cover
Contact Name
Abd Karim
Contact Email
jurnalalthiqah@gmail.com
Phone
+6285235776365
Journal Mail Official
jurnalalthiqah@gmail.com
Editorial Address
http://ejurnal.stiuda.ac.id/index.php/althiqah/about/editorialTeam
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
AL-THIQAH: Jurnal Ilmu Keislaman
ISSN : 26857529     EISSN : 26857529     DOI : https://doi.org/10.36835/althiqah
Core Subject : Religion, Social,
Al-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman published by Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Bangkalan. This journal contains many variants of Islamic studies, among others: Islamic education, Ushuluddin, the Shariah, Islamic thought, economics, and other Islamic studies. This journal is published twice a year in April and October. Editors invite academics, professors, and researchers to contribute to write in this journal. The journal can be accessed publicly, which means that all content is provided freely accessible without charge to either the user or the institution. Users are allowed to read, download, copy, distribute, print, search, or cite to the full text of the article did not have to ask permission from the publisher or author.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 87 Documents
Tafsir Ayat-Ayat Ekologi Yusuf al-Qaradawi dan Seyyed Hossein Nasr idris, idris; Latifah, Itsna
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 7 No 1 (2024): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v7i1.186

Abstract

Ancaman krisis ekologi menjadi isu global. Hal ini menarik perhatian banyak intelektual untuk meresponnya. Di antara mereka yaitu Yu>suf al-Qarad}a>wi dan Seyyed Hossein Nasr yang merupakan tokoh intelektual muslim. Mereka mengupayakan jalan keluar dari ancaman krisis ekologi dengan mengembalikannya pada ayat-ayat al-Qur’an. Oleh karena itu, kajian ini bertujuan untuk melihat lebih jauh bagaimana mereka berdua membaca ayat-ayat ekologi agar bisa berkontribusi dalam krisis ekologi. Penelitian ini menjawab beberapa rumusan masalah, yaitu: 1. Bagaimana konstruksi pemikiran Yu>suf al-Qarad}a>wi dan Seyyed Hossein Nasr terkait ekologi?, dan 2. Bagaimana penafsiran ayat ekologis perspektif Yu>suf al-Qarad}a>wi dan Seyyed Hossein Nasr?. Kajian ini merupakan sebuah penelitian kepustakaan (library research). Melalui metode analisis-komparatif dan pendekatan ilmu ekologi, ditemukan bahwa konstruksi pemikiran kedua tokoh memiliki persamaan terhadap cara pandang terhadap alam semesta sebagai ekosentrisme dan kedudukan manusia sebagai khali>fatulla>h untuk beribadah dan memakmurkan bumi. Sedangkan perbedaannya terdapat pada asumsi kedua tokoh terkait krisis ekologi serta konsep ekologi yang digagas oleh kedua tokoh. Dengan rusaknya moralitas, al-Qarad}a>wi memberikan gagasan eko-teologi dan Nasr memberikan gagasannya yaitu eko-sufisme. Dengan begitu al-Qarad}a>wi menyusun konsep eko-teologi berdasarkan ayat-ayat terentu pada tema-tema ri>’ayah al-bi>’ah. Sedangkan eko-sufisme Nasr berdasarkan ayat-ayat yang berbicara tentang ketuhanan. Dengan demikian, apabila gagasan kedua tokoh didialogkan dengan ayat-ayat lingkungan memberikan gagasan utuh terkait penjagaan keseimbangan lingkungan, menjaga keindahan alam semesta sebagai keagungan Tuhan, dan menjaga alam semesta dari segala kerusakan.
Metode Ulama Dalam Memberantas Hadis Palsu Mohammad Lutfianto; M Tohir
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 6 No 2 (2023): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v6i2.148

Abstract

Para ulama sangatlah menjaga dan merawat hadis yang telah mereka dapatkan dari pemalsukan hadis Nabi. Mereka melakukan seleksi terhadap hadis yang mereka dapatkan dengan berbagai cara, baik seleksi terhadap rangakaian periwayatan (isna>d) maupun terhadap redaksi dari hadis tersebut. Meskipun masih banyak dijumpai beberapa hadis yang sengaja dipalsukan hanya demi mendukung golongan tertentu. Hal inilah yang menjadi warisan masa khulafaur rasyidin, khususnya pada masa khalifah ‘Ali> bin Abi> T{a>lib, dalam proses perjalanan sejarah hadis Nabi SAW., yangmana menjadi salah satu sumber bagi pengkaji hadis dalam meragukan keotentikannya. Penulis menfokuskan kajian kali ini pada beberapa permasalahan meliputi, bagaimana deskripsi dari hadis palsu, sejarah muncul dan berkembangnya, dan cara atau upaya menanggulanginya.Penelitian ini masuk dalam kategori penelitian kualitatif dan bersifat kepustakaan (library reacheach). Kesimpulan dari penelitian ini adalah hadis mawd{u>’ bukanlah termasuk kategori hadis atau dengan kata lain bukan hadis Nabi. Namun dalam pembahasan ‘ulu>m al-h{adi>th, hadis mawd{u>’ tidak bisa dilepaskan. Terpecahnya umat Islam pasca masa khulafa>’ al-ra>shidu>n ternyata berimplikasi terhadap perjalanan hadis, yaitu banyak munculnya pemalsuan hadis yang digunakan untuk melegitimasi kelompok mereka masing-masing. Dalam perkembangannya dslam menabentengi hadis, ulama merumuskan teori naqd al-h{adi>th yang terdiri dari naqd al-sanad dan naqd al-matn, dengan mengacu kepada kaedah kesahihan
Hubungan Antara Kerja Tafsir dan Ulum al-Qur'an Islamiyah, Islamiyah
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 7 No 1 (2024): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v7i1.70

Abstract

Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab. Karena itu ada anggapan bahwa setiap orang yang mengerti bahasa Arab mengerti isi al-Qur’an. Lebih dari itu, ada orang yang merasa telah dapat memahami dan menafsirkan al-Qur’an dengan bantuan terjemahannya sekalipun ia tidak mengerti bahasa Arab. Anggapan seperti itu sebenarnya keliru. Sebab, banyak orang yang mengerti bahasa Arab, tetapi tidak mengerti isi Al-Qur’an. Karena itu, tidak mengherankan bila orang Arab sendiri banyak yang tidak mengerti kandungan Al-Qur’an. Dari hal ini maka menjadi keharusan bagi Muslim umumnya dan mufassir khusunya , untuk mempelajari ilmu-ilmu yang berkaitan dengan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat manusia. Ilmu-ilmu itu meliputi asbabun nuzul, nasakh-mansukh, ilmu tafsir dan masih banyak lagi. Dan ilmu-ilmu tersebut dikenal dengan istilah “ulum al-Qur’an.
Metode Membaca Kitab Kuning Pada Program Salafiyah di Pondok Pesantren Annahdlah Makassar irfan irfan
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 6 No 2 (2023): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v6i2.144

Abstract

Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang tertua di Indonesia memiliki ciri khas yaitu adanya kajian kitab klasik atau lebih dikenal dengan kajian kitab kuning. Namun, seiring berjalannya waktu, sebahagian pesantren tidak lagi terfokus kepada kajian kitab kuning, melainkan para santri lebih dibekali dengan keterampilan-keterampilan khusus seperti bercocok tanam, berwirausaha, dan lain sebagainya. Hal ini tentunya menjadikan minat para santri terhadap kajian kitab kuning dapat menurun. Ditambah lagi dengan tidak adanya metode khusus yang lebih mudah dipahami oleh para santri dalam mempelajari kaedah-kaedah bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang perkembangan pembelajaran yang ada dipesantren, khususnya yang terkaitdengan metode pembelajaran kajian kitab kuning. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menjadikan pondok pesantren Annahdlah Makassar sebagai lokasi penelitian. Berdasarkan hasil temuan di lapangan, pondok pesantren Annahdlah Makassar membentuk kelas khusus atau program salafiyah sebagai salah satu upaya mempertahankan tradisi kajian kitab kuning. Kemudian pada pengembangan pembelajaran kajian kitab kuning, digunakan metode al-mifta>h} sebagai pegangan dasarnya. Artikel ini memberikan kontribusi penting bahwa metode al-mifta>h} ternyata memberikan kemudahan bagi para santri untuk memahami materi atau kaedah-kaedah bahasa arab (nahwu dan sharf ) yang menjadi syarat utama dalam memahami kitab kuning.
Kekerasan terhadap LGBT: Ni'mah, Ulviyatun
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 7 No 1 (2024): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v7i1.191

Abstract

Gencarnya agenda untuk mengakui dan menghilangkan diskriminasi LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender/Transeksual) di Indonesia berhadapan langsung dengan gerakan penolakan LGBT yang tak kalah kencang. Namun sayangnya, dalam banyak kasus, penolakan tersebut disertai dengan kekerasan. Dalam kacamata Islam, hal ini tampak tidak manusiawi, mengingat al-Qur’an—yang menjadi pedoman umat Islam—sejak awal telah mengajarkan nila-nilai kemanusiaan, memuliakan martabat manusia, dan menjunjung tinggi keutamaannya. Dalam penelitian ini, penulis ingin memotret kasus penganiayaan terhadap LGBT menggunakan analisis tafsir humanis. Penelitian ini dilakukan dengan metode kajian pustaka, yaitu dengan mengumpulkan literatur yang tersedia dan mengkaji teori-teori yang relevan dengan masalah yang diteliti. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dari perspektif tafsir, para pelaku LGBT tetap wajib diberi hukuman, hal ini sebagaimana yang telah diijtihadkan oleh para fuqaha>, di mana perilaku LGBT disebutkan oleh Allah dalam al-Qur’an sebagai perbuatan fah}sha>. Akan tetapi, kekerasan terhadap LGBT dalam sudut pandang tafsir humanis tidak sejalan dengan firman Allah Swt dalam al-Qur’an. Allah Swt memuliakan manusia dan menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk. Kekerasan yang dilakukan manusia terhadap manusia lainnya dapat berdampak membuat manusia yang menjadi objek kekerasan tersebut menjadi hina.
Formulasi Makna Hadis Kasih Sayang Terhadap Hewan: Kajian Tematik Prayogi, Ananda; Razi, Fahrur; Rizaka, Maghza; Verawati, Sellyana; Tahzibil Huda, Ikmal
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 7 No 1 (2024): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v7i1.151

Abstract

Kasih sayang terhadap hewan kini mengalami kemerosotan dapada mayoritas individu, terutama di kalangan umat Islam. Sebaliknya, Rasulullah SAW secara praksis menerapkan perasaan tersebut. Fenomena ini menciptakan ketidakselarasan antara realitas dan norma yang seharusnya diimplementasikan. Disparitas ini mendorong perlunya penelitian yang lebih rinci guna mencapai pemahaman holistik, yang dapat diwujudkan lebih efektif oleh individu yang menganut ajaran Islam. Metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Sumber data berasal dari hadis yang tercantum dalam al-kutub al-tis’ah sebagai primer dalam pelacakan hadis. Temuan penelitian menegaskan bahwa hadis mengenai kasih sayang memiliki kuantitas yang memadai dan validitas yang terjamin. Lebih lanjut, interpretasi hadis melalui fiqh al-hadis menghasilkan kesimpulan tentang konsep kasih sayang. Puncaknya, penelitian ini merumuskan enam poin komprehensif mengenai makna hadis kasih sayang terhadap hewan, yang mencakup sikap dalam konteks mengurung, menyembelih, mengendarai, memberikan perhatian terhadap hewan yang kehausan, memperhatikan hewan kecil yang terpisah dari induknya, dan memeliharanya.
AKOMODASI RASM UTSMANI TERHADAP RAGAM BACAAN AL-QUR`AN Farida, Khusna
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 7 No 2 (2024): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v7i2.180

Abstract

Dalam kajian Al-Qur`an, orientalis seperti Goldziher (w. 1340 H/1921 M), Noeldeke (w. 1348 H/1930 M), dan Richard Bell (w. 1372 H/1952 M) seringkali menyebutkan jika Khalifah ‘Utsmân ibn Affan (w. 35 H/656 M) dan para sahabat melakukan upaya unifikasi (penyatuan) qirâ`ât Al-Qur`an dengan memberangus mushaf-mushaf sahabat dan membakukan satu mushaf resmi. Untuk membantah tudingan orientalis, penulis berupaya menghadirkan data berkaitan dengan eksistensi qirâ`ât pada mushaf-mushaf yang disalin panitia penyalin mushaf masa Khalifah ‘Utsmân ibn ‘Affan. Penelitian ini merupakan kajian pustaka dengan pendekatan histori yang membahas kondisi mushaf awal Islam dan kaidah pada Rasm Utsmani dari Kitab Jâmi’ al-Bayân fî Ma’rifat Rasm Al-Qur`ân karya Ismâ’îl as-Sayyid al-Handawî yang mencakup pendapat Abu ‘Amr ad-Dânî dan Abû Dâwûd Sulaimân. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Khalifah ‘Utsmân ibn ‘Affân dan para sahabat tidak melakukan upaya penyatuan bacaan dibuktikan dari munculnya berbagai macam qirâ`ât di berbagai wilayah Islam. Meski pun Khalifah ‘Utsmân menetapkan mushaf resmi, Rasm Utsmani yang digunakan panitia menyalin Al-Qur`an dapat mengakomodir ragam bacaan Al-Qur`an. Hal tersebut menunjukkan bahwa Khalifah ‘Utsmân dan para sahabat bukan melakukan upaya unifikasi, namun justru melestarikan qirâ`ât, salah satunya melalui Rasm Utsmani.
EPISTEMOLOGI BURHANI DALAM PENAFSIRAN M. QURAISH SHIHAB TENTANG JILBAB PEREMPUAN Tohir, M; Ghufron, Achmad; Sholeh, Moh.
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 7 No 2 (2024): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v7i2.257

Abstract

MUHAMMAD ABDUH DAN PERANNYA DALAM AKHBAR AL-WAQI' AL-MISRIYYAH amir, nabil ahmad; Rahman, Tasnim Abdul
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 7 No 2 (2024): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v7i2.190

Abstract

TAFSIR PEREMPUAN Kombih, Fathassururi; Salamah, Ika Hilmiatus
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 7 No 2 (2024): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v7i2.192

Abstract

Setiap manusia memiliki hak untuk mengatur dirinya sendiri, apalagi dalam hal menutup aurat. Akan tetapi, sebagai seorang muslimah sudah sejatinya untuk mengikuti tuntunan agama islam. Cara menutup aurat ini dilakukan dengan menggunakan busana (pakaian). Ada perbedaan pendapat dari ulama tafsir mengenai penafsiran ayat tersebut. Meski, terjadi perbedaan namun tetap menjadi satu landasan bahwa mengenakan pakaian ini tujuannya untuk melindungi diri wanita-wanita dari kejahatan sekitar. Para ulama ahli fiqih juga mengklasifikasikan aurat perempuan menjadi 3 hal yaitu shalat, bukan mahram, dan mahram hampir dari sebagian muslimah ini menjadikannya sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan di dunia