cover
Contact Name
Zul Anwar
Contact Email
zulanwar17@gmail.com
Phone
+6281917130614
Journal Mail Official
mandalikaindo@gmail.com
Editorial Address
Jalan Candi Pawon No.7 Getap Barat Cakranegara Selatan Kota Mataram-NTB website: www.cahayamandalika.com e-mail: cahayamandalikaindonesia@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal Sport Science, Healt and Tourism of Mandalika (Jontak)
ISSN : -     EISSN : 27223116     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
This journal focuses on the fields of sports, health and tourism. The journal is published twice a year in Mei and November.This journal focuses on the fields of sports, health and tourism. The journal is published twice a year in Mei and November.
Articles 120 Documents
ANALISIS DOMAIN KOMPETENSI KONDISI FISIK MENGGUNAKAN TES KEBUGARAN PELAJAR NUSANTARA (TKPN) PADA SISWA SMP NEGERI 14 MATARAM Anjani, Ranika; Dadang Warta Chanra WK.; Kurnia Taufik
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.v5i2.6417

Abstract

This study aimed to analyze the physical fitness domain of students at SMP Negeri 14 Mataram using the Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN). A quantitative descriptive design was used with 44 students consisting of 22 boys and 22 girls. The analysis focused on four TKPN performance components available in the dataset, namely the PACER test, squat thrust, sit and reach, and sit up. Data were analyzed using descriptive statistics and percentage distributions based on fitness categories. The findings showed that boys consistently demonstrated a better fitness profile across all test components. In the PACER test, 50.0% of boys were classified as good and 9.1% as very good, while 81.82% of girls were classified as poor. Similar patterns were found in squat thrust, sit and reach, and sit up, where the proportion of girls in the poor category ranged from 72.73% to 81.82%. These findings indicate a clear descriptive gap in physical fitness profiles between boys and girls. TKPN can serve as a practical school-based tool for monitoring student fitness and for designing more targeted physical education interventions. Keywords: TKPN, student fitness test, physical fitness, junior high school students, gender differences Penelitian ini bertujuan menganalisis domain kebugaran jasmani siswa SMP Negeri 14 Mataram menggunakan Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN). Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan subjek 44 siswa yang terdiri atas 22 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Analisis difokuskan pada empat komponen performa TKPN yang tersedia dalam data, yaitu PACER test, squat thrust, sit and reach, dan sit up. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan distribusi persentase berdasarkan kategori kebugaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa laki-laki secara konsisten memiliki profil kebugaran yang lebih baik pada seluruh komponen tes. Pada PACER test, 50,0% siswa laki-laki berada pada kategori baik dan 9,1% pada kategori sangat baik, sedangkan 81,82% siswa perempuan berada pada kategori kurang. Pola serupa juga tampak pada squat thrust, sit and reach, dan sit up, dengan proporsi siswa perempuan pada kategori kurang berkisar antara 72,73% sampai 81,82%. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan deskriptif profil kebugaran antara siswa laki-laki dan perempuan. TKPN dapat dimanfaatkan sebagai alat pemantauan kebugaran berbasis sekolah untuk mendukung penyusunan intervensi PJOK yang lebih terarah.
PENGARUH LATIHAN IMAGERY INTERNAL DAN EKSTERNAL ERHADAP KETEPATAN PASSING LAMBUNG PEMAIN SEPAK BOLA DI SSB PUTRA BUANA Zulkarnain; Mujriah; Rindawan
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.v5i2.6418

Abstract

This study examined the effect of internal and external imagery training on the accuracy of lofted passes among football players at SSB Putra Buana. The study used a two-group pretest-posttest experimental design. From a population of 48 players, 20 players aged 13-14 years who met the attendance and training-history criteria were selected and assigned to two treatment groups. Passing accuracy was measured before and after a six-week intervention using a lofted-passing accuracy test. Data were analyzed descriptively and supported by assumption tests and t-tests. The assumption tests indicated acceptable normality and homogeneity, with all reported p-values above 0.05. Both groups improved after the intervention, but the external imagery group showed a larger increase from 62% to 80% (+18%; p = 0.01) than the internal imagery group, which improved from 60% to 70% (+10%; p = 0.05). These findings suggest that, in this sample, external imagery was more effective for improving lofted-passing accuracy. Structured imagery training can therefore be considered as a complementary method in youth football technical training. Keywords: internal imagery, external imagery, lofted passing accuracy, football, mental training Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh latihan imagery internal dan imagery eksternal terhadap ketepatan passing lambung pemain sepak bola di SSB Putra Buana. Penelitian menggunakan desain eksperimen two-group pretest-posttest. Dari populasi 48 pemain, dipilih 20 pemain usia 13-14 tahun yang memenuhi kriteria kehadiran dan lama mengikuti latihan, kemudian dibagi ke dalam dua kelompok perlakuan. Ketepatan passing lambung diukur sebelum dan sesudah intervensi selama enam minggu menggunakan tes ketepatan passing lambung. Data dianalisis secara deskriptif dan didukung oleh uji asumsi serta uji t. Hasil uji asumsi menunjukkan seluruh nilai p yang dilaporkan berada di atas 0,05 sehingga data dinilai memenuhi syarat analisis. Kedua kelompok mengalami peningkatan, namun kelompok imagery eksternal menunjukkan kenaikan yang lebih besar, yaitu dari 62% menjadi 80% (+18%; p = 0,01), dibandingkan kelompok imagery internal yang meningkat dari 60% menjadi 70% (+10%; p = 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa pada sampel penelitian ini, imagery eksternal lebih efektif untuk meningkatkan ketepatan passing lambung. Dengan demikian, latihan imagery yang terstruktur dapat dipertimbangkan sebagai metode pelengkap dalam pembinaan teknik sepak bola usia muda.
PERKEMBANGAN CABANG OLAHRAGA SURFING SEBAGAI SALAH SATU SPORT TOURISM DI KAWASAN PANTAI SENGGIGI KABUPATEN LOMBOK BARAT Jaelani, Ahmad; Elya Wibawa Syarifoeddin; Fitri Anggraeni
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.v5i2.6419

Abstract

This study analyzed the development of surfing as a sport tourism attraction in the Senggigi Beach area, West Lombok Regency. The study used a descriptive quantitative design with questionnaire-based data collection. Respondents consisted of 40 stakeholders, including local surfing athletes, surfing organization administrators, MSME actors, outdoor-equipment rental providers, and villa owners around Senggigi Beach. Data were analyzed descriptively using percentages. The findings show that accessibility to the location (80%) and the presence of local MSMEs (70%) were the strongest supporting factors for surfing-based sport tourism development. Meanwhile, tourism infrastructure management (60%) and the availability of surfing training (55%) were rated as moderate, whereas cooperation with government stakeholders (45%) emerged as the weakest aspect. These results indicate that Senggigi has promising potential to strengthen surfing as a sport tourism product, but better governance, supporting facilities, and coordinated stakeholder collaboration are still needed to support sustainable destination development. Keywords: surfing, sport tourism, Senggigi Beach, West Lombok, destination development Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan cabang olahraga surfing sebagai daya tarik sport tourism di kawasan Pantai Senggigi, Kabupaten Lombok Barat. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner. Responden penelitian berjumlah 40 orang yang terdiri atas atlet surfing lokal, pengurus organisasi surfing, pelaku UMKM, penyedia penyewaan perlengkapan outdoor, dan pemilik vila di sekitar Pantai Senggigi. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas menuju lokasi (80%) dan keberadaan UMKM lokal (70%) merupakan faktor pendukung terkuat dalam pengembangan sport tourism berbasis surfing. Sementara itu, pengelolaan infrastruktur wisata (60%) dan ketersediaan pelatihan surfing (55%) berada pada kategori sedang, sedangkan kerja sama dengan pemerintah (45%) menjadi aspek yang paling lemah. Temuan ini menunjukkan bahwa Pantai Senggigi memiliki peluang yang baik untuk memperkuat surfing sebagai produk sport tourism, tetapi masih diperlukan perbaikan tata kelola, fasilitas pendukung, dan kolaborasi antar-pemangku kepentingan agar pengembangannya lebih berkelanjutan.
PENGARUH LATIHAN RELAY DRIBBLING DAN ZIG-ZAG DRIBBLING TERHADAP KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA PADA PESERTA EKSTRAKURIKULER SEPAK BOLA SMAN 1 LINGSAR Rizqi Wahyu Akbar; Herman Syah; Nurdin
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.v5i2.6420

Abstract

This study examined the effects of relay dribbling and zig-zag dribbling training on dribbling ability among participants in the football extracurricular program at SMAN 1 Lingsar. The study employed an experimental two-group pretest-posttest design involving 20 participants. Dribbling ability was measured using a field-diagram dribbling test administered before and after the intervention. Data were analyzed through normality and homogeneity testing followed by t-test analysis. The relay dribbling group improved from 60% at pretest to 75% at posttest, with an increase of 15% and a significance value of 0.05. The zig-zag dribbling group improved from 62% to 85%, with an increase of 23% and a significance value of 0.01. These findings indicate that both training methods improved dribbling ability, but zig-zag dribbling produced a greater improvement. Therefore, zig-zag dribbling can be considered the more effective method for improving dribbling ability in the context of school football extracurricular training. Keywords: relay dribbling, zig-zag dribbling, dribbling ability, football, extracurricular Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh latihan relay dribbling dan zig-zag dribbling terhadap kemampuan menggiring bola pada peserta ekstrakurikuler sepak bola SMAN 1 Lingsar. Penelitian menggunakan desain eksperimen two-group pretest-posttest dengan melibatkan 20 peserta. Kemampuan menggiring bola diukur menggunakan tes dribbling berbasis diagram lapangan yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Data dianalisis melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t. Hasil menunjukkan bahwa kelompok relay dribbling meningkat dari 60% menjadi 75% atau sebesar 15% dengan nilai signifikansi 0,05. Kelompok zig-zag dribbling meningkat dari 62% menjadi 85% atau sebesar 23% dengan nilai signifikansi 0,01. Temuan ini menunjukkan bahwa kedua metode latihan sama-sama meningkatkan kemampuan menggiring bola, tetapi zig-zag dribbling memberikan peningkatan yang lebih besar. Dengan demikian, zig-zag dribbling dapat dipertimbangkan sebagai metode yang lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan menggiring bola dalam konteks latihan ekstrakurikuler sepak bola di sekolah.
PENGARUH LATIHAN PERMAINAN TARGET ZIG-ZAG GOAL DAN BOLBAL SHOOT TERHADAP KETEPATAN SHOOTING PADA PEMAIN FUTSAL KEREMBONG FC Anan, Khaerul; Johan Irmansyah; Muhamad Ikhsan
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.v5i2.6421

Abstract

This study examined the effect of target-game training using Zig-Zag Goal and Bolbal Shoot on shooting accuracy in Kerembong FC futsal players. A quasi-experimental two-group pretest-posttest design was used with 30 active players divided into two training groups of 15 participants each. The intervention lasted six weeks with a frequency of three sessions per week, and shooting accuracy was measured before and after the program using a goal-target shooting test. Data were analyzed through descriptive statistics, normality and homogeneity testing, and paired-samples t-tests. The results showed that both groups improved significantly. The Zig-Zag Goal group increased from 65% at pretest to 85% at posttest, while the Bolbal Shoot group increased from 60% to 78%. Assumption tests showed that the data were normally distributed and homogeneous (p > 0.05). These findings indicate that both training methods positively affected shooting accuracy, but Zig-Zag Goal produced a larger descriptive gain. Therefore, Zig-Zag Goal can be prioritized as a more effective training alternative for improving shooting accuracy in the context of club-based futsal training. Keywords: futsal, shooting accuracy, Zig-Zag Goal, Bolbal Shoot, target game training Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan permainan target Zig-Zag Goal dan Bolbal Shoot terhadap ketepatan shooting pemain futsal Kerembong FC. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen two-group pretest-posttest dengan melibatkan 30 pemain aktif yang dibagi ke dalam dua kelompok latihan, masing-masing 15 orang. Program latihan dilaksanakan selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu, sedangkan ketepatan shooting diukur melalui tes shooting ke sasaran sebelum dan sesudah perlakuan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami peningkatan yang signifikan. Kelompok Zig-Zag Goal meningkat dari 65% menjadi 85%, sedangkan kelompok Bolbal Shoot meningkat dari 60% menjadi 78%. Uji prasyarat menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen (p > 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa kedua metode latihan sama-sama memberikan pengaruh positif terhadap ketepatan shooting, tetapi Zig-Zag Goal menghasilkan peningkatan deskriptif yang lebih besar. Dengan demikian, Zig-Zag Goal dapat diprioritaskan sebagai alternatif latihan yang lebih efektif untuk meningkatkan ketepatan shooting pada konteks pembinaan futsal di klub.
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KECEMASAN BERTANDING PADA ATLET KARATE DOJO SEISHIN SETELUK Febriansyah, Adji; Maulidin; Sri Erni Muliyani
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.v5i2.6422

Abstract

This study aims to examine the relationship between self-efficacy and social support on competition anxiety among karate athletes at Dojo Seishin Seteluk. The research employed a quantitative method with a descriptive design, collecting data through questionnaires distributed to 12 karate athletes. The variables analyzed were self-efficacy, social support, and competition anxiety. Data analysis was performed using multiple linear regression with SPSS software. The results indicate that there is no significant relationship between self-efficacy, social support, and competition anxiety among the karate athletes. However, the study provides valuable insights into psychological factors that may influence athletic performance, showing a negative relationship between self-efficacy and competition anxiety. Therefore, it can be concluded that self-efficacy and social support, when considered simultaneously, do not significantly affect competition anxiety in karate athletes at Dojo Seishin Seteluk. Keywords: self-efficacy, social support, competition anxiety, karate athletes Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara efikasi diri dan dukungan sosial terhadap kecemasan bertanding pada atlet karate di Dojo Seishin Seteluk. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif yang mengumpulkan data melalui angket yang disebarkan kepada 12 atlet karate. Variabel yang dianalisis adalah efikasi diri, dukungan sosial, dan kecemasan bertanding. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara efikasi diri dan dukungan sosial terhadap kecemasan bertanding pada atlet karate tersebut. Meskipun demikian, penelitian ini memberikan wawasan penting terkait faktor psikologis yang dapat mempengaruhi performa atlet, dengan hasil yang menunjukkan adanya hubungan negatif antara efikasi diri dan kecemasan bertanding. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa efikasi diri dan dukungan sosial secara simultan tidak mempengaruhi kecemasan bertanding pada atlet karate Dojo Seishin Seteluk.
PERANAN GURU OLAHARAGA TERHADAP GERAKAN SEKOLAH SEHAT PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SE-KECAMATAN PRAYA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Berliana, Zernila; Dadang Warta Chanra W.K.; Muhamad Ikhsan
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.v5i2.6423

Abstract

This study aims to examine the role of physical education teachers in the implementation of the School Health Movement (GSS) in SMP Negeri Se-Kecamatan Praya, Central Lombok, during the 2023/2024 academic year. A descriptive survey design was used, and data were collected through questionnaires distributed to 12 physical education teachers from selected schools. The results showed that the role of physical education teachers in implementing GSS was significant, with an average score of 90.58%, categorized as "Excellent". Teachers played a crucial role in promoting healthy living habits, monitoring student hygiene, and ensuring a healthy school environment. The study found that while there was a significant contribution in promoting healthy behaviors, areas such as observing student behavioral abnormalities and recognizing signs of infectious diseases still need improvement. The study suggests that physical education teachers play an essential role in fostering health and wellness in schools, contributing to the overall success of the GSS program. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru olahraga dalam pelaksanaan Gerakan Sekolah Sehat (GSS) di SMP Negeri Se-Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, pada tahun pelajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan desain survei deskriptif, dan data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 12 guru olahraga dari sekolah yang terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru olahraga dalam pelaksanaan GSS sangat signifikan, dengan rata-rata skor 90,58%, yang dikategorikan dalam kategori "Baik Sekali". Guru olahraga berperan penting dalam menanamkan kebiasaan hidup sehat, mengawasi kebersihan siswa, dan memastikan lingkungan sekolah yang sehat. Penelitian ini juga menemukan bahwa meskipun kontribusi dalam mempromosikan kebiasaan hidup sehat sangat besar, beberapa area seperti pengamatan terhadap kelainan tingkah laku siswa dan mengenali tanda-tanda penyakit menular masih perlu diperbaiki. Penelitian ini menyarankan bahwa guru olahraga memainkan peran penting dalam membina kesehatan dan kesejahteraan di sekolah, yang berkontribusi pada keberhasilan program GSS secara keseluruhan.
EFEKTIVITAS METODE LATIHAN CANADA SHOOTING DRILL DAN 3 BALL 5 PLAYER SHOOTING DRILL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SHOOTING ATLET BASKET CLUB SEMANGAT SINAR SURYA Ifan Rosidi Mettalata; Johan Irmansyah; Aminullah
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.v5i2.6424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh dua latihan tembakan, yaitu Canada Shooting Drill dan 3 Ball 5 Player Shooting Drill, terhadap peningkatan akurasi tembakan dalam permainan bola basket. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan metode pre-test dan post-test, yang dilaksanakan selama enam minggu latihan. Sebanyak 10 atlet bola basket berpartisipasi dalam penelitian ini, yang dibagi menjadi dua kelompok: satu kelompok menggunakan Canada Shooting Drill dan kelompok lainnya menggunakan 3 Ball 5 Player Shooting Drill. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam akurasi tembakan untuk kedua kelompok, dengan kelompok 3 Ball 5 Player Shooting Drill menunjukkan peningkatan yang lebih besar (0,9 poin) dibandingkan kelompok Canada Shooting Drill (0,7 poin). Temuan ini dikonfirmasi melalui uji t dengan sampel berpasangan, yang menunjukkan perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test untuk kedua kelompok. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua latihan efektif dalam meningkatkan keterampilan tembakan, dengan 3 Ball 5 Player Shooting Drill sedikit lebih efektif dalam meningkatkan akurasi tembakan
PENGARUH METODE BERMAIN TERHADAP KEMAMPUAN LARI SPRINT PADA SISWA PUTRA KELAS X SMA NEGERI 1 GERUNG LOMBOK BARAT I Dewa Gede Widhiyana Subawa; Johan Irmansyah; Edi Kurniawan
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.v5i2.6425

Abstract

This study aimed to determine the effect of the play method on the sprint running ability of male tenth-grade students at SMA Negeri 1 Gerung, West Lombok. The study employed a quantitative approach with a quasi-experimental one-group pretest-posttest design. The analyzed participants consisted of 23 male students. Data were collected through a 60-meter sprint test administered before and after the intervention. The data were analyzed descriptively, followed by a normality test and a paired-difference test at a significance level of 0.05. The results showed that the mean pretest time was 8.44 seconds, while the mean posttest time was 8.03 seconds, indicating an improvement of 0.41 seconds or 4.86%. The significance value obtained was 0.002, which was lower than 0.05. Therefore, it can be concluded that the play method had a significant effect on improving the 60-meter sprint ability of male tenth-grade students at SMA Negeri 1 Gerung, West Lombok. Keywords: play method, sprint, speed, physical education Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode bermain terhadap kemampuan lari sprint siswa putra kelas X SMA Negeri 1 Gerung, Lombok Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu dan desain one-group pretest-posttest. Subjek yang dianalisis dalam penelitian ini berjumlah 23 siswa putra. Data dikumpulkan melalui tes lari sprint 60 meter sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data dilakukan secara deskriptif, dilanjutkan dengan uji normalitas dan uji beda berpasangan pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata waktu pretest sebesar 8,44 detik dan rerata waktu posttest sebesar 8,03 detik, sehingga terjadi peningkatan kemampuan sebesar 0,41 detik atau 4,86%. Nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,002, lebih kecil daripada 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode bermain berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan lari sprint 60 meter siswa putra kelas X SMA Negeri 1 Gerung, Lombok Barat.
PENGARUH PERMAINAN TRADISIONAL BOI-BOIAN DAN BENTENGAN TERHADAP KECEPATAN LARI 100 METER SISWA KELAS X SMKN 1 GERUNG Bela Riska Putri Asir; Elya Wibawa Syariefoeddin; Sri Erny Muliyani
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.v5i2.6426

Abstract

This study examined the effects of the traditional games boi-boian and bentengan on 100-meter sprint performance among tenth-grade male students of SMKN 1 Gerung. The study employed a quantitative quasi-experimental approach with a two-group pretest-posttest design. The population consisted of 18 students, all of whom were involved as research subjects and randomly assigned into the boi-boian group (n = 9) and the bentengan group (n = 9). The intervention was implemented for 18 sessions over six weeks. The instrument was a 100-meter sprint test, and the best time from three trials was recorded at pretest and posttest. Data were analyzed descriptively, followed by paired-sample t-tests and an independent-sample t-test on gain scores at a significance level of 0.05. The results showed that boi-boian significantly reduced sprint time from 13.81 ± 0.46 s to 12.87 ± 0.55 s (t = 12.24; p < 0.001), with an improvement of 6.82%. Bentengan also significantly reduced sprint time from 13.93 ± 0.61 s to 13.32 ± 0.60 s (t = 11.68; p < 0.001), with an improvement of 4.39%. The comparison of gain scores indicated that boi-boian produced a significantly greater improvement than bentengan (t = 3.56; p = 0.003). These findings indicate that both traditional games can be used to enhance sprint performance, although boi-boian provided the larger effect in this study. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh permainan tradisional boi-boian dan bentengan terhadap kinerja lari 100 meter pada siswa putra kelas X SMKN 1 Gerung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu dan desain two-group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 18 siswa dan seluruhnya dijadikan subjek penelitian, kemudian dibagi secara acak ke dalam kelompok boi-boian (n = 9) dan kelompok bentengan (n = 9). Perlakuan diberikan selama 18 sesi dalam enam minggu. Instrumen penelitian berupa tes lari 100 meter dengan tiga kali percobaan dan waktu terbaik sebagai skor. Analisis data dilakukan secara deskriptif, dilanjutkan uji t berpasangan pada masing-masing kelompok dan uji t independen terhadap skor peningkatan pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan boi-boian menurunkan waktu tempuh lari secara signifikan dari 13,81 ± 0,46 detik menjadi 12,87 ± 0,55 detik (t = 12,24; p < 0,001) dengan peningkatan 6,82%. Permainan bentengan juga menurunkan waktu tempuh secara signifikan dari 13,93 ± 0,61 detik menjadi 13,32 ± 0,60 detik (t = 11,68; p < 0,001) dengan peningkatan 4,39%. Perbandingan skor peningkatan menunjukkan bahwa boi-boian memberikan pengaruh yang lebih besar dibandingkan bentengan (t = 3,56; p = 0,003). Temuan ini menegaskan bahwa kedua permainan tradisional layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran PJOK untuk meningkatkan kecepatan lari sprint, namun boi-boian menunjukkan efek yang lebih kuat pada penelitian ini.

Page 12 of 12 | Total Record : 120