cover
Contact Name
Erwin Sianturi
Contact Email
kacamataerwin@gmail.com
Phone
+6282221778228
Journal Mail Official
clef.pmg@iakn-manado.ac.id
Editorial Address
Jalan Bougenville, Tateli Satu, Pineleng, Tateli Satu, Mandolang, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara 95661
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
ISSN : -     EISSN : 27467473     DOI : -
Clef; jurnal kajian musik dan pendidikan musik (cjmpm) dikelola dan diterbitkan oleh program studi Pendidikan Musik Gereja Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado. Jurnal Clef bertujuan untuk mewadahi pemikiran kritis, inovatif dan akademis melalui berbagai perspektif yang berhubungan dengan musik, pendidikan musik, dan musik Gereja dari berbagai pendekatan yang dituangkan dalam bentuk artikel hasil penelitian maupun konseptual.
Articles 80 Documents
Musik, Pendidikan, dan Filsafat: Reinterpretasi Pemikiran Bennett Reimer di Era Modern Nafisah Aini; Sevi Qurrotu A'yun; Putra Andino Nugrahhu; Blandina Wenika Djawa; Veronica Yoni Kaestri
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 7 No. 1 (2026): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/clef.v7i1.2761

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kembali urgensi filsafat pendidikan musik serta menelaah relevansi pemikiran Bennett Reimer di era modern, khususnya dalam konteks pendidikan musik kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data primer bersumber dari karya Reimer, A Philosophy of Music Education, beserta edisi pengembangannya, sedangkan data sekunder diperoleh dari artikel ilmiah dan literatur filsafat pendidikan musik. Analisis dilakukan melalui analisis isi kualitatif dan interpretasi filosofis untuk mengidentifikasi gagasan Reimer mengenai nilai intrinsik musik, pengalaman estetis, serta peran filsafat dalam membentuk kesadaran pedagogis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan musik yang dilepaskan dari refleksi filosofis cenderung tereduksi menjadi pelatihan teknis dan mekanistis, sehingga kehilangan makna terdalam musik sebagai praktik manusia. Reimer menegaskan bahwa legitimasi pendidikan musik bertumpu pada nilai seni musik itu sendiri serta menolak penggunaan metode tertentu, misalnya Orff dan Kodály, sebagai kurikulum tunggal. Temuan juga menunjukkan bahwa pemikiran Reimer tetap relevan, terutama dalam mengkritisi komersialisasi pendidikan musik, memperkuat posisi guru sebagai intelektual profesional, serta mendorong reinterpretasi filsafat pendidikan musik agar kontekstual dengan realitas pendidikan musik di Indonesia.
Etnopedagogi dalam Ruang Kelas Anak Usia Dini: Menumbuhkan Tradisi Melalui Musik dan Gerak Febriyando; Arhamuddin Ali; Erwin Sianturi
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 7 No. 1 (2026): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/clef.v7i1.2837

Abstract

PAUD kontemporer kerap meminggirkan identitas budaya lokal melalui dominasi standar kurikulum Eurosentris, sehingga berisiko melemahkan rasa aman budaya anak. Tulisan ini mengeksplorasi implementasi etnopedagogi melalui musik dan gerak tradisional di RA At Taqwa, Manado, Indonesia. Berdasarkan observasi lapangan mendalam, penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas ritmik dan kinetik tradisional tidak hanya berfungsi sebagai pelestarian budaya atau hiburan, tetapi juga sebagai strategi pembelajaran menubuh. Melalui pengalaman sensori, gerak, dan ritme, anak membangun pengetahuan, identitas budaya, serta keterhubungan sosial secara alami. Sinkronisasi ritmik dan negosiasi ruang bersama turut menumbuhkan regulasi diri, resiprositas sosial, atensi, kontrol diri, dan ekspresi emosional positif dalam suasana belajar yang bebas tekanan. Studi ini menyimpulkan bahwa musik dan gerak tradisional merupakan instrumen etnopedagogis penting untuk mendukung perkembangan sosio-emosional, rasa memiliki, dan penguatan identitas budaya anak usia dini.
Implementasi Metode Montessori dalam Pembelajaran Musik Anak Usia Dini di IAIN Manado febriyando febriyando; Erwin Sianturi; Siguti Aprionnstein Sianipar
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 5 No. 1 (2024): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/cjmpm.v5i1.1724

Abstract

Degradasinya peran pendidikan musik pada anak usia dini diakibatkan pengetahuan pendidik/guru anak usia dini yang tidak menguasai secara komprehensif tentang paradigma musik. Padahal pendidikan musik pada anak usia dini memiliki peran penting dalam pengembangan kognitif, emosional, dan sosial mereka. Salah satu pendekatan yang semakin populer dalam pembelajaran anak usia dini adalah metode Montessori. Artikel ini membahas implementasi metode Montessori dalam pembelajaran musik anak usia dini, dengan fokus pada prinsip-prinsip Montessori yang dapat diterapkan dalam konteks musik, manfaatnya, serta beberapa strategi praktis untuk menerapkannya.Pertanyaan yang diajukan oleh peneliti adalah bagaimana aktualisasi penerapan metode Montessori dalam pembelajaran musik anak usia dini. Metodologi penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sedangkan teknik analisis datanya menggunakan model Miles Huberman, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis pembahasan peneliti menyimpulkan metode Montessorimemiliki dua poin penting. (1) memilih aktivitas musik yang diminati mereka. Dalam metode Montessori, penting untuk memberi kesempatan kepada anak untuk mengeksplorasi musik secara mandiri sesuai dengan minat dan kemampuan mereka. (2) Guru dalam metode Montessori berperan sebagai fasilitator yang membimbing anak dalam proses pembelajaran, bukan sebagai pemimpin yang memberikan instruksi langsung. Berikan dukungan saat anak mengeksplorasi alat musik dan biarkan mereka belajar dari pengalaman langsung.
Etnomusikologi: Pemahaman Awal, Sejarah, dan Tantangan Epistemologis di Era Kecerdasan Buatan Akbar Bagaskara; Umilia Rokhani; Sarmianti Ansar; Nanda Pertiwi Dwiyanti; Daggo Alanta Dewa
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 6 No. 2 (2025): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/cjmpm.v6i2.1726

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan wacana ilmu etnomusikologi khususnya dalam dinamika sejarah, relevansinya pada era kontemporer, serta kaitannya dengan kecerdasan buatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik analisis data yang menggunakan konsep Miles dan Huberman. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan pengertian etnomusikologi erat kaitannya dengan kajian sosial budaya mengenai musik etnis yang ada dalam suatu kelompok tradisi tertentu. Kemudian dinamika sejarah kajian etnomusikologi mulanya berkembang pesat pada akhir abad ke-18 atau awal abad 19, perkembangan ini juga ikut dipengaruhi nantinya dengan kemunculan dari alat perekam suara yang digunakan etnomusikolog dalam penelitian lapangan. Urgensi dari mempelajari etnomusikologi mempunyai relasi terhadap pemahaman yang lebih jauh tentang evolusi musik itu sendiri, disertai juga keragaman sosial budaya yang menyertainya. Penelitian ini juga menekankan bahwa pada era kecerdasan buatan, praktik etnomusikologi menghadapi sebuah tantangan epistemologis yang baru dan berkaitan dengan relasi pengetahuan dan kekuasaan sebagaimana dikemukakan oleh filsuf Michel Foucault, juga persoalan tentang representasi budaya menurut filsuf Stuart Hall, yang mana kecerdasasan buatan berpotensi dalam membentuk, mensimplifikasi, dan juga merepresentasikan musik tradisi dengan melalui sistem data dan juga algoritma yang tidak sepenuhnya bersifat netral.
Kajian Fungsi Musik dalam Pendidikan Anak Usia Dini Alfa Kristanto
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 6 No. 2 (2025): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/cjmpm.v6i2.2302

Abstract

Musik sangat penting untuk perkembangan anak usia dini. Berdasarkan studi pustaka, artikel ini membahas berbagai peran musik dalam pendidikan anak usia dini. Penelitian ini melihat musik tidak hanya sebagai hiburan, tetapi membantu perkembangan motorik, kognitif, sosial, dan emosional anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan memanfaatkan berbagai literatur yang membahas fungsi musik dalam pendidikan anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak, kemampuan kreatif, dan pembentukan karakter positif. Pendidikan musik dalam PAUD sangat penting untuk diterapkan dengan cara yang menyenangkan dan sistematis.
Nilai-Nilai Kehidupan dalam Musik Mobolong Jesika Jesika; Glenie Latuni; Terry Abigael Kaku; David Poluan; Netty Ribka Manila; Glenn Jonathan Jerome Latuni
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 6 No. 2 (2025): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/cjmpm.v6i2.2486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran musik serta nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam ritual Mobolong pada masyarakat Suku Taa di Kecamatan Ulubongka, Sulawesi Tengah. Mobolong merupakan ritual penyembuhan tradisional yang memadukan musik, gerak, dan mantra sebagai satu kesatuan praktik budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pendekatan etnomusikologi yang menempatkan musik dalam konteks sosial dan spiritual masyarakat pendukungnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik ritual Mobolong berbentuk ansambel tradisional yang terdiri dari Nggongi To Bae, Nggongi To Kodi, dan Ganda, dengan pola ritme Pakoba Manoto yang bertempo cepat. Musik ritual Mobolong berfungsi sebagai media penyembuhan, pengatur suasana ritual, dan sarana informasi sosial. Selain itu, musik ini mengandung nilai- nilai kehidupan, yaitu Mancarumaka resi I Pue Allah (pengharapan kepada Tuhan Yang Maha Esa), Pamporayang (kasih sayang), dan Kasintuwu (gotong royong). Penelitian ini menegaskan bahwa musik ritual Mobolong merepresentasikan kearifan lokal Suku Taa yang penting dalam kehidupan budaya masyarakat.
Analisis Melodi Vokal dan Makna Syair Musik Iringan Tari Jepin Tembung Panjang: Kajian Musikologi Hermeneutika Ade Ristiana Zuliani; Mastri Dihita Sagala
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 6 No. 2 (2025): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/cjmpm.v6i2.2489

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam melodi vokal dan makna syair pada musik pengiring Tari Jepin Tembung Panjang dari Kota Pontianak. Musik ini berfungsi sebagai hiburan yang mengiringi tarian khas Melayu yang memadukan gerak silat dengan permainan rakyat, menggunakan properti utama berupa tembung panjang (tongkat kayu) yang secara historis juga berfungsi sebagai alat pertahanan diri. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan hermeneutika untuk menafsirkan teks dan konteks. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tiga narasumber dan dokumentasi, kemudian divalidasi melalui teknik triangulasi sumber dan perpanjangan pengamatan. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan (Miles dan Huberman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa melodi vokal Musik Jepin Tembung Panjang memiliki pola yang repetitif dan kaya akan cengkok khas Melayu, menciptakan karakteristik musikal yang unik. Lebih lanjut, analisis syair mengungkapkan bahwa teks lagu menyimpan lapisan makna yang mencakup pesan moral, kritik sosial, dan filosofi mendalam tentang kehidupan masyarakat Melayu. Temuan ini merepresentasikan dan menegaskan kebiasaan hidup serta nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Melayu. Hasil kajian ini penting sebagai bahan ajar seni budaya yang dapat diintegrasikan dengan mata pelajaran lain (Bahasa Indonesia, Sejarah) guna memperkenalkan dan menumbuhkan kesadaran pelestarian warisan budaya tradisional di kalangan pelajar.
Lagu Sebagai Cermin Identitas Kolektif : Studi Etnomusikologi tentang Budaya dan Kebanggaan Masyarakat Karo Andini Putri Abigail Kembaren; Stevanya Elisabeth Anastasya Napitupulu; Heski Jonathan Tarigan; Jonatan Pasaribu; Erikson Saragih
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 6 No. 2 (2025): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/cjmpm.v6i2.2568

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas bagaimana lagu-lagu Karo berfungsi sebagai cermin identitas kolektif dan kebanggaan budaya masyarakat Karo. Masalah utama penelitian adalah melemahnya pewarisan nilai budaya dalam arus modernisasi, sementara lagu tradisional tetap menjadi media utama ekspresi nilai, sejarah, dan solidaritas etnis. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan bentuk representasi budaya Karo dalam lirik lagu, memahami cara masyarakat memaknai lagu sebagai kebanggaan identitas, serta mengidentifikasi fungsi sosialnya dalam kehidupan adat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara dengan seniman dan masyarakat Karo, serta analisis teks lagu dan konteks pertunjukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu Karo menghadirkan simbol-simbol kebudayaan yang menegaskan nilai gotong royong, penghormatan terhadap leluhur, dan keterikatan pada tanah asal. Lagu juga berperan sebagai sarana edukasi budaya dan penguat solidaritas sosial melalui penyajiannya dalam upacara adat. Kesimpulannya, lagu Karo tidak hanya menjadi media estetis, tetapi juga instrumen penting dalam menjaga keberlanjutan identitas kolektif masyarakat Karo.  
Peranan Gereja Dalam Pendidikan Musik Bagi Jemaat Untuk Menjadi Pengiring Musik Ibadah Andreas Andreas; Yehezkiel Rey Purba; Reynaldin Gulo
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 6 No. 2 (2025): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/cjmpm.v6i2.2584

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan gereja dalam pendidikan musik bagi jemaat. Musik merupakan salah satu unsur penting dari ibadah. Walau pun musik penting, namun pendidikan musik belum ditangani secara serius oleh gereja. Akibatnya gereja kesulitan mencari pemusik untuk mengiringi ibadah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, melalui observai dan wawancara. Ada delapan gereja dari berbagai denominasi di Kecamatan Kalasan dan Berbah Yogyakarta yang diteliti. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua gereja berpandangan bahwa pendidikan musik bagi jemaat sangat penting. Sebagian besar gereja sudah membuat pelatihan musik bagi jemaat, baik secara terstruktur mau pun tidak. Dukungan yang diberikan oleh gereja berupa penyediaan sarana dan prasarana, menyesuaikan waktu latihan dan menyediakan dana. Kendala yang dihadapi adalah banyak anggota jemaat tidak menetap, sehingga sulit dipertahankan untuk menjadi pemain musik yang keberlanjutan, penyesuaian waktu latihan, kurangnya minat jemaat belajar musik. Untuk mengatasi kekurangan pemusik, gereja-gereja mengambil pemain musik dari luar. Dimasa yang akan datang semua gereja mengharapkan ada regenerasi pemain musik yang berkualitas dan berkelanjutan.
Pendekatan Fenomenologi Makna Simbolik dalam Lirik Lagu “Di Akhir Perang” Nadin Amizah di Kalangan Generasi Milenial Alif kurnia Putra; Abdul Rachman; Antonius Edi Nugroho
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 6 No. 2 (2025): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/cjmpm.v6i2.2706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis makna simbolik yang terkandung dalam lirik lagu “Di Akhir Perang” karya Nadin Amizah, serta bagaimana generasi milenial menginterpretasikan lagu ini sebagai refleksi batin, identitas, dan situasi sosial yang mereka alami. Pendekatan kualitatif dengan analisis fenomenologi digunakan untuk menggali pengalaman subjektif pendengar, terutama milenial, dalam memahami simbolisme dalam lirik lagu tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan individu-individu dari kalangan milenial yang memiliki keterkaitan emosional dengan lagu ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa lagu ini berfungsi sebagai media refleksi diri, yang menghubungkan konflik internal dan pencarian makna hidup dalam dunia yang penuh ketidakpastian. Melalui simbolisme “perang” dan “menang”, lirik lagu ini menggambarkan perjuangan batin dan perjalanan menuju kedamaian serta penerimaan diri. Penelitian ini juga menyoroti bagaimana lagu ini memperkuat identitas sosial dan emosional milenial, serta menjadi sarana untuk berbagi pengalaman dan membangun solidaritas kolektif di tengah tantangan sosial yang mereka hadapi.