cover
Contact Name
Priyo Sambodo
Contact Email
igkojei@unipa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
igkojei@unipa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Peternakan, Universitas Papua Jalan Gunung Salju, Amban, Manokwari, Papua Barat - 98314
Location
Kab. manokwari,
Papua barat
INDONESIA
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by Universitas Papua
ISSN : 27468656     EISSN : 27468666     DOI : https://doi.org/10.46549/igkojei
Articles cover the results of community service and empowerment activities related to the application of science and technology (IPTEK) from various fields of sciences and have relevance to the fields of human development, management of rural and coastal areas with local wisdom, economic development, entrepreneurship, cooperatives, creative industries, micro small and medium enterprises (UMKM) including agriculture and veterinary, engineering, education, social humanities, socio-economics, computers, and health. This journal was first published in 2020. This journal was published 3 times a year, in February, June and October.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 143 Documents
Status Reproduksi Ternak dan Pelayanan Kesehatan Hewan Paska Penyakit Mulut dan Kuku di Kecamatan Jatinom Klaten: Livestock Reproduction Status and Animal Health Services After Foot and Mouth Disease in Jatinom District Klaten Wibisono, Freshinta Jellia; Candra, Adhitya Yoppy Ro; Wirjaatmadja, Roeswandono
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v5i1.442

Abstract

ABSTRACT  Foot and mouth disease is a disease that has a big impact on economic sector of livestock farmers. Foot-and-mouth disease outbreaks result in increased livestock deaths, decreased livestock production, body weight, and livestock reproductive health. Cattle are one of the livestock animals that support meat self-sufficiency and also included in the ruminant livestock group. It can convert low nutritional value feed into high nutritional value food. The meat demand continues increase over tim, thus it needs to be supported by an adequate increase in livestock population. The good reproductive status checks and adequate health services for livestock are needed to ensure the livestock population. This community service regarding the reproductive health status of livestock is important to provide education to the farmers. This community service targets livestock groups in Jatianom District, Klaten Regency. The results showed  the reproductive status of livestock in the Tani Makmur and Lembu Suro groups, were quite good. Implementation of communication, information and education on farmers' understanding of foot-and-mouth disease can be carried out as an effort to prevent and treat reproductive disorders in brooms with the aim of increasing pregnancy rates, reproductive performance and reducing livestock mortality rates. Keywords: Animal health; Cattle; Disease   ABSTRAK Penyakit mulut dan kuku merupakan penyakit yang memiliki dampak yang cukup besar pada peternak, terutama dibidang ekonomi. Wabah penyakit mulut dan kuku berdampak pada peningkatan kematian ternak, penurunan produksi ternak, penurunan berat badan, dan penurunan kesehatan reproduksi ternak. Ternak sapi merupakan salah satu hewan ternak yang dapat dipelihara secara intensif guna mendukung swasembada daging. Sapi juga termasuk kedalam kelompok ternak ruminansia yang dapat mengubah pakan yang memiliki nilai nutrisi rendah menjadi bahan pangan yang memiliki nilai nutrisi tinggi. Kebutuhan akan daging terus meningkat seiring berjalannya waktu sehingga perlu ditunjang dengan peningkatan populasi ternak yang memadai. Namun kebutuhan akan peningkatan populasi sapi perlu ditunjang dengan pemeriksaan status reproduksi yang baik serta pelayanan kesehatan yang memadai pada ternak. Sehingga pengabdian masyarakat mengenai status kesehatan reproduksi ternak, penting dilakukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat peternak. Pengabdian kepada masyarakat ini menyasar pada kelompok ternak yang berada di Kecamatan Jatianom, Kabupaten Klaten. Dari hasil pemeriksaan status reproduksi ternak pada kelompok Tani Makmur dan Lembu Suro menunjukkan hasil reproduksi yang cukup baik. Pelaksanaan komunikasi, informasi, dan edukasi pada pemahaman peternak terhadap penyakit mulut dan kuku dapat dilakukan sebagai upaya untuk pencegahan dan penanganan gangguan reproduksi pada sapi yang bertujuan dalam upaya peningkatan tingkat kebuntingan, performa reproduksi dan penurunan tingkat kematian ternak. Kata kunci: Kesehatan hewan; Penyakit; Sapi
Pelatihan Komunikasi Pemasaran sebagai Media Promosi untuk Produk Usaha Mikro Kecil di Surabaya: Training in Marketing Communication as a Promotional Media for Micro and Small Business Products in Surabaya Soebandhi, Santirianingrum; Wahyudiono, Wahyudiono; Aditya, Dana
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v5i1.443

Abstract

ABSTRACT  This community service aims to provide training on the use of social media and conventional media to micro and small business actors after the Covid-19 pandemic. This training was attended by 20 participants who live in Surabaya and surrounding areas, especially those engaged in small industrial and craft businesses. When providing practical material using digital-based social media such as the TikTok application, practicality and effectiveness are the main considerations. The training method consists of three stages, namely: a) identifying the characteristics of micro and small business actors, b) designing a training model, and c) carrying out training that includes material on conventional media and social media. The training results showed that participants were very enthusiastic in the marketing communications aspect, especially in the use of social media. This is because marketing is still the main obstacle for micro and small businesses. Understanding social media and using it for business development is a suitable alternative in the current era because social media has a wider scope, is easy to use, and is effective without the limitations of space, time, and place. Therefore, optimizing the use of social media is a step that must be spread on a large scale, so that micro and small businesses can improve customer service, expand product reach, and encourage natural and sustainable marketing growth.  Keywords: Business; Communication; Growth; Marketing; Media   ABSTRAK Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan tentang penggunaan media sosial dan media konvensional kepada pelaku usaha mikro kecil setelah pandemi Covid-19. Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta yang berdomisili di Surabaya dan sekitarnya, terutama yang bergerak dalam usaha industri kecil dan kerajinan. Saat memberikan materi praktik menggunakan media sosial berbasis digital seperti aplikasi TikTok, aspek kepraktisan dan efektivitas menjadi pertimbangan utama. Metode pelatihan terdiri dari tiga tahapan, yaitu: a) mengidentifikasi karakteristik pelaku usaha mikro kecil, b) merancang model pelatihan, dan c) melaksanakan pelatihan yang mencakup materi tentang media konvensional dan media sosial. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta sangat antusias dalam aspek komunikasi pemasaran, terutama dalam penggunaan media sosial. Hal ini karena pemasaran masih menjadi kendala utama bagi pelaku usaha mikro kecil. Memahami media sosial dan menggunakannya untuk pengembangan usaha menjadi alternatif yang sesuai di era saat ini, karena media sosial memiliki cakupan yang lebih luas, mudah digunakan, dan efektif tanpa terbatas oleh batasan ruang, waktu, dan tempat. Oleh karena itu, optimalisasi penggunaan media sosial menjadi langkah yang harus diperluas secara besar-besaran, sehingga pelaku usaha mikro kecil dapat meningkatkan pelayanan konsumen, memperluas jangkauan produk, dan mendorong pertumbuhan pemasaran secara alami dan berkelanjutan. Kata kunci: Komunikasi; Media; Pemasaran; Pertumbuhan; Usaha
Resistensi Persekutuan Kaum Wanita (PW) Jemaat GKI Bait – Lahim Klasis Kokas dalam Memberdayakan Komuditas Primadona (Buah Pala) Masyarakat Lokal: Women's Association (PW) Resistance of the GKI Bait – Lahim Kokas Congregation in Empowering Primadona Commudities (Nuts) in Local Communities Thonia Florence Ruhulessin, Cleopatriza
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v5i1.444

Abstract

ABSTRACT  The GKI Bait-Lahim Kokas congregation is in Fak-Fak Regency, Southwest Papua Province, Teluk Patipi District, Adora Village – Us. Fak-fak Regency is known as a district that grows a lot of nutmeg trees. In the cosmology of the Fak-Fak people, the nutmeg tree is believed to be like a mother who gives birth to life. The origin of the existence of nutmeg, in the local language called Henggi Thomantin in Fak-Fak, is through three birds, namely, the kum-kum bird, the taon-taon bird and the forest dove. These three birds eat nutmeg seeds from other places and carry the nutmeg seeds and then release them in several forests around the Fak-Fak area, then the nutmeg seeds grow in the Fak-Fak forest. Since the discovery of the nutmeg plant, they consider that the nutmeg plant is a gift that God has given them in their lives. Nutmeg can bear fruit and this nutmeg has high economic value starting from the fruit, seeds and flowers which can guarantee all their needs. Like nutmeg syrup which is made from nutmeg fruit, it is a traditional food with a high cultural taste, so nutmeg is considered to be able to give life to people from generation to generation. One of the retentions carried out to maintain the religious and economic cultural value of this local commodity is training in making nutmeg syrup for the women's fellowship at the GKI Bait-Lahim Kokas congregation. Keywords: Congregational economy; Henggi thomantin; Syrup   ABSTRAK Jemaat GKI Bait-Lahim Kokas berada di Kabupaten Fak-Fak, Provinsi Papua Barat Daya, Distrik Teluk Patipi, Kampung Adora – Us. Kabupaten Fak-Fak dikenal sebagai kabupaten yang banyak ditumbuhi pohon Pala. Dalam kosmologi orang Fak-Fak, pohon Pala dipercayai seperti ibu yang melahirkan kehidupan. Asal usul adanya Pala, dalam bahasa lokal disebut Henggi Thomantin di Fak-Fak, melalui tiga ekor burung diantaranya, burung kum-kum, burung taon-taon dan burung merpati hutan. Ketiga burung inilah yang memakan biji Pala dari tempat lain dan membawa biji Pala tersebut lalu melepaskannya di beberapa hutan sekitar daerah Fak-Fak kemudian biji-biji Pala itu tumbuh di hutan Fak-Fak. Sejak ditemukan tanaman pala ini maka masyarakat menganggap bahwa tanaman pala merupakan anugerah yang Tuhan berikan dalam kehidupan masyarakat. Pala bisa berbuah dan buah pala ini memiliki nilai ekonomi tinggi mulai dari buah, biji, dan bunga yang dapat menjamin segala kebutuhan masyarakat. Seperti sirup pala yang terbuat dari buah pala sebagai pangan tradisional yang bercita rasa budaya tinggi, Sehingga pala dinilai dapat memberi kehidupan kepada masyarakat secara turun-temurun. Salah satu resitensi yang dilakukan untuk mempertahankan nilai kultur religi dan ekonomi dari komuditas lokal ini adalah pelatihan pembuatan sirup pala kepada persekutuan wanita di jemaat GKI Bait-Lahim Kokas. Kata kunci: Ekonomi jemaat; Henggi thomantin; Sirup
Introduksi Fermentasi Jerami Padi untuk Meningkatkan Produktivitas Ternak Sapi di Kelurahan Naioni, Kota Kupang: Introduction of Rice Straw Fermentation to Improve the Productivity of Cattle in Naioni Village, Kupang City Randu, Melkianus Dedimus Same; Canadianti, Monica; Yuliani, Ni Sri; Anugrah, Dedet S. R.; Tabun, Arnold Christian; Wea, Redempta; Tulle, Defrys Ridolof
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v5i1.445

Abstract

ABSTRACT  Rice straw fermentation is one of the feed technologies that can be utilized to reduce agricultural waste, improve feed quality, and increase the productivity of ruminants. Rice straw fermentation was introduced into the Community Science and Technology Implementation (PIM) program to optimize the utilization of agricultural waste for animal feed, mitigate pollution arising from burning, and enhance knowledge and technical expertise in feed processing. The implementation strategy involved a four-pronged approach: analyzing partner challenges, conducting counseling sessions and demonstration plots, providing ongoing mentorship, and implementing an evaluation and feedback loop. The PIM activities were implemented with the Ingat Aku farmer group in Naioni Village, Alak District, Kupang City. The results revealed positive changes in knowledge (3.57), attitude (4.79), and intention and behavior (4.57) of the farmer group members regarding the utilization of agricultural waste, specifically the production of fermented rice straw to support their existing paronisation activities.  Keywords: Feed technology; Fermentation; Paronisation   ABSTRAK Fermentasi jerami padi merupakan salah satu bentuk teknologi pakan yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi limbah pertanian, meningkatkan kualitas pakan, serta mempercepat peningkatan produktivitas ternak ruminansia. Fermentasi jerami padi yang diintroduksi dalam kegiatan Penerapan Iptek Masyarakat (PIM) bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak, meminimalkan polusi akibat pembakaran, serta meningkatkan pengetahuan maupun keterampilan teknis dalam pengolahan pakan. Metode pelaksanaan diterapkan melalui analisis situasi permasalahan mitra, penyuluhan dan demonstrasi plot (demplot), pendampingan, serta evaluasi dan umpan balik. Kegiatan PIM dilaksanakan pada kelompok peternak Ingat Aku di Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan terhadap aspek pengetahuan (3,57), sikap (4,79), serta niat dan perilaku (4,57) anggota kelompok peternak untuk memanfaatkan limbah pertanian khususnya hasil produksi fermentasi jerami padi dalam menunjang kegiatan paronisasi yang dilakukan saat ini. Kata kunci: Fermentasi; Paronisasi; Teknologi pakan
Perkembangan penyakit mulut kuku dan lumpy skin disease pada peternakan rakyat di wilayah Kabupaten Gunung Kidul: The progress of foot mouth disease and lumpy skin disease on folk farming in the Gunung Kidul District Area Guntari, Guntari Titik Mulyani; Indarjulianto, Soedarmanto; Widiyono, Irkham; Tjahajati, Ida; Wuryastuty, Hastari; Purnamaningsih, Hary; Yanuartono, Yanuartono; Raharjo, Slamet; Datrianto, Dwi S.; Widyastuti, Retno
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v5i2.447

Abstract

ABSTRACT  Foot and mouth disease (FMD) and Lumpy Skin Disease (LSD) have been designated as an infectious disease outbreak in livestock in Indonesia. The spread of this case has reached most farms in Indonesia, including livestock warehouses in the Special Region of Yogyakarta, namely Gunung Kidul district. The aim of this activity is to monitor and handle cases of PMK and LSD in Semanu, Playen and Panggang in Gunung Kidul Regency. This community service activity was carried out jointly with the Semanu, Playen and Panggang health centers in Gunung Kidul Regency, the Department of Internal Medicine, FKH UGM, and large animal internal clinic co-assistance students from the PPDH FKH UGM study program. Based on reports from breeders who entered the Puskeswan in June and July 2023, clinical trials were carried out on livestock and livestock treatment. In the Semanu area there was a decrease in FMD cases from one case to no cases, for LSD cases there was also a decrease from 10 to 6 cases. The decline in FMD cases also occurred in Playen District, from one case to zero cases, while LSD cases increased from five cases to seven cases. FMD cases increased in Panggang sub-district from one case to two cases, and LSD cases decreased from 22 to 4 cases. The conclusion from this activity is that cases of FMD and LSD are still found in the Semanu, Playen and Panggang Districts, but are decreasing. Treatment of sick animals and vaccination of healthy animals is the advice given.  Keywords: Gunung Kidul; LSD; Livestock; PMK   ABSTRAK Penyakit mulut dan kuku (PMK) telah ditetapkan sebagai wabah penyakit menular pada peternakan di Indonesia. Bersamaan dengan kejadian PMK, juga ditemukan penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) di Provinsi Riau pada Februari 2022. Penyebaran kasus ini telah mencapai di sebagian besar peternakan di wilayah Indonesia, termasuk gudang peternakan di  Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu kabupaten Gunung Kidul.  Tujuan kegiatan ini adalah untuk monitoring dan penanganan kasus PMK dan LSD di Semanu, Playen dan Panggang di Kabupaten Gunung Kidul. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bersama sama dengan puskeswan Semanu, Playen dan Panggang Kabupaten Gunung Kidul, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKH UGM, dan mahasiswa koasistensi klinik interna hewan besar prodi PPDH FKH UGM. Dari laporan peternak yang masuk ke Puskeswan pada bulan Juni dan Juli 2023,  dilakukan uji klinis pada ternak dan pengobatan ternak. Di wilayah Semanu terjadi penurunan kasus PMK dari satu kasus  menjadi tidak ada kasus,  untuk kasus LSD juga terjadi penurunan dari 10 menjadi 6 kasus. Penurunan kasus PMK juga terjadi di Kecamatan Playen, yaitu satu kasus menjadi nol kasus, sedangkan kasus LSD meningkat dari lima kasus menjadi tujuh kasus. Kasus PMK meningkat di kecamatan Panggang dari satu kasus menjadi dua kasus, dan kasus LSD menurun dari 22 menjadi 4 kasus. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah masih ditemukan kasus PMK dan LSD masih terjadi di Kecamatan Semanu, Playen, dan Panggang, namun mengalami penurunan. Pengobatan terhadap hewan yang sakit dan vaksinasi terhadap hewan yang sehat adalah saran yang diberikan. Kata kunci: Gunung Kidul; LSD; PMK; Ternak
Pelaksanaan program 3S (Seiri, Seiton dan Seiso) di Hatchery Larva Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Desa Rhee, Kabupaten Sumbawa: Program of 3S (Seiri, Seiton and Seiso) at Larvae Vaname Shrimp (Litopenaeus vannamei) Hatchery in Rhee Village, Sumbawa Regency Saomadia, Baiq T.; Rahmadani, Thoy Batun Citra; Diniariwisan, Damai; Affandi, Rangga I.; Sumsanto, Muhammad; Setyono, Bagus D. H.; Diamahesa, Wastu A.
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v5i2.448

Abstract

ABSTRACT  The purpose of implementing the 3S program (seiri, seiton and seiso) in the vannamei shrimp larvae (Litopenaeus vannamei) cultivation environment is to maintain the facilities used and maintain the cleanliness in the production environment. This activity involves students and also employees in the shrimp larvae production area. The facilities used in the production process such as the tools and materials needed need to be maintained, especially in the aspect of cleanliness of tools and materials so that the production process runs well. Tools and materials that are left without special treatment can trigger virus attacks or harmful bacterial attacks which will have a negative impact on shrimp larvae that can cause death and losses for farmers. The 3S program is carried out in stages starting from seiri, seiton, then seiso by involving students and staff/employees in the production area. The results obtained are the orderly and complete tools and materials used in production activities and the tools and materials used are cleaner so they are suitable for use.  Keywords: Facilities; Seiri; Seiton; Seiso   ABSTRAK Tujuan dilaksanakan program 3S (seiri, seiton dan seiso) di lingkungan budidaya larva udang vaname (Litopenaeus vannamei) untuk menjaga fasilitas yang digunakan serta menjaga kebersihan yang ada pada lingkungan sektar produksi. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dan juga karyawan yang ada di area produksi larva udang. Fasilitas yang digunakan dalam proses produksi seperti alat dan bahan yang dibutuhkan perlu untuk dijaga terutama dalam aspek kebersihan alat dan bahan agar proses produksi berjalan dengan baik. Alat dan bahan yang dibiarkan tanpa adanya perlakuan khusus dapat memicu terjadinya serangan virus atau serangan bakteri berbahaya yang akan berdampak buruk terhadap larva udang hingga dapat menyebabkan kematian dan kerugian bagi pembudidaya. Program 3S ini dilaksanakan secara bertahap mulai dari seiri, seiton, kemudian seiso dengan meilbatkan mahasiswa dan staf/karyawan yang ada di area produksi. Hasil yang diperoleh ialah tertatanya dan terlengkapinya alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan produksi serta alat dan bahan yang digunakan lebih bersih sehingga layak untuk digunakan. Kata kunci: Fasilitas; Seiri; Seiton; Seiso
Pemberdayaan petani lokal melalui pelatihan pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati kepada kelompok tani Suku Meyah: Empowering local farmers through training on making organic fertilizer and organic pesticides for the Meyah Tribe Farmer Groups Rumainum, Inna Martha; Tuhumena, Veronica L.; Mariay, Ivonne F.; Budiyono, Budiyono; Karamang, Syukur; Andriyani, Liz Y.; Purnomo, D. Wasgito; Chadikun, Paulus; Wamafma, Ilona M.
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v5i2.450

Abstract

ABSTRACT  Farmers from the Meyah tribe have the potential for empowerment in the context of agricultural development in the West Papua region. The aim of this training is to provide an understanding of organic farming and improve the ability of farmers from the Meyah tribe in making organic fertilizers and organic pesticides. The methods used in this training are discussion and practice. In the discussion session, the PKM Faperta team presented material on horticultural plant cultivation, organic farming, flower and fruit stimulation, as well as organic fertilizers and organic pesticides. Participants were very enthusiastic about listening to the material presented and asked many questions related to the obstacles faced in farming. In the practical session, participants were facilitated to make organic pesticides made from soursop leaves and garlic. Then proceed with making organic goat manure fertilizer. Both methods were very effective because they aroused enthusiasm in the community which could be seen from response given.  Keywords: Farmers; Meyah tribe; Organic fertilizer; Organic pesticide   ABSTRAK Petani asal suku Meyah memiliki potensi pemberdayaan dalam rangka pengembangan pertanian di wilayah Papua Barat. Tujuan dari pelatihan ini ialah untuk memberikan pemahaman tentang pertanian organik dan meningkatkan kemampuan petani asal suku Meyah dalam membuat pupuk organik dan pestisida nabati. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini ialah diskusi dan praktek. Pada sesi diskusi, tim PkM Faperta menyajikan materi tentang budidaya tanaman hortikultura, pertanian organik, perangsangan bunga dan buah, serta pupuk organik dan pestisida nabati. Peserta sangat antusias menyimak materi yang disajikan dan memberikan banyak pertanyaan terkait kendala yang dihadapi dalam bercocoktanam. Pada sesi praktek, peserta difasilitasi untuk membuat pestisida nabati berbahan baku daun sirsak dan bawang putih. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan pupuk organik kotoran kambing. Kedua metode yang dilakukan sangat efektif karena membangkitkan antusiasme masyarakat yang dapat dilihat dari respon yang diberikan. Kata kunci: Petani; Pestisida nabati; Pupuk organik; Suku Meyah  
Penyuluhan motivasi belajar dan pembagian alat tulis kepada siswa sekolah dasar di Kampung Sairo, Distrik Manokwari Utara: Counseling on learning motivation and distribution of stationary to primary school students in Sairo Vilage, North Manokwari District Santoso, Budi; Nunaki, Jan H.; Rumatumia, Zainudin; Ick, Loisa A.; Inggesi, Barsalina J.
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v5i2.451

Abstract

ABSTRACT  The success of the educational process is largely determined by teachers, students and the school environment. In the learning process, learning motivation is a very important dynamic aspect. The aim of this counseling was to provide motivation/encouragement for learning and at the same time provide stationery assistance which aims to support the learning process for students at SD Inpres 61 Mandopi, Sairo Village. This counseling was carried out at the Inpres 61 Mandopi Elementary School, Sairo Village, North Manokwari District. This activity was attended by 29 people consisting of 27 students and 2 teachers. This activity was carried out in 2 stages, namely the preparation stage and the counseling stage. Counseling was carried out using lecture and discussion methods using visual media tools, point slides and videos. The results of the activity showed that the counseling participants were very enthusiastic about participating in this activity, which was indicated by the activeness of the students when answering several questions from the Service Team. To obtain optimal learning results, teachers are required to be creative in generating student learning motivation. At the end of the activity, stationery assistance was handed over to the head of school and distribution of stationery to students. It was concluded that the counseling activities carried out at the Inpres 61 Mandopi Primary School, Sairo Village had run smoothly and received a positive and enthusiastic response from teachers and students participating in the counseling. Motivation is one of the factors that influences student success in the learning process.  Keywords: Counseling; Motivation; Sairo; Study; Student   ABSTRAK Keberhasilan proses pendidikan sangat ditentukan oleh guru, siswa dan lingkungan sekolah. Pada proses pembelajaran motivasi belajar merupakan salah satu aspek dinamis yang sangat penting.  Tujuan penyuluhan ini adalah memberikan motivasi/dorongan belajar dan sekaligus memberikan bantuan alat tulis yang bertujuan untuk mendukung proses pembelajaran bagi siswa/siswi di SD Inpres 61 Mandopi, Kampung Sairo.  Penyuluhan ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Inpres 61 Mandopi Kampung Sairo, Distrik Manokwari Utara.  Kegiatan ini diikuti 29 orang terdiri atas 27 orang siswa dan 2 orang guru.  Kegiatan ini dilaksanakan melalui 2 tahap yaitu tahap persiapan dan tahap penyuluhan.  Penyuluhan dilakukan menggunakan metode ceramah dan diskusi dengan menggunakan alat bantu media visual berupa slide power point dan video.  Hasil kegiatan menunjukkan peserta penyuluhan sangat antusias mengikuti kegiatan ini yang diindikasikan dengan keaktifan siswa/siswi ketika menjawab beberapa pertanyaan dari Tim Pengabdi.  Untuk memperoleh hasil belajar yang optimal, guru dituntut kreatif membangkitkan motivasi belajar siswa.  Pada akhir kegiatan dilakukan penyerahan bantuan alat tulis kepada kepala sekolah dan pembagian alat tulis kepada siswa.  Disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan di Sekolah Dasar Inpres 61 Mandopi, Kampung Sairo telah berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan positif dan antusias dari guru dan siswa/siswi peserta penyuluhan. Motivasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran. Kata kunci: Belajar; Motivasi; Penyuluhan; Sairo; Siswa
Mendukung konservasi penyu di Pantai Distrik Manokwari Utara melalui program KKN-PPM: Supporting turtle conservation on the Beaches of North Manokwari District Through the KKN-PPM program Boli, Paulus; Purba, Gandi Y. S.; Allo, Alberto
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v5i3.460

Abstract

ABSTRACT  The problem faced by the society of Mubraidiba Village for a long time has been catching turtles. The caught turtles are used for the family's protein needs and some are sold as family income and are also preserved to be used as wall decorations. This has resulted in the number of turtles decreasing over time. The purpose of the KKN-PPM program is to implement the knowledge that students have in carrying out turtle conservation together with the Manduni Putra Joint Business Group and the community of Mubraidiba village on the coast of North Manokwari District. Implementation of this activity consists of 1) potential mapping and problem identification; 2) preparation of program and activity plans; and 3) program socialization. The program will be implemented for two months (19 June -15 August 2020). The results of the monitoring did not find any turtles landing on Astelin Beach, Mubraidiba Village, so activities continued on Muara Prafi Beach, where quite a lot of turtles were still landing because the environmental conditions were still natural. Egg transfer activities were carried out twice on July 20 and July 22, 2020, with 114 green turtles and 102 olive ridley turtles. Hatching success was 94.2% and hatchling rearing success was 78.4%. The number of hatchlings released into the sea was 80, this activity was a form of outreach to the community of Mubraidiba Village and surrounding villages.  Keywords: Turtle Conservation; Mubraidiba Village; Community Outreach; Egg Relocation; KKN-PPM    ABSTRAK Permasalahan yang dihadapi masyarakat Kampung Mubraidiba sejak dahulu telah melakukan penangkapan penyu. Penyu yang ditangkap dimanfaatkan untuk kebutuhan protein keluarga dan sebagian dijual sebagai pendapatan keluarga dan juga diawetkan untuk dijadikan hiasan dinding. Hal ini mengakibatkan jumlah penyu mengalami penurunan dari waktu ke waktu. Tujuan program KKN-PPM adalah mengimplementasikan pengetahuan yang dimiliki mahasiswa melakukan konservasi penyu bersama dengan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Manduni Putra dan masyarakat Kampung Mubraidiba di pesisir pantai Distrik Manokwari Utara. Pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari: 1) pemetaan potensi dan identifikasi masalah; 2) penyusunan rencana program dan kegiatan; 3) sosialisasi program. Pelaksanaan program selama dua bulan (19 Juni -15 Agustus 2020). Hasil monitoring tidak menjumpai penyu yang mendarat di Pantai Astelin Kampung Mubraidiba, sehingga kegiatan dilanjutkan di Pantai Muara Prafi yang masih cukup banyak penyu yang mendarat karena kondisi lingkungan masih alami. Kegiatan pemindahan telur dilakukan 2 kali tanggal 20 Juli dan 22 Juli 2020, penyu hijau sebanyak 114 butir dan penyu lekang 102 butir. Sukses penetesan sebesar 94,2% dan sukses pemeliharaan tukik 78,4%. Jumlah tukik yang dilepas liarkan ke laut sebanyak 80 ekor, kegiatan ini sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat Kampung Mubraidiba dan kampung sekitarnya. Kata kunci: Konservasi Penyu; Kampung Mubraidiba; Penyuluhan Masyarakat; Pemindahan Telur; KKN-PPM
Upaya dasar pencegahan stunting di Distrik Yaffi, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua: Basic Efforts of Stunting Prevention in Yaffi District, Keerom Regency, Papua Province Girik Allo, Albertus; Tubur , Herman Wafom; Mentansan , George; Yuminarti , Umi; Widati , Agatha Wahyu; Sonbait , Lukas Yowel; Uria , Darmawanto; Rachim , Armansyah; Girik Allo , Caecilia Bintang; Paranoan , Nicea Roona
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v5i3.478

Abstract

ABSTRACT  Stunting is a condition where toddlers experience prolonged malnutrition, resulting in growth disturbances manifested by shorter height compared to age standards. Stunting receives significant attention from the government because it not only affects a child's height but can also impact cognitive functions and lead to health problems such as diabetes, high blood pressure, and other health issues. In 2022, stunting in Indonesia reached 22.6%, a figure that remains high compared to the target of the National Medium-Term Development Plan (RPJMN), which is 14%. Papua Province is among the top three provinces with a high prevalence of stunted toddlers, reaching 34.6%. Papua Province consists of several districts, one of which is Keerom District with a prevalence of stunted toddlers at 25.9%. ne of the influencing factors is the community's lack of awareness about stunting, including its symptoms, impacts, and prevention methods. Therefore, a team conducted awareness campaigns through lectures with the assistance of posters/leaflets as media to village chiefs and several community figures in one of the districts in Keerom District, namely Yaffi District. The team conducted the campaign in 7 villages in Yaffi District, namely Yabanda Village, Jifanggri Village, Yuruf Village, Amgotro Village, Fefenumbun Village, Akarinda Village, and Manggoapi Village. The total participants in the campaign were 73 household. Village chiefs and community figures showed great enthusiasm in participating in the campaign and expressed hope that the campaign would continue to reach the broader community.  Keywords: Stunting; Malnutrition; Awareness Campaign; Keerom District; Yaffi District   ABSTRAK Stunting merupakan kondisi balita kurang gizi dalam jangka waktu yang lama sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan berupa tinggi badan lebih pendek dari standar usia. Stunting mendapatkan perhatian yang besar dari pemerintah karena stunting tidak hanya berdampak pada tinggi badan anak tetapi dapat berdampak pada kognitif hingga dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti diabetes, darah tinggi, dan masalah kesehatan lainnya. Pada tahun 2022, stunting di Indonesia mencapai 22,6%. Angka yang masih tinggi jika dibandingkan dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), yaitu 14%. Provinsi Papua masuk dalam tiga besar provinsi dengan prevalensi balita stunting yang tinggi, yaitu 34,6%. Provinsi Papua terdiri dari beberapa Kabupaten/Kota, salah satunya adalah Kabupaten Keerom yang memiliki prevalensi balita stunting sebesar 25,9%. Salah satu faktor yang memengaruhi adalah ketidaktahuan masyarakat terhadap stunting mulai dari gejala, dampak, dan cara mencegahnya. Oleh karena itu, tim membuat sosialisasi berupa ceramah dengan bantuan poster/leaflet sebagai media kepada kepala kampung dan beberapa tokoh masyarakat pada salah satu distrik di Kabupaten Keerom, yaitu Distrik Yaffi. Tim melakukan sosialisasi pada 7 kampung di Distrik Yaffi, yaitu Kampung Yabanda, Kampung Jifanggri, Kampung Yuruf, Kampung Amgotro, Kampung Fefenumbun, Kampung Akarinda, dan Kampung Manggoapi. Total peserta yang mengikuti sosialisasi adalah 73 rumah tangga. Kepala kampung dan tokoh masyarakat sangat antusias mengikuti sosialisasi dan memberikan harapan bahwa sosialisasi dapat terus dilakukan hingga ketingkat masyakarat. Kata kunci: Stunting; Malnutrisi; Kampanye Kesadaran; Kabupaten Keerom; Distrik Yaffi