cover
Contact Name
Fatardho Zudri
Contact Email
fatardho@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.agronomi@yahoo.com
Editorial Address
Jl. Meranti, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
ISSN : 20852916     EISSN : 23373652     DOI : -
Aims and Scope Aims Indonesian of Journal Agronomy (Jurnal Agronomi Indonesia), the official journal of the Indonesian Society for Agronomy, publishes primary research paper, review article, policy analysis and research notes and preliminary results in all areas of agronomy. Manuscripts could be written either in English or in Indonesia. Scope Indonesian of Journal Agronomy (Jurnal Agronomi Indonesia) covers agronomy in broad sense including plant production, genetic and plant breeding, plant physiology, plant ecology, plant biotechnology, modeling, seed science and technology and weeds science on food, horticulture, plantation, and forage crops.
Articles 971 Documents
Perbanyakan Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Menggunakan Sistem Fotoautotrofik dengan Berbagai Konsentrasi Gula dan Jumlah Ventilasi Arifah Rahayu; Inda Hidayati Rachmani; Sulassih
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 2 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.981 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i2.35576

Abstract

Nilam (Pogostemon cablin Benth.) merupakan tanaman perkebunan penghasil minyak atsiri. Perbanyakan nilam secara in vitro dilakukan sebagai upaya memenuhi permintaan pasar. Penggunaan sistem fotoautotrofik pada kultur in vitro dilakukan melalui pengaturan konsentrasi gula dan jumlah ventilasi untuk mendapatkan pertumbuhan bibit terbaik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai September 2020. Bahan tanaman yang digunakan berupa planlet steril nilam varietas Tapak Tuan koleksi BALITTRO. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan kelompok Lengkap Teracak dengan dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi gula (10, 20, dan 30 g L-1) dan faktor kedua adalah jumlah ventilasi (0, 2, dan 4 lubang). Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara perlakuan konsentrasi gula dan jumlah ventilasi berpengaruh terhadap jumlah eksplan berkalus dan jumlah daun tanaman nilam. Hasil terbaik dalam multiplikasi tanaman nilam menggunakan media penambahan 20 g L-1 gula tanpa ventilasi yang meningkatkan jumlah daun sebanyak 9-61% dan jumlah buku sebanyak 20% pada 6 MSP dibandingkan perlakuan lainnya. Pemberian ventilasi 2 lubang meningkatkan jumlah akar 10-20%, jumlah dan kerapatan stomata 28-57% pada 6 MSP dibandingkan perlakuan lainnya. Peningkatan jumlah akar, jumlah dan kerapatan stomata pada eksplan yang tumbuh dalam sistem fotoautotrofik secara in vitro menunjukkan kemampuan untuk mengintegrasikan lingkungan dan diduga lebih mampu bertahan pada aklimatisasi untuk produksi bibit. Kata kunci: aklimatisasi, fotosintesis, in vitro, pengakaran, stomata
Uji Ketahanan Penyakit Layu Bakteri Secara In Vitro dan Uji Daya Hasil Genotipe Kentang IPB Rahmawati, Rika Sri; Syukur, Muhamad; Maharijaya, Awang
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 2 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.512 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i2.35639

Abstract

Konsumsi kentang di Indonesia terus meningkat namun belum sepenuhnya diperoleh dari dalam negeri. Hal ini disebabkan produktivitas kentang nasional masih rendah akibat kultivar impor yang tidak adaptif. Perakitan kultivar yang berpotensi hasil tinggi dan tahan penyakit layu bakteri merupakan upaya untuk meningkatkan produksi kentang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketahanan penyakit layu bakteri secara in vitro dan potensi hasil genotipe kentang IPB. Penelitian dilakukan di laboratorium Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) IPB untuk uji ketahanan penyakit dan di lahan pertanaman kentang milik petani di Pangalengan, Kabupaten Bandung untuk uji daya hasil pada bulan Januari sampai Juni 2018. Sebanyak tujuh genotipe uji yang terdiri dari terdiri dari PKHT 4, PKHT 6, PKHT 9, PKHT 10, PKHT 12, Intan, dan Medians, serta dua pembanding yaitu Atlantik dan Granola digunakan dalam penelitian ini. Uji ketahanan penyakit layu menggunakan metode in vitro dengan cara menginokulasi plantlet dengan metode gunting pucuk dilanjutkan dengan mengamati periode inkubasi, tingkat kejadian penyakit dan derajat ketahanan. Adapun uji daya hasil dilakukan dengan cara membandingkan pertumbuhan tanaman dan produksi umbi di lapangan. Hasil uji ketahanan menunjukkan genotipe PKHT 4 dan PKHT 9 mempunyai tingkat ketahanan, yaitu agak tahan, yang lebih baik dibandingkan Atlantik dan Granola sebagai kultivar pembanding. Uji daya hasil menunjukkan terdapat dua genotipe yang memiliki potensi hasil tinggi yaitu PKHT 6 (38.91 ton ha-1) PKHT 10 (28.75 ton ha-1) yang melebihi Atlantik dan Granola sebagai pembanding. Kata kunci: kultivar, produktivitas, Ralstonia solanacearum, seleksi in vitro, Solanum tuberosum
Seleksi dan Evaluasi Mutu Beras Padi Gogo Adaptif Lahan Kering Masam Yullianida; Lestari, Angelita Puji; Hermanasari, Rini; Hairmansis, Aris
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 2 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.858 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i2.35749

Abstract

Improvement upland rice lines are faced with the diversity of physical and ecobiological characteristics of dry land, including acidic-dry land. An alternative approach to optimize upland rice cultivation in acidic-dry land is the selection of adaptive varieties. The aim of this experiment was to obtain lines that have superior performance and yield on acidic-dry land, as well as good rice quality. A total of 36 lines of upland rice, including four check varieties, were selected at Tamanbogo, Lampung on rainy season (November 2017-March 2018). The genetic parameters estimation showed that flowering age, harvest age, weight of 1,000 grains and yield can be used as selection criteria. Based on these selection criteria, four lines were selected, namely B15231-MR-10-1, B15053F-PWR-2, B14908C-MR-1-25-1-3 and B15344B-TB-34. These lines had grain yields that were not significantly different from the best check variety Inpago 8 (3.84 ton ha-1), average resistant to leaf blast (score 1), highly resistant to neck blast (score 0), and moderately tolerant of Al. Additionally, these lines had medium grain with small-medium chalkiness (MMS-LMM), amylose content between 20-23% with soft-medium rice texture. One selected line, namely B15344B-TB-34, was identified as a red-pericarp rice. Keywords: aluminum toxicity, blast disease, drought, grain quality, selection criteria
Respon Pertumbuhan dan Produktivitas Dua Varietas Padi (Oryza sativa L.) pada Sistem Tanam Mekanis dan Manual Ardiansyah, Rizki; Jaya, Rachman; Asis
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 2 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.143 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i2.35918

Abstract

Teknik budidaya tanaman menggunakan mekanisasi pertanian (mesin tanam rice transplanter) dan varietas berumur genjah dan produksi tinggi dapat meningkatkan produktivitas tanaman dan pendapatan petani. Penerapan rice transpanter jajar legowo dapat meningkatkan produktivitas tanaman padi dan menghemat biaya penanaman melalui peningkatan populasi tanaman pengurangan jumlah tenaga kerja dan percepatan waktu tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produktivitas varietas Inpari 32 dan Inpari 42 dengan teknik penanaman berbeda di lahan irigasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juli 2019 di Desa Aneuk Glee, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan dua faktor dan empat ulangan. Faktor pertama yaitu varietas yang terdiri dari Inpari 32 (V1), Inpari 42 (V2), dan faktor kedua yaitu teknik penanaman yang terdiri dari mesin rice transplanter jarwo (T1), mesin rice transplanter tegel (T2) dan manual (T3). Varietas dan teknik penanaman tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman, tetapi varietas memiliki pengaruh signifikan terhadap rata-rata jumlah anakan, jumlah malai, dan produktivitas tanaman, dengan varietas Inpari 32 menunjukkan hasil terbaik. Faktor teknik penanaman tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Kata kunci: jajar legowo, jarak tanam, mekanisasi, tegel, transplanter
Dampak Cuaca Ekstrim terhadap Kehampaan Genotipe Padi: Pengantar Manajemen Produksi Berbasis Iklim Purwono; Dulbari; Santosa, Edi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 2 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.216 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i2.35933

Abstract

Kajian kehampaan gabah pada berbagai varietas padi dikaitkan dengan deraan angin dan curah hujan tinggi masih jarang dilakukan di Indonesia. Penelitian bertujuan mengevaluasi tingkat kehampaan beberapa genotipe padi pada perlakuan angin dan hujan selama masa generatif. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan IPB Leuwikopo, Bogor, Indonesia pada Oktober 2017-Januari 2018 menggunakan pot ember ukuran 13.9 L. Genotipe Ciapus, Fatmawati, HIPA 6, Inpari 10, dan Way Apo Buru (WAB) pada fase generatif didera angin kecepatan 10-40 km jam-1 pukul 07.00-17.00 WIB, hujan pukul 07.00-12.00 WIB, dan hujan pukul 07.00-17.00 WIB selama dua minggu. Perlakuan angin dan hujan meningkatkan jumlah gabah hampa, dengan tingkat kehampaan malai tergantung genotipe. Tanaman memperoleh perlakuan hujan pukul 07.00-17.00 memiliki persen gabah hampa lebih besar dari hujan pukul 07.00-12.00 khususnya pada genotipe WAB. Kehampaan malai pada genotipe WAB sensitif terhadap curah hujan, dan Ciapus, HIPA 6 dan Inpari 10 sensitif terhadap angin. Fatmawati relatif lebih tahan deraan angin dan hujan dibandingkan genotipe lain. Penelitian menunjukkan perlunya memilih genotipe untuk mengurangi dampak deraan angin dan curah hujan selama masa generatif. Kata kunci: adaptasi perubahan iklim, angin kencang, hujan, Oryza sativa, smart climate
Keragaan Agronomi Cabai Keriting (Capsicum annuum L.) IPB di Lahan Pasang Surut Sumatera Selatan Evriani Mareza; Karlin Agustina; Yursida; Muhamad Syukur
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 2 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.997 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i2.36005

Abstract

Penggunaan cabai keriting sebagai bahan makanan terus meningkat. Dibutuhkan peningkatan produksi melalui penggunaan varietas unggul dengan memanfaatkan lahan pasang surut yang banyak terdapat di Sumatera Selatan. Penelitian bertujuan mendapatkan genotipe cabai keriting IPB yang memiliki keragaan agronomi yang unggul dan berpotensi untuk dikembangkan di lahan pasang surut Sumatera Selatan. Penelitian dilaksanakan bulan Juli 2020 sampai Januari 2021 di lahan pasang surut sulfat masam potensial dengan luapan tipe C menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Genotipe yang diuji adalah enam cabai keriting IPB F10-120005-141-16-35-3-2B, F10-120005-141-16-35-1-4-3B, F10-120005-141-16-35-7-1-3B, F10-120005-241-2-9-4-4-1-1B, F10-120005-120-7-1-7-8-1-2B, F11-0005-9-6, dan empat genotipe pembanding SSP, Laris, Caman, F1-PM999. Data dianalisis ragam dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur. Hubungan antar peubah dianalisis korelasi Pearson. Genotipe uji F10-120005-120-7-1-7-8-1-2B memiliki batang tinggi dan menghasilan bobot per buah lebih tinggi dari genotipe pembanding, karena didukung oleh tebal daging buah tertinggi, buah yang panjang, dan diameter buah terbesar. Genotipe IPB F10-120005-141-16-35-1-4-3B, F10-120005-141-16-35-7-1-3B, F10-120005-241-2-9-4-4-1-1B, F10-120005-120-7-1-7-8-1-2B berpotensi untuk dikembangkan sebagai varietas unggul di lahan pasang surut sulfat masam potensial Sumatera Selatan, dengan produktivitas 11.38 ton ha-1 sampai 12.92 ton ha-1. Genotipe cabai keriting mempunyai kemampuan tumbuh yang berbeda di lahan pasang surut, tergantung kemampuannya beradaptasi dengan lingkungan tumbuh sesuai dengan sifat genetik yang dimiliki. Kata kunci: genotipe adaptif, genotipe pembanding, genotipe uji, lahan suboptimal
Seleksi 16 Galur Harapan Cabai Rawit (Capsicum annuum L.) untuk Toleransi terhadap Salinitas Musadia Afa; Mustafa, Marlina; Yolanda Fitria Syahri; Juniaty Arruan Bulawan; Musdalifa
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 2 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.671 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i2.36030

Abstract

Pemanfaatan lahan salin untuk pengembangan cabai rawit dapat dilakukan dengan menyeleksi varietas yang toleran sehingga pertumbuhan dan produksinya tetap baik meskipun ditanam pada lahan tercekam. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kriteria seleksi toleran cabai rawit terhadap salinitas dan menyeleksi galur harapan cabai rawit yang toleran berdasarkan karakter morfologi dan komponen produksi. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara dari November 2020 hingga Mei 2021. Penelitian dilaksanakan pada lahan salin dekat pantai dengan rata-rata hasil analisis daya hantar listrik (DHL) 6.66 dS m-1. Penelitian menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak dengan 22 galur elit cabai rawit yang diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter yang potensial untuk dijadikan kriteria seleksi toleran salinitas pada cabai rawit adalah tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, dan panjang buah karena menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap bobot buah per tanaman dan memiliki nilai heritabilitas arti luas yang tinggi, masing-masing 81.53%, 94.75%, 95.05%, 87.45%. Berdasarkan karakter tersebut, galur yang terpilih sebagai calon varietas toleran adalah G17. Galur ini dapat direkomendasikan untuk pengembangan cabai rawit di lahan salin. Kata kunci: heritabilitas, korelasi, kriteria seleksi, lahan salin, produksi
Pengembangan Kriteria Seleksi Cabai (Capsicum annuum L.) di Lahan Gambut Provinsi Riau Deviona; Yunandra; Wardati; Mulyani
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 2 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.55 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i2.36035

Abstract

Pengembangan varietas cabai toleran lahan gambut merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produksi cabai di lahan gambut yang cukup luas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kriteria seleksi cabai toleran lahan gambut. Penelitian dilaksanakan di KP Rimbo Panjang, Fakultas Pertanian UNRI pada bulan November 2020 hingga Maret 2021. Penelitian menggunakan 20 genotipe cabai meliputi sembilan cabai besar, enam cabai keriting, dan lima cabai rawit. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perbedaan genotipe berpengaruh nyata terhadap semua karakter kuantitatif yang diamati kecuali umur panen dan diameter batang. Tinggi tanaman, lebar tajuk, tinggi dikotomus, diameter buah, panjang buah, bobot buah, tebal daging buah, umur berbunga, jumlah buah, dan bobot buah per tanaman memiliki nilai heritabilitas tinggi. Hasil analisis lintas menunjukkan bahwa ketebalan daging buah, bobot buah, panjang buah, dan diameter buah berpengaruh langsung terhadap bobot buah per tanaman. Karakteristik diameter buah, panjang buah dan bobot buah secara tidak langsung mempengaruhi bobot buah per tanaman melalui karakteristik daging buah. Karakter yang dapat digunakan sebagai kriteria seleksi cabai toleran lahan gambut adalah ketebalan daging buah (0.71), bobot buah (0.80) dan panjang buah (0.74). Kata kunci: heritabilitas, karakter kuantitatif, korelasi, sidik lintas
Kualitas Benih Berdasarkan Warna Kulit dan Bagian Buah, serta Kualitas Bibit Srikaya dengan Pemberian PGPR dan CaCO3 Riski Meliya Ningsih; Widajati, Eny; Endah Retno Palupi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 2 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1036.146 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i2.36381

Abstract

Benih srikaya yang bermutu sangat diperlukan untuk mendukung pengembangan bibit tanaman srikaya. Penelitian ini bertujuan menentukan tingkat kemasakan dan posisi benih dalam buah yang tepat guna mendapatkan benih bermutu dan mendapatkan perlakuan terbaik untuk meningkatkan performa bibit melalui penggunaan rizobakteri dan CaCO3. Percobaan pertama menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor dengan faktor pertama adalah warna kulit buah dan faktor kedua adalah posisi benih dalam buah. Percobaan kedua menggunakan RAL dengan rizobakteri, CaCO3, dan kombinasi keduanya sebagai faktor tunggal. Waktu hitungan pertama pengamatan daya berkecambah pada 36 hari setelah tanam (HST) dan hitungan akhir pada 56 HST. Kualitas benih terbaik diperoleh dari warna kulit buah kuning berdasarkan bobot kering benih, daya berkecambah, indeks vigor, bobot kering kecambah normal, dan kecepatan tumbuh benih. Vigor tumbuh benih tertinggi diperoleh dari buah dengan warna kulit kuning dari bagian ujung dan pangkal buah. Perlakuan CaCO3 mempengaruhi pemanjangan akar, lebar daun, diameter batang, dan panjang daun. Aplikasi CaCO3 memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan bibit diikuti dengan perlakuan Pseudomonas + Actimomycetes + CaCO3. Kata kunci: Annona squamosa, batang bawah, hitungan akhir, indeks vigor, rizobakteri
Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Padi (Oryza sativa L.) pada Berbagai Interval Irigasi Herdiyanti, Heni; Eko Sulistyono; Purwono
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 2 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.988 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i2.36558

Abstract

Peningkatan produksi padi pada saat musim kemarau dapat dilakukan melalui manajemen pengairan dan penggunaan varietas efisien pengunaan air. Penelitian bertujuan untuk membandingkan pertumbuhan dan produksi enam varietas padi terhadap interval irigasi yang berbeda dan mendapatkan nilai efisiensi pemakaian air irigasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni - November 2019 di lahan sawah petani Kabupaten Indramayu, mengunakan rancangan petak terbagi. Faktor pertama sebagai petak utama adalah 4 interval irigasi yaitu A= kontrol (irigasi terus menerus), B = interval 4 hari, C = interval 8 hari dan D = interval 12 hari, serta faktor kedua sebagai anak petak yaitu 6 varietas padi yaitu V1 = Ciherang, V2 = Mekongga, V3 = INPARI 32, V4 = IPB 3S, V5 = INPAGO 11 dan V6 = Situ Bagendit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan hasil dipengaruhi oleh interval pemberian air dan varietas. Interval pemberian air yang lebih lama menurunkan pertumbuhan dan hasil yang semakin besar. Varietas IPB 3S memiliki efisiensi pemakaian air irigasi tertinggi dan INPAGO 11 memiliki efisiensi terendah. Interval irigasi terbaik untuk seluruh varietas adalah interval 8 hari, atau irigasi perlu diberikan saat tinggi muka air 1.62 cm di bawah permukaan tanah. Kata kunci: efisiensi pemakaian air irigasi, irigasi berselang, tinggi muka air

Filter by Year

1994 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 53 No. 3 (2025): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 53 No. 2 (2025): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 53 No. 1 (2025): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 52 No. 3 (2024): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 52 No. 2 (2024): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 52 No. 1 (2024): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 3 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 2 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 1 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 3 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 50 No. 2 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 50 No. 1 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 49 No. 3 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 49 No. 2 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 49 No. 1 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 48 No. 3 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 48 No. 2 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 48 No. 1 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 47 No. 3 (2019): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 47 No. 2 (2019): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 47 No. 1 (2019): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 46 No. 3 (2018): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 46 No. 2 (2018): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 46 No. 1 (2018): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 45 No. 3 (2017): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 45 No. 2 (2017): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 45 No. 1 (2017): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 44 No. 3 (2016): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 44 No. 2 (2016): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 44 No. 1 (2016): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 43 No. 3 (2015): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 43 No. 2 (2015): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 43 No. 1 (2015): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 42 No. 3 (2014): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 42 No. 2 (2014): Jurnal agronomi indonesia Vol. 42 No. 1 (2014): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 41 No. 3 (2013): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 41 No. 2 (2013): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 41 No. 1 (2013): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 40 No. 3 (2012): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 40 No. 2 (2012): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 40 No. 1 (2012): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 39 No. 3 (2011): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 39 No. 2 (2011): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 39 No. 1 (2011): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 38 No. 3 (2010): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 38 No. 2 (2010): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 38 No. 1 (2010): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 37 No. 3 (2009): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 37 No. 2 (2009): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 37 No. 1 (2009): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 36 No. 3 (2008): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 36 No. 2 (2008): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 36 No. 1 (2008): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 35 No. 3 (2007): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 35 No. 2 (2007): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 35 No. 1 (2007): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 34 No. 3 (2006): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 34 No. 2 (2006): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 34 No. 1 (2006): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 33 No. 3 (2005): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 33 No. 2 (2005): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 33 No. 1 (2005): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 32 No. 3 (2004): Buletin Agronomi Vol. 32 No. 2 (2004): Buletin Agronomi Vol. 32 No. 1 (2004): Buletin Agronomi Vol. 31 No. 3 (2003): Buletin Agronomi Vol. 31 No. 2 (2003): Buletin Agronomi Vol. 31 No. 1 (2003): Buletin Agronomi Vol. 30 No. 3 (2002): Buletin Agronomi Vol. 30 No. 2 (2002): Buletin Agronomi Vol. 30 No. 1 (2002): Buletin Agronomi Vol. 29 No. 3 (2001): Buletin Agronomi Vol. 29 No. 2 (2001): Buletin Agronomi Vol. 29 No. 1 (2001): Buletin Agronomi Vol. 28 No. 3 (2000): Buletin Agronomi Vol. 28 No. 2 (2000): Buletin Agronomi Vol. 28 No. 1 (2000): Buletin Agronomi Vol. 27 No. 3 (1999): Buletin Agronomi Vol. 27 No. 2 (1999): Buletin Agronomi Vol. 27 No. 1 (1999): Buletin Agronomi Vol. 26 No. 3 (1998): Buletin Agronomi Vol. 26 No. 2 (1998): Buletin Agronomi Vol. 26 No. 1 (1998): Buletin Agronomi Vol. 25 No. 3 (1997): Buletin Agronomi Vol. 25 No. 2 (1997): Buletin Agronomi Vol. 25 No. 1 (1997): Buletin Agronomi Vol. 24 No. 1 (1996): Buletin Agronomi Vol. 23 No. 3 (1995): Buletin Agronomi Vol. 23 No. 2 (1995): Buletin Agronomi Vol. 23 No. 1 (1995): Buletin Agronomi Vol. 22 No. 2 (1994): Buletin Agronomi Vol. 22 No. 1 (1994): Buletin Agronomi More Issue