cover
Contact Name
Acep Aripudin
Contact Email
staialfalah19@gmail.com
Phone
+6222-7948748
Journal Mail Official
staialfalah19@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kapten Sangun No.6, Panenjoan, Bandung, Jawa Barat 40395
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS)
ISSN : 00000000     EISSN : 27155374     DOI : -
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) menerima dan mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dengan tema kajian keislaman pendekatan sejarah, sosial, budaya, pendidikan, sains, politik dan ekonomi dan kajian Quran. AJIQS menerapkan sistem Double Blind Peer Review dan diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Falah Cicalengka Bandung dua kali terbit setiap tahunnya. Tujuan AJIQS untuk memfasilitasi dan mempublikasikan tulisan-tulisan ilmiah dalam bentuk artikel dari para peneliti dalam maupun luar negeri. Artikel dapat ditulis dalam bahasa Inggris, Indonesia atau Arab yang mengacu pada aturan penulisan yang dijadikan pijakan AJIQS.
Articles 115 Documents
The Pattern of Sharia Economic Thought: A Viewpoint Against the Quran Haris Maiza Putra; Diana Farid
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol 3, No 2 (2021): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The economy that is developing in the current era leads to the western economy, not many know that in its history Islamic economics has triumphed in its time. The main problem is the dishonesty of western economists when mentioning scientific references. This does not mean that there is no historical basis for Islamic economics. The purpose of this study is to determine the style and methodology of Islamic economic thought. This research is a descriptive qualitative research. This research is a library research. The results of the study show that economic discourse in the Islamic perspective is very much found in the classical Islamic literature. The pattern of Islamic economic thought includes textual, substantialist, and liberal thinking. Islamic scientists have studied various economic dimensions in Islamic civilization at that time such as the problem of prices, market mechanisms, demand, supply, poverty, economic growth, inflation, money demand and supply, zakat, taxes, state revenues and expenditures and others. However, there is no specific scientific discipline that discusses various economic phenomena and activities. Keywords: Sharia Economics, History, Methodology, Patterns of Thought. Abstrak Ekonomi yang berkembang era sekarang ini bermuara pada ekonomi barat, tidak banyak yang mengetahui bahwa dalam sejarahnya ekonomi Islam pernah berjaya pada masanya. Masalah utamanya adalah tidak jujurnya ekonom barat ketika menyebutkan rujukan keilmuannya. Bukan berarti bahwa tidak ada landasan historis keilmuan ekonomi Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui corak dan metodologi pemikiran ekonomi syari’ah. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif deskriptif, penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diskursus ekonomi dalam perspektif Islam sangat banyak ditemukan dalam khazanah literatur klasik Islam. Corak pemikiran ekonomi syariah meliputi pemikiran tekstualis, substansialis, dan liberalis. Para ilmuwan Islam sudah mengkaji berbagai dimensi-dimensi ekonomi dalam peradaban Islam waktu itu seperti masalah harga, mekanisme pasar, permintaan, penawaran, kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, inflasi, money demand and supply, zakat, pajak, penerimaan dan pengeluaran negara dan lain-lain. Namun demikian, belum ada disiplin ilmu khusus yang membahas berbagai fenomena dan aktivitas ekonomi. Kata Kunci: Ekonomi Syari’ah, Sejarah, Metodologi, Corak Pemikiran.
Traditional Preaching Patterns In The Cireundeu Traditional Village Ahmad Aliadin; Iwan Sopwandin; Anwar Shadikin
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol 3, No 2 (2021): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The success of a missionary in delivering da'wah cannot be separated from the effective pattern he uses. Tabligh or Da'wah is a moral force that is able to drive social change and offers an alternative in building the future dynamics of the ummah, by taking the right, creative and wise ways and strategies. This paper aims to describe the pattern of da'wah in the Cireundeu Cimahi Traditional Village. This research uses descriptive analysis method with a qualitative approach. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation studies. The results of this study explain that Ustad Abdullah uses a traditionalist pattern, namely conveying Islamic messages or teachings from the yellow book. Using the method of delivery by word of mouth, by action, and equipped with writings from books, magazines or relevant leaflets obtained from outside. Cultural communication used is low context communication. His da'wah pattern had a very significant impact on the development of Islam in the Cireundeu Traditional Village. The public's interest in exploring and practicing Islamic teachings is also very enthusiastic. Keywords: Da'wah Pattern, Traditionalist, Cireundeu, Indonesia Abstrak Keberhasilan seorang mubaligh dalam menyampaikan dakwah tidak terlepas dari pola efetif yang digunakannya. Tabligh atau Dakwah merupakan kekuatan moral yang mampu menggerakan perubahan sosial serta menawarkan satu alternatif dalam membangun dinamika masa depan umat, dengan menempuh cara dan strategi yang benar, keratif dan bijak. Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan pola dakwah di Kampung Adat Cireundeu Cimahi. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Ustad Abdullah menggunakan pola tradisionalis, yaitu menyampaikan pesan-pesan atau ajaran Islam yang berasal dari kitab kuning. Menggunakan metode penyampaian Bil Lisan, Bil Hal, dan dilengkapi dengan tulisan dari buku, majalah atau selembaran relevan yang didapatkan dari luar. Komunikasi budaya yang digunakan yaitu komunikasi konteks rendah. Pola dakwahnya memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap perkembangan Islam di Kampung Adat Cireundeu. Minat masyarakat untuk mendalami dan mengamalkan ajaran Islam juga sangat antusias. Kata Kunci: Pola Dakwah, Tradisionalis, Cireundeu, Indonesia
The Implications of Al-Māwardī's Thoughts on Community Economy During the Covid-19 Pandemic Ali Santosa; Yadi Janwari; Ayi Yunus Rusyana
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol 3, No 2 (2021): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study in this paper departs from Islamic economic thought proposed by Imam Al-Māwardī. He is a well-known figure as an Islamic thinker who contributed a lot to the order of all fields of state and religion, especially in the economic field. The purpose of this study is to find out Al-Māwardī's thoughts on Islamic economics and its implications for dealing with the current Covid-19 outbreak. The research method used is descriptive qualitative about the concept of Islamic economic thought proposed by Al-Māwardī, whose data sources are obtained from his books. The results of the research obtained are Al-Māwardī's concept of thought regarding the development of Islamic economics related to the state and economic activities, taxation, and influential market mechanisms so that they can continue to be implicated in overcoming these contemporary problems, such as the Covid-19 pandemic. Keywords: Islamic economy, taxation, market mechanism, Covid-19 Abstrak Kajian pada tulisan ini berangkat dari pemikiran ekonomi Islam yang dikemukakan oleh Imam Al-Māwardī. Beliau merupakan sosok yang terkenal sebagai tokoh pemikir Islam yang banyak memberikan sumbangsi pada tatanan segala bidang kenegaraan dan agama terkhusus pada bidang ekonomi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemikiran Al-Māwardī terhadap ekonomi Islam beserta implikasinya yang dihadapkan dengan masalah wabah covid-19 yang terjadi sekarang ini. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif mengenai konsep pemikiran ekonomi Islam yang dikemukakan oleh Al-Māwardī, yang sumber datanya diperoleh dari kitab-kitab karangannya. Hasil penelitian yang diperoleh ialah konsep pemikiran Al-Māwardī mengenai perkembangan ekonomi Islam yang berkaitan dengan negara dan aktivitas ekonomi, perpajakan, dan mekanisme pasar yang berpengaruh hingga dapat terus diimplikasikan dalam mengatasi masalah kontemporer ini, seperti pandemi Covid-19. Kata Kunci: Ekonomi Islam, perpajakan, mekanisme pasar, Covid-19
Implementation of Money Waqf as a Contemporary Phenomenon In Indonesia Ajeung Syilva Syara
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol 3, No 2 (2021): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waqf in Indonesia is generally in the form of land or buildings because the understanding of Muslims is limited to waqf of immovable objects even though in the Indonesian context, the Indonesian Ulema Council has issued a fatwa that allows the implementation of cash waqf. The benefits derived from conducting cash waqf are strengthening sharia banking, increasing sharia capital, driving the sharia economy, financing productive waqf assets, and supporting the implementation of social programs. This discussion will discuss the implementation of cash waqf in Indonesia. The results show that cash waqf in Indonesia has been recognized since the issuance of the fatwa on cash waqf by the DSN MUI in 2002. The fatwa contains five important points. First, cash waqf is waqf carried out by a person, group of people, institutions or legal entities in the form of cash. Second, including the notion of money is securities. Third, cash waqf is legal, while fourth, cash waqf can only be channeled and used for things that are permitted by syar'i and fifth, the principal value of cash waqf must be guaranteed for its sustainability, it may not be sold, donated, and or inherited. Keywords: Cash Waqf, Law, Islam Abstrak Wakaf di Indonesia pada umumnya berupa tanah atau bangunan karena pemahaman umat Islam terbatas pada wakaf benda tak bergerak padahal dalam konteks Indonesia, Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa yang memperbolehkan dilaksanakannya wakaf uang. Manfaat yang diperoleh dari melakukan wakaf uang adalah memperkuat perbankan syariah, memperbesar permodalan syariah, menggerakkan ekonomi syariah, membiayai aset wakaf produktif, dan mendukung pelaksanaan program sosial. Pada pembahasan ini akan dibahas implementasi wakaf uang di Indonesia. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa wakaf uang di Indonesia mulai dikenal sejak dikeluarkannya fatwa wakaf uang oleh DSN MUI pada 2002. Fatwa itu berisi lima point penting. Pertama, Wakaf uang adalah wakaf yang dilakukan seseorang, kelompok orang, lembaga atau badan hukum dalam bentuk uang tunai. Kedua, termasuk ke pengertian uang adalah surat-surat berharga. Ketiga, wakaf uang hukumnya boleh, sedangkan keempat, wakaf uang hanya boleh disalurkan dan digunakan untuk hal-hal yang dibolehkan secara syar’i dan kelima, nilai pokok Wakaf Uang harus dijamin kelestariannya, tidak boleh dijual, dihibahkan, dan atau diwariskan. Kata Kunci: Wakaf Uang, Hukum, Islam
Barzanji Reading Traditions in Schools Fitri Nurhayati; Hanafi Hanafi; Boy Arief Rochman
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol 3, No 2 (2021): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Discipline has always been something that many people talk about, be it discipline in the family, community or school. Especially discipline in an educational institution, because discipline is very influential on the success of teachers in educating their students. Discipline also requires support and encouragement in order to survive, something that can make discipline run well is the existence of disciplinary tools. One of them is punishment, punishment is intended to change or improve behavior, after the student realizes and regrets the wrong he has done. This study aims to answer the problems: How is the effectiveness of reading Barzanji on discipline at SMK Ganesha Parakan Muncang and How is the impact of reading Barzanji on student learning at SMK Ganesha. This research uses qualitative methods and is a field research using a research study approach. The method used is descriptive research. The subjects of this research are the School Founder, Principal, Student Affairs teachers, teachers and students. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the policies implemented by the school in instilling discipline include rules of conduct, consistency and punishment. Based on observations and interviews, it is clear that there is a change from before and after the Barzanji reading. Barzanji readings are carried out according to a structured schedule. This condition cannot be separated from the commitment of every teacher in charge of disciplining students. The results of the study can be concluded that the effectiveness of reading Barzanji on the discipline of Ganesha Vocational School students is for time discipline, learning discipline and discipline in attitude. Not only that, because students read Barzanji every day as an inner recitation to cultivate the characteristics of children to become religious, emotional and spiritual students. When entering the class students become calm, relaxed and cool individuals. In contrast to the students before the Barzanji reading was held, when entering the class and then waiting for the bell to ring, the students joked a lot with their friends which resulted in chaos in the class. Keywords: Barzanji Reading, Student Discipline Abstrak Kedisiplinan selalu menjadi hal yang banyak dibicarakan orang, baik itu disiplin dalam keluarga, masyarakat maupun sekolah. Terutama disiplin dalam suatu lembaga pendidikan, sebab kedisiplinan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan guru dalam mendidik siswanya. Kedisiplinan juga membutuhkan dukungan dan dorongan agar bisa tetap bertahan, sesuatu yang bisa menjadikan kedisiplinan berjalan dengan baik yaitu adanya alat kedisiplinan. Salah satunya adalah hukuman, hukuman ditujukan untuk merubah atau memperbaiki tingkah laku, setelah siswa menyadari dan menyesali perbuatan salah yang telah dilakukannya. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan: Bagaimana keefektifan pembacaan Barzanji terhadap kedisiplinan di SMK Ganesha Parakan Muncang dan Bagaimana dampak pembacaan Barzanji dalam pembelajaran siswa di SMK Ganesha. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan studi penelitian. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Subyek penelitian ini adalah Pendiri Sekolah, Kepala Sekolah, guru Bidang Kesiswaan, guru-guru dan siswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan yang diterapkan sekolah dalam menanamkan kedisiplinan meliputi peraturan tata tertib, konsisten dan hukuman. Berdasarkan observasi dan wawancara, nampak jelas adanya perubahan dari sebelum dan sesudah adanya pembacaan Barzanji. Pembacaan Barzanji dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang sudah terstruktur. Kondisi ini tidak lepas dari dukungan komitmen setiap guru yang bertugas mendisiplinkan siswa. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keefektifan pembacaan Barzanji terhadap kedisiplinan siswa SMK Ganesha yakni untuk disiplin waktu, disiplin belajar dan disiplin dalam bersikap. Tidak hanya itu saja, karena siswa dalam setiap harinya pembacaan Barzanji merupakan pengajian bathin untuk menumbuhkan karakteristik anak menjadi siswa yang religius, emosional dan spiritual. Ketika memasuki kelas siswa menjadi pribadi yang tenang, rileks dan sejuk. Berbeda dengan siswa-siswa sebelum pembacaan Barzanji diadakan, ketika memasuki kelas kemudian menunggu bel masuk berbunyi siswa banyak bercanda dengan temannya yang mengakibatkan kericuhan dalam kelas. Kata Kunci: Pembacaan Barzanji, Kedisiplinan Siswa
Another Side of Folk Tradition; Da’wah, Entertainment, and Magic in the Madurese Community Acep Aripudin; Yaya Yaya
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol 3, No 2 (2021): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The emergence and development of traditional arts is closely related to the process of spreading religion. Not always art in religious communities appears deductively as a development of the spirit of religious teachings. This is because, in fact, art in traditional societies is potentially produced and can become a medium as well as a tool in spreading religion and relationships as well as strengthening the character of the community. Cultural values in art are then unified and integrated into a local wisdom that complements each other, so that religious arts and culture are functionally inductively attached. This article aims to reveal how Islamic values as a religion are functionally related to the art traditions of the Madurese community. The position of art as something profane and entertaining then changed to follow the position of a sacred religion and had similar consequences. The form of the relation between art and Islam can be seen in song lyrics, the history of the emergence of art, moments of performing arts, art genres, the spread of religion and the legality of religious leaders. In the end, the traditional arts of the community were preserved as Islam was preserved, and even developed into a multi-force that has an impact on improving the community's economy. Keywords: Da'wah, Art, Entertainment, Ritual, Madura, and Local Wisdom Abstrak Muncul dan berkembangnya seni tradisional sangat berkaitan dengan proses penyebaran agama. Tidak selamanya seni pada masyarakat beragama muncul secara deduktif sebagai pengembangan dari spirit ajaran agama. Karena, dalam faktanya seni pada masyarakat tradisional secara potensial diproduksi dapat mejadi media sekaligus alat dalam menyebarkan agama dan dan huburan sekaligus yang memperkuat karakter masyarakat. Nilai-nilai budaya dalam seni kemudian menyatu dan terintegrasi menjadi suatu kearifan lokal yang saling mengisi, sehingga seni budaya beragama secara induktif melekat secara fungsional. Artikel ini, bertujuan mengungkap bagaimana nilai-nilai Islam sebagai agama berhubungan secara fungsional dengan tradisi seni masyarakat Madura. Posisi seni sebagai sesuatu hal yang profane dan menghibur kemudian berubah mengikuti posisi agama yang sacral dan memiliki konsekuensi serupa. Wujud relasi seni dan Islam nampak pada syair lagu, sejarah munculnya seni, momen-momen pentas seni, genre seni, penyebar agama dan legalitas dari pemuka agama. Seni tradisional masyarakat pada akhirnya terpelihara sebagaimana terpeliharanya Islam, bahkan berkembang menjadi kekuatan multi yang berdampak seperti pada peningkatan ekonimi masyarakat. Kata Kunci: Da’wah, Seni, Hiburan, Ritual, Madura, dan Kearifan Lokal
The Construction of Cooperation Contract in Sharia Banking with Qowaid Fiqhiyyah Muamalah Review Nanang Naisabur; Nova Nova
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol 4, No 1 (2022): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of Islamic banking at this time is progressing. The public is interested in the profit-sharing system offered by Islamic banking. There are characteristics of Islamic banking that distinguish it from conventional banking in general, namely the existence of sharia contracts which are the basis for the establishment of economic activities. Here the author examines more deeply about the construction of Islamic banking contracts using the literature analysis method, which is reviewed from several sources of books and journals which are then researched and associated with the issues discussed. The results of the study stated that there are several factors that influence the obstacles in the construction of cooperation contracts in Islamic banking. Among these factors is the tendency of Islamic financial institutions or Islamic banking to implement sharia cooperation contracts on certain products only with reference to conventional interest. This is nothing but based on two mutually attractive laws, namely between sharia law and conventional law. In addition, the lack of qualified human resources in the field of Islamic banking is also a factor, especially in understanding the rules of fiqhiyyah. This Fiqhiyyah rule has a close relationship, especially in running the Islamic economy. Then can this sharia principle or contract be maintained and developed in this sharia banking product by referring to fiqhiyyah rules or does it continue to refer to existing conventional law? Keywords: Sharia Banking, Cooperation Agreement, Fiqhiyyah Rules ABSTRAK Perkembangan perbankan syari’ah pada masa ini tengah mengalami kemajuan. Masyarakat tertarik pada sistem bagi hasil yang ditawarkan oleh perbankan yari’ah. Terdapat karakteristik perbankan syari’ah yang menjadi pembeda dari perbankan konvensional pada umumnya, yakni adanya akad-akad syari’ah yang menjadi landasan dalam terjalinnya kegiatan ekonomi. Disini penulis meneliti lebih dalam mengenai konstruksi akad perbankan syariah dengan menggunakan metode analisis pustaka yakni dikaji dari beberapa sumber buku dan jurnal yang kemudian diteliti dan dikaitkan dengan isu yang dibahas. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi hambatan dalam perkembangan produk perbankan syari’ah ini. Diantara faktor tersebut ialah adanya kecenderungan Lembaga keuangan syari’ah atau perbankan syari’ah dalam mengimplementasikan akad-akad syari’ah dalam produknya hanya pada akad-akad tertentu sehingga akad-akad lain belum mendapatkan tempatnya dalam Lembaga keuangan syari’ah atau perbankan syari’ah ini. Hal tersebut tidak lain didasarkan dari dua hukum yang saling tarik menarik yakni antara hukum syari’ah dengan hukum konvensional. Selain itu kurangnya sumber daya manusia yang mumpuni dalam bidang perbankan syari’ah juga menjadi salah satu faktor terutama dalam pemahaman kaidah fiqhiyyah. Kaidah Fiqhiyyah ini memiliki kaitan erat khususnya dalam menjalankan perekonomian Islam. Kemudian apakah prinsip atau akad syari’ah ini dapat dipertahankan dan dikembangkan dalam produk perbankan syari’ah ini dengan merujuk pada kaidah fiqhiyyah atau justru terus merujuk pada hukum konvensional yang ada? Kata Kunci : Perbankan Syari’ah, Akad Kerjasama, Kaidah Fiqhiyyah
Parenting of Islamic Boarding School Santri in the Development of Santri Morals Deden Heryanto; Apin Apin
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol 4, No 1 (2022): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Indonesia there are many Islamic Religious Institutions, this is because in Indonesia the majority of the population is Muslim. Al-Qur'an Al-Falah Islamic Boarding School is one of the Islamic boarding schools located in West Java which has been established since 1970. This Islamic boarding school is quite old and has a fairly high population in West Java. This study aims to determine the strategies used by pesantren administrators in improving the moral quality of students so that they can become qualities for other students in improving morals and to find out what are the supporting and inhibiting factors of pesantren administrators in instilling moral values. to students. The research method used in this study uses qualitative methods, namely methods to explore and understand individuals or groups of people. The results of this study are strategies that are carried out and applied by pesantren administrators in improving the quality of students, namely by using strategies of providing understanding, discipline, exemplary, advice, supervision and punishment as well as maximizing activities that have moral potential. from students. The supporting factor is the existence of humanism between the administrators and students and the activeness of the pesantren administrators. And the inhibiting factor generally comes from the emotional condition of the students themselves. Keywords: Morals, Strategy, Islamic Boarding School Management, Santri Abstrak Di Indonesia terdapat banyak sekali pondok pesantren, hal ini karena di Indonesia mayoritas penduduknya beragama Islam. Pondok pesantren Al-Qur’an Al-Falah merupakan salah satu pondok pesantren yang terletak di Jawa Barat yang telah berdiri sejak tahun 1970 pesantren ini terhitung cukup tua dan memiliki populatitas yang cukup tinggi di Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh pengurus pesantren dalam meningkatkan kualitas akhlak santri sehingga bisa menjadi acuan bagi pondok pesantren lainnya dalam meningkatkan kualitas akhlak santri dan untuk mengatahui apa saja yang menjadi faktor pendukung serta penghambat pengurus pesantren dalam menanamkan nilai-nilai akhlak terhadap santri. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif metode ini merupakan metode-metode untuk mengeksplorasi dan memahami individu atau sekelompok orang. Hasil dari penelitian ini adalah strategi yang dilakukan dan diterapkan oleh pengurus pesantren dalam meningkatkan kualitas akhlak santri yaitu dengan menggunakan strategi pemberian pemahaman, kedisiplinan, keteladanan, nasihat, pengawasan dan hukuman serta memaksimalkan kegiatan-kegiatan yang memiliki potensi meningkatnya akhlak santri. Adapun faktor pendukung adanya humanis antara pengurus dengan santri serta keaktifan pengurus pesantren. Dan yang menjadi faktor penghambat secara umum datang dari kondisi emosi santri itu sendiri. Keywords: Aklak, Strategi, Pengurus Pesantren, Santri
The Reality of Communication Among Adherents Different Religion: Chinese and Serang Javanese Ethnicity Mega Febrianti; Nurbaiti Arifiana; Zaenal Mukarom
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol 4, No 1 (2022): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In many studies, religion is often seen as the most mysterious domain because it often confronts, even contradicts a number of rational arguments. Religion is often used as a media for debate regarding problems that occur, especially between adherents of different religions. Matters related to religion are very sensitive. The reality of communication that is faced is also sometimes different, depending on the ethnicity, culture and religion behind it. Researchers want to know the reality of communication between adherents of different religions between the Chinese and Javanese Serang ethnicities in the old Banten area. In addition, to find out the communication management of religious leaders and the communication patterns developed. The research method used by researchers in carrying out this research is qualitative research with a descriptive approach and adheres to the constructivism paradigm. The results of the study show that the reality of communication between adherents of different religions is very good, intercultural communication patterns occur when deliberations and mutual cooperation activities are carried out in Kp. Pamarican which is used as a meeting place and carries out various activities in the environment, the people of Kp. Pamarican is able to carry out the process of integration and accommodation by providing space to live and fulfilling basic rights for Chinese residents providing opportunities to carry out distinctive cultural activities such as Chinese New Year celebrations and other holidays. Keywords: Chinese, Serang Javanese, ethnicity, religion, multiculturalism Abstrak Dalam banyak kajian, agama seringkali dipandang sebagai domain paling misterius karena seringkali berhadapan, bahkan bertentangan dengan sejumlah argumentasi rasional. Agama seringkali dijadikan media perdebatan terkait problematika yang terjadi khususnya diantara pemeluk agama yang berbeda. Hal-hal yang berkaitan dengan agama, sifatnya sangat sensitif. Realitas komunikasi yang dihadapi juga terkadang berbeda, tergantung suku budaya dan agama yang melatar belakanginya. Peneliti ingin mengetahui realitas komunikasi pada penganut beda agama antara etnis tionghoa dan jawa serang di kawasan banten lama. Selain itu, untuk mengetahui manajemen komunikasi pemuka agama dan pola komunikasi yang di kembangkan. Metode Penelitian yang digunakan oleh penelitian dalam melaksanakan penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan menganut paradigma konstruktivisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realitas komunikasi di antara penganut umat beda agama sangat baik, pola komunikasi antar budaya terjadi ketika kegiatan musyawarah dan kegiatan gotong royong yang dilakukan di Kp. Pamarican yang dijadikan sebagai tempat pertemuan dan melakukan berbagai kegiatan di lingkungan tersebut, masyarakat Kp. Pamarican mampu menjalankan proses integrasi maupun akomodasi dengan menyediakan ruang untuk hidup serta pemenuhan hak-hak mendasar bagi para penduduk Tionghoa memberikan kesempatan untuk menjalankan aktivitas kultural khas seperti perayaan Imlek dan hari-hari besar lainnya. Kata kunci: Chinese, Serang Javanese, ethnicity, religion, multiculturalism
Da'wah and Social Change in Islamic Organizations: Muhammadiyah and Its Elements Roni Rodiana; Imron Rosidi
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol 4, No 1 (2022): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The actualization of the da'wah system is accompanied by a series of complex problems, namely first, when Islamic da'wah is delivered in a society that is not yet Islamic, the message of Islam is seen by the local community as foreign/newcomers. Second, that the ownership of Islam as a result of da'wah activities runs slowly or quickly. Third, when socio-cultural changes become more complex, causing humanitarian problems to become more widespread, Islamic da'wah is faced with the obligation to provide clear answers regarding human interests in various aspects of life. This research was conducted to understand the concept of Muhammadiyah da'wah in the aspect of upholding al-Khair, inviting al-Ma'ruf and preventing al-Munkar, in order to realize social change that leads to the goals and ideals of Islamic da'wah. It can be concluded that 1) there is a need for massive outreach regarding the function of da'wah which has a role in social change; 2) One of the functions of da'wah in social change is the realization of a society that increases its religiousness; 3) In order for this to be implemented, careful planning is needed, one of which is by conducting studies on various approaches that attract the attention of the public, including: lectures, discussions and questions and answers. Keywords: Da'wah, ma'ruf, Muhammadiyah, munkar, Social Change. Abstrak Aktualisasi sistem dakwah disertai dengan serangkaian masalah yang kompleks, yakni pertama, ketika dakwah Islam disampaikan dalam masyarakat yang belum Islam, pesan Islam oleh masyarakat setempat dipandang asing/pendatang. Kedua, bahwa pemilikan Islam sebagai hasil kegiatan dakwah berjalan secara lambat atau secara cepat. Ketiga, ketika perubaan sosio-kultural semakin kompleks menyebabkan masalah kemanusiaan semakin meluas, dakwah Islam dihadapkan dengan keharusan memberikan jawaban yang jelas menyangkut kepentingan manusia dalam berbagai segi kehidupan. Penelitian ini dilakukan untuk memahami konsep dakwah Muhammadiyah pada aspek menegakkan al-Khair, mengajak al-Ma’ruf dan mencegah al-Munkar, agar terwujudnya perubahan sosial yang mengarah kepada tujuan dan cita-cita dakwah Islam. Diperoleh kesimpulan bahwa 1) Perlunya sosialisasi yang massif mengenai fungsi dakwah yang memiliki peran dalam perubahan sosial; 2) Salah satu fungsi dakwah dalam perubahan sosial adalah terwujudnya masyarakat yang meningkat kereligiusannya; 3) Agar itu dapat terlaksana maka perlu perencanaan yang matang, salah satunya dengan menyelenggarakan kajian-kajian berbagai pendekatan yang menarik perhatian masyarakat, diantaranya: ceramah, diskusi dan tanya jawab. Kata kunci: Da’wah, ma’ruf, Muhammadiyah, munkar, Social Change.

Page 4 of 12 | Total Record : 115