cover
Contact Name
Eliza Arman
Contact Email
pppmsyedza@gmail.com
Phone
+6282384992512
Journal Mail Official
pppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes SYEDZA Saintika Padang Jl. Prof. Dr. Hamka No. 228 Air Tawar Timur Padang - Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
jurnal abdimas saintika
ISSN : 2746797X     EISSN : 27154424     DOI : 10.30633
Core Subject : Health,
Jurnal Abdimas Saintika adalah jurnal scientific yang ditulis dalam bahasa Indonesia diterbitkan setiap Januari dan Agustus, proses submission manuscript dibuka setiap tahun. Submission manuscript dilakukan dengan metode Double Blind Peer Review dan Editorial Review sebelum diterima dan di publikasi. Jurnal Abdimas Saintika hanya menerima manuscript dalam bidang: Kebidanan (Kehamilan, Persalinan, Nifas, Bayi Baru Lahir, KB, Kebidanan Komunitas dan Reproduksi) Keperawatan (Keperawatan Anak, Medical Bedah, Jiwa, Gerontik, Komunitas, Gawatdarurat, Maternitas dan Manajemen) Ilmu Kesehatan Masyarakat (Epidemiologi Penyakit Menular dan Tidak Menular, Kesehatan Reproduksi, Gizi, Kesehatan Lingkungan, Kebijakan Publik) Biomedik (Farmako Kinetik dan Farmako Dinamik) Teknologi Laboratorium Medik Managemen Informasi Kesehatan
Articles 369 Documents
GERAKAN PENCEGAHAN STUNTING MELALUI EDUKASI PADA MASYARAKAT Nurhasanah Amir, Ade; Arman, Eliza
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 2 (2022): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v4i2.1680

Abstract

Stunting merupakan kekurangan gizi kronis pada balita berdasarkan tinggi badan dan berat badan kurang menurut umur bila dibandingkan dengan standar baku WHO dengan niali Z-score kurang dari-2SD. Stunting menyebabkan perkembangan dan pertumbuhan tidak optimal. Dampak yang lebih serius akibat stunting seperti perkembangan motorik terlambat, terhambatnya pertumbuhan mental, meningkatkan risiko terjadinya kesakitan dan kematian pada anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan orang tua balita stunting di Wilah Kerja Andalas Kota Padang. Metode yang digunakan penyuluhan/ceramah dan diskusi. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan peserta sangat aktif bertanya. Kegiatan ini sangat efektif meningkatkan pengetahuan orang tua balita dalam pencegahan stunting.Kata Kunci : Edukasi,Pencegahan, Stunting
 PENDIDIKAN KESEHATAN PADA REMAJA TENTANG KEHAMILAN REMAJA DI KELURAHAN SUMUR DEWA Pitri Subani; Yuni Ramadhaniati; Elza Wulandari; Susilo Wulan; Rina Aprianti
Jurnal Abdimas Saintika Vol 3, No 2 (2021): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v3i2.1727

Abstract

Kehamilan remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang umum terjadi di seluruh dunia. Hal ini terkait dengan masalah kesehatan reproduksi utama yang berisiko menimbulkan komplikasi dan persalinan yang menyebabkan kematian ibu dan aborsi yang tidak aman. Tujuan penyuluhan ini  ini adalah  meningkatkan pengetahuan remaja tentang  kehamilan remaja di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu. Metode dalam penyuluhan ini dengan Ceramah dan diskusi. Hasil penyuluhan  menunjukkan 77%  responden adanya peningkatan pengetahuan tentang kehamilan pada remaja  setelah di beri penyuluhan , 23 % pengetahuan responden berada pada kategori sedang.Kesimpulan bahwa kehamilan remaja merugikan kesehatan wanita, oleh karena itu merupakan langkah untuk meningkatkan pendidikan seks usia dini, agar mereka terbuka terhadap pengetahuan tentang resiko kehamilan pada remaja.Kata kunci : pendidikan, pengetahuan; hamilan remaja.  
TERAPI BERMAIN (SKILL PLAY) PERMAINAN ULAR TANGGA TERHADAP TINGKAT KOOPERATIF SELAMA MENJALANKAN PERAWATAN PADA ANAK PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) DI RUANG EDELWEIST RSUD DR. M YUNUS BENGKULU Vellyza Colin; Dian Dwiana Maydinar; Rafidaini Sasarni Ratiyun; Devi Listiana
Jurnal Abdimas Saintika Vol 3, No 1 (2021): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v3i1.1734

Abstract

Hospitalisasi merupakan peristiwa yang sering menimbulkan pengalaman traumatik, khususnya pada  pasien  anak  yaitu  kecemasan,  ketakutan  dan  ketegangan  atau  stress  hospitalisasi. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan memberikan  pengaruh terapi bermain (skill play) permainan ular tangga terhadap tingkat kooperatif selama menjalankan perawatan pada anak pra sekolah (3-6 tahun) di Ruang Edelweist RSUD dr. M Yunus Bengkulu. Metode yang digunakan dg ceramah dan role play.Sampel terapi bermain ini  adalah anak pra sekolah (3-6 tahun) diambil dengan cara accidental sampling diperoleh 20 orang sampel. Hasil dari terapi bermain ini adalah ada pengaruh terapi bermain (Skill Play) Permainan Ular Tangga terhadap tingkat Kooperatif selama menjalankan perawatan pada anak Pra sekolah (3-6 tahun) di Ruang Edelweist RSUD dr. M Yunus Bengkulu. Diharapkan pada RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu dapat melakukan pelatihan terapi bermain (Skill Play) permainan ular tangga pada perawat sehingga dapat meningkatkan skill individu dalam melakukan terapi bermain (Skill Play) permainan ular tangga pada anak yang dirawat.Kata Kunci: Terapi Bermain, Tingkat Kooperatif, Anak Pra sekolah
EDUKASI CEGAH POLIO PADA ANAK DENGAN IMUNISASI DI DESA SUKA MAKMUR Anisah ,; Arif Irpan Tanjung; Iting ,
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i1.1832

Abstract

ABSTRAK  Poliomielitis (polio) adalah penyakit sangat menular yang disebabkan oleh virus polio. Penyakit ini menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan atau bahkan kematian dalam hitungan jam. Penularannya melalui mulut, berasal dari air, makanan atau tangan yang terkontaminasi feses yang mengandung virus polio. Cakupan imunisasi yang rendah telah memperlambat upaya pemberantasan polio. Cakupan imunisasi yang rendah secara konsisten di kabupaten Aceh dan kondisi lingkungan yang tidak sehat merupakan faktor  risiko penularan virus polio. Infeksi Polio tidak ada obatnya, sekali anak kita tertular maka kemungkinan mereka tidak akan bertahan hidup, atau jika selamat mereka bisa mengalami kelumpuhan yang akan berdampak besar pada masa depan mereka.  Pengetahuan orang tua tentang pentingnya imunisasi sangat menentukan keputusan orang tua dalam memberikan imunisasi pada anak-anaknya. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan orang tua dan  masyarakat tentang pentingnya imunisasi polio bagi kesehatan anak di desa Suka Makmur.  Metode yang digunakan adalah memberikan edukasi tentang imunisasi polio kepada orang tua dan masyarakat dan pemberian imunisasi polio. Hasil dari kegiatan ini didapatkan peningkatan pengetahuan 51 orang tua dan masyarakat sebelum dan sesudah diberikan edukasi yaitu dari skor rata-rata pengetahuan dari 35 menjadi 80 dan 26 anak mendapatkan imunisasi polio dosis kedua. Diharapkan orang tua dan masyarakat dapat mengimplentasikan pengetahuan yang telah didapatkan dengan membawa anak-anak mereka yang belum mendapatkan imunisasi polio ke posyandu ataupun ke puskesmas terdekat . Kata kunci : Polio, imunisasi, kelumpuhan
NAGARI SIAP PEDULI STUNTING (NASI PEDAS)” STRATEGI PERCEPATAN PENCEGAHAN STUNTING PADA IBU HAMIL aprima yona amir; fafelia rozyka meysetri; febby herayono
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i1.1831

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan karena tidak cukupnya gizi pada anak dalam kurun waktu yang cukup lama. Hal ini mengakibatkan terjadinya gangguan dalam masa pertumbuhan balita yaitu tinggi badan balita lebih pendek dari usianya sendiri. Stunting menjadi permasalahan nasional yang krusial dan oleh karenanya, dibutuhkan peran tak hanya pemerintah namun remaja sebagai generasi penerus bangsa perlu terlibat dalam penanganan serta pencegahan stunting ini. Kejadian stunting dapat terjadi pada masa kehamilan dikarenakan asupan gizi yang kurang saat hamil, pola makan yang tidak sesuai, serta kualitas makanan yang rendah sehingga mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan. Kegiatan pengabmas dilaksanakan dari tanggal 15 desember 2022, tempat pelaksanaan di Puskesmas Sicincin . Peserta yang menjadi member dalam kelompok ibu hamil di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Sicincin berjumlah 25 orang ibu hamil. Berdasarkan hasil kegiatan tersebut terjadinya peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya pemeriksaan ANC rutin, pemenuhan status gizi dan konsumsi zat besi selama kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Sicincin dan mengurangi jumlah kejadian stunting. Diharapkan para ibu hamil dapat lebih mengerti pentingnya menjaga kondisi selama masa kehamilan sampai umur anak berusia 2 tahun yang merupakan periode emas masa pertumbuhan agar dapat menjauhkan diri mereka dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti stunting
EDUKASI TENTANG MENSTRUASI PADA SISWI SMK PARIWISATA ‘AISYIYAH SUMATERA BARAT Mandria Yundelfa; Nova Rita; Jeki Refialdinata; Yunita Purnama Sari; Reza Rahmi
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i1.1848

Abstract

Menstruasi masih dianggap sebagai hal yang tabu dan memiliki stigma negatif dan seringkali sulit untuk mempraktikkan kebersihan menstruasi yang optimal bagi remaja dan orang dewasa di berbagai negara dan wilayah (WHO, 2018). Banyak anak perempuan tidak memiliki pemahaman yang tepat bahwa menstruasi adalah proses biologis yang normal. Mereka justru baru mengenalnya pada saat menarke alias saat pertama kali mengalami menstruasi (Kemenkes, 2017). Pengetahuan yang kurang tentang kesehatan reproduksi sering berpengaruh terhadap masalah kesehatan reproduksi yang dihadapi remaja. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan siswi terkait dengan menstruasi, gangguan menstruasi, siklus menstruasi, perawatan genitalia saat menstruasi, pemeliharaan personal hygiene, serta meningkatkan motivasi siswi dalam menjaga kesehatan reproduksi saat menstruasi. Kegiatan ini dilakukan pada siswi di SMK Pariwisata ‘Aisyiyah Sumatera Barat. Jumlah siswa yang mengikuti acara yaitu sekitar 50 orang. Waktu pelaksanaan kegiatan ini dilakukan selama 2 jam pada hari Sabtu 11 Maret 2023 pukul 09.00 - 11.00 WIB. Bentuk kegiatan yang dilakukan yaitu penyuluhan kesehatan dan demonstrasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa ceramah dengan menggunakan slide power point. Hasil kegiatan pemberian informasi terkait menstruasi dan permasalahannya sebagai salah satu perawatan kesehatan reproduksi pada siswi SMK Pariwisata ‘Aisyiyah Sumatera Barat berhasil dilaksanakan. Disarankan agar legiatan pemberian informasi terkait menstruasi sebagai salah satu perawatan kesehatan reproduksi pada remaja dapat dilakukan secara berkala dengan frekuensi yang lebih sering dan jangkauan penyebaran informasinya juga dapat diperluas sehingga mencakup seluruh lapisan masyarakat agar remaja dan masyarakat lebih   mengetahui dan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Keywords: Edukasi; Menstruasi; Siswi 
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader dan Remaja karang taruna Tentang Hipertensi Patria Asda
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i1.1817

Abstract

Masalah kesehatan masyarakat yang dihadapi saat ini adalah makin meningkatnya kasus Penyakit tidak menular (PTM), salah satunya adalah hipertensi. Hasil riset kesehatan dasar 2018 menyatakan bahwa terdapat 32,3% dari penderita hipertensi yang tidak rutin mengkonsumsi obat hipertensi, dan 13,3% tidak minum obat walaupun telah di diagnosis hipertensi. Hal ini dapat mengakibatkan resiko kematian karena hipertensi semakin meningkat. Di Dusun Keniten Tamanmartani Sleman selama pandemi covid-19, sebagian besar warga yang menderita hipertensi, karena tidak ada pemantauan maka tekanan darahnya tidak terkontrol dan tidak mengkonsumsi obat dengan teratur, dan sudah ada warga yang menderita stroke. Selama masa pandemi kegiatan posbindu dan posyandu lansia terhenti sehingga warga yang menderita hipertensi tidak terpantau. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk peningkatan pengetahuan kader dan remaja karang taruna tentang pencegahan dan penanganan hipertensi dalam rangka pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Kegiatan telah terlaksana pada bulan Desember 2022, dalam bentuk penyuluhan materi hipertensi kepada kader dan karang taruna, serta demonstrasi dan pendampingan penggunaan tensimeter. Materi untuk kader diberikan dengan menggunakan media audiovisual berupa PPT leaflet. kegiatan dihadiri oleh 6 orang kader dan 8 remaja karangtaruna. Peserta terlihat antusias dalam mengikuti seluruh agenda kegiatan. Terdapat peningkatan pengetahuan setelah diberikan materi dan peserta mampu mengoperasikan alat tensimeter dengan baik
SKRINING TUMBUH KEMBANG ANAK DI TK TAHFIDZ BUSTANUL JANNAH KOTO LUAR Nova Fridalni; Etri Yanti; Dwi Christina Rahayu Ningrum
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i1.1821

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak terjadi sangat pesat pada usia 3 tahun pertama. Usia dini merupakan periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan kehidupan manusia. Apabila terdapat hambatan dan kendala dalam tumbuh kembang  anak usia dini maka akan menyebabkan kerusakan yang irreversibel. Oleh karena itu, deteksi dini, stimulasi, serta penanganan yang tepat sangat diperlukan untuk untuk mengoptimalkan tumbuh kembang seorang anak. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan orang tua tentang tumbuh kembang anak dan skrining tumbuh kembang anak di TK Tahfidz Bustanul Jannah Kelurahan Koto Luar Kecamatan Pauh Kota Padang. Metode yang dilakukan adalah dengan memberikan edukasi kepada orang tua dan guru tentang tumbuh kembang anak dan melakukan skrining tumbuh kembang anak. Edukasi kesehatan telah diberikan kepada 23 orang tua murid beserta guru dan skrinning dilakukan juga pada 18 orang anak. Kegiatan ini dilakukan selama 1 minggu. Hasil dari kegiatan ini didapatkan peningkatan pengetahuan orang tua dan guru sebelum dan sesudah diberikan edukasi dan didapatkan semua anak berada dalam tumbuh dan kembang yang sesuai dengan usianya. Diharapkan orang tua dan guru dapat melakukan pemantauan dan stimulasi tumbuh kembang terhadap anak atau peserta didiknya sehingga gangguan tumbuh kembang pada anak dapat terdeteksi lebih dini. Kata kunci : Tumbuh kembang, skrining, edukasi, anak
EDUKASI PERAN KELUARGA DALAM MEMBENTENGI REMAJA DARI PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI DESA SEPAKAT SEGENEP Yessy Syahradesi; Iting ,; Sahidin Basri
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i1.1826

Abstract

ABSTRAK  Masa remaja merupakan masa transisi dalam rentang kehidupan manusia, menghubungkan masa kanak-kanak dengan masa dewasa. Pada masa tersebut, umumnya remaja memiliki rasa keingintahuan yang cukup tinggi. Hal ini tentu baik, tetapi juga sangat mengkhawatirkan jika mereka terjerumus kepada suatu hal yang negatif atau merugikan termasuk memakai narkoba. BNN Propinsi Aceh melaporkan pecandu narkoba di propinsi Aceh telah mencapai 83.000 orang berasal dari segala usia. Penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda kian meningkat yang memicu terjadinya penyimpangan perilaku anak muda tersebut dapat membahayakan generasi ke depan bangsa. Untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba disini peran keluarga terutama orang tua lah yang sangat penting dalam memberikan edukasi serta pemahaman kepada anaknya. Berdasarkan data dari kominfo 2021 menjelaskan bahwa 82,4% anak muda berusia 15-35 tahun berstatus sebagai pemakai, 47,1% berperan sebagai pengedar, dan 31,4% sebagai kurir. Untuk mendorong  generasi muda agar lebih cerdas dalam mengambil keputusan untuk bertindak, maka seluruh pihak seperti orang tua, guru, masyarakat harus berperan aktif dalam mewaspadai penyalahgunaan narkotika di lingkungan anak muda. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan orang tua dan masyarakat tentang narkoba dan strategi membentengi keluarga terutama remaja dari penyalahgunaan narkoba di desa Sepakat Segenep. Metode yang digunakan adalah memberikan edukasi kepada orang tua dan masyarakat yang berjumlah 38 orang. Hasil dari kegiatan ini didapatkan peningkatan pengetahuan orang tua dan masyarakat sebelum dan sesudah diberikan edukasi yaitu dari skor rata-rata pengetahuan 40 menjadi 80. Diharapkan orang tua dan masyarakat dapat mengimplentasikan pengetahuan yang telah didapatkan dan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap pergaulan anak sebagai salah satu upaya menjaga generasi penerus dari penyalahgunaan narkoba. Kata kunci : Narkoba, remaja, peran keluarga   PENDAHULUANMasa remaja merupakan masa transisi dalam rentang kehidupan manusia, menghubungkan masa kanak-kanak dengan masa dewasa. Pada masa tersebut, umumnya remaja memiliki rasa keingintahuan yang cukup tinggi. Hal ini tentu baik, tetapi juga sangat mengkhawatirkan jika mereka terjerumus kepada suatu hal yang negatif atau merugikan termasuk memakai narkoba. Sebenarnya Narkoba memiliki efek terapetik bagi pasien, tetapi jika disalahgunakan, narkoba dapat menimbulkan dampak buruk. Peredaran Narkoba yang sulit dibendung merupakan ancaman besar bagi generasi muda Indonesia. Penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda kian meningkat yang memicu terjadinya penyimpangan perilaku anak muda tersebut dapat mempenyalahgunaankan generasi kedepan bangsa. Dampak buruk Narkoba bagi kesehatan dan psikologis pengguna, antara lain meracuni sistem saraf dan daya ingat, merusak organ dalam, HIV/AIDS, kematian apabila overdosis, gangguan jiwa, tidak taat pada norma yang berlaku, agresif serta mendorong melakukan tindak kriminal. Untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba disini peran keluarga terutama orang tua lah yang sangat penting dalam memberikan edukasi serta pemahaman kepada anaknya. Berdasarkan data dari kominfo 2021 menjelaskan bahwa 82,4% anak muda berusia 15-35 tahun berstatus sebagai pemakai, 47,1% berperan sebagai pengedar, dan 31,4% sebagai kurir. BNN Propinsi Aceh melaporkan pecandu narkoba di propinsi Aceh telah mencapai 83.000 orang berasal dari segala usia. Untuk mendorong  generasi muda agar lebih cerdas dalam mengambil keputusan untuk bertindak, maka seluruh pihak seperti orang tua, guru, masyarakat harus berperan aktif dalam mewaspadai penyalahgunaan narkotika di lingkungan anak muda. Hasil wawancara dengan orang tua dan masyarakat didapatkan informasi bahwa mereka mengaku sangat cemas mendengar maraknya peredaran narkoba yang sudah melibatkan anak-anak yang masih kecil sebagai pemakai. Warga masih binggung mengidentifikasi gelagat anak muda yang memakai narkoba sehingga bisa dilakukan pengawasan jika mereka melihat hal tersebut.
DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN GUNUNG SARIAK Siska Sakti Angraini; Honesty Diana Morika; Vino Rika Nofia; Rhona Sandra
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i1.1807

Abstract

ABSTRAK Kelurahan Gunung Sarik merupakan daerah wilayah kerja Puskesmas Belimbing. Dimana di wilyah kerja ini terdiri dari 17 desa yang terdapat penderita DM tipe II. Kelurahan gunung sariak memiliki jumlah  penderita  DM tipe  II terbanyak  terlihat  dari jumlah kunjungannya yaitu 93 orang. Peningkatan kasus DM tipe II paling banyak  dialami  oleh penduduk  di  dunia yang disebabkan oleh terganggunya sekresi insulin dan resistensi insulin. Faktor yang terkait dengan  risiko diabetes adalah memiliki riwayat penyakit kardiovaskuler seperti stroke, PJK, atau PAD (Peripheral Arterial Diseases), konsumsi alkohol, faktor stress, kebiasan merokok, jenis kelamin, konsumsi kafein, dan pengetahuan rendah tentang pengelolaan Diabetes Melitus. Tujuan dari kegiatan pengabmas ini adalah Peningkatan pengetahuan tentang pencegahan diabetes melitus dengan membentuk perawatan   secara   mandiri   untuk  mempertahankan  kesehatan  dan  kesejahteraan. Metode pelaksanaan kegiatan ini dengan cara memberikan penyuluhan kesehatan pada masyarakat yang menderita DM tipe II di kelurahan Gunung Sariak. Waktu pelaksanaan edukasi hanya 1 hari di bulan Desember 2022. Hasil dari pengabmas ini diperoleh dari 16 penderita DM tipe II terdapat hampir semua mengerti dan mengetahui cara pencegahan dan Penangaann Penyakit DM yaitu 16 orang (80%).  Berdasarkan hasil kegiatan tersebut yang telah dilakukan, ternyata Diabetes   Self   Management   Education (DSME) sangatlah penting untuk membantu orang dengan pre-diabetes atau diabetes dalam menerapkan dan mempertahankan perilaku yang diperlukan untuk mengelola kondisi secara terus menerus didalam atau diluar dengan tujuan dapat menunda terjadinya komplikasi. Disarankan hasil dari kegiatan ini sebagai acuan bagi petugas kesehatan di Puskesmas Belimbing dan dapat dilaksanakan ke sasaran masyarakat dalam memberikan bantuan kepada pasien dalam bentuk Supportive-Educative dalam memberikan pendidikan  kesehatan agar pasien   mampu   melakukan   perawatan   secara   mandiri   sehingga   tercapai kemampuan  untuk  mempertahankan  kesehatan  dan  kesejahteraannya.Kata kunci: Diabetes self management education, DM tipe II                                                                                                                    ABSTRACTGunung Sarik Village is the working area of the Belimbing Health Center. Where in this working area there are 17 villages that have type II DM sufferers. Gunung Sariak Village has the highest number of type II DM sufferers, as seen from the number of visits, namely 93 people. The increase in cases of type II DM is most experienced by the world's population which is caused by impaired insulin secretion and insulin resistance. Factors associated with diabetes risk are having a history of cardiovascular disease such as stroke, CHD, or PAD (Peripheral Arterial Diseases), alcohol consumption, stress factors, smoking habits, gender, caffeine consumption, and low knowledge about the management of Diabetes Mellitus. The purpose of this community service activity is to increase knowledge about the prevention of diabetes mellitus by forming independent treatments to maintain health and well-being. The method of implementing this activity is by providing health education to people who suffer from type II DM in the Gunung Sariak sub-district. The time for implementing the education was only 1 day in December 2022. The results of this community service were obtained from 16 type II DM sufferers, almost all of whom understood and knew how to prevent and treat DM disease, namely 16 people (80%). Based on the results of these activities that have been carried out, it turns out that Diabetes Self Management Education (DSME) is very important to help people with pre-diabetes or diabetes in implementing and maintaining the behaviors needed to manage the condition continuously inside or outside with the aim of delaying the occurrence of complications. It is recommended that the results of this activity serve as a reference for health workers at the Belimbing Health Center and can be implemented to target the community in providing assistance to patients in the form of Supportive-Educative in providing health education so that patients are able to carry out care independently so as to achieve the ability to maintain their health and well-being.Keyword : Diabetes self management education, DM tipe II