cover
Contact Name
Syarifatul Mubarak
Contact Email
syarif.almubarak@uinmataram.ac.id
Phone
+6285239683146
Journal Mail Official
jurnalspin@uinmataram.ac.id
Editorial Address
Prodi Tadris Kimia UIN Mataram, Jl. Gajah Mada No. 100, Jempong Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SPIN: Jurnal Kimia & Pendidikan Kimia
ISSN : 25802623     EISSN : 27456854     DOI : https://doi.org/10.20414/spin
Core Subject : Science, Education,
SPIN adalah jurnal berkala yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember oleh Program Studi Tadris Kimia FTK UIN Mataram. Jurnal ini berisi artikel yang diangkat dari hasil penelitian atau kajian analitis kritis kepustakaan khususnya di bidang kimia dan pendidikan kimia. SPIN: Jurnal Kimia & Pendidikan Kimia is a Chemistry and Chemistry education journal published by Program studi Tadris Kimia, Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. SPIN is published twice a year (June and Desember) as scientific communication means of academic people in the study of Chemistry and Chemistry education. Editorial board receives the articles from the educators, observers, researchers on chemistry and chemistry education to be published after having tight selection, peer review, and serious editing. p-ISSN: 2580-2623. e-ISSN: 2745-6854. This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.
Articles 115 Documents
KATALIS HETEROGEN ALLUMINA PADA SINTESIS KALKON DARI VANILIN: ALLUMINA HETEROGEN CATALYST IN THE SYNTHESIS OF CHALCONE FROM VANILIN R. Rahmawati; Baiq Fara Dwirani Sofia
SPIN JURNAL KIMIA & PENDIDIKAN KIMIA Vol. 4 No. 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/spin.v4i1.5121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis senyawa kalkon langsung dari vanillin. Kalkon termasuk dalam kelas penting dari flavonoid, sebagai prekursor senyawa flavonoid an isoflavonoid pada tanaman. Senyawa kalkon dapat disintesis di laboratorium dari bahan kimia golongan aldehid atau keton melalui reaksi kondensasi aldol atau kondensasi Claisen-Schmidt. Vanilin yang mengandung gugus aldehid pada strukturnya dapat mengalami reaksi kondensasi menghasilkan senyawa kalkon.  Sintesis kalkon pada penelitian ini menggunakan metode konvensional, stir pada temperatur kamar, dengan menambahkan katalis heterogen dari oksida logam alkali yakni aluminium oksida atau alumina (Al2O3) dan etanol sebagai pelarut. Sintesis ini menghasilkan kalkon dengan rendemen sampai 65%.   ABSTRACT Chalcone belongs to an important class of flavonoids, as precursors of flavonoid and isoflavonoid compounds in plants. Chalcone compounds can be synthesized in the laboratory from aldehydes or ketones by means of an aldol condensation reaction or a Schmidt claisen. Vanillin which contains an aldehyde group in its structure can undergo a condensation reaction to produce chalcone compounds. The synthesis of chalcone from vanillin takes place in an alkaline environment as a catalyst, but the yield of the resulting product is not up to 50%. This research has succeeded in synthesizing chalcone compounds with yields up to 65% using the addition of heterogeneous catalysts from alkali metal oxides, aluminum oxides or alumina (Al2O3) with ethanol as solvent and stirring under room temperature.
ANALISIS TEORI ENERGI DESOLVASI ION NATRIUM PADA PELARUT ELEKTROLIT ORGANIK MENGGUNAKAN DENSITY FUNCTIONAL TIGHT BINDING (DFTB): THEORETICAL ANALYSIS OF DESOLVATION ENERGY SODIUM IONS IN ORGANIC ELECTROLYTE SOLVENTS USING DENSITY FUNCTIONAL TIGHT BINDING (DFTB) Ismiatul Hidayah; Multazam Multazam; Yahdi Yahdi; Aditya Wibawa Sakti
SPIN JURNAL KIMIA & PENDIDIKAN KIMIA Vol. 4 No. 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/spin.v4i1.5147

Abstract

Larutan elektrolit sangat berperan penting sebagai media transfer ion pada baterai. Transfer ion pada antar muka elektrolit dan elektroda dapat menentukan energi desolvasi dan konduktivitas ion. Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi pelarut organik terhadap energi desolvasi lepasnya pelarut organik.  Penelitian ini menggunakan lima pelarut elektrolit organik yaitu Adiponitrile (APN), Acetonitrile (ATN), Butylene Carbonate (BC), Diethyl Carbonate (DEC), dan 1,4-Dioxa­ne (DIO). Parameter yang diamati adalah energi desolvasi menggunakan metode DFTB dengan program Dcdftbmd. Hasil analisis data twoway ANOVA diperoleh signifikansi kurang dari 0,05 dan Ha diterima yang berarti bahwa ada perbedaan yang nyata pada jenis pelarut elektrolit organik terhadap energi desolvasi. Untuk uji lanjut Post Hoc diperoleh bahwa terdapat perbedaan secara signifikan. Berdasarkan parameter yang diamati, dapat disimpulkan bahwa kelima jenis pelarut elektrolit organik memiliki pengaruh terhadap energi desolvasi. Energi desolvasi masing-masing pelarut organik cenderung meningkat seiring dengan semakin banyaknya pelarut organik yang lepas ikatannya dengan Natrium.   ABSTRACT Electrolyte is very important as an ion transfer medium in battery. Ion transfer at the interface between electrolyte and electrode can determine desolvation energy and ion conductivity. The aims of this study is to determine the effect of variations in organic solvent on desolvation energy of organic solvent. In this study, we were used five organic electrolyte solvents namely Adiponitrile (APN), Acetonitrile (ATN), Butylene Carbonate (BC), Diethyl Carbonate (DEC), and 1,4-Dioxa­ne (DIO). The parameter observed were desolvation energy using DFTB method with the Dcdftbmd program. The result of two way ANOVA data analysis obtained a significance of less than 0.05 and Ha was accepted, which means that there is significant difference between the type of organic electrolyte solvent and the desolvation energy. For the Post Hoc test, it was found that there was a significant difference. Based parameter observed, the five organic solvents have an influence on the desolvation energy. Each desolvation energy of organic solvents tends to increase along with the increasing number of organic solvents released of bond with Sodium.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN SELEDRI (Apium graveolens L.) DAN KELOR (Moringa oleifera L.) SEBAGAI ZAT AKTIF MASKER WAJAH: PHOTOCHEMICAL SCREENING AND ANTIBACTERIAL ACTIVITY TEST FROM COMBINATION OF CELERY (Apium graveolens L.) AND MORINGA (Moringa oleifera L.) LEAF ETHANOL EXTRACT AS FACIAL MASK ACTIVE INGREDIENTS Serli Gustiana; Baiq Ayu Aprilia Mustariani; Novia Suryani
SPIN JURNAL KIMIA & PENDIDIKAN KIMIA Vol. 4 No. 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/spin.v4i1.5150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yang terdapat dalam kombinasi ekstrak etanol daun seledri (Apium graveolens L.) dan daun kelor (Moringa oleifera L.) serta mengetahui pengaruh konsentrasi kombinasi ekstrak etanol daun seledri (Apium graveolens L.) dan daun kelor (Moringa oleifera L.) terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Daun seledri (Apium graveolens L.) dan daun kelor (Moringa oleifera L.) diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak etanol daun seledri (Apium graveolens L.) dan daun kelor (Moringa oleifera L.) mengandung senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid, steroid, terpenoid, alkaloid, dan tanin. Aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus menunjukkan adanya diameter zona hambat. Nilai rerata diameter zona hambat yang didapatkan pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% secara berturut-turut yaitu 7,16 mm; 8,33 mm; 8,36 mm; 9,4 mm; dan 10,4 mm. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui, bahwa semakin tinggi konsentrasi yang digunakan maka semakin besar pula diameter zona hambat yang didapatkan.   ABSTRACT This study aims to determine the content of secondary metabolites contained in the combination of ethanol extract of celery leaves (Apium graveolens L.) and Moringa leaf (Moringa oleifera L.) and to determine the effect of the concentration of the combined ethanol extract of celery leaves (Apium graveolens L.) and Moringa leaves (Apium graveolens L.) Moringa oleifera L.) on the growth inhibition of Staphylococcus aureus bacteria. Celery (Apium graveolens L.) and Moringa (Moringa oleifera L.) leaves was extracted by the maceration method using 96% ethanol as solvent. The results of phytochemical screening showed that the combination of ethanol extract of celery (Apium graveolens L.) and Moringa (Moringa oleifera L.) leaves contained secondary metabolites in the form of flavonoids, steroids, terpenoids, alkaloids, and tannins. Antibacterial activity on the growth of Staphylococcus aureus bacteria indicated the diameter of the inhibition zone. The mean value of the inhibition zone diameter obtained at concentrations of 20%, 40%, 60%, 80%, and 100%, respectively, was 7.16 mm; 8.33 mm; 8.36 mm; 9.4 mm; and 10.4 mm. Based on these results, it can be seen that the higher the concentration used, the larger the diameter of the inhibition zone obtained.
FABRIKASI MEMBRAN BIOPOLIMER KITOSAN DARI CANGKANG KERANG MUTIARA (Pinctada maxima) SEBAGAI ADSORBEN METILEN BIRU: FABRICATION OF CHITOSAN BIOPOLYMER MEMBRANES FROM PEARL SHELLS (Pinctada maxima) as METHYLENE BLUE ADSORBENT Dita Wiliana; Siti Alaa; Teguh Ardianto
SPIN JURNAL KIMIA & PENDIDIKAN KIMIA Vol. 4 No. 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/spin.v4i1.5371

Abstract

Kitosan merupakan salah satu biopolimer yang memiliki kemampuan dalam membentuk film dan dapat dijadikan sebagai bahan baku dalam pembuatan membran. Membran dapat digunakan dalam berbagai aplikasi filtrasi atau pemisahan, salah satunya adalah adsorpsi larutan warna metilen biru (MB). Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh variasi massa kitosan terhadap Modulus Young membran dan persen rejeksi membran kitosan dalam memfiltrasi larutan warna MB. Pembuatan membran dilakukan dengan metode inversi fasa dengan memvariasikan konsentrasi massa kitosan masing-masing sebesar 0 g, 1 g, 2 g, 3 g, dan 4 g. Kitosan dari cangkang kerang mutiara (Pinctada maxima) telah berhasil disintesis melalui beberapa proses yaitu deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi. Melalui proses ini diperoleh kadar kitosan dalam cangkang kerang mutiara Pinctada maxima dari hasil deasetilasi sebesar 71,43  dengan derajat deasetilasi (DD) kitosan sebesar 75,86 . Nilai Modulus Young dan nilai permselektivitas terbaik didapatkan pada membran dengan konsentrasi massa kitosan sebesar 4 g, berturut turut yakni 2,51 MPa dan 65,86 , sedangkan nilai permeabilitas tertinggi didapatkan pada konsentrasi massa kitosan sebesar 3 g, yakni 6,75 . . Ini menunjukkan bahwa membran yang terbuat dari kitosan cangkang kerang dapat digunakan untuk mengadsorbsi MB.   ABSTRACT Chitosan is one of the biopolymers that can form films and be used as raw material for making membranes. Membranes can be used in various filtration or separation applications, one of which is methylene blue (MB) color solution. This study aimed to study and determine the effect of mass of chitosan on Young's modulus of membranes and the percent rejection of chitosan membranes in MB solution. The membrane was made using the phase inversion method by varying the mass of chitosan by 0, 1, 2, 3, and 4 g, respectively. Chitosan from pearl oyster shells (Pinctada maxima) has been successfully synthesized through several processes, namely deproteination, demineralization, and deacetylation. The chitosan content in the Pinctada maxima pearl shell from the deacetylation result was 71.43 %, with the deacetylation degree of chitosan (DD) 75.86 %. Young's modulus and the best permeselectivity values ??were obtained on membranes with a mass concentration of 4 g of chitosan, 2.51 MPa, and 65.86 %, respectively. The highest permeability value was obtained at a mass concentration of 3 g of chitosan, 6.75 .  . This result indicates that the membrane made of chitosan from oyster shells can be used to adsorb MB.
PENGARUH KOMBINASI METODE PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE DAN TAKE AND GIVE TERHADAP KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI DAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X SMAN 7 MATARAM: THE EFFECT OF THINK PAIR SHARE AND TAKE AND GIVE LEARNING METHODS COMBINATION ON COMMUNICATION ABILITY AND CHEMICAL LEARNING OUTCOMES OF CLASS X STUDENTS SMAN 7 MATARAM Nur Sa'baniyah; Raehanah Raehanah; Baiq Amelia Riyandari
SPIN JURNAL KIMIA & PENDIDIKAN KIMIA Vol. 4 No. 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/spin.v4i2.5177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi metode pembelajaran think pair share dan take and give terhadap kemampuan berkomunikasi dan hasil belajar kimia siswa SMAN 7 Mataram. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas MIPA SMAN 7 Mataram. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster sampling, dengan kelas X MIPA 3 sebagai kelas eksperimen dan X MIPA 4 sebagai kelas kontrol. Instrument berupa lembar observasi untuk kemampuan berkomunikasi dan lembar tes untuk hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa a). nilai sig. 0,044 < 0,05 artinya ada perbedaan signifikan antara kemampuan berkomunikasi dan hasil belajar kimia dengan kombinasi metode pembelajaran think pair share dan take and give secara multivariate, b). Nilai sig. 0,017 < 0,05 artinya ada perbedaan signifikan terhadap kemampuan berkomunikasi yang diajarkan dengan kombinasi metode pembelajaran think pair share dan take and give pada siswa yang diajarkan dengan metode konvensional terhadap variabel kemampuan berkomunikasi, c). Nilai sig 0,162 > 0,05 artinya tidak ada perbedaan signifikan antara hasil belajar kimia yang diajarkan dengan kombinasi metode think pair share dan take and give dengan siswa yang diajarkan dengan metode konvensional terhadap variabel hasil belajar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI ASAM BASA KELAS XI SMAN 2 LANGGUDU: THE EFFECT OF CREATIVE PROBLEM SOLVING LEARNING MODEL ON STUDENTS' CRITICAL THINKING ABILITY ON ACID-BASE MATERIALS IN CLASS XI SMAN 2 LANGGUDU Ainun Jariyah; Dwi Wahyudiati; Baiq Amelia Riyandari
SPIN JURNAL KIMIA & PENDIDIKAN KIMIA Vol. 4 No. 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/spin.v4i2.5260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran creative problem solving (CPS) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi asam basa kelas XI SMA Negeri 2 Langgudu Tahun Pelajaran 2021/2022. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan bentuk desain nonequivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 23 siswa untuk kelas eksperimen yang menggunakan model Creative Problem Solving dan 22 siswa untuk kelas kontrol yang menggunakan model bervariasi. Pengambilan data menggunakan instrumen tes berupa tes kemampuan berpikir kritis yang berbentuk uraian yang telah diuji validitasnya. Berdasarkan pengujian hipotesis statistik dengan uji-t independent samples t-test diperoleh nilai signifikan (2-tailed) sebesar 0,020 < 0,05 dengan perbedaan nilai rata-rata pada post-test uji N-Gain kelas eksperimen sebesar 68,67 dan kelas kontrol sebesar 50,32. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran creative problem solving (CPS) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi asam basa kelas XI SMA Negeri 2 Langgudu Tahun pelajaran 2021/2022.
PENGEMBANGAN VIDEO ANIMASI ADOBE AFTER EFFECT BERBASIS AUDIOVISUAL PADA MATERI TERMOKIMIA SMA/MA KELAS XI: DEVELOPMENT OF AUDIOVISUAL-BASED ADOBE AFTER EFFECT ANIMATION VIDEOS ON CLASS XI HIGH SCHOOL/MA THERMOCHEMICAL MATERIALS Rahmawati Rahmawati; Retno Aliyatul Fikroh
SPIN JURNAL KIMIA & PENDIDIKAN KIMIA Vol. 4 No. 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/spin.v4i2.5320

Abstract

Pendidik harus mampu mensinergikan teknologi pada proses pembelajaran yaitu melalui metode dan media yang kreatif dan inovatif sehingga memudahkan peserta didik dalam memahami materi termokimia yang bersifat abstrak beserta perhitungan dan tidak menimbulkan miskonsepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video animasi adobe after effect berbasis audiovisual pada materi termokimia dan mengetahui kualitas video yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, dan Desseminate) yang dibatasi hanya sampai tahap Develop. Produk yang dikembangkan merupakan video animasi yang berbentuk .mp4. Teknik pengumpulan data untuk kelayakan media pembelajaran dilakukan oleh validator dan angket respon peserta didik. Validator terdiri dari satu ahli materi, satu ahli media, dan tiga reviewer. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan menggunakan skala likert, skala guttman, dan presentase keidealan. Hasil penilaian kualitas produk oleh ahli materi mendapatkan persentase 84,38% dengan kategori Sangat Baik, ahli media mendapatkan persentase 78,57% dengan kategori Sangat Baik, dan reviewer mendapatkan persentase 96,2% dengan kategori Sangat Baik. Produk direspon positif oleh 10 peserta didik kelas XI SMA/MA dengan persentase sebesar 95% dengan kategori Sangat Baik. Berdasarkan hasil penilaian, dapat disimpulkan bahwa produk yang dikembangkan dapat digunakan sebagai media alternatif dalam proses pembelajaran kimia materi termokimia.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI SMA AL-HAMZAR: THE EFFECT OF THE PROBLEM BASED LEARNING MODEL ON THE CRITICAL THINKING SKILLS OF CLASS XI STUDENTS OF SMA AL-HAMZAR Isti Malasari; Raehanah Raehanah; Yuli Kusuma Dewi
SPIN JURNAL KIMIA & PENDIDIKAN KIMIA Vol. 4 No. 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/spin.v4i2.5412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model problem based learning terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas XI SMA Al-Hamzar Tembeng Putik pada Materi Asam Basa. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan kuasi eksperimental. Populasi penelitian seluruh kelas XI IPA SMA Al-Hamzar serta jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 37. Variabel bebas penelitian ini adalah model problem based learning dan variabel terikatnya keterampilan berpikir kritis. Desain penelitian non equivalent posttest control group design. Instrument penelitian adalah tes dalam bentuk uraian dan menggunakan teknik sampling jenuh. Data dianalisis menggunakan Uji Mann Whitney Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Model Problem Based Learning berpengaruh negatif terhadap keterampilan berpikir kritis, dengan perolehan nilai rata-rata untuk kelas eksperimen 25,5789 sedangkan untuk kelas kontrol 64,6667. Adapun indikator yang sulit dicapai pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol adalah menyimpulkan sebab akibat. Oleh karena itu secara signifikan hasil belajar siswa menurun disebabkan oleh faktor penghambat seperti konsentrasi siswa dalam belajar, lingkungan kelas yang tidak nyaman dan faktor kelelahan.
IDENTIFIKASI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN JAHE PUTIH (Zingiber officinale Rosc. var. officinarum): IDENTIFICATION OF METABOLITE COMPOUNDS SECONDARY AND ANTIOXIDANT ACTIVITY TEST OF WHITE GINGER LEAF EXTRACT (Zingiber officinale Rosc. var. officinarum) Rachmin Munadi; Lukman Arifin
SPIN JURNAL KIMIA & PENDIDIKAN KIMIA Vol. 4 No. 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/spin.v4i2.5420

Abstract

Penelitian identifikasi senyawa metabolit sekunder dan uji aktivitas antioksidan ekstrak daun jahe putih (Zingiber officinale Rosc. var. officinarum) telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak daun jahe putih (Zingiber officinale Rosc. var. officinarum) dan untuk menentukan aktivitas antioksidan ekstrak daun jahe putih (Zingiber officinale Rosc. var. officinarum). Penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut metanol untuk mengekstraksi senyawa metabolit sekunder. Identifikasi senyawa metabolit sekunder dilakukan dengan analisis kualiatatif atau uji warna, sedangkan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode Diphenil Pikril Hidrazil (DPPH) dimana pada metode ini DPPH digunakan sebagai radikal yang akan dihambat aktivitasnya. Berdasarkan hasil identifikasi senyawa metabolit sekunder menunjukan bahwa daun jahe putih (zingiber officinale Rosc. var officinarum) mengandung senyawa golongan saponin, flavonoid, tanin dan terpenoid. Uji aktivitas antioksidan daun jahe putih (Zingiber officinale Rosc. var. officinarum) terhadap radikal bebas DPPH menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang 515 nm diperoleh nilai IC50 sebesar 156,4827 µg/ml dan dikategorikan lemah.
PENGEMBANGAN LABORATORIUM VIRTUAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN: DEVELOPMENT OF VIRTUAL LABORATORY AS A LEARNING MEDIA Devi Qurniati
SPIN JURNAL KIMIA & PENDIDIKAN KIMIA Vol. 4 No. 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/spin.v4i2.5538

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan media pembelajaran laboratorium virtual pada materi kimia makromolekul. Laboratorium virtual merupakan media pembelajaran yang dapat mensimulasikan kegiatan eksperimen di laboratorium dan materi yang sulit untuk dieksperimenkan serta menyediakan suasana pembelajaran yang menyerupai keadaan yang sebenarnya. Laboratorium virtual dapat membuat konsep yang abstrak menjadi konkret, meningkatkan motivasi belajar siswa, dan siswa lebih memahami konsep yang dipelajari. Penggunaan laboratorium virtual membuat eksperimen siswa menjadi lebih menarik dan efektif, serta lebih murah dan aman. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE. Model ADDIE menggunakan 5 tahapan yaitu (1) Analisis (Analysis); (2) Desain (Design); (3) Pengembangan (Development); (4) Implementasi (Implementation); (5) Evaluasi (Evaluation). Data hasil validasi ahli media diperoleh penilaian ahli media dengan persentase sebesar 87% kategori sangat layak, ahli materi 1 dengan persentase sebesar 92% kategori sangat layak, ahli materi 2 dengan persentase sebesar 85% kategori sangat layak. Sehingga, media pembelajaran laboratorium virtual telah layak digunakan dalam pembelajaran kimia dengan kriteria baik. Adapun respon siswa terhadap penggunaan laboratorium virtual pada uji coba kelompok kecil sebesar 81,33%, dan pada uji coba lapangan sebesar 81,41%, Hasil tersebut menunjukkan bahwa respon siswa terhadap penggunaan laboratorium virtual sangat positif.

Page 5 of 12 | Total Record : 115