cover
Contact Name
Abd Karim
Contact Email
jurnalalthiqah@gmail.com
Phone
+6285235776365
Journal Mail Official
jurnalalthiqah@gmail.com
Editorial Address
http://ejurnal.stiuda.ac.id/index.php/althiqah/about/editorialTeam
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
AL-THIQAH: Jurnal Ilmu Keislaman
ISSN : 26857529     EISSN : 26857529     DOI : https://doi.org/10.36835/althiqah
Core Subject : Religion, Social,
Al-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman published by Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Bangkalan. This journal contains many variants of Islamic studies, among others: Islamic education, Ushuluddin, the Shariah, Islamic thought, economics, and other Islamic studies. This journal is published twice a year in April and October. Editors invite academics, professors, and researchers to contribute to write in this journal. The journal can be accessed publicly, which means that all content is provided freely accessible without charge to either the user or the institution. Users are allowed to read, download, copy, distribute, print, search, or cite to the full text of the article did not have to ask permission from the publisher or author.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 87 Documents
Konflik Tentang Pernikahan: Tinjauan Sosio Historis Ayat 3 Dan 6-9 Surah Al-Nur Abd Muin; Masruhan Masruhan
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 5 No 2 (2022): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v5i2.69

Abstract

Sebagai makhluk yang berkembang biak, sebuah hubungan kedua manusia yang berbeda jenis kelaminnya merupakan sebuah keniscayaan. Oleh karena itu, Islam mengatur hubungan kedua jenis manusia tersebut dengan mensyriatkan pernikahan. Bahkan, pernikahan dikategorikan sebagai ibadah. Dikarenakan pernikahan ibadah, maka Islam datang untuk mengaturnya. Apa yang boleh dan tidak boleh, apa yang harus dan apa yang tidak. Peulis mencoba meneliti ayat yang mengatur sebuah hubungan pernikahan dari ayat-ayat pernikahan yang menyelesaikan konflik dalam konteks pernikahan, sebagaimana pada ayat 3 dari surah al-Nur yang mengatur masalah pra-pernikahan dan 6-9 yang mengatur konflik pasca pernikahan. Penulis menemukan, bahwa keterkaitan antara tafsir ayat 3 surat al-Nur terletak pada identifikasi perempuan pezina yang dimaksud. Sedangkan keterkaitan antara penafsiran ayat 6-9 surat al-Nur dengan asba>b al-nuzu<l-nya adanya kesimpulan bahwa terlaksananya sumpah li’an merupakan solusi terakhir setelah pengakuan tidak didapat dan suami tidak bisa mendatangkan bukti.
Pergeseran Paradigma dari Orientalisme Menuju Islamic Studies Ahmad Bahrudin; Achmad Ghufron
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 5 No 2 (2022): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v5i2.79

Abstract

Perkembangan zaman yang tidak bisa dibendung dan merupakan keniscayaan, mengakibatkan semua yang menyertainya juga turut berubah. Perubahan dan pergeseran tersebut meliputi, ide, paradigma, sistem pemerintahan, fasilitas hidup dan lain sebagainya. Penalitian ini bertujuan memotret pergeseran suatu paradigma untuk pengkaji ilmu keislaman yang berasal dari barat yang sebelumnya dikenal dengan sebutan orientalisme, sekarang dikenal dengan sebutan islamic studies. Melalui motodelogi kualitatif berjenis kepustakaan, disertai dengan pendekatan narative analisis, penulis menemukan. Bahwa, menemukan bahwa orientalis bertujuan untuk menyebarkan propaganda tentang Dunia Timur, khususnya mengenai Islam kepada dunia, hal ini dipengaruhi oleh kolonialisasi Barat terhadap Timur, sehingga Barat tidak hanya ingin menguasai Timur dari segi politik dan ekonomi saja, namun juga ingin menghegomoni Timur dari segi budaya. Namun demikian, sentimen negatif yang dibangun oleh orientalis terhadap dunia timur berubah menjadi lebih adil dan objektif lantaran dua hal, pertama hilangnya bentuk kolonialisasii di Dunia Timur sehingga tidak ada kepentingan dalam kajian ketimuran. Kedua, karena adanya seruan oksidentalisme yang digagas oleh Hassan Hanafi, sehingga dapat mengimbangi hegemoni Barat terhadap Timur. Oleh karena dua hal tersebut, maka studi terhadap Islam tidak relevan lagi disebut sebagai orientalisme, tapi sekarang berubah menjadi Islamic Studies.
Perkembangan Tafsir di Kalangan Syiah Abdul Rohman
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 5 No 2 (2022): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v5i2.76

Abstract

Artikel ini membahas tentang perkembangan tafsir dikalangan syiah dari masa klasik sampai kontemporer. Tujuan tulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana doktrin pemahaman syiah dan bagaimana perkembangan pemahaman tersebut dalam dunia tafsir al-Qur’an yang mereka tulis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan dan bersumber dari rujukan primer kitab tafsir syiah dan rujukan sekunder dari kitab yang mereview kitab-kitab tafsir para ulama syiah serta berbagai artikel yang relevan. Hasil yang didapatkan adalah bahwa syiah memiliki pemikiran-pemikiran dan keyakinan-keyakinan tertentu terutama dalam hal keutamaan Ali dan ahlu baitnya. Namun karena syiah terbagi menjadi beberapa kelompok, maka pemahaman mereka bervariasi. Ada diantara mereka yang pemahamannya dekat dengan sunni ada juga yang kontra. Kemudian ulama syiah banyak yang mengaktualisasikan pemahaman golongannya tersebut pada tafsir yang mereka tulis, tetapi dalam perkembangannya ada juga diantara mereka yang bersikap moderat terhadap pemahaman diluar golongannya.
Kitab al-Atraf dan Tipologi Kitab Takwallo Takwallo; Abdurrohman Abdurrohman
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 5 No 2 (2022): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v5i2.78

Abstract

Penelitian ini akan mengulas tentang tipologi atau karakteristik dari kitab hadis yang mengunakan metode al-At}ra>f, mulai dari pengertian al-At}ra>f, sejarah perkembangan metode al-At}ra>f, metode dalam kitab al-At}ra>f, contoh kitab al-At}ra>f, serta faidah-faidah dari kitab al-At}ra>f. Penelitian ini bertujuan untuk lebih mengetahui dan mudah dalam memahami kitab al-At}raf. Adapun hasil dari penelian ini yaitu: pertama, al-At}ra>f merupakan salahsatu nama dari kitab hadis yang disusun dengan cara menyebutkan pangkal hadis saja lalu menyebutkan sanad-sanad dari matan hadis tersebut, baik secara menyeluruh atau dengan menisbatkan kepada kitab-kitab tertentu. Kedua, Metode al-At}ra>f ada sejak masa pembukuan hadis (tadwin al-H{adi>th) yakni akhir abad pertama dan awal abad kedua, adapun bukti memperkuat argumentasi ini adalah keterangan ibn Hajar dalam kitab ’ith}a>f al-Mahrah, bahwa Ibrahim ibn Yazi>d al-Nakha’i> (w.96H) “Berkarta tidak mengapa menulis dengan metode al-At}ra>f”. Ketiga, Dalam penyusunan kitab tipe al-Atra>f setidaknya ada dua cara 1, berdasarkan nama-nama sahabat sesuai huruf hijaiyah. 2, berdasarkan huruf awal dari matan hadis. Keempat, Diantara kitab al-At}raf yang terkenal:At}raf al-Kutub al-Khamsah(kecuali ibn Majah) karya Abi> al-‘Ba>s ’Ah}mad ibn Tha>bit ibn Muhammad al-Tarqi> al-H{a>fiz}. 2. At}raf al-Kutub al-Sittah, karya al-H{a>fiz}Abi al-Fad}l Muhammad ibn T{a>hr al-Muqadasi al-Ma‘ruf ibn al-Qisra>ni (w.507 H). 3. At{raf ghara>’ib al-‘Afra>d Li Dar al-Qut}ni> karya ibn al-Qisra>ni. Kelima, Diantara faidah kitab al-at}ra>f. 1, dengan kitab at}ra>f atau al-At}ra>f bisa sangat mudah untuk mengetahui sanad-sanad hadis yang masih satu tema. 2, juga bisa mengetahui siapa saja yang mengeluarkan hadis dari berbagai sumber kitab hadis. 3, bisa mengetahui jumlah hadis yang terdapat pada sumber kitab hadis yang telah dipaparkan dalam kitab al-at}ra>f.
Metode dan Corak Kitab Tafsir Al-Tafsir Al-Munir Islamiyah Islamiyah
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 5 No 2 (2022): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v5i2.77

Abstract

The book of Tafsir al-Muni>r: fi> al-‘Aqi>dah wa al-Shari>’ah al-Manhaj is a contemporary commentary compiled by Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili. This book consists of 16 large volume, not less than 10,000 pages. According to prof. M. Ridlwan Nasir, so far there is often confusion in the use of term “manhaj” (method) with tendencies. Therefore, according to him, it necessary to describe the grouping of various methods according to their respective pressure points of points of view. From this approach, it can be concluded that the book of interpretation of al-Muni>r has 4 methods of presentation which are viewed from various different aspects, namely Iqtira>n, muqa>rin,tafs}i>liy, and tah}li>liy. This interpretation has advantages that can cover the flaws of shortcomings in this book for some people.
Kajian Filsafat Hukum Islam (Tafsir dan Ijtihad Sebagai Alat Metodologi Pengalian Hukum Islam) Muhammad Irkham Firdaus; Selvia Namira Ahmad; Yashinta Aulia Santoso Putro
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 5 No 2 (2022): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v5i2.71

Abstract

Dalam kajian filsafat agama Islam tentang pendekatan, ketika seseorang mengerjakan suatu amal ibadah tidak akan merasa kekeringan dan kebosanan, semakin mampu mengenali makna filosofis dari suatu ajaran agama maka semakin meningkat pula sikap penghayatan dan daya spiritual yang dimiliki seseorang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kepustakaan dan pendekatan kualitatif yang dimana data bersumber dari buku buku dan jurnal kemudian dikelola dengan kata kata deskriptif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana filsafat hukum Islam mengambil penggalian hukum Islam dengan 2 alat metodologi yaitu tafsir dan ijtihad. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa tafsir dan ijtihad dapat dikatakan alat metodologi penggalian hukum Islam apabila kejadian sesuai dengan perkembanagan zaman.
Historiografi Kodifikasi Hadis Rohasib Maulana
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 6 No 1 (2023): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v6i1.86

Abstract

Geneologi hadis yang muncul sudah sejak dalam kemunculannya sudah menemukan problem lantaran Nabi Muhammad Saw melaranng para sahabat untuk menulis selain al-Quran. Namun demikian, sebagian pendapat mengatakan bahwa hadis sudah ditulis sejak zaman Nabi Saw. Oleh karena demikian, penulis mengangkat penelitian terkait historiografi kodifikasi hadis. Melalui metodelogi penelitian kualitatif berjenis kepustakaan dengan pendekatan content analysis, penulis menemukan. Pertama, kodifikasi hadis disebabkan oleh faktor internal berupa mulai dirasanya penting mengkodifikasian hadis dan adanya legalitas pencatatan hadis serta rasa bangga karena sudah mampu menjaga hadis Nabi. Adapun faktor eksternal, karena umat Islam sudah menyebar ke berbagai daerah ekspansional dan maraknya pemalsuan hadis. Kedua, pelopor Kodifikasi hadis pertama atas intruksi khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah Muhammad ibn Hazm (wafat tahun 117 H) dan Muhammad ibn Syihab Az-Zuhri (wafat tahun 124 H). Ketiga, upaya perdana yang dilakukan adalah menyeleksi hadis yang maqbul dan mardud dengan metode sanad dan isnad. Kemudian pembukuan hadis dilanjutkan secara lebih teliti oleh Imam ahli hadis, seperti Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa‘i, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan lain-lain. Kiprah dan karyanya dikenal dengan Kutubus Sittah, yaitu Shahih Al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan An-Nasa‘i, Abu Dawud, Ibnu Majah
Signifikansi Asbāb Al-Nuzūl Dalam Penafsiran Al-Qur’an Shonhaji Shonhaji
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 6 No 1 (2023): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v6i1.105

Abstract

Al-Quran merupakan kitab suci yang yang datang dari Allah sebagai petunjuk untuk umat manusia. Namun al-Quran yang tidak dapat dipahami hanya berdasarkan kebahasaan saja, karena jika dengan pendekatan kebahasaan saja, maka akan berpotensi dipahami salah. Maka dari itu, untuk memahami al-Quran perlu juga pendekatan selain pendekatan linguistik. Salah satu yang menjadi komponen penting untuk memahami al-Quran adalah dengan mengacu pada konteks mikro yang melatar belakangi turunnya ayat, yang lebih dikenal dengan asba>b al-nuzul. Penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui signifikasi asba>b al-nuzul untuk memahami al-Quran. melalui metode penelitian kualitatif berjenis penelitian pustaka, dengan pendekatan diskriptif analitis, penulis menemukan. Signifikasi asba>b al-nuzul dapat menghilangkan ke-isykal-an dalam maksud dari ayat sebenarnya. Misalnya, ayat 62 surat al-Baqarah yang secara literal bermakna keselamatan semua pemeluk agama, namun setelah dilihat dari latar belakang turunnya, maksud ayat ini hanya berlaku di waktu sebelum nabi Muhammad diutus, namun mereka beriman kepada Allah dan beramal saleh. Contoh lain, ayat 93 al-Maidah yang secara literal membolehkan meminum dan memakan apa saja bagi orang yang bertakwa dan berbuat baik. Padahal, ayat tersebut menurut asba>b al-nuzul tertuju pada para orang Islam yang mati sebelum ayat pengharaman makanan tertentu turun.
The Komparasi Tafsir Adwa’ Albayan Karya Asy-Syanqithi dan Ma’alim Al-Tanzil Karya Al-Husein Ibn Mas’ud Al-Baghawi (Studi Analisis Qs. Al-Ma’idah [5]: 6) Kartini Fujiyanti Agustin
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 6 No 1 (2023): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v6i1.91

Abstract

This study aims to dissect the concepts and methods of bil matsur interpretation of the two interpretations, namely the tafsir adwa' al-Bayan by asy-Syinqithi and the tafsir Ma'alim al-Tanzil by al-Baghawi so that the points of similarity and differences between the two are found. This research is qualitative with library data and primary sources in Qs. Al-Ma'idah [5]: 6 which discusses ablution. This research is a literature research on the methodology of interpretation bil matsur written by the two interpreters. Comparative studies were conducted to uncover similarities and differences between the two. Researchers revealed that the two figures share the same line of thought. One of them structured this science and the other developed it to be more perfect.
Aktifitas Pelembagaan Al-Qur’an dalam Tradisi Pernikahan di Indonesia Nida Al Rahman
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 6 No 1 (2023): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v6i1.95

Abstract

Tujuan tulisan ini adalah untuk menjelaskan tentang beberapa bentuk aktivitas pembacaan al-Qur’an dalam tradisi pernikahan pada masyarakat Muslim di Indonesia, dengan aktivitasnya yang beragam baik dalam personal maupun tata cara pelaksanaannya serta istilah yang dipakai dari tiap-tiap daerahnya. Permasalahannya terkait dengan beberapa hal, yakni 1) Bentuk-bentuk pelaksanaan living al-Quran, baik yang berkaitan dengan adat istiadat khusus maupun umum universal; 2) Penggunaan istilah yang dipakai dari aktivitas pengajian al-Qur’an tersebut; Domain penelitian ini berada pada kajian antropologi budaya dengan pendekatan etnografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa living quran ini telah masuk menjadi pelembagaan yang dilaksanakan oleh beberapa suku di Indonesia dalam tradisi pernikahan, sebagai hasil dari masuknya akulturasi budaya Islam dengan budaya lokal Indonesia, seperti mappanre temme yang menjadi sebuah tradisi masyarakat Bugis dengan memasukkan nilai Islam dalam tradisi budayanya. Sejak masuk ke abad 20 M, living quran dalam tradisi pernikahan juga telah masuk dalam acara akad nikah, yaitu bacaan al-Quran sebagai bagian dari mahar perkawinan yang dibacakan calon mempelai pria di depan calon mempelai Wanita. Segala bentuk living quran dalam sosial masyarakat Indonesia ini tidak lain tujuannya sebagai upaya mencapai keberkahan dari bacaan al-Quran.