cover
Contact Name
Martina Novalina
Contact Email
martina@sttekumene.ac.id
Phone
+6221-45863915
Journal Mail Official
martina@sttekumene.ac.id
Editorial Address
Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta. Mal Artha Gading Lantai 3 Jl. Artha Gading Selatan No. 1, Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240. Tlp. (021) 45863915, 45863968, 45863925
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
Vox Dei : Jurnal Teologi dan Pastoral
ISSN : 26570777     EISSN : 27232751     DOI : https://doi.org/10.46408
Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral is a place for publication of research results in the realm of Christian and Pastoral theology, as well as issues related to the available scope. Has the ISSN number: 2657-0777 (print), 2723-2751 (online) published periodically twice a year (June and December) by Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta. Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral research focus and scope are: Biblical Theology Practical Theology Systematic Theology Contemporary Theology Pastoral Christian Religious Education Christian Leadership and Church Management Study of Religions Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral receives articles from lecturers and practitioners of theology who are experts in their fields, from all existing theological institutions, both from within and outside the country. Articles that meet the requirements will be assessed for eligibility by reviewers who are experts in their fields through a double-blind review process.
Articles 115 Documents
Model Konseptual Pendidikan Antikorupsi Kristen di Pendidikan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia: Integrasi Teori Kohlberg, Lickona, dan Freire Mary Monalisa Nainggolan
Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral Vol 6 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46408/vxd.v6i1.729

Abstract

Korupsi merupakan persoalan struktural yang terus melemahkan integritas publik di Indonesia, termasuk di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Kristen (PTKK). Berbagai kajian menunjukkan bahwa pendidikan etika dan antikorupsi di PTKK masih cenderung normatif, individualistik, dan kurang mampu membentuk kesadaran kritis mahasiswa terhadap akar struktural korupsi. Artikel ini bertujuan merumuskan model konseptual pendidikan antikorupsi Kristen yang komprehensif melalui integrai sintesis teoretis antara penalaran moral kritis (Lawrence Kohlberg), pendidikan karakter (Thomas Lickona), dan pedagogi kritis-transformasional (Paulo Freire), dalam kerangka teologi publik dan profetik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif konseptual-kritis dengan metode analisis literatur dan refleksi teoretis terhadap konteks sosial, budaya, dan institusional pendidikan tinggi keagamaan Kristen di Indonesia. Hasil sintesis menghasilkan suatu paradigma model konseptual pendidikan antikorupsi Kristen dengan empat karakter epistemologis utama, yakni kritis, reflektif, komunitarian, dan profetik. Paradigma ini memandang pendidikan bukan sekadar transfer nilai moral, melainkan sebagai praksis pembebasan yang mengintegrasikan kemampuan analisis dilema moral, pembentukan kebajikan dalam komunitas, serta kesadaran kritis terhadap struktur sosial yang koruptif. Artikel ini berkontribusi pada pengembangan kajian pendidikan antikorupsi berbasis teologi Kristen dengan menawarkan landasan paradigmatik yang dapat menjadi rujukan bagi pengembangan kurikulum, pedagogi, dan budaya akademik antikorupsi di PTKK.
CRYPTOCURRENCY DALAM DUNIA METAVERSE TERHADAP PERSPEKTIF GEREJA DI MASA KINI Michael Baesah
Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral Vol 7 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan metaverse terhadap perspektif Gereja harus terus dikembangkan karena, dengan kemajuan teknologi yang ada Gereja harus mengkritisi hal tersebut. Artikel ini ditulis agar  dalam pemanfaatan metaverse, Gereja juga harus memahami definisi dari cryptocurrency secara teknologi dan teologi agar Gereja secara eksplisit tidak salah dalam mengartikan pemanfaatan mata uang virtual di era metaverse. Dengan adanya cryptocurrency maka, Gereja juga harus memahami dengan jelas apa fungsi dari pada NFT di dalam metaverse sendiri. Pemanfaatan metaverse tidak hanya dalam memperkaya teknologi dalam dunia Kekristenan namun, juga bisa sebagai sarana peluang dalam berbisnis (peluang bekerja dan mencari nafkah) yang di mana, hal tersebut harus dipahami dari dalam (sisi teologi) dan dari luar (sisi teknologi) agar Gereja mempergunakan metaverse sebagai sebuah sarana beribadah dan tidak terpatok pada pola ibadah yang monoton. Dengan hal tersebut barulah Gereja dapat berkembang tidak hanya secara teologi namun secara teknologi di dunia metaverse yang telah disediakan di masa kini.   Kata kunci : cryptocurrency, gereja, metaverse, NFT
GEREJA BERMISI MELALUI MEDIA DIGITAL DALAM RUANG VIRTUAL Riowardana Samaloisa
Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral Vol 7 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan peranan media dalam mendukung pelayanan misi melalui ruang virtual. Sebab dari beberapa penelitian yang dijumpai ternyata masih ada beberapa pengguna media digital yang tidak bijak dalam bersosial media. Salah satu contohnya yaitu mewabahnya ujaran kebencian yang memainkan peran yang lebih besar dalam kejahatan rasial pada tahun 2019. Selain itu, tak sedikit juga dari pengguna media sosial dan sarana komunikasi online lainnya menggunakan akun pribadinya untuk memfitnah, melakukan tindakan bullying, bahkan sampai menyebarkan berita hoax. Untuk itu, para pengguna diharapkan bersikap bijak dalam menggunakan akun media sosialnya. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan cara mengumpulkan beberapa rujukan melalui studi kepustakaan sehingga menghasilkan beberapa penjelasan yang dibahas secara sistematis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa gereja perlu membuka diri dalam hal kemajuan perkembangan media sebab ini akan menjadi salah satu ladang pelayanan yang sangat efektif dalam menjangkau jiwa melalui media dalam ruang virtual ini. Beberapa strategi dalam mengkomunikasikan pesan Injil yang dapat dilakukan guna menggiatkan pelayanan media antara lain melalui khotbah live streaming, rekaman video khotbah, update status melalui Facebook dan Instagram. Kesimpulannya ialah pelayanan media sangat berguna untuk menjangkau setiap masyarakat yang sulit untuk dijangkau. Namun yang terutama ialah pelayanan media dapat bertujuan untuk mempercepat kedatangan Yesus Kristus yang kedua kali. “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.” (Matius 24:14).   Kata kunci: media; misi; pelayanan, injil; ruang virtual
The Role of Eco-Theology as an Effort to Maintain Relationships between Nature and Man (Theological Review of Jeremiah 14:1-9) Delinda Elizabeth Aritonang; Rifka Lamro Basana Hutauruk
Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini meneliti tentang peran Eco-Theology sebagai upaya menjaga relasi alam dan manusia berdasarkan tinjauan teologis Yeremia 14:1-9. Manusia dipanggil Allah untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Namun, realitanya, manusia malah merusak dan menghancurkan tatanan lingkungan hidup yang mengakibatkan krisis ekologi. Akibat dari perbuatan manusia tersebut, Allah menghukum dan memberi peringatan kepada manusia supaya memperhatikan dan menjaga kelestarian lingkungan alam sekitarnya. Yeremia memberikan pemahaman teologis dalam Kitab Yeremia 14:1-9 bahwa Allah memiliki kuasa memberikan pelajaran kepada bangsa Israel yang memiliki sikap tidak setia dan tidak taat kepada Allah sehingga mereka mengalami bencana kekeringan. Manusia dianggap sebagai aktor utama atas krisis ekologi yang menyebabkan bencana alam seperti kekeringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberi pemahaman peran Eco-Theology dengan meninjau kajian teologis berdasarkan kitab Yeremia 14:1-9 demi mewujudukan kesadaran relasi manusia terhadap keharmonisan kepada alam dan mengurangi krisis ekologi. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan dengan cara pengumpulan data, deskripsi, melakukan analisis dan evaluasi data melalui pemikiran kritis dari buku, artikel jurnal dan Alkitab yang berkaitan dengan pembahasan. Metode ini membagi penelitian ini menjadi tiga poin penting. Pertama, Eco-Theology dan Peran Manusia dalam Menjaga Alam. Kedua, Tinjauan Teologis Yeremia 14:1-9. Ketiga, Implikasi Yeremia 14:1-9 dan Eco-Theology sebagai Upaya Menjaga Relasi Alam dan Manusia? Hasil dari penelitian ini adalah menawarkan kajian teologis Yeremia 14:1-9 dalam menerapkan pemahaman Eco-Theology dalam kehidupan manusia sebagai suatu alternatif dalam mengatasi krisis ekologis. Kesimpulannya adalah untuk menyampaikan pesan bahwa melalui kesadaran manusia sebagai ciptaan Allah bertanggungjawab menjaga lingkungan alam sebagai bentuk relasi yang bermakna dan harmonis antara Allah dan manusia serta ciptaan-Nya yang lain.   Kata kunci: Alam; eco-theology; krisis ekologi; manusia; relasi; Yeremia 14:1-9
ANALISIS PERAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN DALAM MENGEMBANGKAN KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN: INDONESIA Renaldo Mario Kembuan
Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Agama Kristen dihadapkan pada tantangan dalam mengajarkan nilai-nilai kristiani di era modern yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Artikel ini mencoba menganalisis peran teknologi pembelajaran dalam meningkatkan kompetensi guru Pendidikan Agama Kristen. Tantangan seperti kurangnya minat peserta didik terhadap mata pelajaran agama Kristen dan kendala akses teknologi di lembaga Kristen menjadi fokus utama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis kepustakaan, menyelidiki konsep pendidikan agama Kristen, teknologi pembelajaran, peran teknologi dalam pendidikan, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan agama Kristen, dan kompetensi guru Pendidikan Agama Kristen. Hasil analisis menunjukkan bahwa teknologi pembelajaran memberikan peluang bagi guru Pendidikan Agama Kristen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengembangan kompetensi. Namun, tantangan seperti keterbatasan akses teknologi dan keterampilan penggunaan dapat menghambat penerapan optimal teknologi dalam pembelajaran agama Kristen. Kompetensi guru Pendidikan Agama Kristen juga menjadi fokus, mencakup aspek pedagogis, profesional, personal, dan sosial. Guru yang berkualitas diharapkan memiliki kemampuan dalam mengelola pembelajaran, mendalami materi pembelajaran, dan membimbing peserta didik dalam transformasi nilai-nilai kehidupan kristiani. Penelitian ini memberikan wawasan tentang kompleksitas hubungan antara teknologi, pendidikan agama Kristen, dan kompetensi guru. Dengan pemahaman mendalam terhadap peran teknologi, diharapkan dapat dikembangkan strategi dan rekomendasi yang relevan untuk meningkatkan penggunaan teknologi pembelajaran dalam konteks agama Kristen dan efektif meningkatkan kompetensi guru. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana teknologi pembelajaran dapat berkontribusi dalam mengembangkan kompetensi guru Pendidikan Agama Kristen.   Kata kunci: teknologi, kompetensi, pendidikan agama kristen
ANTROPOLOGI PENDIDIKAN SEBAGAI DASAR PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI ERA GLOBALISASI : Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka Petriana Dae Lelangwayan; Lorentius Goa
Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral Vol 7 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahasa peran antropologi pendidikan sebagai dasar pembentukan kaakte peserta didik di era globalisasi. Globalisasi membawa perubahan dalam bidang teknologi dan informasi yang sangat maju, namun juga menimbulkan tantangan berupa krisis moral, menurunnya nilai budaya serta melemahnya jati diri bangsa. Melalui pendektan antropologi pendidikan, proses belajar mengajar tidak hanya berfokus pada pengetahuan tetapi juga menanamkan nilai-nilai budaya, moral, sosial yang berakar pada kehidupan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, yaitu dengan mengajikan berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil pembahasan menunjukan bahwa antropologi pendidikan berperan penting dalam membantu peserta diik mengenai diri dan budayanya, menghargai perbedaan, serta membangun kaakter yang kuat. Dengan demikian, pendidikan antropologi dapat menjadi solusi dalam membantuk generasi muda yang cerdas, berakhlak, berbudaya dan mampu beradaptasi dengan tantangan global tanpa menghilang jati diri bangsa.   Kata kunci: antropologi pendidikan; pembentukan karakter; globalisasi
Konflik Di Korintus, Damai Di PBB: Strategi Resolusi Konflik PaulusSebagai Kontribusi PAK Dalam Kerangka SDG 16 Ray Marshall Akay; Wahju Astjarjo Rini; Maruf Akbar
Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji integrasi strategi resolusi konflik Rasul Paulus ke dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK) kontemporer untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 16 tentang perdamaian dan keadilan. Menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan studi literatur sistematis, penelitian ini menganalisis surat-surat Paulus kepada jemaat Korintus serta literatur terkait PAK dan SDG. Hasil penelitian mengidentifikasi beberapa strategi kunci Paulus dalam menangani konflik di Korintus, meliputi: penekanan pada kesatuan dalam keragaman, penggunaan otoritas apostolik secara bijaksana, pendekatan pastoral yang kontekstual, penekanan pada prinsip kasih, penggunaan retorika persuasif, dan dorongan aktif terhadap rekonsiliasi. Strategi-strategi ini menunjukkan relevansi signifikan dengan teori-teori resolusi konflik modern dan dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum PAK melalui pengembangan modul berbasis Alkitab, pembelajaran experiential, dan integrasi isu-isu kontemporer. Penelitian menemukan keselarasan antara strategi PAK berbasis Paulus dengan SDG 16, khususnya dalam membangun institusi yang efektif dan akuntabel, mempromosikan keadilan, serta menciptakan masyarakat yang damai dan inklusif. Meskipun implementasinya menghadapi tantangan dalam kontekstualisasi dan integrasi ke sistem pendidikan nasional, pendekatan ini menawarkan kerangka kerja yang berharga untuk pengembangan PAK yang responsif terhadap kebutuhan pembangunan berkelanjutan global.   Kata kunci: Resolusi konflik, rasul paulus, pendidikan agama kristen, SDG 16, pembangunan berkelanjutan
TRANSFORMASI INTERAKSI GURU DAN SISWA DALAM PEMBENTUKAN NILAI DAN IDENTITAS PENDIDIKAN: PERSPEKTIF ANTROPOLOGI PENDIDIKAN Margareta Vera Lema; Lorentius Goa
Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berfokus pada perubahan pola interaksi antara guru dan siswa dalam konteks pembentukan nilai dan identitas pendidikan di era modern yang ditandai oleh kemajuan teknologi dan pergeseran budaya sekolah. Pergeseran relasi otoritas tradisional dari yang bersifat hierarkis menuju hubungan yang lebih egaliter telah mengubah dinamika pembelajaran di kelas, di mana guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber pengetahuan, melainkan fasilitator yang menuntun proses dialog dan refleksi nilai. Dalam konteks ini, teknologi digital dan perubahan budaya belajar turut memengaruhi cara nilai-nilai pendidikan dihayati dan diinternalisasi oleh peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah menggali makna interaksi pendidikan sebagai proses pembudayaan nilai dan pembentukan identitas melalui perspektif antropologi pendidikan, yang melihat pendidikan sebagai bagian dari dinamika kebudayaan manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka untuk menelaah berbagai kajian teoritis dan empiris yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara guru dan siswa telah mengalami transformasi menuju relasi yang lebih dialogis, partisipatif, dan kontekstual, di mana nilai-nilai seperti tanggung jawab, empati, dan refleksi kritis menjadi bagian integral dalam pembentukan karakter serta identitas belajar peserta didik.   Kata kunci: transformasi interaksi guru-siswa; pembentukan nilai dan identitaska; antropologi pendidikan
The Pendekatan Solution Focused Brief Counseling dalam Konseling Pastoral Mengatasi Kecemasan Laura Meirien Olivia Pangayow; Juliana Hindrajat
Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral Vol 7 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan merupakan fenomena psikologis yang bersifat multidimensional, meliputi aspek emosional, kognitif, fisik, dan spiritual. Dalam psikologi, kecemasan dipahami sebagai respons adaptif terhadap tekanan hidup, namun dapat berkembang menjadi gangguan apabila menghambat keberfungsian individu. Sementara itu, teologi Kristen memandang kecemasan tidak hanya sebagai persoalan psikologis, tetapi juga berkaitan dengan relasi manusia dengan Allah, pemaknaan hidup, dan ketergantungan iman. Oleh karena itu, konseling pastoral Kristen dipandang relevan sebagai pendekatan holistik dalam menangani kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan konseling pastoral Kristen dengan pendekatan Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) dalam membantu individu mengatasi kecemasan. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menelaah buku dan artikel ilmiah yang membahas kecemasan, konseling pastoral, dan SFBC. Analisis dilakukan secara sistematis untuk memperoleh pemahaman teoretis yang komprehensif.Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi SFBC dalam konseling pastoral efektif dalam membantu konseli mengonkretkan masalah kecemasan, mengenali kekuatan dan sumber daya rohani, serta membangun harapan yang berorientasi pada pemulihan. Pendekatan SFBC yang berfokus pada solusi dan masa depan selaras dengan nilai-nilai teologi Kristen yang menekankan pengharapan, pemulihan, dan penyertaan Allah. Disimpulkan bahwa konseling pastoral berbasis SFBC merupakan pendekatan yang aplikatif dan teologis dalam penanganan kecemasan secara holistik.   Kata kunci: kecemasan; kesehatan mental; konseling pastoral Kristen; Solution-Focused Brief Counseling; spiritualitas
Motivational Interviewing Sebagai Pendekatan Konseling Kristen Terhadap Toxic Relationship Yansen Alvindoris Rumsayor; Juliana Hindradjat
Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral Vol 6 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Relasi toksik (toxic relationship) merupakan fenomena relasional yang berdampak signifikan terhadap kesehatan psikologis dan spiritual individu, namun masih sering ditangani secara normatif dalam konteks konseling Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis penerapan Motivational Interviewing (MI) dalam penanganan toxic relationship serta mengeksplorasi integrasinya dengan perspektif psikologi Kristen dan konseling pastoral. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur naratif sistematis dengan menganalisis artikel ilmiah nasional dan internasional bereputasi yang terbit dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa MI efektif dalam meningkatkan kesiapan berubah, memperkuat self-efficacy, dan mengurangi resistensi klien yang mengalami ambivalensi dalam relasi toksik. Selain itu, prinsip-prinsip MI memiliki keselarasan dengan nilai-nilai teologis Kristen, khususnya penghormatan terhadap martabat manusia, otonomi personal, dan pemulihan identitas diri. Integrasi MI dalam konseling Kristen menawarkan pendekatan yang lebih empatik, trauma-informed, dan etis dibandingkan pendekatan pastoral yang bersifat moralistik. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan praktik konseling Kristen yang berbasis bukti melalui pelatihan MI bagi konselor pastoral serta penelitian empiris lanjutan dalam konteks gereja di Indonesia.   Kata kunci: konseling pastoral; motivational interviewing; psikologi Kristen; relasi tidak sehat; toxic relationship

Page 10 of 12 | Total Record : 115