cover
Contact Name
Eliza Arman
Contact Email
pppmsyedza@gmail.com
Phone
+6282384992512
Journal Mail Official
pppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes SYEDZA Saintika Padang Jl. Prof. Dr. Hamka No. 228 Air Tawar Timur Padang - Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
jurnal abdimas saintika
ISSN : 2746797X     EISSN : 27154424     DOI : 10.30633
Core Subject : Health,
Jurnal Abdimas Saintika adalah jurnal scientific yang ditulis dalam bahasa Indonesia diterbitkan setiap Januari dan Agustus, proses submission manuscript dibuka setiap tahun. Submission manuscript dilakukan dengan metode Double Blind Peer Review dan Editorial Review sebelum diterima dan di publikasi. Jurnal Abdimas Saintika hanya menerima manuscript dalam bidang: Kebidanan (Kehamilan, Persalinan, Nifas, Bayi Baru Lahir, KB, Kebidanan Komunitas dan Reproduksi) Keperawatan (Keperawatan Anak, Medical Bedah, Jiwa, Gerontik, Komunitas, Gawatdarurat, Maternitas dan Manajemen) Ilmu Kesehatan Masyarakat (Epidemiologi Penyakit Menular dan Tidak Menular, Kesehatan Reproduksi, Gizi, Kesehatan Lingkungan, Kebijakan Publik) Biomedik (Farmako Kinetik dan Farmako Dinamik) Teknologi Laboratorium Medik Managemen Informasi Kesehatan
Articles 369 Documents
SOSIALISASI MITIGASI DAN GEMPA BUMI PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BELIMBING Vino Rika Nofia; Honesty Diana Morika; Siska Sakti Anggraini; Andika Herlina
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i1.1858

Abstract

Kelurahan Gunung Sarik merupakan daerah wilayah kerja Puskesmas Belimbing. Dimana di wilyah kerja initerdiri dari 17 desa yang didominasi oleh penduduk pribumi. Stimulasi mitigasi bencana gempa bumimerupakan suatu usaha untuk meminimalkan dampak buruk dari bencana gempa bumi melalui kegiatan-kegiatan yang terencana dan berkelanjutan. Abstrak ini akan membahas tentang stimulasi mitigasi bencanagempa bumi, termasuk upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapanmasyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi. Beberapa upaya yang dapat dilakukan dalam rangkastimulasi mitigasi bencana gempa bumi antara lain adalah pembangunan gedung-gedung yang tahan gempa,penyediaan informasi yang akurat tentang gempa bumi, pembentukan kelompok-kelompok tanggap bencana,dan pelatihan keterampilan dalam penanganan bencana.Pembangunan gedung-gedung yang tahan gempamerupakan salah satu upaya penting dalam mitigasi bencana gempa bumi, karena dapat mengurangi risikokehancuran bangunan dan kerugian manusia akibat gempa bumi. Selain itu, penyediaan informasi yang akurattentang gempa bumi dan pembentukan kelompok-kelompok tanggap bencana dapat membantu masyarakatuntuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan mereka dalam menghadapi bencana gempa bumi. Pelatihanketerampilan dalam penanganan bencana juga penting dilakukan, sehingga masyarakat dapat memilikiketerampilan dasar untuk bertindak dengan cepat dan efektif dalam situasi darurat. Upaya-upaya ini dapatdilakukan secara terencana dan berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat memiliki kesiapan dan ketahananyang baik dalam menghadapi bencana gempa bumi. Dalam keseluruhan, stimulasi mitigasi bencana gempabumi merupakan suatu upaya penting untuk meminimalkan dampak buruk dari bencana gempa bumi. Denganupaya-upaya yang terencana dan berkelanjutan, masyarakat dapat memiliki kesadaran dan kesiapan yang baikdalam menghadapi bencana gempa bumi, sehingga kerugian manusia dan kerusakan bangunan dapatdiminimalkan.Kata kunci: simulasi bencana, gempa
SOSIALISASI PREMARITAL CARE DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI KABUPATEN SIJUNJUNG Rikayoni Rikayoni; Dian Rahmi; Mariza Elsi
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i1.1856

Abstract

Di Indonesia menurut hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan(Kemenkes), prevalensi balita yang mengalami stunting sebanyak 24,4% pada tahun 2021.Dengan demikian, hampir seperempat balita di dalam negeri yang mengalami stunting padatahun lalu. Wilayah Sumatra Barat dengan prevalensi balita stunting terbanyak pada tahun2021. Tersebar di beberapa kabupaten kota. Kabupaten Sijunjung menduduki urutan ke tigaterbanyak yaitu 30.1% dari jumlah balita, urutan terbanyak berada di Kabupaten Solok 40,1dan Pasaman 30,2%. Khusus Dikabupaten Sijunjung terbanyak berada di Kecamatan LubukTarok, hingga Februari 2022 ditemukan 186 balita dengan kasus stunting (Jurnal Sumbar,2022). Penyuluhan premarital care atau premarital chek up di Kabupaten Sijunjung sebagaiupaya pencegahan stunting. Langkah kecil untuk memutus rantai stunting dengan langkahpreventif yang dilakukan oleh masyarakat yang sadar akan bahaya stunting. Langkahsederhana dimulai premarital care atau premarital chek up termasuk salah satu upayapenting untuk mencegah dan menurunkan angka stunting. Premarital check up ataupemeriksaan kesehatan pranikah adalah rangkaian pemeriksaan kesehatan penting yangdilakukan oleh pasangan yang akan menikah. Tujuannya untuk mencegah penularan penyakitkepada pasangan dan calon anak kelak. Kegiatan pengabdian promosi kesehatan inidilakukan di Kanagarian Kabupaten Sinjunjung diikuti sebanyak lebih 25 orang ibu-ibu yangdikumpulkan di Aula Kantor Wali nagari Kanagarian Sijunjung. Kegiatan ini sangat diterimaserta didukung secara positif oleh ibu-ibu peserta pemerintah Kabupaten Sijunjung terlihatdari perwakilan wali nagari kanagarian Pamatang Panjang, serta kader yang memfasilitasikegiatan dengan menyediakan tempat dan mengumpulkan ibu-ibu guna mengikutipenyuluhan tentang stunting untuk menyadari akan pentingnya edukasi pencegahan stunting.Kata Kunci : Premarital Care - Stunting
Sosialisasi Penyelenggaraan Rekam Medis dalam Pemenuhan Standar Akreditasi di Klinik Pratama Padang Alfita Dewi
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i1.1804

Abstract

Clinic is a health service facility that organizes individual health services that provide basic and/or specialist medical services. In providing patient health services, clinics need a medical record unit that is responsible for managing patient data into useful information for decision making. Medical records aim to support the achievement of orderly administration in the context of efforts to improve health services, medical record services are one of the supporting services that must be carried out in health facilities, one of which is a clinic. This Community Service (PKM) was carried out on February 9, 2023. This Community Service activity was carried out by providing socialization regarding the implementation of medical records to partners. The team provided basic understanding regarding medical records such as the basic rules for administering medical records. The RM implementation system at the clinic is running well, but the implementation is not optimal because it is still not in accordance with the standards for organizing medical records. There is an increase in the knowledge of medical record officers after being given socialization. Keywords: medical records, accreditation standards, pratama clinics
EDUKASI TENTANG GASTRITIS PADA SISWA Milzam Rafdi Asmara; Yusnika Damayanti; Dina Andriani
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i1.1812

Abstract

Abstrak Gastritis merupakan masalah kesehatan yang masih sangat sering terjadi di masyarakat. Gastritis adalah peradangan atau perdarahan pada mukosa lambung yang disebabkan oleh iritasi, infeksi, dan ketidakteraturan pola makan. Tujuan kegiatan memberikan pendidikan kesehatan kepada siswa mengenai gastritis. Kegiatan dilaksanakan di SMK 1  Kutacane dengan teknik penyampaian materi dan diskusi diawali dengan membagikan kuesioner pretest untuk menilai pengetahuan sebelum diberikan edukasi, dilanjutkan dengan edukasi kemudian dilakukan post test didapatkan p = 0,000 (p<0,05) artinya ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang gastritis terhadap tingkat pengetahuan siswa  di SMK 1  Kutacane. Diharapkan kepada pihak sekolah membuat suatu program konseling kesehatan terhadap siswa melalui bekerjasama dengan instansi kesehatan setempat.Kata Kunci : Gastritis, Siswa, Edukasi AbstractGastritis is a health problem that is still very common in society. Gastritis is inflammation or bleeding of the gastric mucosa caused by irritation, infection, and dietary irregularities. The purpose of the activity is to provide health education to students about gastritis. The activity was carried out at SMK 1  Kutacane with the technique of delivering material and discussion beginning with distributing pretest questionnaires to assess knowledge before being given education, followed by education then a post test was carried out to obtain p = 0.000 (p <0.05) meaning that there was an effect of health education on gastritis on knowledge level of students at SMK 1  Kutacane. It is hoped that the school will create a health counseling program for students in collaboration with local health agencies.Keyword : Gastritis, Student, Education
PROMOSI KESEHATAN MASALAH STUNTING PADA IBU YANG MEMPUNYAI BALITA DI KANAGARIAN PAMATANG PANJANG KABUPATEN SIJUNJUNG Nurhamidah Rahman; Sari Setiarini
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i1.1854

Abstract

Stunting dapat terjadi sebagai akibat kekurangan gizi terutamapada saat 1000 Hari PertamaKehidupan (HPK). Salah satu cara mencegah stunting adalah pemenuhan gizi dan pelayanankesehatan kepada ibu hamil. Upaya ini sangat diperlukan, mengingat stunting akanberpengaruh terhadap tingkatkecerdasan anak dan status kesehatan pada saat dewasa. Akibatkekurangan gizi pada 1000 HPK bersifat permanen dan sulit diperbaiki. Kegiatanpengabdian promosi kesehatan tentang stunting pada ibu-ibu yang mempunyai balita diKanagarian Pamatang Panjang Kabupaten Sinjunjung diikuti sebanyak 25 orang ibu-ibuyang dikumpulkan di Aula Kantor Wali nagari Kanagarian Sijunjung. Promosi Kesehatandengan metode penyuluhan stunting ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akanpentingnya kesehatan dengan melakukan pencegahan akan terjadinya stunting khususnya diKabupaten Sijunjung. Kegiatan ini sangat diterima serta didukung secara positif oleh ibu-ibubalita, pemerintah Kabupaten Sijunjung terlihat dari perwakilan wali nagari kanagarianPamatang Panjang, serta kader yang memfasilitasi kegiatan dengan menyediakan tempat danmengumpulkan ibu-ibu guna mengikuti penyuluhan tentang stunting untuk menyadari akanpentingnya tumbuh kembang anak dan edukasi pencegahan stuntingKata Kunci : Promosi Kesehatan, Stunting
PENCEGAHAN PENCEMARAN LINGKUNGAN MELALUI PEMBERIAN EDUKASI PEMILAHAN SAMPAH DENGAN MEDIA BROSUR DI KECAMATAN BUNGUS KOTA PADANG Rosmaini Rosmaini; Yuliza Birman
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i1.1867

Abstract

Sampah merupakan suatu yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Sampah menjadi ancaman serius bagi manusia, karena membuang sampah sembarangan menyebabkan pencemaran lingkungan. Pengelolaan sampah merupakan cara yang efektif untuk memutuskan rantai penularan penyakit, dan meningkatkan kesehatan keluarga dan masyarakat. Pengelolaan sampah di masa yang akan datang perlu lebih dititikberatkan pada perubahan cara pandang dan perilaku masyarakat dan lebih mengutamakan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaannya. Bungus salah satu kecamatan di provinsi Sumatera Barat memiliki beberapa kawasan pantai dengan potensi alam yang indah sebagai  tempat wisata pantai. Lingkungan yang bersih merupakan salah satu nilai jual dari suatu tempat yang bisa menarik para wisatawan untuk berkunjung dan menghambat terbentuknya tempat-tempat penuh sumber penyakit. Dalam acara Medical Baiturrahmah Social Action (MBSA) 2022, tim pengabdian masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah melakukan kegiatan yang bertujuan memberikan edukasi pengetahuan tentang jenis sampah dan bagaimana cara pengelolaan sampah yang mudah serta dapat dilakukan masing-masing individu dengan memberikan brosur kepada masyarakat dan pengunjung di Kecamatan Bungus. Adapun sasaran yang akan dilibatkan dalam kegiatan ini adalah masyarakat kecamatan Bungus sebagai tempat wisataKata Kunci: Sampah, pencemaran lingkungan, tempat wisata, pengolahan sampah.
EDUKASI TENTANG CARA CUCI TANGAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA DI SDN 38 LUBUK BUAYA ratna indah ratna dewi; siti aisyah nur
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i1.1798

Abstract

Mencuci tangan merupakan keharusan yang semestinya dilakukan untuk menjaga kebersihan dalam meningkatkan kesehatan. Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, sesudah BAB/BAK sangat perlu dilakukan karena dapat mengurangi kejadian infeksi hingga 25%. Tujuan penelitian ini memberikan edukasi kepada siswa SD tentang cara mencuci tangan agar dapat meningkatkan pengetahuan siswa SD terhadap cara mencuci tangan. Kegiatan ini dilakukan terhadap 16 orang siswa kelas V, yang mana edukasi diberikan selama 20 menit. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan pengetahuan siswa. Dengan peningkatan pengetahuan ini diharapkan siswa dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari hari dan lebih sering mencuci tangan setelah berkegiatan serta sebelum dan sesudah makan, maupun sesudah BAB/BAK.Kata Kunci : edukasi, cara cuci tangan, pengetahuan.
MANAJEMEN NYERI NON FARMAKOLOGIK PADA PASIEN DENGAN REMATIK DI PUSKESMAS MARAMAS ACEH TENGGARA TAHUN 2023 Dina Andriani; Iting ,; Yustina Damayanti
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i1.1834

Abstract

ABSTRAK  Nyeri adalah sensasi ketidaknyamanan yang dimanifestasikan sebagai penderita yang diakibatkan oleh persepsi jiwa yang nyata, ancaman, mengacu kepada teori dari asosiasi nyeri internasional, pemahaman tentang nyeri lebih menitik beratkan bahwa nyeri adalah kejadian fisik, yang tentu saja untuk penatalaksanaan nyeri yang menitikberatkan pada manipulasi fisik (Thamsuri, 2007). Dengan keluhan nyeri yang dirasakan pasien rematik berakibat terbatasnya aktifitas mereka dan mengurangi produktifitas. Prevalensi penyakit sendi di propinsi Aceh berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan di Indonesia  13,26%, terjadi pada usia 55-64 tahun sebesar 29,02%, usia 66-74 tahun sebesar 36,77% dan usia 75 tahun ke atas sebesar 37,97%.Manajemen nyeri dapat dilakukan secara farmakologi dan non farmakologi. Terapi non farmakologi dapatdilakukan secara mandiri  oleh penderita rematik untuk mendampingi terapi farmakolog. Sehingga perlu dilakukan edukasi tentang manajemen nyeri non farmakologi pada pasien rematik .Eduksi ini dilakukan di Puskesmas Maramas aceh Tenggara tanggal 22 Februari  t 2023 yang dimulai pada jam 10.00 - 10.45 WIB, yang diikuti oleh 15 orang pasien dan keluarga. Hasil yang diperoleh terdapat 73% peserta yang bertanya tentang materi dan terdapat 68 % peserta yang telah memahami materi yang diberikan. Edukasi kesehatan tentang manajemen nyeri non farmakologi sangat dibutuhkan untuk dapat mengurangi nyeri yang dirasakan pasien rematik dan untuk dapat beraktifitas seperti biasa. Disarankan kepada pihak puskesmas untuk memberikan beberapa terapi non farmakologi yang laian seperti terapi komplementer, penggunaan obat-obat herbal yang bidsa di dapatkan pasien di sekitar rumahnya . Kata kunci :Rematik ,manajemen nyeri, non farmakologi ABSTRACT Pain is a sensation of discomfort that is manifested as a sufferer caused by a real mental perception, a threat, referring to the theory of the international pain association, an understanding of pain emphasizes that pain is a physical event, which of course is for the management of pain which focuses on physical manipulation ( Thamsuri, 2007). Complaints of pain felt by arthritic patients limit their activities and reduce productivity. The prevalence of joint disease in the province of Aceh based on the diagnosis of health workers in Indonesia is 13.26%, occurs at the age of 55-64 years by 29.02%, by the age of 66-74 by 36.77% and by the age of 75 years and over by 37.97 %. Pain management can be done pharmacologically and non-pharmacologically. Non-pharmacological therapy can be carried out independently by rheumatoid sufferers to accompany pharmacological therapy. So it is necessary to educate on non-pharmacological pain management in rheumatoid patients. This education was carried out at the Maramas Aceh Tenggara Health Center on February 22, 2023 which began at 10.00 - 10.45 WIB, which was attended by 15 patients and their families. The results obtained were 73% of participants who asked about the material and there were 68% of participants who had understood the material provided. Health education about non-pharmacological pain management is urgently needed to be able to reduce the pain felt by rheumatoid patients and to be able to do activities as usual. It is suggested to the puskesmas to provide some other non-pharmacological therapies such as complementary therapy, the use of herbal medicines that patients can get around their homes. Keywords: Rheumatism, pain management, non-pharmacological
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN KUNYIT (CURCUMIN) ASAM (TAMARINDUS INDICA)TERHADAP INTESITAS NYERI HAID (DISMINORE) PADA SISWI MAN 2 PADANG Indah Komala Sari; Honesty Diana Morika
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i1.1859

Abstract

Disminore adalah nyeri yang dirasakan dengan gejala kompleks berupa kram bagian bawahyang menjalar ke punggung atau ke kaki. Nyeri haid (disminore) dapat mengganggu aktivitasremaja dan menjadi pengganggu selama aktivitas belajar. Hal ini dapat menyebabkan prosesbelajar terganggu. Saat siswi mengalami nyeri haid (disminore), biasanya mereka ada yang tetapmengikuti pelajaran tetapi mereka tidak berkonsentarsi dan juga ada yang meminta izin pergi keUKS untuk beristirahat. Salah satu cara untuk mengurangi nyeri haid (disminore) yaitu denganpemberian air rebusan kunyit asam. Kegiatan pengambas dilaksanakan pada tanggal 9 s.d 11Maret 2023, tempat pelaksanaannya di Sekolah MAN 2 Padang. Peserta yang menjadiresponden sebanyak 16 orang siswi kelas X. Berdasarkan hasil kegiatan tersebut terjadinyaberbedaan nyeri haid yang dirasakan siswi setelah meminum air rebusan kunyit asam.Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan oleh sekolah MAN 2 Padanguntuk lebih mengoptimalkan dalam upaya meningktakan pengetahuan tentang penurunan nyerihaid serta bagi siwi yang nyeri (disminore) disarankan untuk meminum kunyit asam.Kata Kunci: Kunyit, Asam Jawa, Nyeri,
PENGENDALIAN HIPERTENSI MELALUI PEMERIKSAAN KESEHATAN DAN TERAPI RENDAM KAKI MENGGUNAKAN AIR HANGAT DI NAGARI BALAH AIA SUNGAI SARIK KABUPATEN PADANG PARIAMAN Mariza Elvira
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i1.1829

Abstract

Hypertension is a chronic increase in blood pressure, where the systolic pressure is above 140 mmHg and the diastolic pressure is above 90 mmHg. Based on the results of basic health research, the prevalence of hypertension in West Sumatra was 25.6% with a total of 176,169 cases detected by measuring blood pressure. In Padang Pariaman there are as many as 22% of cases of hypertension. Based on the data obtained, hypertension is the second most common disease in the working area of the Sungai Sariak Public Health Center with a total of 325 cases. The purpose of this community service activity is to check blood pressure and soak feet using warm water for people with hypertension so that people who have a history of hypertension can control blood pressure. Methods of implementation in the form of checking blood pressure, doing foot soaks using warm water, leaflets, discussions and questions and answers. The results of the activity were obtained from 36 people who took part in blood pressure checks, 25 of whom had a history of hypertension, after soaking their feet using warm water 14 people experienced a decrease in their blood pressure. Hypertension control is not yet maximal in people who have a history of hypertension because people still rarely check blood pressure, still consume foods that can trigger a recurrence of hypertension, are lazy to go to health services, it is necessary to carry out routine health checks and provide education as a form of effort to control hypertension. Keywords : Hypertension ; foot soak