cover
Contact Name
Obing Katubi
Contact Email
jurnalmasyarakati@gmail.com
Phone
+6281319021904
Journal Mail Official
jurnalmasyarakati@gmail.com
Editorial Address
Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK)-LIPI Gedung Widya Graha Lantai 9, Jalan Gatot Subroto Nomor 10 Jakarta Selatan.
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Masyarakat Indonesia
ISSN : 01259989     EISSN : 25025694     DOI : https://doi.org/10.14203/jmi.v44i2
Artikel yang dimuat dalam Jurnal Masyarakat Indonesia dapat berbasis hasil penelitian maupun pemikiran, dengan fokus bahasan yang berkaitan dengan perihal masyarakat Indonesia. Tiap terbitan memiliki tema yang berbeda-beda dan dapat ditelaah dari berbagai disiplin ilmu berdasar sudut pandang keahlian penulis. Jurnal Masyarakat Indonesia mengutamakan tulisan tentang isu dan tantangan yang dihadapi masyarakat Indonesia yang dikaji dari berbagai sudut pandang ilmu-ilmu sosial kemanusiaan. Artikel yang dikirim ke Jurnal Masyarakat Indonesia, dapat ditulis, baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris. Isi Jurnal Masyarakat Indonesia meliputi artikel ilmiah, ringkasan disertasi, dan review buku-buku terbaru dalam bentuk artikel.
Articles 268 Documents
DEMOKRASI TO-MANURUNG FALSAFAH POLITIK DARI BANTAENG, SULAWESI SELATAN Heddy Shri Ahimsa Putra
Masyarakat Indonesia Vol 40, No 1 (2014): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v40i1.100

Abstract

Tulisan ini memaparkan nilai-nilai budaya yang membentuk falsafah dan corak demokrasi masyarakat tradisional Bantaeng, di Sulawesi Selatan, berdasarkan atas hasil analisis dan interpretasi sebuah mitos politik mereka: mitos To-manurung. Analisis difokuskan pada miteme dan ceriteme yang dianggap mengandung informasi mengenai nilai-nilai politik dan sistem politik. Hasil analisis menunjukkan bahwa mitos tersebutyang menceritakan tentang tokoh To-manurung dan hubungannya dengan pemuka-pemuka masyarakatmengandung nilai-nilai dan praktik demokrasi. Di sisi lain, mitos tersebut juga menunjukkan adanya nilai-nilai dan praktik politik yang lain di Bantaeng. Sistem nilai dan praktik seperti ini mencerminkan sebuah corak demokrasi tertentu, yang di sini disebut demokrasi To-manurung.Kata Kunci: Mitos, To-manurung, miteme, ceriteme, nilai-nilai politik, sistem politik, filsafat politik, demokrasi.
MAMPUKAH SUBAK BERTAHAN? STUDI KASUS KETAHANAN SOSIAL KOMUNITAS SUBAK PULAGAN, GIANYAR, BALI Yogi Setya Permana
Masyarakat Indonesia Vol 42, No 2 (2016): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v42i2.674

Abstract

Most of literature on Subak studies emphasize on the nature of Subak management system rather than its dynamic respond to contemporary social change. However, this article focuses on how Subak community respond to the rapid social change namely massive tourism industry and water shortage. Based on the case of water dispute between Subak Pulagan and PDAM Gianyar, the author argue that the amplification of cultural and symbolic recognition is an effective strategy for bargaining position in the conflictual relation in order to preserve Subak existence. The research method is case study through fieldwork, interviews, and observation.Keywords: Subak, tourism industry, world cultural heritage, disputeABSTRAKSebagian besar literatur dalam studi tentang Subak menekankan perhatian terhadap sistem pengelolaan subak daripada respons komunitas tersebut terhadap perubahan sosial kontemporer. Akan tetapi, artikel berikut ini fokus kepada ketahanan sosial komunitas (community resilience) Subak Pulagan dalam merespons cepatnya perubahan sosial yang terjadi, yakni pesatnya industri wisata dan krisis air. Berdasarkan kasus yang terjadi pada sengketa air antara komunitas Subak Pulagan dengan PDAM Gianyar, penulis berargumen bahwa amplifikasi terhadap rekognisi simbolis dan budaya merupakan strategi yang efektif dalam menjaga posisi tawar dalam relasi konflik sehingga mampu menjaga kelestarian eksistensi Subak. Metode penelitian ini menggunakan studi kasus melalui kunjungan lapangan, wawancara, dan observasi.Kata kunci: Subak, industri wisata, krisis air, warisan budaya dunia, sengketa
BAHASA MINORITAS DAN KONSTRUKSI IDENTITAS ETNIK PADA KOMUNITAS BAHASA KUI DI ALOR, NUSA TENGGARA TIMUR Katubi Katubi
Masyarakat Indonesia Vol 37, No 2 (2011): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v37i2.641

Abstract

Tulisan ini mengeksplorasi cara orang Kui sebagai kelompok minoritasdi Alor, Nusa Tenggara Timur, mere?eksi dan mereproduksi identitasetnik mereka melalui sumber daya simbolik, bahasa etnik. Kerangkakerja yang digunakan untuk membahas masalah itu ialah kerangkakerja yang yang memperhatikan empat proses semiotik, yaitu praktik,indeksikalitas, ideologi, dan performansi. Pada tataran praktik, telahterjadi pergeseran penggunaan bahasa dari bahasa Kui ke bahasa MelayuAlor. Ditinjau dari segi indeksikalitas, penggunaan bahasa Kui sebagaibahasa warisan dapat digunakan untuk mengonstruksi identitas etnikorang Kui, yang membuat batas antara diri dengan liyan pada wilayahmultietnik. Ideologi bahasa orang Kui menunjukkan adanya kesadaranpentingnya bahasa Kui dalam konstruksi identitas. Namun, kesadaranitu merupakan kesadaran diskursif dan bukan kesadaran praktis.Performansi yang ditunjukkan ialah pentingnya menjadi komunitasbilingual, yang menguasai bahasa etnik dan basantara, Melayu Alor danbahasa Indonesia. Namun, bilingualism itu tampaknya kini bergerakmenuju monolingualisme pada kalangan anak-anak dan kelompokusia muda. Artinya, telah terjadi asimilasi kebahasaan pada kelompoktersebut.
PERGESERAN BAHASA DAN IDENTITAS SOSIAL DALAM MASYARAKAT MINANGKABAU KOTA: STUDI KASUS DI KOTA PADANG Rina Marnita
Masyarakat Indonesia Vol 37, No 1 (2011): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v37i1.607

Abstract

Minangkabau is a bilingual diglossic community where the Indonesianand Minangkabau languages live side by side with its own communicativefunction. However, during the last three decades, the Indonesian language hasbeen increasingly used not only in public places for formal purposes but alsoat home among family members in daily communication. Working under theframework of Hymes (1964) sociolinguistic ethnography and implementingFishmans (1970) domain theory, a study is conducted in Minangkabau speech community in Padang, the capital city of West Sumatra Province. The study aims to investigate language choice and language attitude of the Minangkabau as well as to examine the socio-cultural determinants motivating the choice and the attitude. It reveals that different age group perform different pattern of language choice; adoloscents speak more Indonesian than teenagers, adults and older speakers. This indicates the language shifting, that is from Minangkabau to Indonesia, to some degree has been in progress in the speech community. Peoples positive attitude toward Indonesian as the language of the educated people has motivated most young families in Padang to choose Indonesian as the frst language of their children. The prestige of nonformal Jakartan Indonesian languages has attracted the youth to use the variety of these languages in their social interaction.Keywords: language choice, language attitude, language shift, social identity,Minangkabau and Padang
Peran Agama dalam Ujaran Kebencian: Sumber atau Target Ubaidillah, MA
Masyarakat Indonesia Vol 45, No 1 (2019): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v45i1.895

Abstract

Tinjauan Buku: Peran Agama dalam Ujaran Kebencian: Sumber atau Target
THE CHINESE AND CRIME IN THE OMMELANDEN OF BATAVIA 1780-1793 Devi Riskianingrum
Masyarakat Indonesia Vol 39, No 1 (2013): Majalah Ilmu-ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v39i1.299

Abstract

Batavia dan wilayah Ommelanden pada era akhir abad ke-18 berada dalam krisis keamanan di mana angka kriminalitas terus meningkat. Kejahatan dalam berbagai bentuk, mulai dari perampokan, pembunuhan, pencurian, sampai perkelahian antar-etnis menjadi suatu pemandangan yang biasa di wilayah ini. Kondisi VOC yang mulai runtuh saat itu berdampak pada runtuhnya keamanan publik di daerah koloni. Lebih jauh, kondisi ini merefleksikan semakin melemahnya kontrol administrasi pemerintah kolonial terhadap Batavia dan Ommelanden. Meningkatnya angka kriminalitas di wilayah Ommelanden juga memengaruhi masyarakat Cina, baik sebagai pelaku maupun sebagai korban dari kejahatan tersebut. Kedudukan dan status mereka yang cenderung lebih tinggi dalam hal finansial dari masyarakat lokal menjadi sumber pemicu kebencian antaretnis di Ommelanden. Masyarakat Cina menjadi rentan terhadap tindak kejahatan. Paper ini mengeksplorasi berbagai kasus kriminal di Ommelanden Batavia yang terkait masyarakat Cina, baik sebagai korban maupun pelaku, yang terekam dalam arsip Schepenbank. Paper ini memberikan sebuah gambaran relasi masyarakat Cina dengan etnis lainnya di Ommelanden Batavia dalam kasus-kasus hukum, sifat dan kekhasan kriminalitas di Ommelanden Batavia, serta sistem yudisial VOC di Ommelanden Batavia.Kata Kunci: Batavia, Chinese Community, Schepenbank Archives, Crime, Ommelanden.
KONSTRUKSI FEMININITAS DAN PROBLEMATIKA EKSPRESI RUANG PUBLIK VIRTUAL Widjajanti M. Santoso
Masyarakat Indonesia Vol 44, No 1 (2018): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v44i1.801

Abstract

Konstruksi femininitas menunjukan perubahan sosial, dan dapat dilihat dari konstruksi perempuan anak revolusi pada masa Orla; ibuisme pada masa Orba; namun pada masa Orde Reformasi, seakan terjadi situasi paradoks dimana, perempuan kembali perlu berjuang untuk representasinya. Ekspresi femininitas di ruang publik merupakan gambaran dari pandangan yang beredar di masyarakat tentang perempuan. Dalam hal ini ruang publik yang muncul adalah ruang publik di media sosial seperti di WA, dan lainnya. Konstruksi sosial menunjukan kesenjangan antara masalah perempuan yang diangkat oleh gerakan perempuan dengan tumbuhnya konstruksi yang tidak melihat adanya masalah perempuan. Peran individu ataupun institusi yang melakukan konstruksi sosial saat ini, berada di ruang publik virtual, yang membuat upaya upaya meningkatkan peran perempuan menjadi gamang. Di dalam proses ini konstruksi heteronormativitas menguat yang membuat peran peran perempuan terdorong kembali ke ruang domestik dan menghasilkan gambaran ambigu tentang peran perempuan di ruang publik, termasuk di ruang publik virtual.
REISLAMIZING LOMBOK: CONTESTING THE BAYANESE ADAT Erni Budiwanti
Masyarakat Indonesia Vol 37, No 2 (2011): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v37i2.632

Abstract

Masyarakat Bayan di Lombok Utara dikenal sebagai kelompok yang masihmempertahankan tradisi dan kebudayaan setempat yang bersumber pada nilainilai adat leluhur. Meski secara nominal mengaku Islam, namun kenyataanhidup mereka sangat kental diwarnai oleh praktik-praktik adat yang tidaksenantiasa selaras dengan monoteisme Islam. Secara kuantitatif, masyarakatBayan bisa dikategorikan sebagai kelompok minoritas Sasak Muslimsinkretik yang masih bertahan sampai saat ini. Dalam adat-istiadat mereka,terdapat fgur pondok pesantren dari Lombok Barat dan Lombok Timur yangdipimpin oleh Tuan Guru dan didukung oleh pengikut-pengikut setianya yangsekaligus merupakan arbituren (alumnus) pondok pesantren. Tuan Guru danpara dai merupakan agen-agen perubahan yang menjalankan misi untukmentransformasikan adat-istiadat Bayan yang dinilai tidak relevan denganIslam. Misi dakwah ini memiliki dua sisi yang dilematik bagi masyarakatBayan. Di satu pihak mereka menyentuh wilayah sakral keagamaan dankebudayaan yang dinilai sangat sensitif, namun di lain pihak mereka jugamembantu komunitas Bayan mengentaskan persoalan lingkungan hidupdan kemiskinan melalui pendidikan. Infltrasi gerakan mereka merupakanfenomena religius-kultural yang tidak bisa dihindari oleh masyarakat Bayan.Para agen perubahan tersebut sangat diperlukan untuk memperbaiki kualitashidup, namun sekaligus juga dikhawatirkan mengancam kelangsunganidentitas kultural-keagamaan masyarakat Bayan.Keywords: adat, Islam, dakwah, pondok pesantren, Tuan Guru, dai
THE INDONESIAN ECONOMY DURING THE JAPANESE OCCUPATION Thee Kian Wie
Masyarakat Indonesia Vol 39, No 2 (2013): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v39i2.597

Abstract

This article is written as one of many tributes to Professor Anne Booth of theDepartment of Economics, School of Oriental and African Studies (SOAS), Universityof London, who will retire by the end of 2013. This tribute is certainly warranted asAnne Booth is without doubt a redoubtable scholar specialized in the economy andhistory of the Southeast Asian nations, particularly Indonesia. The article starts withdiscussing developments in the Netherlands Indies in the 1930s, which is followedby a discussion of developments in the Netherlands Indies on the eve of the Japaneseinvasion. The article then discusses political developments in Japan in the 1930s;followed by a discussion of the start of the Pacific War and the fall of the NetherlandsIndies. The main focus of the article concerns the Indonesian economy during theJapanese occupation of Indonesia (March 1942 August 1945).Keywords: Japanese Occupation, Indonesian economy, Netherlands Indies
PEMBANGUNAN DAN STRATEGI BERTAHAN HIDUP PADA MASYARAKAT KEPULAUAN KECIL TERLUAR INDONESIA Oktafiani, Irin
Masyarakat Indonesia Vol 45, No 2 (2019): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v45i2.834

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai kondisi pembangunan di beberapa pulau kecil terluar di Indonesia Timur saat ini. Di dalam tulisan ini akan diperlihatkan bagaimana kondisi terbatasnya akses terhadap pembangunan kemudian membentuk strategi bertahan hidup bagi penduduk yang berada di beberapa pulau kecil terluar di Indonesia, yaitu Pulau Liki, Pulau Befondi, Pulau Fani, dan Pulau Brass-fanildo. Pembangunan seharusnya dapat mempertimbangkan tiga unsur dalam kesetaraan yaitu (1) peluang yang sama untuk hidup, (2) perhatian yang sama pada kebutuhan masyarakat, dan (3) meritokrasi. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam. Menggunakan analisis deskriptif terhadap indikator Indeks Desa Membangun, tulisan ini akan menjelaskan bahwa tiga unsur kesetaraan pembangunan belum terasa di wilayah Indonesia Timur dan pembangunan masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan para pemangku kebijakan.

Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 49, No 2 (2023): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 49, No 1 (2023): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 48, No 2 (2022): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 48, No 1 (2022): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 47, No 2 (2021): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 47, No 1 (2021): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 46, No 2 (2020): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 46, No 1 (2020): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 45, No 2 (2019): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 45, No 1 (2019): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 44, No 2 (2018): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 44, No 1 (2018): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 43, No 2 (2017): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 43, No 1 (2017): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 42, No 2 (2016): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 42, No 1 (2016): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 41, No 2 (2015): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 41, No 1 (2015): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 40, No 2 (2014): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 40, No 1 (2014): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 39, No 2 (2013): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 39, No 1 (2013): Majalah Ilmu-ilmu Sosial Indonesia Vol 38, No 2 (2012): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 38, No 1 (2012): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 37, No 2 (2011): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 37, No 1 (2011): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 36, No 2 (2010): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 36, No 1 (2010): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia More Issue