cover
Contact Name
Sofyan Musyabiq Wijaya
Contact Email
obiqwijaya@gmail.com
Phone
+6281559678993
Journal Mail Official
jkunila@gmail.com
Editorial Address
Jl Prof.Dr.Soemantri Brojonegoro No 1 , Bandar Lampung, Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JK Unila (Jurnal Kedokteran Universitas Lampung)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25273612     EISSN : 26146991     DOI : 10.23960/jku
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) is a journal of scientific publications published every six months using a peer review system for article selection. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) can receive original research articles relevant to medicine and health, meta-analysis , case reports and medical science update.
Articles 260 Documents
Cover JK Unila Admin JK Unila
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 1 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i1.2191

Abstract

Cover JK Unila
Pengaruh Pemberian Ekstrak Lidah Buaya Konsentrasi 25%,50%, 75%, dan 100% terhadap Jumlah Makrofag pada Radang Mukosa Mulut Tikus Putih Jantan Galur Sprague Dawley Novita Carolia; Asep Sukohar
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2016): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i2.1622

Abstract

Daun lidah buaya dapat bertindak sebagai anti-inflamasi dengan menghambat integrin tertentu. Tanaman ini mengandung berbagai macam unsur dan zat yang dipercaya berfungsi sebagai agen antiinflamasi, antara lain asam salisilat, vitamin, polisakarida dan asam lemak. Disamping itu terdapat pula indometasin yang dapat mengurangi edema, menghambatenzim siklooksigenase dan menghambat motilitas dari leukosit polymorpho nuclear (PMN) yang bila jumlahnya berlebihan dapat merusak jaringan. Rancangan penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Penelitian ini menggunakan 30 ekor tikus putih jantan galur Sprague Dawley yang dibagi menjadi 5 kelompok yang terdiri dari 1 kelompok kontrol negatif (diolesi aqudest) dan 4 kelompok perlakuan ( diolesi ekstrak lidah buaya masing-masing 25%, 50%, 75%, dan 100%). Reratajumlah makrofag kelompok kontrol (aquadest), kelompok 1, Kelompok 2, kelompok 3, dan kelompok 4 berturut turut sebanyak 16,15 , 15,95 , 14,88, 14,8, dan 14,2. Simpulan: terdapat perbedaan bermakna jumlah rerata makrofag antar kelompok (p= 0,014). Konsentrasi ekstrak lidah buaya yang paling efektif sebagai antiinflamasi pada radang mukosa mulut adalah 100%. [JK Unila. 2016; 1(2)]Kata kunci: lidah buaya, makrofag, stomatitis
Profil Penyakit Malaria Pada Rumah Sakit Tk. IV TNI AD Bandar Lampung Arif Yudho Prabowo; Hotman Sijabat; Fajar Yuwanto
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 1 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i1.2209

Abstract

Malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium. Di Indonesia, malaria masih menjadi masalah kesehatan tersendiri karena masih menimbulkan Kejadian Luar Biasa. Provinsi Lampung sendiri merupakan salah satu daerah endemis dimana berpotensi untuk berkembangnya penyakit malaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran profil penyakit malaria pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Tk.IV TNI AD Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan metode cross sectional. Data yang digunakan berdasarkan data rekam medis. Sampel yang digunakan adalah seluruh pasien malaria rawat inap dari 1 Januari 2018 hingga 31 Desember 2018 (total sampling). Hasil penelitian dini didapatkan bahwa rentang usia pasien malaria yang terbanyak adalah 31-40 tahun (34,78%), mayoritas Plasmodium menginfeksi laki-laki (78,26%), jenis pekerjaan pasien yang paling banyak adalah wiraswasta (30,43%), mayoritas pasien berasal dari Kota Bandar Lampung (56,52%), seluruh pasien mengeluh demam (100%), infeksi Plasmodium terbanyak berjenis Plasmodium vivax (65,22%), seluruh pasien (100%) mendapatkan terapi Artemisinin-based Combination Therapy (ACT) berupa Dihidroartemisinin-Piperakuin (DHP)+Primakuin, mayoritas pasien didiagnosis dengan observasi febris (60,87%), rerata lama waktu perawatan pasien adalah 4,78 hari. Terdapat satu pasien yang diduga mengalami resistensi ACT mendapatkan pengobatan lanjutan berupa Kina+Doksisiklin+Primakuin.Kata kunci: Bandar lampung, malaria, profil.
Perbedaan Kemampuan Memori Kerja Paska Paparan Gelombang Elektromagnetik Akut dan Kronis pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Sprague dawley Anggraeni Janar Wulan; Rekha Nova Iyos; Anisa Nuraisa Djausal; Prianggara Rostu Prayoga
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2016): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i2.1638

Abstract

Stres adalah keadaan ketidakseimbangan yang akan mengganggu homeostasis. Stres akan memengaruhi sistem organ pada tubuh, salah satunya sistem saraf. Handphone merupakan salah satu pemicu timbulnya stres. Paparan gelombang elektromagnetik terbukti akan merusak hippocampus sebagai pusat memori. Lama paparan terhadap gelombangelektromagnetik berpengaruh terhadap kemampuan memori kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai memori kerja paska paparan gelombang elektromagnetik akut dan kronik pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Sprague dawley. Sampel yang digunakan adalah 18 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) galur Sprague dawley, berusia 2-3 minggu. Sampel dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok kontrol (K), kelompok perlakuan 1 (P1) dipaparkan dengan gelombang EM handphone selama 7 hari dan P2 dipaparkan selama 21 hari. Durasi pemaparan selama 3jam/hari. Memori kerja diukur dengan menggunakan radial arm maze. Hasil pengukuran rerata memori kerja adalah sebagai berikut K1: 1.83 ± 0,7%, K2: P1: 1,33 ± 1,0%, P2: 1.33 ± 0,5%. Dari hasil analisa Kruskal Wallis didapatkan nilai p=0,55 (p>0,05).Simpulan, tidak terdapat perbedaan memori kerja paska paparan gelombang elektromagnetik pada tikus Putih (Rattus Novegicus) galur Sprague dawley. [JK Unila. 2016; 1(2)]Kata kunci: gelombang EM, memori kerja
Peranan Dosen Pendidikan Kedokteran : Dari Perspektif Ilmu Pendidikan Kedokteran Rika Lisiswanti
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 1 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i1.2225

Abstract

Pendidikan kedokteran bertujuan untuk menghasilkan dokter dan dokter gigi berbudi luhur, bermatabat, bermutu, kompeten, berbudaya menolong, beretika, berdedikasi tinggi, profesional, berorientasi pada keselamatan pasien, bertanggungjawab, bermoral, humanistis, menyadari kebutuhan masyarakat, mampu berdaptasi dengan lingkungan sosial dan berjiwa sosial tinggi. Pendidikan kedokteran merupakan pendidikan dinamis dan terus berkembang. Untuk mewujudkan tujuan tersebut peranan dosen sangat penting. Peranan dosen utama adalah tri darma perguruan tinggi yaitu pendidikan, pengajaran dan pengabdian. Peranan dosen pendidikan kedokteran dari pandangan ilmu pendidikan kedokteran terbagi dalam dua belas yaitu sebagai pemberi informasi di kelas dan di pendidikan klinik, sebagai role model di pendidikan pre klinik dan klinik, sebagai fasilitator dalam kegiatan belajar mengajar dan sebagi mentor, sebagai perencana kurikulum dan perencana proses pembelajaran, sebagai asesor kurikulum dan assesor mahasiswa, sebagai kreator lingkungan belajar dan sebagai pembuat panduan belajar. Selain itu dosen juga harus ahli dibidangnya yaitu dosen yang memiliki kekampuan metakognisi dan mempunyai intuisi dalam kedokteran. Bagian pendidikan kedokteran berperan dalam pengembangan peranan dosen pendidikan kedokteran untuk merespon perkembangan pendidikan dan kedokteran serta sebagai pusat inovasi dan penelitian dalam bidang pendidikan kedokteran.Kata Kunci: departemen pendidikan kedokteran, dosen, pendidikan kedokteran
Pitiriasis Versicolor Ditinjau Dari Aspek Klinis Dan Mikrobiologis Tri Umiana Soleha
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2016): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i2.1654

Abstract

Pitiriasis versikolor adalah infeksi jamur superfisial pada lapisan tanduk kulit yang disebabkan oleh Malassezia furfur. Infeksi ini bersifat menahun, ringan, dan biasanya tanpa peradangan. Pitiriasis versikolor sering mengenai muka, leher, badan, lengan atas, ketiak, paha, dan lipat paha. Kelainan kulit pada pitiriasis versikolor sangat superfisial dan ditemukan terutama di badan berupa bercak warna warni. Jamur Malassezia furfur sebagai penyebab infeksi Pitiriasis versikolor ini merupakan merupakan jamur dimorfik lipofilik yang tergolong flora normal dan dapat diisolasi dari kerokan kulit yang berasal dari hampir seluruh area tubuh terutama di area yang kaya kelenjar sebasea seperti dada, punggung dan area kepala. Bila dilihat dari kerokan kulit, Malassezia furfur tampak sebagai sel-sel berupa ragi yang berbentuk bulat atau oval dengan diameter 3sampai 8 µm berdinding tebal dan berkelompok. Selain sel-sel ragi tampak pula pseudohifa pendek dengan ujung tumpul. Malassezia furfur tumbuh sebagai koloni berupa ragi berwarna krem sampai coklat muda. Faktor predesposisi yang mempengaruhi perkembangan Pitiriasis versikolor bervariasi, yang perlu diperhatikan adalah faktor lingkungan dan faktor host tersebut. Pada lingkungan beriklim hangat ditemukan hifa yang berhubungan dengan jamur malassezia pada kulit normal. Jenis kelamin adalah faktor yang tidak berpengaruh tetapi terdapat perbedaan pada usia yang berbeda.Simpulan :Aspek mikrobioliogis dari Pitiriasis versicolor adalah dari etiologinya yaitu Malassezia furfur yang merupakan salah satu floranormal kulit yang bersifat lipofilik sehingga mudah tumbuh pada permukaan tubuh manusia. [JK Unila. 2016; 1(2)]Kata kunci: malassezia furfur, pitiriasis versikolor
Perbandingan Uji Diagnostik Siriraj Stroke Score dan Algoritma Stroke Gadjah Mada Sebagai Prediktor Jenis Stroke di RS Sentra Medika Bekasi Hanif Fakhruddin; Lisa Nurmalia
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 2 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i2.2496

Abstract

Stroke menurut World Health Organization adalah sindrom klinis yang berkembang cepat akibat gangguan otak fokal maupun global dengan gejala klinis yang berlangsung selama 24 jam atau lebih dan dapat menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain kelainan vascular. Penanganan stroke yang tepat dilakukan berdasarkan jenisnya yang dibedakan menjadi stroke perdarahan atau stroke iskemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan uji diagnostik skor Stroke Siriraj dengan algoritma Stroke Gadjah Mada sebagai prediktor jenis stroke. Penelitian ini merupakan penelitian uji diagnostik dengan pendekatan cross sectional untuk. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang, Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien stroke tahun 2017 – 2018. Sampel yang digunakan sebanyak 50 responden dengan teknik purposive sampling. Data diambil secara primer dengan observasi langsung dan sekunder dengan rekam medik. Data dilakukan uji diagnostik dengan menilai sensitivitas, spesifisitas dan akurasi. Hasil penelitian diketahui rerata usia adalah 53,4+9,285 tahun, responden sebagian besar adalah laki – laki (64%). Responden terbanyak adalah buruh (34%) dan paling sedikit PNS (10%). Responden tingkat pendidikan terbanyak adalah lulusan SMA (36%) dan paling sedikit yaitu lulusan SMP (18%). Nilai diagnostik SSS yaitu, sensitivitas 0,75, spesifisitas 0,93, akurasi 0,8, nilai duga positif 0,96 dan nilai duga negatif 0,59. Sedangkan ASGM memiliki nilai sensitivitas 0,89, spesifisitas 0,86, akurasi 0,88, nilai duga positif 0,94 dan nilai duga negatif 0,75. Simpulan bahwa ASGM memiliki nilai akurasi dan spesifisitas lebih tinggi dibandingkan SSS, namun sensitivitasnya lebih rendah.Kata kunci: algoritma stroke Gadjah mada, skor stroke Siriraj, uji diagnostik
Perawatan Metode Kanguru Bayi Berat Lahir Rendah Nurdyana Nurdyana; Nisa Karima
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 2 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i2.2522

Abstract

Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang berat badan saat lahir kurang dari 2500 gram. Pada tahun 2010 di US, kematian bayi berat badan lahir rendah (2500gram) 24 kali lebih tinggi dan bayi berat badan lahir <1500gram 100 kali lebih tinggi dibandingkan bayi berat badan lahir 2500 gram atau lebih. Kelangsungan hidup tahun pertama adalah 15% untuk bayi yang lahir dengan berat kurang dari 500 gram. BBLR merupakan salah satu indikator status kesehatan anak. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2013, persentase BBLR sebesar 10,2%, lebih rendah dari tahun 2010 yaitu 11,1%, terjadi penurunan persentase BBLR sebesar 0,9%. Persentase BBLR tertinggi terdapat di provinsi Sulawesi Tengah (16,9%) dan terendah di Sumatera Utara (7,2%). Dimana berat bayi lahir rendah ini meningkatkan risiko gagal pertumbuhan dan perkembangan, infeksi,kematian selama masa bayi dan masa kanak-kanak. Banyak keluarga dari mereka yang tidak dapat mengakses atau menjangkau biaya perawatan dengan inkubator dan keterampilan dalam menggunakannya, dimana perawatan metode kanguru sudah lebih dari 30 tahun ditemukan dan memberikan respon yang baik terhadap kendala akses dan keterjangkauan, hal ini telah terbukti memiliki manfaat lebih dari perawatan dengan inkubator. Perawatan metode kanguru terbukti mudah, murah dan bermanfaat sebagai pengganti inkubator untuk berat bayi lahir rendah. Salah satu manfaatnya adalah dapat membantu BBLR beradaptasi dengan lingkungan luar dengan menyediakan situasi mirip kondisi rahim ibu. Laporan kasus bayi lahir prematur dengan usia gestasi 30-31 minggu. Berat bayi lahir 1495 gram. Selama 12 hari perawatan bayi menunjukkan pertumbuhan signifikan baik dan kondisi klinis stabil.Kata kunci: BBLR, Perawatan Metode Kanguru, Prematur
Kejadian Medication Error pada Fase Prescribing di Poliklinik Pasien Rawat Jalan RSD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi Rasmi Zakiah Oktarlina; Zahra Wafiyatunisa
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 3 (2017): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i3.1717

Abstract

Medication error adalah suatu kejadian yang tidak hanya dapat merugikan pasien tetapi juga dapat membahayakan keselamatan pasien yang dilakukan oleh petugas kesehatan khususnya dalam hal pelayanan pengobatan pasien. Medication error dapat terjadi di dalam tiap proses pengobatan, salah satunya pada fase prescribing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui angka kejadian medication error pada fase prescribing dalam pelayanan pengobatan di RSD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross sectional. Subjek penelitian ini adalah resep yang ada di instalasi Farmasi RSD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi. Penelitian ini menggunakan metode total sampling yang mengambil resep di bulan Juni-Oktober 2016 di instalasi Farmasi RSD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi. Pada hasil penelitian didapatkan bahwa angka kejadian medication error pada fase prescribing menunjukan 63,6%. Dimana dokter spesialis melakukan medication error sebesar 72,5% dan 43,4% yang dilakukan oleh dokter umum. Kesalahan fase prescribing pada bagian inscriptio terhadap pasien rawat jalan RSD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi sebesar 58,5%. Angka kejadian kesalahan pada bagian prescriptio sebesar 63,6%, signatura sebesar 25,4%, dan pro sebesar 81,9%. Sedangkan angka kejadian pada bagian invocatio dan subscriptio sebesar 0%. Kesimpulannya Angka kejadian medication error sebesar 63,6%. Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan terhadap medication error pada fase prescribing.Kata kunci: angka kejadian, fase prescribing, medication error
Juvenile Idiopathic Arthritis DD/ Artritis Ec Lupus Eritematosus Sistemik + Anemia EC Inflamasi Kronis Kurniati, Intanri
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 1 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i1.2766

Abstract

Lupus eritematosus sistemik merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan produksi antibodi terhadap komponen-komponen inti sel yang berhubungan dengan manifestasi klinis yang luas. Sembilan puluh persen kasus lupus eritematosus sistemikmenyerang wanita muda dengan insiden puncak pada usia 15-40 tahun selama masa reproduktif dengan rasio wanita dan laki-laki 5:1. Telah dilaporkan pasien AA berjenis kelamin perempuan, usia 11 tahun dengan hasil anamnesa Sejak 1 tahun sebelum masuk rumah sakit, penderita mengeluh nyeri sendi yang hilang timbul di hampir seluruh persendian terutama lutut, pergelangan tangan dan kaki serta di jari jari tangan. Keluhan disertai panas badan yang tidak terlalu tinggi dan ruam kemerahan di seluruh badan yang hilang timbul. Keluhan nyeri pada sendi disertai bengkak, kemerahan dan teraba lebih panas di daerah sendi, karena keluhan ini orangtua pasien mengatakan aktivitas sehari-hari menjadi terganggu, merasa sulit berjalan dan kaku pada sendi terutama di pagi hari. Selama keluhan ini berlangsung pasien menyangkal adanya kemerahan di pipi terutama jika terkena matahari, sariawan yang hilang timbul, rambut rontok, gangguan penglihatan, sesak, kejang maupun penurunan kesadaran. Buang air besar dan buang air kecil tidak ada keluhan.Berdasarkan kriteria JIA menurut ILAR, pasien merupakan JIA yang tidak terdiferensiasi karena memenuhi lebih dari 1 kriteria, dimana pasien termasuk JIA dengan subtipe poliartikular dengan seronegatif dan JIA sistemik. Penyebab lain artritis pada JIA harus disingkirkan, seperti infeksi (typhoid, sepsis dan demam rematik post streptococcal), keganasan: leukemia serta LES sudah dapat disingkirkan dimana gejala klinis, pemeriksaan fisik dan laboratorium tidak mendukung kearah etiologi tersebut. Anemia yang terjadi pada penderita adalah akibat dari adanya inflamasi kronis.Kata Kunci : Anemia EC Inflmasi Kronis, Artritis Ec Lupus Eritematous Sistemik, Anak

Page 8 of 26 | Total Record : 260