cover
Contact Name
Abd Karim
Contact Email
jurnalalthiqah@gmail.com
Phone
+6285235776365
Journal Mail Official
jurnalalthiqah@gmail.com
Editorial Address
http://ejurnal.stiuda.ac.id/index.php/althiqah/about/editorialTeam
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
AL-THIQAH: Jurnal Ilmu Keislaman
ISSN : 26857529     EISSN : 26857529     DOI : https://doi.org/10.36835/althiqah
Core Subject : Religion, Social,
Al-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman published by Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Bangkalan. This journal contains many variants of Islamic studies, among others: Islamic education, Ushuluddin, the Shariah, Islamic thought, economics, and other Islamic studies. This journal is published twice a year in April and October. Editors invite academics, professors, and researchers to contribute to write in this journal. The journal can be accessed publicly, which means that all content is provided freely accessible without charge to either the user or the institution. Users are allowed to read, download, copy, distribute, print, search, or cite to the full text of the article did not have to ask permission from the publisher or author.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 87 Documents
Makna Kautsar Dalam Alquran (Studi Komparatif Tafsir Al-Hadis dan Tafsir Ma’arij al-Tafakkur Wa Daqaiq al-Tadabbur Dalam QS. Al-Kautsar ayat 1-3) Muhammad Hafizh Basyiruddin; Asep Ahmad Fathurrahman; Ade Jamarudin
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 6 No 1 (2023): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v6i1.96

Abstract

Artikel ini bertujuan membahas term Al-Kautsar dari dua sudut pandang, yakni tafsir Al-Hadits karya Muhammad izzat Darwazah dan tafsir Ma’arij al-Tafakkur wa Daqaiq al-Tadabbur karya ‘Abd al-Rahman Hasan Habannakah al-Maidani serta komparasi kedua kitab tafsir tersebut. Hasilnya didapati bahwa antara kedua kitab tafsir ini terdapat persamaan dan perbedaan. Persamaannya adalah bahwa kedua kitab tafsir ini memiliki sistematika penulisan dengan tartib nuzuli atau kronologis turunnya al-Qur’an. Sementara perbedaan yang didapati adalah tafsir al-Hadis menggunakan metode tahlili sementara tafsir ma’arij al-Tafakkur menggunakan metode maudhu’i. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan analisis-deskriptif.
Pelembagaan Al-Qur'an dan Tafsir Melalui Lembaga-lembaga Pengembangan Tilawah dan Kajian Al-Qur'an Muhammad Hafizh Basyiruddin
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 6 No 1 (2023): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v6i1.99

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji pelembagaan al-Qur’an dan tafsir melalui lembaga-lembaga pengembangan tilawah dan kajian al-Qur’an. Secara ringkas dibahas pula latar belakang berdirinya lembaga-lembaga tersebut, tujuan kehadirannya, kegitan di dalamnya, serta efektifitasnya. Teknik penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasilnya didapati bahwa lembaga-lembaga tersebut hadir sebagai upaya memasyarakatkan nilai-nilai al-Qur’an, baik melalui pemerintah ataupun swasta. Sebagiannya lagi bahkan didanai langung oleh pemerintah. Berbagai even dan kegiatan dilangsungkan untuk menunjang tujuan mulia ini sesuai tugas dan fungsinya masing-masing. Namun demikian, efektifitas dari kehadiran lembaga tersebut tidak sepenuhnya maksimal. Ada beberapa yang dirasa sebatas formalitas. Pada akhirnya, bagaimanapun tanggapan masyarakat terhadap lembaga-lembaga ini, perlu disikapi secara bijak. Sesuatu yang tidak dapat tercapai seluruhnya, hendaknya tidak ditinggalkan seluruhnya.
Metode Ulama dalam Memberantas Hadis Palsu Mohammad Lutfianto; M Tohir
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 6 No 2 (2023): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v6i2.152

Abstract

Para ulama sangatlah menjaga dan merawat hadis yang telah mereka dapatkan dari pemalsukan hadis Nabi. Mereka melakukan seleksi terhadap hadis yang mereka dapatkan dengan berbagai cara, baik seleksi terhadap rangakaian periwayatan (isna>d) maupun terhadap redaksi dari hadis tersebut. Meskipun masih banyak dijumpai beberapa hadis yang sengaja dipalsukan hanya demi mendukung golongan tertentu. Hal inilah yang menjadi warisan masa khulafaur rasyidin, khususnya pada masa khalifah ‘Ali> bin Abi> T{a>lib, dalam proses perjalanan sejarah hadis Nabi SAW., yangmana menjadi salah satu sumber bagi pengkaji hadis dalam meragukan keotentikannya. Penulis menfokuskan kajian kali ini pada beberapa permasalahan meliputi, bagaimana deskripsi dari hadis palsu, sejarah muncul dan berkembangnya, dan cara atau upaya menanggulanginya.Penelitian ini masuk dalam kategori penelitian kualitatif dan bersifat kepustakaan (library reacheach). Kesimpulan dari penelitian ini adalah hadis mawd{u>’ bukanlah termasuk kategori hadis atau dengan kata lain bukan hadis Nabi. Namun dalam pembahasan ‘ulu>m al-h{adi>th, hadis mawd{u>’ tidak bisa dilepaskan. Terpecahnya umat Islam pasca masa khulafa>’ al-ra>shidu>n ternyata berimplikasi terhadap perjalanan hadis, yaitu banyak munculnya pemalsuan hadis yang digunakan untuk melegitimasi kelompok mereka masing-masing. Dalam perkembangannya dslam menabentengi hadis, ulama merumuskan teori naqd al-h{adi>th yang terdiri dari naqd al-sanad dan naqd al-matn, dengan mengacu kepada kaedah kesahihan
Genealogi Hukum Islam di Indonesia Fatichatus Sa'diyah; Islamiyah Islamiyah; Muhammad Najib; Abdul Fattah
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 6 No 2 (2023): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v6i2.149

Abstract

Artikel ini mengkaji ulang bagaimana sejarah hukum Islam di Indonesia serta bentuk konkritnya dalam sebuah lembaga. Pembahasan ini menarik untuk dikaji dengan mempertimbangakan beberapa hal. Pertama, pelacakan terhadap asal usul hukum di Indonesia harus diluruskan untuk menghindari asumsi bahwa hukum positif Indonesia mengabaikan hukum Islam. Kedua, Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, namun tidak menerapkan pancasila sebagai dasar hukumnya. Kajian terhadap sejarah hukum Islam harus dilanjutkan untuk menunjukkan posisi hukum Islam di Indonesia. Penelitian inia dalah penelitian deskriptif-historis dengan menggunaka teori Arnold J Toynbee tentang Challenge dan Opportunities. Pada dasarnya, hukum Islam sudah dipraktikkan di Indonesia sejak zaman kerajaan. Berdasarkan teori Toynbee, keadaan yang berliku saat terancamnya pemberlakuan hukum Islam, hingga saat masa-masa awal Indonesia merdeka merupakan sebuah challenge atau sebuah tantangan dalam pelaksanaan hukum Islam. Terbentuknya hukum Islam dalam sebuah lembaga pengadilan agama dan Majelis Ulama Indonesia merupakan sebuah tanggapan atas fenomena lika-liku tersebut. Kini, pengadilan agama dan Majelis Ulama Indonesia mengalami perkembangan pesat terutama pada struktur, kekuasaan dan prosedurnya yang sama dengan peradilan yang lainnya di Indonesia. Tidak hanya berkembang secara struktur, keduanya telah memiliki produk yang menjadi acuan umat Islam hingga saat ini; Pengadilan Agama dengan Kompilasi Hukum Islamnya dan Majelis Ulama Indonesia dengan Fatwanya.
Tinjauan Ulama’ Fiqih Terhadap Vaksin Rubellah Melalui Konsep Istih?a?lah Lailatul Mas'udah
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 6 No 2 (2023): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v6i2.143

Abstract

Abstract: One's efforts to get healthy are a very important requirement in order to maintain survival. Various efforts are made by a person in order to obtain physical and spiritual health and survive against various kinds of diseases and their triggering factors. Among them are treatment and taking the recommended drugs according to the form and type of illness suffered. The composition of the drug, which often contains ingredients that are considered not to be in accordance with the Shari'a, has become the theme of a lengthy discussion in discussions about whether or not it is permissible to consume it. Among these are the ingredients contained in the measles and rubella vaccines, which are considered drugs mixed with pork, which is one of the animals that are forbidden in Islam.The concept of istilah is an attempt to find a middle ground between the various points of view among scholars regarding the law on consuming measles and rubella anti-virus.The discussion of differences among scholars regarding the law on the content of anti-virus compositions uses the library research method and the tarjih approach.The concept of Istilah using the Al-Taf'ul al-Kimiyaw method is the strongest basis for declaring that the Rubella vaccine is halal and holy. Thus, it can be used by Muslims. Despite the fact that the Rubella vaccine contains pig gelatin, the pig gelatin serves no purpose other than breeding. key word : Rubella, Istih?a?lah,
Memahami Konsep, Etika dan Adab Bermusyawarah Mufakat Dalam al-Qur’an (Sebuah Kajian Tafsir Tematik) Shohib Shohib
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 6 No 2 (2023): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v6i2.147

Abstract

Bermusyawarah mufakat adalah sebuah konsep penting dalam kehidupan masyarakat Islam yang mencerminkan prinsip-prinsip dasar kerja sama, keadilan, dan harmoni. Dalam konteks Al-Qur’an, bermusyawarah mufakat memiliki relevansi yang mendalam dalam membentuk tata nilai dan etika sosial. Namun, kenyatannya pemahaman mendalam tentang konsep, etika, dan adab bermusyawarah mufakat dalam Al-Qur’an seringkali kurang dipahami dengan baik. Oleh karena itu, kajian ini bertujuan untuk menjelaskan makna, etika, dan adab bermusyawarah mufakat dalam al-Qur’an melalui pendekatan tafsir tematik. Penelitian ini akan menjawab beberapa pertanyaan pokok, yaitu: Bagaimana konsep bermusyawarah mufakat didefinisikan dalam al-Qur’an? Apa etika yang harus diterapkan dalam proses musyawarah menurut ajaran al-Qur’an? Bagaimana adab yang harus diikuti dalam musyawarah mufakat, sesuai dengan al-Qur’an? Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan (Library Research). Melalui pendekatan sebuah tafsir tematik, ditemukan bahwa al-Qur’an menekankan pentingnya musyawarah mufakat sebagai metode dalam pengambilan keputusan yang adil dan berlandaskan kebenaran. Etika yang harus diterapkan meliputi kejujuran, kerendahan hati, dan sikap terbuka terhadap pandangan orang lain. Adab dalam musyawarah mufakat melibatkan pendekatan yang penuh dengan kasih sayang, kesabaran, dan kerja sama. Kesimpulannya, al-Qur’an memberikan pedoman yang kaya dan mendalam tentang bermusyawarah mufakat, yang bisa menjadi landasan bagi masyarakat Muslim dalam membangun hubungan sosial yang harmonis dan berkeadilan.
Moderasi Beragama Perspektif Ayat-Ayat al-Qur'an Dalam Meningkatkan Kerukunan Umat Beragama mutmainah mutmainah
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 6 No 2 (2023): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v6i2.145

Abstract

Salah satu problem di Indonesia apabila pemeluk agama yang memiliki keberagaman yang fanatis berlebihan sehingga menimbulkan radikalisme, yang sering melakukan gerakan-gerakan atau kekerasan seperti: ujaran kebencian (hate speech) penyeraangan, penculikan, bom bunuh diri, dan lain sebaginya yang mengatasnamakan agama sehingga melakukan aksi kekerasaan terhadap pemeluk agama lain, sedangkan faham ekstremis (ghuluw) tidak sesuai dengan konsep Islam sebagaimana dalam ayat-ayat al-Qur’anerkait kemajemukan, keberagaman, dan multikultural, karena sikap ekstrimis akan membawa pada perpecahan, permusuhan, dan menghilangkan keharmonisan dalam kebersamaan dalam keberagamaan. Penelitian ini merupakan penelitian bertujuan untuk menganalisa moderasi beragama perspektif ayat-ayat al-Qur’an dalam meningkatkan kerukunan umat beragama. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), Tehnik analisis data dengan model Milles and Huberman meliputi: (1) reduksi data (data reduction), (2) adalah display data, dan (3) adalah kesimpulan (conclusion drawing). Hasil penelitian Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: perbedaan agama yang ada di Indonesia maka umat Islam perlu mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama sesuai perspektif ayat-ayat al-Qur’an meliputi: QS. Al-Baqarah (2) 143, dan 238, QS. Al-Qalam (68): 28, dan QS. Al-‘Adiyat (100):5, ayat-ayat tersebut merupakan ajaran untuk berperilaku wasyathiyah atau moderat sebagai potret masyarakat yang seimbang, masyarakat ideal yang berada di tengah-tengah dengan mengutamakan nilai-nilai, seperti: toleransi, saling menghormati, saling menghargai menjadi komitmen bersama untuk kerukunan umat beragama.
Values of Character Education in The Qur'an Ramdhan, Tri wahyudi; Arifin, Zainal; Arisandi, Bustomi
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 7 No 1 (2024): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v7i1.175

Abstract

The phenomenon of character crisis is being intensively experienced by various age levels, which has an easy impact on society. Given that the Al-Quran is the source of all problematic answers, QS al-Baqarah verses 261-267 is one of the solutions to the character crisis as well as the cultivation and application of good character education, which has religious, personal, and social values. This research uses qualitative research with the type of library research. Meanwhile, the object of this research is Al-Qur'anul Karim. In conducting research, data collection techniques are carried out by collecting and classifying data; the final stage is grouping it according to the theory used. The results of the study show that the values of character education contained in QS Al-Baqarah verses 261-267 are: (1) religious character values , which include spending wealth in the way of Allah, wisdom from spending wealth in the way of Allah and regarding the prohibition of riya'; (2) the personal character values contained in the six verses are habitual and generous; and (3) three values of social care character were found, namely maintaining speech, caring to give the best that one has.
Tinjauan Ulama’ Fiqih Terhadap Vaksin Rubellah Melalui Konsep Istiḥālah Lailatul Mas'udah
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 6 No 2 (2023): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v6i2.146

Abstract

Various efforts are made by a person in order to obtain physical and spiritual health and survive against various kinds of diseases and their triggering factors. The composition of the drug, which often contains ingredients that are considered not to be in accordance with the Shari'a, has become the theme of a lengthy discussion in discussions about whether or not it is permissible to consume it. Among these are the ingredients contained in the measles and rubella vaccines, which are considered drugs mixed with pork, which is one of the animals that are forbidden in Islam.The concept of istilah is an attempt to find a middle ground between the various points of view among scholars regarding the law on consuming measles and rubella anti-virus.The discussion of differences among scholars regarding the law on the content of anti-virus compositions uses the library research method and the tarjih approach.The concept of Istilah using the Al-Taf'ul al-Kimiyaw method is the strongest basis for declaring that the Rubella vaccine is halal and holy. Thus, it can be used by Muslims. Despite the fact that the Rubella vaccine contains pig gelatin, the pig gelatin serves no purpose other than breeding.
Bangkai Hewan Perspektif al-Qur'an dan Sains Tohir, M; Ghufron, Achmad
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 7 No 1 (2024): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v7i1.183

Abstract

Islam adalah agama yang mengatur setiap elemen kehidupan sehari-hari. Hal ini berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan makannya. Selain rasa, nilai gizi, keamanan, dan kebersihan makanan, ada pertimbangan lain yang sama pentingnya, seperti halal atau haram atau tidak. Dalam artikel ini, penulis akan membahas tentang bangkai hewan sertai kaitannya dengan tafsir al-Qur’an dan sains. Penulis akan menguraikan tentang asbab al-nuzul dan penafsiran bangkai hewan dalam surah al-Maidah ayat 3 lalu menguraikan kaitannya dengan sains. Dalam artikel ini, penulis menggunakan metode penelitian tafsir tahlili. Berdasarkan penelitian ini, bangkai adalah segala sesuatu yang ruhnya cair, misalnya binatang dan burung yang dihalalkan Allah untuk dimakan, dan yang ruhnya keluar darinya tanpa disembelih. Dalam bangkai binatang terdapat mikroba berbahaya yang berkembang seperti Salmonella, Campylobacter jejuni, Listeria monocytogenes dan Escherichia coli. Mikroba-mikroba inilah yang dapat membawa pengaruh buruk bagi kesehatan manusia karena menyebabkan penyakit seperti diare, disentri, serta infeksi klinis lainnya seperti meningitis.