cover
Contact Name
Fatardho Zudri
Contact Email
fatardho@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.agronomi@yahoo.com
Editorial Address
Jl. Meranti, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
ISSN : 20852916     EISSN : 23373652     DOI : -
Aims and Scope Aims Indonesian of Journal Agronomy (Jurnal Agronomi Indonesia), the official journal of the Indonesian Society for Agronomy, publishes primary research paper, review article, policy analysis and research notes and preliminary results in all areas of agronomy. Manuscripts could be written either in English or in Indonesia. Scope Indonesian of Journal Agronomy (Jurnal Agronomi Indonesia) covers agronomy in broad sense including plant production, genetic and plant breeding, plant physiology, plant ecology, plant biotechnology, modeling, seed science and technology and weeds science on food, horticulture, plantation, and forage crops.
Articles 971 Documents
Konfirmasi Toleransi Galur-galur Padi terhadap Cekaman Kekeringan secara Molekuler Wening, Rina Hapsari; Willy Bayuardi Suwarno; Bambang Sapta Purwoko; Indrastuti Apri Rumanti; Amy Estiati
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 2 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.444 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i2.36565

Abstract

Seleksi secara fenotipik, terutama terhadap cekaman abiotik, seringkali sulit dilakukan. Kegiatan seleksi secara molekuler diperlukan untuk mengidentifikasi hingga taraf molekuler bahwa suatu sifat toleran terbukti secara genotipik. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengkonfirmasi sifat toleransi kekeringan galur-galur padi secara molekuler menggunakan marka SSR RM164, RM228, RM248, dan RM328. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi LIPI, Cibinong pada bulan November hingga Desember 2017, menggunakan teknik polymerase chain reaction (PCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa marka RM228 terkait dengan karakter skor menggulung, panjang malai, tinggi tanaman dan umur berbunga, sedangkan RM328 terkait dengan panjang malai, jumlah anakan, jumlah gabah isi per malai, dan produktivitas. Marka tersebut diduga dapat digunakan untuk seleksi toleransi kekeringan. Tujuh dari sepuluh galur yang terindikasi toleran terhadap cekaman kekeringan fase generatif berdasarkan skrining secara artifisial terkonfirmasi secara molekuler berada dalam satu kelompok dengan varietas pembanding toleran ‘Limboto’. Ketujuh galur tersebut ialah B13983E-KA-12-2, B13507E-MR-19, B14366E-KY-50, BP20452e-PWK-0-SKI-1-1, BP20452e-PWK-0-SKI-2-4, BP20452e-PWK-0-SKI-3-3, dan BP29790d-PWK-3-SKI-1-5. Kata kunci: marka, toleransi kekeringan, polymerase chain reaction
Respon Morfo-fisiologi Empat Genotipe Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) terhadap Cekaman Salinitas Syukur, Muhammad; Kusumo, Yudiwanti Wahyu Endro; Baiq Arriyadul Badi'ah; Sobir
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 2 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.365 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i2.37006

Abstract

Penelitian tentang respon cabai rawit terhadap salinitas perlu dilakukan untuk pengembangan varietas yang toleran salinitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon morfologi dan fisiologi empat genotipe cabai rawit pada kondisi cekaman salinitas. Penelitian dilakukan di kebun percobaan Tajur 2 IPB Bogor pada bulan Oktober 2019-Maret 2020. Rancangan kelompok lengkap teracak dua faktor dengan lima kelompok sebagai ulangan digunakan dalam percobaan ini. Faktor pertama yaitu genotipe cabai rawit (Sigantung, CR10, CSR1, dan CRK1) dan faktor kedua adalah taraf salinitas (0-1, 2-4, 5-7, dan 8-10 mS cm-1). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa salinitas secara signifikan berpengaruh terhadap peubah morfologi dan fisiologi tanaman cabai rawit. Salinitas 8-10 mS cm-1 pada peubah morfologi menyebabkan penurunan hasil tertinggi pada jumlah bunga (74.65%), jumlah daun (71.23%), bobot buah (58.48%), dan panjang akar (49.81%). Selain itu, pada konsentrasi 8-10 mS cm-1 juga menyebabkan penurunan hasil tertinggi pada peubah fisiologi. Penurunan hasil tertinggi terjadi pada konduktansi stomata (29.37%), laju transpirasi (26.47%), konsentrasi CO2 interseluler (21.83%),dan indeks klorofil (20.19%). Berdasarkan nilai rata-rata indeks sensitivitas cekaman (ISC), genotipe Sigantung (1.2) dan CSR1 (1.0) termasuk katagori peka salinitas (ISC >1.0). Akan tetapi, CR10 dan CRK1 memiliki nilai rata-rata ISC sebesar 0.8, sehingga termasuk ke dalam katagori moderat toleran salinitas (0.5<ISC<0.1). Kata kunci: indeks sensitivitas cekaman (ISC), konduktansi stomata, konsentrasi CO2 interseluler, panjang akar
Respon Pertumbuhan Tanaman Kedelai (Glycine max) terhadap Amelioran di Lahan Salin Jhon David; Basuni; Tatang Abdurrahman
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 3 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.532 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i3.36315

Abstract

Pemberian bahan amelioran serta penggunaan varietas yang toleran terhadap cekaman salinitas merupakan salah satu teknologi budidaya yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada tanah salin. Tujuan penelitian yaitu untuk menentukan jenis amelioran dan varietas terbaik serta interaksi keduanya untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada tanah salin. Penelitian dilaksanakan mulai dari bulan 31 Oktober 2020 sampai dengan 20 Januari 2021. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap faktorial. Faktor pertama yaitu pemberian jenis amelioran dengan 4 taraf (tanpa amelioran, gypsum, asam humat, dan pupuk kandang sapi). Faktor kedua yaitu berbagai varietas kedelai dengan 3 taraf (Varietas Anjasmoro, Argomulyo, dan Grobogan). Variabel yang diamati terdiri dari tinggi tanaman 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 MST (minggu setelah tanam), indeks klorofil daun (tingkat kehijauan daun), tingkat keracunan tanaman, jumlah polong per tanaman, dan kadar garam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kandang sapi dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman yang lebih baik dibandingkan dengan jenis amelioran lainnya. Varietas Anjasmoro memberikan jumlah polong tertinggi dibandingkan Argomulyo dan Grobogan pada ameliorant pupuk kandang, dan pada tanpa ameliorant Argomulyo memberikan jumlah polong tertinggi. Kata kunci: anjosmoro, gypsum, klorosis, varietas
Perbandingan Efektifitas Mikroorganisme Lokal Nanas dan Batang Pisang terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung Manis di Wamena Rumbiak, Rein Edward Yohanes; Tuhuteru, Sumiyati; Patras Pumoko; Tinus Kossay; Yuna Yikwa
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 3 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.139 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i3.36591

Abstract

Jenis sumber hara selain bersumber dari pupuk yang telah dikenal secara umum, juga dapat bersumber dari pemanfaatan mikroorganisme lokal yang dibuat dari limbah buah, nanas, sayur ataupun batang pisang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas penggunaan MOL nanas dan batang pisang pada budidaya jagung manis di Wamena. Penelitian terdiri dari dua percobaan yang dilakukan terpisah yaitu aplikasi MOL nanas dan aplikasi MOL batang pisang. Masing-masing percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 taraf konsentrasi MOL, yaitu kontrol (tanpa MOL), konsentrasi 100 mL L-1, 150 mL L-1, 200 mL L-1 dan 250 mL L-1. Masing-masing perlakuan terdiri dari tiga ulangan sehingga setiap percobaan terdiri atas 15 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas penggunaan MOL batang pisang dibandingkan MOL nanas, yang ditunjukkan pada tinggi tanaman, berat kering akar, luas daun dan laju pertumbuhan nisbi serta bobot segar tongkol jagung manis tanpa kelobot pengamatan 8 MST. Kata kunci: hara tanaman, limbah, produktivitas tanaman, pupuk organik
Seleksi Galur-galur Dihaploid Padi Hitam pada Uji Daya Hasil Lanjutan Kuncoro, Danu; Sani, Mutiyara; Purwoko, Bambang Sapta Purwoko; Dewi, Iswari Saraswati; Suwarno, Willy Bayuardi; Maharijaya, Awang; Widajati, Eny; Bambang Sapta Purwoko
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 3 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.021 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i3.37179

Abstract

Padi hitam merupakan sumber karbohidrat yang bermanfaat untuk kesehatan. Pengujian daya hasil merupakan tahapan penting dalam menentukan keberhasilan pemuliaan padi beras hitam. Tujuan penelitian ini ialah untuk memperoleh informasi keragaan agronomi dan menyeleksi galur-galur dihaploid padi beras hitam yang memiliki penampilan agronomi baik dan berdaya hasil tinggi untuk pengujian multi lokasi. Penelitian ini dilakukan dari bulan November 2019 sampai Juli 2020 di Bogor, Jawa Barat dan Malang, Jawa Timur. Sebanyak 23 galur dihaploid padi hitam yang memiliki sifat agronomi baik dengan produktivitas tinggi dan 3 varietas pembanding yaitu Aek Sibundong, Jeliteng, dan Inpari 24 digunakan sebagai materi genetik. Studi ini menggunakan rancangan rancangan kelompok lengkap teracak dengan 3 ulangan pada setiap percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi genotipe dan lingkungan berpengaruh nyata terhadap semua karakter pengamatan kecuali pada karakter lama pengisian gabah berdasarkan analisis keragaman. Sebanyak 14 galur yang terseleksi berdasarkan indeks terboboti memiliki karakteristik jumlah anakan produktif per rumpun dari 15.8 hingga 25.9, umur panen genjah dari 115.2 to 121.9 hari setelah semai, dan produktivitas >5.4 ton ha-1. Keragaan agronomi dan daya hasil galur-galur dihaploid padi yang terseleksi pada penelitian ini memerlukan pengujian lebih lanjut melalui uji multi lokasi untuk memperoleh calon varietas unggul baru padi beras hitam. Kata kunci: agronomi baik, indeks seleksi, kriteria seleksi, kultur antera padi
Respon Galur-galur Harapan Padi Sawah Dihaploid terhadap Salinitas pada Fase Bibit Anggita Duhita Anindyajati; Iswari Saraswati Dewi; Willy Bayuardi Suwarno; Bambang Sapta Purwoko
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 3 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.453 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i3.37241

Abstract

Tantangan pemulia padi ke depan bertambah seiring dengan terjadinya perubahan iklim yang menyebabkan peningkatan salinitas lahan pertanian. Salinitas dapat mengakibatkan penurunan pertumbuhan dan kehilangan hasil yang besar dalam produksi padi. Tujuan penelitian ini ialah mengevaluasi toleransi salinitas galur-galur harapan padi sawah doubled-haploid /dihaploid (DH) hasil kultur antera pada fase bibit. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca dari bulan Desember 2018 sampai Januari 2019. Penelitian dilakukan secara hidroponik dan disusun berdasarkan split plot rancangan kelompok lengkap teracak dengan empat ulangan. Petak utama ialah konsentrasi NaCl (0 mM dan 120 mM) dan anak petak berupa genotipe padi yang terdiri atas 14 galur DH, 4 VUB, pembanding toleran (Pokkali), dan pembanding peka (Inpara 4). Evaluasi pertumbuhan bibit dan skoring kerusakan visual bibit dilakukan 14 hari sesudah pemberian NaCl. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi NaCl 120 mM menyebabkan penurunan tinggi bibit, panjang akar, jumlah daun, jumlah anakan, bobot basah tajuk, bobot basah akar, bobot kering tajuk, bobot kering akar, bobot basah biomassa, dan bobot kering biomassa. Penurunan tinggi bibit dapat dipertimbangkan sebagai karakter penting dalam penapisan toleransi salinitas pada fase bibit. Hasil skoring terhadap kerusakan visual menghasilkan 11 galur DH dan 2 VUB toleran serta 3 galur DH dan 2 VUB moderat toleran. Kata kunci: hidroponik, kultur antera, penapisan, toleransi
Respon Karakter Pengisian Biji dan Hasil terhadap Pemberian Pupuk Urea pada Empat Varietas Padi Iskandar Lubis; Ahmad Junaedi; Renica Nurhermawati
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 3 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.149 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i3.37655

Abstract

Unsur nitrogen (N) memainkan peran penting pada tanaman padi termasuk dalam meningkatkan hasil tanaman. Terdapatnya perbedaan hasil gabah pada masing-masing varietas padi sangat erat kaitannya dengan karakter pengisian biji. Dengan demikian, respon karakter pengisian biji dan hasil dari varietas padi yang berbeda terhadap kondisi N di dalam tanah sangat relevan untuk dikaji. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji respon karakter pengisian biji dan hasil empat varietas padi terhadap pemberian pupuk urea. Penelitian ini dilaksanakan di lahan persawahan Desa Petapahan, Kampar, Riau pada bulan September sampai Desember 2020. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan petak terbagi dalam rancangan acak kelompok. Dosis pupuk urea (0 kg ha-1 dan 250 kg ha-1) merupakan faktor pertama sebagai petak utama, sedangkan varietas (Hipa 18, IPB 3S, Ciherang dan Way Apo Buru) merupakan faktor kedua sebagai anak petak. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Hipa 18 merupakan varietas padi yang melakukan remobilisasi asimilat dalam jumlah yang paling banyak selama fase pengisian biji. Selain itu, Hipa 18 juga menggunakan N dalam persentase yang paling tinggi untuk pembentukan dan perkembangan malai dibandingkan varietas lainnya. Respon tertinggi untuk semua komponen hasil juga diperoleh dari Hipa 18 kecuali bobot 100 biji. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar dalam merakit varietas padi yang memiliki karakterisik hasil tinggi. Disamping itu, pemupukan yang presisi untuk masing-masing varietas padi dapat direkomendasikan. Kata kunci: bobot kering, fotosintesis, indeks luas daun, kandungan N daun, remobilisasi asimilat
Karakterisasi, Variabilitas Genetik dan Heritabilitas Genotipe Tapak Dara (Catharanthus roseus) Venti Novita Sari; Dwi Wahyuni Ganefianti; Merakati Handajaningsih
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 3 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.586 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i3.37742

Abstract

Karakterisasi, variabilitas genetik dan heritabilitas tanaman tapak dara penting diketahui pemulia untuk melaksanakan seleksi dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas tanaman tapak dara sebagai tanaman hias. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi variabilitas dan heritabilitas berbagai karakter 13 genotipe tapak dara. Penelitian dilaksanakan dari bulan Oktober 2020 sampai bulan Februari 2021. Percobaan bertempatkan di screen house Perumahan Rakyat, Kota Bengkulu. Penelitian ini disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) faktor tunggal yang terdiri dari 13 genotipe tapak dara dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan pada 13 genotipe tapak dara terdapat keragaman pada karakter kualitatif yaitu bentuk daun (memanjang dan jorong), tipe pertumbuhan batang (menggantung dan tegak), warna utama corolla (pink pucat, peach, putih, pink fanta, apricot, pink taffy, lavender, magenta, rose pink, pink kemerahan, pink, baby pink, dan orange), dan warna tengah corolla (pink pucat, peach, putih, pink fanta, merah, french rose, baby pink, dan orange). Ragam genetik diantara 13 genotipe tapak dara bernilai 0.01-32.15 (sempit), dan nilai heritabilitas karakter berkisar rendah-sedang (2-50%). Dugaan kemajuan genetik yang memiliki nilai tinggi yaitu pada karakter jumlah kuntum bunga per buku (20%) dan jumlah cabang (23%). Kata kunci: karakter kualitatif, karakter kuantitatif dan tanaman hias
Pemanfaatan Asystasia gangetica (L.) T. Anderson sebagai Biomulsa untuk Meningkatkan Laju Infiltrasi pada Lahan Kelapa Sawit Menghasilkan Khalida, Rahmi; Dwi Guntoro; Hariyadi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 3 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.507 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i3.37818

Abstract

Penanaman tanaman penutup tanah atau biomulsa dilakukan sebagai upaya konservasi lahan untuk meningkatkan ketersediaan air tanah. Asystasia gangetica merupakan tumbuhan yang berpotensi sebagai biomulsa pada lahan kelapa sawit menghasilkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi A. gangetica dalam peningkatan ketersediaan air melalui peningkatan laju infiltrasi. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikabayan IPB pada Agustus 2020 hingga Januari 2021. Perlakuan terdiri atas tanpa biomulsa, A. gangetica, Ageratum conyzoides, Borreria alata dan Arachis pintoi yang dirancang menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) satu faktor dengan lima ulangan. Masing-masing biomulsa ditanam pada plot berukuran 5 m x 2 m. Hasil penelitian menunjukkan A. gangetica memiliki pertumbuhan paling baik dan mampu menutup tanah lebih cepat dibandingkan biomulsa lainnya. A. gangetica dapat meningkatkan laju infiltrasi sebesar 42% dibandingkan tanpa biomulsa dengan kapasitas infiltrasi sebesar 20.42 cm per jam pada 20 minggu setelah tanam (MST). Kata kunci: ketersediaan air, konservasi lahan, tanaman penutup tanah
Morphological and Physiological Performances of 18 Soybean Varieties Exposed to Salinity Stress Pujiwati, Hesti; Suharjo, Usman Kris Joko; Prameswari, Wuri; Husna, Muhimmatul; Gonggo, Bambang; Ginting, Sempurna; Susilo, Edi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 3 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.554 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i3.37819

Abstract

Peningkatan produksi kedelai dapat dilakukan dengan menanam tanaman di lahan marginal, seperti tanah salin. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut salah satunya dengan menyeleksi tanaman yang toleran pada kondisi salin. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juli 2021 di rumah kaca Departemen Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu, 10 m di atas permukaan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi toleransi 18 varietas kedelai yang ditanam pada cekaman salinitas. Kedelai ditanam dalam pot plastik berdiameter 10 cm yang dipupuk dengan larutan AB-mix dengan perlakuan 0 dan 6 dSm-1 NaCl selama 15 hari dari cekaman salinitas. Pertumbuhan dan indeks toleran cekaman bibit diukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas kedelai mempengaruhi pertumbuhan tanaman secara berbeda. Selain itu, cekaman salinitas secara nyata mengurangi pertumbuhan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18 varietas kedelai tergolong pada toleran salinitas pada tingkat salinitas 6 dSm-1. Kata kunci: salinitas, toleransi varietas kedelai

Filter by Year

1994 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 53 No. 3 (2025): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 53 No. 2 (2025): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 53 No. 1 (2025): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 52 No. 3 (2024): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 52 No. 2 (2024): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 52 No. 1 (2024): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 3 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 2 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 1 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 3 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 50 No. 2 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 50 No. 1 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 49 No. 3 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 49 No. 2 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 49 No. 1 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 48 No. 3 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 48 No. 2 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 48 No. 1 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 47 No. 3 (2019): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 47 No. 2 (2019): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 47 No. 1 (2019): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 46 No. 3 (2018): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 46 No. 2 (2018): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 46 No. 1 (2018): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 45 No. 3 (2017): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 45 No. 2 (2017): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 45 No. 1 (2017): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 44 No. 3 (2016): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 44 No. 2 (2016): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 44 No. 1 (2016): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 43 No. 3 (2015): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 43 No. 2 (2015): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 43 No. 1 (2015): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 42 No. 3 (2014): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 42 No. 2 (2014): Jurnal agronomi indonesia Vol. 42 No. 1 (2014): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 41 No. 3 (2013): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 41 No. 2 (2013): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 41 No. 1 (2013): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 40 No. 3 (2012): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 40 No. 2 (2012): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 40 No. 1 (2012): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 39 No. 3 (2011): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 39 No. 2 (2011): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 39 No. 1 (2011): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 38 No. 3 (2010): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 38 No. 2 (2010): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 38 No. 1 (2010): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 37 No. 3 (2009): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 37 No. 2 (2009): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 37 No. 1 (2009): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 36 No. 3 (2008): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 36 No. 2 (2008): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 36 No. 1 (2008): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 35 No. 3 (2007): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 35 No. 2 (2007): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 35 No. 1 (2007): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 34 No. 3 (2006): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 34 No. 2 (2006): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 34 No. 1 (2006): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 33 No. 3 (2005): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 33 No. 2 (2005): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 33 No. 1 (2005): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 32 No. 3 (2004): Buletin Agronomi Vol. 32 No. 2 (2004): Buletin Agronomi Vol. 32 No. 1 (2004): Buletin Agronomi Vol. 31 No. 3 (2003): Buletin Agronomi Vol. 31 No. 2 (2003): Buletin Agronomi Vol. 31 No. 1 (2003): Buletin Agronomi Vol. 30 No. 3 (2002): Buletin Agronomi Vol. 30 No. 2 (2002): Buletin Agronomi Vol. 30 No. 1 (2002): Buletin Agronomi Vol. 29 No. 3 (2001): Buletin Agronomi Vol. 29 No. 2 (2001): Buletin Agronomi Vol. 29 No. 1 (2001): Buletin Agronomi Vol. 28 No. 3 (2000): Buletin Agronomi Vol. 28 No. 2 (2000): Buletin Agronomi Vol. 28 No. 1 (2000): Buletin Agronomi Vol. 27 No. 3 (1999): Buletin Agronomi Vol. 27 No. 2 (1999): Buletin Agronomi Vol. 27 No. 1 (1999): Buletin Agronomi Vol. 26 No. 3 (1998): Buletin Agronomi Vol. 26 No. 2 (1998): Buletin Agronomi Vol. 26 No. 1 (1998): Buletin Agronomi Vol. 25 No. 3 (1997): Buletin Agronomi Vol. 25 No. 2 (1997): Buletin Agronomi Vol. 25 No. 1 (1997): Buletin Agronomi Vol. 24 No. 1 (1996): Buletin Agronomi Vol. 23 No. 3 (1995): Buletin Agronomi Vol. 23 No. 2 (1995): Buletin Agronomi Vol. 23 No. 1 (1995): Buletin Agronomi Vol. 22 No. 2 (1994): Buletin Agronomi Vol. 22 No. 1 (1994): Buletin Agronomi More Issue