cover
Contact Name
Zul Anwar
Contact Email
zulanwar17@gmail.com
Phone
+62817259116
Journal Mail Official
mandalikaindo@gmail.com
Editorial Address
Jalan Candi Pawon No. 7, Getap Barata, Kel. Cakranegara Selatan Baru, Kec. Cakranegara, Kota Mataram, NTB. 83238 Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Cahaya Mandalika
ISSN : -     EISSN : 27214796     DOI : https://doi.org/10.36312/jcm
This journal is a means of scientific publication to develop knowledge and information. This journal specifically contains the results of research carried out in all scientific fields. Apart from publishing research results, this journal also accepts manuscripts from literature reviews and other reports for publication
Articles 1,162 Documents
Pendekatan Max Weber: Birokrasi serta Struktur Kekuasaan dalam Organisasi Pendidikan Modern Ali, Muhammad; Luthfi, Muh. Khairul; Mustopa, Mustopa; Oiwobo, M. Firdaus; Nasor, M.
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research uses Max Weber's theory to investigate the role of bureaucracy and power structures in modern educational organisations. The main focus of this research is to determine how Weber's ideas of power and bureaucracy can be applied to modern educational institutions. The research method involves analysing the literature on the related subjects of Max Weber's theory, bureaucracy, and power structures in contemporary education systems. This literature review included books, scientific journals, and conference papers. To support the research findings, the data collected was analysed qualitatively. The study shows that Weber's bureaucratic principles, such as rational rules, division of tasks and hierarchy, are still relevant in modern educational organisations. However, their influence may vary depending on several things, such as flexibility, innovation and participation. Weber's theories of authority and control help to understand how power functions in modern educational institutions. Overall, this study provides a better understanding of Weber's theories in understanding bureaucratic dynamics as well as power in educational institutions; this can help the improvement and development of modern education systems.
KONSTRUKSI UNDANG-UNDANG No. 31 TAHUN 1999 DALAM UPAYA PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI La Ode Faiki
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v4i3.2540

Abstract

Abstrak: Indonesia sebagai Negara hukum, oleh karena itu, segala bentuk perbuatan, perilaku baik itu dilakukan oleh Pemerinta maupun masyarakat harus diselesaikan secara hukum sesuai dengan mekanisme hukum yang telah ditetapkan oleh Negara. Negara yang menganut huku positif, sehingga setiap warga Negara yang melanggar aturan hukum sudah selayaknya mendapatkan sianksi hukum. Berat ringanya sanksi itu terganting berat ringanya pelanggaran. Bahwa setiap pelanggaran hukum sudah menjadi keharusan untuk diselesaikan dengan mengedepankan penyelesaian melalui jalur penal. kecuali pada kasus hokum tertentu penyelesaiannya mengedepankan solusi non penal. Tidak pidana kejahatan korupsi sebagai kejahatan luar biasa, maka penyelesaiannya Justru jalur penal lebih efektif agar terpenuhi sifat kemanfaatan hukum. Kehadiran Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 juncto Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi diharapkan mampu mencegah bahkan memberantas kejahatan korupsi, namun kenyataanya kejahatan korupsi masih saja menduduki posisi paling tinggi bila dibandingkan dengan kejahatan lainnya di negeri yang sama-sama kita cintai ini. Jusru dari waktu-kewaktu korupsi semakin massif. Masifnya kejahatan korupsi karena disebabkan antara lain: pertama melemahnya nilai-nilai sosial, kepentingan peribadi menjadi lebih utama dibanding kepentingan umum. Kedua, tidak adanya transparansi dan tanggung jawab sistem integrasi publik. Selain itu, penyebab maraknya korupsi di Negara ini karena beberapa faktor pendukung utama, diantaranya adalah faktor, hukum, faktor politik, faktor ekonomi, serta faktor hukuman. Bahkan lebih miris lagi masyarakat dianggab sebagai pelayan bagi mereka yang punya kekuasaan. Seberapa besar apapun semangat penegak hukum seperti Kepolisian, Kejaksaan , KPK, Pengadilan untuk memberantas korupsi, belum mampu menghentikan niat dan semangat para pelaku tindak pidana korupsi. Lebih diperparah lagi penegakan hukum terhadap pemberantasan korupsi di negeri ini, dimana cendering memberikan keistimewaan bahkan dispensasi hukum bagi pelaku tindak pidana korupsi. Kata Kunci: Korupsi, Tindak Pidana Korupsi, Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
PELAKSANAAN PUTUSAN ARBITRASE DI INDONESIA Nisa, Madha Ratu; Nuroni, Abdul Muiz
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arbitrase adalah salah satu cara penyelesaian sengketa perdata diluar peradilan umum yang didasarkan kepada perjanjian arbitrase yang dibuat secara tertulis oleh para pihak vane bersengketa. Penyelesaian sengketa dengan jalur arbitrase memiliki banyak manfaat bagi kalangan yang mau menyelesaikan masalahnya dengan lebih cepat dibanding dengan melakukan penyelesaian lewat jalur peradilan umum/biasa. Dengan melalui jalur arbitrase permasalahan sengketa bisa diatasi dengan cepat dan tidak memakan biaya yang terlalu mahal sesuai ketentuan berlaku di didalamnya. Didasarkan dengan adanya masalah – masalah yang terjadi mendorong pemerintah Indonesia untuk ikut membantu penanganan masalah yang terjadi maka pemerintah telah membuat Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa. Sesuai manfaat dan tujuan dibuatnya Undang-undang tersebut yaitu digunakan untuk mengatur serta memberikan arahan pada point – point penting tentang bagaimana proses dari sebelum arbitrase dan tata cara pelaksanaan putusan, baik yang bersifat nasional maupun internasional.
PERSPEKTIF GURU SEKOLAH MENENGAH ATAS TERHADAP PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA KURIKULUM MERDEKA Masturdin, Masturdin; Amalia, Ira Nur; Sulastri, Sindy Kania; Nurjayadi, Muktiningsih
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pergantian kurikulum di Indonesia adalah proses yang terus berkembang seiring waktu. Kurikulum menjadi dinamis untuk disesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan kehidupan yang terus berubah. Projek penguatan profil pelajar pancasila merupakan salah satu bagian dari struktur kurikulum merdeka sehingga guru harus memiliki perspektif yang baik terhadap pemahaman kurikulum merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif guru sekolah mengah atas terhadap projek penguatan profil pelajar pancasila. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif, melalui metode kualitatif dapat digambarkan secara mendalam mengenai perspektif guru terahap projek penguatan profil pelajar pancasila. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan guru sekolah menengah atas memiliki perspektif yang baik terhadap kegiatan projek penguatan profil pelajar pancasila. Mulai dari konsep dasar, tahap persiapan, tahap pelaksanaan sampai dengan tahap asesmen dan evaluasi projek penguatan pelajaran pancasila. Hal tersebut didukung berdasarkan data hasil wawancara yang menujukan bahwa jawaban dari setiap responden sesuai dengan panduan projek penguatan pelajar pancasila yang telah di keluarkan oleh Kemendikbud, sehingga dapat di simpulkan bahwa guru sekolah menegah atas yang berada di daerah kabupaten dan kota serang provinsi Banten memiliki perspektif yang baik terhadap kegiatan projek penguatan pelajar pancasila pada kurikulum merdeka.
EFFECTIVENESS OF LIFE SKILLS-BASED ADOLESCENT INTEGRATED HEALTH POST (POSYANDU) ON ADOLESCENT KNOWLEDGE AND ATTITUDES AT INGIN JAYA PUBLIC HEALTH CENTER, ACEH BESAR REGENCY Fitriani, Fitriani; Rahmi, Rahmi
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescent Integrated Health Post as an innovative adolescent health service, offers a skill-based approach focusing on the development of adolescents' life skills—a key aspect in personal growth and attitudes. This research aims to evaluate the effectiveness of Life Skills-based Adolescent integrated services post on adolescents' knowledge and attitudes. The quasi-experimental method, One-Group Pretest-Posttest Design, compared conditions before and after the intervention, involving adolescent participation in the Posyandu program facilitated by healthcare professionals. Accidental sampling identified 21 respondents, adolescents with high school education (grades X-XII). Data collection utilized pre- and post-intervention questionnaires to measure adolescents' knowledge and attitudes related to health and life skills. Paired T-Test statistical analysis was employed on a single group of subjects using two different datasets, comparing pretest and posttest results. The research findings reveal that adolescent life skill knowledge, encompassing Empathy, Critical and Creative Thinking, Mental Health, and Substance Abuse, as well as life skill attitudes related to Self-Awareness, Empathy, Physical Activity, Non-Communicable Disease (NCD) Prevention, and Violence Prevention, show non-significant results (α ≥ 0.005). Conversely, adolescent life skill knowledge covering Self-Awareness, Decision-Making, Problem-Solving, Interpersonal Relations, Effective Communication, Stress Management, Emotional Regulation, Reproductive Health, Nutrition, Physical Activity, NCD Prevention, and Violence Prevention, along with life skill attitudes regarding Critical Thinking, Creative Thinking, Decision-Making, Problem-Solving, Interpersonal Relations, Stress Management, Effective Communication, Emotional Regulation, Reproductive Health, Mental Health and Substance Abuse, and Nutrition, exhibit significant results (α ≤ 0.005). These findings support the notion that a holistic approach through Life Skills-based Adolescent Integrated Health Post focusing on the development of adolescent life skills can be an effective strategy in enhancing adolescents' knowledge and attitudes related to health life skills. However, only a small fraction of skill aspects did not yield positive impacts on adolescents. The implications of this research can contribute to the development of similar community-level programs to support comprehensive adolescent development.
PENGARUH KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI RSIA HARAPAN BUNDA, KABUPATEN KUDUS Hulma, Metha Arsilita; Pujiyanto, Pujiyanto
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Sumber daya manusia adalah aspek yang penting dalam pelayanan kesehatan. Kinerja dari karyawan sebagai sumber daya manusia sangat berpengaruh pada berbagai keluaran layanan kesehatan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja selain karakteristik individu yakni terdapat kepuasan kerja yang turut berperan dalam kinerja karyawan. RSIA Harapan Bunda sebagai salah rumah sakit ibu anak tipe C khusus memiliki persentase turnover karyawan rata-rata 6,03% dalam 5 tahun terakhir dengan angka tertinggi di tahun 2023 yakni sebesar 15,31%. Salah satu faktor yang memengaruhi turnover adalah kepuasan kerja. Data tentang kepuasan kerja karyawan belum pernah diteliti di rumah sakit ini. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai hubungan antara karakteristik individu dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan rancangan studi cross sectional. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui kuesioner yang dibagikan kepada karyawan RSIA Harapan Bunda pada bulan November 2023 dengan jumlah sampel sebanyak 53 orang. Hasil: Tidak ada hubungan yang signifikan antara karakteristik individu seperti usia, lama bekerja, status karyawan, jenis kelamin, dan pendidikan terhadap kinerja. Terdapat hubungan yang signifikan antara kepuasan kerja dengan kinerja karyawan (p=0,001). Kesimpulan: Kepuasan kerja memiliki kontribusi terhadap kinerja karyawan sehingga menjadi langkah praktis yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam temuan penelitian.
PENGENAAN PAJAK TERHADAP NETFLIX SEBAGAI PELAKU USAHA LUAR NEGERI PASCA BERLAKUNYA REGULASI TERKAIT PERDAGANGAN MELALUI SISTEM ELEKTRONIK (PMSE) Nurhalizah, Alya; Asmara, M. Galang; Minollah
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v4i3.2550

Abstract

Digitalisasi dalam dunia perdagangan memberikan kesempatan kepada para pelaku usaha untuk melakukan kegiatan usaha tanpa kehadiran tempat usaha secara fisik. Salah satu contoh perusahaan raksasa dunia yang saat ini melakukan ekspansi bisnis secara internasional tanpa membuka kantor perwakilan di negara yang menjadi tujuan ekspansinya adalah Netflix, yang menawarkan jasa berupa penyedia layanan pengaliran media digital. Permasalahan kemudian muncul ketika Indonesia tidak dapat menarik pajak dari kegiatan usaha yang dilakukan oleh Netflix, sehingga menghilangkan potensi pemasukan pajak yang cukup signifikan. Penyusunan Tesis ini dilakukan untuk menganalisis pengaturan pengenaan pajak terhadap Netflix dan pelaksanaannya di Indonesia. Berdasarkan analisis yang dilakukan, disimpulkan bahwa terdapat kekosongan hukum terkait penerapan sanksi atas pelanggaran dalam pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) oleh Pemungut PPN PMSE serta terkait pengenaan Pajak Penghasilan (PPh) terhadap Subjek Pajak Luar Negeri yang menjalankan usahanya secara digital tanpa keberadaan secara fisik di Indonesia. Pelaksanaan pengenaan PPN PMSE melalui sistem Penunjukkan Pemungut PPN PMSE sejauh ini menunjukkan kontribusi positif terhadap penerimaan pajak pusat, terlepas dari adanya risiko kekeliruan dalam pelaporan. Untuk pengenaan PPh terhadap Netflix di Indonesia belum dapat dilaksanakan sampai dengan tercapainya kesepakatan dalam bentuk perjanjian multilateral melalui Konsensus Pajak Global. Oleh karena itu, Pemerintah disarankan agar mempercepat proses penerbitan Peraturan yang mengatur sanksi atas pelanggaran dalam pengenaan PPN PMSE dan mengupayakan segera tercapainya konsensus pajak global terkait pengenaan PPh atas transaksi lintas batas berbasis digital serta menangani masalah penghindaran pajak
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA PROGRAM BEHAVIOR BASED SAFETY (BBS) DAN TINGKAT KEPATUHAN TERHADAP PERILAKU KESELAMATAN KERJA KARYAWAN DI PT. X Irwansyah, M; Widanarko, Baiduri
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data ILO 2 juta pekerja meninggal per tahun. 2021 ada 234 ribu kecelakaan kerja di Indonesia. Industri kimia 12% dari2019-2021 kecelakaan kerja 80.607 kasus.Program Behavior-based safety (BBS) yaitu pendekatan keselamatan berdasarkan perilaku manusia. Pendekatan untuk meningkatkan kesadaran, keterlibatan, tanggung jawab karyawan menciptakan lingkungan kerja aman. program BBS di perusahaan apakah mampu meningkatkan tingkat kepatuhan karyawan, serta merubah perilaku keselamatan kerja. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif jenis studi cross sectional. Data yang dikumpulkan memberikan gambaran hubungan antara variabel. Desain penelitian cross-sectional digunakan untuk mengumpulkan data mengenai program Behavior Based Safety (BBS), tingkat kepatuhan terhadap perilaku keselamatan kerja, dan perilaku keselamatan kerja di PT. X pada satu titik waktu tertentu. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh respondenVariasi nilai tingkat kepatuhan mampu dijelaskan oleh variasi nilai program BBS sebesar 14,3%,sedangkan sisanya 85.7% dijelaskan oleh variasi variabel lain di luar model penelitian. Variasi nilai Perilaku keselamatan kerja karyawan mampu dijelaskan oleh variasi nilai Program BBS dan Tingkat kepatuhan sebesar 49.6%, sedangkan sisanya 50.4% dijelaskan oleh variasi variabel lain di luar model penelitianterdapat hubungan positif dan signifikan Program BBS terhadap Tingkat Kepatuhan. Ada hubungan positif dan signifikan antara Program BBS terhadap Perilaku Keselamatan Kerja. Adahubungan positif dan signifikan antara Tingkat Kepathan terhadap Perilaku Keselamatan. Hubungan Program BBS terhadap Perilaku keselamatan kerja bersifat hubungan langsung. Oleh karena itu, variabel intervening Tingkat Kepatuhan tidak memediasi hubungan Program BBS terhadap Perilaku Keselamatan Kerja.
CHALLENGES ON IMPLEMENTATION OF INTEGRATED MANAGEMENT OF CHILDHOOD ILNESS (IMCI) Pinto, Joaquim; Belo, Ostelino da Silva; Leite, Ana do Rosario de Jesus; Ferandes, Manuel da Costa
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article in-depth on the critical challenges faced in the implementation of Integrated Management of Childhood Illness (IMCI) as an integrated approach in child health management. The background of the study highlights the complexity of the child health environment, limited infrastructure, and differences in cultural contexts that can affect the effectiveness of IMCI. The research gap is revealed through a lack of in-depth knowledge of all aspects of the challenges faced and a lack of exploration of potential solutions in previous research. This study describes the urgency of research related to the future investment of a nation that is closely related to child health. Presenting past research, this article highlights the knowledge gaps that still need to be filled and the need to optimize child health management strategies. This in-depth approach is considered a novelty of this research, which not only identifies challenges, but also looks for potential solutions to improve the effectiveness of IMCI. The purpose of the study is to identify, analyze, and provide solutions to challenges in IMCI implementation. The benefits of this research include contributing to further understanding of the complexities of IMCI implementation and providing practical guidance and recommendations for the improvement of child health systems. It is hoped that the results of this study can support global efforts in improving children's health through more effective implementation of IMCI.
COMMUNITY PARTICIPATION IN REDUCING MORBIDITY AND MORTALITY RATES FOR TODDLERS AGED LESS THAN 5 YEARS Pinto, Joaquim
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community participation plays a central role in reducing morbidity and mortality rates for toddlers younger than 5 years old. This article explores the positive impact of community participation on efforts to prevent and overcome health problems under five. The background of the study reflects the need to detail societal contributions in addressing early childhood health challenges. Despite much previous research on infant health, there are still gaps in knowledge in the context of direct involvement and the effectiveness of community participation. Previous research has highlighted the importance of community empowerment in supporting child health programs, but there is still a lack of understanding of how such participation can be integrated more effectively. The novelty of this study lies in the particular focus on the role of community participation in reducing infant morbidity and mortality. The purpose of this study is to provide deep insight into the contribution of society in designing, implementing, and maintaining toddler health initiatives. The results of this study support the urgency of increasing community participation in efforts to prevent disease and improve the health of toddlers. The benefits of this research are expected to provide practical guidance for policy makers, health practitioners, and related parties to optimize community participation to improve early childhood health

Page 67 of 117 | Total Record : 1162