cover
Contact Name
Eliza Arman
Contact Email
pppmsyedza@gmail.com
Phone
+6282384992512
Journal Mail Official
pppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes SYEDZA Saintika Padang Jl. Prof. Dr. Hamka No. 228 Air Tawar Timur Padang - Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
jurnal abdimas saintika
ISSN : 2746797X     EISSN : 27154424     DOI : 10.30633
Core Subject : Health,
Jurnal Abdimas Saintika adalah jurnal scientific yang ditulis dalam bahasa Indonesia diterbitkan setiap Januari dan Agustus, proses submission manuscript dibuka setiap tahun. Submission manuscript dilakukan dengan metode Double Blind Peer Review dan Editorial Review sebelum diterima dan di publikasi. Jurnal Abdimas Saintika hanya menerima manuscript dalam bidang: Kebidanan (Kehamilan, Persalinan, Nifas, Bayi Baru Lahir, KB, Kebidanan Komunitas dan Reproduksi) Keperawatan (Keperawatan Anak, Medical Bedah, Jiwa, Gerontik, Komunitas, Gawatdarurat, Maternitas dan Manajemen) Ilmu Kesehatan Masyarakat (Epidemiologi Penyakit Menular dan Tidak Menular, Kesehatan Reproduksi, Gizi, Kesehatan Lingkungan, Kebijakan Publik) Biomedik (Farmako Kinetik dan Farmako Dinamik) Teknologi Laboratorium Medik Managemen Informasi Kesehatan
Articles 369 Documents
PATUHI ATURAN MINUM OBAT AGAR DIABETES MELITUS (DM) TERKONTROL DI KANTOR CAMAT PADANG UTARA Nova R; Abdullah D; Khomeini Khomeini3; Wahyuni S
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 1 (2022): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v4i1.1379

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkankarena adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat penurunan sekresi insulin yang progresif.Diabetes melitus berhubungan dengan risiko aterosklerosis dan merupakan predisposisi untukterjadinya kelainan mikrovaskular seperti retinopati, nefropati dan neuropati. Data Riskesdas (2013)menunjukkan bahwa proporsi diabetes di Indonesia pada tahun 2013 meningkat hampir dua kalilipat dibandingkan tahun 2007. Proporsi diabetes melitus di Indonesia sebesar 6,9 %, toleransiglukosa terganggu (TGT) sebesar 29,9% dan glukosa darah puasa (GDP) terganggu sebesar 36,6%.Proporsi penduduk di pedesaan yang menderita diabetes melitus hampir sama dengan penduduk diperkotaan. Prevalensi diabetes melitus meningkat dari 1,1 persen (2007) menjadi 2,1 persen (2013).Kepatuhan minum obat DM adalah salah satu upaya yang harus ditegakkan sehingga dapatmeningkatkan kualitas hidup penyandang diabetes melitus. Untuk mencapai tujuan tersebut makatim dosen Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah melakukan sosialisasi kepadapenyandang DM maupun kepada masyarakat bagaimana cara mengendalikan glukosa darah,tekanan darah, berat badan, dan profil lipid, melalui pengelolaan pasien secara komprehensif.Kata kunci : Diabetes Melitus, kepatuhan, mikrovaskular,
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN AKUPRESUR PADA KELUARGA DENGAN HIPERTENSI Zulham Efendi; Mira Andika; Ria Desnita; Lenni Sastra; Fitria Alisa; Weny Amelia; Lola Despitasari; Dedi Adha
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 1 (2022): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v4i1.1423

Abstract

Latar Belakang : Lansia (Lanjut Usia) merupakan kelompok rentan yang memiliki risiko terjadinya masalah kesehatan. permasalahan kesehatan yang terjadi pada lansia sebagai akibat bertambah usia, pola hidup dan lingkungan sehingga menyebabkan terjadinya penyakit degeneratif salah satunya adalah Hipertensi. Kelurahan Pasie Nan Tigo  memiliki  Lansia hipertensi dengan jumlah 48 orang. Berdasarkan survey awal yang dilakukan pada 12 orang Lansia hipertensi di Kelurahan Pasie Nan Tigo Padang didapatkan keterangan selama ini usaha yang mereka lakukan untuk mengatasi hipertensinya yaitu dengan mengunakan terapi herbal dan farmakologis. Penerapan terapi komplementer akupresur belum dilakukan di tatanan perawatan pada Lansia Hipertensi. Metode : Masalah hipertensi pada lansia diatasi dengan pendampingan dan pelatihan akupresur anggota keluarga lansia dengan kegiatan meliputi edukasi mengenai akupresur untuk pengendalian hipertensi pada lansia, pelatihan dan pendampingan akupresur pada anggota keluarga. Hasil: Setelah kegiatan pendampingan dan pelatihan akupresur didapatkan hasil terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam melakukan terapi akupresur untuk masalah hipertensiKata Kunci : Lansia, Hipertensi, Akupresur
EDUKASI PERAWATAN ULKUS DIABETIKUM DI RUMAH PADA PASIEN DAN KELUARGA PASIEN DI RUMAH SAKIT ASYIYAH KOTA PARIAMAN Mike Asmaria; Linda Marni; Sofia Yulidar Hafni
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 1 (2022): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v4i1.1391

Abstract

Insiden ulkus diabetikum setiap tahunnya adalah 2 % diantara semua pasien dengan diabetes 5 – 7,5 % berarti ada 1 juta amputasi dilakukan setiap tahun. Angka kematian diabetes melitus di Indonesia 17 % dan akan meningkat menjadi  700 juta kematian tahun 2041. Riset kesehatan Daerah provinsi sumatera barat memaparkan bahwa prevalensi penyakit diabetes melitus disertai dengan ulkus diabetikum tahun 2018 tercatat 37..063 orang. Di Rumah Sakit Asyiyah Kota Pariaman jumlah pasien diabetes melitus + komplikasi juga meningkat setiap tahunnya. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu mengedukasi pasien dan kelaurga tentang perawatan ulkus diabetikum dirumah sehingga terjadinya pemulihan yang cepat pada pasien. Metode pelaksanaan dalam  bentuk   penyuluhan   dengan   media   SAP, modul,  leflet  dan  diskusi  tanya jawab serta  konsultasi Pelaksanaan kegiatan di Rumah sakit Aisyiyah Pariaman.  Hasil kegiatan didapatkan 9 orang dari 14 orang yang mengikuti kegiatan sudah memahami tentang perawatan ulkus diabetikum di rumah, dan  4-5 orang yang belum bisa menyebutkan dengan jelas factor apa saja yang menyebabkan luka ulkus diabetikum sukar kering, tanda gejala ulkus diabetikum dan hal yang harus diperhatikan dari penyakit luka ulkus diabetikum. Belum maksimalnya pengetahuan pasien dan keluarga tersebut maka diperlukan pendampingan saat pasien sudah keluar dari rumah sakit, sebagai tindak lanjut agar pemulihan pasien lebih efektif, melalui  komunikasi  oleh  tim  melalui  telepon  seluler,  whatsaap, email.  Kata Kunci :  Edukasi, perawatan, ulkus, diabetikum, di rumah
BAHAYA ANEMIA PADA IBU HAMIL Rahmi Novita Yusuf; Niken Niken; Febby Herayono
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 1 (2022): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v4i1.1404

Abstract

Hampir separuh atau sebanyak 48,9 persen ibu hamil di Indonesia mengalami anemia. Ibu hamil yang kekurangan cadangan zat besi dapat menyebabkan anemia defisiensi zat besi. Jumlah Fe yang dikonsumsi oleh ibu hamil selama kehamilan ada hubungannya dengan angka kejadian anemia dalam kehamilan, dan peningkatan Hb setelah mengkonsumsi tablet Fe. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada wanita usia subur akan pentingnya memperhatikan nutrisi dalam persiapan kehamilan. Pengabdian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas lubuk buaya padang dan waktu pengabdian dilaksanakan pada bulan Januari sd April 2022. dengan hasil pengabdian WUS sangat antusias dalam mendengarkan edukasi yang disampaikan. Kesimpulan dari pengabdian ini menunjukkan edukasi yang diberikan dapat mempengaruhi pola nutrisi dan perubahan prilaku hidup sehat pada WUS.Kata kunci : Anemia, Wanita usia subur
KESEHATAN KERJA PADA PEKERJA KONVEKSI DI ERA NEW NORMAL Viki Yusri; Dedi Adha; Vivi Syofia Sapardi; Monalisa Monalisa; Ranika Putri
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 1 (2022): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v4i1.1380

Abstract

Pekerja konveksi merupakan profesi yang memiliki risiko terjadinya masalah kesehatan. permasalahan kesehatanyang terjadi pada pekerja konveksi sebagai akibat perilaku, kecelakaan kerja dan lingkungan kerja yang tidak sehatdan aman. Usaha Konveksi As syifa merupakan salah satu usaha konveksi yang ada di kota Padang terdiri dari 10– 15 orang pekerja . Dari hasil observasi didapatkan bahwa pola hidup dan perilaku kerja, posisi tubuh saatbekerja serta penggunaan alat pelindung diri seperti masker untuk pencegahan penyakit menular dan debu, tempatduduk yang tidak ergonomis. Masalah kesehatan kerja pada pekerja konveksi diatasi dengan pembinaan kesehatankerja pada pekerja konveksi dengan kegiatan meliputi edukasi mengenai “Kesehatan dan Keselamatan Kerja Bagipekerja konveksi ” dan membentuk lemari berisi alat P3K dan menyediakan informasi kesehatan kerja berupaleaflet dan poster. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dari tanggal 10 Agustus – 30 September 2021 secara tatapmuka dengan memperhatikan protokol kesehatan. Setelah kegiatan pembinaan kesehatan pekerja konveksi dikonveksi As syifa Maransi didapatkan hasil terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan pekerja konveksitentang kesehatan kerja dan tersedianya lemari kesehatan.Kata Kunci: Pekerja Konveksi, Kesehatan Kerja, Keselamatan Kerja
INISIASI POS KESEHATAN PESANTREN ( POSKESTREN) MELALUI PELATIHAN KADER KESEHATAN DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA KEGAWATDARURATAN Iswenti Novera; Nirmala Sari; Aric Frendi Andriyan
Jurnal Abdimas Saintika Vol 3, No 2 (2021): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v3i2.1440

Abstract

Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan yang mewajibkan siswa-siswinya  tinggal diasrama. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran santri tentang potensi terjadinya kondisi gawatdarurat didalam pondok pesantern seperti resiko keracunan, jatuh, patah tulang dan potensi bencana harus diperhatikan karena daerah sumatera barat memiliki potensi bencana yang berada pada daerah cincin api yang di kelilingi oleh gunung–gunung dengan status aktif sehingga sangat berpotensi terjadi berbagai bencana seperti gunung meletus dan gempa bumi. Adanya potensi bencana gempa bumi ini  maka resiko kondisi kegawatdaruratan terjadi semakin tinggi. Melihat besarnya potensi masalah kesehatan yang ada dipesantren sangat diperlukan sekali kader pesantren. Kader dapat dipilih  ataupun sukarela. Pembentukan kader kesehatan ini akan dilakukan melalui beberapa tahap mulai dari tahap perencanaan kegiatan pelatihan kader pesantren kemudian dilanjutkan dengan tahap Pelaksanaan pelatihan dengan terlebih dahulu menentukan kader yang akan dilatih dengan bekerjasama dengan pihak sekolah. Pelatihan dimulai dengan pre test untuk menilai pengetahuan kader terhadap materi yang akan diberikan. Pelatihan diberikan selama 2 hari sesuai dengan topik yang direncanakan. Terakhir Post-test dilaksanakan untuk menilai hasil pelatihan yang sudah diberikan. Penyuluhan tentang pertolongan pertama kegawatdaruratan sangat berpengaruh  terhadap peningkatan pengetahuan pelajar dengan 91,67% mempunyai pengetahuan kurang baik (pretest) dan setelah diberikan penyuluhan sebanyak 83,32% pelajar mempunyai pengetahuan cukup baik (posttest).Kata Kunci: Bencana, Kader Pesantren, Kegawatdaruratan, Pondok pesantren.
EDUKASI CUCI TANGAN 6 LANGKAH PADA ANAK YANG DIRAWAT DI RUANG AKUT RSUP. Dr. M. DJAMIL PADANG Putri Minas Sari; Dini Suryani; Honesty Diana Morika; Eliza Arman; Ade Nurhasanah Amir; Indah Komala Sari
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 1 (2022): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v4i1.1470

Abstract

Cuci tangan 6 langkah masih belum banyak diketahui dan dianggap sebagai hal sepele selama ini, banyak anak yang mencuci tangan hanya sebatas cuci tangan biasa. RSUP Dr. M.Djamil Padang merupakan rumah sakit rujukan dengan jumlah pasien yang begitu banyak, pertukaran bakteri dan kuman dapat amat sangat mudah terjadi. Sehingga bila anak dan orangtua tidak diberikan edukasi yang benar tentang cuci tangan 6 langkah maka akan memperburuk kondisi kesehatan selama dalam perawatan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan anak dan orangtua tentang bahaya jika tidak cuci tangan dengan benar dan terhindar dari penyakit akibat kuman dan bakteri yang masuk dikarenakan tidak melakukan cuci tangan yang benar di Ruang  Akut RSUP. Dr. M. Djamil padang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi dengan penyajian yang mudah dimengerti, dalam upaya mendukung salah satu tindakan protokol kesehatan  selama pandemi covid 19 dan yang paling penting adalah meningkatkan kesadaran anak akan pentingnya cuci tangan, terutama orangtua untuk dapat memantau anak dalam melakukan cuci tangan 6 langkah yang benar. Tingkat pengetahuan diukur dengan membandingkan pengetahuan anak dan orangtua tentang cuci tangan 6 langkah sebelum dan setelah dilakukan edukasi. Hasil yang didapatkan adalah terjadi peningkatan pengetahuan anak dan ibu tentang tentang cuci tangan 6 langkah setelah dilakukan edukasi. Peserta tampak antusias, dan peserta dapat memahami cuci tangan 6 langkah dan mendemonstrasikan cuci tangan 6 langkah. Saran perlunya diadakan edukasi berkala di rumah sakit guna memberikan peningkatan kesehatan anak.Kata Kunci: Edukasi, Cuci tangan, 6 langkah 
MANAJEMEN STRES PADA PASIEN CANCER DENGAN KEMOTERAPI Etri Yanti; Veolina Irman; Siti Aisyah Nur; Harmawati Harmawati
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 1 (2022): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v4i1.1471

Abstract

Kanker juga merupakan salah satu penyakit kronis yang menimbulkan kematian di dunia..Metode pengobatan kanker saat ini antara lain dengan operatif, radioterapi dan kemoterapi. Kemoterapi berpengaruh pada fisik dan psikologis pasien. Secara fisik, kemoterapi akan menimbulkan gejala seperti mual, muntah, lidah pahit, tidak nafsu makan dan rambut rontok. Sedangkan secara psikologis, ansietas dan stress menjadi hal yang paling sering dialami berkaitan dengan pemikiran akan kesembuhan penyakit kanker. (Marcelina 2021). Tujuan Kegiatan ini aadalah untuk meningkatkan pengetahuan pasien dalam mengatasi stress yang dialaminya selama menjalani kemoterapi. Kegiatan dilaksanakan di bangsak Gynekologi  RSUP Dr.M.Djamil pada tanggal 22 Mei 2022 yang dihadiri oleh 11  orang pasien dan keluarga. Metode dilaksanakan dengan ceramah dan diskusi. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan pengetahuan, pemahaman pasien tentang manajemen stress. Diharapkan penyuluhan serupa bisa dilanjutkan oleh perawat di ruangan pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi.Kata kunci : Kanker, psikologis,  manajemen stress 
PENATALAKSANAAN MANAJEMEN NYERI PADA PASIEN POST OPERASI DI RUANG BEDAH RSUD MAYJEN H.A THALIB KOTA SUNGAI PENUH Ika Yulia Darma; Weni Sartiwi; Honesty Diana Morika; Meldafia Idaman; Silvi Zaimy
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 1 (2022): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v4i1.1472

Abstract

Nyeri adalah ketidaknyamanan yang dapat disebabkan oleh efek dari penyakit-penyakit tertentu atau akibat cedera. Salah satu upaya untuk mnegurangi serta mengendalikan rasa nyeri yang dilrasakan pasien dengan penaltaksanaan manajemen nyeri berupa relaksasi nafas dalam.  Pengabdian masyarakat ini untuk menambah pengetahuan pasien maupun keluarga pasien terkait penatalaksanaan mananjemen nyeri dan dapat mengimplementasikan manajemen nyeri ini secara mandiri untuk menurunkan intensitas nyeri yang dirasakan oleh pasien dan bagi keluarga pasien, dapat membantu dan membimbing pasien dalam mengimplementasikan manajemen nyeri. Metode yang digunakan adalah dengan ceramah, simulasi dan diskusi serta kuesioner dengan 24 orang pasien dan keluarga pasien di ruang rawat inap bangsal bedah RSUD Mayjen H.A Thalib Kota Sungai Penuh. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan pengetahuan pasien dan keluarga dalam manajemen nyeri. Diharapkan dapat mengimplementasikan manajemen nyeri teknik relaksasi nafas dalam dalam mengurangi rasa nyeri yang dirasakan pasien.Kata Kunci: Penyuluhan, Manajemen Nyeri, Post operasi
UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA PADA PASIEN DAN KELUARGA Harmawati Harmawati; Etri Yanti
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 1 (2022): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v4i1.1473

Abstract

Anemia atau biasa dikenal dengan sebutan kurang darah adalah suatu penyakit dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah dibawah normal. Menurut Kepmenkes RI, 2018 anemia sebuah tanda dari proses penyakit bukan penyakit itu sendiri Gejala yang sering dikeluhkan pasien mudah lelah, mengantuk, sakit kepala, mata berkunang – kunang sulit konsentrasi. Banyak faktor penyebab dari anemia tergantung dari penyakit yang dialami oleh pasien seperti anemia  dari perdarahan aktif, defesiensi besi, penyakit kronis dan lain-lain. Pengetahuan tentang pencegahan anemia pada pasien dan keluarga masih kurang atau rendah sehingga  pasien yang datang dibawa keluarga biasanya pada kondisi kritis atau anemia berat. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga tentang upaya pencegahan anemia pada pasien dan keluarga dengan mengkansumsi diet tinggi zat besi, meningkatkan konsumsi makanan bergizi, Metode yang digunakan adalah cermah, simulasi, diskusi serta kuesioner dengan jumlah 16 orang pasien dan keluarga di RSUP Dr. M.Djamil Padang. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan pengetahuan pasien dan keluarga dalam upaya pencegahan anemia pada pasien dan keluarga..  Diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga dalam upaya pencegahan anemia .Kata kunci : Upaya pencegahan , Anemia, Penurunan kadar haemoglobin (Hb)