cover
Contact Name
I Putu Suiraoka
Contact Email
jpms.jurnal@gmail.com
Phone
+6281236458425
Journal Mail Official
jpms.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sanitasi No. 1 Sidakarya Denpasar Selatan
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat
ISSN : -     EISSN : 26568268     DOI : https://doi.org/10.33992
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat ini mempublikasikan artikel hasil-hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan dalam bidang kesehatan yang meliputi bidang Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Gigi, Gizi, Kesehatan Lingkungan, Teknik Laboratirum Medis maupun bidang lain terkait kesehatan seperti kesehatan pariwisata, yang ditulis oleh dosen di lingkungan internal Poltekkes Kemenkes Denpasar maupun Perguruan Tinggi dari luar Poltekkes Kemenkes Denpasar.
Articles 129 Documents
Efforts To Prevent Stunting Through Dental And Oral Health Services For Pregnant Women In The Posyandu Working Area Of Penebel Ii Puskesmas Tabanan District Kencana, I Gede Surya; Budi Artawa, I Made; Gejir, I Nyoman
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 7, No 2 (2025): APRIL
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jpms.v7i2.3814

Abstract

Abstract Stunting is a global health problem that impacts children's growth and development. One of the factors that influences stunting is the mother's health during pregnancy, including dental and oral health. Dental health problems in pregnant women can affect nutritional intake and overall health. The aim of this community service program is to increase knowledge and awareness of pregnant women about the importance of dental and oral health and to prevent problems that can affect maternal health and the risk of stunting in babies. Method: Counseling on maintaining oral health and dental hygiene examinations of pregnant women. The results of the level of knowledge of pregnant women regarding dental health maintenance were 3 people (6.1%) with good criteria and 34 people (69.4%) with poor criteria. The average level of knowledge for pregnant women is 58 (less). The level of dental and oral hygiene of pregnant women at the Penebel II Community Health Center was 39 people (79.6%), the level of dental and oral hygiene was moderate and 2 pregnant women (4.1%) had good criteria. After attending counseling and education, pregnant women will have a better understanding of the importance of maintaining healthy teeth and mouth during pregnancy. They understand the relationship between oral health and the risk of stunting in babies born, as well as the importance of proper nutritional intake and reducing the OHI-S index in pregnant women
Pendidikan Kesehatan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Media Booklet Serta Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu Di Pasar Tradisional Desa Adat Mengwi Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung Suyasa, I Nyoman Gede; Jirna, I Nyoman
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 6, No 3 (2024): JULI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jpms.v6i3.2905

Abstract

Clean and healthy living behavior in the market environment has a very important role in the health of the market, starting from the behavior of traders, visitors throwing garbage, washing hands, not smoking in public places, and throwing saliva indiscriminately. The traders' activities are so dense that physical activities such as sports are rarely carried out by traders, which is an indicator of clean and healthy living behavior.Health support services in the initial examination of blood glucose for traders, will provide information to traders in traditional markets. When blood glucose gives an indication of whether a person has diabetes mellitus or not, it needs further examination.Based on the identification of the problems mentioned above, the priority problems that need to be solved are the knowledge and behavior of traders regarding clean and healthy living behavior in the market environment, and the lack of physical activity of traders needs to be carried out with an initial blood sugar check whenThe service method is by providing health education on clean and healthy living behavior in the market environment through booklet media. Initial blood glucose checks for traders in market environments use the POCT (Point of Care Testing) method, this method is widely used because it is easy and practical, the results of blood glucose tests can also be known in seconds and requires a small sample.This community service activity was carried out within five months, starting from the initial data collection, health education on clean and healthy living behavior, blood sugar checks while and evaluation of activities.The results obtained from 80 traders examined found 74 people (92.5%) blood glucose levels ≤ 200 mg/dl and 6 people (7.5%) blood glucose levels 200 mg/dl. Henceforth, it is hoped that traders who have blood glucose levels of less than 200 mg/dl will continue to maintain their health by managing their diet and physical activity and carrying out further tests to ensure DM occurs. as well as market management officers who always provide education to traders through the media booklet that has been given.
Peningkatan Kapasitas Kader PKK Dalam Implementasi Program IDEAL Untuk Penanggulangan Obesitas Di Desa Kesiman Kertalangu Denpasar. Wiardani, Ni Komang; Kusumajaya, Anak Agung Ngurah; Ari Widarti, I Gusti Ayu
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 6, No 3 (2024): JULI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jpms.v6i3.3768

Abstract

Backround : Obesity is a problem experienced by people in the city of Denpasar due to unhealthy lifestyles. Obesity can increase non-communicable diseases such as heart disease, DM, and stroke. The Integration of Diet, Nutrition Education, Physical Activity and Training (IDEAL) program as a follow-up to research can be implemented by empowering PKK cadres as program implementers. Community service activities aim to improve the skills of PKK cadres in implementing the IDEAL program to prevent obesity in the community. The target of the activity was 40 PKK cadres in Kesiman Kertalangu Village. Activities are carried out through educational programs, group exercises, and improving skills in preparing a balanced nutritional diet. Activities will be carried out for 3 months (June – September 2022).  with education, group exercise every month, and the practice of preparing a balanced menu.    A pretest and posttest were conducted on nutritional status, knowledge, and skills in preparing a balanced menu. Results: in PKM activities the results obtained were that the average age of PKK cadres was 45.4 years, BMI 24.9 kg/m2, waist circumference 82.6 cm.  The results of the pre-test on target knowledge were with a score of 73.6 (fairly good category). After the post-test, the average target knowledge score increased 10.5% to 81.0.  Skill in preparing a balanced menu increased from 78.5 to 89.2.   BMI 23.8.5 kg/m2, LP 81.1.   Statistical results show significant differences in the level of knowledge and skills in preparing menus before and after the program, but nutritional status is not significant.  This shows that PKK cadres can be empowered to implement the IDEA model to prevent obesity in society.  Conclusion: there has been an increase in the knowledge and skills of PKK cadres in implementing the IDEAL program.Keywords:  obesity, empowerment, cadres, IDEAL program
PENYULUHAN DAN PENDAMPINGAN CARA PEMENFAATAN DAUN SALAM (SYZYGIUM POLYANTHUM) UNTUK MENGATASI MASALAH KEPUTIHAN (FLOUR ALBUS) PADA KAUM PEREMPUAN Suratiah, Suratiah; Hartati, Nyoman; Gama, I Ketut; Tamam, Badrut
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 7, No 1 (2025): JANUARI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jpms.v7i1.3803

Abstract

Keputihan (Flour Albus) adalah hal yang biasa dan fisologis terjadi pada setiap perempuan, namun hampir 50% dari seluruh populasi perempuan terkena keputihan patologis yang mengakibatkan masalah ketidaknyaman pada alat kelamin luar. Keputihan yang patologis akan mengganggu kenyaman para perempuan. Rasa gatal yang dirasakan cendrung menyebabkan perempuan gelisah dan menggaruk yang akan berdampak pada perlukaan atau perlecetan sehingga berdampak pada infeksi yang lebih lanjut. Selain itu juga akan berdampak pada hubungan suami istri dimana seorang perempuan merasa tidak nyaman karena gatal dan berbau. Hasil penelitian Suratiah, dkk (2018), menyatakan bahwa ekstrak rendaman daun salam muda efektif dalam menghambat pertumbuhan candida albicans. Dimana candida albicans diketahui salah satu penyebab terbanyak keputihan menjadi patologis. Daun salam sangat dikenal oleh para perempuan dan sangat mudah untuk didapatkannya, namun belum banyak para perempuan mengetahui bahwa daun salam dapat dimanfaatkan untuk mencegah infeksi oleh jamur pada keputihan. Dalam pengabdian kepada masyarakat ini, pengabdi ingin memberikan penyuluhan dan pendampingan cara pemanfaatan daun salam untuk mengatasi masalah keputihan seperti gatal dan basah pada kaum perempuan. Dari pengabdian ini para perempuan dapat memahami tentang keputihan dan hal yang mengakibtakan keputihan menjadi gatal dan produksi yang berleihan serta para perempuan juga mampu mengetahui dan mampu membuat rendaman daun salam muda. Hasil pengabdian ini menunjukkan pengetahuan para perempuan ilmu tentang keputihan dan penyebab gatalnya bertambah serta mampu membuat rendaman duan salam yang digunakan untuk cebok. Para perempuan juga mengatakan setelah 2 minggu menggunakan rasa gatal hilang dan adanya tambahan sensasi keset saat berhubungan dengan suami.
UPAYA MENCEGAH PENYAKIT GIGI MELALUI PERAN KELOMPOK TUTOR SEBAYA PADA MURID SD N 2 KEROBOKAN KAJA KECAMATAN KUTA UTARA KABUPATEN BADUNG TH 2022 Ratmini, Ni Ketut; Arini, Ni Wayan
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 6, No 1 (2024): JANUARI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jpms.v6i1.2680

Abstract

The problem of cavities is still a lot of complaints by both children and adults and cannot be allowed to get worse, because it will affect the quality of life where they will experience pain, discomfort, disability, acute and chronic infections, eating and sleeping disorders and have a high risk of hospitalized, which leads to high medical expenses and reduced time spent at school. Peer tutors have an important role in learning activities. In peer tutoring, the term tutor is used for students who act as teachers, while tutee is used for students who have learning difficultiesThe dedication method is to form a group of tutors from each class, then through the tutor carry out promotive and preventive activities in the form of counseling on how to maintain dental hygiene to the tutor to continue inviting them to practice brushing their teeth. The objects (target audience) were 158 students at SD N 2 Kerobokan Kaja, consisting of students from grades three to grades five.            The results achieved in community service at SD N 2 Kerobokan Kaja are 1). Increased knowledge about maintaining dental and oral hygiene for students of SD N 2 Kerobokan Kaja, North Kuta District, Badung, from an average score of 63 before the service was carried out and to an average of 85 after the service was carried out.              The conclusion from this community service activity is that the role of the tutor group can help increase knowledge about how to maintain dental hygiene and improve teeth brushing skills for elementary school students. 
Penyuluhan Diare dan CTPS untuk Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat di UPTD Puskesmas Rendang, Kabupaten Karangasem Tahun 2024 Posmaningsih, Dewa Ayu Agustini; Aryasih, Gusti Ayu Made; Sudiadnyana, I Wayan; Wulandari P., Ni Putu Maharani; Indriyani, Putu Ayu Hartati
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 6, No 2 (2024): APRIL
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jpms.v6i2.3721

Abstract

Pengabdian Masyarakat adalah suatu kegiatan yang bertujuan membantu masyarakat tertentu dalam beberapa aktivitas tanpa mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun. Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Rendang, Kabupaten Karangasem adalah berupa penyuluhan dengan topik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di SD Negeri 2 Nongan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Posyandu Lansia Banjar Pande Nongan. Pelaksanaan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di sekolah bertujuan untuk mencapai status kesehatan melalui pencegahan penyakit dengan praktik CTPS oleh semua pihak di sekolah. Melalui kegiatan penyuluhan CTPS dapat memberikan informasi sehingga dapat meningkatkan pengetahuan peserta didik  dan  dapat  diterapkan  menjadi  suatu  rutinitas  dalam  berperilaku  bersih  dan  sehat. Tujuan dilaksanakannya penyuluhan PHBS kepada masyarakat lanjut usia adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar dengan kesadaran sendiri dapat menerapkan perilaku yang dapat menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan. PHBS di tatanan keluarga masih belum dimengerti oleh masyarakat terutama lanjut usia karena masih kurangnya informasi yang diterima dan masih kurangnya fasilitas untuk melaksanakan program tersebut. PHBS yang merupakan dasar untuk mewujudkan kesehatan di masyarakat lanjut usia adalah di ruang lingkup rumah tangga. Hal ini dikarenakan indikator PHBS pada tatanan rumah tangga dianggap dapat mencerminkan dan mewakili keseluruhan perilaku hidup bersih dan sehat.
Pelatihan Dan Pemberdayaan Ibu-Ibu Pkk Untuk Pencegahan Stunting Di Desa Sekardadi Kabupaten Bangli Tahun 2024 Arini, NI Wayan; Gama, I Ketut; Marhaeni, Gusti Ayu; Wiardani, Ni Komang; Rusminingsih, Ni Ketut; Widhya HS, Cokorda Dewi
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 7, No 2 (2025): APRIL
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jpms.v7i2.3976

Abstract

Short toddlers (stunting) is a chronic nutritional problem caused by a lack of nutritional intake over a long period of time which results in factors that provide food that does not meet the nutritional needs of children. The occurrence of stunting in toddlers is caused by various factors. The direct cause is a lack of food intake and the presence of infectious diseases. Other causes are lack of maternal knowledge, wrong parenting patterns and poor hygiene and sanitation. The objectives of the Sustainable Regional Development Program are to: Increase knowledge about nutrition, especially nutrition for pregnant women to prevent stunting and Improve skills in making nutritious food using local ingredients available in the area.The results of this community service were that the percentage of PKK women's knowledge level before education had the most adequate criteria 48 people (90.57%). After education, the most are in good criteria 45 people (84.90%). The average knowledge score of PKK mothers before being given education was 66, including sufficient criteria. After education, the average score increased to 77.3, including good criteria. There was an increase in knowledge and skills after training. So that the knowledge and skills gained during the training can be applied in everyday life. Tempe Labu Siam Nugget and Lato Dimsum, can be made in various ways such as making crispy nuggets so that children don't get bored
Pemberdayaan Kelompok Tani dalam Pembuatan Produk Kesehatan Eco-Enzyme Berbahan Baku Sampah Organik di Desa Wisata Bedugul Kabupaten Tabanan Bali Ratih Kusuma Ratna Dewi, Gusti Ayu Made
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 6, No 3 (2024): JULI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jpms.v6i3.3790

Abstract

Terhentinya bisnis perhotelan, restoran, sekolah, dan perkantoran selama penerapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) virus Covid-19, berdampak besar terutama bagi petani sayur dan buah di Desa Wisata Bedugul. Tutupnya daerah wisata, hotel, dan restoran di Bali sangat berimbas pada petani sayur dan buah yang harus kehilangan pelanggan yang mendapat suplai sayuran darinya. Hal ini menyebabkan terjadinya penumpukkan sampah organik di beberapa Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) setempat. Sampah organik yang menumpuk di TPA memiliki dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat yang tinggal disekitarnya. Sampah organik dari sayur dan buah tersebut dapat diolah kembali menjadi sebuah produk yang bermanfaat bagi kesehatan, lingkungan, dan memiliki nilai ekonomi yaitu Eco-enzyme. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pemilahan sampah organik, pembuatan Eco-enzyme menjadi produk yang bernilai ekonomi, dan sosialisasi pemanfaatan Eco-enzyme dalam bidang kesehatan dan lingkungan. Metode Pengabdian yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini yaitu pemberdayaan yang meliputi pelatihan, pendampingan, pembuatan produk, dan pengemasan produk. Kegiatan ini dilakukan selama bulan Juni hingga akhir September 2022. Total sasaran yang menjadi responden dalam kegiatan ini adalah 15 orang anggota kelompok tani. Karakteristik  responden berdasarkan umur yaitu sebagian besar berada pada usia produktif yaitu usia 36-45 tahun sebanyak 7 orang (47%). Terdapat peningkatan pengetahuan responden tentang pemilahan sampah organik dan pembuatan produk Eco-enzyme berdasarkan hasil Analisa data dengan Paired T-Test. Selanjutnya Luaran yang dicapai pada kegiatan PKM hari kedua adalah produk Eco-enzyme  sebanyak 175 L serta HaKI dari Buku Saku yg telah dibuat.
Peningkatan Pengetahuan dan Partisipasi Wanita Usia Subur dalam Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Metode Inspeksi Visual Asam Asetat Melalui Penyuluhan di Kelurahan Serangan Erawati, Ni Luh Putu Sri; Ariyani, Ni Wayan; Surati, I Gusti Ayu
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 6, No 2 (2024): APRIL
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jpms.v6i2.2551

Abstract

Kanker Serviks menempati urutan kedua penyakit kanker pada wanita di Indonesia setelah Kanker Payudara. Salah satu metode skrining kanker serviks yang paling mudah dan murah dapat dilakukan dengan menggunakan metode inspeksi visual dengan asam asetat (IVA). Data pemeriksaan IVA di UPTD Puskesmas III Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Selatan juga belum mencapai target yang ditetap. Hasil Survei mawas diri yang dilaksanakan di Kelurahan Serangan pada Tahun 2020 menunjukkan bahwa partisipasi wanita usia subur untuk melakukan pemeriksaan IVA masih sangat rendah yaitu hanya 3,3% dari 91 KK yang disurvei telah melakukan deteksi dini kanker serviks. Dari hasil survei juga menunjukkan 54,94% ibu-ibu belum mengetahui tentang deteksi dini Kanker Serviks. Di Kelurahan Serangan juga ditemukan 2 orang (2,91%) ibu yang mengalami Kanker Serviks pada stadium lanjut.Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan partisipasi wanita usia subur dalam deteksi dini Kanker Serviks dengan metode Inspeksi Visual Asam Asetat di Kelurahan Serangan.Metode yang digunakan dalam pengabdian ini dengan memberikan penyuluhan, membagikan leaflet dan memberikan pelayanan pemeriksaan IVA gratis.Hasil pengabdian diperoleh sasaran WUS yang sudah menikah sebanyak 54 orang yang mengikuti penyuluhan tentang Kanker Serviks dan sasaran yang mengikuti pemeriksaan IVA sebanyak 42 orang. Karakteristik sasaran yang mengikuti penyuluhan dan pemeriksaan IVA berumur 21 – 53 tahun, sebagian besar berpendidikan menengah, sebagian besar ibu rumah tangga dan sebagai besar memiliki 2 orang anak. Hasil analisis diperoleh bahwa ada perbedaan rata-rata pengetahuan sebelum dan setelah diberikan penyuluhan tentang Kanker Serviks dengan nilai p=0,000. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan yang dilakukan secara rutin dapat meningkatkan partisipasi wanita usia subur untuk melakukan pemeriksaan IVA sebagai salah satu upaya deteksi dini Kanker Serviks.Untuk itu, diharapkan bidan selalu menyebarluaskan informasi tentang Kanker Serviks dengan menggunakan berbagai metode dan media serta memberikan pelayanan pemeriksaan IVA secara berkala setiap minggu atau setiap bulan sehingga cakupan pemeriksaan IVA semakin meningkat.
PENYULUHAN KESEHATAN KECACINGAN DAN PEMERIKSAAN KADAR HEMOGLOBIN PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN UBUD-GIANYAR suyasa, ida bagus oka; Dharmawati, I Gst Agung Ayu; Bekti, Heri Setiyo
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 7, No 1 (2025): JANUARI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jpms.v7i1.3801

Abstract

The prevalence of Soil Transmitted Helminths (STH) in Bali in 2004 reached 58.3% -96.8% in elementary school children. The priority problem to be corrected in this community service is the lack of knowledge of elementary school children regarding worms. This method of community service provides counseling, checking hemoglobin levels, checking for worm eggs in participants' feces and strengthening small doctors from SDN 1 Ubud. In the extension activities, there was an increase in participants' insight and knowledge, as seen from the increase in the number of participants who managed to get good grades, from 9.9% (pretest) to 97.5% (posttest). When checking hemoglobin levels, the majority of community service participants, 89.6% (69 people) had normal levels (9-14 gr/dl). Meanwhile, to check for the presence of worm eggs, the majority (72 people) of the community service participants did not find worm eggs (94.7%). One of the results of strengthening Little Doctors at SDN 1 Ubud is the birth of a work program (proker) to socialize worm prevention.  

Page 11 of 13 | Total Record : 129