cover
Contact Name
Eliza Arman
Contact Email
pppmsyedza@gmail.com
Phone
+6282384992512
Journal Mail Official
pppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes SYEDZA Saintika Padang Jl. Prof. Dr. Hamka No. 228 Air Tawar Timur Padang - Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
jurnal abdimas saintika
ISSN : 2746797X     EISSN : 27154424     DOI : 10.30633
Core Subject : Health,
Jurnal Abdimas Saintika adalah jurnal scientific yang ditulis dalam bahasa Indonesia diterbitkan setiap Januari dan Agustus, proses submission manuscript dibuka setiap tahun. Submission manuscript dilakukan dengan metode Double Blind Peer Review dan Editorial Review sebelum diterima dan di publikasi. Jurnal Abdimas Saintika hanya menerima manuscript dalam bidang: Kebidanan (Kehamilan, Persalinan, Nifas, Bayi Baru Lahir, KB, Kebidanan Komunitas dan Reproduksi) Keperawatan (Keperawatan Anak, Medical Bedah, Jiwa, Gerontik, Komunitas, Gawatdarurat, Maternitas dan Manajemen) Ilmu Kesehatan Masyarakat (Epidemiologi Penyakit Menular dan Tidak Menular, Kesehatan Reproduksi, Gizi, Kesehatan Lingkungan, Kebijakan Publik) Biomedik (Farmako Kinetik dan Farmako Dinamik) Teknologi Laboratorium Medik Managemen Informasi Kesehatan
Articles 369 Documents
PENTINGNYA EDUKASI DALAM UPAYA MENINGKATKAN STATUS KESEHATAN DAN GIZI ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIJUNJUNG SUMATERA BARAT Agustika Antoni; Sri Oktarina; Anisa Febristi
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i1.1855

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan berupa Pentingnya Edukasi DalamUpaya Meningkatkan Status Kesehatan dan Gizi Anak Balita di Pematang Panjang WilayahKerja Puskesmas Sijunjung. Mitra dalam kegiatan ini adalah Puskesmas Sijunjung dengansasaran adalah ibu-ibu hamil dan ibu balita yang datang ke Posyandu Permasalahan gizi dankesehatan terutama pada balita dapat dicegah melalui kegiatan edukasi yang diberikan melaluikegiatan Posyandu. Tujuankegiatan pengabdian adalah untuk menambah pengetahuanorangtua balita dan Ibu hamil mengenai perubahan perilaku gizi yang baik sehingga dapatmeningkatkan status kesehatan ibu hamil dan gizi anak balita. Hasil yang di dapat adalahbahwa pengetahuan ibu hamil tentang gizi ibu hamil di desa Pematang Panjang sudah dikategorikan baik yaitu 100 % sebelum dan sesudah penyuluhan tentang gizi Ibu Hamil,sedangkan pengetahuan ibu balita tentang gizi anak balita di desa Pematang Panjang mayoritassudah di kategorikan baik yaitu 87,5 % sebelum penyuluhan tentang dan sesudah penyuluhanmeningkat menjadi 100 %. Program lanjutan dari PKM ini sebaiknya adalah membuat suatupengabdian masyarakat dalam membentuk swadaya masyarakat sebagai pendamping ibu hamildan ibu balita dalam menghidangkan makanan untuk ibu hamil bagi ibu hamil dan anak balitabagi ibu balita karena semua pihak yang terlibat selama ini seperti petugas kesehatan danswadaya masyarakat (Kader) sudah melakukan peningkatan pengetahuan cara menyajikanmakanan pada ibu hamil dan balita dalam upaya pencegahan Stunting di sijunjung.Kata kunci : Stunting, Status Kesehatan, Status Gizi, Posyandu
EDUKASI MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI PADA SISWA TAUD SAQU DAR EL IMAN Inge Angelia
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i1.1740

Abstract

Indonesia sebagai daerah yang berada di wilayah rawan bencana sudah sepatutnya melakukan mitigasi bencana secara baik. Anak-anak memang sangat rentang terhadap bencana, hal ini juga bisa dipicu oleh faktor di sekitar mereka, yang berakibat mereka tidak siap ketika bencana datang.  TAUD SAQU Dar El Iman merupakan Tafizh Anak Usia Dini  setara Paud dan TK khusus mendalami ilmu Agama Islam dan Tahfidz yang memiliki izin penyelenggaraan dari Kementrian Agama. Sekolah ini baru berdiri pada tahun 2018, dengan jumlah siswa 67 orang. Sekolah ini memiliki kurikulum yang padat, namun proses pembelajaran focus pada hafalah Alqur’an dan pendalaman ilmu agama. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian dapat diuraikan sebagai berikut: Peningkatan pengetahuan dan sikap siswa tentang mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami. Dari kegiatan tersebut tim pengabmas telah memberikan Edukasi Mitigasi Bencana melalui Dongeng Dan pemasangan Simbol-Simbol evakuasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami oleh TIM PKM dan Guru-Guru Taud Saqu Dar El Iman. Kegiatan ini berjalan dengan baik dan simbol-simbol terpasang sesuai pada tempatnya. sebagai bentuk evaluasi, tim melakukan penilaian secara langsung.
EDUKASI POLA HIDUP SEHAP PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS LAWE SIGALA GALA ACEH TENGGARA TAHUN 2023 Gordon Aritonang; Anisah ,; Dina Andriani
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i1.1833

Abstract

ABSTRAK  Sesuai dengan program pemerintah yang menetapkan umur harapan hidup yaitu 65 tahun diharapkan lansia dapat tetap mempertahankan kesehatannya agar tetap produktif dalam kehidupannya. Secara individu, pada usia di atas 55 tahun terjadi proses penuaan secara alamiah. Hal ini tentu saja menimbulkan masalah fisik, mental, sosial, ekonomi dan psikologis. Dengan bergesernya pola perekonomian dari pertanian ke industri maka pola penyakit juga bergeser dari penyakit menular menjadi penyakit tidak menular (degeneratif ) (Nugroho, 2000). Bahaya hipertensi bermacam – macam dan dapat juga mengalami komplikasi dengan penyakit lain. Hipertensi dapat merusak organ lain seperti jantung, ginjal, otak, serta organ tubuh lainnya. Semakin meningkatnya angka kejadian hipertensi tidak lepas dari kurangnya kesadaran masyarakat terhadap faktor yang dapat menyebabkan hipertensi seperti gaya hidup, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, kurang aktifitas fisik, strees, dan faktor lainya seperti faktor genetik, obesitas, serta umur. ( Brunner & Suddarth,2002 ).Dengan demikian perlu dilakukan edukasi tentang hipertensi dan penatalaksanaanya agar terhindar dari komplikasinya. Eduksi ini dilkaukan di Puskesmas Lawe Sigala-gala tanggal 6 Maret 2023 yang dimulai pada jam 09.30 - 10.15 WIB, yang diikuti oleh 17 orang pasien dan keluarga. Hasil yang diperoleh terdapat 78% peserta yang bertanya tentang materi dan terdapat 74 % peserta yang telah memahami materi yang diberikan. Edukasi kesehatan tentang hipertensi sangat dibutuhkan untuk dapat menjaga kesehatan lansia dengan melaksakan pola hidup yang sehat yang berdamai dengan hipertensinya. Disarankan kepada pihak puskesmas untuk rutin memberikan edukasi dan motivasi lansia dengan hipertensi  untuk menjaga pola hidupnya tetap sehat dengan melaksanakan terapi pasien dengan hipertensi. Kata kunci : Lansia. Hipertensi,pola hidup ABSTRACT In accordance with the government program which stipulates a life expectancy of 65 years, it is hoped that the elderly can maintain their health so that they remain productive in their lives. Individually, at the age of 55 years there is a natural aging process. This of course raises physical, mental, social, economic and psychological problems. As the pattern of the economy shifts from agriculture to industry, disease patterns also shift from communicable diseases to non-communicable (degenerative) diseases (Nugroho, 2000). The dangers of hypertension are various and can also be complicated by other diseases. Hypertension can damage other organs such as the heart, kidneys, brain, and other organs. The increasing incidence of hypertension cannot be separated from the lack of public awareness of factors that can cause hypertension such as lifestyle, smoking habits, alcohol consumption, lack of physical activity, stress, and other factors such as genetic factors, obesity, and age. (Brunner & Suddarth, 2002).Thus it is necessary to educate about hypertension and its management to avoid its complications. This education was carried out at the Lawe Sigala-gala Health Center on March 6 2023 which began at 09.30 - 10.15 WIB, which was attended by 17 patients and their families. The results obtained were 78% of participants who asked about the material and there were 74% of participants who had understood the material provided. Health education about hypertension is urgently needed to be able to maintain the health of the elderly by implementing a healthy lifestyle that is at peace with their hypertension. It is suggested to the puskesmas to routinely provide education and motivation for the elderly with hypertension to maintain a healthy lifestyle by carrying out therapy for patients with hypertension. Keywords: Elderly. Hypertension, lifestyle
TERAPI MODALITAS ULAR TANGGA PADA LANSIA Emira Apriyeni; Helena Patricia; Dwi Christina Rahayuningrum
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i1.1830

Abstract

umlah lansia yang meningkat menjadi beban jika mengalami berbagai permasalahan berkaitan dengan kesehatan, kelemahan fisik, kognitif dan sosial. Masalah ini lebih banyak  terjadi pada lansia yang berada di Panti dibanding lansia yang tinggal di rumah. Masalah penurunan kemampuan fisik, social, dan kognitif pada lansia dapat berakibat lanjut pada penurunan kualitas hidup lansia. Tujuan kegiatan ini adalah untuk melatih kemampuan fisik, kognitif dan sosial lansia melalui terapi ular tangga agar menciptakan lansia yang sehat jiwa. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode permainan dan diskusi. Sasaran dalam kegiatan ini yaitu lansia yang memiliki kemampuan fisik, kognitif dan sosial yang rendah. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil yang didapatkan yaitu adanya peningkatan rata-rata kemampuan fisik, kognitif dan sosial setelah diberikan terapi ular tangga yang dilihat melalui hasil kuesioner yaitu dari 76 dari nilai 54. Diharapkan kegiatan ini akan meningkatkan kemampuan fisik, social, dan kognitif pada lansia yang tinggal di PSTW sehingga meningkatkan kualitas hidup lansia
SOSIALISASI TENTANG STUNTING DAN KECUKUPAN GIZI KELUARGA DALAM 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN Yuldensia Avelina; Rosania E.B. Conterius
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i1.1857

Abstract

Kasus stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2022 masih tergolong tinggi yakni35,3%. Jumlah balita stunting di Kabupaten Sikka mengalami penurunan dalam 6 bulan terakhirdimana pada Bulan Agustus 2022 sebanyak 3174 kasus dibandingkan dengan Februari 2022sebanyak 3984 kasus. Walaupun jumlah balita stunting sudah berkurang namun belummencapai target secara nasional maupun dari WHO. Kegiatan pengabdian kepada masyarakatini bertujuan agar dapat meningkatkan pengetahuan para pegawai, penyuluh agama, para guruagama dan darmawanita dalam lingkup Kementerian Agama Kabupaten Sikka tentang stuntingdan pencegahannya melalui pemenuhan asupan gizi keluarga dalam 1000 hari pertamakehidupan (HPK). Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi. Tim melakukan pre testdan post test untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta sebelum dan setelah sosialisasi.Jumlah peserta yang terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini sebanyak 100 orang.Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan dari para pesertasecara signifikan dalam kategori baik yakni 100% setelah dilakukan sosialisasi. Para pesertasangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.Kata Kunci: Kecukupan Gizi Keluarga, 1000 Hari Pertama Kehidupan, Sosialisasi, Stunting
Edukasi Peredaran Obat Tradisional Mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) Berbahaya Pada Generasi Z di Madrasah Sanawiah Negeri 02 Kota Bengkulu okto okto
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i1.1708

Abstract

Besarnya resiko obat tradisional semakin ditinggalkan karena memberikan efek penyembuhan yang relatif lama dibanding obat-obatan medis, membuat beberapa produsen menambahkan Bahan Kimia Obat (BKO) pada obat tradisional yang diproduksinya. BKO dilarang ditambahkan dalam obat tradisional karena dosis yang ditambahkan tidak diketahui, sehingga berpotensi menimbulkan efek samping yang membahayakan. Melihat kenyataan ini, masyarakat tentu memerlukan perlindungan hukum terkait beredarnya obat tradisional yang mengandung BKO. Ada beberapa bentuk perlindungan hukum yang dapat diberikan kepada konsumen obat tradisional dan dalam kegiatan ini akan terfokus pada hukum preventif. Perlindungan hukum preventif dilakukan melalui edukasi dan sosialisasi kepada generasi muda yang kurang pengetahuan tentang obat tradisional seperti pada generasi Z. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan generasi Z dalam menggunakan obat tradisional yang aman dari bahaya BKO. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa lebih dari setengah siswi Madrasah Sanawiah 02 Kota Bengkulu sebagai generasi Z mengakui tidak pernah mengkonsumsi obat tradisional dan bila perlu akan menggunakan obat tradisional yang sudah memiliki nomor registrasi Badan Pegawas Obat dan Makanan (BPOM).
TERAPI HAND MASSAGE TERHADAP NYERI PADA PASIEN POST SECTIO CAESAREA DI RUANGAN KEBIDANAN RSUD DR. RASIDIN PADANG Etri Yanti; Nova Fridalni
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i1.1813

Abstract

Manajemen nyeri merupakan suatu proses atau tindakan keperawatan yang dilakukan baik secara kolaboratif ataupun secara individu pada pasien pasca pembedahan guna mengontrol atau mengurangi nyeri serta mengendalikan rasa nyeri yang di rasa oleh pasien.. Manajemen secara individu dapat dilakukan dengan cara mengajarkan teknik distraksi dan relaksasi berupa nafas dalam dan teknik pengalihan perhatian guna mengurangi resiko nyeri pada pasien (Tamsuri, 2017). Nyeri  dapat  diatasi  dengan  beberapa  terapi  non  farmakologis  yaitu teknik relaksasi hand message dan relaksasi nafas dalam. Adapun, relaksasi nafas dalam adalah suatu bentuk asuhan keperawatan yang dilakukan perawat dalam mengajarkan klien dilakukan selama 10 menit setiap harinya dengan lima kali pengulangan. Selain itu,   dapat menurunkan intensitas nyeri, meningkatkan  hormon  endorfin  dan  meningkatkan  oksigenasi  darah  (Arfa, 2014).  Tujuan dilakukan kegiatan ini adalah untuk mengurangi intensitas nyeri yang dirasakan pasien post SC dan memandirikan pasien dan keluargauntuk dapat melakukan sendiri terapi hand massage yang diberikan. Metode yang dilakukan adalah dengan menjelaskan tentang hand massage , memberikan terapi pada pasien dan  dan redemontrasi oleh pasien post sectio cesaria  (SC) dan keluarga yang berjumlah 24 orang, dilakukan selama satu minggu pada pasien post SC yang dirawat di ruang kebidanan RSUD Dr. Rasidin Kota Padang. Kegiatan ini mampu mengurangi nyeri yang dirasakan pasien dan pasien mampu melakukan secara mandiriterapi hand massage yang diberikan. Diharapkan petugas kesehatan dapat memberikan terapi non farmakologi pada pasien post SC dalam mengurangi nyerinya.
SOSIALISASI MANFAAT KEPESERTAAN JKN DI LAPAS KLAS IIB PARIAMAN Rahmanita Yusman; Nurmaines Adhyka; Novia Zulfa Hanum; Intan Kamala Aisyiah; Yulianita Yulianita
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i1.1750

Abstract

Jaminan Sosial adalah bentuk perlindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak. Sedangkan perlindungan terhadap kesehatan yang dijamin oleh pemerintah untuk setiap warga negara adalah Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggerakan oleh BPJS Kesehatan. Dengan demikian, Negara berkewajiban melayani setiap warga negara dan penduduk untuk memenuhi hak dan kebutuhan dasarnya dalam kerangka pelayanan publik.Tidak terlepas bagi warga binaan pemasyarakatan, pemerintah harus memperhatikan pemenuhan hak-hak warga binaan pemasyarakatan. Kegiatan pengabmas ini bertujuan untuk sosialisasi manfaat kepersertaan JKN di kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP). Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan evaluasi dan monitoring hasil sosialisasi. Hasil kegiatan berupa peningkatan pengetahuan WBP sebelum dilakukan sosialisasi dengan skor rata-rata pengetahuan 7,652 sedangkan setelah dilakukan meningkat menjadi 19,04. Diharapkan rumah tahanan dapat memfasilitasi WBP dalam mengaktifkan kepesertaan JKN dan dapat memanfaatkan fasilitasnya
EDUKASI TENTANG MENGATASI INSOMNIA DENGAN TERAPI HIPNOSIS LIMA JARI PADA SISWA SMU mareta Akhriansyah; Raden Surahmat; Nuriza Agustina; Rusmarita Rusmarita
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i1.1876

Abstract

Gangguan tidur berupa insomnia masih menjadi permasalahan pada setiap golongan usia, baik anak-anak, remaja, dewasa dan lansia yang dipengaruhi oleh kondisi fisik, psikologis dan sosial. Beberapa laporan dan hasil penelitian diberbagai negara, insomnia terutama yang terjadi pada remaja disebabkan oleh penggunaan smartphone untuk emngakses media sosial, hiburan, game dan hal lain yang terdapat didalam smartphone secara berlebihan. Berbagai cara dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi insomnia, yaitu dengan cara farmakologi dan non farmakologi, untuk itu penulis merasa penting untuk memberikan edukasi kepada remaja bagaimana cara mengatasi insomnia secara non farmakologi dengan melakukan hipnosis lima jari di SMU N 1 Sungai Pinang. Dari hasil kegiatan didapatkan hasil bahwa terdapat peningkatan pemahaman yang dibuktikan dengan adanya perbedaan nilai sebelum dan setelah diberikan edukasi yang berarti secara statistik, terdapat pengaruh pelaksanaan edukasi pencegahan dan mengatasi insomnia dengan melakukan hipnosis lima jari pada siswa di SMU N 1 Sungai Pinang.  Berdasarkan hasil kegiatan, disarankan kepada remaja terutama siswa agar tetap menerapkan perilaku hidup sehat, membatasi penggunaan smartphone sesuai kebutuhan dan segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila gejala insomnia tidak kunjung teratasi disarankan agar melakukan konsultasi atau berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan agar segera mendapatkan penanganan secara cepat dan tepat.
EDUKASI PEMBATASAN CAIRAN PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DI RUMAH PADA PASIEN DAN KELUARGA PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PARIAMAN Linda Marni; Mike Asmaria; Hilma Yessi; Vivi Yuderna; Erpita Yanti; Yudha Prama Diwanto
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i1.1893

Abstract

World Health Organization (WHO, 2020) angka kejadian Chronic Kidney Disease di seluruhdunia mencapai 10% dari populasi, sementara itu pasien CKD yang menjalani Hemodialisadiperkirakan mencapai 1,5 juta orang di seluruh dunia, angka kejadiannya meningkat 8%setiap tahunnya. Menurut Data Riskesdas (2018) di Indonesia prevalensi kejadian ChronicKidney Disease (CKD) naik dari 2% menjadi 3,8%, hal ini meningkat sekitar 1,8%. ProvinsiSumatera Barat dengan prevelensi penyakit Chronic Kidney Disease (CKD) berjumlah 2690orang pada tahun 2017 meningkat menjadi 4076 jiwa ditahun 2018, mengalami kematian 90orang. Di RSUD Pariaman jumlah pasien Chronic Kidney Disease ini meningkat setiaptahunnya. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu mengedukasi pasien dan keluargatentang perawatan dalam membatasi cairan di rumah sehingga terjadinya pemulihan yangcepat pada pasien dan tidak terjadinya komplikasi. Metode pelaksanaan dalam bentukpenyuluhan dengan media SAP, modul, leaflet, dan diskusi tanya jawab serta konsultasiPelaksanaan kegiatan di RSUD Pariaman. Hasil kegiatan didapatkan 7 dari 10 audiens yangmengikuti kegiatan sudah memahami tentang perawatan dalam membatasi cairan pada pasienChronic Kidney Disease di rumah, dan 1 orang yang belum bisa menyebutkan dengan jelasdampak terlalu banyak minum, bagaimana cara pencegahannya dan hal yang harusdiperhatikan dari penyakit Chronic Kidney Disease. Belum maksimalnya pengetahuan pasiendan keluarga tersebut maka diperlukan pendampingan saat pasien sudah keluar dirumah sakit,sebagai tindak lanjut agar pemulihan pasien lebih efektif melalui komunikasi oleh tim melaluitelepon seluler, whatsaap,dan E-mail.Keywords : Edukasi, Pembatasan Cairan, Chronic Kidney Disease