Jumlah kecelakaan lalu lintas terus meningkat di tiap tahunnya. Kecelakaan lalu lintas yang palingfatal adalah penggunaan sepeda motor, kendaraan ini merupakan kendaraan paling tidak aman namun paling banyakdigunakan oleh masyarakat terutama kaum muda.Tujuan: Mengetahui Karakteristik pasien kecelakaan lalu lintas di RSUD Arjawinangun tahun 2020.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional yaitu deskriptif retrospektif dari data rekam medis pasienkecelakaan lalu lintas sepeda motor tahun 2020 pada rawat jalan dan rawat inap di RSUD Arjawinangun KabupatenCirebon. Menggunakan analisis statistik univariat.Hasil: Dari 135 sampel didapatkan pasien kecelakaan lalu lintas sepeda motor pada kelompok usia 25-45 tahun(34,8%) dan paling banyak pada laki-laki (77,8%). Berdarkan jenis traumanya paling banyak dari trauma primer(96,3%) dan menyebabkan korban kecelakaan luka ringan (56,3%). Lokasi luka paling banyak yang ditemukan padakepala serta pada kepala dan ekstremitas inferior (21,5%).Kesimpulan: korban kecelakaan lalu lintas sepeda motor ditemukan paling banyak pada laki-laki pada usia 25-45tahun, dengan jenis trauma primer serta paling banyak berdampak luka ringan. Untuk lokasi perlukaan di dominasipada bagian kepala serta luka multiple pada bagian kepala dan kaki.Kata Kunci: karakteristik, pasien, kecelakaan lalu lintas, sepeda motor.ABSTRACTBackgrounds: Road accident deaths are one of the non-communicable diseases with the highest number of deaths.The number of traffic accident continues to increase every year. The most fatal traffic accident is the use ofmotorcycles, motorcycle the most unsafe vehicle but is most widely used by the public, especially young people.Objectives: To know the characteristics on motorcycle of road accident patients in RSUD Arjawinangun 2020.Methods: This study is an observational research, which is descriptive retrospective from medical record data formotorcycle road accident patients on outpatient and inpatient treatment at Arjawinangun Hospital, Cirebon Regencyin 2020. Statistical analysis was performed univariate analysis.Result: the study showed that 135 sample obtained motorcycle road accident patients in the age group of 25-45 years(34.8%) and the most in men (77.8%). The type of trauma was the most of the primary trauma (96.3%) and causedminor injuries (56.3%). The most injury locations were found on the head as well as on the head and inferiorextremities (21.5%).Conclusion: Most of the victims of motorcycle traffic accidents are found most in men at the age of 25-45 years, withthe type of primary trauma and the most minor injuries. The location of the injury is dominated on head and multipleinjuries on the head and feet.
ANALISIS TINGGI BADAN BERDASARKAN TINGGI POTENSI GENETIK PADA MAHASISWA FK UGJ Permana, Irman; Sofyan, Pinka Kirana; Brajadenta, Gara Samara; Surjono, Deni Wirhana; Syakhruddin, Imam
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 10 No 3 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/tumed.v10i3.9625

Abstract

Latar Belakang: Tinggi badan berkaitan erat dengan hasil interaksi faktor genetik dan status gizi. Tinggi badan diwariskan atau diturunkan secara terus menerus dari generasi ke generasi. Dikutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, salah satu cara yang dapat memprediksi tinggi badan anak saat dewasa adalah melalui perhitungan rumus Tinggi Potensi Genetik yang dapat digunakan untuk memperkirakan tinggi akhir anak menggunakan data tinggi badan kedua orang tua. Tujuan: Menganalisis tinggi badan berdasarkan Tinggi Potensi Genetik. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Data penelitian diambil dari 53 orang Mahasiswa FK UGJ angkatan tahun 2020-2022 yang dilakukan menggunakan metode stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil: Hasil studi ini didapatkan sebagian besar memiliki kesesuaian Tinggi Potensi Genetik. Responden yang memiliki kesesuaian dengan Tinggi Potensi Genetik berjumlah 46 orang (86,8%). Sementara itu, responden yang tinggi badannya tidak sesuai dengan Tinggi Potensi Genetik berjumlah 7 orang (13,2%). Kesimpulan: Terdapat kesesuaian antara tinggi badan dan Tinggi Potensi Genetik Kata Kunci : Tinggi badan, Genetik, Tinggi Potensi Genetik ABSTRACT Background: Height is closely related to the interaction of genetic factors and nutritional status. Height is inherited or passed down continuously from generation to generation. Reporting from the Indonesian Pediatrician Association, one way to predict a child's height as an adult is through calculating the Genetic Potential Height formula which can be used to estimate a child's final height using data on the height of both parents. Methods: Analytical observational study with a cross-sectional research design. Research data was taken from 53 UGJ Faculty of Medicine students from the 2020- 2022 classes using the stratified random sampling method. The data were analyzed using univariate analysis Results: The results this study showed that most of them had a high suitability of genetic potential. Respondents who are compatible with High Genetic Potential are 46 people (86.8%). Meanwhile, the number of respondents whose height did not match the genetic potential height was 7 people (13.2%). Conclusion: There is a concordance between height and genetic potential height
Hubungan Tingkat Stres dan Pengetahuan Akne Vulgaris pada Pelajar Kelas 12 SMAN 1 Majalengka Firdausi, Nadia Nahwa; Wahdini, Maya; Suwarno, Hermansyah; Risman, M.; Handoyo, M. Yusuf
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 10 No 3 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/tumed.v10i3.9626

Abstract

Latar Belakang: Jerawat, juga dikenal sebagai akne vulgaris (AV), adalah peradangan kronis yang disertai penyumbatan pada folikel pilosebasea dan biasanya terjadi di wajah, leher, bahu, dada, punggung, dan lengan atas. AV sering menyebabkan kerusakan sekunder yang dapat menyebabkan skar. Stres adalah salah satu dari banyak faktor yang diduga turut berperan yang dapat mempengaruhi dan mencetuskan penyebab AV. Tugas yang berat, ujian akhir, dan persaingan untuk masuk ke perguruan tinggi adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan stres bagi siswa. Pengetahuan AV saat ini kurang dan sering keliru. Mengetahui AV dapat membantu mencegah dan mengurangi kejadian AV. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan pengetahuan siswa tentang akne vulgaris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah tingkat stres dan pengetahuan tentang akne vulgaris pada siswa kelas 12 SMAN 1 Majalengka berhubungan satu sama lain. Populasi penelitian ini adalah siswa-siswi kelas 12 SMAN 1 Majalengka tahun 2023, dan metode analitik observasional digunakan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan cross-sectional. Metode penelitian ini adalah sampling acak sederhana, dan data dianalisis dengan uji chi square. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan foto visual wajah responden. Derajat AV dinilai oleh Sp.kk. Hasil: Penelitian ini berhasil menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat stres yang lebih tinggi dan tingkat kejadian gangguan vaskular (AV). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stres dan kejadian AV (p = 0.002; p < 0.05).Pengetahuan tentang AV juga mempengaruhi kejadian AV. Responden dengan pengetahuan rendah lebih mungkin mengalami AV dibandingkan dengan responden dengan pengetahuan baik atau cukup. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan AV dan kejadian AV (p = 0.023; p < 0.05). Simpulan: Terdapat hubungan antara tingkat stress dan pengetahuan akne vulgaris dengan kejadian akne vulgaris. Kata kunci : Akne Vulgaris, Tingkat Stres, Pengetahuan. ABSTRAK Background: Pilosebaceous follicle obstruction coexists with persistent inflammation in acne vulgaris (AV). In the face, neck, shoulders, chest, back, and upper arms, it is most frequent. AV often causes tambahan cedera, which can result in scarring. Stres is one of the many factors that might cause an AV to malfunction. Students may experience stress due to the pressures of lengthy projects, final exams, and rivalry for college admission. As of now, knowledge about AV is scarce and inconsistent. Information about AV can help reduce and stabilize the incidence and severity of the aforementioned illness. It is hoped that this would improve students' understanding of acne vulgaris. Penelitian focus: The purpose of this study is to determine the relationship between stress levels and knowledge of acne vulgaris, as well as the prevalence of acne vulgaris among SMAN 1 Majalengka students enrolled in 12th grade. Metode: This is an analytical observational study using a cross-sectional design. The study's population consisted of SMAN 1 Majalengka twelfth-year students in 2023. In this study, a robust sampling technique is applied, and tes chi square is used for data analysis. The data was collected via a questionnaire and a photo taken of the respondent's face, which was then evaluated by Sp.kk. Results: These are the study's findings, which indicate that higher stress levels are associated with more AV cases. The analysis's results indicate a relationship between the AV peristiwa and the stress threshold (p = 0.002; p <0.05). Information about AVs also affects AV performances. Individuals who don't know much about AV are more likely to experience AV than those who know a great deal—or even a great deal—about it. Based on the analysis results, there is a relationship between knowledge about AV and homeostasis (p = 0.023; p <0.05). In the third paragraph, there is a relationship between stress level and knowledge about acne vulgaris and incidence
KORELASI MANIFESTASI KLINIS RESPIRATORIK DENGAN GAMBARAN LUAS LESI TUBERKULOSIS PARU PADA FOTO POLOS THORAKS DI RSUD GUNUNG JATI TAHUN 2021 Rachmawati, Anisya; Latief, Muhammad Amar; Debyanti, Merliana; Cancerita, Sherly; Komala, Ika
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 10 No 3 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/tumed.v10i3.9628

Abstract

Latar Belakang : TB paru merupakan penyakit yang menyebabkan kedaruratan global (Global Emergency)merupakan salah satu dari 10 penyakit yang menyebabkan kematian utama karena infeksi. Tuberkulosis paru dapatdikenali dengan manifestasi klinis yang khas dan dapat ditegakan dengan pemeriksaan penunjang berupapemeriksaan sputum BTA (gold standard) dan pemeriksaan foto polos thoraks untuk menemukan gambaran luaslesi dengan klasifikasi American Tuberculosis Association (ATA). Tujuan : Mengetahui korelasi manifestasiklinis respiratorik dengan gambaran luas lesi tuberkulosis paru pada foto polos toraks di RSUD Gunung Jati tahun2021. Metode : Penelitian observasional dengan desain Cross Sectional dari rekam medis pasien tuberkulosis parutahun 2021 di Poliklinik Paru RSUD Gunung Jati Cirebon. Analisis dilakukan dengan uji kolerasi Spearman padaaplikasi SPSS versi 25 for windows. Untuk mengetahui hubungan antara manifestasi klinis respiratorik dengangambaran luas lesi foto polos thoraks pada tuberkulosis paru. Hasil : Hasil analisis didapatkan p=0,019 (p<0,05)dan r=0,236 pada batuk dengan gambaran luas lesi. Pada batuk berdarah dengan gambaran luas lesi didapatkanp=0,000 (p<0,05) dan r=0,523. Pada sesak nafas dengan gambaran luas lesi didapatkan p=0,003 (<0,05) danr=0,293. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara manifestasi klinis respiratorik berupa batukberdahak, batuk berdarah, sesak nafas dengan gambaran luas lesi tuberculosis paru pada foto polos thoraks diRSUD Gunung Jati Cirebon.Kata Kunci : Tuberkulosis Paru, Manifestasi Klinis, Foto Thoraks, Luas LesiABSTRACTIntroduction : Pulmonary TB is a disease that causes a global emergency (Global Emergency and one of the 10diseases that cause major deaths due to infection. Pulmonary tuberculosis can be recognized by characteristicclinical manifestations and can be confirmed by sputum smear examination (gold standard) and chest X-rayexamination to find a broad picture of the lesion with the American Tuberculosis Association (ATA) classification.Aim of The Study : To know the correlation of respiratory clinical manifestations with the broad description ofpulmonary tuberculosis lesions on a chest X-ray at Gunung Jati Hospital in 2021. Methods : Observationalresearch with a cross sectional design from medical record data of pulmonary tuberculosis patients in 2021 at thePulmonary Polyclinic of Gunung Jati Hospital, Cirebon. Statistical analysis was performed by Spearmancorrelation test with SPSS version 25 for windows application. This study aims to determine the relationshipbetween respiratory clinical manifestations in the form of coughing, coughing up blood, shortness of breath andthe broad picture of chest radiographic lesions in pulmonary tuberculosis. Results : The results of the analysisobtained p=0.019 (p<0.05) and r=0.236 in cough with a pulmonary tuberculosis lesion. In hemopthysis with apulmonary tuberculosis lesion, p = 0.000 (p <0.05) and r = 0.523. In dyspnea with a pulmonary tuberculosislesion, p = 0.003 (<0.05) and r = 0.293. Conclusion : There is a significant relationship between respiratoryclinical manifestations in the form of stones, coughing up blood, shortness of breath and the broad description ofpulmonary tuberculosis lesions on chest radiographs at Gunung Jati Hospital, Cire
HUBUNGAN RUJUKAN KASUS OBSTETRI DENGAN SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH GARUT PERIODE 2018-2020 Permanawati, De’is Putra; Ahmad, Zulkifli; Nurbaniwati, Nunung; Suroso, Triono Adi; Fachrudin, Duddy
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 10 No 4 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/tumed.v10i4.9643

Abstract

Latar belakang: Sectio Caesarea (SC) merupakan jenis persalinan buatan yang dilakukan pada saat kondisi ibu dan janin tidak memungkinkan untuk melakukan persalinan secara pervaginam atau normal. Perlu adanya rujukan dengan beberapa indikasi terkait terlebih dahulu untuk melakukan persalinan secara Sectio Caesarea. Penggunaan tindakan sectio caesarea saat ini semakin meningkat diatas standar yang ditetapkan WHO. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan rujukan kasus obstetric dengan kejadian persalinan secara section caesarea. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan metode cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 387 subyek. Data yang digunakan adalah data sekunder, yang kemudian dilakukan analisis. Untuk analisis bivariat, digunakan uji korelasi Spearman, sedangkan untuk analisis multivariat diterapkan uji regresi logistik Hasil: Didapatkan sebesar 58,7% pasien melahirkan dengan caesar dan 41,3% melahirkan dengan persalinan normal. Faktor dengan indikasi medis adalah 57,1% pada indikasi ibu dan 42,9% pada indikasi janin, faktor dengan resiko paritas 17,1%, resiko umur ibu 30,5%, resiko usia kehamilan 60,2%, resiko respon time 36,2%. Berdasarkan perhitungan analisa data peneliti didapatkan hasil dari faktor kejadian persalinan caesar yaitu kejadian indikasi rs=0,184, paritas rs=0,171, umur ibu rs=0,248, usia kehamilan rs=0,207, waktu respon rs=0.=,335. Variabel paling berpengaruh dalam kejadian sectio caesarea adalah umur ibu yang dengan Exp(B) tertinggi dibandingkan variabel yang lain. Kesimpulan: Dari hasil analisis 5 variabel tersebut membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara rujukan kasus obstetri dengan kejadian SC di Rumah Sakit Umum Daerah Garut periode 2018-2020. Kata Kunci: Sectio Caesarea, Rujukan Persalinan, Proses Persalinan ABSTRACT Introduction : Sectio Caesarea (SC) is a type of artificial childbirth that is carried out when the condition of the mother and fetus does not allow for pervaginal or normal birthing. There needs to be a referral with several related indications in advance to childbirth by Caesarean sectio. The use of caesarean section is currently increasing and has even exceeded the maximum limit of WHO standards. Aim : This study was conducted to determine the relationship between obstetric case referrals and the incidence of delivery by caesarean sectio. Method This study is an observational research using a cross-sectional method with a sample size of 387 subjects. The data used is secondary data, which was then analyzed. For bivariate analysis, the Spearman correlation test was used, while multivariate analysis employed logistic regression. Result : Researchers got the percentage results of 58.7% of patients gave birth by caesarean section and 41.3% gave birth by normal delivery. Factors with medical indications were 57.1% for maternal indications and 42.9% for fetal indications, factors with parity risk 17.1%, maternal age risk 30.5%, gestational age risk 60.2%, risk response time 36 ,2%. Based on the calculation of the research data analysis, the results obtained from the incidence of cesarean delivery, namely the incidence of indications rs=0.184, parity rs=0.171, maternal age rs=0.248, gestational age rs=0.207, response time rs=0.=.335. The most influential on the incidence of sectio caesarea is the age of the mother who has the highest Exp (B) value compared to other variables. Conclusion : The analysis of the five variables demonstrates a significant relationship between obstetric referrals and the occurrence of cesarean sections at Garut Regional General Hospital during the period of 2018-2020.. Keywords: Section Caesarea, Labor Referral, Delivery Process
HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK ANGGOTA KELUARGA DALAM RUMAH DAN SANITASI FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN ISPA PADA ANAK USIA 1-5 TAHUN DI PUSKESMAS BEBER CIREBON Septiani, Rini Awalia; Zaidah, Niklah; Hermawan, Iwan; Loebis, Irwan Meidi; Nopita, Ineu
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 10 No 4 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/tumed.v10i4.9646

Abstract

Latar Belakang : Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Indonesia senantiasa menjadi penyebab utama mortalitas bayi dan balita. Diperkirakan pada negara-negara berkembang menurut WHO, ISPA terjadi pada 15%-20% dari angka kematian balita yang lebih dari 40 per 1000 kelahiran hidup setiap tahunnya . Tujuan: Meneliti hubungan antara kebiasaan merokok anggota keluarga di rumah dan kondisi sanitasi fisik rumah dengan kejadian ISPA pada anak usia 1-5 tahun di Puskesmas Beber, Cirebon.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional cross-sectional. Uji korelasi Spearman digunakan untuk menganalisis data, dan metode sampling consecutive digunakan untuk mengambil 98 sampel. Hasil Uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan signifikan antara kebiasaan merokok di dalam rumah dan insiden ISPA pada anak-anak usia 1-5 tahun di Puskesmas Beber, Cirebon, dengan nilai p sebesar 0,013 (p<0,05) dan nilai r = 0,250. Di sisi lain, hasil uji yang sama untuk sanitasi fisik rumah menunjukkan nilai p sebesar 0,747 (p>0,05) dan nilai r = -0,33, menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara sanitasi dengan kejadian ISPA pada anak-anak di wilayah tersebut. Kesimpulan: Penelitian yang dilakukan di Puskesmas Beber, Cirebon ini menunjukan ada korelasi signifikan antara kebiasaan merokok anggota keluarga di rumah dan kasus ISPA pada anak-anak usia 1-5 tahun. Di sisi lain, tidak ada korelasi signifikan antara kondisi kebersihan rumah dan kasus ISPA pada anak-anak di usia yang sama. Kata Kunci : Kebiasaan Merokok, Sanitasi Fisik Rumah, Kejadian ISPA. ABSTRACT Background Acute Respiratory Infections (ARI) in Indonesia have consistently been a leading cause of infant and toddler mortality. According to WHO, in developing countries, ARI accounts for 15%-20% of under-five mortality rates, which exceed 40 per 1000 live births annually. Objective To investigate the relationship between family members' smoking habits at home and the physical sanitation conditions of the house with the incidence of ARI in children aged 1-5 years at Beber Health Center, Cirebon. Methods This study is an observational cross-sectional study. Spearman correlation test was used to analyze the data, and consecutive sampling method was used to collect 98 samples. Results The Spearman correlation test showed a significant relationship between smoking habits inside the house and the incidence of ARI in children aged 1-5 years at Beber Health Center, Cirebon, with a p-value of 0.013 (p<0.05) and an r-value of 0.250. On the other hand, the same test for physical sanitation conditions of the house showed a p-value of 0.747 (p>0.05) and an r-value of -0.33, indicating no significant relationship between sanitation and the incidence of ARI in children in the area. Conclusion The study conducted at Beber Health Center, Cirebon, shows a significant correlation between family members' smoking habits at home and ARI cases in children aged 1-5 years. On the other hand, there is no significant correlation between the cleanliness of the house and ARI cases in children of the same age.
Hubungan antara kekurangan energi kronis (KEK) ibu hamil dan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di PUSKESMAS SITOPENG Nuraeni, Neni; Bela, Tatan Tandu; Sutrisno, Wildan Arismunandar; Ahmad, Ali Mafaluthi; Ruhyana, Nanang
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 10 No 4 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/tumed.v10i4.9647

Abstract

Latar belakang : Kekurangan energi kronik (KEK) adalah kondisi kekurangan gizi pada ibu hamil yang menyebabkan masalah kesehatan dan komplikasi pada ibu dan bayi. Pengukuran lingkar lengan atas (LILA) menunjukkan KEK yang tidak lebih dari 23,5 cm. Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa proporsi ibu hamil dengan KEK di Indonesia adalah 17,3%. Ibu hamil yang menderita KEK lebih cenderung melahirkan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR). Tujuan Menentukan hubungan antara kekurangan energi kronik pada ibu hamil dan kasus berat badan lahir rendah di Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon Metode : Studi analitik observasional ini dilakukan dengan rancangan cross-sectional di Puskesmas Sitopeng dari Juni hingga Juli 2023. Sampel total berjumlah 217 orang, dan data sekunder digunakan dari rekam medis ibu hamil di Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon dari September hingga Desember 2022. uji spearman untuk menganalisis data Hasil: menunjukkan bahwa 53 orang (24,4%) ibu hamil KEK dan 164 orang (75,6%) ibu hamil yang tidak memiliki KEK. Sebanyak 191 bayi (88%) tidak memiliki BBLR, dan 26 bayi (12%) dengan kondisi ini. Ibu hamil KEK memiliki 18 bayi (34 persen), sedangkan ibu tidak memiliki KEK memiliki 8 bayi (4,9%). Hubungan signifikan ditemukan antara kekurangan energi kronik pada ibu hamil dengan bayi berat lahir rendah, yaitu didapatkan hasil (p = 0,000, p < 0,05). Tidak BBLR ditemukan pada 35 (66%) dari ibu hamil yang didiagnosis KEK dan 191 (88%) dari ibu hamil yang tidak didiagnosis KEK. Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di Puskeasmas Sitopeng Kota Cirebon, dengan kekuatan korelasi lemah dan arah penelitian positif. Ini menunjukkan bahwa semakin tinggi risiko KEK semakin tinggi risiko BBLR. Kata Kunci : Kekurangan Energi Kronik (KEK), Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), Ibu hamil. ABSTRACT Background: Chronic energy deficiency (CED) is a condition of malnutrition in pregnant women that leads to health problems and complications for both the mother and the baby. The measurement of upper arm circumference (LILA) indicates that the acute malnutrition is no more than 23.5 cm. The results of the 2018 Riskesdas show that the proportion of pregnant women with chronic energy deficiency (KEK) in Indonesia is 17.3%. Pregnant women suffering from KEK are more likely to give birth to babies with low birth weight. (BBLR). Objective: To determine the relationship between chronic energy deficiency in pregnant women and cases of low birth weight at the Sitopeng Health Center in Cirebon City. Method: This observational analytical study was conducted with a cross-sectional design at the Sitopeng Community Health Center from June to July 2023. The total sample consisted of 217 individuals, and secondary data were used from the medical records of pregnant women at the Sitopeng Community Health Center in Cirebon City from September to December 2022. Spearman's test was used to analyze the data. The results show that 53 pregnant women (24.4%) have chronic energy deficiency (CED) and 164 pregnant women (75.6%) do not have CED. A total of 191 babies (88%) do not have low birth weight, while 26 babies (12%) are in this condition. Pregnant women with CED had 18 babies (34 percent), whereas those without CED had 8 babies (4.9%). A significant relationship was found between chronic energy deficiency in pregnant women and low birth weight infants, with results indicating (p = 0.000, p < 0.05). No low birth weight infants were found in 35 (66%) of pregnant women diagnosed with chronic energy deficiency (CED) and 191 (88%) of pregnant women not diagnosed with CED. Conclusion: There is a significant relationship between chronic energy deficiency (CED) in pregnant women and the incidence of low birth weight (LBW) at the Sitopeng Community Health Center in Cirebon City, with a weak correlation strength and a positive research direction. This indicates that the higher the risk of KEK, the higher the risk of BBLR. Keywords : Chronic Energy Deficiency (CED), Low Birth Weight (LBW), Pregnant Women

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 2 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 11 No 1 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 4 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 3 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 2 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 1 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 9 No 1 (2023): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 8, No 2 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 8, No 1 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 7, No 2 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 7, No 1 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 6, No 2 (2020): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 6, No 1 (2020): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 4, No 1 (2018): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & kesehatan Vol 3, No 4 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 3 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 2 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 1 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 4 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 3 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 2 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 1 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 4 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 3 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 2 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan More Issue