cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 2,081 Documents
Konsep Hubungan Suami-Istri Berdasarkan 1 Petrus 3:1-7 Inggrid Carolina Kiuk
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.4130

Abstract

Abstrak Hubungan pasangan suami-istri setiap tahun mengalami permasalahan yang hebat sehingga mengakibatkan kehancuran dalam rumah tangga. Hal ini disebabkan pemahaman yang salah tentang peran pasangan suami-istri dalam kekristenan. Sehingga penerapan konsep hubungan suami-istri berdasarkan 1 Petrus 3:1-7 perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan konsep hubungan suami istri yang benar sesuai dengan 1 Petrus 3:1-7. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Penelitian ini menemukan konsep hubungan suami istri berdasarkan 1 Petrus 3:1-7, yaitu istri harus tunduk kepada suami dan suami harus bersikap bijak kepada istri. Kata kunci: Konsep Hubungan Suami-Istri, 1 Petrus 3:1, Tunduk, Bijak Abstract The relationship between husband and wife every year experiences great problems, resulting in the destruction of the household. This is due to a misunderstanding of the role of husband and wife in Christianity. So that the application of the concept of husband and wife relationship based on 1 Peter 3:1-7 needs to be done. This study aims to find the correct concept of husband and wife relationship according to 1 Peter 3:1-7. This research uses qualitative research. This study found the concept of husband and wife relationships based on 1 Peter 3:1-7, namely the wife must submit to her husband and the husband must be wise to his wife. Keyword: Concept of Husband and Wife Relationship, 1 Peter 3:1-7, Submit, Wise
Analisis Implementasi Kebijakan Rekrutmen Tenaga Kerja Disabilitas di Badan Usaha Milik Daerah DKI Jakarta Fajri Hidayatullah; Khaerul Umam Noer; Muhammad Kadarisman; Evi Satispi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.4131

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas mengenai implementasi UU 8/2016 dikaitkan dengan UU 13/2003 dan Peraturan Daerah DKI Jakarta 10/2011 tentang tenaga kerja bagi orang dengan disabilitas. Kebijakan dan regulasi terkait hak tenaga kerja terhadap penyandang disabilitas di Indonesia sudah cukup memadai, namun jika dilihat secara keseluruhan belum berjalan optimal pada pelaksanaannya. Hasil penelitian di BUMD Jakarta selaku pemberi kesempatan kerja, belum mempekerjakan penyandang disabilitas sesuai dengan ketentuan regulasi yang ada dan belum melaksanakan kewajibannya dengan memberikan pemenuhan hak – hak pekerja disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi untuk mengetahui dan menanalisis mengenai kebijakan perekrutan pekerja disabilitas di BUMD Jakarta. Dengan menggunakan metode kualitatif, hasil dari penelitian menunjukan bahwa implementor belum menjalankan ketentuan regulasi yang telah ada, sehingga realita yang terjadi dalam perekrutan tenaga kerja disabilitas belum berjalan dengan maksimal, secara perekrutan dan penempatan, serta tidak terpenuhinya kuota yang telah ditentukan bagi penyandang disabilitas. BUMD belum melaksanakan pemenuhan hak – hak penyandang disabilitas dalam hal memberikan peluang kerja, memberikan pelatihan keterampilan dan mendapatkan pekerjaan yang layak tanpa adanya diskriminasi. Kata Kunci: Tenaga Kerja, Penyandang Disabilitas, Regulasi Tenaga Kerja, Hak Kesejahteraan Abstract This study focuses on analyzing the implementation of Law 8/2016 in relation to Law 13/2003 and DKI Jakarta Regional Regulation 10/2011 concerning employment for people with disabilities. Policies and regulations related to labor rights for persons with disabilities in Indonesia are adequate, but overall they have not been implemented optimally. The results of the research in Jakarta Regional Owned Enterprises as job opportunity providers, have not employed persons with disabilities in accordance with existing regulations and have not carried out their obligations by providing fulfillment of the rights of disabled workers. This study aims to provide information to identify and analyze policies regarding the recruitment of disabled workers. By using a qualitative method, the results of the study show that the implementor has not implemented the existing regulatory provisions, so that the reality that occurs in the recruitment of disabled workers has not run optimally, in terms of recruitment and placement, and the quota has not been fulfilled for persons with disabilities. Companies in Jakarta Regional-Owned Enterprises have not implemented the fulfillment of the rights of persons with disabilities in terms of providing job opportunities, providing skills training and getting decent jobs without discrimination. Keywords: manpower, person with disability, manpower regulation, welfare rights
Analisis Yuridis Terhadap Putusan Praperadilan Tentang Sah Atau Tidaknya Penghentian Penyidikan (Studi Putusan No: 13/Pid.Pra/2021/PN Mks) Bariek Ramdhani Pababbari; Ade Darmawan Basri
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.4132

Abstract

Abstrak Praperadilan merupakan salah satu upaya hukum yang dapat diajukan oleh tersangka apakah upaya paksa seperti penahanan atas dirinya bertentangan dengan Pasal 21 KUHAP, atau melewati batas waktu Pasal 24 KUHAP, selain itu upaya praperadilan juga dapat diajukan oleh penyidik, dan penuntut umum atau pihak ketiga (saksi korban). Secara yuridis Praperadilan adalah salah satu wewenang Pengadian negeri untuk memeriksa dan memutuskan tentang (1) Sah tidaknya suatu penangkapan dan atau penahanan atas permintaan tersangka atau keluarganya atau permintaan yang berkepentingan demi tegaknya hukum dan keadilan (2) Sah tidaknya penghentian penyidikan atau penghentian penuntutan atas permintaan yang berkepentingan demi tegaknya hukum dan keadilan dan (3) Permintaan ganti-rugi atau rehabilitasi oleh tersangka atau keluarganya atau pihak lain atau kuasanya yang perkaranya tidak diajukan ke Pengadilan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan pendekatan undang-undang dan hukum acara pidana (formal legal apporoach) dan pendekatan kasus (case apporoach) yang berhasil dimenangkan oleh rekan-rekan advokat pada kantor hukum ADE DARMAWAN BASRI & PARTNERS dengan bertujuan untuk memahami aturan hukum mengenai sah tidaknya penghentian penyidikan melalui terbitnya SP3 (surat perintah penghentian penyidikan) dan disatu sisi untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum oleh hakim tunggal praperadilan dalam perihal menyatakan menerima dan mengabulkan permohonan Pemohon untuk seluruhnya dalam putusan praperadilan nomor: 13/Pid.Pra/2021/PN Mks. Kata Kunci: Sah Tidaknya Penghentian Penyidikan, Praperadilan Abstract Pretrial is one of the legal efforts that can be submitted by the suspect whether forced efforts such as detention of him are contrary to Article 21 of the Kuhap, or past the deadline of Article 24 of the Kuhap, in addition pretrial efforts can also be submitted by investigators, and public prosecutors or third parties (victim witnesses). Juridically pretrial is one of the authorities of the State Court to examine and decide about (1) the validity of an arrest and or detention at the request of the suspect or his family or a request of interest for the sake of upholding law and justice. (2) The validity of the termination of the investigation or the termination of the prosecution at the request of the interest for the sake of upholding the law and justice and (3) Request for damages or rehabilitation by the suspect or his family or any other party or his or her power of attorney whose case is not brought to the Court. This research uses research methods with a legal approach and criminal event law (formal legal apporoach) and case app (case apporoach) that was successfully won by fellow advocates at the law office ADE DARMAWAN BASRI & PARTNERS with the aim to understand the rule of law regarding the validity of the termination of the investigation through the issuance of SP3 (warrant of termination of investigation) and on the one hand to find out the basis of legal consideration by a single pretrial judge in the matter of declaring to accept and grant the Petitioner's application for all in the pretrial verdict number: 13/Pid.Pra/2021/PN Mks. Keywords: The Validity of the Termination of the Investigation, Pretrial
Faktor Pendukung dan Penghambat Pengelolaan Pariwisata Pantai Tanjung Kait di Kabupaten Tangerang Rizal Fatli Maulana; Muhammad Rosul Asmawi; Pri Utami
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.4133

Abstract

Abstrak Pantai Tanjung Kait merupakan Pantai yang terdapat di Kabupaten Tangerang yang dikategorikan dalam tahap berkembang dan berpotensi. Kurangnya perhatian dari Disporabudpar Kabupaten Tangerang dan kualitas SDM yang kurang baik memberikan dampak terhadap pengembangan Pantai Tanjung Kait. Menyikapi persoalan tersebut adanya Rencana Strategis Disporabudpar Kabupaten Tangerang diharapkan memberi peluang bagi Pantai Tanjung Kait menjadi wisata yang lebih maju. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pengelolaan pariwisata Pantai Tanjung Kait di Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan datanya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor pendukung pengelolaan pariwisata Pantai Tanjung Kait meliputi adanya dukungan penuh dari pemerintah desa dan panorama yang indah, sedangkan faktor penghambat pengelolaan pariwisata Pantai Tanjung Kait meliputi hak kepemilikan tanah yang belum sepenuhnya milik pemerintah, kurangnya sarana dan prasarana, minimnya kesadaran masyarakat, belum adanya promosi wisata. Kata Kunci: Faktor Pendukung dan Penghambat, Pengelolaan Pariwisata. Abstract Tanjung Kait Beach is a beach located in Tangerang Regency which is categorized in the developing and potential stage. The lack of attention from the Tangerang Regency Disporabudpar and the poor quality of human resources have an impact on the development of Tanjung Kait Beach. Responding to this problem, the Tangerang Regency Disporabudpar Strategic Plan is expected to provide an opportunity for Tanjung Kait Beach to become a more advanced tourism. The purpose of this study was to determine the supporting and inhibiting factors in the management of Tanjung Kait Beach tourism in Tangerang Regency. This study uses qualitative research methods by conducting observations, interviews and documentation as data collection techniques. The results of this study indicate that the supporting factors for Tanjung Kait Beach tourism management include full support from the village government and a beautiful panorama, while the inhibiting factors for Tanjung Kait Beach tourism management include land ownership rights that are not fully owned by the government, lack of facilities and infrastructure, lack of public awareness, there is no tourism promotion. Keywords: Supporting and Inhibiting Factors, Tourism Management.
Pengaturan Hukum Jaminan Penanggungan Penahanan oleh Penyidik Polri Berdasarkan Pasal 31 KUHAP (Studi di Polisi Sektor Pasarwajo) La Gurusi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.4134

Abstract

Abstrak Kitab undang–undang Hukum Acara Pidana pasal 1 butir 21, diterangkan bahwa suatu penahan adalah penempatan tersangka atau terdakwa di tempat tertentu oleh penyidik atau penuntutan umum atau hakim dengan penempatannya, dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam undang–undang ini. Tujuan penelitian adalah untuk memahami pengaturan hukum penangguhan penahanan dan untuk memahami angan Hukum bagi penyidik untuk menentukan besarnya uang jaminan dalam menetapkan suatu penangguhan penahanan. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris. Hasil penelitian menunjukan bahwa Syarat yang ditentukan, serta karena jabatan penyidik atau penuntut umum atau hakim dalam memberikan jaminan penangguhan penahanan berdasarkan Pasal 31 KUHAP sudah berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku akan tetapi didalam Pasal 31 KUHAP belum dijelaskan secara detail mengenai besarnya nominal uang jaminan penangguhan penahanan yang akan diberikan oleh tersangka dalam memperoleh jaminan penangguhan penahanan dari pihak Penyidik Polri. Sedangkan dasar pertimbangan hukum bagi penyidik Kepolisian Sektor Pasarwajo untuk menentukan besarnya uang jaminan diatur menurut KUHAP pada ketentuan Pasal 31 jo Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 yang menerangkan mengenai jaminan penangguhan penahanan dalam hal ini atas permintaan tersangka atau terdakwa, penyidik sesuai dengan kewenangannya dapat memberikan jaminan penangguhan penahanan dengan atau tanpa jaminan uang atau jaminan orang. Kata Kunci: Penyidik, Penangguhan Penahanan, Terdakwa, KUHAP Abstract Article 1 point 21 of the Criminal Procedure Code explains that an arrest is the placement of a suspect or defendant in a certain place by an investigator, public prosecutor, or judge with his placement, in the case and according to the method regulated in this law. The purpose of the study is to understand the legal arrangements for the suspension of detention and the legal imagination for investigators to determine the amount of the security deposit in determining a suspension of detention. This type of research uses empirical legal research. The results of the study show that the specified conditions, as well as the position of the investigator, public prosecutor, or judge in providing guarantees for the suspension of detention based on Article 31 of the Criminal Procedure Code, have been carried out in accordance with applicable procedures, but Article 31 of the Criminal Procedure Code does not explain in detail the nominal amount of the bail deposit for the suspension of detention, which will be given by the suspect in obtaining a guarantee of suspension of detention from the police investigator. While the basis for legal considerations for investigators of the Pasarwajo Sector Police to determine the amount of the security deposit is regulated according to the Criminal Procedure Code in the provisions of Article 31 in conjunction with Government Regulation Number 27 of 1983, which explains the guarantee for the suspension of detention in this case at the request of the suspect or defendant, investigators in accordance with their authority can provide guarantees for suspension of detention with or without guarantees of money or guarantees of persons. Keywords: Investigator, Suspension of Detention, Defendant, KUHAP
Faktor Kebertahanan Nelayan Tradisional Diva Yolanda; Elvawati; Waza Karia Akbar
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.4135

Abstract

Abstrak Perubahan mata pencaharian nelayan menjadi penyedia ATV(All Terrain Vehicle) memberikan dampak terhadap kehidupan sosial ekonomi nelayan tradisional. Pekerjaan sebagai penyedia ATV merupakan suatu pekerjaan yang beresiko kerja rendah dibandingkan dengan pekerjaan sebagai nelayan. Meskipun begitu masih banyak nelayan tradisional yang masih bertahan dengan pekerjaan utamanya yaitu sebagai nelayan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsi faktor kebertahanan nelayan tradisional setelah masuknya ATV di Pantai Nagari Sasak Kabupaten Pasaman Barat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tindakan sosial yang dikemukakan oleh Max Weber. Penelitian dilakukan di di Pantai Sasak Kecamatan Sasak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe penelitian deskripstif. Penarikan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling, dengan jumlah informan 15 nelayan Tradisional. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. analisis data dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab kebertahanan nelayan tradisional adalah karena adanya keterbatasan modal, baik secara finansial maupun keterbatasan kepemilikan lahan, selain itu adanya keterbatasan pengetahuan dalam marketing, keterbatasan kepemilikan aset dan keterbatasan usia. Kata Kunci: Faktor Kebertahanan, Nelayan Tradisional, Masyarakat Pesisir Abstract The change in fishermen's livelihoods to become ATV (All Terrain Vehicle) providers has an impact on the socio-economic life of traditional fishermen. work as an ATV provider is a low-risk job compared to work as a fisherman. Even so, there are still many people who survive with their main job as fishermen. The purpose of this study was to describe the survival factors for traditional fishermen to enter ATV (All Terrain Vehicle) at Nagari Sasak Beach, West Pasaman Regency. The theory used in this study is the theory of social action proposed by Max Weber. The research was conducted in Sasak Beach, Sasak District. This study uses qualitative research methods with descriptive research type. Withdrawal of informants is done by purposive sampling technique, with the informants are people who still survive as fishermen. The data collection method in this study begins with observation, in-depth interviews, and document studies. Data analysis was carried out in several stages, namely, data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed that the factors causing the survival of traditional fishermen were limited capital, both financially and limited land ownership, in addition to limited knowledge in marketing, both from asset ownership and age limitations. Keywords: Survival Factors, Traditional Fishermen, Coastal Communities
Tingkat Dukungan Orang Tua Terhadap Belajar Anak di Rumah M. Fajri; Daeng Ayub; Dafetta Fitrilinda
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.4136

Abstract

Abstrak Permasalahan yang ada di lokasi ialah rata-rata orang tua di desa Segati bekerja sebagai buruh sawit atau pekerja pabrik sawit, sehingga tujuan dari penelitian ini guna mengetahui tingkat dukungan orang tua terhadap belajar anak di rumah. Penelitian ini berlokasi di Desa Segati Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan. Metode penelitian ini ialah kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan angket. Metode sampling dengan simple random sampling adalah metode pengambilan dengan cara tertentu dari suatu populasi atau semesta sehingga setiap anggota suatu populasi atau semesta memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih atau diambil, dengan menggunakan rumus Slovin, maka sampel 92 anak usia sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukan tingginya tingkat dukungan orang tua terhadap hasil belajar anak di rumah yang sebesar 3,28 dengan tafsiran tinggi. Kesimpulan penelitian ini adalah Diperoleh tingkat dukungan orang tua sebesar 3,28 berada pada tafsiran tinggi, yang artinya masih terdapat 1,72 disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam penyelidikan. Dukungan orang tua mengacu pada seberapa besarnya dukungan yang diberikan kepada anak guna meningkatkan hasil belajar pada anak. Kata Kunci: Dukungan Orang Tua, Belajar Anak Abstract The problem at the location is that the average parent in Segati village works as a palm oil worker or palm oil mill worker, so the purpose of this study is to determine the level of parental support for children's learning at home. This research was located in Segati Village, Langgam District, Pelalawan Regency. This research method is quantitative by collecting data through observation, documents, and questionnaires. The sampling method with simple random sampling is a method of taking in a certain way from a population or universe so that each member of a population or universe has an equal opportunity to be selected or taken, using the Slovin formula, then a sample of 92 children of primary school age. The results showed a high level of parental support for children's learning outcomes at home which was 3.28 with high interpretation. The conclusion of this study is that the parental support level of 3.28 is at a high interpretation, which means that there are still 1.72 caused by other factors that are not included in the investigation. Parental support refers to how much support is given to a child to improve learning outcomes in a child. Keywords: Parental Support, Children's Learning
Efektifitas Saringan Pasir Lambat (Downflow) dalam Pengukuran Kualitas Air sebagai Dampak Penurunan Kekeruhan Air Sungai Sebagai Air Bersih di Kabupaten Sumba Timur Denisius Umbu Pati
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.4138

Abstract

Abstrak Air merupakan sumber daya yang sangat diperlukan oleh makhluk hidup baik untuk memenuhi kebutuhan maupun menopang hidupnya secara alami. Saringan pasir lambat ini sangat efektif karena hanya menggunakan satu macam pengolahan mampu menghasilkan kualitas yang baik. Pada saringan pasir lambat terjadi pengurangan kekeruhan air sampai pada tingkat yang dapat ditoleransi untuk air bersih. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pH, Temperatur, Oksigen terlarut, Amoniak dan kekeruhan menggunakan saringan pasir lambat. Penelitian dilakukan menggunakan saringan pasir lambat dengan ketebalan 80 cm, 100 cm dan 120 cm. Penelitian dilakukan selama 14 hari. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa pada pengukuran air sungai menggunakan saringan Pasir lambat mampu mengurangi kekeruhan, hasil penelitian menunjukkan sebelum 5,0-6,4 sesudah 5,0-5,5, pada pengukuran pH saringan pasir lambat berhasil menaikkan pH menjadi sebelum 5,5-6,4 pH sesudah 6,4 -6,8 pH. Hasil Pengukuran Temperatur (suhu) adalah pada ketebalan pasir 100 cm dan 120 cm lebih efektif dalam menaikkan suhu air sungai menjadi sebelum 28,5-28,9 sesudah 28,7-29,2. Hasil pengukuran oksigen terlarut (desolved oxygen) mengalami kenaikkan dengan pengukuran menggunakan saringan pasir lambat menjadi sebelum 3,2-36,7 sesudah 3,6-6,9. Hasil Pengukuran Amoniak (NH3) pada penelitian penggunaan saringan pasir lambat sangat efektif dalam mengatasi Amoniak dan menurunkan nilai amonik menjadi sebelum 5-10 sesudah 3-8. Sehingga kesimpulan dari penelitian ini air sungai menjadi tidak berbau, berasa dan mengurangi kekeruhan. Kata Kunci: Saringan Pasir Lambat, Kualitas Air, Kekeruhan Air. Abstract Water is a resource that is needed by living things both to meet their needs and sustain life naturally. This slow sand filter is very effective because it only uses one type of processing to produce good quality. The slow sand filter reduces the turbidity of the water to a tolerable level for clean water. The purpose of this study was to determine pH, temperature, dissolved oxygen, ammonia and turbidity using a slow sand filter. The study was conducted using a slow sand filter with a thickness of 80 cm, 100 cm and 120 cm. The study was conducted for 14 days. Based on the results of the study, it was found that the measurement of river water using a slow sand filter was able to reduce turbidity, The results showed that before 5.0-6.4 after 5.0-5.5, the slow sand filter pH measurement succeeded in raising the pH to before 5.5-6.4 after 6.4-6.8 pH. The results of the Temperature Measurement (temperature) are that the thickness of the sand is 100 cm and 120 cm is more effective in increasing the temperature of the river water to before 28.5-28.9 after 28.7-29.2 The results of the measurement of dissolved oxygen (desolved oxygen) increased with measurements using a slow sand filter to before 3.2-36.7 after 3.6-6.9. The results of Measurement of Ammonia (NH3) in research using a slow sand filter is very effective in overcoming Ammonia and reducing the ammonia value to before 5-10 after 3-8. So the conclusion from this research is that the river water becomes odorless, tasteless and reduces turbidity. Keywords: Slow Sand Filter, Water Quality, Water Turbidity
Dampak Psikososial Terhadap Anak Korban Kekerasan Seksual di Kecamatan Kota Waingapu Kabupaten Sumba Timur Desy A. Sitaniapessy; Denisius Umbu Pati
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.4139

Abstract

Abstrak Kekerasan seksual terhadap anak merupakan bentuk kejahatan yang wajib mendapat perhatian semua pihak, mulai keluarga sampai kepada pemerintah. Jumlah kasus kekerasan seksual yang cukup tinggi tentu menjadi tanggung jawab semua pihak dalam menyelesaikan masalah ini. Seringkali yang menjadi kendala dalam penyelesaian kasus kekerasan seksual adalah kurangnya pemahaman para pendamping atau orang tua dalam memahami dampak yang dirasakan oleh anak korban kekerasan seksual sehingga pendampingan yang diberikan kepada anak tidak secara holistic dan tidak tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak psikososial anak yang menjadi korban kekerasan seksual. Dengan mengetahui dampak psikososial pada anak korban kekerasan seksual, maka akan menolong pendamping dan juga orang tua dalam mendampingi anak korban kekerasan seksual dengan cara dan metode yang tepat. Penelitian ini akan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah anak korban kekerasan seksual yang berada di Kecamatan Kota Waingapu Kabupaten Sumba Timur dan bersedia menjadi subjek dalam penelitian yang dilakukan. Dalam penelitian ini bentuk pengumpulan data yang akan dilakukan adalah teknik snowball sampling. Hasil penelitian ini merumuskan bahwa dampak psikososial yang dirasakan oleh anak korban kekerasan seksual yaitu anak merasakan ketakutan, sikap tidak percaya pada orang dan cenderung tertutup, anak korban kekerasan seksual sulit diajak berkomunikasi, merasa bersalah, Kecemasan, Korban juga merasa malu, mengalami rasa regresi/kemunduran yang tidak sesuai dengan perkembangan mental dan emosi seusianya karena sering mengalami ketegangan, depresi, sehingga anak menjadi pendiam, rendah diri, menarik diri dari pergaulan sosialnya. Mengalami kemarahan yang mendalam karena kehilangan kepercayaan terhadap orang dewasa yang dipercayainya sehingga dia menjadi kasar, agresif dan nakal bahkan dapat pula melakukan perbuatan yang merugikan diri sendiri sebagai bentuk pelarian diri dari permasalahan yang dihadapinya. Kata Kunci: Kekerasan Seksual, Psikososial, Anak Abstract Sexual violence against children is a form of crime that must receive the attention of all parties, from the family to the government. The high number of cases of sexual violence is certainly the responsibility of all parties in resolving this problem. Often the problem in solving cases of violence is the understanding of assistants or parents in understanding the impact felt by child victims of violence so that the assistance provided by children is not holistic and not on target. The purpose of this study was to determine the psychosocial impact of children who were victims of sexual violence. By knowing the psychosocial impact on child victims of sexual violence, it will help assistants and parents to accompany child victims of sexual violence in the right ways and methods. This study will use a descriptive method with a qualitative approach. The subjects of this study were child victims of sexual violence who were in Waingapu City District, East Sumba Regency and were willing to become subjects in the research conducted. In this study, the form of data collection to be carried out is the snowball sampling technique. The results of this study formulate that the psychosocial impact felt by child victims of sexual violence, namely children feeling fear, distrust of people and tend to be closed, child victims of sexual violence are difficult to communicate with, feel guilty, anxiety, victims also feel ashamed, experience a sense of regression. setbacks that are not in accordance with the mental and emotional development of their age because they often experience tension, depression, so that the child becomes quiet, has low self-esteem, withdraws from his social interactions. Experiencing deep anger because of losing trust in an adult whom they trust so that they become rude, aggressive, and naughty and can even commit acts that are self-defeating as a form of escape from the problems they face. Keywords: Sexual Abuse, Psychosocial,Children.
Analisis Yuridis Tindak Pidana Pencabulan Terhadap Anak di Bawah Umur (Putusan Pidana Nomor 989/Pid.Sus/2022/PN.Bdg) Rifqi Afrianto; August Hamonangan
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.4140

Abstract

Abstrak Tindak Pidana Pencabulan merupakan bagian dari kejahatan terhadap kesusilaan, dimana perbuatan cabul tersebut tidak terjadi pada orang dewasa tetapi juga terjadi terhadap anak dibawah umur. Baik secara langsung ataupun tidak langsung anak-anak menjadi korban kejahatan pencabulan dan mengalami berbagai gangguan terhadap dirinya baik fisik maupun non-fisik. Adapun tujuan dari penilitian ini yaitu sebagai berikut: Pertama, untuk mengetahui pertanggungjawaban pidana pelaku pencabulan anak di bawah umur; Kedua kebijakan hukum terhadap tindak pidana pelaku pencabulan anak dibawah umur; ketiga dasar pertimbanga hakim dalam menjatuhkan hukuman terhadap pelaku tindak pidana pencabulan anak di bawah umur. Penulis menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, untuk mengetahui penerapan asas-asas serta norma-norma yang terdapat di dalam peraturan perundang-undangan. Sumber bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian adalah bahan kepustakaan, buku-buku, dokumen-dokumen serta sumber terotis lainnya dan hasil dari penelitian ini sebagai dasar penyelesaian pokok masalah di dalam penelitian ini. Data yang dianalisis secara kuantatif akan dikemukakan dalam bentuk uraian yang sistematis dengan menjelaskan hubungan antara berbagai jenis data, selanjutnya semua data diseleksi dan diolah kemudian di analisis secara deskriptif sehingga selain menggambarkan dan mengemukakan jawaban terhadap permasalahan yang dikemukakan diharapkan dapat memberikan solusi atas permasalahan dalam penelitian ini. Di dalam penelitian ini penulis mengkaji dan menganalisis Tindak Pidana Pencabulan Anak dibawah Umur atas nama terpidana Heri Wirawan alias Heri bin Dede pada tingkat Pengadilan Negeri Bandung menghukum pelaku dengan pidana penjara, denda dan telah terbukti sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencabulan berdasarkan keterangan saksi, petunjuk dan keterangan terdakwa. Kata Kunci: Tindak Pidana, Pencabulan, Anak Abstract Criminal offence is a part of crimes against morality, where the obscene action does not occur in adults but also happens to minors. Either directly or indirectly the children fall victim to the crime of fornication and experience various disorders against him both physically and non-physically. The objectives of this study are as follows: first, to know the criminal liability of the perpetrators of the minors; Both legal policies against criminal acts of child abuse of minors; The three fundamental judges in the punishment of the perpetrators of criminal acts of abuse under minors. The author uses normative juridical method of approach, to determine the application of the principles and norms contained in the legislation. The source of the legal material used consists of primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The tools used in the research are the literature, books, documents and other Tertid sources, and the results of this research as a basis for solving the underlying problems in this research. Data analyzed in a quantatif will be presented in the form of a systematic description by explaining the relationship between different types of data, hereinafter all data selected and processed later in the analysis descriptively so that besides Describing and submitting answers to the problems expressed are expected to provide solutions to the problems in this research. In this study the author examines and analyzes the criminal offence of minors under the name of the convicted Heri Wirawan at the Bandung state court to punish perpetrators with imprisonment, fines and has been shown to be legitimate and Convince the guilty of committing a criminal offence based on the testimony, instruction and description of the defendant. Keywords: Crime, Obscenity, Child