cover
Contact Name
Joseph Christ Santo
Contact Email
jx.santo@gmail.com
Phone
+6287836107190
Journal Mail Official
jurnalangelion@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Solo-Kalioso km 7, Selorejo, Wonorejo, Gondangrejo, Kab. Karanganyar
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
ISSN : -     EISSN : 27233324     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Angelion adalah jurnal ilmiah teologi dengan warna Injili, merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan pendidikan Kristen, yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup. Focus dan Scope penelitian Angelion adalah: Teologi Biblikal Teologi Sistematika Isu-isu Teologi Pendidikan Kristen Angelion terbit dua kali setiap tahun, Juni dan Desember.
Articles 98 Documents
Pandangan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Terhadap Budaya Sabu "Pebale Rau Kattu Do Made" di  Daerah NTT Udju, Daniel; Pane, Exson
Angelion Vol 4 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jan.v4i2.551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberi pemahaman yang jelas kepada anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) dengan menganalisis pandangan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh terhadap budaya Sabu, khususnya dalam konteks tradisi lokal yang dikenal sebagai "Pebale Rau Kattu Do Made." Dengan Metode penelitian kualitatif deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi interaksi antara keyakinan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dan aspek-aspek budaya khas Sabu. Metode penelitian melibatkan wawancara mendalam dengan tokoh adat dan anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh yang tinggal di Sabu, serta observasi terhadap ritual dan praktik keagamaan yang terkait dengan "Pebale Rau Kattu Do Made." Data yang terkumpul dianalisis dengan mempertimbangkan perspektif teologis Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dan konteks budaya lokal Sabu. Temuan penelitian ini dapat memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh berinteraksi dengan dan merespons budaya Sabu, serta sejauh mana elemen-elemen budaya tersebut diintegrasikan atau disesuaikan dengan ajaran dan nilai-nilai gereja. Implikasi dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pemahaman tentang dinamika antara agama dan budaya di lingkungan multikultural.
Kesalehan atau Kebenaran: Analisis Terjemahan "kol-sidqotenu" dalam Yesaya 64:6 Simbolon, Andreas Kongres Pardingotan; Christian, Ade Widi; Ziliwu, Alnodus Jamsenjos Indirwan
Angelion Vol 4 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jan.v4i2.664

Abstract

Isaiah 64:6, which states that "all our righteousness" is like filthy rags, has been the subject of debate and discussion in Christian theology. This journal aims to explore the concept of righteousness as a condition for human salvation in interpreting this verse. The journal begins by conducting an in-depth analysis of Isaiah 64:6, highlighting keywords such as "filthy rags, menstruation, righteousness, or piety," as well as the textual context within prophetic writings. In this analysis, I argue that human righteousness plays a crucial role in salvation. I describe how righteousness, as a manifestation of humility and repentance, can be the first step in seeking the grace of God and faith in Jesus Christ. Over time, this journal elaborates on how righteousness can become a determining factor in the relationship between humans and God. The goal of this journal is to convey the idea that human righteousness can be a prerequisite that leads people into the embrace of God's grace. It is an effort to delve into the meaning and role of righteousness in Christian theology and to provide a perspective that supports the notion that righteousness is a key factor in the journey toward salvation.
Penerapan Metode Pembelajaran Diskusi Melalui Kelas Pembinaan Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Rawat Diri Siswa SMP Kristen Rajawali Surabaya Minggus, Minggus
Angelion Vol 5 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jan.v5i2.732

Abstract

Rawat diri adalah bentuk perhatian terhadap kebutuhan kesehatan fisik dan psikis diri sendiri. Seorang yang dapat melakukan rawat diri berarti mengetahui apa yang dibutuhkan dan apa yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri. Pemenuhan kebutuhan ini secara menyeluruh baik aspek fisik maupun psikis yang diidentifikasi dan dipenuhi secara mandiri atau diinisiasi oleh diri sendiri terlebih dahulu.  Rawat diri sebagai bentuk kemandirian dan keterampilan hidup yang penting bagi remaja dapat dikenalkan lewat sekolah. Kelas pembinaan dapat mengenalkan dan memberdayakan remaja di sekolah dengan keterampilan rawat diri. Penelitian ini ingin melihat bagaimana kelas pembinaan dapat menjadi sarana yang tepat membangun konsep rawat diri remaja. Metode yang diterapkan adalah diskusi atau curah pendapat dengan asumsi bahwa remaja perlu diberikan ruang untuk menyampaikan apa yang menjadi pergumulannya.  Berdasarkan penelitian yang dilakukan melalui Penelitian Tindakan Kelas, serta perlakuan yang dilakukan, terbukti bahwa metode pembelajaran diskusi melalui kelas pembinaan terbukti dapat meningkatkan konsep rawat diri siswa; dari mayoritas katagori Rendah (R) - Sedang (S) menjadi mayoritas Sedang (S) - Tinggi (T).
Transformasi Spiritualitas Melalui Pujian dan Penyembahan di Gereja Kontemporer Hariyanto, Gisella Chris
Angelion Vol 5 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jan.v5i2.837

Abstract

Praise and worship are expressions of the people's hearts with various expressions based on the Bible regarding all of God's goodness expressed in intimacy under the guidance of the power of the Holy Spirit, with personal and spontaneous language, which involves two-way communication between the people as praisers and God who is worthy of worship. Meanwhile spirituality is the quality of a believer's spiritual life which is manifested in his relationship with God, with others and with himself. The question is what impact praise and worship have on the spiritual transformation of individuals and church communities. Using a qualitative descriptive research method with a library research approach and field interviews, this research aims to explain the impact of praise and worship on spiritual transformation.  The results of this research are that praise and worship done correctly can transform the spirituality of the contemporary church as demonstrated through good quality relationships with God, others and oneself. Pujian dan penyembahan adalah ungkapan hati umat dengan berbagai ekspresi berdasarkan Alkitab terhadap segala kebaikan Tuhan yang dinyatakan dalam keintiman atas pimpinan kuasa Roh Kudus, dengan bahasa yang pribadi dan spontan, yang melibatkan komunikasi dua arah antara umat sebagai pemuji dan Tuhan yang layak menerima penyembahan. Sementara spiritualitas adalah kualitas hidup rohani orang percaya yang termanifestasikan dalam hubungannya dengan Tuhan, dengan sesama dan dengan diri sendiri. Persoalannya adalah apakah pujian dan penyembahan memiliki dampak terhadap transformasi spiritualitas individu dan komunitas gereja. Menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan library research dan wawancara lapangan penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dampak pujian penyembahan terhadap transformasi spiritual. Hasil penelitian ini adalah pujian dan penyembahan yang dilakukan dengan benar dapat mentransformasi spiritual gereja kontemporer yang ditunjukkan melalui hubungan yang berkualitas baik kepada Tuhan, sesama maupun diri sendiri.
Transformasi Sosial Remaja Akibat Adiksi Gadget Soebekti, Karlita; Sitompul, Andrey Heberon; Riyadi, Slamet; Han, Sui; Wijayanti, Wiwiek
Angelion Vol 6 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jan.v6i1.926

Abstract

Fenomena adiksi gadget di kalangan remaja telah menjadi isu sosial yang krusial dalam dekade terakhir. Artikel ini dimaksudkan membahas transformasi sosial yang terjadi pada remaja akibat penggunaan gadget secara berlebihan, khususnya dampaknya terhadap pola interaksi sosial, perkembangan emosional, dan dinamika keluarga. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan dan observasi lapangan terbatas, penelitian ini menemukan kesimpulan bahwa adiksi gadget menyebabkan pergeseran nilai dalam hubungan sosial remaja. Interaksi tatap muka cenderung menurun, digantikan oleh komunikasi digital yang bersifat instan namun dangkal. Selain itu, ketergantungan terhadap konten digital menyebabkan berkurangnya kemampuan empati, meningkatnya isolasi sosial, serta perubahan pola tidur dan konsentrasi belajar. Diharapkan hasil temuan ini bagaimana secara khusus keluarga dan institusi pendidikan pada umumnya melakukan intervensi preventif seperti literasi digital, dan penguatan komunikasi interpersonal pada remaja.
Etika Kepemimpinan Pastoral: Analisis Integritas Moral dan Tanggung Jawab Pastoral Riyadi, Slamet
Angelion Vol 6 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jan.v6i1.930

Abstract

Artikel ini mengulas etika kepemimpinan pastoral dengan analisis integritas moral dan tanggung jawab dalam pelayanan gereja atau pastoral. Masalah yang diangkat dalam artikel ini adalah menurunnya kepercayaan jemaat terhadap pemimpin gereja yang disebabkan oleh pelanggaran etika, serta tantangan dalam mempertahankan integritas di tengah tekanan sosial dan budaya yang terus berubah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan studi literatur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai inti dari integritas moral kepemimpinan pastoral dalam pelayanan dan untuk menilai tantangan dan hambatan yang terkait dengan penerapan prinsip-prinsip etika dalam konteks dinamika perkembangan sosial dan budaya modern. Hasilnya menunjukkan bahwa integritas moral harus tetap menjadi fondasi utama bagi kredibilitas dan efektivitas kepemimpinan pastoral. Seorang pemimpin gereja dituntut harus mampu menyeimbangkan tuntutan internal jemaat dan tekanan eksternal masyarakat dengan mengintegrasikan prinsip kejujuran, keadilan, dan kasih dalam setiap aspek pelayanannya.
Rekonseptualisasi Sakral dan Profan dalam Praktik Pentakostalisme: Respons Teologis terhadap Realitas Gereja Digital Imanuel, Gusti Agung; Stevanus, Kalis
Angelion Vol 6 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jan.v6i1.954

Abstract

Kemajuan teknologi digital yang masif dan canggih, terutama internet dan komunikasi, telah membawa perubahan yang sangat signifikan dalam berbagai aspek sendi-sendi kehidupan, termasuk praktik keagamaan Kristen. Hal ini memengaruhi pemahaman dan praktik spiritualitas di kalangan gereja beraliran Pentakosta. Tulisan ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan teologis dalam bingkai gereja Pentakosta tentang gereja digital, antara menemukan iman sejati atau justru mengaburkan batas antara yang sakral dan yang profan. Penulis menggunakan pendekatan studi literatur yaitu menganalisis buku atau artikel yang relevan bagi penelitian ini. Harapannya temuan kajian ini dapat memberikan wawasan baru yaitu rekonseptualiasai gereja Pentakosta dalam praktik pelayanannya di era digital tanpa kehilangan inti dari imannya.
Etika Kebebasan Berekspresi di Media Sosial dalam Perspektif Kristen Yosua, Asep; Hermanto, Yanto Paulus
Angelion Vol 6 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jan.v6i1.1027

Abstract

Abstract This study investigates the boundaries of freedom of expression on social media from a Christian faith perspective, considering its potential impact on relational dynamics within the Body of Christ, including the emergence of hate speech, the spread of inaccurate information, and the potential for division. This research is relevant given the need to strengthen faith-based literacy among digital generations so they can communicate ethically in digital spaces, recognizing the strategic role of the church, schools, and families in this character-forming process. The research aims to formulate Bible-based ethical principles for expression on social media, particularly drawn from James 3, Ephesians 4:29, and 1 Corinthians 6:12. The method used is qualitative library research, analyzing biblical texts and theological literature through descriptive-analytical and thematic synthesis approaches. The novelty of this study lies in formulating four concrete ethical-theological boundaries for expression in the digital world: Truth (fact-based), Love (respecting the dignity of others), Responsibility (every interaction carries moral consequences), and Purpose (glorifying God and building up fellowship). These findings are expected to serve as a guide for Christians to use social media responsibly, so that digital space can become a constructive medium for faith witness and fellowship strengthening. Abstrak Penelitian ini menyelidiki batas-batas kebebasan berekspresi di media sosial menurut iman Kristen, dengan mempertimbangkan potensi dampaknya terhadap dinamika relasi dalam Tubuh Kristus, termasuk kemunculan ujaran kebencian, penyebaran informasi tidak akurat, dan potensi perpecahan. Penelitian ini relevan dilakukan mengingat perlunya penguatan literasi iman bagi generasi digital agar mampu berkomunikasi secara etis di ruang digital, mengingat peran strategis gereja, sekolah, dan keluarga dalam proses pembentukan karakter tersebut. Tujuan penelitian adalah merumuskan prinsip-prinsip etis berbasis Alkitab untuk berekspresi di media sosial, khususnya berdasarkan Yakobus 3, Efesus 4:29, dan 1 Korintus 6:12. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka kualitatif dengan menganalisis teks Alkitab dan literatur teologi melalui pendekatan deskriptif-analitis dan sintesis tematik. Kebaruan hasil penelitian adalah perumusan empat batas etis-teologis konkret untuk berekspresi di dunia digital: Kebenaran (berbasis fakta), Kasih (menghargai martabat sesama), Tanggung Jawab (setiap interaksi memiliki konsekuensi moral), dan Tujuan (memuliakan Tuhan dan membangun persekutuan). Temuan ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi orang Kristen dalam memanfaatkan media sosial secara bertanggung jawab, sehingga ruang digital dapat menjadi medium yang konstruktif bagi kesaksian iman dan penguatan persekutuan.

Page 10 of 10 | Total Record : 98