cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 3,219 Documents
Pembelajaran Sejarah Berbasis Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pontianak di Sekolah Menangah Atas Haris Firmansyah; Rahmad Silahudin; Faiz Ikramullah; Kamariah Kamariah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3526

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: a. nilai-nilai kearifan lokal yang dapat digunakan dalam pembelajaran sejarah di Pontianak. b. kemampuan guru dalam memberikan gambaran kearifan lokal dalam pembelajaran sejarah siswa kelas 11 SMA Negeri 10 Pontianak. Dan c. Mendeskripsikan kendala dan solusi dalam proses pembelajaran sejarah berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal bagi siswa kelas 11 SMA Negeri 10 Pontianak. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dalam penelitiannya dan Subjek atau informan ini dipilih berdasarkan pengetahuan, pengelolaan, informasi dan data-data yang bisa mereka pertanggungjawabkan untuk menunjang penelitian yang dilakukan di SMA N 10 Kota Pontianak dengan meneliti mengenai Analisis nilai-nilai kearifan lokal dalam pembelajaran siswa kelas 11 SMA N 10 Pontianak. Adapun hasil penelitian ini sebagai berikut: Nilai-nilai kearifan lokal yang dapat digunakan dalam pembelajarn sejarah di Pontianak ialah nilai pendidikan moral yang terkandung dalam historiografi berdirinya Kesultanan Pontianak, nilai pendidikan adat dan tradisi yang dapat kita cari dengan menggali nilai-nilai kekeluargaan pada Suku Melayu, Dayak maupun Tionghoa, nilai religi yang terdapat dalam tradisi-tradisi masyarakat lokal di Kalimantan Barat seperti tradisi Saprahan, Upacara arakan pengantin dan lain sebagainya. Kemampuan Guru dalam memberikan gambaran kearifan lokal dalam pembelajaran sejarah siswa kelas 11 SMA N 10 Pontianak sudah bisa dikatakan baiak walaupun masih ada beberapa hal yang belum maksimal. Dan kendala dalam pembelajaran sejarah berbasis kearifan lokal pada pembelajaran sejarah adalah kreatfitas guru dalam mengolah sumber kearifan local serta motivasi belajar siswa dalam belajar juga turut menjadi kendala.Kata Kunci: kearifan lokal, pembelajaran sejarah, guru AbstractThe purpose of this study is to find out: a. the values of local wisdom that can be used in history learning in Pontianak. b. the teacher's ability to provide an overview of local wisdom in learning the history of grade 11 students of SMA Negeri 10 Pontianak. And c. Describe obstacles and solutions in the history learning process based on the values of local wisdom for grade 11 students of SMA Negeri 10 Pontianak. Qualitative research methods with a descriptive approach in their research and this subject or informant is selected based on knowledge, management, information and data that they can account for to support research conducted at SMA N 10 Pontianak City by researching about the analysis of local wisdom values in the learning of grade 11 students of SMA N 10 Pontianak. The results of this study are as follows: The values of local wisdom that can be used in historical learners in Pontianak are the value of moral education contained in the historiography of the establishment of the Pontianak Sultanate, the value of traditional education and traditions that we can look for by exploring family values in the Malays, Dayaks and Chinese, religious values contained in the traditions of local people in West Kalimantan such as the Saprahan tradition,  Bridal arakan ceremony and so on. The teacher's ability to provide an overview of local wisdom in learning the history of grade 11 students of SMA N 10 Pontianak can already be said to be baiak even though there are still some things that are not optimal. And the obstacle in learning history based on local wisdom in history learning is the credibility of teachers in processing sources of local wisdom and student learning motivation in learning is also an obstacle.Keywords: Local wisdom, history learning, teacher
Tinjauan Yuridis Implementasi Pemidanaan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pengguna Jasa Prostitusi Ditinjau dari Aspek Keadilan Wahyu Mustajab
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3536

Abstract

AbstrakProstitusi atau pelacuran sebagai masalah sosial sementara ini dilihat dari hubungan sebab-akibat dan asal mulanya tidak dapat diketahui dengan pasti, namun sampai sekarang pelacuran masih banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan ada di hampir setiap wilayah di Indonesia, baik yang dilakukan secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Karena hukum pidana positif Indonesia belum mengatur secara jelas dan tegas tentang perbuatan prostitusi baik dalam KUHP maupun Undang-Undang diluar KUHP. Kasus prostitusi artis di Surabaya yang melibatkan artis VA dan AS, polisi langsung menetapkan muncikari sebagai tersangka. VA dan AS sebelumnya berstatus hanya sebagai saksi dan korban saja, tetapi status VA berubah menjadi tersangka dalam kasus tersebut karena telah melanggar Pasal 27 ayat (1) UndangUndang Informasi Transaksi Elektronik) namun pengguna hanya menjadi saksi. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana implementasi pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana pengguna jasa prostitusi serta Bagaimana pembaharuan kebijakan hukum pidana sebagai upaya yang efektif untuk menanggulangi prostitusi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian yuridis empiris yakni penelitian hukum mengenai pemberlakuan atau implementasi ketentuan hukum normatif secara in action pada setiap peristiwa hukum tertentu yang terjadi dalam masyarakat. Dan penelitian ini juga menggunakan pendekatan yuridis normatif. Pendekatan yuridis normatif adalah pendekatan yang dilakukan berdasarkan bahan hukum utama, menelaah hal yang bersifat teoritis yang menyangkut asas-asas hukum, konsepsi hukum, pandangan dan doktrin-doktrin hukum, peraturan dan sistem hukum dengan menggunakan data sekunder, diantaranya asas, kaidah, norma dan aturan hukum yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan dan peraturan lainnya.Kata Kunci: Pemidanaan, Pengguna Jasa, Prostitusi, Aspek Keadilan. AbstractProstitution or prostitution as a temporary social problem is seen from the cause-and-effect relationship and its origin cannot be known with certainty, but until now prostitution is still widely found in everyday life and exists in almost every region in Indonesia, both overtly and secretly. Because Indonesia's positive criminal law has not clearly and unequivocally regulated the act of prostitution both in the Criminal Code and laws outside the Criminal Code. In a case of artist prostitution in Surabaya involving VA and US artists, the police immediately named muncikari as a suspect. Va and U.S. previously had the status of witnesses and victims only, but VA's status changed to suspect in the case because it violated Article 27 paragraph (1) of the Electronic Transaction Information Act) but the user only became a witness. The problems in this study are how to implement the punishment of criminal offenders who use prostitution services and how to update criminal law policies as an effective effort to overcome prostitution in Indonesia. This research uses an empirical juridical research approach, namely legal research regarding the implementation or implementation of normative legal provisions in action at every certain legal event that occurs in society. And this study also uses a normative juridical approach. The normative juridical approach is an approach that is carried out based on the main legal materials, examining matters of a theoretical nature that concern legal principles, legal conceptions, views and doctrines of law, regulations and legal systems using secondary data, including principles, rules, norms and legal rules contained in laws and regulations and other regulations.Keywords: Punishment, Service Users, Prostitution, Aspects of Justice.
Akibat Hukum Perceraian Terhadap Hak Asuh Anak yang Disebabkan Salah Satu Pasangan Suami Istri Berpindah Agama Meysita Arum Nugroho
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3537

Abstract

AbstrakPerkawinan yang sah adalah perkawinan yang dimata hukum tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA). Dalam tulisan ini permasalahan yang di angkat ialah Bagaimana kedudukan hukum hak asuh atas anak pasca perceraian Menurut Hukum Positif dalam Putusan No.0914/pdt.G/2014/PA.Jkt.Sel. Dan Siapakah yang diberikan wewenang melakukan hak asuh anak pasca perceraian. Untuk menjawab permasalahan tersebut digunakan metode penelitian hukum normatif. Bahwa kedudukan hukum anak pasca perceraian akibat perbedaan agama menurut hukum positif di Indonesia. Status anak itu dapat dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu: Pertama, Anak yang dilahirkan sewaktu Islam, anak ini adalah anak muslim, menurut kesepakatan para fuqaha; Kedua, Anak yang dikandung sewaktu Islam dan dilahirkan setelah murtad, maka hukumnya adalah sama dengan anak yang dilahirkan sewaktu Islam. Ketiga, Anak yang dikandung dan dilahirkan setelah murtad, maka anak itu hukumnya kafir karena dia dilahirkan diantara kedua orang tuanya yang kafir, tidak ada pendapat lain dalam masalah ini. Adapun wewenang hak asuh anak jatuh kepada ibunya, karena di dalam kasus ini anak tersebut belum dewasa/ belum mmayiz. Namun beda hal jika ibu nya murtad, maka tidak berhak atas hak asuh anak tersebut.Kata Kunci: Perceraian, Kedudukan Hukum, Hak Asuh Anak AbstractLegitimate marriages are marriages that are legally registered at the Office of Religious Affairs (KUA). In this paper the problem raised is how the legal position of custody of children after divorce according to Positive Law in Decision No. 0914 / pdt.G / 2014 / PA.Jkt.Sel. And who is given the authority to do child custody after divorce. To answer these problems normative legal research methods are used. That the legal position of children after divorce is due to religious differences according to positive law in Indonesia. The status of the child can be divided into three groups, namely: First, Children born during Islam, these children are Muslim children, according to the agreement of the fuqaha; Second, children who were conceived during Islam and were born after apostasy, then the law is the same as children born during Islam. Third, the child conceived and born after apostasy, then the child is a pagan law because he was born between his pagan parents, there is no other opinion in this matter. The authority for child custody goes to the mother, because in this case the child is not yet an adult/not yet mmayiz. But different things if the mother is apostate, then not entitled to custody of the child.Keywords: Divorce, Legal Position, Child Custody
Pengaruh Fasilitas Publik Terhadap Kepuasan Penumpang di Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun Nur Rahmadiansyah; Esti Nur Wakhidah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3538

Abstract

AbstrakBandar Udara Iskandar terletak di Pangkalan Bun, Ibu Kota Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah dan merupakan satu satunya bandara di Kalimantan Tengah yang memiliki stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) avtur untuk ukuran kota kabupaten di luar Pulau Jawa, Saat ini Bandara Udara Iskandar merupakan bandara yang masih berada dibawah pengelolaan Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU). Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun dengan Luas Area 42 Hektar merupakan Bandar Udara Enclave Sipil, artinya Bandar Udara milik TNI AU yang dipergunakan selain untuk mendukung operasional militer juga untuk melayani Penerbangan Sipil (Penerbangan Umum) bandar Udara Iskandar merupakan Bandar Udara Domestik yang melayani di dalam Negeri. Tujuan Penelitian ini adalah (1) Mengetahui pengaruh fasilitas publik terhadap kepuasan penumpang di Bandar Udara Iskandar, (2) Jika terdapat pengaruh, mengetahui seberapa besar pengaruh fasilitas publik terhadap kepuasan penumpang di Bandar Udara Iskandar. Penelitian ini dilakukan di Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun. Jenis penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan skunder. Data primer diperoleh dari hasil observasi, kuisioner, dan dokumentasi. Sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen arus lalu lintas angkutan bandar udara di Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun. Pengambilan data pendukung dari penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik dokumentasi. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kualitas fasilitas publik terhadap kepuasan penumpang pada Bandar Udara Iskandar. Besarnya pengaruh adalah 78,9% dan sisanya 21,1% dipengaruhi oleh faktor lainnya.Kata Kunci: Fasilitas Publik, Kepuasan Penumpang, Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun Abstract Iskandar Airport is located in Pangkalan Bun, the capital city of West Kotawaringin Regency, Central Kalimantan and is the only airport in Central Kalimantan that has an aviation fuel gas station (SPBU) for the size of a district city outside Java Island. which is still under the management of the Airport Management Unit (UPBU). Iskandar Pangkalan Bun Airport with an Area of 42 Hectares is a Civil Enclave Airport, meaning that the airport belongs to the Indonesian Air Force which is used not only to support military operations but also to serve Civil Aviation (General Aviation). . The purposes of this study are (1) to determine the effect of public facilities on passenger satisfaction at Iskandar Airport, (2) if there is an effect, to find out how much influence public facilities have on passenger satisfaction at Iskandar Airport. This research was conducted at Iskandar Pangkalan Bun Airport. This type of research is included in the type of quantitative research. Sources of data used in this study in the form of primary and secondary data. Primary data obtained from observations, questionnaires, and documentation. Meanwhile, secondary data was obtained from the document of airport transportation traffic flow at Iskandar Pangkalan Bun Airport. Retrieval of supporting data from this research is to use documentation techniques. The results of this study concluded that there is a significant influence between the quality of public facilities on passenger satisfaction at Iskandar Airport. The magnitude of the influence is 78.9% and the remaining 21.1% is influenced by other factors.Keywords: Public Facilities, Passenger Satisfaction, Iskandar Pangkalan Bun Airport
Analisis Operasional Virtual Server pada PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung Aan Restu Mukti; Chairullah Chairullah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3539

Abstract

AbstrakPT Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung atau yang biasa disebut PT Bank Sumsel Babel merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang layanan jasa perbankan. PT Bank Sumsel Babel mampu bersaing dengan perbankan lainnya baik dari sisi teknologi maupun dari sisi bisnis. Saat ini Bank Sumsel Babel telah banyak memiliki layanan-layanan berbasis teknologi ter-update terutama dalam penggunaan mobile yang dibuat untuk memudahkan pelayanan kepada nasabahnya. Berdasarkan pengamatan penulis, PT Bank Sumsel Babel memiliki perangkat server yang digunakan untuk menunjang operasional banking serta control pada kegiatan sehari-hari serta mengoptimalkan kinerja perusahaan. Kebutuhan infrastruktur TI di Bank Sumsel Babel harus sejalan dengan perkembangan bisnis sehingga dibutuhkan aplikasi-aplikasi baru yang dapat menunjang kebutuhan tersebut. Masing-masing aplikasi atau layanan membutuhkan mesin server tersendiri, akibatnya perusahaan harus membeli mesin server baru untuk tiap aplikasi yang baru. Jumlah data yang dihasilkan dari proses bisnis dan operasi perusahaan juga meningkat sehingga dibutuhkan penambahan media penyimpanan data (storage).Kata Kunci: Operasional, Virtual Server, Bank Pembangunan Daerah AbstractPT Pembangunan Daerah Sumatera Selatan and Bangka Belitung or commonly called PT Bank Sumsel Babel is one of the companies engaged in banking services. PT Bank Sumsel Babel is able to compete with other banks both in terms of technology and from the business side. Currently, Bank Sumsel Babel has many updated technology-based services, especially in the use of mobile which is made to facilitate service to its customers. Based on the author's observations, PT Bank Sumsel Babel has a server device that is used to support banking operations and control daily activities and optimize company performance. The need for IT infrastructure at Bank Sumsel Babel must be in line with business development so that new applications are needed that can support these needs. Each application or service requires its own server machine, as a result of which the company has to purchase a new server machine for each new application. The amount of data generated from business processes and company operations has also increased so that additional data storage media (storage) is needed.Keywords: Operational, Virtual Server, Regional Development Bank
An Analysis of Students Speaking Constraints at Seven Grade in Islamic Junior High School of Darul Ulum Abdul Jalal; Abd. Aziz Wahab; Zainuddin Zainuddin; Beny Hamdani
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3540

Abstract

AbstractThis research is about the contraints of speaking skills in English. The purpose of this research is mainly to 1. describe the students' problems in speaking and 2. to describe effective solutions to overcome constraints in speaking, the participants of this study were 13 students who were at seven grade in Islamic Junior High School of Darul Ulum, the instruments used in this research were observation, interview, and documentation. After getting the data results, the researcher continued to analyze and determine the categories of speaking difficulties, and teacher constraints when teaching. The results of this research showed that 80% had difficulty with 20% learning as usual, the most prominent problems in the speaking process consisted of minimal vocabulary, poor pronunciation, and grammatical errors. Other factors include an unsupportive environment that causes students to not have enough motivation to learn English, teachers play an active role in overcoming problems such as providing vocabulary continuously, creating a pleasant learning atmosphere, and motivating students in speaking learning.Keywords: Student Contraints, Speaking, Islamic Junior High School of Darul Ulum
Analisis Good Governance pada Reformasi Sektor Pertahanan dan Keamanan Indonesia dalam Menghadapi Dinamika Globalisasi Dyah Tribuwana Tungga Dewi; Hikmat Zakky Al-Mubaraq; Selfira Salsabilla
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3541

Abstract

AbstrakPertahanan Negara yaitu fungsi pemerintahan Negara dalam menghadapi ancaman dari luar negeri dalam rangka nenegakan kedaulatan bangsa, keselamatan, dan keutuhan NKRI. Merespons dinamika global menuntut adannya kelembagaan sektor pertahanan dan keamanan yang profesional dan menjalankan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik sesuai dengan fungsi ideal kepemerintahan. Fungsi kepemerintahan dalam konteks keamanan dan pertahanan dikelola dalam suatu manajemen pertahanan yang ideal. Manajemen tersebut mengatur segala potensi pertahanan untuk menghadapi segala ancaman dengan prinsip Kepemerintahan yang baik atau good governance (GG, dalam merealisasikan manajemen pertahanan yang ideal dalam menghadapi dinamika global adalah dengan meningkatkan kualitas kelembagaan keamanan siber, TNI-Polri serta memberikan akses yang luas bagi masyarakat untuk menjadi bagian dari aktor keamanan dan pertahanan sebagai komponen cadangan. Oleh karena itu, perlu peningkatan tata kelola keamanan dan pertahanan berbasis people centered security dan Good Governance dan kebijakan yang fokus pada pengembangan profesionalitas kelembagaan institusi pemerintah bidang pertahanan dan keamanan.Kata Kunci: Good Governance, Reformasi sektor pertahanan dan keamanan, Dinamika globalisasi AbstractNational Defense is the function of the state government in dealing with threats from abroad to uphold the sovereignty, safety, and integrity of the Unitary State of the Republic of Indonesia. Responding to global dynamics, it is necessary to have a professional defense and security sector institution and apply the principles of good governance following the ideal function of government. Government functions in the context of defense and security are managed in ideal defense management. The management regulates all potential defenses to face all threats with the principles of good governance (GG, in realizing the ideal defense management in the face of global dynamics is to improve the quality of cyber security institutions, TNI-Polri and provide broad access for the community to become part of the defense system). from security and defense actors as reserve components. Therefore, it is necessary to increase the implementation of security and defense based on people-centered security and good governance, and policies that focus on developing the professionalism of government institutions in the defense and security sector.Keywords: Good governance, Reform of the defense and security sector, Dynamics of globalization
Penanganan Pandemi Covid-19 dalam Konteks Mewujudkan Keamanan Nasional Nanang Hery Soebakgijo; Yanif Dwi Kuntjoro; Hikmat Zakky Almubaroq
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3542

Abstract

AbstrakMelindungi seluruh bangsa dan segenap tumpah darah adalah tujuan esensial dari seluruh negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penanganan Pandemi Covid-19 dalam Konteks Mewujudkan Keamanan Nasional. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa konsep keamanan nasional yang tertuang dalam konstitusi negara mendesak untuk dihadirkan. Kebutuhan akan konteks keamanan nasional salah satunya adalah kerja intragency antar lembaga yang dinilai masih sangat lemah dan membutuhkan satu penguatan.Kata Kunci: Pandemi, Keamanan, Nasional AbstractProtecting the whole nation and the whole of bloodshed is the essential goal of the whole country. This study aims to determine the Handling of the Covid-19 Pandemic in the Context of Realizing National Security. The results of this study show that the concept of national security contained in the state constitution is urgent to be presented. One of the needs for a national security context is intragency work between institutions which is considered to be very weak and requires one strengthening.Keywords: Pandemic, Security, National
Manajemen Pendidikan Karakter TNI dalam Meningkatkan Mental Kejuangan Prajurit Kodam/XIV Hasanuddin Arifuddin Uksan
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3543

Abstract

AbstrakTugas pokok Tentara Nasional Indonesia adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari segala bentuk ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara sehingga Setiap prajurit dituntut untuk memiliki karakter yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana manajemen Pendidikan karakter TNI dalam meningkatkan mental kejuangan Prajurit Komando Daerah militer XIV/ Hasanuddin dengan lokus penelitian di Makassar. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Dengan Teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Pendidikan karakter TNI pada aspek kejuangan belum dilaksanakan dengan baik sehingga untuk membentuk prajurit yang berkarakter tangguh masih sulit untuk ditingkatkan. Selain itu kompetensi dan kapabilitas sumber daya manusia yang mengawaki pembinaan mental aspek kejuangan sangat terbatas. Pendidikan karakter TNI dilakukan untuk membentuk kondisi jiwa prajurit melalui Pembinaan Mental Tradisi Kejuangan. Peningkatan peran dalam pelaksanaan tugas pokok TNI dapat dilakukan dengan baik apabila didukung dengan kemantapan karakter kejuangan setiap prajurit sebagai insan Prajurit Saptamarga.Kata Kunci: Manajemen, Pendidikan, Karakter TNI, Kejuangan AbstractThe main task of the Indonesian National Army is to protect the entire nation and the entire homeland of Indonesia from all forms of threats and disturbances to the integrity of the nation and state so that every soldier is required to have a strong character. This study aims to analyze how the management of TNI character education in improving the mental struggle of the XIV/Hasanuddin Regional Military Command Soldiers with the research locus in Makassar. This research uses qualitative research. With interview techniques, observation and documentation. TNI character education in the fighting aspect has not been carried out properly so that it is still difficult to develop soldiers with strong character. In addition, the competence and capability of human resources who oversee the mental development of the fighting aspect is very limited. TNI character education is carried out to shape the mental condition of soldiers through the Mental Development of the Fighting Tradition. Increasing the role in the implementation of the TNI's main tasks can be carried out properly if it is supported by the stability of the fighting character of each soldier as a Saptamarga Soldier.Keywords: Management, Education, TNI Character, Struggle
Sosialisasi Digital Parenting “Pengasuhan Menggunakan Screen Time di Desa Benteng” Ode Yahyu Herliany Yusuf; Nurhayani Nurhayani; Ade Wahyu Ningsih; Desi Ratna Sari; Silfiyani Silfiyani; Sumarzawan Sumarxawan; Wa ode Arnam Mustika
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3549

Abstract

AbstrakPenggunaan waktu layar pada media digital yang berlebihan pada anak dapat menimbulkan masalah serius yang tidak tidak disadari oleh orangtua. Banyak orangtua yang mengeluh tentang anaknya yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget sehingga mengalami perubahan  pola hidup dan perilaku, tanpa disadari masalah tersebut muncul karena kurangnya informasi yang diketahui oleh orangtua tentang aturan penggunaan waktu layar pada anak. Tujuan diadakannya program kreativitas mahasiswa ini adalah untuk mensosialisasikan aturan atau rekomendasi penggunaan waktu layar pada anak agar orangtua bisa mengoptimalkan pengasuhan pada anak di era digital seperti sekarang ini. Kegiatan program kreativitas mahasiswa ini dilaksanakan di Desa Benteng, Kabupaten Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan sosialisasi kepada masyarakat ini dilakukan dengan cara memberikan materi dan berdiskusi. Saat kegiatan berlangsung ditemukan banyak orangtua yang mulai menyadari sebab dari perubahan pola hidup dan perilaku pada anaknya yang berasal dari penggunaan gadget yang berlebihan. Pada kegiatan ini orang tua memberikan respon yang sangat positifKata Kunci: Waktu Layar, Digital, Pengasuhan, Gadget AbstractExcessive use of screen time on digital in children can cause serious promlems that are not realized by parents. Many parents complain about they children spending more time with gadgets so that they experience changes in lifestyle and behavior. Without realizing this problem arises due tu lack of information. What parents know about the rules for using screen time in children. The purpose of holding it. This student creativity program is to socialize rules or recommendations for using screen time on numbers so that parents can optimize parenting for children in the digital era like today. This student creativity program activity was carried out in Benteng Village, Buton Regency, Southeast Sulawesi Province. This socialization activity to the community was carried out by providing material material and discussing. During the activity, it was found that many parents were starting to realize the causes of changes in lifestyle and behaviour in their children from excessive use of gadgets. In this activity, parents gave a very positive response.Keywords: Screen Time, Digital, Parenting, Gadgets