Articles
187 Documents
Relasi Formasi Spiritual dan Pertumbuhan Rohani
Siswanto, Anton
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 13 No 2 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51828/td.v13i2.393
Usaha memajukan kerohanian adalah sesuatu yang dilakukan oleh setiap orang percaya untuk menjadi serupa Kristus. Alkitab mengajar untuk membangun kerohanian dengan berbagai disiplin rohani dan dengan konsisten sehingga orang percaya selalu bertumbuh secara spiritual, semakin hari semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan juga semakin menjauhi larangan Tuhan. Tujuan dari artikel ini mencoba menjabarkan prinsip-prinsip alkitabiah mengenai bagaimana upaya pertumbuhan rohani dilakukan bagi orang percaya dengan menyampaikan usulan mengenai pembacaan firman Tuhan, berdoa, berpuasa, berbagai pelayanan, penginjilan dan berbagai jenis pembentukan rohani bagi jemaat Tuhan. Adapun Metode yang dipakai adalah penelitian kualitatif secara studi literatur dengan upaya menjabarkan rencana pembentukan formasi spiritual pribadi dan menjabarkan usulan pembentukan formasi spiritual Gereja Penggerakan Kristus Anugerah Sukacita Indonesia Tulungagung pos Sukorejo. Hasil temuannya adalah bahwa dengan perencanaan secara terstruktur pengembangan formasi Spiritual yang serius dan berkesinambungan maka jemaat akan mengalami pertumbuhan rohani secara signifikan.
Tinjauan 'Procrastination' dari Sudut Pandang Etika Kerja Kristen
Agus Setiawan;
Ferry Simanjuntak
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 14 No 1 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51828/td.v14i1.301
Procrastination (penundaan), tindakan menunda tugas, adalah perjuangan umum yang dihadapi oleh orang Kristen di tempat kerja. Meskipun Alkitab memberikan banyak nilai moral dan panduan tentang cara bekerja sesuai prinsip Tuhan, orang Kristen mungkin masih bergulat dengan penundaan. Penelitian ini menggali lebih dalam, mengeksplorasi bagaimana penerapan prinsip-prinsip khusus etika kerja Kristen dapat membekali orang Kristen untuk mengatasi penundaan dan merasakan kebebasan dan produktivitas yang lebih besar dalam pekerjaan mereka. Melalui studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis literatur yang ada mengenai penundaan dan etika kerja Kristen. Analisis ini berfokus pada mengidentifikasi strategi praktis yang berasal dari prinsip-prinsip alkitabiah yang dapat memberdayakan orang Kristen untuk meminimalkan penundaan dan memuliakan Tuhan melalui kerja keras mereka. Temuan penelitian bahwa, dari sudut pandang Alkitab ada nilai-nilai moral yang dapat menjadi panduan bagaimana orang Kristen seharusnya bekerja. Sehingga pada akhirnya, diharapkan orang Kristen dapat menjadi perwakilan Kerajaan Allah yang efektif dalam kehidupannya.
Metode Kritik Alkitab Julius Wellhausen
Triposa, Reni;
Jura, Demsy
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 14 No 1 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51828/td.v14i1.342
The Wellhausen Document Hypothesis is a theory that suggests the Pentateuch (Genesis, Exodus, Leviticus, Numbers, and Deuteronomy) was composed from four main sources, namely the Jahwist (J), Elohist (E), Priestly (P), and Deuteronomic (D) sources. This theory was first proposed by Julius Wellhausen in the 19th century and has become one of the most influential theories in the study of the Bible. According to this hypothesis, J is the oldest source, dating from the early monarchy period (around the 10th century BCE). J refers to God as Yahweh and focuses on the relationship between God and the people of Israel. E is a more recent source, originating from the northern monarchy period (around the 9th century BCE). E refers to God as Elohim and emphasizes the moral and ethical aspects of the relationship between God and humans.
Strategi Misi berdasarkan Kolose 2:6-10 dalam Menghadapi Tantangan Budaya Tionghoa
Yulianto Auw, Tammy;
Stevanus, Kalis
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 14 No 1 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51828/td.v14i1.375
Penelitian ini berfokus pada tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan strategi misi di komunitas Tionghoa di kawasan Pecinan Semarang, dengan mempertimbangkan pengaruh kuat budaya local berdasarkan prinsip-prinsip Alkitabiah dalam Kolose 2:6-10, yang menekankan keteguhan iman dalam Kristus dan penolakan terhadap filsafat duniawi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka dan wawancara mendalam. Data yang diperoleh dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi tantangan budaya serta solusi strategis yang sesuai dengan konteks lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi misi yang efektif harus berlandaskan pada pemahaman mendalam terhadap budaya Tionghoa serta penerapan nilai-nilai Kolose 2:6-10, khususnya dalam menekankan supremasi Kristus dan pentingnya akar iman yang kuat. Strategi ini mencakup pendekatan dialogis, inkulturasi tanpa sinkretisme, dan membangun hubungan personal yang berlandaskan kasih Kristiani. Dengan demikian, pesan Injil dapat disampaikan secara relevan tanpa mengorbankan kebenaran Alkitabiah.
Pemilihan Pemimpin dengan Undi
Nababan, Hugo De Groot;
Surbakti, Pelita Hati
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 14 No 1 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51828/td.v14i1.380
Keputusan Huria Kristen Indonesia (HKI) menggunakan metode undi dalam memilih pemimpin (ephorus dan sekretaris jenderal) telah mendapat banyak pujian. Pujian tersebut datang dari dalam maupun dari luar HKI. Meskipun demikian, sebagian kecil kalangan HKI, belum sepenuhnya menerima keputusan itu. Terlepas dari realitas itu, HKI perlu merawat keputusan tersebut, antara lain dengan menghadirkan diskursus-diskursus biblika tentang undi dalam memilih pemimpin. Untuk itulah, melalui tulisan ini penulis mencoba menemukan makna lain dari pemilihan dengan undi dalam Kisah Para Rasul 1:15-26 dengan menggunakan analisis sosial ilmiah. Hasilnya, pemilihan pengganti Yudas dengan undi utamanya adalah untuk mengatasi krisis sosial akibat dari pengkhianatan Yudas. Kisah pemilihan dengan undi dalam teks ini adalah upaya merestorasi citra para rasul dengan memulihkan kepercayaan komunitas Kristen terhadap pemimpin baru mereka, yaitu para rasul. Dengan restorasi citra pemimpin ini, kepercayaan komunitas Kristen kepada pemimpinnya (termasuk di HKI) diharapkan mampu membuat gereja berhasil mengerjakan misi Allah dalam Kisah Para Rasul 1:8.
Analisis Hukum Kompensasi Mata Ganti Mata Gigi Ganti Gigi dalam Keluaran 21:22-25
Illu, Wilianus
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 14 No 1 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51828/td.v14i1.382
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi implikasi hukum kompensasi mata ganti mata dan gigi ganti gigi sebagaimana yang diatur dalam Keluaran 21:22-25. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis teks Alkitab untuk memahami aturan hukum yang berkaitan dengan kompensasi mata ganti mata dan gigi ganti gigi serta mencari pemahaman tentang konteks sosial dan hukum di masa lalu saat aturan tersebut dirumuskan. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa aturan hukum tentang kompensasi mata ganti mata dan gigi ganti gigi merupakan peraturan yang adil dan merujuk pada prinsip penggantian kerugian. Selain itu, aturan ini juga memperlihatkan adanya peningkatan nilai-nilai manusiawi dalam sistem hukum pada masa lalu.
Hikmat sebagai Soko Guru bagi Guru Pendidikan Agama Kristen Berdasarkan Sastra Hikmat dalam Perjanjian Lama
Boiliu, Noh Ibrahim
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 14 No 1 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51828/td.v14i1.406
Hikmat memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, termasuk dalam konteks Pendidikan Agama Kristen. Artikel ini bertujuan untuk menggali konsep hikmat sebagai sokoguru bagi guru pendidikan agama Kristen berdasarkan kitab hikmat dalam Perjanjian Lama. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka untuk menganalisis berbagai ayat dan konsep hikmat dalam kitab hikmat, serta mengaitkannya dengan peran guru Pendidikan Agama Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hikmat dapat menjadi pedoman bagi guru dalam mengajar dan membimbing siswa mereka. Hikmat yang diperoleh dari kitab Hikmat dalam Perjanjian Lama memberikan landasan moral dan spiritual yang kuat bagi guru dalam memengaruhi dan membimbing siswa mereka secara positif. Kesimpulannya, hikmat merupakan sokoguru yang memegang peranan krusial dalam Pendidikan Agama Kristen, dan memahami konsep hikmat dalam kitab Hikmat dapat meningkatkan efektivitas guru dalam membentuk karakter dan iman siswa mereka.
Respons Teologis Paulus dalam Tarik-Menarik antara Yudaisme, Hellenisme, dan Kekristenan
Siagian, Handra
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 14 No 1 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51828/td.v14i1.411
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi respons teologis Rasul Paulus dalam menghadapi tarik-menarik antara Yudaisme, Hellenisme, dan Kekristenan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan analisis hermeneutika, yang mengandalkan studi literatur terhadap teks-teks Alkitab, khususnya surat-surat Paulus, serta sumber sekunder berupa komentar teologis, buku akademik, dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paulus berhasil memanfaatkan filsafat dan struktur sosial Greco-Romawi, seperti sistem patron-klien, untuk menyampaikan Injil dengan cara yang relevan dan efektif. Ia mengintegrasikan tradisi Yahudi dengan elemen budaya Hellenistik untuk menjawab tantangan doktrinal dan sosial yang dihadapi oleh jemaat mula-mula. Kesimpulannya, Paulus merupakan seorang teolog mandiri yang berhasil mengadaptasi ajaran Injil dalam konteks budaya yang berbeda, menciptakan pendekatan inklusif yang menekankan keselamatan melalui iman kepada Kristus. Kontribusinya memberikan dampak besar dalam perkembangan teologi Kristen hingga masa kini.
Perkawinan Beda Agama dalam Perspektif Hak Asasi Manusia, Hukum Positif dan Teologis
Sunarto, Sunarto
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 14 No 1 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51828/td.v14i1.442
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi perkawinan beda agama bagi orang Kristen di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode pustaka dan mengkaji isu ini dari tiga perspektif: hak asasi manusia, hukum positif, dan teologi Kristen. Penelitian ini menemukan bahwa perkawinan beda agama tidak bertentangan dengan hak azazi manusia. Terlepas kemungkinan persoalan yang bisa terjadi dalam perkawinan beda agama, tetapi hak membentuk sebuah keluarga merupakan hak yang tidak dapat dihilangkan. Namum dilihat dari sudut pandang hukum positif negara Republik Indonesia perkawinan beda agama secara tidak langsung dinyatakan dilarang. Sekalipun faktanya ada perkawinan yang dilaksanakan meskipun mereka mempunyai agama yang berbeda. Sedangkan dari sudut pandang teologi Kristen perkawinan beda agama seharusnya tidak dilakukan karena berimplikasi secara luas dalam kehidupan berkeluarga.
Model Penerimaan Paul F. Knitter dalam Misi Kristen untuk Keberagaman Agama
Hermanus, Rio Rocky;
Silvia, Erlita;
Parassa, Geovanius Wilson
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 14 No 2 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51828/td.v14i2.365
Pluralism becomes a discourse in religious life, it cannot be denied that it then becomes a space for dialogue between different religions. In dialogue, it should reach the point of accepting differences because at any time there will be no common ground if the debate is about the teaching principles of a religion. The qualitative-descriptive method strengthens this article to see how Christian mission needs to be constructed properly to contribute to Christian religion positioning itself for dialogue with different religions. Starting from this basis, it is necessary to complete it by creating a basis for thinking as well as a basis for dialogue. One effective way is to use the approach offered by Paul Knitter regarding the Acceptance Model. So the result of this article is to create a space for harmonious dialogue that is able to penetrate the boundaries of space that claims mutual truth.