cover
Contact Name
Erwin Sianturi
Contact Email
kacamataerwin@gmail.com
Phone
+6282221778228
Journal Mail Official
clef.pmg@iakn-manado.ac.id
Editorial Address
Jalan Bougenville, Tateli Satu, Pineleng, Tateli Satu, Mandolang, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara 95661
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
ISSN : -     EISSN : 27467473     DOI : -
Clef; jurnal kajian musik dan pendidikan musik (cjmpm) dikelola dan diterbitkan oleh program studi Pendidikan Musik Gereja Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado. Jurnal Clef bertujuan untuk mewadahi pemikiran kritis, inovatif dan akademis melalui berbagai perspektif yang berhubungan dengan musik, pendidikan musik, dan musik Gereja dari berbagai pendekatan yang dituangkan dalam bentuk artikel hasil penelitian maupun konseptual.
Articles 80 Documents
Proses Komposisi Musik Menggunakan Kenny Baron Chords Voicing pada Digital Audio Workstation Cubase Piter Sembiring
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 6 No. 1 (2025): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/cjmpm.v6i1.2167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan proses komposisi musik digital dengan menerapkan teknik chord voicing khas Kenny Barron pada platform Digital Audio Workstation (DAW) Cubase. Menggunakan pendekatan practice-based research, penelitian ini mengintegrasikan penciptaan karya seni sebagai metode utama dalam memperoleh pengetahuan, dengan didukung oleh dokumentasi proses kreatif, rekaman audio, serta refleksi kritis terhadap eksplorasi harmoni jazz. Hasil utama berupa komposisi berjudul Flowing in You, yang memanfaatkan Virtual Studio Technology (VST) seperti Peculiar Sounds dan Roland Zenology dalam membangun tekstur sonik yang ekspresif dan multidimensional. Komposisi ini menampilkan ciri khas voicing akor ke-11, inversi, serta modulasi tonalitas, yang mencerminkan pendekatan harmonik Barron. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa platform digital mampu mewadahi penerapan konsep harmoni jazz modern secara praktis, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pengembangan pedagogi musik yang adaptif terhadap kemajuan teknologi produksi musik.
Strategi Pelatihan Musik Bambu Berbasis Budaya Lokal: Studi Kasus Tabadine Sangihe Meindelshon Yovit Patras; Erwin Sianturi
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 6 No. 1 (2025): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/cjmpm.v6i1.2172

Abstract

Kelompok Musik Bambu Tabadine di Kampung Bakalaeng, Sangihe, merupakan salah satu kelompok musik tradisional terbesar dan tertua yang tetap eksis melalui proses pelatihan konsisten lintas generasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis metode pelatihan musik bambu yang diterapkan dalam kelompok dengan anggota berusia 11 hingga 70 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelatihan kelompok Tabadine berlangsung dalam beberapa tahap, yaitu perencanaan, analisis kebutuhan, validasi, penerapan program, dan evaluasi. Ragam metode yang digunakan meliputi ceramah, imitasi, drill, demonstrasi, tutor sebaya, metode Kodály, serta pengajaran individual. Penerapan metode tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan musikal, tetapi juga menanamkan nilai budaya lokal yang memperkuat solidaritas kelompok. Keberhasilan pelatihan ini terlihat dari kemampuan anggota menguasai instrumen, regenerasi yang berkelanjutan, serta pencapaian prestasi dalam berbagai kompetisi. Dengan demikian, strategi pelatihan musik bambu Tabadine dapat menjadi model pengembangan pendidikan musik nonformal berbasis budaya lokal di Sangihe.
Analisis Kesulitan Siswa dalam Pembelajaran Gamelan Degung di Sekolah Menengah Pertama Muqri Al; Muhammad Alfaris; Nandang Budiman; Taswadi
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 6 No. 1 (2025): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/cjmpm.v6i1.2194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan yang dihadapi siswa dalam pembelajaran Gamelan Degung di Sekolah Menengah Pertama. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami berbagai kesulitan, termasuk tantangan dalam memahami tempo dan sinkronisasi saat memainkan alat musik, serta kurangnya kepercayaan diri saat tampil. Selain itu, pengaruh budaya populer yang lebih dominan dan fasilitas pembelajaran yang tidak memadai turut mempengaruhi minat siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler Gamelan Degung. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan perlunya inovasi dalam metode pengajaran dan peningkatan fasilitas untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih mendukung dan menarik bagi siswa, sehingga mereka dapat lebih mudah memahami dan menikmati pembelajaran seni musik tradisional ini.
Peran Musik dalam Pujian Penyembahan di GKII Jemaat Malinau Baru, Kalimantan Timur Kris Rianda; Richard Kapoyos; Laura Megawaty Manalu
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 6 No. 1 (2025): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/cjmpm.v6i1.2272

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran musik dalam pujian penyembahan di Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jemaat Malinau Baru, Kalimantan Timur. Musik merupakan unsur penting dalam liturgi ibadah Kristen, namun di GKII Malinau Baru ditemukan kendala seperti kurangnya persiapan pelayanan dan minimnya koordinasi antara pemimpin pujian dan pemusik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persiapan pelayanan musik berperan penting dalam meminimalkan kesalahan teknis seperti berhentinya musik di tengah lagu atau ketidaktepatan nada. Persiapan yang matang tidak hanya meningkatkan kualitas musikal, tetapi juga menjaga kekhidmatan ibadah dan membantu jemaat terhubung secara emosional dan spiritual dalam penyembahan. Kesimpulannya, musik berfungsi membangun suasana ibadah yang kondusif dan memperkuat pertumbuhan rohani jemaat, sehingga pengelolaan musik gereja perlu dilakukan secara serius dan sesuai dengan prinsip-prinsip Alkitab.
Pemanfaatan Aplikasi Angklung Digital dalam Mengembangkan Keterampilan Bermain Angklung Siswa Nurul Fidya Fatmawati; Sinvi Faido Rohmah; Wasis Wijayanto
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 6 No. 1 (2025): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/cjmpm.v6i1.2410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan aplikasi angklung digital dalam mengembangkan keterampilan bermain angklung siswa kelas V di SD 1 Prambatan Kidul, Kabupaten Kudus. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pembelajaran seni musik yang kreatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta keterbatasan sarana alat musik tradisional di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi angklung digital memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan musikal siswa, seperti kemampuan mengenal nada dan ritme, peningkatan motivasi, kreativitas, serta kemandirian dalam belajar. Guru dan siswa merespons dengan antusias penggunaan media ini karena dapat menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan kolaboratif. Selain menjadi solusi atas keterbatasan alat musik fisik, aplikasi ini juga memperkuat pelestarian budaya lokal melalui pendekatan yang modern dan relevan dengan karakteristik generasi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aplikasi angklung digital merupakan media pembelajaran yang efektif dan layak diintegrasikan dalam pembelajaran seni musik di sekolah dasar.
Integrasi Instrumen Pianika dan Suling dalam Pembelajaran Musik Tradisional dan Modern di MTS Balekambang Dea Novita; Yunia Nadiya Putri; Wasis Wijayanto
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 6 No. 1 (2025): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/cjmpm.v6i1.2413

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemanfaatan pianika dan suling sebagai media pembelajaran sejarah musik tradisional dan modern pada siswa kelas VII. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian terdiri atas siswa dan guru seni budaya di MTS Balekambang Jepara. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles & Huberman melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pianika dan suling dapat meningkatkan minat, partisipasi, dan pemahaman siswa terhadap materi. Aktivitas pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menyenangkan karena siswa terlibat langsung dalam praktik memainkan lagu tradisional dan modern. Guru merasakan kemudahan dalam menyampaikan materi secara terpadu antara aspek sejarah dan praktik musik. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan jumlah alat musik serta perbedaan kemampuan siswa dalam memainkannya. Meskipun demikian, pemanfaatan pianika dan suling terbukti efektif dalam memperkuat pemahaman konsep musik serta menanamkan nilai budaya kepada siswa. Penelitian ini merekomendasikan penyediaan sarana yang memadai serta pengembangan strategi pembelajaran kreatif berbasis praktik musik di sekolah.
Performativitas dan Inkulturasi Mazmur Tanggapan dalam Liturgi Ekaristi di Gereja St. Pius X Karanganyar kristoforus frederic setyanto; Bondet Wrahatnala
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 7 No. 1 (2026): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/clef.v7i1.2707

Abstract

Mazmur Tanggapan adalah bagian penting dalam Liturgi Ekaristi yang berasal dari Kitab Suci, terutama Kitab Mazmur dalam Perjanjian Lama. Istilah “Mazmur” merujuk pada ayat-ayat Alkitab. Sementara itu, “tanggapan” menunjukkan interaksi antara pemazmur dan umat melalui respon nyanyian. Oleh karena itu, Mazmur Tanggapan tidak hanya berfungsi sebagai elemen musik, tetapi juga sebagai sabda Tuhan yang dihayati dan direspon secara aktif dalam perayaan liturgi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji” Performativitas Mazmur Tanggapan dalam Liturgi Ekaristi di Gereja St. Pius X Karanganyar” dengan menyoroti tiga aspek utama. Aspek-aspek tersebut adalah penguatan iman dan spiritualitas umat, peningkatan respon dan partisipasi umat, serta praktik inkulturasi Katolik dalam konteks budaya Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan analitis melalui observasi liturgi, wawancara dengan pastor, pemazmur, anggota koor, dan umat, serta studi dokumen liturgi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menyanyikan ayat-ayat Mazmur dari Alkitab, yang disajikan dengan melodi sederhana dan ekspresif, membantu umat merenungkan Sabda Tuhan dengan lebih mendalam. Pola Mazmur yang interaktif mendorong keterlibatan aktif umat dalam Liturgi Sabda. Selain itu, penggunaan Mazmur Tanggapan berbahasa Jawa setiap minggu pertama merupakan bentuk nyata inkulturasi yang memperkuat identitas religius dan budaya umat serta mendukung pelestarian budaya.
Tracing the Development of Sabbath’s Understanding Emphasized in Seventh-day Adventist Hymnody from 1849 to 1941 Glenn Jonathan Jerome Latuni; Glenie Latuni
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 7 No. 1 (2026): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/clef.v7i1.2712

Abstract

Hymnody has played a significant role in shaping and expressing the theological identity of the Seventh-day Adventist Church, functioning as sung theology that communicates doctrine, worship, and spiritual experience. This study traces the development of the understanding of the Sabbath as reflected in Seventh-day Adventist hymnody from 1849 to 1941. Using a descriptive-historical research approach, this paper analyzes five representative hymnals: Hymns for God’s Peculiar People (1849), Hymns for Second Advent Believers Who Observe the Sabbath of the Lord (1852), Hymns and Tunes for Those Who Keep the Commandments of God and the Faith of Jesus (1869), Christ in Song (1900), and Church Hymnal (1941). The analysis reveals that early Sabbatarian hymnody strongly emphasized the Sabbath as a divine institution, a sign of faithfulness, and an eschatological marker associated with the Seal of God and the Second Coming of Christ. Over time, the emphasis expanded to include practical worship, personal devotion, Christ-centered theology, and spiritual renewal. By 1941, the Sabbath was predominantly portrayed as a sacred day of worship, intimate communion with God, and a foretaste of eternal rest. This study concludes that the development of Adventist hymnody reflects the church’s theological maturation while also revealing a gradual reduction in explicit eschatological Sabbath themes in later hymnals.  
Upaya Pengembangan Kesenian Angklung Caruk pada Sanggar Jiwa Etnik Blambangan Ridho Ikhsananda Ridho ikhsananda; Kiswanto
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 7 No. 1 (2026): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/clef.v7i1.2725

Abstract

Penelitian ini mengkaji upaya pengembangan kesenian Angklung Caruk di Sanggar Jiwa Etnik Blambangan sebagai bentuk pelestarian seni tradisional di tengah perubahan selera dan kehidupan budaya masyarakat Banyuwangi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kondisi aktual Angklung Caruk, cara sanggar mengembangkan pertunjukan agar tetap relevan, peran generasi muda sebagai penerus tradisi, serta peran pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan kesenian tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan studi Pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Angklung Caruk masih dijalankan secara aktif dengan tetap berpegang pada nilai tradisi, dikembangkan melalui pengemasan pertunjukan yang lebih adaptif, didukung oleh keterlibatan generasi muda, serta memerlukan kerja sama antara komunitas seni dan pemerintah daerah agar kesenian ini tetap hidup dan bermakna bagi Masyarakat.
Bentuk dan Teknik Permainan Gendang Lima Sendalanen dalam Kehidupan Sosial Masyarakat Karo Syahrul Erffanzudh; Bondan Aji Manggala
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 7 No. 1 (2026): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/clef.v7i1.2744

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan mengungkap eksistensi, bentuk dan teknik musik pada ansambel Gendang Lima Sendalanen. Fokus masalah terletak pada perubahan selera musik masyarakat Karo dalam hegemoni budaya populer Perkibot atau Gendang Keyboard sehingga pendokumentasian terhadap bentuk dan teknik Gendang Lima Sendalanen dalam format yang asli menjadi diperlukan. Konsep dalam Nettl menjadi landasan konseptual pada penelitian ini untuk memahami musik sebagai bagian integral dari budaya Karo. Metode penelitian menggunakan partisipasi terlibat milik Spradley untuk mendapatkan pemahaman perspektif dari pemilik budaya (emic). Data-data dikumpulkan melalui catatat lapangan yang didapatkan melalui tokoh adat, Si Erjabaten, dan masyarakat setempat. Catatan lapangan berupa audio-visual yang terkumpul dianalisis dan direduksi untuk mendapatkan kesimpulan. Penelitian ini memiliki signifikansi terhadap pendokumentasian eksistensi, bentuk, dan teknik musik pada Gendang Lima Sendalanen dalam format aslinya.