cover
Contact Name
Priyo Sambodo
Contact Email
igkojei@unipa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
igkojei@unipa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Peternakan, Universitas Papua Jalan Gunung Salju, Amban, Manokwari, Papua Barat - 98314
Location
Kab. manokwari,
Papua barat
INDONESIA
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by Universitas Papua
ISSN : 27468656     EISSN : 27468666     DOI : https://doi.org/10.46549/igkojei
Articles cover the results of community service and empowerment activities related to the application of science and technology (IPTEK) from various fields of sciences and have relevance to the fields of human development, management of rural and coastal areas with local wisdom, economic development, entrepreneurship, cooperatives, creative industries, micro small and medium enterprises (UMKM) including agriculture and veterinary, engineering, education, social humanities, socio-economics, computers, and health. This journal was first published in 2020. This journal was published 3 times a year, in February, June and October.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 143 Documents
Pengembangan interior Gereja Katolik Santo Petrus Sambiroto berbasis liturgi-partisipatif: Liturgical participatory interior development of St. Peter’s Church Rihadiani, Rosalia; Setiawan, Fl. B.; Saraswati, Ratih D.; Kriswari, Maria D.; Palilih, Lindu; Rejeki, VG. S.
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v6i3.589

Abstract

ABSTRACT  The interior of Saint Peter’s Catholic Church in Sambiroto, Semarang, has not created a fully supportive atmosphere conducive to solemn liturgical worship. Based on observations and interviews with church administrators, several issues were identified, including the overlap between the central cross and the projection screen, as well as lighting and decorative elements that failed to enhance the spiritual ambience. This community engagement project aimed to redesign the church interior using a liturgy-based. The method employed a design-based inquiry that combined field observation, participatory discussions, a review of the literature, and a spatial needs analysis. The output is a comprehensive interior design document that emphasizes the sacred zone through the repositioning of the altar and tabernacle, thematic stained glass, hierarchical lighting, and carefully integrated visual communication technologies. The design was validated in collaboration with the Parish Council and Pastor, and is intended for submission to the Archdiocese of Semarang. This project demonstrates that a participatory approach grounded in theological principles can yield meaningful and functional church interiors that enhance the worship experience of the congregation.  Keywords: Catholic church; interior desig;, sacred atmosphere; liturgy;, community service   ABSTRAK  Interior Gereja Katolik Santo Petrus Sambiroto di Semarang belum sepenuhnya menciptakan suasana sakral yang mendukung proses liturgi. Berdasarkan observasi dan wawancara dengan pengelola gereja, ditemukan sejumlah permasalahan seperti tumpang tindih antara salib utama dan layar proyektor, serta penataan pencahayaan dan elemen dekoratif yang tidak mendukung atmosfer ibadah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan merancang ulang interior gereja dengan pendekatan berbasis liturgi. Metode yang digunakan adalah design-based inquiry dengan kombinasi observasi, diskusi partisipatif, studi literatur dan analisis kebutuhan ruang. Hasil kegiatan berupa dokumen desain interior yang menegaskan zona sakral melalui penataan ulang altar, tabernakel, kaca patri tematik, pencahayaan hierarkis, serta elemen teknologi komunikasi visual yang tertata harmonis. Validasi rancangan dilakukan bersama Dewan Pastoral dan Pastor Paroki, serta diarahkan sebagai bahan pengajuan resmi ke Keuskupan Agung Semarang. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif yang berlandaskan prinsip teologis mampu menghadirkan desain interior gereja yang bermakna, fungsional, dan memperkuat pengalaman iman umat. Kata kunci: Gereja Katolik; Desain interior; suasana sakral; liturgi; pengabdian Masyarakat
Peningkatan pengetahuan tentang energi terbarukan di Kampung Kwau: Improving Knowledge about Renewable Energy in Kwau Village Rehiara, Adelhard Beni; Lesnussa, Henny A. B.; Likumahwa, Fervin M.; Marini, Sonya O.; Patiran, Abdul Z.; Stepanus, Jamius B.; Palintin , Antonius D.; Pasalli, Yulianus R.; Ismail, Saiful; Sarungallo, Pandung; Wihyawari, Bibiana R.
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v6i4.568

Abstract

ABSTRACT  The Community Service Program (PkM) is an annual initiative consistently conducted by the Faculty of Engineering at the University of Papua. In 2025, the program was carried out in Kampung Kwau, Warmare District, Manokwari Regency, West Papua Province, with the primary objective of enhancing local community understanding and skills in utilizing renewable energy, particularly through the use of energy-efficient solar lamps (LTSHE). The program began with presentations on the potential and benefits of renewable energy, followed by hands-on training in the maintenance and repair of LTSHE units. During the practical sessions, participants were introduced to techniques for replacing damaged batteries, cleaning solar panels, and understanding the basic operational system of the LTSHE devices. Despite challenges such as limited tools and varying levels of participant knowledge, the activity was met with enthusiastic responses. This program is expected to promote the sustainable use of environmentally friendly energy in Kampung Kwau.  Keywords: Renewable Energy; Kampung Kwau; LTSHE; Community Service; Solar Power.   ABSTRAK  Pengabdian kepada masyarakat (PkM) merupakan program tahunan yang secara konsisten dilaksanakan oleh Fakultas Teknik Universitas Papua. Pada tahun 2025, kegiatan ini berlokasi di Kampung Kwau, Distrik Warmare, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, dengan tujuan utama meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan energi terbarukan, khususnya melalui penggunaan lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE). Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai potensi dan manfaat energi terbarukan, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan praktik pemeliharaan dan perbaikan LTSHE. Dalam sesi praktik, peserta diperkenalkan pada teknik penggantian baterai yang rusak, pembersihan panel surya, serta pemahaman dasar mengenai sistem kerja perangkat LTSHE. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan alat dan variasi tingkat pemahaman peserta, kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat positif. Program ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan energi ramah lingkungan secara berkelanjutan di Kampung Kwau dan menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah lain. Kata kunci: Energi Terbarukan; Kampung Kwau; LTSHE; PkM; Tenaga Surya.
Peranan literasi digital untuk menangkal pengaruh negatif teknologi bagi mahasiswa di Kota Madiun: The role of digital literacy in counteracting the negative influence of technology on higher education students in Madiun City Priambodo, Anung; Kristiyandaru, Advendi; Ranu, Meylia Elizabeth; Lisnani, Lisnani; Abadi, Narotama Tegar; Primahani, Grace Navilina
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v6i4.594

Abstract

ABSTRACT  Digital technology has become an integral part of society's life, including students in Madiun City. The rapid development of the digital world provides easy access to information, but it also brings negative impacts, such as social media addiction, hoax spreading, and reduced ability to interact directly, so it is necessary to provide digital literacy training programs that aim to help students develop skills in using technology wisely and critically. Although several programs related to digital literacy have been conducted, many students still do not fully understand how to utilize technology effectively, so the negative impacts can be minimized. The purpose of this community service is to provide digital literacy training to counteract the negative influence of technology on students in Madiun City. The method of implementing this activity includes four stages: preparation, subject and location selection, implementation, and evaluation and analysis. All the data needed during this activity were collected using pretest sheets, posttest sheets, and satisfaction questionnaires. This PKM activity involved 45 people, consisting of 32 participants, 8 partner representatives, and 5 community service team members. The result of this community service activity is a positive response from all participants related to the implementation of the activity, with an average percentage above 85% and participants' understanding of digital literacy and its impact on technology, with an average percentage above 90%. This activity concludes that the activity is interesting, participants feel the benefits of the activity, and participants expect there to be more activities like this.  Keywords: Community service; digital literacy; higher education student; Madiun City; Technology.   ABSTRAK  Teknologi digital telah menjadi bagian integral dalam kehidupan masyarakat, tak terkecuali bagi mahasiswa di Kota Madiun. Perkembangan pesat dunia digital memberikan kemudahan akses informasi, namun juga membawa dampak negatif, seperti kecanduan media sosial, penyebaran hoaks, serta berkurangnya kemampuan berinteraksi langsung sehingga perlu diberikan program pelatihan literasi digital yang bertujuan untuk membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan dalam menggunakan teknologi dengan bijak dan kritis. Meskipun beberapa program terkait literasi digital telah dilakukan, masih banyak mahasiswa yang belum sepenuhnya memahami cara memanfaatkan teknologi dengan efektif, sehingga dampak negatifnya dapat diminimalisir. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan literasi digital untuk menangkal pengaruh negatif teknologi bagi mahasiswa di Kota Madiun. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi empat tahap kegiatan yaitu tahap persiapan, tahap pemilihan subjek dan lokasi, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi dan analisis. Keseluruhan data yang dibutuhkan selama proses kegiatan ini dikumpulkan dengan menggunakan lembar pretest, lembar posttes, dan angket kepuasan terhadap pelaksanaan kegiatan. Kegiatan PKM ini melibatkan 45 orang yang terdiri 32 orang peserta, 8 orang pihak mitra, dan 5 orang tim pengabdian. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah respon positif dari seluruh peserta terkait pelaksanaan kegiatan dengan persentase rata-rata diatas 85% dan pemahaman peserta terkait literasi digital dan dampaknya terhadap teknologi dengan persentase rata-rata diatas 90%.  Kesimpulan dari kegiatan ini adalah kegiatan yang dilakukan menarik, peserta merasakan manfaat dari kegiatan ini, dan peserta mengharapkan akan ada kegiatan seperti ini. Kata kunci: Kota Madiun; Literasi digital; Mahasiswa; Pengabdian kepada Masyarakat; Teknologi.
Sosialisasi tentang pendekatan kontekstual dalam pembelajaran kepada guru dan peserta didik di Sekolah Dasar Inpres 30 Aitinyo, Kabupaten Maybrat: Socialization for teachers and students on contextual learning approaches at Primary School of Inpres 30 Aitinyo, Maybrat Regency Nunaki, Jan H.; Santoso, Budi; Rumatumia, Zainudin; Inggesi, Barsalina J
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v6i4.599

Abstract

ABSTRACT  The contextual learning approach is a strategy that emphasizes the connection between subject matter and students' real-life experiences. However, understanding and application of this approach are still limited in several elementary schools in rural areas, including SD Inpres 30 Aitinyo, Maybrat Regency. This community service activity aimed to provide teachers and students with information on the concept and implementation of a contextual approach in learning. The methods used included material delivery, interactive discussions, and learning simulations, involving 6 teachers and 57 students. The results of the activity showed that before the socialization, most teachers were still using a conventional approach that focused on memorization, with limitations in linking material to the local context. After the activity, there was an increase in teachers' understanding of designing context-based learning and increased student active involvement in the learning process. Teachers also began developing lesson plans that incorporated elements of the surrounding environment and local culture as learning resources. Students showed a positive response through their activeness and ability to relate material to everyday experiences. It was concluded that this activity successfully improved teachers' understanding and skills in applying a contextual approach and encouraged active student participation in more meaningful learning. It is hoped that this activity will be the first step towards implementing contextual learning on a sustainable basis in elementary schools in the Maybrat Regency area.  Keywords: Aitinyo; Approach, Teacher; Contextual; Student.   ABSTRAK  Pendekatan pembelajaran kontekstual merupakan strategi yang menekankan keterkaitan antara materi pelajaran dengan pengalaman nyata siswa dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pemahaman dan penerapan pendekatan ini masih terbatas di beberapa sekolah dasar di wilayah pedesaan, termasuk SD Inpres 30 Aitinyo, Kabupaten Maybrat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi kepada guru dan peserta didik mengenai konsep dan implementasi pendekatan kontekstual dalam pembelajaran. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, dan simulasi pembelajaran dengan melibatkan 6 guru dan 57 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum sosialisasi sebagian besar guru masih menerapkan pendekatan konvensional yang berfokus pada hafalan, dengan keterbatasan dalam mengaitkan materi dengan konteks lokal. Setelah kegiatan berlangsung, terjadi peningkatan pemahaman guru dalam merancang pembelajaran berbasis konteks serta meningkatnya keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar. Para guru juga mulai menyusun rencana pembelajaran yang memasukkan unsur lingkungan sekitar dan budaya lokal sebagai sumber belajar. Siswa menunjukkan respons positif melalui keaktifan dan kemampuan mengaitkan materi dengan pengalaman sehari-hari. Disimpulkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan pendekatan kontekstual serta mendorong partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran yang lebih bermakna. Diharapkan kegiatan ini menjadi langkah awal menuju implementasi pembelajaran kontekstual secara berkelanjutan di sekolah-sekolah dasar di wilayah Kabupaten Maybrat.    Kata kunci: Aitinyo; Guru; Kontekstual; Pendekatan; Siswa.
Pelatihan pengolahan minyak kelapa secara fermentasi bagi masyarakat di Kampung Mansaburi: Fermentation-based coconut oil processing training for the community of Mansaburi Village Yuminarti, Umi; Widati , Agatha W.; Wambrauw , Ludia Th.; Imbiri , Soleman; Ramadhani , Fika N.
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v6i4.603

Abstract

ABSTRACT Mansaburi Village is known for its abundant coconut production, which has not been optimally utilized due to limited technical skills and inadequate processing technology. This community service program aims to enhance the capacity of Mansaburi Village residents in processing coconuts into Virgin Coconut Oil (VCO) using a natural, hygienic, and economically valuable fermentation method. The activities were carried out using a participatory approach, including community outreach, technical training, and hands-on practice. The results of the program showed a high level of enthusiasm from the community throughout the implementation, along with a significant improvement in their knowledge and skills in VCO production. Additionally, several participants took the initiative to form small business groups. This program has had a positive impact on the community’s economic self-reliance and has opened up opportunities for the development of local coconut-based products. Keywords: Coconut; Fermentation; Local Product; Virgin Coconut Oil ABSTRAK Kampung Mansaburi merupakan kampung yang memiliki hasil kelapa berlimpah dan belum optimal dalam pemanfaatan kelapa tersebut akibat minimnya keterampilan teknis dan terbatasnya teknologi pengolahan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Kampung Mansaburi dalam mengolah kelapa menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) melalui metode fermentasi yang alami, higienis, dan bernilai ekonomi tinggi. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, meliputi sosialisasi, pelatihan teknis dan praktik langsung. Hasil program menunjukkan antusiasme masyarakat sangat tinggi selama kegiatan pengabdian serta adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam proses produksi VCO, serta munculnya inisiatif warga untuk membentuk kelompok usaha kecil. Program ini memberikan dampak positif terhadap kemandirian ekonomi masyarakat dan membuka peluang pengembangan produk lokal berbasis kelapa. Kata kunci: Kelapa; Fermentasi; Produk Lokal; Virgin Coconut Oil
Kontes Ternak sebagai strategi peningkatan minat peternak OAP terhadap sapi Bali: Livestock contest as a strategy to increase Indigenous Papuan farmers’ interest in Bali cattle Sumpe, Iriani; Seseray , Daniel Y.; Widayati , Trisiwi W.; Tethool , Angelina; Sawen, Diana; Monim , Hanike; Lekitoo , Merlyn N.; Palulungan, John A.; Wajo , Mohamad Jen; Haryati, Stefani F.; Rahayu, Bernadetta W. I.
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v6i4.608

Abstract

ABSTRACT  A livestock contest is a strategic approach that can encourage improvements in maintenance quality and motivate farmers in developing their livestock. This activity was carried out in Sorong Regency, Southwest Papua, involving 30 Indigenous Papuan (OAP) farmers with a total of 50 Bali cattle. After administrative selection and health checks, 34 cattle were assessed based on morphometric parameters, Body Condition Score (BCS), estimated body weight, and maintenance management. The results showed significant variation in livestock performance and the level of adoption of maintenance practices. Farmers’ involvement in the measurement process provided direct educational experiences and increased awareness of the importance of data-based management and livestock breeding selection to improve productivity. In addition to identifying livestock individuals with superior genetic potential, the contest also encouraged a shift in farmers’ mindset toward sustainable livestock development. This model is recommended as a replicable approach for regions with similar socio-economic conditions.  Keywords: Bali cattle; husbandry management; Indigenous Papuan; livestock contest; selective breeding   ABSTRAK  Kontes ternak merupakan pendekatan strategis yang dapat mendorong peningkatan kualitas pemeliharaan dan motivasi peternak dalam mengembangkan ternaknya. Kegiatan ini dilaksanakan di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, melibatkan 30 peternak Orang Asli Papua (OAP) dengan total 50 ekor sapi Bali. Setelah seleksi administratif dan pemeriksaan kesehatan, 34 ekor sapi dinilai berdasarkan parameter morfometrik, Body Condition Score (BCS), estimasi bobot badan, dan manajemen pemeliharaan. Hasil menunjukkan variasi signifikan dalam performa ternak dan tingkat adopsi praktik pemeliharaan. Keterlibatan peternak dalam proses pengukuran menciptakan pengalaman edukatif langsung dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya manajemen -pemeliharaan dan seleksi bibit ternak untuk meningkatkan produktivitas ternak. Selain mengidentifikasi individu ternak berpotensi genetik unggul, kontes ini juga mendorong perubahan pola pikir peternak ke arah pengembangan ternak berkelanjutan. Model ini direkomendasikan sebagai pendekatan replikatif untuk wilayah dengan kondisi sosial-ekonomi serupa. Kata kunci: kontes ternak; manajemen pemeliharaan; Orang Asli Papua; pemuliaan selektif; sapi Bali
Workshop peningkatan spiritualitas istri yang cakap berdasarkan Amsal 31 : 10 - 31 bagi Ibu PW Jemaat GKI Syalom Pasifik Indah Klasis Porth Numbay: Workshop on enhancing the spirituality of a wife of noble character (Proverbs 31:10–31) for the Women’s Fellowship of the GKI Syalom Pasifik Indah Congregation, Porth Numbay Classis Ruhulessin, Cleopatriza T. F.
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v6i4.609

Abstract

ABSTRACT  Married women who serve as wives play a vital role in the family. While a wife’s roles and responsibilities cannot be equated with those of the husband as head of the household, they are equally important. A wife’s role in accompanying her husband becomes a source of motivation for the success of both husband and children, including in ministry. Becoming a wise wife is essential in both family and societal contexts. A wise wife not only manages the household well but also actively supports her husband’s work, contributes to children’s education, and safeguards family harmony. Therefore, members of the Women’s Fellowship need to recognize the importance of their role and strive to become wise wives for the good of the family and the community. This community service program (PkM) employed lecture and question–answer methods to enable the active participation of Women’s Fellowship members in developing understanding and theological implementation of the concept of a wise wife, which is reflected in sound spirituality. The importance of spirituality in a wife’s life cannot be understated. With mature spirituality, a wife can become a pillar of strength in the family, build effective communication, provide moral guidance, and strengthen family bonds. Consequently, women need to recognize the importance of cultivating spirituality within themselves to become wise wives who contribute to family well-being.  Keywords: Workshop, Spirituality, Wife, Proverbs 31, Port Numbay Classis.   ABSTRAK  Perempuan yang sudah menikah dan menjadi seorang istri memiliki peranan yang sangat penting di dalam sebuah keluarga. Peran dan tanggung jawab seorang istri dalam keluarga memang tidak dapat disamakan dengan seorang suami sebagai kepala keluarga; namun peran dan tanggung jawab  seorang  istri  dalam  keluarga  mempunyai  arti  yang  sama  pentingnya.  Peran  istri  yaitu mendampingi suaminya  akan menjadi motivasi tersendiri bagi keberhasilan suami dan anak-anak juga dalam pelayanan. Menjadi istri yang bijak adalah sebuah keharusan dalam konteks keluarga dan masyarakat. Istri yang bijak tidak hanya mampu mengelola rumah tangga dengan baik, tetapi juga berperan aktif dalam menopang kerja suami, pendidikan anak dan menjaga keharmonisan keluarga. Dengan demikian, ibu-ibu PW perlu menyadari pentingnya peran mereka dan berusaha untuk menjadi istri yang bijak demi kebaikan keluarga dan masyarakat. Pelaksanaan PkM ini menggunakan metode ceramah dan tanya jawab untuk memungkinkan partisipasi aktif ibu-ibu PW dalam  pengembangan  pemahaman  dan  implementasi teologis tentang istri yang bijak, yang akan terlihat pada spiritualitas yang baik. Pentingnya spiritualitas dalam kehidupan seorang istri tidak dapat dipandang sebelah mata. Dengan memiliki spiritualitas yang baik, seorang istri dapat menjadi pilar kekuatan dalam keluarga, membangun komunikasi yang efektif, memberikan panduan moral, dan memperkuat ikatan keluarga. Oleh karena itu, perempuan perlu menyadari pentingnya mengembangkan spiritualitas dalam diri mereka untuk menjadi istri yang bijak dan berkontribusi pada kesejahteraan keluarga. Kata Kunci : Workshop, Spiritualitas, Istri, Amsal 31, Klasis Port Numbay
Silvikultur Intensif Merbau kepada Pengelola Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Papua: Merbau Intensive Silvicultural to Forest Utilization Business Licensing (FUBL) in Papua Nugroho, Julius D.; Peday, Hans; Hendri, Hendri; Marwa, Jonni; Takim, Mutakim
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v5i1.416

Abstract

ABSTRACT  Forest Utilization Business Licensing (FUBL) in Papua has been practicing a silvicultural system for a long time, but the results are still not optimal. Various obstacles in the field such as seed preparation, nursery, planting, and maintenance are still not optimal. Not to mention the erratic fruiting time of Merbau stands and competition from seed-eating pests. This condition can affect the distribution and growth of Merbau stands. One of the reasons is that FUBL has not yet practiced the Merbau Silvicultural Intensive (SILIN) system. Merbau stands are commercial and endemic to Papua, belonging to the class I-II sturdy wood, having hard, sturdy, and durable properties. Currently, merbau is considered a valuable type of wood in the Southeast Asian region and this species is one of the leading species for the Papua region in terms of forest exploitation. This community service activity aims to increase the participants' knowledge, expertise, and understanding of the SILIN Merbau method. This PKM activity was carried out at PT. Wijaya Sentosa in Dusner Village, Kuri Wamesa District, Teluk Wondama Regency on September 5 and 6 2022. The method used in this community service program is community development practice, equipped with a participatory and educative approach with outreach, training, field practice, mentoring, and evaluation. This activity has succeeded in increasing the knowledge, understanding, skills, and independence of training participants, especially FUBL in Papua.  Keywords: FUBL; Intensive silviculture; Merbau stands   ABSTRAK Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Papua telah mempraktikkan sistem silvikultur sejak lama, tetapi hasilnya masih belum optimal. Bermacam hambatan di lapangan seperti persiapan benih, persemaian, penanaman serta pemeliharaan yang masih kurang maksimal. Belum lagi adanya waktu berbuah tegakan Merbau yang tidak menentu dan terdapatnya persaingan dengan hama pemakan biji. keadaan ini bisa mempengaruhi sebaran serta perkembangan tegakan Merbau. Salah satu penyebabnya adalah karena PBPH belum mempraktikkan sistem SILIN Merbau. Tegakan Merbau merupakan kayu komersial serta endemik Papua yang masuk kelas kokoh kayu I- II, mempunyai sifat keras, kokoh serta awet. Saat ini, merbau dianggap sebagai salah satu tipe kayu berharga di wilayah Asia Tenggara serta jenis ini ialah salah satunya jenis unggulan untuk wilayah Papua di dalam hasil pengusahaan hutan. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian serta pemahaman partisipan terhadap metode SILIN merbau. Kegiatan PKM ini dilaksanakan di PT. Wijaya Sentosa di Kampung Dusner, Distrik Kuri Wamesa, Kabupaten Teluk Wondama pada tanggal 05 dan 06 bulan September tahun 2022. Metode yang digunakan dalam program PKM ini adalah community development practice, dilengkapi pendekatan partisipatif serta edukatif dengan sosialisasi, Pelatihan, Praktik lapangan, pendampingan serta evaluasi. Kegiatan ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan, pemahaman, ketrampilan serta kemandirian partisipan pelatihan, kususnya PBPH yang terdapat di Papua. Kata kunci: PBPH; Silvikultur intensif; Tegakan merbau
Pendampingan budidaya ayam petelur dengan pakan gamallusforte sebagai upaya pencegahan stunting: Laying hen farm mentoring on the gamilusforte feed to preven stunting Astuti, Endah P.; Syah, Muhammad E.; Shanti, Elvika F. A.; Sunarsih, Tri; Astuti, Pudji; Sarmin, Sarmin; Astuti, Andriyani; Airin, Claude M.
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v5i2.436

Abstract

ABSTRACT  The poverty rate in Sumberwungu District is still high, namely 1,119 households or 17.59%. This is because the majority of people do not go to school/did not finish elementary school as many as 1,872 people, so they work as farmers, livestock breeders, artisans and agricultural laborers. This Community Service is a very strategic program to support the Sumberwungu District program. The target partner for this community service activity is the Griya Livestock Group, which is a group of breeders in the Sumberwungu District chaired by Tukino with 22 members. This activity was carried out in Sumberwungu District in the Livestock Farming Group which was carried out for 4 months. The method for implementing this service activity begins with socialization, training on livestock management and making animal feed according to Gamallusforte, implementation of Gamallusforte, operational assistance and marketing of chicken livestock products. The activity implementation phase began with program socialization which was carried out on September 20 2021 at the Sumberwungu Village Hall. After socializing the activities, the next activity was implementation of livestock management training with the result that 90% of participants' skills increased regarding how to raise livestock. Egg production continues to increase day by day. Supporting factors that can strengthen the success of community empowerment in the Griya Animal Husbandry Group: training, access to resources, capital and funding, technology and innovation, partnerships, support from related stakeholders, land area, as santri therapy: and providing PMT to wasting and under-five children stunting.  Keywords: Farm mentoring; Gamilusforte feed; Laying hen; Stunting   ABSTRAK Angka kemiskinan Kalurahan Sumberwungu masih tinggi yaitu sebanyak 1.119 Rumah Tangga atau sebesar 17,59 %. Hal ini disebabkan oleh sebagian besar masyarakat tidak sekolah/ tidak tamat SD sebanyak 1.872 jiwa, sehingga berprofesi sebagai petani, peternak, tukang dan buruh tani. Pengabdian Masyarakat ini merupakan program yang sangat strategis untuk mendukung program RPJMD/RPJM Kalurahan Sumberwungu. Mitra sasaran kegiatan pada pengabdian masyarakat ini yaitu Kelompok Griya Peternakan, merupakan kelompok peternak yang berada di Kalurahan Sumberwungu diketuai oleh Tukino dengan jumlah anggota 22 orang. Kegiatan ini dilaksanakan di Kalurahan Sumberwungu pada kelompok Griya Peternakan yang dilaksanakan selama 4 bulan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini diawali dengan melaksanakan sosialisasi, pelatihan manajemen peternakan dan pembuatan pakan ternak sesuai TTG Gamallusforte, penerapan TTG Gamallusforte, pendampingan operasional dan pemasaran hasil ternak ayam. Tahap pelaksanaan kegiatan diawali dengan sosialisasi program yang dilaksanakan pada tanggal 20 September 2021 bertempat di Balai Kalurahan Sumberwungu. Setelah sosialisasi kegiatan pelaksanaan kegiatan selanjutnya yaitu pelatihan manajemen peternakan dengan hasil 90% keterampilan peserta meningkat terkait cara berternak. Produksi telur terus meningkat dari hari ke hari. Faktor pendukung yang dapat memperkuat keberhasilan pemberdayaan masyarakat pada Kelompok Griya Peternakan: adanya pelatihan, akses terhadap sumber daya, modal dan pendanaan, teknologi dan inovasi, kemitraan, dukungan stakeholder terkait, luas lahan, sebagai terapi santri: dan memberikan PMT pada balita wasting dan stunting. Kata kunci: Ayam petelur; Gamallusforte; Pendampingan; Stunting
Program penggemukan ternak sapi potong dan pembentukan kelompok ternak armadadi Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat: Beef Cattle Fattening Program and Establishment of Fleet Cattle Groups in Mandalika Special Economic Zone, Lombok Tengah Regency Nusa Tenggara Barat Yuliani, M. Gandul Atik; Ma'ruf, Anwar; Yuliawan, Rahmat; Rochmi, Siti Eliana
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v5i3.438

Abstract

ABSTRACT  The Mandalika Special Economic Zone, located in Central Lombok district, West Nusa Tenggara province, is expected to accelerate the tourism sector on the island of Lombok. The Mandalika KEK has potential and advantages that can be developed into an environmentally friendly tourism area. Tourist objects and tourist attractions are expected to always be oriented towards preserving environmental values ​​and quality in society. This increase in the tourism sector will be followed by an increase in the food sector and beef cattle farming is one of them. This Community Service Activity was carried out on Sunday 13 August 2023 at the Reading Corner room managed by Karang Taruna, Pujut District, Central Lombok Regency, West Nusa Tenggara Regency. Approximately 50 breeders around the location attended. This meeting also formed a Breeders Community called "ARMADA" which is an abbreviation of Airlangga-Mandalika, through this community the Community Service team will also provide sustainable guidance to beef cattle breeders. This technology transfer is also realized by the application of giving Dodol Temulawak which is able to increase the level of productivity of beef cattle because it has several benefits, apart from being able to eradicate worms, it can also increase the immune system of beef cattle. Based on the results of the implementation and the enthusiasm of the target community, it can be concluded that the implementation of the activity was able to increase the knowledge and skills of breeders in terms of handling disease cases and the use of Dodol Temulawak in the Mandalika Special Economic Zone area.  Keywords: Beef cattle; Curcuma; Mandalika; Youth organization   ABSTRAK Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika terletak di kabupaten Lombok Tengah propinsi Nusa Tenggara Barat diharapkan dapat mengakselerasi sector Pariwisata di pulau Lombok. KEK Mandalika mempunyai potensi dan keunggulan yang bias dikembangkan menjadi daerah pariwisata yang berwawasan lingkungan. Obyek-obyek wisata dan daya tarik wisata diharapkan selalu berorientasi pada kelestarian nilai dan kualitas lingkungan hidup yang ada di masyarakat. Peningkatan sektor pariwisata ini akan diikuti dengan peningkatan sector pangan dan Peternakan sapi potong adalah salah satunya.  Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini telaah dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 13 Agustus 2023 bertempat di ruang Pojok Baca yang dikelola Karang Taruna Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Kabupaten Nusa Tenggara Barat. Dihadiri kurang lebih 50 peternak disekitar lokasi. Pertemuan ini juga membentuk suatu Komunitas Peternak yang dinamakan “ARMADA” yang merupakan singkatan dari Airlangga-Mandalika, melalui komunitas ini tim Pengabdian Kepada Masyarakat juga akan melakukan pembinaan kepada para peternak sapi potong secara sustainable. Alih teknologi ini, juga diwujudkan dengan aplikasi pemberian Dodol Temulawak yang mampu  memacu tingkat produktivitas  sapi potong karena mempunyai beberapa khasiat selain mampu memberantas cacing juga bisa untuk meningkatkan kekebalan tubuh sapi potong. Berdasarkan hasil pelaksanaan dan antusiasme masyarakat sasaran dapat disimpulkan Pelaksanaan Kegiatan  mampu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peternak dalam hal penanganan kasus-kasus penyakit dan pemanfaatkan dodol Temulawak di wilayah Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika. Kata kunci: Karang taruna; Mandalika; Sapi potong; Temulawak