cover
Contact Name
Ahmad Fatah
Contact Email
fatahkudus1@gmail.com
Phone
+6281228228123
Journal Mail Official
fatahkudus1@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Kudus Jl. Conge Ngembalrejo PO BOX 51 Telp. (0291) 432677 Fax. (0291) 441613 Kudus 59322
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian
ISSN : 16936019     EISSN : 24776580     DOI : 10.21043/jp
Core Subject : Religion,
Focus: Jurnal Penelitian fokus pada penyediaan artikel ilmiah sosial keagamaan berbasis pada tema-tema yang berkembang yang hadir melalui publikasi artikel, laporan penelitian, dan ulasan buku. Scope: Jurnal Penelitian mengkhususkan diri dalam studi sosial keagamaan, yang meliputi islamic studies, tarbiyah, syariah, ushuluddin, dakwah, sosiologi agama, antropologi agama, serta disiplin ilmu lainnya yang terkait dengan disiplin keagamaan.
Articles 203 Documents
Education and Concern of Zakat Agencies Munadi, Muhammad; Umar, Ahmad; Anggraini, Novianni
Jurnal Penelitian Vol 15, No 1 (2021): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v15i1.9208

Abstract

This research examined the zakat agencies which concern to the education program. This research used library reserach. The documents used were the ins and outs of zakat agencies that have educational development programs. These documents were taken from the website of zakat agencies both BAZNAS and Dompet Dhuafa (DD). The data taken consisted of information, data, and news related to the alocation of zakat for education, education variations of education program, the type of zakat disbursement, and the path alocation in education. The data analysis was descriptive qualitative analysis. The results showed that BAZNAS gave scholarships from Elementary School – Undergraduate (Islamic Religious Higher Education and Public Higher Education) and in-country scholarships. DD gave scholarships for undergraduate – Post graduate (Islamic Religious Higher Education and Public Higher Education), in-country scholarships, overseas scholarships, middle and high school level, education for teacher and literacy school. Zakat agencies are very varied in the development of education especially in Dompet Dhuafa from upstream to downstream.
PERAN NU DAN MUHAMMADIYAH DALAM PROSES PEMBUATAN KEBIJAKAN PUBLIK DI KUDUS Ulya Ulya
Jurnal Penelitian Vol 8, No 2 (2014): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v8i2.843

Abstract

ROLE OF NU AND MUHAMMADIYAH IN THE PROCESS OF MAKING PUBLIC POLICY IN KUDUS. This study aims to determine the role of  mass organizations in the process of  making public policy in the local level. It was especially the role played by the two largest Islamic organizations in Kudus called  NU  and  Muhammadiyah.  Examining  regulations,  such as UU No. 25/2004 on national development planning system, community involvement has a strong legal basis. The method used in this research was qualitative research using case studies to explore the issues. Data collection techniques used in-depth interviews of the main actors of  the organization, organizational documents and newspaper clippings. The main results of this research as follows; First, NU and Muhammadiyah considers that public policies are matters of  society life at large, but the presence of NU and Muhammadiyah more often considered as formality so that they are less successful in influencing the issues raised. Second, NU and Muhammadiyah fight more for the issues raised by persuasiveness because the government is open enough to have dialogue, but the space that can be utilized is still very limited. Third, although NU and Muhammadiyah have big network and members in the village, they are still less in developing and exploring the resources to get involved in public policy-making process.Keywords: Mass organizations, NU, Muhammadiyah, Participation, Public Policy.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran organisasi massa dalam proses pembuatan kebijakan publik di tingkat lokal, terutama peran yang dilakukan dua ormas Islam terbesar di Kudus yakni NU dan Muhammadiyah. Dilihat dari aspek regulasi, misalnya UU 25/2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional, keterlibatan   masyarakat   memiliki   dasar   hukum   yang   kuat. Metode yang dipakai dalam riset ini adalah riset kualitatif  dengan menggunakan  studi  kasus  untuk  mendalami  isu  yang  diambil. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam (in depth interview) terhadap aktor utama organisasi, dokumen organisasi maupun kliping koran. Hasil utama riset ini sebagai berikut; pertama, NU dan Muhammadiyah memandang bahwa kebijakan publik adalah urusan yang menyangkut hidup masyarakat secara luas, namun karena kehadiran NU dan Muhammdiyah lebih sering dianggap formalitas sehingga kurang berhasil memengaruhi isu yang diangkat. Kedua, NU dan Muhammadiyah lebih banyak memperjuangkan isu yang diangkat melalui pendekatan persuasif  karena memang pemerintah cukup terbuka untuk diajak dialog, tetapi ruang yang bisa dimanfaatkan masih sangat terbatas. Ketiga, walaupun kaya jaringan dan anggota yang mengakar di desa, NU dan Muhammadiyah masih kurang mendayagunakan sumber daya yang ada untuk mau terlibat secara maksimal dalam proses pembuatan kebijakan publik.Kata kunci: Organisasi massa, NU, Muhammadiyah, partisipasi, kebijakan publik
Proses Penentuan Awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah di Indonesia: Sinergi antara Independensi Ilmuwan dan Otoritas Penguasa Jaenal Arifin
Jurnal Penelitian Vol 13, No 1 (2019): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v13i1.4892

Abstract

Penetapan dan penentuan awal bulan qamariyyah adalah menempati posisi penting bagi umat Islam, karena disamping untuk menentukan hari-hari besar Islam, juga digunakan untuk menentukan awal dan akhir bulan Ramadan dan bulan Dzulhijjah, untuk itu masalah ini menyangkut ibadah Syar’i. Apalagi setelah lahirnya perguruan tinggi Islam di seluruh Indonesia yang pasti melahirkan percepatan keilmuan tentang disiplin ilmu tersebut. Bahkan sekarang ilmu falak di jadikan sebagai konsentrasi jurusan tersendiri di sebagian perguruan tinggi islam di Indonesia. Perdebatan masalah awal bulan Ramadan dan Syawwal merupakan persoalan klasik, tetapi senantiasa aktual. Dikatakan klasik, sebab sejak awal Islam masalah ini sudah mendapatkan perhatian dan pemikiran yang serius. Tapi, karena hampir setiap tahun menjelang Ramadhan dan Syawal, masalah ini menjadi actual disebabkan terjadi persoalan khilafiyyah yang terus menerus dan tak berujung. Otoritas Ilmuwan Falak Dengan Proses Penentuan Awal Ramadhan, Syawal Dan Dzulhijjah Di Indonesia merupakan hubungan sinergi pemerintah Indonesia yang memang sudah terjalin sejak masa sebelum masa colonial, masa kolonial maupun masa pasca kemerdekaan.
PENANAMAN NILAI-NILAI AKHLAK PADA ANAK TUNAGRAHITA DALAM PENDIDIKAN VOKASIONAL Studi Deskriptif Kualitatif di Balai Rehabilitasi Sosial Disgranda “Raharjo” Sragen Kurniawati, Etik
Jurnal Penelitian Vol 11, No 2 (2017): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v11i2.3485

Abstract

Pentingnya suatu pendidikantermasuk di dalamnya adalah pendidikan akhlak bagi seluruh warga negara. Tidak terkecuali bagi anak tunagrahita yang memiliki kekurangan atau keterbatasan dalam hal mental. Kekurangan atau keterbatasan tersebut tidak menjadi suatu penghalang bagi anak tunagrahita di dalam menerima haknya yaitu dalam hal pendidikan. Dalam kenyatannya pendidikan bagi anak tunagrahita tidak dapat disamakan dengan anak normal pada umumnya.Bukan berarti dengan kekurangan yang dimiliki anak tunagrahita tidak bisa dididik dan diarahkan untuk berakhlak baik.Fokus Penelitian ini adalah: (1) Bagaimana metode yang digunakan dalam menanamkan nilai-nilai akhlak bagi anak tunagrahita melalui pendidikan vokasional di Balai Rehabilitasi Sosial Disgranda ”Raharjo” Sragen? (2) Akhlak apa yang dibentukmelalui penanaman pendidikan vokasional di Balai Rehabilitasi Sosial Disgranda ”Raharjo” Sragen?. Adapun tujuan penelitiannya untuk mengetahui metode yang digunakan dan akhlak yang dibentuk bagi anak tuna grahitamelalui pendidikan vokasional di Balai Rehabilitasi Sosial Disgranda”Raharjo” Sragen.
Implikasi Kebijakan Penghapusan Sekolah Bertaraf Internasional dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Miftah, Muhammad
Jurnal Penelitian Vol 10, No 1 (2016): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v10i1.1330

Abstract

Representasi Masyarakat Aktif di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Ekonomi dan Sosial Keberagamaan di Bausasran Danurejan Yogyakarta) Ratna Istriyani; Muhammad Fathur Rahman
Jurnal Penelitian Vol 14, No 2 (2020): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v14i2.8108

Abstract

The purpose of this study consists of two points. First, explore the responses and strategies of the Bausasran community in overcoming economic problems due to the Covid-19 pandemic. Second, reviewing the religious ritual protocol of the Bausasran community during the Covid-19 pandemic. The method used in this research is descriptive qualitative. Collecting data was used two tecniques, that were observation and interview. Both of tecniques were did in accordance with health protocols in a pandemic situation.Based on the results of research conducted, community of Bausasran Yogyakarta were able to overcome the problem of food security, especially for economically vulnerable groups due to the pandemic. A strategy was carried out through a food packets distribution movement. The distribution of food packets carried out by the community for residents who lost their source of income during the pandemic. The funds of food packets were obtained from compulsory contributions made by residents every month through the RT and RW management. Then in the socio-religious aspect, local leaders together with residents made worship protocols for worshipers at the mosque according to the appeal of the Indonesian Ministry of Religion. In addition, it eliminated crowd routine religious activities. Based on this, it can be concluded that the local initiation from the Bausasran community in Yogyakarta is a representation of the active society, described by Amitai Etzioni who utilizes three factors: knowledge, decision making, and power.
PERBENTURAN ANTAR DALIL HUKUM (TA‘A>RUD} AL-ADILLAH) Nisa, Khoirun
Jurnal Penelitian Vol 8, No 2 (2014): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v8i2.832

Abstract

 THE THEOREMA CLASHES (TA‘A>RUD} AL- ADILLAH). This study is discuss the argument of the law (ta‘a>rud} al-adillah) clashing problem. This study was started by some cases the argument of  the law that looks clashed. In this case, there are two opinions of  ulama, namely: (1) qat}‘i> may not clashing, because every argument that qat}‘i>  requires the existence of  the law (madlu>l); (2) Ulama allows the two qat}‘i>  mutual clashing argument, where each argument was held by ulama as a qat}‘i> proof. The solution face two arguments of  the law which clashed is: (1) tawfi>q or compromise , namely facing two arguments who clash so that no visible again the existence of clashing; (2) takhs}i>s} or the setting aside, if two arguments clashing, one of  them is general special other, then the way out with special argument practiced to set a specific things according to its specialties, while the general public is practiced according to it’s general; (3) if it still contrary, then undertook to at least one of whom practiced, another is leaving, by doing nasakh-mansu>kh, tarji>h}, takhyi>r; (4) if the dispute cannot be avoided, then both the argument that choose, not practiced , namely by way of tawa>quf   dan tasaqut}. Important points from this review is that there is no contradiction between arguments of the law. If there is a conflict it is in outer side only, not the essential.keywords: Ta‘a>rud} al-Adillah, Tawfi>q, Takhs}i>s}, Tarji>h}, Tawa>quf.Tulisan ini membahas masalah perbenturan antar dalil hukum (ta‘ar> ud} al-adillah). Kajian ini diawali oleh beberapa kasus dalil hukum yang tampak berbenturan. Dalam hal ini, ada dua pendapat ulama, yaitu: (1) pendapat yang menyatakan bahwa dua dalil yang qat}‘i> tidak mungkin bertentangan, karena setiap dalil yang qat}‘i> mengharuskan adanya hukum (madlu>l); (2) ada ulama yang memungkinkan bertemunya dua dalil qat}‘i> yang saling berbenturan, di mana masing- masing dalil tersebut dipegang oleh ulama yang memandangnya sebagai dalil qat}‘i>. Solusi menghadapi dua dalil hukum yang berbenturan adalah: (1) tawfi>q atau kompromi, yaitu mempertemukan kedua dalil yang berbenturan sehingga tidak terlihat lagi adanya perbenturan; (2) takhs}i>s} atau pengkhususan, yaitu jika dua dalil tersebut berbenturan, satu di antaranya bersifat umum, yang lainnya khusus, maka jalan keluarnya dengan melakukan pengkhususan sehingga dalil khusus diamalkan untuk mengatur hal yang khusus menurut kekhususannya, sedangkan yang umum diamalkan menurut keumumannya; (3) jika masih bertentangan, maka diusahakan setidaknya satu di antaranya diamalkan, yang satu lagi ditinggalkan, yaitu dengan melakukan nasakh-mansu>kh,  tarji>h},  takhyi>r;  (4)  jika  pertentangan  tersebut tidak dapat dielakkan, maka kedua dalil itu ditinggalkan, tidak diamalkan, yaitu dengan jalan tawa>quf  dan tasaqut}. Poin penting dari kajian ini adalah bahwa tidak ada pertentangan di antara dalil- dalil hukum. Kalaupun ada, hal itu hanyalah bersifat lahiriah, secara substansial tidak bertentangan.kata kunci: Ta‘a>rud} al-Adillah, Tawfi>q, Takhs}i>s}, Tarji>h}, Tawa>quf.
Islamic Center dan Peran Kekuasaan dalam Konstruksi Identitas Islam di Lombok M. Mustain
Jurnal Penelitian Vol 12, No 2 (2018): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v12i2.4075

Abstract

Era reformasi membawa kebebasan dan keterbukaan dalam kehidupan sosial, politik, dan keagamaan bagi bangsa Indonesia. Kondisi ini memicu munculnya kontestasi identitas agama dalam kehidupan sosial di tingkat nasional maupun regional. Prosesnya tidak hanya dilakukan masyarakat, tetapi juga melibatkan aktor-aktor yang di antaranya adalah para gubernur, bupati, dan wali kota. Wujud kontestasi itu antara lain berupa konstruksi identitas regional dan lokal yang menggunakan simbol-simbol agama. Di wilayah Nusa Tenggara Barat, khususnya di pulau Lombok konstruksi identitas Islam diwujudkan dalam bentuk pembangunan Islamic Center di kota Mataram. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada peran yang sangat besar dari sang gubernur, yaitu Dr. TGH. Zainul Madjdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) dalam pembangunan Islamic Center di Mataram Lombok. Peran itu diwujudkan dalam berbagai bentuk, yaitu dukungan dana dalam APBD NTB tahun 2011-2014, penggalangan dana masyarakat, dan peran dalam manajemen dan pengelolaan. Berkat komitmen yang kuat dari TGB, gagasan untuk membangun Islamic Center yang telah bergulir semenjak kepemimpinan tiga gubernur sebelumnya dapat diwujudkan. Komintennya itu diwujudkan dengan dukungan dana dari APBD NTB sepanjang periode pertama kepemimpinannya. Selanjutnya untuk menjamin keberlangsungannya, TGB juga membentuk UPT Islamic Center sebagai unit yang bertanggung jawab mengelola Islamic Center.
PARADIGMA BARU PENDIDIKAN ISLAM (Konsep Pendidikan Hadhari) Bashori, Bashori
Jurnal Penelitian Vol 11, No 1 (2017): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v11i1.2031

Abstract

AbstrakPersoalan pendidikan islam sedari dahulu hingga sekarang menjadi kajian sosial yang menarik untuk tetap dikaji. Persoalan relevansi pendidikan islam, kurikulum pendidikan islam, hingga dikotomi pendidikan menjadi hal yang masih eksis dalam kajian akademik. Salah satu peran dalam melihat banyaknya persoalan tersebut, maka diperlukan pembaharuan strategi pendidikan yang membumi, dan untuk melakukan pembaharuan pendidikan Islam diperlukan paradigma pendidikan yang mampu mengarahkan pada tujuan dan sasaran pendidikan Islam. Islam sendiri tidak mengenal adanya dikotomi. Al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber umat Islam telah memberikan penjelasan yang lugas adanya ilmu pengetahun (Science) dan pemahaman agama secara baik. Masalah dikotomi keilmuan pun menjadi persoalan yang tidak pernah habisnya diperdebatkan dalam pendidikan Islam. Dari uraian tersebut, secara fundamental pendidikan hadhari adalah pendidikan yang berupaya membangkitkan kembali spirit keilmuan Islam yang integratif tanpa dikotomi dengan menginternalisasikan prinsip-prinsip wahyu dan etika Islam tentang  pendidikan. Ketiga entitas yaitu hadharah al-nash, hadharah al-falsafah dan hadharah al-‘ilm adalah entitas yang tidak dapat berdiri sendiri.  Hadharah al-nash tidak bisa berdiri sendiri tanpa hadharah al-‘ilm dan  hadharah al-falsafah dan sebaliknya. Relevansi pendidikan hadhari dengan permasalahan pendidikan Islam saat ini adalah pendidikan Islam harus mampu menginternalisasikan sumber nilai-nilai Al-Qur’an dan hadis dalam melihat permasalahan kontemporer sebagai landasan penyelesaian pendidikan Islam.Kata Kunci: Paradigma, Pendidikan Islam, Hadhari
Pembelajaran Kontekstual dalam Membangkitkan Kepemimpinan Transformatif Pramono, Nur Wahyu Eko
Jurnal Penelitian Vol 9, No 2 (2015): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v9i2.1320

Abstract

Page 2 of 21 | Total Record : 203