cover
Contact Name
Acep Aripudin
Contact Email
staialfalah19@gmail.com
Phone
+6222-7948748
Journal Mail Official
staialfalah19@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kapten Sangun No.6, Panenjoan, Bandung, Jawa Barat 40395
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS)
ISSN : 00000000     EISSN : 27155374     DOI : -
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) menerima dan mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dengan tema kajian keislaman pendekatan sejarah, sosial, budaya, pendidikan, sains, politik dan ekonomi dan kajian Quran. AJIQS menerapkan sistem Double Blind Peer Review dan diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Falah Cicalengka Bandung dua kali terbit setiap tahunnya. Tujuan AJIQS untuk memfasilitasi dan mempublikasikan tulisan-tulisan ilmiah dalam bentuk artikel dari para peneliti dalam maupun luar negeri. Artikel dapat ditulis dalam bahasa Inggris, Indonesia atau Arab yang mengacu pada aturan penulisan yang dijadikan pijakan AJIQS.
Articles 115 Documents
Radikalisme Islam di Jantung Kota Santri: Fragmmentasi dan Polarisasi Acep Aripudin
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol 2, No 2 (2020): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTasikmalaya memiliki persoalan munculnya gerakan Islam garis keras, yang terkadang memunculkan wajah Islam “radikal”. Gerakan tersebut direspon oleh sebagian masyarakat, sehingga seolah mendapat dukungan rakyat. Mereka melakukan aktifitas sosial, politik dan pengerahan masa untuk menuntut hak-haknya dengan mengatasnamakan agama. Mereka melakukan tekanan terhadap pemerintah setempat dengan mengusung isu Perda syariat. Penelitian ini menelusuri beberapa organisasi masa Islam di Kota Santri, Tasikmalaya. Telaah riset terkait gerakan Islamis ini difokuskan pada polarisasi dan pragmentasi gerakannya, merepresentasikan tema diskursus terkait pemikiran dan aktifitas gerakan keagamaan. Bukan saja analisis deskripsi, namun akan diungkap juga pemikiran dan aksinya terhadap organisasi keagamaan yang ada. Fragmentasi dan kontestasi di antara ormas Islam guna meraih simpati masyarakat tidak bisa dihindari. Apalagi target-target gerakan mereka sudah mengarah pada gerakan politik praktis untuk memperoleh posisi dan kedudukan dalam kekuasaan. Menurutnya, kekuasaan merupakan inti target dari gerakan mereka untuk memudahkan melakukan perbaikan masyarakat atau dakwah. Berbagai arus pemikiran yang terjadi pada diri umat Islam merupakan respons terhadap modernisasi yang begitu masif. Dalam konteks ke-Indonesia-an hari ini, politik Islam mestilah bisa ditampilkan dengan semangat Islam yang menzaman, cerdas, lugas dan berpihak pada upaya tegaknya nilai-nilai keadilan sosial. Setiap pemikiran politik Islam akan diuji oleh kontekstualisasi di mana pemikiran politik Islam itu hidup.Kata kunci: Radikalisme, Islam, garis keras, politik
Distribusi Dana Produk Koperasi Syariah Antara Koperasi Kospin Jasa Syariah, KSPPS Tumang dan KSPPS E-Mas Nandang Ihwanudin
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol 2, No 2 (2020): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPertumbuhan koperasi dengan prinsip syariah berkembang pesat. Berkembangya koperasi Syariah dengan aset ratusan milyar rupiah seperti BMT Tumang, bahkan triliunan rupiah seperti Koperasi KOSPIN Jasa, banyak masyarakat yang peduli ekonomi syariah berkeinginan membantu sesama dengan berinisiatif mendirikan lembaga ekonomi umat seperti dengan lahirnya KSPPS E-MAS. Arikel ini meneliti perbandingan mengenai produk-produk penyaluran dana berupa pinjaman dan pembiayaan di Koperasi KOSPIN Jasa Syariah, KSPPS Tumang dan KSPPS E-MAS. Dengan menggunakan studi komparatif melalui studi kepustakaan dan wawancara ditemukan bahwa pertama, ada persamaan di ketiga koperasi tersebut dalam menerapkan akad murabahah dan musyarakah sebagai akad tijari dan wakalah sebagai akad pendamping akad lainnya; kedua, terdapat perbedaan pada: a) koperasi BMT Tumang dan KSPPS E-MAS sama-sama menyalurkan akad Qardul Hasan, sedangkan Koperasi Kospin Jasa Syariah yang mengimplementasikan akad tersebut; dan b) Kospin Jasa Syariah dan BMT Tumang menggunakan akad ijarah, sedangkan KSPPS E-MAS menggunan akad istishna dan kafalah. Kata Kunci: Distribusi Dana, Koperasi Syariah, KSPPS E-MAS
Islamic Education Monitoring and Evaluation Management at Al Amanah Junior High School, Cileunyi During Covid 19 Pandemic Mohamad Erihadiana; R. Rofiani; Harkit Rahmawati; Ade Een Khaeruniah
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol 3, No 1 (2021): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study intends to analyze the management of supervision and evaluation of education at Al Amanah junior high school Cileunyi during the Covid 19 pandemic. Through a naturalistic qualitative approach, i.e.  research conducted by examining problems that are naturally occurring at Al Amanah junior high school  Cileunyi, then obtained data showing distance learning process implemented by the school during the Covid 19 pandemic. The process of collecting data via whatsapp and telephone calls,. The results of the study indicate that the management of supervision and evaluation of the implementation of the local content curriculum during the Covid 19 pandemic has not been carried out programmatically. This fact shows that there are problems in terms of management, supervision and evaluation, i.e. the process of observing and measuring the operational activities of the Islamic local content curriculum and the results achieved, compared to the education standards that have been set. This also shows that the supervision process by the supervisors has not been maximized, especially the supervisors from the Ministry of Religion. Another finding from this study is that the management of supervision and evaluation by school leaders during the Covid 19 pandemic has not been implemented to organize Islamic local content learning while students study at home.Keywords: Covid 19, Evaluation, Management, Islamic Local Content, Supervision AbstrakPenelitian ini bermaksud menganalisis manajemen pengawasan dan evaluasi pendidikan di SMP Al Amanah Cileunyi pada masa pandemi Covid 19. Melalui pendekatan kualitatif naturalistik, yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengkaji permasalahan yang secara natural tengah terjadi di SMP Al Amanah Cileunyi, maka diperoleh data-data yang menunjukkan proses pembelajaran jarak jauh yang diberlakukan sekolah selama masa pandemi Covid 19. Proses pengumpulan data melalui whatsapp dan Panggilan telpon,. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum muatan lokal selama masa pandemi Covid 19 belum dilaksanakan secara terprogram. Kenyataan tersebut menunjukkan adanya persoalan dalam hal manajemen pengawasan dan evaluasi, yaitu belum berjalannya proses pengamatan dan  pengukuran terhadap operasional kurikulum muatan lokal islami dan hasil dicapai, dibandingkan dengan standar Pendidikan yang telah ditetapkan.  Hal tersebut juga menunjukkan belum maksimalnya proses supervisi oleh Pengawas, khususnya Pengawas dari Kementerian Agama. Temuan lain dari penelitian ini adalah belum berjalannya manajemen pengawasan dan evaluasi oleh pimpinan sekolah selama masa pandemi Covid 19 yang dibuat untuk menyelenggarakan pembelajaran muatan lokal islami selama peserta didik belajar di rumah.Kata Kunci: Covid 19,  Evaluasi, Manajemen, Muatan Lokal Islami, Supervisi 
Regulasi Zakat dan Pranata Sosial Dalam Upaya Pengentasan Masalah Kemiskinan Muhamad Taufik; Shindu Irwansyah
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol 2, No 2 (2020): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakHampir setiap menjelang Idul Fitri, ribuan orang berdesak-desakan sampai beberapa orang pingsan untuk berebut zakat mal dari seorang pengusaha dan atau pejabat publik. Warga miskin mempertaruhkan jiwanya untuk mendapatkan sedikit uang (antara 10 ribu sampai 25 ribu rupiah). Pembagian zakat secara langsung ini karena muzaki merasa lebih tepat sasaran atau kurang percaya dengan akuntabilitas lembaga-lembaga pengelola zakat. Dalam ekonomi kontemporer, zakat memiliki dampak distributional untuk mengurangi kesenjangan pendapatan antara golongan kaya dan miskin. Zakat juga dapat menstimulasi tuntutan ekonomi kaum miskin dengan meningkatkan output dan lapangan pekerjaan. Jadi, apabila zakat ditunaikan sesuai syariat, kemiskinan dapat dihilangkan dengan mengurangi umat muslim yang miskin. Umat muslim juga dianjurkan berinfak, seperti pendirian institusi wakaf. Institusi wakaf dapat dimodifikasi untuk mempromosikan kemajuan umat Islam dan meningkatkan kemampuan mereka untuk menghadapi tantangan globalisasi ekonomi. Pengentasan kemiskinan menuntut umat Islam melakukan transformasi radikal yang mencakup bangunan berkapasitas lengkap, komitmen kerjasama, political will pemerintah, serta regulasi dan implementasi prinsip-prinsip keadilan dalam Islam. Kata kunci: Zakat mal, lembaga pengelola zakat
Radix of Prophetic Communicology: Ethical Perspective of the Qur'an Asep Saeful Muhtadi
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol 3, No 1 (2021): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Communication ethics has a signal footing (cue) in the ethical concepts of the Qur'an. These cues show instructions on how to build smarter and more civilized communication ethics which are more popularly called "prophetic communication". This article tries to find the argumentative radix of prophetic communication ethics in the Islamic tradition, especially the Qur'an and the Sunnah of the prophet. Text analysis and historical context are used as approaches and methods in exploring cues related to prophetic communication from Islamic tradition sources. The results show that prophetic communication cues get a foothold in the tradition of Islamic texts that can improve communication theories that develop in the West which are more oriented towards communication humanism by denying ethical and moral values which are also the natural basis of humans (sunnatullah). Several ethical concepts, such as qaul with its various conditional attributes, are revealed as evidence of these ethical cues through an interpretive approach. Likewise, its history is revealed in various forms and roles, including the role and involvement of God as an element of communicators (communicators).Keywords: prophetic communication, Qur'an ethics, qaul, and sunnah (tradition) AbstrakEtika komunikasi memiliki pijakan signal (isyarat) dalam konsep-konsep etik Qur’an. Isyarat tersebut menunjukan adanya petunjuk bagaimana membangun etika komunikasi yang lebih smart dan beradab yang lebih populer disebut ”komunikasi profetik”. Artikel ini mencoba mencari akar argumentatif etika komunikasi profetik dalam tradisi Islam, terutama Qur’an dan Sunah nabi. Analisis teks dan konteks historis digunakan sebagai pendekatan dan metode dalam menggali isyarat-isyarat terkait komunikasi profetik dari sumber-sumber tradisi Islam. Hasilnya menunjukan bahwa isyarat komunikasi profetik mendapat pijakan dalam tradisi teks Islam yang dapat memperbaiki teori-teori komunikasi yang berkembang di Barat yang lebih berorientasi pada humanisme komunikasi dengan menafikan nilai-nilai etik dan moral yang juga menjadi landasan natural manusia (sunnatullah). Beberapa konsep etik, seperti qaul dengan ragam atribut kondisionalnya diungkap sebagai bukti isyarat-isyarat etik tersebut melalui pendekatan tafsir. Begitu juga historisnya diungkap dalam ragam bentuk dan peran, termasuk peran dan keterlibatan Tuhan sebagai elemen pelaku komunikasi (komunikator).Kata kunci: Komunikasi Profetik, etik qur’an, qaul, dan Sunnah (tradisi).
Memorizing Al-Qur'an as Santri’s Spiritual Character of Street Children Islamic Boarding School Attamur Bandung Regency Boy Arief Rochman; Siti Rosmayati; Arman Maulana; Ali Mu'min Budiman; Ayit Irfani
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol 3, No 1 (2021): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In principle, qualitative data analysis was carried out simultaneously with the data collection process. The process of collecting data could be done in qualitative research through observation and documentation. The analysis techniques used include data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verification. Conclusions that 1) Islam recommends for its adherents to seek knowledge, because with knowledge we can distinguish between truth and falsehood, between virtue and evil, between wrong and right, between guidance and misguidance, between good and bad, between beneficial and evil. which is harmful. And knowledge is to the human mind like light to the eye, without which the eye becomes blind. 2) Knowledge that is obligatory for every Muslim to know is the knowledge of religion. Regarding revelation in accordance with what is in the book of Allah and the sunnah of His Messenger and with the teachings of aqidah and sharia. One of the places to gain religious knowledge is in places of study such as in mosques, madrasah, Islamic boarding schools, or at house.Keywords: Education, Memorizing the Qur'an, Spiritual Character. AbstrakPada prinsipnya analisis data kulitatif dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data. Proses pengumpulan data dapat dilakukan dalam penelitian kualitatif melalui observasi dan dokumentasi. Teknik analisis dilakukan dengan digunakan mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Kesimpulan bahwa 1) Islam menganjurkan bagi para penganutnya mencari ilmu, karena dengan ilmulah kita dapat membedakan antara haq dan bathil, antara kebajikan dan kejahatan, antara yang salah dari pada yang benar, antara hidayah dan sesat, antara baik dan jelek, antara yang bermanfaat dan yang mudharat. Dan ilmu itu bagi akal manusia umpama cahaya bagi mata, yang tanpa cahaya itu mata menjadi buta. 2) Ilmu yang wajib bagi setiap muslim mengetahuinya adalah ilmu mengenai keagamaan. Tentang wahyu sesuai dengan apa yang ada dalam kitab Allah dan sunnah Rasulnya dan dengan ajaran aqidah dan syariat. Salah satu tempat untuk menimba ilmu keagamaan adalah di tempat pengajian-pengajian seperti di masjid, madrasah, pesantren, atau di rumah.Kata kunci: Pendidikan, Menghafal Al-Qur’an, Karakter Spiritual.
Belajar Al-Quran Kapan Saja, Dimana Saja: Kampanye Platform QuranCall PPPA Darul Quran melalui Instagram @qurancall Moch Fakhruroji
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol 2, No 2 (2020): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the era of the internet and social media, reading the Quran is no longer a specific activity that must be bound by a certain time and place. This article describes the Instagram-based campaign efforts carried out by PPPA Darul Quran as a pesantren that focuses on the study of the Quran. Using the virtual ethnography method, this research shows how the @qurancall account has become a strategic campaign media aimed at the increasingly literate social media community. In general, the contents of @qurancall not only promote learning and memorizing the Quran anytime and anywhere, but also there are some messages of wisdom that can inspire its followers. Furthermore, this account also has a pragmatic function as a channel to promote PPPA Darul Quran as an institution for studying the Quran in Indonesia. Keywords: Tahfidz Al-Quran, PPPA Darul Quran, social media, Instagram @qurancall AbstrakDi era kedigdayaan internet dan media sosial, aktivitas membaca Al-Quran tidak lagi menjadi aktivitas spesifik yang harus terikat waktu dan tempat tertentu. Artikel ini mendeskripsikan tentang upaya kampanye berbasis media sosial Instagram yang dilakukan oleh PPPA Darul Quran sebagai pesantren yang berfokus pada kajian Al-Quran. Dengan menggunakan metode etnografi virtual, penelitian ini menunjukkan bagaimana akun @qurancall telah menjadi media kampanye strategis yang memang ditujukan pada masyarakat semakin melek media sosial. Secara umum, konten dalam @qurancall tidak hanya mempromosikan untuk belajar dan menghapal Al-Quran kapan saja dan dimana saja, tetapi juga terdapat beberapa pesan-pesan hikmah yang dapat menginspirasi para follower-nya. Lebih jauh, akun ini juga memiliki fungsi pragmatis sebagai salah satu saluran untuk mempromosikan PPPA Darul Quran sebagai institusi kajian Al-Quran di Indonesia. Kata kunci: Tahfidz Al-Quran, PPPA Darul Quran, media sosial, Instagram @qurancall
Analysis of Islamic Religious Education Curriculum at Integrated Islamic Junior High School (SMP IT) Bina Mulya Ngamprah Bandung Barat Nur Hidayat; Suhana Suhana; Uus Ruswandi; Bambang Samsul Arifin
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol 3, No 1 (2021): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the objectives of the Islamic Religious Education curriculum, the contents of the Islamic Religious Education curriculum, the Islamic Religious Education curriculum materials, and to find out the model for the implementation of the Islamic Religious Education curriculum at SMP IT Bina Mulya Ngamprah West Bandung. This type of research was qualitative research. While the data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation studies. The results of this study indicate that the goal of the PAI curriculum at SMP IT Bina Mulya is to foster faith through giving examples, fertilizing, and developing knowledge, appreciation, practice, habituation, and the experience of students about the religion of Islam. While the contents of the Islamic Religious Education curriculum structure at SMP IT Bina Mulya is an integration of the national PAI curriculum and the uniqueness of the Integrated Islamic School, i.e. the serial PAI module material (Aqidah, Tafsir, Hadith, Fiqh, Siroh, Adab and Tsaqofah). Quantum Learning, modeling systems, riyadhah systems, Outdoor Natural Learning, various learning strategies, and varied learning methods. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tujuan kurikulum Pendidikan Agama Islam, isi kurikulum Pendidikan Agama Islam, materi kurikulum Pendidikan Agama Islam, serta mengetahui model penyelenggaraan kurikulum Pendidikan Agama Islam di SMP IT Bina Mulya Ngamprah Bandung Barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tujuan kurikulum PAI di SMP IT Bina Mulya adalah menumbuh kembangkan keimanan melalui pemberian ketauladanan, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam. Sedangkan Isi struktur kurikulum Pendidikan Agama Islam di SMP IT Bina Mulya  merupakan integrasi kurikukulum PAI nasional dan Kekhasan Sekolah Islam Terpadu yaitu dengan serial materi modul PAI ((Aqidah, Tafsir, Hadits, Fiqih, Siroh, Adab dan Tsaqofah). Sementara model pembelajaran menggunakan sistem pembelajaran Quantum Learning, sistem modeling, sistem riyadhah, Pembelajaran OutdoorAlam, Strategi Pembelajaran yang beragam, serta metode pembelajaran yang bervariasi.Kata Kunci:: Model, Kurikulum, Pendidikan Agama Islam, Sekolah Islam Terpadu. Keywords: Model, Curriculum, Islamic Religious Education, Integrated Islamic School
Living al-Qur’an dan Hadis: Pendekatan Filsafat Pragmatisme Charles Sanders Peirce Akhmad Sulaiman; Eri Nur Shofi’i
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol 2, No 2 (2020): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to describe the relevant theories of Charles Sanders Peirce's pragmatism philosophy and explain how these theories work in the research of the living Qur'an and hadith. It is encouraged by the lack of this research on aspects of philosophy. The significance of the theories is that the research, besides focusing on the rituals or traditions in a particular community, also focuses on the belief. The position of the agent in this research becomes very significant because the social phenomena that are the object of the research are manifestations of his subjective interpretations. It is the advantage of these theories compared to the applied sociological and anthropological theories. Peirce's pragmatism philosophy directs researchers to target the belief aspect as well as the practical aspect of research with the sociology and anthropology approach. The belief includes how subjects believe what they practice and how the belief is constructed. At this point, Peirce's pragmatism philosophy notice how the agent interprets texts subjectively to produce traditions in society. The ritual changes is also a research concern because it is part of the dynamics of pragmatic meaning. Keywords: Pragmatism Philosophy, Peirce, Living al-Qur’an and Hadith. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan teori-teori relevan dari filsafat pragmatisme Charles Sanders Peirce (1839-1914) dan menjelaskan bagaimana teori-teori ini bekerja dalam penelitian living al-Qur’an dan hadis. Ini didorong oleh kekurangan penelitian ini pada aspek filsafat. Signifikansi filsafat pragmatisme Peirce adalah bahwa penelitian, selain fokus pada sisi ritual-ritual atau tradisi-tradisi dalam komunitas tertentu, juga fokus pada keyakinan. Kedudukan agen dalam penelitian ini menjadi sangat signifikan karena fenomena sosial yang menjadi objek penelitian merupakan manifestasi dari interpretasi subjektifnya. Ini merupakan kelebihan dari filsafat pragmatisme dibanding teori-teori sosiologi dan antropologi yang telah diterapkan. Keyakinan meliputi bagaimana subjek-subjek meyakini apa yang mereka kerjakan dan bagaimana terbentuknya keyakinan tersebut. Pada titik ini, filsafat pragmatisme Peirce memperhatikan bagaimana agen memaknai teks secara subjektif untuk menghasilkan tradisi-tradisi di dalam masyarakat. Perubahan-perubahan ritual juga menjadi perhatian penelitian kerena itu merupakan bagian dari dinamika makna pragmatis. Kata Kunci: Filsafat Pragmatisme, Peirce, Living al-Qur’an dan Hadis.
Islamic Education Financing Management Model Agus Samsudin; Iwan Sanusi; Jannatun Firdaus
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol 3, No 1 (2021): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Financing is one of the important elements in educational institutions. One indicator of a good school is the high cost, but the complexity of financing in educational institutions is one of the factors inhibiting the quality and progress of these educational institutions, therefore there needs to be efforts and models in managing financing in educational units towards achieving the vision and mission of educational institutions, especially institutions. Islamic education. The method used in the implementation of this study was a descriptive analysis method with a qualitative approach. With data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The results of the study illustrate, in planning for financing management through annual work meetings that are integrated with the Madrasah Activity Plan and Budget (RKAM) in accordance with technical guidelines (technical instructions) for the use of BOS funds. In the process of developing the RKAM, the madrasah holds a meeting of the foundation leadership, headmaster, educators, education staff and programmed madrasah committees. In its implementation, it refers to the madrasah program according to its time schedule. In the evaluation of financing, madrasah makes an accountability report book (LPJ), programs that have not been realized and are considered important will be resubmitted to the next program, programs that have been implemented if deemed important will continue to be budgeted for in the next program based on good and periodic control.Keywords: Management Model, Financing, Islamic Education AbstrakPembiayaan salah satu unsur penting dalam lembaga pendidikan. Salah satu indikator sekolah bagus biayanya tinggi, namun kompleksnya pembiayaan di lembaga pendidikan menjadikan salah satu faktor penghambat kualitas dan kemajuan lembaga pendidikan tersebut, oleh karena itu perlu ada upaya dan model dalam mengelola pembiayaan di satuan pendidikan menuju tercapai visi dan misi lembaga pendidikan, terkhusus lembaga pendidikan Islam. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan jenis pendekatan kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menggambarkan, dalam melakukan perencanaan terhadap manajemen pembiayaan melalui rapat kerja tahunan yang terintegrasi dengan Rancangan Kegiatan dan Anggaran Madrasah (RKAM) sesuai dengan juknis (petunjuk teknis) penggunaan dana BOS. Dalam proses pengembangan RKAM, madrasah mengadakan rapat pimpinan yayasan, kepala madrasah, pendidik, tenaga kependidikan dan komite madrasah yang terprogram. Dalam pelaksanaanya, mengacu pada program madrasah sesuai time schedule-nya. Dalam evaluasi pembiayaan, madrasah membuat buku laporan pertangungjawaban (LPJ), program yang belum terealisasi dan dianggap penting nantinya akan diajukan ulang pada program berikutnya, program yang sudah terlaksanakan jika dianggap penting maka akan terus dianggarkan pada program berikutnya berdasarkan kontrol yang baik dan berkala.Kata Kunci: Model Manajeman, Pembiayaan, Pendidikan Islam

Page 3 of 12 | Total Record : 115