cover
Contact Name
Yohanes Hasiholan Tampubolon
Contact Email
jotampubolon@ymail.com
Phone
+62263-2323854
Journal Mail Official
tedeum@sttsappi.ac.id
Editorial Address
Kp. Palalangon RT 02 RW 09, Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Kotak Pos 10 Ciranjang 43282 Cianjur, Jawa Barat
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan)
ISSN : 22523871     EISSN : 27467619     DOI : http://doi.org/10.51828/td
Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah untuk memublikasikan hasil kajian ilmiah dan penelitian dalam lingkup kajian: 1. Penelitian teologi dan tinjauan Alkitabiah (Theological and Biblical research) 2. Pembangunan pedesaan (rural development) 3. Pendidikan kristen (Christian education) 4. Misi holistik (holistic mission) 5. Etika Kristen (Christian ethics).
Articles 187 Documents
Kontekstualisasi menurut Kisah Para Rasul 17:16-34 Iwan Setiawan; Reagen Petrus Banea
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 12 No 2 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v12i2.227

Abstract

Pelaksanaan kontekstualisasi tidak semudah yang dibayangkan, karena manusia adalah makhluk sosial yang terdiri dari adat istiadat dan kebudayaan yang berbeda-beda, maka sangatlah penting untuk mengerti dan memahami perlunya kontekstual dalam melakukan pemberitaan injil. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana kontekstualisasi dapat menolong orang percaya dalam melakukan penginjilan di tengah-tengah keberagaman budaya dan adat istiadat. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kontekstualisasi adalah suatu tindakan sebagai refleksi dari setiap orang percaya kepada Tuhan, berupaya untuk menjelaskan iman kristen dalam konteks ruang dan waktu tertentu. Menurut Kisah Para Rasul 17:16-34 menjelaskan beberapa hal mengenai kontekstualisasi yang Paulus lakukan, yaitu kontekstualisasi lahir dari hati yang terbeban. Kontekstualisasi dilakukan dengan cara bertukar pikiran, memuji budaya orang Atena dan memberitakan tentang Injil Yesus Kristus. Dan dampak dari kontekstualisasi yaitu: dampak positifnya adalah orang menjadi percaya dan dampak negatifnya adalah pemberita injil dapat mengalami penolakan.
Pengaruh Alkitab dalam pergerakan nasionalisme Roynaldy Simaremare
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 12 No 2 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v12i2.228

Abstract

Artikel ini melihat pengaruh Alkitab dalam pergerakan nasionalisme Amir Syarifuddin sekaligus sumbangsih kekristenan di Indonesia. Amir Syarifuddin merupakan pejuang Kristen yang memiliki pengaruh besar dalam membangun pondasi dan melahirkan pikiran besar tentang pergerakan nasionalisme Indonesia. Keterlibatan Amir Syarifuddin terhadap pergerakan nasionalisme merupakan salah satu tokoh penting agar terwujudnya kemerdekaan Indonesia. Namun, perjuangannya dalam kemerdekaan Indonesia masih belum mendapat tempat dalam historiografi pergerakan nasionalisme di Indonesia. Kontribusinya dalam melawan penjajah dan emansipasi nasional begitu besar hingga pasca-kemerdekaan. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif yang mengacu pada peran sentral Alkitab terhadap nilai-nilai dasar pergerakan nasionalisme Amir Syarifuddin. Alkitab menjadi basis perjuangan melawan penjajah, penanaman nilai-nilai nasionalisme dan proses pembentukan identitas.
Dari politik ke politiknya Allah Salomo Sihombing
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 12 No 2 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v12i2.236

Abstract

Tulisan ini berfokus pada konteks perpolitikan di Indonesia, khususnya Pemilihan Presiden (Pilpres) yang akan terselenggara pada tahun 2024. Sisi yang coba dideskripsikan dan dianalisis adalah terkait memaknai politik (Pilpres 2024) tersebut dari perspektif 1 Samuel 8:4-9; 16:7, 11-13. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Prosesnya diawali dengan memberikan data sejarah ringkas yang berhubungan dengan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden sejak berlangsungnya pemilihan secara langsung oleh rakyat (2004) sampai saat ini. Lanjut kepada pemaparan peta perpolitikan di Indonesia sekarang, narasi-narasi politis yang dimunculkan baik oleh sisi kekuasaan dan juga sisi oposisi untuk melihat sumbangsihnya bagi kemajuan bangsa. Melalui proses itu terlihat jelas bahwa perpolitikan menuju Pilpres 2024 bertumpu pada politik manusia (politics). Sementara, melalui proses hermeneutika 1 Samuel 8:4-9; 16:7, 11-13 ditunjukkan bahwa suksesi kepemimpinan yang terjadi ada dalam tindakan politis-Nya Allah (Theopolitics). Dengan demikian, terjadi pergeseran makna dari “Politics” ke “Theopolitics.”
Anteseden dan kualifikasi kepemimpinan gereja masa kini berdasarkan Titus 1:5-16 Dreitsohn Franklyn Purba; Sunarto Sunarto; Kendy Wahyudi
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 12 No 2 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v12i2.259

Abstract

Kepemimpinan memiliki pengaruh yang sangat besar dalam pencapaian tujuan suatu organisasi, termasuk gereja. Perubahan global yang begitu deras pada era pasca industri saat ini telah menghadirkan paradigma, penekanan, dan nilai-nilai baru. Perubahan yang terjadi bisa berdampak positif dan negatif. Para pemimpin pada satu sisi dituntut untuk tetap memiliki nilai-nilai kebenaran yang tidak berubah, dan pada saat yang sama juga dituntut untuk beradaptasi. Berbagai peristiwa yang menunjukkan para pemimpin gereja, telah melenceng dari nilai-nilai kebenaran, seperti perbuatan amoral, korupsi, perselingkuhan, perceraian, dan perilaku negatif lainnya telah mencoreng wajah gereja. Oleh karena itu, tujuan dari artikel ini adalah memaparkan kualifikasi kepemimpinan gereja masa kini atau yang menjadi faktor anteseden kepemimpinan gereja berdasakan Titus 1:5-16. Melalui metode biblika-eksegesis dan literature review, penulis menemukan bahwa kualifikasi kepemimpinan dengan nilai-nilai dasar kekristenan dalam konteks kepemimpinan gereja menjadi mutlak untuk ditekankan kepada para pemimpin gereja agar dapat berdampak secara efektif kepada warga gereja yang dipimpinnya.
Meneropong "Christ-centeredness" dalam Katekismus Heidelberg dari sudut pandang kerangka struktur Janice Christie
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 12 No 2 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v12i2.270

Abstract

Katekismus Heidelberg menyajikan pengajaran penting yang kaya serta berlimpah tentang Allah Anak, Yesus Kristus. Secara eksplisit, pengajaran tentang Kristus memang hanya terdapat pada pertanyaan-jawaban 29-52 (24 pertanyaan-jawaban). Meskipun demikian, hal ini sama sekali tidak berarti bahwa pengajaran tentang Kristus hanya terdapat pada bagian ini saja. Artikel ini mencoba menganalisa kekayaan pengajaran yang terdapat dalam Katekismus Heidelberg dari sudut pandang struktural secara keseluruhan dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Hasil dari penelitian ini adalah pengajaran tentang Kristus mendasari keseluruhan Katekismus Heidelberg. Seluruh rangkaian struktural katekismus yang tersusun dalam tiga topik besar yang terbagi menjadi 129 pertanyaan dan jawaban adalah berpusatkan kepada Kristus bahkan menjadi inti teologi Katekismus Heidelberg. Dengan demikian, gereja-gereja Reformed masa kini dapat terus mengajarkan dan membina jemaatnya dengan kurikulum pembinaan berbasis Katekismus Heidelberg ini guna membangun fondasi iman yang sehat dan bersumber pada Alkitab sebagai Firman Tuhan.
Analisis kata kerja Deponen dalam Yohanes 1:20 mengenai perkataan Yohanes Pembaptis: “Aku bukan Mesias” Willyam, Verry
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 13 No 1 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v13i1.268

Abstract

Kata kerja “Deponen” dalam kitab Injil Yohanes 1:20 cukup lama menjadi gejolak dalam perdebatan para teolog, mengenai penafsiran mengenai Yohanes pembaptis sebenarnya. Konteks alkitab dalam lingkup teologi yang beragam menimbulkan pelbagai macam tarfsiran terhadap ayat tersebut, sehingga diperlukan analisis mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, mengali dan mendeskripsikan kata kerja deponen pada Yohanes 1:20, sehingga menghasilkan pemahaman makna kata yang tepat dalam mengartikan menerjemahkan istilah kata di dalam Alkitab. Metode yang digunakan dalam analisis kata dalam paper ini ialah dengan studi literatur yang menjadi pokok sumber dalam menganalisis kata kerja dan pendekatan studi kata dalam mengali makna teks dengan pemaknaan leksikal dan gramatikal. Melalui hasil kajian teks, ditemukan fakta penggunaan kata deponen merupakan sebuah metafora terhadap Mesias yang dilakukan Yohanes. Tujuannya diharapkan dapat dipahami oleh semua pihak yang menafsirkan alkitab dan juga akademisi dalam menafsirkan serta menemukan frasa tersebut secara teks dan konteks, sehingga dapat mengurangi tafsiran secara alegori.
Meninjau Konsep Seksualitas Menurut Kejadian 1:26-28 dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Seksual bagi Remaja Dhanraj, Michael; Samosir, Christina Metallica; Bejo, Yonatan; Debataraja, Hetti Meriani
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 13 No 2 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v13i2.269

Abstract

Melihat perkembangan fenomena pergaulan dan seks bebas, terkhusus di kalangan remaja mendorong penulis untuk menuliskan artikel ini. Ditemukan bahwa para remaja memiliki konsep seksual yang salah, terbukti dengan “cara melampiaskannya” dan “tujuan melampiaskannya”. Tidak hanya itu, faktor dari orang tua yang terjebak di dalam paradigma “seks merupakan hal yang tabu” menyebabkan para remaja tidak mendapatkan edukasi mengenai konsep seksualitas yang benar. Oleh karena itu, tujuan artikel ini adalah untuk meninjau konsep seksualitas menurut Kejadian 1:26-28, dan ingin memberikan penegasan kepada para remaja serta orang tua bahwa seksualitas hanya dilakukan setelah menikah. Melalui pendekatan kualitatif dengan kajian pustaka dan teknik hermeneutika, didapatkan hasil bahwa sesungguhnya seks merupakan atribut mulia yang Allah ciptakan berdasarkan gambar dan rupa-Nya. Dengan tujuan prokreasi dan memuliakan Tuhan, seks seharusnya ditempatkan di dalam pernikahan kudus berdasarkan berkat dari Allah sehingga terlihat perkenanan Allah di dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan.
Implementasi model pembelajaran Pendidikan Agama Kristen masyarakat majemuk Rantung, Djoys Anneke; Pang, Measy Zinsky Imanuel; Rondo, Pricylia; Rondo, Victoria Salomo Alvirano Morohito; Boiliu, Noh Ibrahim
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 13 No 1 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v13i1.274

Abstract

Penelitian ini menjelajahi pembelajaran inklusif di Sekolah Lapang Cirau Bogor untuk mengatasi tantangan kemajemukan di Indonesia. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, hasil menunjukkan anggota Sekolah Lapang memahami pentingnya jiwa nasionalis dalam semangat Bhineka Tunggal Ika. SL PDIP Cariu Bogor, tanpa memandang status sosial, ras, atau keyakinan, menerapkan pembinaan spiritual dan karakter berbasis Pancasila. Meskipun belum merinci kurikulum, SL PDIP Cariu Bogor telah mengimplementasikan kerangka konseptual melalui pelatihan peternakan, perikanan, pertanian, dan budidaya jamur, bertujuan meningkatkan pengetahuan desa untuk mandiri ekonomi. Pendidikan multikultural di SL PDIP Cariu Bogor menjadi instrumen rekayasa sosial, membentuk sikap inklusif dan kesadaran multikultural, serta membangun kembali semangat kebangsaan, solidaritas, toleransi, dan kerjasama dalam masyarakat majemuk.
Membaca Childfree dengan Wawasan Dunia Kristen Udayana, Chandra
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 13 No 2 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v13i2.283

Abstract

Fenomena kehidupan pernikahan tanpa anak menjadi sesuatu yang banyak diperbicarakan di Indonesia akhir-akhir ini. Beberapa alasan yang mendasari adalah kebebasan untuk menentukan pilihan etis dan bumi ini telah penuh dengan manusia. Fenomena ini perlahan namun pasti akan hadir dalam kehidupan keluarga Kristen. Oleh karena itu diperlukan sebuah kajian yang baik terhadap fenomena ini. Dalam tulisan ini, penulis akan mengkaji fenomena childfree yang sedang berkembang dalam masyarakat serta untuk memberikan sebuah tinjauan terhadap fenomena childfree dari sudut pandang wawasan dunia Kristen. Penulis berargumen bahwa fenomena ini tidak sejalan dengan wawasan dunia Kristen. Untuk menjawab tujuan penulisan artikel ini, penulis menggunakan metode riset kepustakaan dengan serta melakukan analisis dengan menggunakan menggunakan analisis deskriptif.
Studi Naratif tentang Peran Alkitab dalam Pernikahan Kristen di Kota Semarang Liu, Pengfei; Suhendra, Junianawaty
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 13 No 2 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v13i2.287

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode studi naratif untuk memahami peran Alkitab dalam pernikahan di mana salah satu pasangan adalah non-Kristen, yang dilakukan di Semarang dengan lima pasangan beda agama sebagai sumber data naratif. Lima pasangan suami istri dengan pernikahan lebih dari 10 tahun dijadikan sumber data naratif. Mereka dipilih karena memiliki pengalaman hidup dalam keluarga dengan perbedaan kepercayaan sebelum menikah, serta pengetahuan tentang nilai-nilai di luar agama Kristen dan pemahaman iman Kristen. Hasil penelitian menunjukkan lima peran Alkitab dalam pernikahan tersebut: Sebagai pedoman kehidupan yang memperkuat persatuan pasangan. Sebagai pemimpin dalam pernikahan dan alat untuk mengoreksi kesalahan. Sebagai panduan yang membentuk sikap taat dan setia kepada Tuhan. Sebagai pendidik dalam kebenaran yang menghidupi makna dan tujuan pernikahan Kristen. Sebagai pendorong keharmonisan keluarga. Dengan demikian, Alkitab memiliki peran sentral dalam membentuk dan menjaga keutuhan serta keharmonisan pernikahan beda agama.