cover
Contact Name
Sofyan Musyabiq Wijaya
Contact Email
obiqwijaya@gmail.com
Phone
+6281559678993
Journal Mail Official
jkunila@gmail.com
Editorial Address
Jl Prof.Dr.Soemantri Brojonegoro No 1 , Bandar Lampung, Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JK Unila (Jurnal Kedokteran Universitas Lampung)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25273612     EISSN : 26146991     DOI : 10.23960/jku
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) is a journal of scientific publications published every six months using a peer review system for article selection. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) can receive original research articles relevant to medicine and health, meta-analysis , case reports and medical science update.
Articles 260 Documents
Hubungan antara Jumlah CD4 pada pasien yang terinfeksi HIV/AIDS dengan Infeksi Oportunistik di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2016 Festy Ladyani; Anisa Kristianingsih
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 1 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i1.2201

Abstract

Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) merupakan penyakit menular yang disebabkan virus Human Immunodeficiency Virus (HIV). Sejak menjadi epidemi sampai dengan tahun 2011. Tahun 2016 diklinik Konseling tes sukarela (KTS) pelayanan dukungan pengobatan (PDP), RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung diketahui 918 orang pasien yang memeriksakan dirinya dan menerima hasil test ada sebanyak 315 yang dinyatakan positif HIV/AIDS Tujuan penelitian untuk Mengetahui hubungan antara jumlah CD4 pada pasien yang terinfeksi HIV/AIDS dengan infeksi oportunistik di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien yang terdiagnois HIV/AIDS pada tahun 2016 yaitu sebanyak 80orang.Sampel sebanyak 67responden.Analisis data menggunakan univariat dan bivariat menggunakan Rank Spearmen. Diketahui distribusi frekuensi infeksi oportunistik pada pasien HIV/AIDS dari 67 responden sebanyak 47,8% denganinfeksi diare, 31,4% dengan infeksi TB, 11,9% dengan infeksi Toxo dan 9% dengan infeksi Candidiasis. Diketahui distribusi frekuensi jumlah CD4 pada pasien HIV/AIDS dari 67 responden yaitu sebanyak 58,2% memiliki CD 4 sebesar <200, sebanyak31,3% memiliki CD 4 antara 200-449 dan sebanyak 10,4% memiliki CD 4 sebesar ≥ 500. Diketahui distribusi rerata jumlah CD4 total pada infeksi oportunistik pasien HIV dari 67 responden didapat paling tinggi jumlah rerata CD4 pada infeksi oportunistik Toxo sebesar 156,50 sel/mm3, Diare sebesar 187,88 sel/mm3,TB sebesar 198,05 sel/ mm3 dan Candidiasis sebesar 226,00 sel/ mm3.Diketahui hasil analisis Spearman terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah CD4 pada pasien yang terinfeksi HIV/AIDS dengan infeksi oportunistik di rumah sakit Umum Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2016denganterdapat P-value=0,015 dan kekuatan korelasi sebesar 0,905 artinya korelasi jumlah CD4 dengan infeksi oportunistik masuk dalam kategori sangat kuat. Terdapat hubungan antara jumlah CD4 pada pasien yang terinfeksi HIV/AIDS dengan infeksi oportunistik, dengan nilai p-value 0,015. Kata Kunci: CD4, HIV/AIDS, Infeksi Oportunistik
Efek Pemberian Ekstrak Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb) terhadap Daya Hambat Pertumbuhan Staphylococcus Aureus dan Escherichia Coli secara In Vitro Alexander Dicky; Ety Apriliana
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2016): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i2.1632

Abstract

Prevalensi penyakit infeksi di Indonesia masih tergolong tinggi dan menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Salah satu penyebab penyakit infeksi adalah bakteri. Antibiotik adalah terapi yang digunakan untuk melawan bakteri. Ekstrak etanol temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) memiliki berbagai manfaat, salah satunya sebagai antimikroba karena kandungan kurkumin dan minyak atsiri dalam temulawak dapat menghambat dan membunuh pertumbuhan bakteri. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak etanol temulawak terhadap daya hambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli secara in vitro. Dengan menggunakan metode kirby bauer disk diffusion, ekstrak etanol temulawak dengan konsentrasi 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, 40%, 80%, 100%, kontrol negatif (akuades steril)dan kontrol positif (kloramfenikol) ditanam dalam Muller Hinton Agar berisi bakteri, diinkubasi dan diukur zona hambat yang terbentuk. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ekstrak etanol temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) memiliki daya hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli pada semua konsentrasi uji. [JK Unila. 2016; 1(2)]Kata kunci: antibakteri, Curcuma, daya hambat, Escherichia coli, Staphylococcus aureus
Hubungan Neutrophil Lymphocyte Ratio dengan Outcome Sepsis pada Geriatri Iswandi Darwis; Probosuseno Probosuseno
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 1 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i1.2219

Abstract

Geriatri merupakan kelompok usia yang rentan terjadi sepsis dan terkadang sulit sekali ditegakkan karena tanda-tanda inflamasi jarang muncul. Pemeriksaan sederhana meliputi neutrophil lymphocyte ratio (NLR) dapat mencerminkan kondisi inflamasi secara sederhana dengan pemeriksaan darah rutin saja.Neutrofilia dan limfopenia dapat mengambarkan kondisi derajat pemberatan sepsis pada geriatri dan mortalitasnya.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan neutrophil lymphocyte ratio dengan outcome sepsis pada pasien geriatri. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain cohort retrospective.Data diperoleh dari catatan medik pasien.Untuk menganalisis sensitivitas dan spesifisitas dari nilai NLR untuk menentukan kematian sepsis pada pasien geriatri digunakan analisa statistik kurva receiver-operating characteristics (ROC) dengan hasil bermakna apabila nilai kurva ROC lebih dari 50%.untuk mengetahui nilai NLR dengan outcome dilakukan uji Chi-square. Data diolah dengan SPSS versi 22.0. Hasil uji dikatakan bermakna bila nilai p < 0,05.Subyek penelitian ini berjumlah 52 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Nilai median usia subyek 66 (60-87) tahun dengan subyek laki-laki terbanyak 51,92%. Diagnosis sepsis berat 48,08% diikui sepsis 29,62% dan syok septik 25%. Subyek meninggal sebanyak 27 subyek (51,92%). Kadar hemoglobin 11,3 g/dl; leukosit 15,26.103/ml; trombosit 150.103/ml dan nilai NLR 13,98 (0,27-57,19). Kurva ROC NLR, menunjukkan bahwa NLR memiliki nilai prediktor yang baik (AUC 66,6%; nilai p 0,04) nilai NLR sebesar 13,05. Pasien sepsis pada geriatri dengan nilai NLR >13,05 meninggal sebanyak 18 (66,67%) pasien sedangkan pasien geriatri dengan nilai NLR <13,05 meninggal 9 (36%) pasien dengan nilai p 0,027 (RR 1,852 IK 95% 1,133-11,154). Peningkatan neutrophil lymphocyte ratio berhubungan dengan peningkatan kematian akibat sepsis pada pasien geriatri Kata Kunci: Geriatri, neutrophil lymphocyte ratio, sepsis
Efek Ekstrak Daun Salam pada Kadar Glukosa Darah Nita Parisa
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2016): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i2.1648

Abstract

Diabetes mellitus (DM) didefinisikan sebagai suatu penyakit metabolisme kronis yang multi etiologi ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) (glukosa puasa ≥ 126 mg/dl atau glukosa sewaktu ≥ 200 mg/dl) yang disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, protein dan lipid sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Penelitianepidemiologi menunjukkan kecenderungan peningkatan angka insidensi dan prevalensi DM tipe 2 di berbagai penjuru dunia. Penyakit ini juga masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia, bahkan juga di dunia. Insidensi tingginya angka kematian akibat penyakit ini kebanyakan disebabkan oleh komplikasi multi organ. Selain itu, penyakit ini tidak bisa sembuh sehingga membutuhkan terapi seumur hidup. Oleh karena itu, sangat diperlukan suatu obat yang tepat sasaran, minimal efek samping dan terjangkau, salah satunya adalah dengan obat-obatan herbal. Salah satu tanaman herbal yang dianggap memiliki potensi sebagai antihiperglikemia adalah daun salam (Syzygium polyanthum). Daun salam merupakan tanaman yang umum dan mudah dijumpai di Indonesia. Tulisan ini bertujuan untuk melihat potensi efek ekstrak daun salam terhadap kadar glukosa dalam darah. Beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kandungan utama senyawa flavonoid dalam ekstrak daun salam dapat menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan. Senyawa glikosida flavonoid yang terdapat pada daun salam berfungsi sebagai penangkap radikal hidroksil sehingga dapat mencegah aksi diabetogenik. Dengan demikian, daun salam sangat berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut menjadiobat herbal untuk mencegah dan mengobati kondisi hiperglikemia. [JK Unila. 2016; 1(2)]Kata kunci: flavonoid, hiperglisemia, daun salam, glukosa, obat herbal, diabetes mellitus
Hubungan Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) di Klinik Harum Melati Pringsewu Tahun 2016-2017 Retno Ariza S Soemarwoto; Syazili Mustofa; Fransisca Sinaga; Hetti Rusmini; Chicy Widya Morfi; Nadya Febriani
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 1 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i1.2294

Abstract

Latar Belakang : Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) dapat dilihat dari nilai Volume Ekspirasi Paksa Detik 1 (VEP 1 %) dan Volume Ekspirasi Paksa Detik 1/ Kapasitas Vital Paksa (VEP1/KVP). Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah cara paling sederhana untuk memantau status gizi seseorang. Penurunan IMT akan berpengaruh terhadap kerja muskulus otot pernapasan sehingga menyebabkan nilai VEP1/KVP mengalami penurunan. Tujuan untuk mengetahui hubungan Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) di Klinik Harum Melati Pringsewu Tahun 2016 - 2017. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Populasi seluruh pasien PPOK sebanyak 349 orang. Jumlah sampel sebanyak 167 orang. Data diperoleh menggunakan data rekam medik pasien PPOK. Teknik analisis data menggunakan uji statistik korelasi Spearman. Prevalensi Indeks Massa Tubuh (IMT) pada pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK), sebagian besar dengan kategori IMT normal sebanyak 98 responden (58,7%). Prevalensi Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK), berdasarkan pemeriksaan spirometri sebagian besar dengan kategori fungsi paru sedang (50% VEP1 < 80% prediksi ) sebanyak 95 pasien (56,9%). Ada hubungan yang bermakna antara PPOK dengan IMT dengan p-value = 0.005.Kata kunci : Indeks Massa Tubuh (IMT), Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK)
Cover JK Admin JK Unila
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 2 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i2.2501

Abstract

Cover JK
Perbaikan Gaya Hidup Sehat pada Pasien dengan Riwayat Keluarga Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas TA Larasati
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 3 (2017): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i3.1711

Abstract

Indonesia sedang mengalami masa bonus demografi yang akan mencapai puncaknya pada tahun 2039. Kondisi yang memberikan peluang sangat besar ini terancam oleh tren peningkatan penduduk dengan prediabetes dan diabetes mellitus tipe 2 yang sesungguhnya bisa dicegah. Riwayat keluarga diabetes mellitus tipe 2 merupakan faktor risiko independen diabetes mellitus tipe 2 yang sangat mudah diidentifikasi. Pencegahan penyakit merupakan salah satu tugas utama pelayanan kesehatan primer. Dokter yang berada di layanan primer dituntut dapat melakukan pencegahan penyakit khususnya prediabetes dan diabetes mellitus tipe 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbaikan gaya hidup yang telah dilakukan oleh dokter di layanan primer berikut hambatannya. Penelitian ini merupakan studi kualitatif, denganpendekatan studi kasus. Dilakukan dengan informan dokter yang telah bekerja di layanan primer minimal 5 tahun di provinsi Lampung, dan dilakukan hingga data jenuh. Dilakukan member checking dan triangulasi sumber untuk validasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dokter di Puskesmas telah melakukan perbaikan gaya hidup sehat dalam bentuk edukasi pasien dan penegakkan diagnosis dini dan penatalaksanaaan yang tepat. Hambatan yangdihadapi oleh dokter dilayanan primer dalam perbaikan gaya hidup sehat adalah terbatasnya waktu yang tersedia dibandingkan dengan tugas yang harus diselesaikan, kurangnya sumber daya manusia, , kurangnya sarana prasarana untuk melakukan edukasi, ketiadaan reward, tidak termasuk dalam program kerja puskesmas secara jelas, selain hambatan internal pasien berupa keengganan dan merasa dirinya sehat.Kata kunci: Perbaikan gaya hidup sehat, riwayat keluarga diabetes mellitus tipe 2
Situational Judgement Test (SJT): Alternatif Metode Seleksi Mahasiswa Baru di Fakultas Kedokteran Dwita Oktaria; Rika Lisiswanti
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 3 (2017): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i3.1727

Abstract

Saat ini, metode seleksi masuk Fakultas Kedokteran hanya mengandalkan penilaian kemampuan kognitif. Situational judgement test (SJT) bertujuan untuk melakukan penilaian mengenai apa yang akan pelamar lakukan bila diberikan situasi tertentu, selain menilai apakah pelamar dapat mendiskusikan situasi tertentu, mereka juga dituntut untuk menunjukkan bahwa mereka dapat mendemonstrasikan kompetensi aktual yang dicari oleh institusi yang akan merekrut mereka. Situational judgement test (SJT) adalah penilaian yang dirancang untuk mengukur penilaian kandidat dalam setting peran yang relevan atau setting kerja. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan SJT pada proses seleksi dan penilaian di Fakultas Kedokteran telah digunakan secara luas. Bukti penelitian secara konsisten telah menunjukkan bahwa SJT sebagaialat seleksi, ketika didesain secara tepat, memiliki reliabilitas dan validitas yang baik. Penggunaan SJT dalam proses seleksi mahasiswa kedokteran umum dapat menjadi prediktor kinerja yang lebih baik dibandingkan tes pengetahuan, wawancara terstruktur, tes IQ, kuesioner kepribadian dan pertanyaan pada formulir aplikasi.SJT dengan menggunakan video dilaporkan memiliki validitas lebih tinggi dibandingkan SJT tertulis. SJT dapat menilai berbagai atribut, termasuk mengukur berbagai keterampilan dan sifat, tergantung materi spesifik dari tes. SJT merupakan salah satu metode seleksi terbaik dan tervalidjika dirancang secara tepat, namun metode ini relatif baru, mungkin dapat kurang diterima secara internasional serta dapat menimbulkan bias kultural.Kata kunci: metode seleksi, SJT, situational judgement test,
Hubungan Pengetahuan Keluarga dengan Penggunaan Obat Tradisional di Desa Nunggalrejo Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah Rasmi Zakiah Oktarlina; Asnah Tarigan; Novita Carolia; Ebti Rizki Utami
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 2, No 1 (2018): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v2i1.1906

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan tumbuhan lima besar di dunia. Tumbuhan adalah bahan baku yang digunakan sebagai obat tradisional. Sebanyak 80% penduduk di negara berkembang dan 65% penduduk di negara maju memilih menggunakan obat tradisional. Sekitar 40% penduduk Indonesia menggunakan obat tradisional dan 70% berada di daerah pedesaan, tetapi pengetahuan mengenai penggunaan obat tradisional masih cukup rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan keluarga dengan penggunaan obat tradisional di Desa Nunggalrejo Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan menggunakan desain penelitian cross sectional study. Pengambilan sampel menggunakan metode probability sampling dengan jenis cluster sampling dan alat ukur berupa kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Subjek penelitian ini adalah keluarga di Desa Nunggalrejo dengan jumlah 102 responden. Hasil penelitian didapatkan bahwa responden yang menggunakan obat tradisional lebih banyak (64,2%) adalah responden yang memiliki pengetahuan baik mengenai obat tradisional, sedangkan responden yang tidak menggunakan obat tradisional lebih banyak (65,7%) merupakan responden yang memiliki pengetahuan kurang baik mengenai obat tradisional. Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi-square didapatkan nilai p yaitu 0,008. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan keluarga dengan penggunaan obat tradisional.Kata Kunci : Keluarga, obat tradisional, pengetahuan.
Minyak Jelantah Menyebabkan Kerusakan pada Arteri Koronaria, Miokardium, dan Hepar Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Sprague dawley Muhartono Muhartono; M. Agung Yudistira P; Nindya Tiaz Putri; Tri Novita Sari; Oktafany Oktafany
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 2, No 2 (2018): Jk Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v2i2.1949

Abstract

Minyak jelantah dapat berakibat buruk pada sistem organ. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian minyak jelantah terhadap gambaran histopatologi arteri koronaria, miokardium, dan hepar. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan rancangan acak terkontrol dengan pola post test only control group design. Sebanyak 25 ekor tikus putih jantan Sprague dawley, dibagi dalam 5 kelompok perlakuan secara acak. Kelompok K (Kontrol) dan kelompok P1, P2, P3, dan P4 yang masing-masing diberikan minyak 1x, 4x, 8x, dan 12x penggorengan dengan dosis 1,5 mL/hari. Hasil penelitian didapatkan rerata diameter lumen arteri koronaria, K:147,02; P1:134,17; P2:126,16; P3:117,19 dan P4:98,28. Rerata skor kerusakan miokardium, K:0,16; P1:0,48; P2:0,96; P3:1,6; P4:1,84. Rerata skor kerusakan hepar, K:0; P1:0,2; P2:1,76; P3:2,88; P4:3,88. Hasil uji One Way Anova terhadap rerata diameter lumen arteri koronaria didapatkan p=0,001. Hasil uji Kruskal Wallis terhadap rerata kerusakan miokardium didapatkan p=0,003 dan rerata kerusakan hepar didapatkan p=0,001. Simpulan pemberian minyak goreng bekas berpengaruh buruk terhadap arteri koronaria, miokardium dan hepar. Kata kunci: arteri koronaria, hepar, minyak goreng bekas, miokardium

Page 6 of 26 | Total Record : 260