Articles
145 Documents
Implementasi Landasan Religius dalam Kegiatan Bimbingan dan Konseling Sebagai Upaya Penanganan Dampak Masa Puber
Rochanah, Rochanah
Konseling Edukasi : Journal of Guidance and Counseling Vol 2, No 1 (2018): Konseling Edukasi: Journal Of Guidance and Counseling
Publisher : IAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/konseling.v2i1.3884
Masa puber merupakan masa pertumbuhan dan perubahan yang pesat, Masa puber ditandai oleh perrtumbuhan pesat dan perubahan mencolok dalam proporsi tubuh. Perubahan-perubahan ini menimbulkan keraguan, perasaan tidak mampu dan tidak aman, dan dalam banyak kasus mengakibatkan perilaku yang kurang baik. Mengantisipasi dampak buruk pada masa puber, maka perlu adanya peran dalam bimbingan dan konseling. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi landasan religious dalam kegiatan bimbingan dan konseling sebagai penanganan dampak masa puber. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah; Bagaimana implementasi landasan religious dalam bimbingan dan konseling? Bagaimana implementasi landasan religious dalam kegiatan bimbingan dan konseling dalam menangani dampak pubertas? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka, yakni pengumpulan data dan informasi dengan menelaah sumber-sumber tertulis seperti jurnal ilmiah, buku referensi, literature, ensiklopedia, karangan ilmiah, serta sumber-sumber lain yang terpercaya baik dlm bentuk tulisan atau dalam format digital yang relevan dan berhubungan dengan obek yang diteliti. Berdasarkan uraian dalam pembahasan, hasil yang dapat disimpulkan adalah Implementasi landasan religious dalam menghadapi masa puber siswa adalah dengan kembali pada Al Qur’an dan Hadits yang dijadikan sebagai pedoman dalam agama Islam
Implementasi Konseling Industri dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan di PT. Arara Abadi Distrik Nilo
Azra, Muhammad Zein;
Kurniawan, Dery
Konseling Edukasi : Journal of Guidance and Counseling Vol 5, No 2 (2021): Konseling Edukasi : Journal Of Guidance and Counseling
Publisher : IAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/konseling.v5i2.12067
Implementation of Industrial Counseling in Improving Employee Performance at PT. Nilo District Immortal Arara. The purpose of this study is to further review the counseling practices in the industrial sector so that they can be relevant according to the theory that is used as a reference. Research on the implementation of industrial counseling in improving employee performance is carried out using a qualitative approach with the type of field research (field research) with data collection techniques using Interview, Observation and Documentation. The subjects of this study were employees and two counselors at PT. Arara Abadi, Nilo District, Pelalawan Regency. The results showed that employee counseling or industrial counseling itself (functions, objectives, approaches, impacts, and limitations), and the process of implementing employee counseling were divided into three stages, namely before counseling, during counseling, and after counseling.Keywords: Implementation, Industry Counseling, Employee Performance
Pelaksanaan Bimbingan Pribadi Sosial Dalam Mengembangkan Keterampilan Sosial Siswa Terisolir Di SMP Negeri 5 Banguntapan
Murtafiah, Anisatun;
Sahara, Octavia Arlina
Konseling Edukasi : Journal of Guidance and Counseling Vol 3, No 2 (2019): Konseling Edukasi: Journal Of Guidance and Counseling
Publisher : IAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/konseling.v3i2.6542
Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pelaksanaan bimbingan pribadi sosial dalam mengembangkan keterampilan sosial siswa terisolir Di SMP Negeri 5 Banguntapan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Metode pnggalilian data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi dengan subjek penelitian guru BK, peserta didik dan orang tua siswa kemudian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan bimbingan pribadi sosial dalam mengembangkan keterampilan sosial siswa terisolir di SMP Negeri 5 Banguntapan dilaksanakan dengan beberapa tahapan yaitu 1) Persiapan meliputi menentukan personil, alat assessment dan identifikasi siswa juga kategori siswa terisolir 2) Pelaksanaan meliputi menyusun program dan implementasi program penanganan 3) Evaluasi hasil pelaksanaan dan 4) Tindak lanjut hasil pelaksanaan.Kata kunci: Pribadi Sosial, Keterampilan Sosial, TerisolirAbstractImplementation of Social Personal Guidance in Developing the Social Skills of Isolated Students in SMP Negeri 5 Banguntapan. This study aims to observe the implementation of social personal guidance in developing social skills of isolated students in SMP Negeri 5 Banguntapan. This research is a type of field research with a qualitative approach. Data collection method uses interviews, observations and documentation with the BK teacher's research subjects, students and parents of students then analyzed using descriptive analysis techniques. The results showed that the implementation of social personal guidance in developing social skills of isolated students at SMP Negeri 5 Banguntapan was carried out in several stages, namely 1) Preparation includes determining personnel, assessment tools and student identification as well as the category of isolated students 2) Implementation includes arranging programs and implementing handling programs 3) Evaluation of results of implementation and 4) Follow-up of results of implementation.Keywords:Social Personal, Social Skills, Isolated
Implementasi Manajemen Bimbingan dan Konseling di MTs NU TBS Kudus
Bayan, Muhammad Aqib Khusnul
Konseling Edukasi : Journal of Guidance and Counseling Vol 5, No 1 (2021): Konseling Edukasi : Journal Of Guidance and Counseling
Publisher : IAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/konseling.v5i1.9847
Implementation of Guidance and Counseling Management at MTs NU TBS Kudus. This study aims to determine the implementation of guidance and counseling management at MTs TBS Kudus. The method in this study uses a qualitative descriptive method with a case study approach at MTs TBS Kudus. The collected data was then analyzed by the data analysis technique used in this study is a descriptive analysis in the field of the Miles and Huberman model. The results showed that the implementation of the management of counseling guidance at MTs TBS Kudus has been going well. The program planning stage is by analyzing student needs and problems, analyzing school conditions, determining goals, understanding and determining materials, determining time and place, determining facilities and planning budgets. The organizing stage is carried out by selecting a competent counselor. The stage of implementing guidance and counseling at MTs TBS Kudus by carrying out counseling services in accordance with SOP equipped with supporting activities. The evaluation stage of the BK program is by evaluating programs and then improving them again.Keywords: Implementation, Counseling Guidance Management, MTs TBS Kudus
Strategi Konselor dalam Membantu Penyesuaian Diri Anak Berkebutuhan Khusus di Era Milenial
Setiawan, Muhammad Naili Rizki;
Khoirunnisa, Fitria;
Fithriyana, Arina
Konseling Edukasi : Journal of Guidance and Counseling Vol 3, No 1 (2019): Konseling Edukasi: Journal Of Guidance and Counseling
Publisher : IAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/konseling.v3i1.5569
COUNSELOR STRATEGIES IN ASSISTING SELF-ADJUSTMENT OF CHILDREN WITH SPECIAL NEEDS IN MILLENNIAL ERA. The rapid flow of globalization makes every human being must be able to adapt himself to the times. Not all individuals experience normal development. Some of them experience obstacles, disorders, or have risk factors so that in optimal development special handling is needed. This group is referred to as individuals with special or familiar needs termed disability. The strategy in the education process is a necessity that must be prepared by a counselor. The purpose of this study was to find out how the counselor's strategy in the process of counseling is appropriate for ABK in the process of self-adjustment in the millennial era. In this study, the authors used a qualitative research approach with the object of study in the Achsaniyyah Pedawang disability Islamic boarding school. From this study, it was found that the learning class process was divided into several, including one by one, pre-independent, and independent classes. The organization of the school and the ABK strategy are expected to be able to create and realize independent crew members, able to solve problems they face, and be able to adapt to different environments.Keywords: Strategy of Counselors, Self-Adjustment, Children with Special Needs (ABK), Millennial Era.
Profil Kemandirian Belajar Siswa Dan Implikasinya Bagi Program Bimbingan Belajar
Haerani, Irma;
Khairun, Deasy Yunika;
Conia, Putri Dian Dia
Konseling Edukasi : Journal of Guidance and Counseling Vol 4, No 2 (2020): Konseling Edukasi: Journal Of Guidance and Counseling
Publisher : IAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/konseling.v4i2.7665
Profile Of Independence Learning Students And Their Implications For The Program Of Learning Guidance. This study aims to find a picture of the learning independence of class IX students in the 2019/2020 school year at SMPN 3 Serang City. The research method used in this study is a descriptive method with a quantitative approach. The research subjects were 159 students of class IX in the 2019/2020 school year that were randomly selected. The instrument used was a student learning independence questionnaire. The results showed the level of learning independence of class IX students in the 2019/2020 school year at SMPN 3 Serang City in the low category with a percentage of 17.61% by 28 students, the medium category with a percentage of 64.78% by 103 students, a high category with a percentage of 17.61% by 28 students . After knowing the picture of students' learning independence, a study guidance program is arranged based on the results of the research obtained. The tutoring program is expected to be able to help students to overcome the learning difficulties they face, and to develop effective ways of learning, so that students' learning independence can be improved. Keywords: Learning Independence, Program of Learning Guidance
Kepribadiaan Konselor Dan Proses Konseling Melalui Pendekatan Kearifan Budaya Lokal Applekelebbireng Pada Masyarakat Bugis Bone
Nurmawati, Nurmawati
Konseling Edukasi : Journal of Guidance and Counseling Vol 2, No 2 (2018): Konseling Edukasi: Journal Of Guidance and Counseling
Publisher : IAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/konseling.v2i2.4467
Konselor profesional merupakan figur yang dapat menampilkan dirinya sebagai teladan. Di antara kompetensi konselor, yang paling penting adalah kualitas pribadi konselor karena konselor sebagai pribadi harus mampu menampilkan jati diri secara utuh, tepat, dan berarti, serta membangun hubungan interpersonal yang baik sehingga menjadi motor penggerak keberhasilan layanan. Pribadi konselor merupakan ‘instrumen’ yang menentukan hasil positif dalam proses konseling, sebab inti dari proses terapeutik dalam konseling yaitu hubungan yang dibangun antara konselor dan konseli, sehingga kualitas pribadi konselor merupakan hal yang esensial bagi konselor untuk mencapai tujuan dalam proses konseling. Proses konseling tidak terlepas dari etnis budaya salah-satunya adalah budaya masyarakat Bugis Bone mappakalebbi sesama manusia dengan mendahulukan nilai-nilai appekelebbireng lempu’, macca, mappassalama’, Siri’. Nilai-nilai inilah yang harus diterapkan dalam proses konseling Bugis Bone dengan melihat kepribadian konselor dengan bertutur kata, cara berprilaku (Mappatabe’, Berdiri jika ada tamu yang berkunjung, posisi duduk dan tidak memanggil orang tua dengan namanya). Kata Kunci : Pribadi Konselor, Konseling, Appakalebbireng.
Motivasi menjadi Guru Bimbingan dan Konseling (Studi Fenomenologi Terhadap Fresh Graduate)
Irawan, Andi Wahyu;
Aswar, Aswar
Konseling Edukasi : Journal of Guidance and Counseling Vol 4, No 1 (2020): Konseling Edukasi: Journal Of Guidance and Counseling
Publisher : IAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/konseling.v4i1.7321
Motivation to become a Guidance and Counseling Teacher (Phenomenology Study of Fresh Graduates): This study aims to find out the value of being a counseling guidance teacher at Senior High School in the city of Samarinda. The study used a qualitative approach with a phenomenological method. The research subjects were selected using purposive sampling in the criteria of fresh graduate and served as honorary teacher no more than one year, no more than 25 years old, and worked in a high school in the city of Samarinda. Data collected techniques were in-depth interviews and analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) techniques. The analysis technique sought to find meaning themes to become counseling guidance teachers. The results show three main themes, those are counseling guidance teachers interpreted as: 1) a soul calling; 2) to enjoy comfort; and 3) as a part-time job. The sub-theme of: 1) the soul calling is not profit oriented, realizing the future of students, and religious beliefs. The sub-theme of: 2) enjoy comfort that is a sense of comfort when students are helped, enjoy being parents for students, and to get life lessons. The sub-theme of: 3) part-time job is waiting to become civil servants and not easily laid off. Suggestion from this study are excepted to be a reference in helping counseling teachers in the process of valuing their work throught positive environmental conditioning to increase their productivity at work. Key Word: Fresh, Graduate, Work, Guidance, and Teacher
Menuju Bimbingan Konseling Islami
Bastomi, Hasan
Konseling Edukasi : Journal of Guidance and Counseling Vol 1, No 1 (2017): Konseling Edukasi: Journal Of Guidance and Counseling
Publisher : IAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/konseling.v1i1.4434
Kecemerlangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada zaman modern memang membawa kemajuan yang luar biasa. Namun seiring dengan itu semakin terkotak-nya antara sains dan agama yang mengakibatkan ditinggalkannya nilai-nilai moral dan etika. Tulisan ini mencoba menggali bagaimana reposisi Bimbingan Konseling Islam dalam sebuah keilmuan. Pada dataran teori, psikologi konseling memiliki empat grand theories, yaitu psikoanalisis, behavioristik, humanistik dan transpersonal. Maka kiranya perlu Konseling Islam bergerak menjadi mazhab kelima dari disiplin psikologi dengan cara mengembalikan paradigma ilmuwan kepada orientasi dunia dan akhirat. Karena sejatinya Fitrah manusia diciptakan mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. Dalam hal ini perlu ditekankan kajian keagamaan, baik hal itu berasal dari perspektif Indigenous Counseling yang cross cultural dan mengungkap variabel budaya lokal maupun Konseling Agama itu sendiri terhadap pembentukan karakter individu. Bisa dilihat dari konteks sejarah konseling agama yang dijumpai pada zaman klasik Islam dikenal dengan nama hisbah. Maka perlu melakukan pengembangan Bimbingan Konseling Islami yaitu Proses pemberian bantuan terhadap individu sesuai asas yang pelaksanaan, agar mampu hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah, sehingga dapat mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
Layanan Bimbingan dan Konseling Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Melalui Pendekatan Islam Di Kelas Inklusi
Setianingsih, Eka Sari
Konseling Edukasi : Journal of Guidance and Counseling Vol 2, No 2 (2018): Konseling Edukasi: Journal Of Guidance and Counseling
Publisher : IAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/konseling.v2i2.3201
Negara memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu kepada setiap warganya tanpa terkecuali termasuk mereka yang memiliki perbedaan dalam kemampuan (difabel) seperti yang tertuang pada UUD 1945 pasal 31 (1). Namun ironisnya sistem pendidikan di Indonesia belum mampu mengakomodasi secara maksimal keberagaman peserta didik, sehingga menyebabkan munculnya permasalahan yang kompleks terhadap implementasi pendidikan inklusi di sekolah. Penelitian dilakukan dengan tujuan menganalisis pelaksanaan pendidikan inklusi di SD Bina Harapan Semarang.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif analitis. Subyek penelitiannya adalah seluruh warga sekolah meliputi siswa, guru, dan karyawan/staf. Dalam penelitian ini informannya meliputi, Kepala Dinas Pendidikan Kota/ Kabupaten, Kepala UPTD, psikolog, orang tua siswa ABK dan masyarakat umum. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan penelitian kualitatif menurut Spradley. Sedangkan dalam memeriksa validitas data menggunakan teknik triangulasi data.Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan pendidikan inklusi belum sesuai dengan harapan. Hal ini disebabkan oleh belum adanya SK Penunjukkan Penyelenggaraa Pendidikan Inklusi di sekolah dan ketiadaan penggunaan pendekatan religius secara islami sehingga pemenuhan berbagai komponen pendukung penyelenggaraan pendidikan inklusi belum bisa terpenuhi secara maksimal. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa belum adanya penanganan menggunakan pendekatan islami di kelas inklusi. salah satu kegiatan layanan bimbingan untuk siswa agar dapat menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, mantap dan mandiri serta sehat jasmani dan rohani mandiri serta mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki sesuai dengan ajaran agama Islam agar siswa yang memiliki keterbatasan secara fisik maupun mental mampu mengatasi kesulitannya dengan kemampuan yang ada pada dirinya sendiri melalui dorongan dan kekuatan iman dan takwa kepada Allah.Kesimpulannya adalah diperlukan adanya telaah dan tinjauan ulang tentang perizinan maupun pendekatan yang digunakan di sekolah inklusi untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan inklusi seperti yang tertuang pada UUD 1945 pasal 31 (1) sebagai perwujudan memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu kepada setiap warga. Kata Kunci: bimbingan dan konseling, anak berkebutuhan khusus, pendekatan islami