cover
Contact Name
Acep Aripudin
Contact Email
staialfalah19@gmail.com
Phone
+6222-7948748
Journal Mail Official
staialfalah19@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kapten Sangun No.6, Panenjoan, Bandung, Jawa Barat 40395
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS)
ISSN : 00000000     EISSN : 27155374     DOI : -
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) menerima dan mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dengan tema kajian keislaman pendekatan sejarah, sosial, budaya, pendidikan, sains, politik dan ekonomi dan kajian Quran. AJIQS menerapkan sistem Double Blind Peer Review dan diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Falah Cicalengka Bandung dua kali terbit setiap tahunnya. Tujuan AJIQS untuk memfasilitasi dan mempublikasikan tulisan-tulisan ilmiah dalam bentuk artikel dari para peneliti dalam maupun luar negeri. Artikel dapat ditulis dalam bahasa Inggris, Indonesia atau Arab yang mengacu pada aturan penulisan yang dijadikan pijakan AJIQS.
Articles 115 Documents
APLIKASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Yana Mulyana
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol 1, No 1 (2019): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research departs from a phenomenon that shows a shift in values among students, brawls, free sex, drugs and other problems reflecting the failure of our education. Character Education is expected to be able to build life values to be developed in one's personality, while PAI is a subject that not only delivers students to master various Islamic studies, but PAI emphasizes more on how students are able to master Islamic studies while practicing them in daily life day in the midst of society. The purpose of this study is to see the extent of the application of character education to PAI subjects, so that it is expected to be a model of character education in PAI subjects. This research uses descriptive analytical method with a qualitative approach, in this study there are four questions which include goals, programs, processes and evaluations, then in data collection in the reserch using three techniques, namely observation, interviews and documentation. This research found a number of things, namely the first most dominant character value applied at SMPN 3 Cisarua and became a characteristic is the cultivation of disciplinary values, so that discipline became the core of school culture, second, there were eight (8) character values developed in SMPN 3 Cisarua in particular on PAI subjects namely religiousness, discipline, politeness, love of knowledge, curiosity, confidence, intelligence, responsibility spread through 13 activitiesKeywords: Character education, PAI, SMP   AbstrakPenelitian ini berangkat dari sebuah fenomena yang menunjukan telah terjadi pergeseran nilai dikalangan para pelajar, tawuran, seks bebas, narkoba dan masalah lainnya mencerminkan gagalnya pendidikan kita. Pendidikan Karakte diharapkan mampu membangun nilai-nilai kehidupan untukditumbuhkembangkan dalam kepribadian seseorang, sedangkan PAI merupakan mata pelajaran yang tidak hanya mengantarkan peserta didik dapat menguasai berbagai kajian keislaman, tetapi PAI lebih menekankan bagaimana peserta didik mampu menguasai berbagai kajian keislaman sekaligus dapat mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari ditengah-tengah masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat sejauhmna aplikasi pendidikan karakter pada mata pelajaran PAI, sehingga diharapkan  bisa menjadi model pendidikan karakter pada  mata pelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif, didalam penelitian ini ada empat pertanyaan yang meliputi tujuan, program,proses serta evaluasi, selanjutnya dalam pengumpulan data pada penelitian  menggunakan tiga tekhnik yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan beberapa hal, yaitu pertama nilai karakter yang paling dominan yang diterapkan di SMPN 3 Cisarua dan menjadi ciri khas adalah penanaman nilai kedisiplinan sehingga kedisiplinan menjadi core budaya sekolah, kedua, ada delapan  (8)  nilai karakter yang dikembangkan di SMPN Cisarua khususnya pada mata pelajaran PAI  yaitu  kerelijiusan, kedisiplinan,kesantunan,cinta ilmu,keingintahuan,percaya diri, kecerdasan, tanggung jawab yang tersebar melalui 13 kegiatanKata Kunci: pendidikan Karakter, PAI, SMPN
Transformasi Agama dari Ideologi Ke Politik: Brigade Tholiban di Priangan Timur Jawa Barat Indonesia Dadang Kuswana
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol 2, No 1 (2020): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radical groups, such as Barisan santri, FPI, Gerakan Peduli Umat (GPI), KAMPU (Koalisi Aksi masyarakat peduli Ummat) Forum Pataruman, Forum Laskar Tasikmalaya (FLT), and other Islamic organizations, put pressure on the government. This movement was strengthened by the political will of the regional leadership of Tasikmalaya Regency, as seen in the regulations he issued. This research was conducted by direct observation and literature study. The results of this study indicate that first, Islam is seen as an ideology, a faith that may influence behavior but provides little opportunity for independent action. Islam is more of a "dependent variable" whose maneuvers are addressed to the political context - a view that is different from those of a "political" nature. Second, almost the same as the informal political approach, this utilitarian approach argues that politics is a rich network of social relations based on age, family, official position, and knowledge; thus this thinking shows the subtlety of politics itself. If Islam is the dependent variable, then so is politics. Third, regarding the question of the future, it appears that as modernization advances, the content and configuration of social forces will change. When this happens, there will also be changes in determining who holds power and how they exercise it, and it is also in the context of interconnected changes that we can evaluate the importance of Islamic politics in particular.Keywords: extreme, Islam politics, FPI AbstrakKelompok garis keras, seperti Barisan santri, FPI, Gerakan Peduli Umat (GPI), KAMPU (Koalisi Aksi masyarakat peduli Ummat) Forum Pataruman, Forum Laskar Tasikmalaya (FLT), dan organisasi Islam lainnya, melakukan tekanan kepada pemerintah. Gerakan tersebut, diperkuat political will dari pimpinan daerah Kabupaten Tasikmalaya, seperti yang terlihat dalam peraturan yang diterbitkannya. Penelitian ini dilakukan dengan observasi langsung dan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, Islam dipandang sebagai sebuah ideologi, suatu keimanan yang mungkin mempengaruhi perilaku tetapi menyediakan kesempatan kecil untuk tindakan independen. Islam lebih bersifat "variabel dependen" yang manuvernya dialamatkan pada konteks politik -pandangan yang berbeda dari mereka yang bersifat "politis". Kedua, hampir sama dengan pendekatan politik informal, pendekatan utilitarian ini menyatakan bahwa politik merupakan jaringan perhubungan sosial yang kaya yang berdasarkan pada umur, keluarga, posisi resmi, dan pengetahuan; dengan demikian pemikiran ini menunjukkan kehalusan politik itu sendiri. Jika Islam merupakan variabel dependen, maka begitu pula politik. Ketiga, mengenai masalah masa depan, nampak bahwa dengan majunya modernisasi, isi dan konfigurasi kekuatan sosial akan berubah. Ketika hal ini terjadi, akan terdapat juga perubahan-perubahan dalam menentukan siapa yang memegang kekuasaan dan bagaimana mereka menjalankannya, dan ini juga dalam konteks perubahan yang saling berhubungan bahwa kita dapat mengevaluasi pentingnya politik Islam secara khusus.Kata kunci: garis keras, politik Islam, FPI
Keberpihakan Al-Qur'an terhadap Perempuan (Studi atas Hermeneutika Amina Wadud) Masyithah Mardhatillah
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol 1, No 2 (2019): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Amina Wadud is one of hermeneutics experts about contemporary Quran who is popular and controversial related to thoughts or her background. This article tries to find relation between Wadud’s biographical tracks and her view about Quran and explain theory and hermeneutics principal what is done her. As literature study, this article uses figure thematic approach method by descriptive-analytics technique. This article finds existing of strong relation between Wadud’s biography and her interpretation product. Her experience as triple minority is really visible in interpretation and method what is chosen her. Beside not use tahlili method, she also limits her research in some cases and keywords in Quran. Beside it, her interpretation product is directed to fulfil category as holistic interpretation according to herself typology, constitutes critics from traditional and reactive interpretation. Her hermeneutic framework is consisting of three aspects, i.e. revelation context, grammar and language, and views of Quran life. One of keywords what is peered by Wadud is nafs which she has opinion that although feminine grammatically, it has universal meaning conceptually. Therefore, it can’t be considered easily as feminine only or masculine (Adam) only is like mainstream understanding all this time.Keywords: Amina Wadud, Quran hermeneutic AbstrakAmina Wadud merupakan salah seorang pakar hermeneutika Al-Qur’an kontemporer yang populer sekaligus kontroversial perihal pemikiran maupun latar belakangnya. Artikel ini berupaya menemukan hubungan antara jejak biografis Wadud dengan pandangannya seputar Al-Qur’an serta memaparkan teori maupun prinsip hermeneutik yang ia gunakan. Sebagai studi pustaka, artikel ini menggunakan metode pendekatan tematik tokoh dengan teknik deskriptis-analitis. Artikel ini menemukan adanya hubungan yang kuat antara riwayat hidup Wadud dengan produk penafsirannya. Pengalamannya sebagai triple minority begitu tampak dalam kerja penafsiran maupun metode yang ia pilih. Selain tak menggunakan metode tahlili, ia juga membatasi kerja penelitiannya pada beberapa kasus dan kata kunci dalam Al-Qur’an.  Selain itu, produk tafsirnya ia arahkan untuk memenuhi kategori sebagai tafsir holitstik yang menurut tipologinya sendiri, merupakan kritik dari tafsir tradisional dan tafsir reaktif. Kerangka hermeneutisnya terdiri dari tiga aspek yakni konteks pewahyuan, susunan gramatika dan bahasa dan pandangan hidup Al-Qur’an. Salah satu kata kunci yang dibidik Wadud adalah nafs yang menurutnya meski bermakna feminine secara gramatika, secara konseptual ia bermakna universal. Karenanya, ia tidak bisa begitu saja dianggap feminin saja ataupun maskulin (Adam) saja seperti yang selama ini menjadi pemahaman mainstream.Kata kunci: Amina Wadud, Al-Qur'an, hermeneutika
Globalisasi dan Isu-isu PAI di Indonesia: Respon dan Tantangan 2010-2020 Dikdik Sunandar; Uus Ruswandi; Mohamad Erihadiana
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol 2, No 1 (2020): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aimed to explore the existence of islamic education on the middle of globalization era. This research which applied a descriptive qualitative method.Islamic education must still exist in yeast to give color and trend of globalization. Therefore, Islamic education must be developed both theories, ideas and concrete action in the arena of globalization. Global world may not be denied, even just to be faced with evidence of real performance. One of which is being used as Indonesian republican government policy is the implementation of the curriculum in 2013. The curriculum is known as thematic integrative curriculum. However, among the thinkers and practitioners in education curriculum concept store is still a big question whether the issue will be resolved through the Indonesian national curriculum in 2013? Answering this question needs a comprehensive review of the entire sub-system of education in Indonesia. Islamic education is an important part of a real existence in Indonesia from age to age. The findings showed that Islamic education a real need to provide effect and active coloring toward the advancement of science and technology, as urged in the globalization era.Keyword: Globalization, Islamic education, social issues AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi eksistensi pendidikan Islam ditengah-tengah era globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif Pendidikan Islam harus tetap eksis dalam memberikan warna dan ragi bagi trend globalisasi. Oleh sebab itu, pendidikan Islam perlu terus dikembangkan baik teori, pemikiran dan aksi nyata dalam percaturan globalisasi. Dunia global tidak mungkin dipungkiri, bahkan justru harus dihadapi dengan bukti kinerja nyata. Salah satu kebijakan pemerintah Republik Indonesia yaitu kurikulum pendidikan tahun 2013. Kurikulum ini dikenal dengan kurikulum tematik integratif. Namun demikian, konsep kurikulum ini masih menyimpan pertanyaan besar apakah masalah bangsa Indonesia akan teratasi melalui kurikulum 2013? Menjawab pertanyaan ini perlu kajian komprehensif dari seluruh subsistem pendidikan di Indonesia. Pendidikan Islam merupakan bagian penting yang eksistensinya di Indonesia nyata dari zaman ke zaman.penelitian ini menunjukan bahwa pendidikan Islam yang nyata ini perlu memberikan pengaruh nyata dan aktif mewarnai arah kemajuan sains teknologi sebagaimana didesak dalam era globalisasi.Kata kunci: globalisasi, isu-isu sosial, pendidikan Islam
PUI: Organisasi dan Perkembangannya Sejak Berdiri Hingga Pemilu 2009 Emil Permanasari
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol 1, No 1 (2019): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic Community Unity develops in the form of conflict or disintegration, such as: how they choose to leave the members of the Masyumi major party or postpone the implementation of the 4th and 5th Islamic Society Unity Congress (PUI) efforts to explain what is needed. The development of Islamic Unity until the reform era was still in a "silent" position as a dying organization. It was only in the 1999, 2004 and 2009 elections that a number of cadres and congregations of Islamic Unity began to become members of political parties and without hesitation called themselves pilgrims or cadres of Islamic Unity. Islamic Unity chooses the path of conflict resolution by compromise, namely the goal of integration. The paper is a literature study that explains PUI's organization based on its concept and development. The PUI mass organization is a combination of two mass Islamic organizations that grew and were established by West Javanese. The two organizations are Muslim Engagement centered in Majalengka with founding figures Abdoel Halim and Indonesian Islamic Community Association based in Sukabumi with founding figure Ahmad Sanoesi. The process of birth and development of Islamic Unity from 1911-2011 as a mass Islamic organization is a complex matter. Organizationally Islamic Unity is declared an "Independent" organization and is not affiliated with any of the organizations. Focusing on social, educational and religious movements. PUI is a Muslim Community Unity Movement which was formed with the aim and effort to achieve the realization of the Great Islam and happiness of the people.Keywords: Islamic Community Unity, PUI concept, Islamic organizationAbstrakPersatuan Umat Islam berkembang dalam bentuk konflik atau disintegrasi, seperti: bagaimana mereka memilih keluar dari anggota partai besar Masyumi atau melakukan pengunduran pelaksanaan Muktamar Persatuan Umat Islam (PUI) ke-4 dan ke-5 upaya untuk menjelaskan hal-hal yang diperlukan. Perkembangan Persatuan Umat Islam hingga era reformasi masih dalam posisi “diam” sebagai organisasi sekarat. Baru pada Pemilu 1999, 2004, dan Pemilu 2009, sejumlah kader dan jama'ah Persatuan Umat Islam mulai menjadi anggota partai politik dan dengan tanpa ragu menyebut diri sebagai jama'ah atau kader Persatuan Umat Islam. Persatuan Umat Islam memilih jalan penyelesaian konflik dengan cara kompromi, yaitu tujuan yang terwujudnya integrasi. Adapun Karya tulis ini merupakan studi literatur yang menjelaskan organisasi PUI berdasarkan konsep dan perkembangannya. Organisasi massa PUI merupakan gabungan dari dua organisasi massa Islam yang tumbuh dan didirikan oleh orang Jawa Barat. Kedua organisasi itu adalah Perikatan Umat Islam berpusat di Majalengka dengan tokoh pendiri Abdoel Halim dan Persatuan Umat Islam Indonesia berpusat di Sukabumi dengan tokoh pendiri Ahmad Sanoesi. Proses kelahiran dan perkembangan Persatuan Umat Islam dari 1911-2011 sebagai organisasi massa Islam merupakan hal yang kompleks. Secara organisatoris Persatuan Umat Islam dinyatakan sebagai organisasi yang “Independen” dan tidak berafiliasi pada salah satu organisasi manapun. Menitikberatkan pada gerakan sosial, pendidikan dan keagamaan. PUI Merupakan Gerakan Persatuan Umat Islam yang dibentuk dengan tujuan dan usaha mencapai terwujudnya Islam Raya dan kebahagian umat. Kata kunci: Persatuan Umat Islam, konsep PUI, organisasi Islam
Pengaruh Sorogan Alquran dan Kompetensi Kepribadian Guru Terhadap Motivasi Belajar Syatiri Ahmad
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol 2, No 1 (2020): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In learning activities, there are a variety of methods that can be used by a teacher in the school, madrasa and Islamic boarding schools. Most of the methods used are still using the old or traditional methods, especially in the pesantren environment, to be a method that is maintained until now used by the cleric to give instruction to his students. This study aims to determine the effect of Qur'an Sorogan on student motivation, to determine the effect of teacher personality competencies on student motivation, and to determine the influence of Qur'an Sorogan and teacher personality competency together on student motivation. Sorogan method is a method of learning that is carried out individually, learning interaction, learning guidance, and supported by the activeness of students. The method in this research is descriptive analytic with quantitative approach. Data collection techniques used Questionnaire, observation, interview, linearity testing, hypothesis testing and data analysis techniques. The results of this study are as follows: (1) Sorogan Qur'an influences student motivation by 33% with low interpretation, (2) teacher's personal competence influences student motivation by 23% with low interpretation, (3) Sorogan The Qur'an and the teacher's personal competence together affect the learning motivation of students by 36% with low interpretation, while other factors that influence by 69.3%.Keywords: Sorogan Qur’an, Teacher personality competence, Learning motivation Abstrak Dalam kegiatan pembelajaran, terdapat berbagai macam metode yang dapat digunakan oleh seorang guru baik dalam lingkungan sekolah, madrasah maupun pesantren sebagian besar metode yang digunakan masih menggunakan cara lama atau tradisional, terutama dalam lingkungan pesantren, menjadi metode yang dipertahankan sampai saat ini yang digunakan oleh ustadz untuk memberikan pengajaran kepada santrinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, Pengaruh Sorogan Al-qur’an terhadap motivasi siswa, untuk mengetahui pengaruh kompetensi kepribadian guru terhadap motivasi siswa, dan untuk mengetahui pengaruh sorogan Al-qur’an dan kompetensi kepribadian guru secara bersama-sama terhadap motivasi belajar siswa. Metode sorogan merupakan metode pembelajaran yang dilakukan secara individual, interaksi pembelajaran, bimbingan pembelajaran, dan didukung keaktifan santri. Metode dalam penelitian ini adalah  deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa angket penelitian. Sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan uji normalitas, uji linieritas, uji multikolonieritas dan uji hipotesis. Populasi penelitian terdiri dari seluruh siswa kelas VIII A s/d VIII D yang berjumlah 130 siswa. Sampel sebanyak 25% dari jumlah populasi (25 % x 130 siswa = 32 siswa). Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Sorogan Al-qur’an berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa sebesar 33% dengan interprestasi rendah, (2) kompetensi kepribadian guru  berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa sebesar 23% dengan interprestasi rendah, (3) Sorogan Al-qur’an dan kompetensi kepribadian guru secara bersama-sama berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa sebesar 36% dengan interprestasi rendah, Sedangkan faktor lainnya yang mempengaruhi sebesar 69,3%.Kata Kunci: Sorogan Al-qur’an, Kompetensi kepribadian guru, Motivasi belajar
Ahmadiyah dan Kontroversinya Sejak Muncul di Indonesia Hingga Menjelang Reformasi 1998 Asep Mugni
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol 1, No 2 (2019): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emerging of religious movement or sect frequently caused controversy. This research discuss about Ahmadiyah movement. This research uses phenomenology method illustrates Ahmadiyah movement issued as non-Islam because of its controversial and deviate understanding that smudged, even humiliated Islam. Ahmadiyah movement is very systematic and controversial till caused flaming and refusal in an Islam society, not only Indonesia, but many countries with Muslim Majority call Ahmadiyah as a deviate understanding or sect. MUI also decided “fatwa haram” (forbidden) for Ahmadiyah. Minister of Religion Suryadarma Ali in SBY era proposed four options about Ahmadiyah, i.e. letting Ahmadiyah or dispersing it, grouping it as a religious sect, or they make new religion and get out from Islam. This case constitutes some unprotested phenomenon anymore.Keywords: deviate sect, Ahmadiyah controversy, fatwa Haram AbstrakMunculnya gerakan atau aliran dalam agama seringkali menimbulkan kontroversi, penelitian ini mengungkapkan tentang pergerakan Ahmadiyah. Penelitian dengan metode fenomenologi ini menggambarkan pergerakan Ahmadiyah yang dianggap bukan Islam karena kontroversi dan kesesatan fahamnya yang mencoreng bahkan menghina agama Islam. Gerakan Ahmadiyah sangat sistematis dan kontroversi, sehingga memicu gejolak dan penolakan dikalangan umat Islam tidak hanya Indonesia bahkan banyak negara yang mayoritas penduduknya penganut agama Islam menyebutkan Ahmadiyah adalah faham atau aliran sesat. MUI juga menegaskan fatwa Haram Ahmadiyah, menteri Agama Suryadarma Ali di era SBY mengajukan empat opsi tentang Ahmadiyah, yaitu membiarkan Ahmadiyah atau membubarkannya, menjadikannya sekte keagamaan, atau membuat agama baru dan keluar dari Islam, hal ini merupakan suatu fenomena yang tak terbantahkan lagi.Kata kunci: aliran sesat, kontroversi Ahmadiyah, fatwa Haram
Wirid Quran Dalam Pengobatan Corona Berbasis Internet Yaya Yaya; Komarudin Tasdik
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol 2, No 1 (2020): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Various solutions have been sought in controlling the Covid-19 pandemic outbreak. Wirid Quran is used as material for treatment, including warding off the Corona outbreak. This study uses descriptive phenomenology and qualitative methods that are correlated with the basic design of an Internet-based (web) expert system. This thesis was once put forward by Qundail which proved that the Quran functions as a medicine in dealing with various diseases. This article proves that the Quran-based treatment for the treatment of Corona patients is still open for further research. Because the method of Internet-based Qur'anic treatment does not reduce the quality of conventional treatment similar. In fact, this approach tends to be easier to create web-based expert systems, so that patients do not need to come directly to the clinic.Keywords: Medicine, Corona, Quran, wirid, Internet AbstrakBerbagai solusi diupayakan dalam pengendalian wabah pandemic Covid-19. Wirid Quran dijadikan materi pengobatan, termasuk menangkal wabah Corona. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi dan kualitatif deskriptif yang dikorelasikan dengan perancangan dasar expert system berbasis Internet (web). Tesis ini pernah dikemukakan oleh Qundail yang membuktikan bahwa Quran berfungsi sebagai obat dalam menghadapi berbagai penyakit. Artikel ini membuktikan bahwa pengobatan berbasis Quran untuk pengobatan pasien Corona masih terbuka untuk dilakukan penelitian lebih lanjut. Karena metode pengobatan Alquran berbasis Internet tidak mengurangi kualitas pengobatan serupa secara konvensional. Bahkan pendekatan tersebut cenderung lebih mudah untuk dibuatkan expert system berbasis web, sehingga pasien tidak perlu datang langsung ke klinik.Kata kunci: Pengobatan, Corona, Quran, wirid, Internet
Pengaruh Tradisi Membaca Al-Qur’an Terhadap Prestasi Belajar Siswa di MA Al-Hidayah Siti Rosmayati; Arman Maulana; Boy Arief Rochman
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol 2, No 2 (2020): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reading al-quran is something that lives full of serenity. As Muhammad SAW in his revelation is instructed to read the Koran and through reading Allah commands something or knowledge that is unknown. Al-qur'an reading activities carried out by students of MA Al-Hidayah class X, the level of learning achievement of Islamic Religious Education students of class X, and there is no effect of the effect of reading the al-qur'an on student achievement in grade X quantitative research approach with simple linear regression analysis. The population in this study were all class X students at Al-Hidayah Private Madrasah Aliyah which correspond to 212 students. So the sampling using cluster sampling technique by taking class X 80 students. The results of this data analysis are as follows: the variable of students' reading habits of the Al-Qur'an on the learning achievement of PAI in cognitive and affective aspects has a significance value of 0.001 and 0.011. Because the probability values of 0.002 and 0.025 are smaller than 0.05, the alternative hypothesis (Ha) is accepted. And the analysis for the variable of the habit of reading the Koran on the students' psychomotor aspects of Islamic Education learning achievement obtained a significance value of 0.001. Because the probability (0.001) is smaller than 0.05, the alternative hypothesis (Ha) is accepted.Keywords: habit of reading al-quran, learning achievement Abstrak Membaca Al-Qur’an merupakan sesuatu yang menjadikan hidup penuh dengan ketenangan. Sebagaimana nabi Muhammad SAW dalam wahyunya diperintahkan membaca al-Quran dan melalui membaca Allah mengajarkan manusia sesuatu atau pengetahuan yang tidak diketahui. Adapun kebiasaan membaca Al-Qur’an yang dilakukan oleh siswa MA Al-Hidayah kelas X, tingkat prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas X, dan ada tidaknya pengaruh kebiasaan membaca Al-Qur’an terhadap prestasi belajar siswa kelas X. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan analisis Regresi Linear Sederhana. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di Madrasah Aliyah Swasta Al-Hidayah yang berjumlah 212 siswa. Maka dilakukan pengambilan sample penelitian menggunakan terknik cluster sampling dengan mengambil siswa kelas X 80 siswa. Hasil analisis data ini adalah sebagai berikut: variabel kebiasaan membaca Al-Qur’an siswa terhadap prestasi belajar PAI aspek kognitif dan afektif di peroleh nilai signifikansi 0,001 dan 0,011. Oleh karena nilai probabilitas 0,002 dan 0,025 lebih kecil dari 0,05 maka hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dan analisis untuk variable kebiasaan membaca Al- Qur’an terhadap prestasi belajar PAI siswa aspek psikomotorik diperoleh nilai signifikansi 0,001. Oleh karena probabilitas (0,001) lebih kecil dari 0,05 maka hipotesis alternatif (Ha) diterima. Kata kunci: kebiasaan membaca Al-Qur’an, prestasi belajar
Interaction Model on Virtual Communication in Religious Narration in Digital Era Andini Andini
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol 3, No 1 (2021): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article was written as an initial note on determining attitudes in virtual communication related to religious narratives in the digital era. The digital world creates a virtual communication space that can be accessed by all people with different backgrounds. In addition, the digital world offers a religious narrative that is served like a buffet and this is often misused by parties or groups for personal gain. Communication which is built in the virtual world is free, anyone from various backgrounds is able to express opinions and information. This will lead to the fading of the values of religious authority, the strengthening of individualism, and the decrease of tolerance among religious people. Because religious narratives do not have clear power in terms of sources, sanad and authenticity of writing, which is worrying if consumed irresponsibly and results in extreme attitudes to understanding religious narratives. Determining the right attitude used in virtual communication is an important study in this paper. The point is to balance the flow of virtual communication that is not conducive, giving birth to a tolerant attitude in society in the digital world.Keywords: Virtual Communication, Religious Narrative, Digital Era AbstrakArtikel ini ditulis sebagai catatan awal tentang menentukan sikap dalam komunikasi virtual berkaitan dengan narasi keagamaan di era digital. Dunia digital menciptakan sebuah ruang komunikasi virtual yang dapat diakses oleh semua orang dengan latar belakang berbeda. Selain itu dunia digital menawarkan sebuah narasi keagamaan yang disajikan bagaikan prasmanan dan hal ini kerap kali disalahgunakan oleh pihak atau kelompok untuk kepentingan pribadi. Komunikasi yang dibangun dalam dunia virtual bersifat bebas, siapapun dari berbagai latar belakang mampu mengungkapkan pendapat dan informasi. Hal yang demikian akan membawa pada pudarnya nilai-nilai otoritas keagamaan, menguatnya individualism, dan menurunnya toleransi sesama umat beragama. Karena narasi keagamaan tidak memiliki kekuatan jelas dalam hal sumber, sanad dan keaslian tulisan, yang mengkhawatirkan jika dikonsumsi secara tidak bertanggung jawab dan berakibat pada sikap yang ekstrem memahami narasi keagamaan. Menentukan sikap yang tepat digunakan dalam komunikasi virtual adalah kajian penting dalam tulisan ini. Gunanya untuk penyeimbang arus komunikasi virtual yang tidak kondusif, melahirkan sikap toleran dalam masyarakat di dunia digital.Kata Kunci: Komunikasi Virtual, Narasi Keagamaan, Era Digital

Page 2 of 12 | Total Record : 115