cover
Contact Name
Erwin Sianturi
Contact Email
kacamataerwin@gmail.com
Phone
+6282221778228
Journal Mail Official
clef.pmg@iakn-manado.ac.id
Editorial Address
Jalan Bougenville, Tateli Satu, Pineleng, Tateli Satu, Mandolang, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara 95661
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
ISSN : -     EISSN : 27467473     DOI : -
Clef; jurnal kajian musik dan pendidikan musik (cjmpm) dikelola dan diterbitkan oleh program studi Pendidikan Musik Gereja Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado. Jurnal Clef bertujuan untuk mewadahi pemikiran kritis, inovatif dan akademis melalui berbagai perspektif yang berhubungan dengan musik, pendidikan musik, dan musik Gereja dari berbagai pendekatan yang dituangkan dalam bentuk artikel hasil penelitian maupun konseptual.
Articles 80 Documents
Analisa Nyanyian Hymn “Ingat hari Sabat” Karya Fanny J. Crosby Glenn Jonathan Jerome Latuni; Glenie Latuni
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 5 No. 1 (2024): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/cjmpm.v5i1.1735

Abstract

Nyanyian memainkan peran penting dalam ibadah sebagai salah satu tindakan penyembahan dalam sejarah perkembangan gereja Kristen. Pada dasarnya Nyanyian rohani menyampaikan 3 hal yaitu: pujian kepada Allah, kepercayaan gereja atau doktrin, dan pengalaman rohani. Oleh karena Nyanyian rohani digunakan dalam berbagai ibadah maka perlunya kehati-hatian dalam memilih dan nyanyian rohani, agar secara efektif menyampaikan iman dan sikap gereja yang selaras dengan firman Tuhan. Salah satunya adalah karya Fanny J. Crosby berjudul “Ingat hari Sabat” yang diapresiasi oleh Gereja Advent sebagai lagu yang menyampaikan kebenaran doktrin. Penelitian ini dibuat untuk melihat bagaimana nyanyian ini mengkomunikasikan pesan-pesan teologis dengan melihat signifikansi dari latar belakang penulis, faktor-faktor yang mendorong dan juga menganalisis teologi yang terkandung dalam syair lagu. Hasilnya, lagu ini menunjukkan pemahaman alkitabiah tentang Sabat sebagai hari suci yang diberkati yang ditetapkan oleh Tuhan, hari suci yang berbeda dari hari-hari biasa lainnya, hari istirahat dan ibadah, hari Yesus memberikan teladan untuk diikuti, dan hari sukacita dalam hubungan dengan Allah. Melalui Penelitian ini, diharapkan akan ada penelitian-penelitian berikutnya yang akan menganalisis setiap lagu rohani yang kita apresiasi saat ini.
Analisis Proses Latihan Brass Section Unit Kegiatan Mahasiswa Drum Corps Saraswati ISI Yogyakarta Gunawan Wicaksana
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 5 No. 1 (2024): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/cjmpm.v5i1.1755

Abstract

Brass Section merupakan bagian penting dalam kelompok musik Marching band. Kelompok yang memainkan alat musik tiup tersebut tidak hanya mengandalkan pengetahuan penggunaan alat musik, akan tetapi juga membutuhkan keterampilan fisik dan pernafasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses dan efektivitas dari pelatihan Brass Section UKM Drum Corps Saraswati ISI Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan kualitatif dan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur, observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga pembagian tahapan dalam pelatihan yaitu latihan fisik, latihan dasar hingga latihan inhale dan exhale. Ketiga tahapan dalam pelatihan tersebut saling melengkapi antara kebutuhan kekuatan fisik dengan keterampilan bermain musik. Proses latihan menjadi bagian penting terutama pada pemain baru. Selain itu, penggunaan metode drill juga membantu pemain untuk menguasai materi dan keterampilan karena melakukan proses latihan mengenal nada-nada secara berulang. Sehingga, beberapa metode dan cara latihan yang digunakan oleh UKM Drum Corps Saraswati ISI Yogyakarta masih efektif karena sesuai dengan kebutuhan saat ini.
Pengembangan Model Pembelajaran Melodi dan Iringan Piano Anak Berbasis Notasi Warna. Sanctus Gregorian Hero
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 5 No. 1 (2024): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/cjmpm.v5i1.1778

Abstract

Pembelajaran piano iringan anak usia operasional konkret (7 – 11 tahun) memiliki tantangan pada pola pikirnya yang belum bisa berpikir abstrak, melainkan konkret. Pembelajaran yang bersifat abstrak membutuhkan suatu model pembelajaran yang dapat menambah peran siswa dan menerjemahkan bahasa secara lebih konkret. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengembangkan model pembelajaran melodi dan iringan piano anak berbasis notasi warna pada anak usia operasional konkret. Penelitian ini menggunakan metode DBR (Design Based Research) dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Awal penelitian, peneliti mewawancarai tiga guru piano untuk mencari masalah yang umum terjadi pada anak usia operasional konkret. Dari hasil wawancara, peneliti memutuskan untuk membuat rancangan model pembelajaran berbasis notasi warna dalam mengatasi masalah pengenalan melodi dan iringan broken chord. Rancangan tersebut diterapkan pada dua siswa usia operasional konkret sebanyak lima pertemuan. Evaluasi rancangan dilakukan pada tiap pertemuan untuk mendapatkan model yang lebih baik. Hasilnya, model pembelajaran berbasis notasi warna dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkenalkan pola iringan broken chord pada anak usia operasional konkret. Aktivitas tambahan seperti mewarnai dan pemilihan warna oleh siswa juga menambah dominasi siswa dalam proses pembelajaran.
Kajian Pertunjukkan Lagu “Gemu Fa Mire” Pada Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN 2023 Viktoria Friski Lestari; Andhika Perdana Zebua
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 5 No. 1 (2024): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/cjmpm.v5i1.1804

Abstract

Tulisan kali ini akan membahas mengenai pertunjukan lagu Gemu Fa Mi Re pada KTT Asean 2023. Pengemasan lagu Gemu Fa Mi Re dengan gaya yang lebih modern mengakibatkan mood dan suasana dari lagu ini juga berubah drastis. Oleh karena itu, penulis akan mengkaji penyajian pertunjukan lagu ini pada KTT Asean 2023 agar dapat mengetahui bagaimana para musisi dapat mengemas lagu ini dengan mempertahankan esensi asli dari lagu ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penyajian pertunjukan lagu daerah Gemu Fa Mi Re pada KTT Asean 2023 dan apakah pertunjukan lagu daerah Gemu Fa Mi Re pada KTT Asean 2023 sudah memenuhi aspek-aspek seni pertunjukan untuk dapat menginterpretasi lagu tersebut dengan baik. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif-deskriptif, dengan landasan teori yang memakai definisi kajian, lagu daerah dan teori-teori mengenai pertunjukan musik (musical performance). Lagu Gemu Fa Mire pada dasarnya sudah melekat dengan stigma kegembiraan dan musik tarian yang enerjik. Penampilan lagu ini di KTT ASEAN 2023 dengan aransemen megah yang jauh berbeda dengan versi aslinya tidak menghilangkan esensi kegembiran dari lagu ini. Dalam pertunjukan lagu ini, para penampil berhasil membawakannya dengan apik, yang terbukti dari terpenuhinya seluruh aspek pertunjukan musik oleh Johan Patrick Thomas di penampilan ini.
Nilai-Nilai Kerjasama Tim pada Grup Masamper Putri Pniel Kairagi Melalui Metode Pembelajaran Imitasi Axel Chainard Richard Onthoni; Markus Wibowo
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 5 No. 2 (2024): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/cjmpm.v5i2.1891

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Metode Pembelajaran Imitasi untuk mewujudkan nilai-nilai kerjasama tim dalam Grup Masamper Putri Pniel Kairagi. Metode kualitatif digunakan dengan menggunakan snowball sampling sebagai sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran imitasi terdiri dari proses pengamatan, mengingat, reproduksi motorik, dan penguatan motivasi, yang mengarah pada pengembangan nilai-nilai seperti kepercayaan, saling menghargai, keterbukaan dan komunikasi efektif, komitmen, fleksibilitas, toleransi, serta pembelajaran dan inovasi. Hasil penelitian ini memperlihatkan dua hal yaitu pertama, bahwa pada aspek imitasi diketahui bahwa pelatih yang mempraktekan gerakan dan musik kemudian diikuti oleh anggota. Kedua, diketahui bahwa metode imitasi dalam mewujudkan Kerjasama tim, memiliki kebersamaan yang erat sesama anggota atau anggota dan pelatih dalam menyelesaikan masalah.
Penerapan Aplikasi Synthesia dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Musik Tradisional Angklung pada Siswa Sekolah Dasar Rudi Marthin; Suciati
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 5 No. 2 (2024): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/cjmpm.v5i2.1912

Abstract

Dalam bermain alat musik angklung dibutuhkan kerjasama tim agar harmonisasi sebuah lagu dapat tercipta. Sehingga dibutuhkan minat belajar musik, kercerdasan musikal dan daya ingat musikal untuk mewujudkan kerjasama tim. Namun media berlajar konvensional kurang meningkatkan ketiga kemampuan tersebut sehingga dibutuhkan media belajar yang lebih menarik dan inovatif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat perbedaan media belajar konvensional dan media belajar berbasis aplikasi Synthesia dalam belajar angklung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dengan subjek penelitian siswa kelas 4 yang dibagi menjadi kelas kontrol (16 siswa) dan kelas eksperimen (16 siswa), pada pelajaran seni musik. Intrumen yang digunakan adalah rubrik penilaian yang telah divalidasi oleh dua orang ahli dalam bidang pendidikan musik. Nilai yang diperoleh diuji menggunakan Mann-Whitney. Hasil uji hipotesis tingkat daya ingat musik menunjukkan asymp. sig (2-tailed) sebesar 0,002 dan uji hipotesis tingkat kecerdasan musikal menunjukkan asymp.sig (2tailed) sebesar 0,001 serta uji hipotesis tingkat daya ingat musikal menunjukkan asymp. sig (2-tailed) sebesar 0,004. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dari tingkat minat belajar musik, kecerdasan musikal dan daya ingat musikal antara kelas kontrol dan kelas ekperimen.
Penerapan Metode Praktik pada Pemain Keyboard dalam Mengiring Ibadah di Gereja Kibaid Dirgantara Makassar Richard Kapoyos; Laura Megawaty Manalu; Musa Kiring
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 5 No. 2 (2024): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/cjmpm.v5i2.1972

Abstract

The aim of this research is to determine the application of practical methods to keyboard players in accompanying worship services at church. The problem in this research is how to apply practical methods to keyboard players in accompanying worship in church. In this research, the author used a qualitative method approach. The qualitative method is data collection carried out personally, where the researcher plays an important role in this research to collect data or information related to this research. Results and discussion in this research The practical method is a method that is carried out by explaining while providing training material to the training participants. This method can be said to be good and appropriate in carrying out music training, especially keyboards. Applying this practical method can make it easier for trainees to understand the training material and can also practice it quickly and well. This method also allows teenagers to improve their musicality and improve their skills (psychomotor) in music.
Makna Pasemon dalam Syair-syair Musik Gereja: Kajian Semiotik Menurut Teori Charles Sanders Peirce Alfa Kristanto; Michael Hari Sasongko; Dody Candra Harwanto
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 5 No. 2 (2024): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/cjmpm.v5i2.1975

Abstract

Along with the dynamics of development, church music has also experienced extraordinary development. Meeting with many musical genres that are developing in society makes this music continue to be dialectic in such a way that it gives rise to new types of music that are used in Christian worship. In the development of the genre, it is increasingly difficult to distinguish between church music (liturgical music) and secular music, even though essentially, church music is different from secular music. Based on Charles Sanders Pierce's semiotic theory, the writing below attempts to analyze the pasemon in church music lyrics. Although church music and secular music have the same material object, both have different formal objects. This difference in objects is what makes its representation and interpretation different in its pair. This pasemon ultimately makes church music inseparable from the understanding of Christian theology. This is because essentially, in the context of Christian worship, church music is a means and not an end
Music Director Strategies within the Worship Music Team: A Study at BFA Church Yogyakarta Siska Friscilia; Tanesya Hotris Samosir
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 5 No. 2 (2024): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/cjmpm.v5i2.1981

Abstract

Music is an essential element of worship services, entrusted to music directors for arrangement and leadership. This study examines the strategies employed by music directors at BFA Church Yogyakarta. Utilizing qualitative methods, data were collected through purposive sampling of two music directors, with observations, interviews, and document analysis serving as primary data sources. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, involving data reduction, display, and conclusion drawing. Findings emphasize the critical role of the music director in managing the worship music team, highlighting the importance of strategic planning and leadership in delivering effective worship services. Guided by Mark Cole’s theoretical framework, the identified strategies are organized into pre-rehearsal, mid-week rehearsal, and Sunday worship stages, closely aligned with BFA Church practices. Implementing structured strategies across these stages promotes team coordination and enhances the quality of worship music, contributing to a meaningful worship experience for the congregation.
Peran Konduktor dalam Pelatihan Paduan Suara Sanggar Deo Cantate Enemble Chorus Mc Arthur A Walakandou; Berehme Adyatmo
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 5 No. 2 (2024): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/cjmpm.v5i2.2142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran konduktor dalam pelatihan paduan suara Sanggar Deo Cantate Ensemble Chorus (DCEC). Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini menunjukkan bahwa peran konduktor sangat penting dalam meningkatkan kualitas pelatihan paduan suara. Peran tersebut meliputi peran secara teknis dan non teknis. Secara teknis antara lain: postur tubuh, gerakan tangan, ekspresi wajah, dan komunikasi non-verbal. Sedangkan non teknis meliputi: Idealized Influence, Inspirational Motivation, Intelectual Simulation, dan Individualized Consideration. Sehingga hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran konduktor dalam pelatihan paduan suara sanggar deo cantate ensemble chorus ini sangatlah penting sehingga dalam eksekusinya dapat membantu meningkatkan kualitas pelatihan paduan suara dan meningkatkan partisipasi anggota paduan suara ini.