Psikoborneo : Jurnal Ilmiah Psikologi
PSIKOBORNEO : Jurnal Ilmiah Psikologi is a peer-reviewed journal which is published by Mulawarman University, East Kalimantan publishes biannually in March, June, September and December. This Journal publishes current original research on psychology sciences using an interdisciplinary perspective, especially within Organitational and Industrial Psychology, Clinical Psychology, Educational Psychology, and Experimental Psychology Studies. PSIKOBORNEO : Jurnal Ilmiah Psikologi published regularly quarterly in March, June, September, and December. The purpose of this journal is to disseminate ideas and results of research conducted by universities, particularly Psychology Studies, Faculty of Social and Political Sciences at Mulawarman University, which can be applied in society. PSIKOBORNEO : Jurnal Ilmiah Psikologi contains a variety of activities carried out both internally by the Social Sciences Mulawarman University or from externally in handling and overcoming various problems that occur in society by applying science and technology which can then be beneficial to improve the welfare of the society.
Articles
933 Documents
Hubungan Antara Loneliness Dengan Problematic Internet Use Pada Mahasiswa Selama Masa Pandemi Covid-19
Richard Noya;
Christiana Hari Soetjiningsih
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 3 (2022): Volume 10, Issue 3, September 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i3.8755
The Internet has a positive impact on daily use but if it is misused it can have a negative impact, namely problematic internet use (PIU). One of the causes of PIU is loneliness. The purpose of this study was to determine the relationship between loneliness and PIU for Faculty of Psychology UKSW students during the COVID-19 pandemic. Participants in this research are 122 Faculty of Psychology UKSW students. The measuring instrument used is the GPIUS Version 2 and UCLA Loneliness Scale Version 3. The results show that there is a positive relationship between loneliness and problematic internet use. The product moment results obtained are r = 0.246, and the significance value is 0.003 (p <0.05). That is, the higher the loneliness felt by students, the higher the problematic internet use experienced by students. On the other hand, the lower the loneliness, the lower the problematic internet use experienced. Internet memiliki dampak positif dalam penggunaannya sehari-hari tetapi jika disalahgunakan dapat memberikan dampak negatif yaitu problematic internet use (PIU). Salah satu faktor penyebab problematic internet use adalah loneliness. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara loneliness dan problematic internet use pada mahasiswa Fakultas Psikologi UKSW selama masa pandemi COVID-19. Partisipan penelitian ini adalah 122 orang mahasiswa Fakultas Psikologi UKSW. Alat ukur yang digunakan yaitu Generalized Problematic Internet Use Scale Version 2 dan UCLA Loneliness Scale Version 3. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan positif antara loneliness dengan problematic internet use. Hasil product moment yang diperoleh adalah r = 0,246, dan nilai signifikansi sebesar 0,003 (p<0,05). Artinya, semakin tinggi loneliness yang dirasakan mahasiswa, maka semakin tinggi problematic internet use yang dialami oleh mahasiswa. Sebaliknya, semakin rendah loneliness semakin rendah problematic internet use yang dialami.
Effects of Self-Efficacy in the Life of Student Academic Procrastination
Yuniva Dwi Indah Lestari;
Ananta Yudiarso
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 1 (2023): Volume 11, Issue 1, Maret 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i1.10214
In psychology, the phenomenon of procrastination is called procrastination. Procrastination or procrastinating work that occurs in the academic area is commonly called academic procrastination. Academic procrastination is a frequent procrastinatory behavior in schools and universities that results in negative student performance. Procrastination behavior causes negative effects of anxiety or stress and rarely has a positive behavioral impact. The effect of procrastination behavior is the emergence of anxiety about fear of failure and decreased self-motivation. Another impact of procrastination behavior is lower academic self-esteem and lower learning effectiveness. Several studies have shown that there is a correlation between self-efficacy and academic procrastination. Therefore, this meta-analysis study serves to test the effect of size self-efficacy on academic procrastination. This study used 15 journals with a total of 2580 respondents. All of these journals describe the results of research with a negative correlation between self-efficacy and academic procrastination. This study also obtained random effect size results of -0.08 (95% CI= -0.38 to 0.22) with I2 (inconcruency) = 98.25% and egger regression of P=0.584. Calculations using moderates in the categories of self-efficacy measurement tools, academic procrastination measuring instruments and research areas showed that there was no publication bias. Based on the results of the meta-analysis analysis, it can be seen that self-efficacy is only slightly correlated with academic procrastination, which means the low influence between self-efficacy and academic procrastination. Therefore, it is expected that the research will contribute to further researchers in further studying the problem of academic procrastination. Dalam dunia psikologi, fenomena menunda-nunda disebut dengan prokrastinasi. Prokrastinasi atau menunda-nunda pekerjaan yang terjadi pada area akademik biasa disebut dengan prokrastinasi akademik. Prokrastinasi akademik merupakan perilaku penundaan yang sering terjadi di sekolah dan di Universitas yang mengakibatkan hal negatif pada kinerja siswa. Perilaku prokrastinasi menimbulkan dampak negatif yakni kecemasan atau stres dan jarang memberikan dampak perilaku positif. Pengaruh dari perilaku prokrastinasi tersebut adalah timbulnya kecemasan terhadap ketakutan akan kegagalan dan motivasi dalam diri yang menurun. Dampak lain dari perilaku prokrastinasi adalah harga diri akademik yang lebih rendah dan efektivitas belajar yang lebih rendah. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara self-efficacy dan prokrastinasi akademik. Maka dari hal itu studi meta analisis ini berfungsi untuk menguji tentang effect size self-efficacy terhadap prokrastinasi akademik. Studi ini memakai 15 jurnal dengan jumlah responden 2580 orang. Ke semua jurnal tersebut memaparkan tentang hasil penelitian dengan korelasi negatif antara self-efficacy dan prokrastinasi akademik. Penelitian ini juga mendapatkan hasil random effect size sebesar -0,08 ( 95% CI= -0,38 sampai 0,22) dengan I2 (inconcruency) = 98,25% dan egger regression sebesar P=0,584. Perhitungan menggunakan moderator kategori alat ukur self-efficacy, alat ukur prokrastinasi akademik dan wilayah penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat bias publikasi. Berdasarkan hasil analisa meta analisis dapat diketahui bahwa self-efficacy hanya sedikit berkorelasi dengan prokrastinasi akademik, yang artinya rendahnya pengaruh antara self-efficacy terhadap prokrastinasi akademik. Oleh sebab itu diharapkan dari penelitian memberikan sumbangsih terhadap para peneliti selanjutnya dalam mengkaji lebih lanjut mengenai permasalahan prokrastinasi akademik.
Tingkat Religiusitas Dengan Kebermaknaan Hidup Pada Survivor COVID-19
Putri Putri;
Rina Rifayanti;
Andreas Agung Kristanto
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 3 (2022): Volume 10, Issue 3, September 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i3.8426
This study aims to determine the correlation between the level of religiosity and the meaning of life in COVID-19 survivors. This research method uses a quantitative approach. The subjects of this study were 150 early adults who had tested positive fir COVID-19 in Samarinda City, selected using a purposive sampling technique. The data collection method use is the meaningfulness of life scale and religiosity scale. The data analysis technique used is the Product Moment correlation statistical test. The results showed that there was a correlation between the level of religiosity and the meaningfulness of life in COVID-19 survivors with an r-count value of 0.697 and p = 0.000 < 0.05. which indicated that there was a correlation with a positive direction. That is, the higher the religiosity, the higher the meaning of life, conversely if the lower the religiosity, the lower the meaningfulness of life for COVID-19 survivors. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat religiusitas dengan kebermaknaan hidup pada survivor COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Responden yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 150 orang dengan usia dewasa awal yang pernah terkonfirmasi COVID-19 di Kota Samarinda dipilih melalui metode purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan skala kebermaknaan hidup dan skala religiusitas. Teknik analisa menggunakan uji statistik korelasi product moment dengan hasil bahwa adanya hubungan tingkat religiusitas dengan kebermaknaan hidup pada survivor COVID-19 dengan nilai r hitung 0.697 dan p=0.000 < 0.05 yang menunjukkan adanya hubungan yang positif artinya semakin tinggi religiusitas maka semakin tinggi kebemaknaan hidup pada survivor COVID-19.
Perilaku Cyberloafing Dapat Menimbulkan Prokrastinasi Kerja yang Membahayakan Perusahaan
Yosie Okta Santoso;
Doddy Hendro Wibowo
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 4 (2022): Volume 10, Issue 4, Desember 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i4.9133
This study aimed to answer the correlation between cyberloafing and work procrastination on employees of PT. X in Jakarta. Researchers used a saturated sampling technique with a total population of 62 employees of PT. X in Jakarta. Data were analyzed using product moment correlation from Spearman. There are two scales used in this study, the cyberloafing scale and the work procrastination scale. The results showed a correlation of 0.586 (p <0.05), means that there was a strong and positive significant relationship between cyberloafing and work procrastination on employees of PT. X in Jakarta. The positive correlation obtained in this study means that the higher the cyberloafing, the higher the work procrastination. On the other hand, the lower the cyberloafing, the lower the work procrastination. The results of this study can be a reference for companies to be aware of the responsibilities that must be carried out as staff and use the internet during working hours, so that work procrastination can also decrease because employees can work effectively and efficiently for the sustainability of a company or organization.Penelitian ini bertujuan untuk menjawab tentang adanya hubungan antara hubungan cyberloafing dan prokrastinasi kerja pada karyawan PT. X di Jakarta. Peneliti menggunakan teknik sampling jenuh dengan total populasi 62 karyawan PT. X di Jakarta. Metode analisis data menggunakan korelasi product moment dari Spearman. Ada dua skala yang dipakai dalam penelitian ini, yaitu skala cyberloafing dan skala prokrastinasi kerja. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi sebesar 0,586(p<0.05), yang berarti ada hubungan signifikan kuat dan positif antara cyberloafing dan prokrastinasi kerja pada karyawan PT. X di Jakarta. Korelasi positif yang didapatkan dalam penelitian ini mengartikan semakin tinggi cyberloafing, akan semakin tinggi juga prokrastinasi kerja. Sebaliknya, semakin rendah cyberloafing, maka akan semakin rendah juga prokrastinasi kerja. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi para perusahaan untuk dapat menyadarkan tanggung jawab yang harus dilakukan sebagai staf dan penggunaan internet selama jam kerja, sehingga prokrastinasi kerja juga dapat menurun sebab karyawan dapat bekerja secara efektif dan efisien untuk keberlangsungan suatu perusahaan atau organisasi.
Benarkah Feminitas Toksik Ada? Bagaimana Implikasinya Terhadap Resiliensi Perempuan Korban Kekerasan?
Maharani Putri;
Lisda Sofia
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 4 (2022): Volume 10, Issue 4, Desember 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i4.8587
This study aims to determine the effect of toxic femininity on the resilience of Mulawarman University girl’s student who have experienced violance. This research method uses a quantitative approach. The samples of this study were 100 student members of Mulawarman University who were selected using non-probability sampling with purposive sampling technique. The data collection method used is the scale of the resilince and the femininity ideology. The scales are arranged using the Likert model. The data analysis technique used is simple linear regression. The results of the validity and reliability test on the resilience scale there are 46 valid items, and the scale is stated to be reliable. Then, on the toxic femininity scale there are 40 valid items, and the scale is stated to be reliable. The results showed that there was a significant effect toxic femininity on the resilience with the calculated value of F count = 4.978 > F table = 3.940 and p value = 0.000 (p < 0.05) and had an influence contribution (R2) of 41.2%.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh feminitas toksik terhadap resiliensi Mahasiswi Universitas Mulawarman yang pernah mengalami kekerasan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian ini sebanyak 100 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik nonprobability sampling dengan metode purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan skala resiliensi dan feminitas toksik. Kedua skala tersebut disusun dengan model Likert. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier sederhana. Hasil uji validitas dan reliabilitas pada skala resiliensi terdapat 46 aitem valid dan skala dinyatakan reliabel. Kemudian, pada skala feminitas toksik terdapat 40 aitem valid dan skala dinyatakan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara feminitas toksik terhadap resiliensi dengan nilai F hitung = 4.978 > F tabel = 3.940 dan nilai p = 0.000 serta memiliki konstribusi pengaruh (R2) sebesar 41.2%.
Impact Academic Pressure and Academic Ability Against Academic Cheating
Cindy Ara Miranda;
Muhamad Uyun
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 1 (2023): Volume 11, Issue 1, Maret 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i1.10527
Education is a means of educating the nation's children who are knowledgeable and noble. However, many students are found who do not reflect noble morals. one of the behaviors that do not reflect noble morals is academic cheating. Academic fraud is dishonest behavior by students in learning. The causes of academic cheating include academic pressure and academic ability. Great academic pressure and academic ability make students commit academic fraud. This study aims to prove the correlation between academic pressure and academic ability to academic fraud committed by students. The research subjects were active students of the Faculty of Psychology. Type of correlational quantitative research with a scale as a Likert model research instrument. Sampling using purposive random sampling of as many as 191 subjects. Data were collected using measuring instruments in the form of an academic pressure scale, academic ability scale, and academic cheating scale in the form of Google Forms. Data analysis using multiple regression. The results of the data analysis showed that academic pressure and academic ability impact on of academic fraud with a significant value of p = 0.000 (0.000 < 0.005). Academic pressure and academic ability impact academic fraud by 35.3%, and the remaining 64.7% is influenced by other factors. The results showed that the greater the academic pressure and academic ability in students, the greater the academic fraud that occurs.Pendidikan merupakan serana mencerdaskan anak bangsa yang berilmu dan berakhlak mulia. Namun faktanya banyak ditemukan peserta didik yang tidak mencerminkan akhlak mulia. Salah satu perilaku yang tidak mencerminkan akhlak mulia adalah melakukan kecurangan akademik. Kecurangan akademik merupakan perilaku tidak jujur yang dilakukan peserta didik dalam pembelajaran. Penyebab kecurangan akademik diantaranya tekanan akademik dan kemampuan akademik. Tekanan akademik dan kemampuan akademik yang besar membuat peserta didik melakukan kecurangan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan korelasi tekanan akademik dan kemampuan akademik terhadap kecurangan akademik yang dilakukan oleh mahasiswa. Subjek penelitian mahasiswa aktif Fakultas Psikologi. Jenis penelitian kuantitatif korelasional dengan skala sebagai instrumen penelitian model likert. Pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling sebanyak 191 subjek. Data dikumpulkan menggunakan alat ukur berupa skala tekanan akademik, skala kemampuan akademik dan skala kecurangan akademik dalam bentuk google form. Analisis data menggunakan regresi ganda. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tekanan akademik dan kemampuan akademik berdampak pada kecurangan akademik dengan nilai signifikan p=0,000 (0,000 < 0,005). Tekanan akademik dan kemampuan akademik memiliki dampak terhadap kecurangan akademik sebesar 35,3 %, sisanya 64,7 % dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika semakin besar tekanan akademik dan kemampuan akademik pada mahasiswa, maka semakin besar pula kecurangan akademik yang terjadi.
Hardiness Pada Bintara Polri Sebagai Langkah Mencapai Career Adaptability
Sri Sundari;
Netty Dyan Prastika
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 3 (2022): Volume 10, Issue 3, September 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i3.8262
The ability to adapt to a semi-military work environment is one of the things that every NCO graduate must have, this can be realized by having resilience in overcoming every problem faced by the NCO. This study aims to empirically examine whether or not there is a relationship between hardiness and career adaptability in the 2019/2020 NCO graduates in East Kalimantan. This study uses a quantitative method designed for correlational tests. The sample in this study amounted to 77 graduates of the 2019/2020 NCO in East Kalimantan who were selected using a simple random sampling technique. The data collection in this study used measuring instruments in the form of a hardiness scale and a career adaptability scale which were analyzed using the Pearson Product Moment correlation test. The results of the study show that there is a relationship between hardiness and career adaptability in the graduates of the 2019/2020 NCO in East Kalimantan as evidenced by the value of r count = 0.398 and p = 0.000 < 0.05. This means that the higher the hardiness of the NCO, the higher the ability to adapt to a police career. Career adaptability can be reach by control, challenge, and commitment in high level.Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja semi-militer adalah salah satu hal yang harus dimiliki oleh setiap lulusan Bintara Polri, hal tersebut dapat terwujud dengan adanya ketahanan dalam mengatasi setiap permasalahan yang dihadapi oleh Bintara Polri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empirik ada atau tidaknya hubungan antara hardiness dengan career adaptability pada lulusan Bintara Polri angkatan tahun 2019/2020 di Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang dirancang untuk uji korelasional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 77 orang lulusan Bintara Polri angkatan tahun 2019/2020 di Kalimantan Timur yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dalam pelitian ini menggunakan alat ukur berupa skala hardiness dan skala career adaptability yang dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara hardiness dengan career adaptability pada lulusan Bintara Polri angkatan tahun 2019/2020 di Kalimantan Timur dibuktikan dengan nilai r hitung = 0.398 dan p=0.000 < 0.05. Artinya, semakin tinggi hardiness yang dimiliki oleh Bintara Polri, maka semakin tinggi pula kemampuannya dalam beradaptasi dengan karir kepolisian. Career adaptability dapat meningkat karena adanya control, challenge, dan commitment yang tinggi.
Intolerance of Uncertainty and Psychological Distress Experienced by the First Batch of Students in the Newly Established Study Program
Putri Novita;
Maria Nugraheni Mardi Rahayu
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 1 (2023): Volume 11, Issue 1, Maret 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i1.9503
Students experience symptoms of psychological distress such as difficulty sleeping, irregular eating patterns, irritability, difficulty concentrating, and feeling uneasy. The purpose of this study was to determine the relationship between intolerance of uncertainty and psychological distress in college students. The research method used was quantitative with correlational analysis, with a total of 35 participants who were first batch students of the Counseling Guidance study program at an Institute in city X. Data was collected using the DASS 42 scale with a Cronbach alpha value of 0.9483 and an intolerance scale uncertainty with a cronbach alpha value of 0.833. Based on the Pearson product moment correlation test, it is known that the value of r = 0.515 with a Sig value = 0.001 (p <0.05) means that there is a significant relationship between intolerance uncertainty and psychological distress. The higher the intolerance uncertainty, the higher the psychological distress felt by students. This research is useful for students so they don't have to worry too much about an uncertain future so they can avoid symptoms of psychological distress that can interfere with individual life.Mahasiswa mengalami gejala-gejala psychological distress seperti kesulitan tidur, pola makan tidak teratur, mudah marah, sulit berkonsentrasi, dan merasa tidak tenang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara intolerance of uncertainty dengan psychological distress pada mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan analisis korelasional, dengan jumlah 35 orang partisipan yang merupakan mahasiswa angkatan pertama program studi Bimbingan Konseling pada sebuah Institut di kota X. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan skala DASS 42 dengan nilai alpha cronbach sebesar 0,9483 dan skala intolerance uncertainty dengan nilai alpha cronbach sebesar 0,833. Berdasarkan uji korelasi product moment pearson diketahui nilai r = 0,515 dengan nilai Sig = 0,001 (p < 0,05) maka artinya ada hubungan yang signifikan antara intolerance uncertainty dengan psychological distress. Semakin tinggi intolerance uncertainty maka akan semakin tinggi juga psychological distress yang dirasakan mahasiswa. Penelitian ini berguna bagi mahasiswa agar tidak perlu khawatir secara berlebihan mengenai masa depan yang tidak pasti sehingga dapat terhindar dari gejala-gejala psychological distress yang bisa mengganggu kehidupan individu.
Emotional Exhaustion in Late Students Who Are Working in Maintaining Work-Life Balance
Istikhomari Istikhomari;
Andreas Agung Kristanto;
Lisda Sofia
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 2 (2023): Volume 11, Issue 2, Juni 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i2.9011
Students in their development are still trying to find careers that suit themselves, trying to find their own identity, and have a lifestyle according to their desires by working somewhere. Working final students have the responsibility to complete the thesis according to the stipulated time and complete the demands of their work. So, to understand this phenomenon, we will examine the relationship between work-life balance and emotional fatigue in final students who are working. This study aimed to assess the close relationship between work-life balance and emotional burnout. The study was conducted through a quantitative approach with data collection using emotional burnout scale and work-life balance scale. The respondents in this study were 57 final students at Mulawarman University who were working. The study used non-probabiity sampling techniques with purposive sampling methods. Then, the data obtained were analyzed using the Pearson Correlation analysis test. The results of this study showed that there was a negative relationship between work-life balance and emotional fatigue, namely obtained r = -0.291 and p = 0.028 (p < 0.05). This means that the lower the work-life balance, the higher the emotional fatigue experienced. Based on the results of the research obtained, the advice from this study is that the subject can manage a balanced time between personal life and work done by getting enough rest, spending time with family and friends, taking time to please yourself, and not staying up late to complete tasks.Mahasiswa dalam perkembangannya masih berusaha mencari karir yang sesuai dengan dirinya, berusaha menemukan identitas mereka sendiri, dan memiliki gaya hidup sesuai keinginan mereka dengan cara bekerja di suatu tempat. Mahasiswa akhir yang bekerja memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan skripsi sesuai dengan waktu yang ditetapkan dan menyelesaikan tuntutan pekerjaan mereka. Sehingga, untuk memahami fenomena tersebut akan diteliti hubungan antara keseimbangan kehidupan kerja dan kelelahan emosional pada mahasiswa akhir yang sedang bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menilai keeratan hubungan antara keseimbangan kehidupan kerja dan kelelahan emosional. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan skala kelelahan emosional dan skala keseimbangan kehidupan kerja. Responden dalam penelitian ini sebanyak 57 mahasiswa akhir di Universitas Mulawarman yang sedang bekerja. Penelitian menggunakan teknik non probabiity sampling dengan metode penarikan sampel purposive sampling. Kemudian, data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji analisis Pearson Correlation. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan negatif antara keseimbangan kehidupan kerja dengan kelelahan emosional yaitu diperoleh nilai r = -0.291 dan p = 0.028 (p < 0.05). Artinya semakin rendah keseimbangan kehidupan kerja maka semakin tinggi kelelahan emosional yang dialami. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka saran dari penelitian ini adalah subjek mampu mengatur waktu yang seimbang antara kehidupan pribadi dan pekerjaan yang dilakukan dengan cara beristirahat yang cukup, meluangkan waktu bersama keluarga dan teman, meluangkan waktu untuk menyenangkan diri sendiri, dan tidak bergadang untuk menyelesaikan tugas.
Job Satisfaction with Work Involvement in Courier Employees
Erikson Saing;
Desy Arisandy
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 2 (2023): Volume 11, Issue 2, Juni 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i2.10378
Changes in people's shopping habits and the use of product delivery services to stop the spread of the outbreak have caused an increase in the volume of goods sent by various logistics service providers in Indonesia. Because it is fast, simple, safe, and practical to transport goods, freight forwarding services make up most online transactions. The increasing consumer demand and the growth of online stores and e-commerce businesses show how high consumer interest in product delivery services The purpose of this study is to determine the relationship between Job Satisfaction and Work Involvement in courier employees at PT. JNE Express Palembang branch. This research uses quantitative research methods where the research method uses data collection in it. The method used by researchers to take data is to use questionnaires using questionnaires, namely in the form of a scale of work involvement with job satisfaction. Based on research conducted by researchers on job satisfaction with work involvement in as many as 110 research subjects, the research subjects of Courier Employees of PT. JNE Express Palembang Branch. The results of statistical calculations show that there is a very significant relationship between job satisfaction and job involvement in PT. JNE Express Palembang Branch. The analysis was carried out using a simple regression test whose results showed acceptance of the proposed hypothesis. These results can be seen from the value of the correlation coefficient r 0.383 or 38.3% with a significance value (P) 0.001 0.01. This shows that there is a very significant relationship between Job Satisfaction Based on the results obtained from data analysis and discussion, the researcher concluded that there is a very significant relationship between Job Satisfaction and Job Involvement in PT. JNE Express Palembang Branch.Perubahan kebiasaan belanja masyarakat dan penggunaan jasa pengiriman produk untuk menghentikan penyebaran wabah yang menyebabkan peningkatan volume barang yang dikirim oleh berbagai penyedia jasa logistik di Indonesia. Karena cepat, sederhana, aman, dan praktis untuk mengangkut barang, jasa pengiriman barang menjadi mayoritas transaksi online. Meningkatnya permintaan konsumen dan pertumbuhan toko online dan bisnis e-commerce menunjukkan betapa tingginya minat konsumen terhadap layanan pengiriman produk Adapun Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Kepuasan Kerja dengan Keterlibatan Kerja pada karyawan kurir di PT. JNE Express cabang Palembang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang mana metode penelitian tersebut menggunakan pengambilan data didalamnya. Metode yang digunakan peneliti untuk mengambil data adalah menggunakan angket dengan menggunakan angket yaitu berupa skala Keterlibatan kerja dengan Kepuasan kerja. Berdasarkan penelitian yang dilakukan peneliti mengenai kepuasan kerja dengan keterlibatan kerja sebanyak 110 subjek penelitian, subjek penelitian Karyawan Kurir PT.JNE Express Cabang Palembang. Hasil perhitungan statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara Kepuasan kerja dengan Keterlibatan kerja pada Karyawan Kurir PT.JNE Express Cabang Palembang. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji regresi sederhana yang hasilnya menunjukkan adanya penerimaan terhadap hipotesis yang diajukan. Hasil tersebut dapat dilihat dari nilai koefisien korelasi r 0,383 atau 38,3% dengan nilai sigifikansi (P) 0,001 0,01. Hal ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang sangat signifikan antara Kepuasan Kerja Berdasarkan hasil yang diperoleh dari analisis data dan pembahasan, maka peneliti menarik kesimpulan bahwa ada hubungan sangat signifikan antara Kepuasan Kerja Dengan Keterlibatan Kerja Pada Karyawan Kurir PT. JNE Express Cabang Palembang.