cover
Contact Name
Sofyan Musyabiq Wijaya
Contact Email
obiqwijaya@gmail.com
Phone
+6281559678993
Journal Mail Official
jkunila@gmail.com
Editorial Address
Jl Prof.Dr.Soemantri Brojonegoro No 1 , Bandar Lampung, Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JK Unila (Jurnal Kedokteran Universitas Lampung)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25273612     EISSN : 26146991     DOI : 10.23960/jku
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) is a journal of scientific publications published every six months using a peer review system for article selection. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) can receive original research articles relevant to medicine and health, meta-analysis , case reports and medical science update.
Articles 294 Documents
Hubungan Derajat Infeksi Soil Transmitted Helmints (STH) terhadap Peningkatan Jumlah Eosinofil pada Siswa SD Negeri di Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan Mutiara, Hanna; Kurniawaty, Evi; Din, Bahesty Cut Nyak
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 1 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i1.2212

Abstract

Prevalensi infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) di Indonesia masih menunjukkan angka yang tinggi pada siswa sekolah dasar (SD). Prevalensi usia tertinggi infeksi STH merupakan usia 6-12 tahun dimana kondisi ini dapat mempengaruhi intake, digestive, absorpsion, dan metabolisme makanan seseorang yang terinfeksi. Infeksi STH juga dapat menyebabkan peningkatan jumlah eosinofil sebagai suatu respon tubuh dalam melawan infeksi STH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan derajat infeksi STH dengan peningkatan jumlah eosinofil pada siswa SD Negeri di kecamatan Jati Agung kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 67 siswa SD Negeri di Kecamatan Jati Agung yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling dan data dianalisis menggunakan uji Kruskal Walis. Infeksi STH sebanyak 56,71% dengan 26,9% infeksi ringan dan 29,8% infeksi sedang. Peningkatan jumlah eosinofil dalam darah pada siswa yang tidak terinfeksi didapatkan nilai rata-rata 16,12; pada siswa yang terinfeksi ringan 40,53; pada siswa yang terinfeksi sedang 54,05. Terdapat hubungan infeksi STH terhadap peningkatan jumlah eosinofil pada siswa SD Negeri di Kecamatan Jati Agung secara statistik (nilai p=0.00). Kata kunci: derajat infeksi, infeksi STH, jumlah eosinofil, siswa
Pemanfaatan Statistik Spasial dalam Mempelajari Faktor Risiko Tuberkulosis Paru sebagai Upaya Penurunan Insidensi Tuberkulosis Paru Rengganis Wardani, Dyah Wulan Sumekar
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2016): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i2.1641

Abstract

Insiden kasus tuberkulosis paru (TB) tidak mengalami penurunan yang signifikan. Oleh karena itu, pengendalian TB selain melalui metode yang telah dilaksanakan selama ini, juga akan lebih menekankan pada determinan sosial, karena determinan sosial secara langsung maupun melalui faktor risiko TB berpengaruh terhadap TB. Determinan sosial dan faktor risiko TB merupakan variabel yang bersifat in situ, sehingga penggunaan statistik spasial dalam mempelajari determinan sosial dan TB sangat bermanfaat. Dengan statistik spasial memungkinkan untuk dilakukannya visualisasi (mempelajari distribusi penyakit menurut area geografis), eksplorasi (mengetahui adanya clustering atau hotspot area yaitu area dengan jumlah kasus penyakit yang lebih banyak dibanding area lainnya), pemodelan (menjelaskan prediksi pola spasial) sertaautokorelasi spasial (mempelajari karakteristik penyakit kaitannya dengan penyakit yang dipelajari). Pemanfaatan statistik spasial dalam TB telah dilakukan melalui identifikasi clustering TB di beberapa daerah serta mempelajari hubungan spasial faktor risiko dan kejadian TB. Informasi clustering TB menunjukkan dimana populasi yang berisiko berada, sedangkan informasi hubungan spasial faktor risiko dan kejadian TB menunjukkan variabel yang harus diintervensi. Informasi tersebutsangat bermanfaat dalam penanggulangan TB, khususnya dalam menurunkan insiden TB. Sebagai simpulan, berdasarkan manfaatnya untuk menurunkan insidensi TB paru, penggunaan statistik spasial dalam mempelajari faktor risiko TB paru sangat dianjurkan. [JK Unila. 2016; 1(2)]Kata kunci: faktor risiko, insidensi, statistik spasial, tuberkulosis
Efek Buah Nanas (Ananas comosus L. merr) Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Pada Penyakit Jantung Koroner (PJK) Sanggih, Putu Ristyaning Ayu; Wahyudo, Riyan; Ginarana, Astara
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 1 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i1.2228

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan suatu penyakit degeneratif yang berkaitan dengan gaya hidup, dan sosial ekonomi masyarakat. Menurut World Health Organization (WHO), pada tahun 2002, lebih dari 7 juta orang di seluruh dunia meninggal akibat PJK. Salah satu penyebab terjadinya PJK adalah aterosklerosis. Aterosklerosis dapat terjadi karena peningkatan kadar kolesterol yang tidak normal yang dapat mengakibatkan akumulasi patologik dalam dinding pembuluh darah, lalu memicu terbentuknya sumbatan berupa plak, plak tersebut mempersempit arteri dan mengurangi aliran darah ke otot jantung lalu terjadilah PJK. PJK dapat ditangani dengan tatalaksana farmakologis dan non farmakologis. Salah satu contoh tatalaksana yang dapat diberikan untuk membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah adalah dengan menggunakan buah nanas (Ananas comosus L. Merr). Kandungan yang ada pada buah nanas seperti flavonoid, polifenol, niasin dan vitamin C dapat memperbaiki profil lipid dalam darah. Myricetin pada buah nanas akan memperbaiki profil lipid dengan cara mengubah penyerapan hati, perakitan dan sekresi trigliserida, dan pengolahan lipoprotein plasma. Polifenol juga dapat meningkatkan kadar High Density Protein (HDL) dengan cara meningkatkan enzim Paraoxanase yang dapat meningkatkan aktivitas HDL. Vitamin C dapat memperbaiki profil lipid dengan membentuk cairan empedu melalui eksresi kolesterol ekstra hepatic. Sedangkan niasin, pada dosis besar akan menghambat transport lemak ke hati sehingga akan mengurangi sintesis trigliserida yang akan menurunkan kadar kolesterol. Kata kunci: buah nanas, HDL, PJK
Wanita, G2p0a1 Hamil 36 Minggu Belum Inpartu Dengan PEB + Partial HELLP Syndrome Dan Solutio Plasenta, Janin Tunggal Mati, Presentasi Kepala Rodiani, Rodiani; Luvika, Stefhani Gista
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2016): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i2.1657

Abstract

Solusio plasenta adalah terlepasnya sebagian atau keseluruhan plasenta dari implantasi normalnya setelah kehamilan 20 minggu dan sebelum janin lahir. Solusio plasenta sering berulang pada kehamilan berikutnya. Kejadiannya tercatat sebesar 1 diantara 8 kehamilan.2 Ny. MS, G2P0A1, 21 tahun, hamil 36 minggu datang ke RSAM dengan keluhan utamahamil kurang bulan dengan nyeri perut, darah tinggi dan anak tidak bergerak lagi. Pada pemeriksaan fisik didapatkan abdomen cembung dengan striae gravidarum, teraba keras dan nyeri, dan terdapat edema pretibial. Pada status obstetrikus didapatkan kesan yaitu tinggi fundus uteri (TFU) 29 cm, 4 jari di bawah processus xyphoideus, letak memanjanag, presentasi kepala, pu-ka, DJJ (-), janin intrauterine dengan TBJ 2480 gram, tunggal, mati. Pada pemeriksaan urinalisis didapatkan bilirubin 2 mg/dL dan protein 500. Pada pemeriksaan kimia darah didapatkan LDH 938. Pada pemeriksaan hematologi didapatkan hemoglobin: 11,8 gr/dL, hematokrit: 34%, leukosit 20.300/uL, trombosit 226.000/uL, CT: 8', BT: 2'. Pada pemeriksaan USG, tampak janin tunggal mati, presentasi kepala; biometri janin: BPD, HC, AC, FL ~ 36 minggu, ketuban cukup, tampak hematoma retroplasenta dengan ukuran 9x10 cm. Diagnosis G2P0A1 hamil 36 minggu belum inpartu dengan PEB+partial hellp syndrom edan solutio plasenta,JTM presentasi kepala. Pasien diberikan terapi stabilisasi 1 jam, rencana partus pervaginam, observasi TVI, tanda akut abdomen, tanda inpartu, IVFD RL gtt XX/m, insersi kateter menetap, inj. MgSO4 sesuai protokol, inj. Dexamethasone 2x 10 mg IV, ceftriaxone 2 x 1 gr IV, rencana pematangan serviks dengan drip oksitosin dan nifedipine 3 x 10 mg PO. [JK Unila. 2016; 1(2)]Kata Kunci: preeklampsia berat, solusio plasenta
Reseksi Anastomosis Uretero-ureteral Pada Pasien Striktur Total Ureter Proksimal : Laporan Kasus Exsa Hadibrata; Mars Dwi Tjahyo; Angga Hendro Priyono; Aliezsa Esthi Kusuma; Muhammad Rifath Akbar; Tasya Khalis Ilmiani
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 2 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i2.2499

Abstract

Striktur ureter merupakan penyempitan lumen ureter yang terjadi secara kongenital atau didapat. Striktur ureter dapat menyebabkan obstruksi sehingga terjadi penurunan fungsi ginjal secara cepat. Telah dilaporkan sebuah kasus seorang wanita berusia 21 tahun dengan riwayat buang air kecil (BAK) keluar batu (passing stone)  1 tahun yang lalu datang dengan keluhan nyeri pinggang kanan sejak ± 1 minggu SMRS. Keluhan tersebut dirasakan hilang timbul, disertai dengan demam. Pada pemeriksaan fisik tanda vital ditemukan peningkatan temperature 38,50C, status lokalis didapatkan nyeri tekan abdomen RUQ, regio flank didapatkan ballottementpositif pada palpasi, dan nyeri ketok CVA positif. Pada pasien ini dilakukan pemeriksaan penunjang darah lengkap dan didapatkan kesan leukositosis (15.150/μL), dan kesan USG ginjal adalah pyohidronefrosis berat. Kemudian dilakukan tindakan nefrostomi kanan serta pemeriksaan radiografi antegrade pyelography (APG) dan retrograde pyelography (RPG). Hasil radiografi menunjukkan terdapat striktur total pada ureter proksimal kanan dengan ukuran 2 cm. Pasien didiagnosis striktur total ureter proksimal kanan, kemudian dilakukan tindakan definitif berupa reseksi anastomosis uretero-ureteralserta insersi Double J (DJ) stent kanan. Tiga bulan pasca operasi, dilakukan tindakan pelepasan DJ stent kemudian dievaluasi dengan menggunakan RPG dan Ureteroscopy . Hasil RPG menunjukkan tidak tampak adanya striktur ureter kanan, pasase kontras lancar sampai ke ginjal. Dan hasil ureteroscopy menunjukkan ureter intak. Sehingga dapat disimpulkan, tindakan reseksi anatomosis ureter pada striktur ureter total proksimal dengan ukuran 2-3 cm memiliki outcome yang baik. Kata Kunci : Striktur ureter, uretero-ureteral anastomosis
Isolasi dan Identifikasi Gen Resisten Ciprofloxacin pada Isolat Escherichia coli MDR Ciprofloxacin dari Penderita ISK di RSUDAM Provinsi Lampung Rachmad, Basuki; Saputri, Wiria; A.S, Yandi; Setiawan, Andi; Mulyono, Mulyono
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 3 (2017): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i3.1673

Abstract

Peningkatan resistensi Escherichia coli terhadap antibiotik fluorokuinolon telah banyak dilaporkan di seluruh dunia. Sebanyak 30 isolat E.coli dari pasien ISK di RSUDAM Provinsi Lampung, ditemukan 18 isolat E.coli MDR mempunyai plasmid dan 73,3% resisten terhadap ciprofloxacin. Resistensi E.coli terhadap antibiotik fluorokuinolon (misal ciprofloxacin) umumnya disebabkan mutasi kromosom pada gen gyrA dan parC, dan adanya gen plasmid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan gen resistensi ciprofloxacin, baik yang terdapat pada DNA plasmid (Plasmid Mediated Quinolone Resistance) yaitu qnr, oqxA dan oqxB maupun pada DNA kromosom (Quinolone Resistance Determining Regions) yaitu gyrAdan parC. Isolasi DNA plasmid dan kromosom dilakukan terhadap 18 isolat tadi menggunakan masing-masing kit yang sesuai. Keberadaan gen di dalam isolat dideteksi secara PCR menggunakan T100TM Thermal Cycler. Elektroforesis di dalam gel agarosa 1% dari amplikon menggunakan BIO-RADTM PowerPac. Visualisasi amplikon dengan BIO-RADTM UVITEC menghasilkan pita DNA fragmen gen qnr pada 593 bp (1 isolat), oqxA (866 bp, 2 isolat), oqxB (781 bp, 1 isolat), gyrA (191bp, 18 isolat) dan parC (264 bp, 18 isolat). Dari data tersebut dapat diusulkan bahwa resistensi terhadap ciprofloxacin diduga kuat disebabkan oleh adanya gen resistensi ciprofloxacin, baik yang berlokasi di plasmid maupun kromosom. Sekuensing DNA disarankan untuk menentukan urutan basa-basa pada pita DNA yang dihasilkan sehingga pola mutasi pada gen-gen yang berkaitan dengan MDR dapat dipecahkan.Kata Kunci : E.coli MDR ciprofloxacin, gen qnr, gyrA, oqxAB, parC.
Tumor Carcinoid Paru Hanriko, Rizki
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 3 (2017): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i3.1725

Abstract

Tumor carcinoid paru termasuk dalam tumor neuroendokrin yang terbagi atas tipe typical dan atypical yang berbeda dalam hal prognosis. Menurut data Depkes RI 2007, kasus kanker bronkus dan paru pada pasien rawat inap sebesar 5,8% dari seluruh jenis kanker. Dari semua kanker paru, 1-2% merupakan tumor carcinoid dimana yang terbanyak adalah tipe TCTumor carcinoid paru umumnya terjadi pada usia muda kurang dari 40 tahun dengan kejadian yang sama antara pria dan wanita. TC tidak mengalami mutasi p53 atau abnormalitas ekspresi BCL2 dan BAX, sedangkan AC menunjukkan adanya 20-40% mutasi p53 dan 10-20% abnormalitas ekspresi BCL2 dan BAX.Gejala klinis sebagian besar asimptomatik dan umumnya berupa gejala obstruksi bronkus. Terapi tumor adalah reseksi dengan prognosis cukup baik. terdapat empat kategori NETs yaitu typical carcinoid (TC), atypical carcinoid (AC), large cell neuroendocrine carcinoma (LCNC), dan small cell lung carcinoma (SCLC). Typical carcinoid harus dibedakan dari yang athypical karena prognosis umumnya lebih baik dari Athypical meskipun ada metastase ke KGB. Untuk membantu membedakan tumor carcinoid dengan tumor nonneuroendokrin digunakan imunohistokimia, salah satunya MAP-2 yang sensitif dan spesifik. Prognosis cukup baik setelah reseksi tumor.Kata kunci: Gejala Klinis, Terapi Tumor, Tumor Carcnoid Paru
Pengaruh Paparan Pestisida pada Masa Kehamilan terhadap Perkembangan Anak Saftarina, Fitria; Sari, Riska Permata; Sutarto, Sutarto
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 2, No 1 (2018): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v2i1.1904

Abstract

Pestisida merupakan bahan yang digunakan untuk mengendalikan populasi jasad yang dianggap sebagai hama yang dapat merugikan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Penggunaan pestisida dapat menyebabkan terjadinya keracunan pestisida. Pestisida yang sering digunakan antara lain golongan organofosfat (OP). Akumulasi pestisida pada batas ambang tertentu, bisa menimbulkan dampak buruk pada tubuh antara lain, muncul gangguan pada otak, penyakit tumor, kanker, bahkan, pada ibu hamil bisa mengakibatkan bayi lahir cacat. Paparan OP pada masa kehamilan diketahui dapat menyebabkan gangguan terhadap perkembangan anak. Perkembangan anak adalah suatu proses perubahan menuju tingkat integritasi yang lebih tinggi. Perubahan-perubahan yang terjadi pada perkembangan anak meliputi berbagai aspek, antara lain aspek gerakan (motorik), kecerdasan, bahasa atau komunikasi, dan aspek sosial. Paparan OP dilihat dengan pengukuran kadar metabolitnya dalam urin ibu pada masa kehamilan atau pada urin anak. Selain itu dapat pula dideteksi melalui cairan amnion dan darah tali pusat. Metabolit OP dalam urin yang dapat dideteksi antara lain kadar dialkilfosfat (DAP) dan dietilfosfat (DEP). Terdapat beberapa faktor terjadinya gangguan perkembangan anak pada ibu yang terpapar pestisida saat masa kehamilan yaitu penggunaan alat pelindung diri (APD), frekuensi penyemprotan, lama paparan, pencampuran pestisida, lokasi tempat tinggal, dan penyimpanan pestisida.Kata kunci: metabolit organofosfat, perkembangan anak, pestisida
OWAS (Ovako Work Analysis System) Anggi Setiorini
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2897

Abstract

Metode pengukuran yang dilakukan untuk mengetahui risiko pekerjaan dari sisi ergonomi salah satunya menggunakan OWAS (Ovako Working Analysis System). Metode OWAS memberikan informasi mengenai penilaian postur tubuh pada saat bekerja sehingga dapat melakukan evaluasi dini atas risiko kecelakaan tubuh manusia. Bagian-bagian penting pada tubuh yang dilakukan penilaian dengan OWAS meliputi pergerakan tubuh bagian punggung, bahu, tangan dan kaki, termasuk paha, lutut dan pergelangan kaki. Metode ini cepat dalam mengidentifikasi sikap kerja yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja yang menjadi perhatian dari metode ini adalah system musculoskeletal. Sistem musculoskeletal yang mencakup sistem saraf, tendon, otot dan struktur penunjang seperti bantalan tulang punggung (discus intervertebral). Mencegah terjadinya kecelakaan kerja terutama pada bagian muskuloskeletal adalah mengurangi dan menghilangkan pekerjaan yang beresiko terhadap keselamatan kerja. Hal tersebut merupakan prinsip dasar mengatasi masalah kecelakaan kerja.Kata kunci : owas, sistem muskuloskeletal, kecelakaan kerja
Cover JK Unila Admin JK Unila
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 1 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i1.2756

Abstract

Cover JK Unila

Page 10 of 30 | Total Record : 294