cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 1,679 Documents
Peran Pancasila Dalam Menangani Krisis Moralitas Di Indonesia Dinda Oktaviana; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.741 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2793

Abstract

AbstrakKrisis moral adalah ketika orang mulai kehilangan karakter baik mereka, yang dapat menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari mereka. Karakter adalah segala sesuatu yang membuat seseorang menjadi dirinya, baik pada tingkat pribadi (perilaku dan sikap mereka) maupun tingkat publik (apa yang mereka perjuangkan dan bagaimana mereka mewakili diri mereka sendiri kepada dunia). Oleh karena itu, penting untuk memahami Pancasila sebagai dasar etos, serta ideologi dan mekanisme pertahanan diri untuk menghadapi pengaruh globalisasi.Kata kunci: Pancasila, Globalisasi, Krisis MoralitasAbstractMoral crisis is when people start to lose their good character, which can cause problems in their daily life. Character is everything that makes a person who they are, both on a personal level (their behavior and attitudes) and a public level (what they stand for and how they represent themselves to the world). Therefore, it is important to understand Pancasila as the basis of the ethos, as well as the ideology and self-defense mechanism to face the effects of globalization.Keywords : Pancasila, Globalization, Morality Crisis
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Pembentukan Karakter Pada Generasi Milenial Galuh Nur Insani; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.329 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2794

Abstract

AbstrakNilai Pancasila pada dasarnya merupakan nilai-nilai filsafat dasar yang dijadikan aturan dan berdasarkan dari norma-norma yang berlaku di Indonesia. Hal ini menunjukan bahwa semua peraturan yang ada dan berjalan di Indonesia harus didaskan Pancasila.Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan nilai pancasila sebagai pembenukan serta pengembangan pada diri generasi milenial. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode studi litelatur yang dimana penulis mengumpulkan beberapa data  rujukan artikel dan jurnal yang terpercaya.Pada kenyataanya lunturnya nilai pancasila dikehidupan generasi milenial yang menyebabkan beberapa prilaku yang menyimpang. Dalam mengatasi hal tersebut perlu mempelajarai pembelajaran pendidikan pancasila, salah satunya dengan mengimplementasikan konsep nilai pancasila ke dalam pembentukan karakter pada generasi milenial.Kata Kunci: Nilai-nilai pancasila, Karakter, Generasi MilenialAbstrakThe values of Pancasila are basically basic philosophical values that are used as rules and based on the norms that apply in Indonesia. This shows that all existing and running regulations in Indonesia must be based on Pancasila. This study aims to implement the values of Pancasila as the formation and development of the millennial generation. The research method used is a literature study method in which the authors collect some reliable reference data from articles and journals. In fact, the fading of Pancasila values in the life of the millennial generation that causes some deviant behavior. In overcoming this, it is necessary to study Pancasila education learning, one of which is by implementing the concept of Pancasila values into character building in the millennial generation.Keywords: Pancasila values, Character, Millennial Generation
Mobil ESEMKA Sebagai Solusi Pemenuhan Kendaraan Khusus Militer Tentara Nasional Indonesia Muhammad Yusuf Safardan; Sulistiyanto Sulistiyanto; Nora Lelyana
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.837 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2795

Abstract

AbstrakPengadaan alat transportasi untuk sarana dan prasana diharapkan dapat membantu kelancaran setiap tugas-tugas kewajiban kepada bangsa dalam membangun Indonesia lebih baik. Kendaraan tersebut dapat berupa roda dua, roda empat maupun kendaraan taktis dan tempur guna mencapai efektivitas dan efisiensi. Untuk menghadapi hal tersebut dibutuhkan sebuah kebijakan altenatif yang diterapkan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan berkualifikasi militer pada masa yang akan datang. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan mulai mendorong industri pertahanan dan industri otomotif nasional untuk dapat memproduksi produk yang dibutuhkan dengan sepenuhnya memanfaatkan kandungan komponen lokal, dalam hal in mobil Esemka. Teori Inovasi digunakan untuk menjelaskan penggunaan mobil Esemka sebagai pemenuhan kebutuhan kendaraan khusus militer TNI dengan pendekatan metodologi system thinking secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses inovasi mendorong terciptanya produk baru hasil produksi dalam negeri yang mampu memenuhi gap kebutuhan kendaraan khusus militer di Indonesia.Kata Kunci : Esemka, Inovasi, Kendaraan khusus militer AbstractThe procurement of military vehicles for installations and infrastructure is expected to assist the success of every duty to the nation in building a better Indonesia. These vehicles can be found in the form of two-wheeled, four-wheeled, or tactical and combat vehicles in order to achieve effectiveness and efficiency. To achieve the goal, an alternative policy is needed to be implemented to fulfill the needs of military-qualified vehicles in the future. It is highly suggested that the government needs to start encouraging the defense industry and the national automotive industry to be able to produce the products needed by fully utilizing local component content, in this case, the Esemka car. Innovation Theory is used to explain the use of the Esemka car as a fulfillment of the needs of the Indonesian National Armed Forces (TNI) military vehicles with a qualitative methodological approach. The results of this study indicate that the innovation process encourages the creation of new domestically produced products that can eliminate the gap in the need for military vehicles in Indonesia.Keywords : Esemka, Innovation, Military Vehicle
Pemberdayaan Teknologi Metaverse Bagi Kelangsungan Dunia Pendidikan Fadilah Hapidz; Fadly Mulyana Akbar; Waisul Kurni Maulidi; Roulina Magdalena Siburian; Hesti Puspitasari
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.15 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2802

Abstract

AbstrakPembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Diera saat ini, pembelajaran sudah semakin banyak memberdayakan beragam metode sebagai upaya agar pembelajaran menjadi semakin efektif dan secara tidak langsung mengikuti perkembangan zaman. Salah satu metode yang diakibatkan dari adanya modernisasi ini ialah pembelajaran berbasis teknologi digital yang dimana pembelajaran dengan berbasis teknologi digital ini memiliki beragam sekali dampak, mulai dari yang positif begitupun negative. Indonesia menjadi salah satu Negara dengan jumlah pengguna gawai terbanyak diseluruh dunia, dengan adanya fakta tersebut mengindikasikan bahwa sebetulnya indonesai sangat bisa untuk mengalokasikan pemberdayaan teknologi digital menjadi pembelajaran berbasik digital. Diharapkan dengan adanya pembelajaran digital ini akan mengalamii transisi yang cenderung lebih cepat begitupun akan secara optimal dilakukan.Kata Kunci: Pembelajaran, Teknologi Digital, Pemerataan. AbstractLearning is assistance provided by educators so that the process of acquiring knowledge and knowledge, mastering skills and character, and forming attitudes and beliefs in students can occur. In other words, learning is a process to help students learn well. In the current era, learning has increasingly empowered various methods in an effort to make learning more effective and indirectly following the times. One of the methods resulting from this modernization is digital technology-based learning where digital technology- based learning has a variety of impacts, ranging from positive as well as negative. Indonesia is one of the countries with the largest number of smartphone users worldwide, with these facts indicating that Indonesia is actually very capable of allocating digital technology empowerment into digital-based learning. It is hoped that this digital learning will experience a transition that tends to be faster and will be carried out optimally.Keyword: Learning, Digital Technology, Equity
Pengaruh TIK Dalam Sistem Pembelajaran Di Era New Normal Alfinda Adellia Dirli; Siti Alikha Alyasari; Wahyu Puji Rahayu Ningsih; Wulan Yuliyanti; Yurista Bustomi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.209 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2804

Abstract

AbstrakMunculnya pandemi Virus Covid 19 di Indonesia berdampang  dan memberikan pengaruh besar yang signifikan terhadap beberapa aspek seperti memengaruhi ekonomi, pendidikan, industri, dan aspek lainnya. Dalam penelitian ini  kami mendeskripsikan pengaruh dari Virus Covid 19 pada dunia pendidikan. Kebijakan pemerintah diharapkan akan  menerapkan proses pembelajaran secara daring yang mewajibkan peserta didik dapar menguasai dan menjalankan opserasi teknologi terutama media “Blended Learning”. Semakin maraknya pandemi Covid 19 ke berbagai daerah-daerah di negara Indonesia menimbulkan dampak serta pengaruh yang besar terhadap sistem pembelajaran di Indonesia, hal ini juga mengakibatkan proses pembelajaran menjadi terhambat, yang pada mulanya tatap muka menjadi pembelajarandaring dari rumah. Era New Normal dinilai menjadi awal masyarakat dapat kembali melaksanakan aktivitas seperti mulanya namun tetap menerapkan prosedur protokol kesehatan yaitu 3M diantaranya mencuci tangan, memakai, masker dan menjaga jarak. Jika pada praktiknya New Normal ini gagal maka tindakan melonggarkan aturan covid19 justru akan menimbulkan peningkatan penyebaran Covid 19. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan keadaan Pandemi COVID-19 yang berangsur membaik di Indonesia sehingga berdampak pada proses Kegiatan Belajar Mengajar yang kembali normal selangkah demi langkah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pembelajaran daring terhadap motivasi dan semangat belajar siswa. Serta untuk mengetahui proses Kegiatan Beajar Mengajar yang dialami oleh siswa selama kegiatan daring berlangsung hingga kembali pada kegiatan luring. Ketika memasuki proses pembelajan luring tidak jarang dari mereka jurstru menemukan banyak masalah antara lain, kebanyakan siswa mengalami shock culture terhadap lingkungan dan proses pembelajaran.Kata Kunci : Pembelajaran, Covid 19, New Normal, Pendidikan AbstractThe emergence of the Covid-19 virus pandemic in Indonesia has a significant impact on several aspects such as affecting the economy, education, industry, and other aspects. In this study, we describe the influence of the Covid 19 Virus on education. Government policy is expected to implement an online learning process that requires students to master and carry out technological operations, especially "Blended Learning" media. The increasing prevalence of the Covid-19 pandemic to various regions in Indonesia has had a major impact and influence on the learning system in Indonesia, this has also resulted in the learning process being hampered, which at first face-to-face became learning from home. The New Normal era is considered to be the beginning of the community being able to return to activities as before but still implement health protocol procedures, namely 3M, including washing hands, wearing, masks and maintaining distance. If in practice this New Normal fails, the action of loosening covid19 rules will actually cause an increase in the spread of Covid 19. This research is motivated by the situation of the COVID-19 Pandemic which is gradually improving in Indonesia so that it has an impact on the process of Teaching and Learning Activities which return to normal step by step. The purpose of this study is to determine the influence of online learning on student motivation and enthusiasm for learning. As well as to find out the process of Teaching and Learning Activities experienced by students during online activities until they return to offline activities. When entering the offline learning process, it is not uncommon for them to find many problems, among others, most students experience shock culture to the environment and learning process.Keywords: Learning, Covid 19, New Normal, Education
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila di Masa Pandemi Covid-19 Pada Anak Sekolah Dasar & Lingkungan Masyarakat Haldini Reygita; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.267 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2806

Abstract

AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa saja nilai-nilai pancasila pada anak Sekolah Dasar serta apa saja implementasinya disaat masa pandemi covid-19 ini. Artikel ini merupakan artikel dengan metode pendekatan kualitatif karena ditulis berdasarkan hasil pengamatan jurnal-jurnal yang relevan serta yang terjadi di situasi sekarang ini. Dampak dari pandemi covid-19 serta kaitannya dengan niilai-nilai pancasila yang masih membuat anak menjadi bertanggung jawab, cinta tanah air dan menjadikan pancasila sebagai tolak ukur berperilaku dalam hidup bermasyarakat yang didampingi oleh nila-nilai pancasila itu sendiri yakni ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persetuan indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan dan keadilan sosial baggi seluruh rakyat indonesia dan harapannya untuk mengimplementasikan nilai-nilai pancasila di situaasi pandemi covid-19.Kata kunci: Pancasila, Covid-19, Implementasi.                                                      Abstract This article aims to describe the implementation of Pancasila values in elementary school children during this covid-19 pandemic. This article is an article with a qualitative approach method because it is written based on the observations of relevant journals and what is happening in the current situation. The impact of the COVID-19 pandemic and its relation to Pancasila values which still make children responsible, love the homeland and make Pancasila a benchmark for behavior in social life which is accompanied by the values of Pancasila itself, namely God Almighty, humanity. fair and civilized, Indonesian unity, democracy led by wisdom in deliberation of representatives and social justice for all Indonesian people and their hope to implement Pancasila values in the Covid-19 pandemic situation.Keywords : Pancasila, Covid-19, Implementation
Penerapan prinsip-Prinsip Good Corporate Governance (GCG) Pada PT. Angkasa Pura II (Studi Pada Bandara Kualanamu Medan) Petrizia Khairul; Septiyani Putri Astutik
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.242 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2807

Abstract

AbstrakPT Angkasa Pura II merupakan salah satu perusahaan BUMN di Indonesia. Komitmen penerapan GCG merupakan hal yang mutlak bagi PT. Angkasa Pura II. Hal tersebut dilakukan melalui penguatan infrastruktur yang dimiliki dan secara berkesinambungan meningkatkan sistem dan prosedur untuk mendukung efektivitas pelaksanaan GCG. Angkasa Pura II berkomitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip GCG yakni Transparansi, Independensi, Akuntabilitas, Pertanggungjawaban, Kemandirian dan Kewajaran sebagai dasar peningkatan kinerja Perusahaan. Tujuan dari penelitian ini menggambarkan pelaksanaan good corporate governance di PT Angkasa Pura II Bandar Udara Internasional Kulanamu Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskritif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Good Corporate Governance di PT Angkasa Pura II Bandar Udara Internasional Kualanamu Medan telah berjalan optimal. Good Corporate Governance yang terdiri dari prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, kesetaraan dan kewajaran telah dipenuhi PT Angkasa Pura II Bandar Udara Internasional Kualanamu melalui penerapan di lingkungan kerja.Kata Kunci: PT Angkasa Pura II, Prinsip-Prinsip GCG AbstractPT Angkasa Pura II is one of the state-owned companies in Indonesia. The commitment to implementing GCG is an absolute must for PT. Angkasa Pura II. This is done through strengthening the infrastructure owned and continuously improving systems and procedures to support the effectiveness of GCG implementation. Angkasa Pura II is committed to implementing GCG principles, namely Transparency, Independence, Accountability, Accountability, Independence and Fairness as the basis for improving the Company's performance. The purpose of this study illustrates the implementation of good corporate governance at PT Angkasa Pura II Kulanamu International Airport Medan. The method used in this study is a qualitative descriptive research method. The results showed that the implementation of Good Corporate Governance at PT Angkasa Pura II Kualanamu International Airport Medan has run optimally. Good Corporate Governance which consists of the principles of transparency, accountability, responsibility, independence, equality and fairness has been fulfilled by PT Angkasa Pura II Kualanamu International Airport through application in the work environment.Keywords: PT. Angkasa Pura II, Principles GCG
Pengembangan Media Pembelajaran Komik Digital Pada Pelajaran Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Di SMA Negeri 3 Kota Serang Aulia Najwa; Ratna Sari Dewi; Ria Yuni Lestari
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.119 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2809

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan dengan tujuan mengembangkan media pembelajaran komik digital pada pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang  dilakukan di SMAN 3 Kota Serang. Tujuan pengembangan media pembelajaran komik digital dibuat untuk memudahkan kegiatan belajar mengajar bagi guru dan peserta didik. Dengan adanya media pembelajaran komik digital peserta didik lebih tertarik dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian yang dilakukan oleh penulis ialah penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan R&D (Research and Development) yang dilakukan dengan beberapa tahap yaitu (1) analisis masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain produk, (5) revisi desain, dan (6) uji coba produk. Validasi ahli uji kelayakan media pembelajaran komik digital terdiri dari dua yaitu ahli media dan ahli materi. Uji coba produk dilakukan kepada dua puluh satu peserta didik. Berdasarkan tahapan-tahapan tersebut, hasil penelitian media pembelajaran komik digital pada pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaran materi kemerdekaan beragama dan berkepercayaan di Indonesia menghasilkan nilai rata-rata dari ahli materi sebesar 83,75% dikategorikan sangat layak, ahli media 95% dikategorikan sangat layak, dan respon peserta didik memperoleh presentase sebesar 93,26% oleh peserta didik pada tahap uji coba produk memperoleh presentase sebesar 93,26% yang menyatakan media pembelajaran komik digital sangat layak.Kata kunci : Pengembangan Media Pembelajaran, Komik Digital, PPKnAbstractAulia Najwa. Development of Digital Comics Learning Media in Pancasila Education Lessons and Citizenship at SMAN 3 Serang City. This research was conducted with the aim of developing digital comics learning media in Pancasila and Citizenship Education lessons conducted at SMAN 3 Serang City. The purpose of developing digital comics learning media is made to facilitate teaching and learning activities for teachers and students. With the digital comic learning media, students are more interested in teaching and learning activities. The research conducted by the author is development research using the R&D development model (Research and Development) which is carried out in stages, namely (1) problem analysis, (2) data collection, (3) product design, (4) product design validation, (5 ) design revisions, and (6) product trials. The validation of digital comic learning media test experts consisted of two, namely media experts and material experts. Product trials were conducted on twenty-one students. Based on these stages, the results of research on digital comics learning media in Pancasila and Citizenship Education lessons on freedom of religion and belief in Indonesia resulted in an average score of 83.75% from material experts categorized as very feasible, 95% media experts categorized as very feasible, and response students obtained a percentage of 93.26% by students at the product trial stage of 93.26% which stated that digital comic learning media was very feasible. Keywords : Learning Media Development, Digital Comics, PPKn
Pendidikan Pancasila: Sebuah Upaya Membangun Karakter bangsa Indonesia Yang Kuat Dengan Berlandaskan Nilai-Nilai Pancasila Ilham Maulana Aditia; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.432 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2811

Abstract

AbstrakSampai saat ini didunia ada kurang lebih sekitar 241 negara termasuk didalamnya negara indonesia. Perlu diketahui bahwasannya setiap negara memiliki ciri dan karakter yang kuat baik dari segi negaranya maupun dari segi bangsanya yang memudahakan bangsa lain untuk mengenalinya. Dengan demikian itu, jika suatu negara atau bangsanya ingin mudah untuk dikenali oleh bangsa lain, perlu adanya ciri khas yang menjadi jati diri bangsa tersebut. Negara indonesia sebagai salah satu bagian dari negara-negara yang ada didunia menjadikan pancasila sebagai pandangan hidup sekaligus dasar dan ideology negara. Oleh karena itu, nilai-nilai dalam butir-butir sila pancasila harus dijadikan sebagai ciri khas dalam pelaksanaan kehidupan berbangsa dan bernegara bagi rakyat indonesia. Sebagaimana terkandung dalam pansila lima nilai dasar yang dapat dijadikan landasan dalam menjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara, dimana nilai dasar tersebut adalah nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan. Dengan menjalankan nilai-nilai dasar tersebut dalam kehidupan maka ciri atau jati diri bangsa indonesia akan mudah dikenali bangsa lain sebagai bangsa yang kuat, kokoh akan ciri khas yang melekat pada setiap diri bangsanya. Kata kunci: nilai-nilai pancasila, karakter, jati diri bangsa Abstract Until now in the world there are approximately 241 countries including Indonesia. It is necessary to know that every country has strong characteristics and character both in terms of its country and in terms of its nation which makes it easy for other nations to recognize it. Thus, if a country or nation wants to be easily recognized by other nations, it is necessary to have a characteristic that becomes the identity of the nation. The State of Indonesia as one part of the countries in the world makes Pancasila a way of life as well as the basis and ideology of the State. Therefore, the values in the points of the Pancasila precepts must be used as a characteristic in the implementation of national and state life for the Indonesian people. As contained in the Pancasila, there are five basic values that can be used as the basis for carrying out the life of the nation and state, where these basic values are the values of divinity, humanity, unity, democracy and justice. By carrying out these basic values in life, the characteristics or identity of the Indonesian nation will be easily recognized by other nations as a strong nation, solid with the characteristics inherent in every nation. Keywords: Pancasila values, character, national identity
Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Sebagai Pembinaan Bela Negara Non-Militer Bagi Generasi 5.0 Ikhsan Moekhtar; Misnia Sintiya Farikha; Nurul Fatonah; Octavianus Immanuel Christpurwanto; Rika Jaya Kusuma Wardani; Regina Khansa Qanitah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.752 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2812

Abstract

AbstrakKesadaran bela negara dari generasi muda saat ini semakin luntur, oleh karena itu Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan awal bela negara sangat diperlukan. Tujuan ditulisnya karya tulis ini adalah untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman remaja tentang bela negara dan mengetahui peran serta efektifitas Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan  dalam menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran bela negara bagi remaja saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah Studi Literatur baik literatur fisik maupun literaur elektronik. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis beberapa literatur yang mencakup pembelaan negara serta Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan terbilang efektif untuk meningkatkan rasa cinta tanah air, patriotism dan nasionalisme  yang kuat pada remaja untuk melindungi dan membela negaranya sendiri dari berbagai ancaman yang dapat mengancam keutuhan bangsa dan negara. Kata kunci: Bela Negara, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Persatuan dan Kesatuan AbstractThe awareness of the younger generation about the protection of the state is now fading, so that Pancasila education and citizenship as initial education to protect the country are important. The purpose of this article is to determine the level of understanding of youngsters about protecting the homeland and to know the role and effectiveness of Pancasila education and citizenship in improving and enhancing the sense of defending the country for today`s youth. The method used in this research is qualitative research with the type of research used is literature study, both physical literature and  digital literature. This research was conducted by analysing several documents on defense as well as Pancasila education and civil rights. From the results of the study, it was concluded that Pancasila and civic education were effective in cultivating a strong sense of love the country, patriotism and nationalism in adolescents to protect and defend the country from various threats that could threaten its integrity from nation and state.Keywords:  Defending the State, Pancasila and Citizenship Education, Unity and Unity

Page 48 of 168 | Total Record : 1679