cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 1,679 Documents
Dampak Pemilihan Kepala Desa Terhadap Eksistensi Nilai Budaya Basanohi Pada Desa Waiboga Kecamatan Sulabessi Tengah Kabupaten Kepulauan Sula Provinsi Maluku Utara Andiyana Sadipun; Louisa M Metekohy; Remon Bakker
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.12 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2864

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana dampak pemilihan kepala desa terhadap eksistensi nilai budaya basanohi. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana realitas pelaksanaan pemilihan kepala desa sehingga berdampak pada eksistensi nilai budaya basanohi, dan faktor penghambat dan penunjang yang di wujudkan dalam pemilihan kepala desa yang berdampak pada eksistensi nilai budaya basanohi, serta bagaimana upaya dan usahan yang dilakukan tokoh adat dan tokoh masyarakat dalam mempertahankan eksistensi budaya basanohi.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan pemilihan kepala desa membawa dampak cukup besar terhadap budaya basanohi masyarakat desa waiboga,dan sangat merugikan masyarakat, karna  perpedaan pilihan dalam pemilihan kepala desa masi menjadi alasan hilangya persatuan,kesatuan dan kebersamaan masyarakat desa,hal ini menunjukan bahwa masyarakat  belum menyadari pentingnya budaya basanohi dalam kehidupan masyarakat desa waiboga. Selain itu upaya dan usaha yang dilakukan oleh tokoh masyarakat dan tokoh adat dalam mempertahankan eksistensi budaya basanohi terhadap masyarakat desa waiboga masi di perlukan agar pada pemilihan kepala desa kedepannya tidak ada lagi permasalahan yang muncul akibat dampak dari pemilihan kepala desa di desa waiboga.Kata Kunci: Dampak pemilihan, Kepala desa, Basanohi. AbstractThis study aims to describe how the impact of village head elections on the existence of basanohi cultural values. This study uses descriptive qualitative research which aims to find out how the reality of the implementation of the village head election has an impact on the existence of the Basanohi cultural values, and the inhibiting and supporting factors embodied in the village head election that has an impact on the existence of the Basanohi cultural values, as well as how the efforts and efforts made carried out by traditional leaders and community leaders in maintaining the existence of the Basanohi culture. Data collection techniques were carried out by observation, interview, and documentation techniques. The results of this study indicate that the implementation of the village head election has a considerable impact on the Basanohi culture of the Waiboga village community, and is very detrimental to the community, because the difference in choice in the election of village heads is still the reason for the loss of unity, unity and togetherness of the village community, this shows that the community has not realize the importance of the Basanohi culture in the life of the Waiboga village community. In addition, the efforts and efforts made by community leaders and traditional leaders in maintaining the existence of the Basanohi culture against the Waiboga masi village community in is necessary that in the future village head elections there will be no more problems that arise as a result of the impact of the village head election in the village of waiboga.Keywords: Impact of election, village head, Basanohi.
Penggunaan Media Berbasis Multimedia Linier Dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA Negeri 5 Seram Bagian Timur Lulu Mar'atus Sholehah; A. Abas; J. Tuharea
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.906 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2865

Abstract

AbstrakPenggunaan media pembelajaran yang tepat oleh guru sangat mempengaruhi hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa dengan penggunaan Media Berbasis Multimedia Linier dalam Pembelajaran PKn siswa di kelas XI SMA Negeri 5 Seram Bagian Timur. Metode yang digunakan adalah Kuantitatif Eksperimen dengan pengelompokkan sample menjadi 2 kelompok yaitu kelas eksperimen dan kelas Kontrol. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa. Kelas Eksperimen yaitu pembelajaran  menggunakan Media Berbasis Multimedia Linier memperoleh hasil belajar lebih tinggi dibandingkan Kelas Kontrol yaitu pembelajaran  menggunakan buku paket. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dan acuan bagi guru dalam mendesain media pembelajaran yang lebih interaktif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.Kata Kunci : Media Pembelajaran, Multimedia Linier, Hasil Belajar Siswa. AbstractThe use of appropriate learning media by teachers greatly affects student learning outcomes. This study aims to improve student learning outcomes by using Linear Multimedia-Based Media in Civics Learning for students in class XI of SMA Negeri 5 Seram Timur. The method used is a quantitative experiment by grouping the sample into 2 groups, namely the experimental class and the control class. The results showed an increase in student learning outcomes. The Experiment Class, namely learning using Linear Multimedia-Based Media, obtained higher learning outcomes than the Control Class, namely learning using textbooks. The results of the research are expected to be a material for consideration and reference for teachers in designing more interactive learning media to improve student learning outcomes.Keywords: Learning Media, Linear Multimedia, Student Learning Outcomes.
Analisis Fasilitas APRON Movement Control Dalam Mendukung Keselamatan Penerbangan Di Bandar Udara Internasional Frans Kaiseipo-Biak Papua Indonesia Reski Maheswara; Desiana Rachmawati
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.361 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2866

Abstract

AbstrakPelaksanaan pembangunan bandar udara harus menjadi pemenuh standar kebutuhan sarana dan prasarana transportasi udara dan memenuhi kepentingan masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Untuk menjaga keselamatan pada airside tentunya dibutuhkan fasilitas penunjang keselamatan seperti PKP-PK dan Safety Management System (SMS). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui permasalahan yang ditemukan pihak Apron Movement Control (AMC) terkait fasilitas airside, Untuk mengetahui dampak dari permasalahan terkait fasilitas Apron Movement Control (AMC) bagi keselamatan penerbangan dan untuk mengetahui cara mengatasi permasalahan terkait fasilitas Apron Movement Control (AMC) di Bandar Udara Frans Kaisiepo Biak Papua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilakukan dengan menjabarkan hasil penelitian secara naratif. Penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara secara daring dengan jumlah narasumber 3 dan memegang posisi masing masing. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Validasi data dilakukan dengan metode triangulasi sumber, yaitu membandingkan jawaban antara satu narasumber dengan narasumber lainnya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan secara daring sehubungan dengan adanya pandemi, atas kinerja bagian AMC untuk mewujudkan keselamatan dalam penerbangan dan menjaga fasilitas AMC di Bandar Udara Frans Kaisiepo Biak Papua telah optimal dalam melakukan tugasnya berdasarkan UU No. 1/2009 tentang Penerbangan dan Peraturan Menteri No. 69 Tahun 2013 tentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional.Kata Kunci: Fasilitas, AMC, Keselamatan Penerbangan AbstractThe implementation of airport development must meet the standards for air transportation facilities and infrastructure needs and meet the interests of the community and the surrounding environment. To maintain airside safety, of course, safety support facilities such as PKP-PK and Safety Management System (SMS) are needed. The purpose of this study is to find out the problems found by the Apron Movement Control (AMC) related to airside facilities, to find out the impact of problems related to the Apron Movement Control (AMC) facility for flight safety and to find out how to solve problems related to the Apron Movement Control (AMC) facility. ) at Frans Kaisiepo Airport, Biak Papua. This study uses a descriptive qualitative approach which is carried out by describing the results of the research in a narrative manner. This research was conducted by means of online interviews with the number of sources 3 and holding their respective positions. Data analysis was carried out by means of data reduction, data presentation, as well as drawing conclusions and verification. Data validation was carried out using the source triangulation method, namely comparing answers between one resource person and another. Based on the results of research conducted online in connection with the pandemic, the performance of the AMC section to achieve safety in flights and maintain AMC facilities at Frans Kaisiepo Airport Biak Papua has been optimal in carrying out its duties based on Law Number 1 of 2009 concerning Aviation and Ministerial Regulation No. 69 of 2013 concerning the National Airport Order.Keywords : Facilities, AMC, Aviation Safety
Analisis Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Petugas APRON Di Unit Penyelanggar Bandar Udara Tunggul Wulung Cilacap Muhammad Aji Suradi; Raden Fatchul Hilal
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.61 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2867

Abstract

AbstrakBandar Udara Tunggul Wulung Cilacap merupakan satu-satunya bandar udara yang terdapat di Kota Cilacap dan termasuk dalam kategori bandar udara kelas III. Dalam hal ini tentunya penerapan Keselamtan dan Kesehatan Kerja sangatlah dibutuhkan untuk mendukung kinerja para pegawai atau staf terkhusus di unit Apron. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Keselamtan dan Kesahatan Kerja pada petugas Apron  di Bandar Udara Tunggul Wulung Cilacap apakah sudah menerapkan dengan baik atau belum. Penelitian ini menggukan metode Kualitatif yakni melalui Observasi, Dokumentasi, dan Wawancara terhadap petugas di Unit Apron  serta pada Kepala Unit terkait. Penelitin dilakukan selama 10 Hari di Bandar Udara Tunggul Wulung Cilacap. Hasil dari penelitian ini adalah Prtugas Apron di Bandar Udara Tunggul Wulung Cilacap dapat dikatakan sudah baik dalam melakukan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di karenakan petugas sudah melakukan pekerjaannya sesuai SOP yang berlaku dimana didalam SOP tersebut sudah terdapat peraturan melakukan penerapan Keselamtan dan Kesehatan Kerja.  Namun diketahui masih terdapat Failitas yang rusak atau tidak lengkap dengan itu membuat penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja petugas tidak menerapakan dengan baik ataupun sesuai SOP yang berlaku. Untuk mengurangi resiko yang telah terjadi sebelumnya maka ditingkatkan kembali kesadaran antar setiap individu bagaimana pentingnya Keselamtan dan Kesehatan Kerja dan menambahkan atau memperbaiki fasilitas untuk memberikan jamninan keselamatan dan kenyaman dalam bekerja.Kata Kunci: KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3), APRON MOVEMENT CONTROL (AMC), APRON, Bandara Tunggul Wulung Cilacap. AbstractCilacap's Tunggul Wulung Airport is the only airport in Cilacap City and is included in the category III class airport. In this case, of course, the implementation of Occupational Safety and Health  is needed to support the performance of employees or staff, especially in the Apron unit. This study aims to determine whether the implementation of Occupational Safety and Health on Apron officers at the Tunggul Wulung Airport in Cilacap has implemented it well or not. This study uses a qualitative method, namely through observation, documentation, and interviews with officers at the Apron Unit and the Head of the related Unit. The research was conducted for 10 days at the Tunggul Wulung Airport in Cilacap. The result of this research is that the Apron Officer at the Tunggul Wulung Airport, Cilacap, can be said to have been good in implementing Occupational Safety and Health because the officers have done their work according to the applicable SOP where in the SOP there are regulations for implementing the implementation of Occupational Safety and Health. However, it is known that there are still damaged or incomplete facilities that make the implementation of Occupational Health and Safety of the officers not implemented properly or according to the applicable SOP. To reduce the risk that has occurred previously, there is increased awareness among each individual about the importance of Occupational Safety and Health and adding or improving facilities to provide guaranteed safety and comfort at work.Keywords: OCCUPATIONAL SAFETY AND HEALTH (K3), APRON MOVEMENT CONTROL (AMC), APRON, Cilacap Tunggul Wulung Airport.
Pengembangan Model Blended Learning Pendidikan Kewarganegaraan Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Mahasiswa Untirta Aisyah Sekar Tri Wardani; Alivia Fitri Salsabila; Anisa Tulhalizah; Maulana Ibrohim; Rehnaningtyas Rehnaningtyas
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.829 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2868

Abstract

AbstrakDi era sekarang, TIK berkembang maju hampir semua aktivitas manusia membutuhkan penggunaan teknologi canggih yang dapat dengan mudah digunakan.Mahasiswa Untirta mengalami berbagai kendala, selain kurangnya motivasi mahasiswa untuk belajar, sehingga menandakan bahwa kegiatan belajar mahasiswa dengan model pembelajaran Blended Learning tidak memajukan keinginan mahasiswa.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran berbasis Blended Learning pada mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam meningkatkan motivasi belajar Mahasiswa Untirta. Metode penelitian yang digunakan adalah Pendekatan kuantitatif dikerjakan dalam penelitian ini dimana dilandaskan mengikuti data informasi yang dikumpulkan, yaitu data kuantitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuisioner. Data kuesioner dilakukan untuk mengumpulkan informasi dalam penelitian.Kuisioner ini dikembangkan di dalam Google Form sehingga mahasiswa dapat dengan mudah mengaksesnya. Sementara sasaran atau subjek penelitian ini merupakan seluruh mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa jenjang D3/S1. Sebagai hasil dari penelitian ini dapat mengembangkan model pembelajaran berbasis Blended Learning yang lebih interaktif dan efektif karena diketahui sendiri bahwa perlu pengembangan agar mahasiswa termotivasi dan kemudian memahami mengimplementasikan dalam kehidupan yang nyata. Kesimpulan penelitian ini adalah Dalam rangka meningkatkan motivasi belajar mahasiswa, dosen dan mahasiswa diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengetahuan mengenai pengembangan model pembelajaran berbasis blended learning dalam Pendidikan Kewarganegaraan.Kata Kunci: Model Blended Learning, Pendidikan Kewarganegaraan, Motivasi Belajar, Mahasiswa AbstractThis era, ICT is developing forward almost all human activities require the use of advanced technologies that can be easily used. Untirta students experience various obstacles, in addition to the lack of student motivation to learn, which indicates that student learning activities with a Blended Learning learning model do not advance students' desires. This study aims to develop a Blended Learning-based learning model in the Civic Education (CID) course in increasing the learning motivation of Untirta Students. The research method used is a quantitative approach carried out in this study which is based on following the information data collected, namely quantitative data. The data collection technique in this study used a questionnaire. Questionnaire data were carried out to collect information in the study. This questionnaire was developed in a Google Form so that students can easily access it. Meanwhile, the target or subject of this study is all students of Sultan AgengTirtayasa University at the D3/S1 level. As a result of this research is to be able to develop a Blended Learning-based learning model that is more interactive and effective because it is known to itself that it is necessary to develop so that students are motivated and then understand and implement in real life. The conclusion of this research is In order to increase student learning motivation, lecturers and students are expected to provide insight and knowledge regarding the development of blended learning-based learning models in Citizenship Education.Keywords: Blended Learning Model, Citizenship Education, Learning Motivation, Students
Analisis Pengaruh Penerapan Prosedur Kebijakan Operasional Penerbangan Saat Covid-19 Maskapai NAM Air Terhadap Kepuasan Penumpang Di Bandar Udara Internasional Supadio Pontianak Mery Dayanti; Raden Fatchul Hilal
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.292 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2869

Abstract

AbstrakPelaksanaan operasional penerbangan di Bandar Udara merupakan hal yang sangat teknis untuk mencapai tujuan penerbangan yang aman dan selamat. Setiap pelaksanaan operasional penerbangan selalu mengacu pada regulasi yang berlaku. Industri penerbangan merupakan pihak yang terdampak dari Pandemi Covid-19. Hal ini menyebabkan seluruh kebijakan prosedur di Bandar Udara diperketat dengan penerapan protokol kesehatan dengan memenuhi aspek- aspek kesehatan yang direkomendasikan oleh pihak WHO. penelitian ini memiliki tujuan Untuk mengetahui pengaruh Penerapan Prosedur Kebijakan Operasional Penerbangan Maskapai NAM AIR saat Covid-19 terhadap kepuasan penumpang di Bandar Udara Internasional Supadio Pontianak.  Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Penerapan Prosedur terhadap kepuasan penumpang di Bandar Udara Internasional Supadio Pontianak. Penelitian ini memakai metode kuantitatif, dengan seluruh penumpang maskapai nam-air yang melakukan penerbangan disaat covid-19 dibandar udara internasional supadio Pontianak 100 responden yang ditentukan dengan rumus slovin. Dari penelitian yag dilakukan didapatkan hasil sebagai berikut: 1.Terdapat pengaruh yaitu sebesar 56,5 % dari Penerapan Prosedur Kebijakan Operasional Penerbangan saat COVID-19 Maskapai NAM Air (X) terhadap kepuasan penumpang. 2.Penerapan Prosedur Kebijakan Operasional Penerbangan saat COVID-19 Maskapai NAM Air berpengaruh pada kepuasan penumpang dengan pengaruh sebesar 56,5%.Kata Kunci : Penerapan prosedur operasional penerbangan, covid-19, maskapai Nam Air, keuasan penumpang, Bandar udara internasional supadio pondianak. AbstractThe implementation of flight operations at the airport is a very technical matter to achieve safe and secure flight goals. Every flight operation implementation always refers to the applicable regulations. The aviation industry is a party affected by the Covid-19 pandemic. This causes all policy procedures at the airport to be tightened with the application of health protocols by meeting the health aspects recommended by WHO. This study aims to determine the effect of implementing NAM AIR Flight Operational Policy Procedures during Covid-19 on passenger satisfaction at Pontianak Supadio International Airport. To find out how much influence the application of procedures has on passenger satisfaction at Supadio Pontianak International Airport. This study uses a quantitative method, with all nam-air airline passengers flying during COVID-19 at the Supadio Pontianak international airport, 100 respondents determined by the slovin formula. From the research conducted, the following results were obtained: 1. There is an effect of 56.5% of the Implementation of Flight Operational Policy Procedures during the NAM Air (X) COVID-19 on passenger satisfaction. 2. Implementation of Flight Operational Policy Procedures during COVID-19 NAM Air Airlines has an effect on passenger satisfaction with an effect of 56.5%.Keywords:  Application of flight operational procedures, covid-19, Nam Air airline, passenger satisfaction, Supadio pondianak international airport
Analisis Strategi Bandar Udara Notohadinegoro Dalam Meningkatkan Minat Pengguna Jasa Di Era Pandemi Covid-19 Leo Martin Al'amin B.; Febriansyah Ignas Pradana
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.311 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2872

Abstract

AbstrakDunia penerbangan di Indonesia mengalami dampak pandemi covid-19, pandemi ini menyebabkan maskapai penerbangan dan banyak pengelola bandara di Indonesia merugi. Hal tersebut membuat bandara Notohadinegoro menutup sementara aktivitas penerbangan hingga tidak melayani angkutan penumpang, sesuai dengan arahan pemerintah pusat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi serta hal-hal apa saja yang menghambat Bandara Notohadinegoro dalam upaya meningkatkan minat pengguna jasa di era pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Strategi promosi Bandara Notohadinegoro adalah menggelar Joyflight yang bertujuan untuk menarik pengguna jasa kembali menikmati layanan penerbangan. Joy Flight bertujuan untuk meningkatkan pariwisata dengan melakukan perjalanan melalui kota Jember di udara, sehingga Bandar Udara Notohadinegoro tetap menunjukkan bahwa bandara tersebut tetap eksis meski tidak berfungsi secara normal. Beberapa hal yang menghambat proses perencanaan strategis bandar udara menarik minat pengguna jasa adalah terbatasnya sumber daya yang dibutuhkan pengelola bandar udara dan persaingan jasa transportasi yang lebih ekonomis. Bagi pihak bandara Notohadinegoro Jember sebaiknya terus berdiskusi dengan stakeholder, tidak hanya mengandalkan penumpang, tetapi dapat bekerjasama dengan pihak-pihak yang bersangkutan. Hal itu dapat dilakukan sebagai usaha untuk menarik maskapai agar kembali bekerja sama dengan bandar udara Notohadinegoro.Kata Kunci: Pandemi covid-19, Aktivitas penerbangan, Atrategi, Minat pengguna jasa AbstractThe world of aviation in Indonesia is experiencing the impact of the covid-19 pandemic, this pandemic has caused airlines and many airport managers in Indonesia to lose money. This has caused Notohadinegoro airport to temporarily close flight activities so that it does not serve passenger transportation, in accordance with the direction of the central government. The purpose of this study is to find out what strategies and things are hindering Notohadinegoro Airport in an effort to increase the interest of service users in the era of the Covid-19 pandemic. This study uses a qualitative descriptive research method with data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. Notohadinegoro Airport's promotional strategy is to hold Joyflight which aims to attract service users to enjoy flight services again. Joy Flight aims to increase tourism by traveling through the city of Jember in the air, so that Notohadinegoro Airport still shows that the airport still exists even though it is not functioning normally. Several things that hinder the airport's strategic planning process to attract service users are the limited resources needed by airport managers and competition for more economical transportation services. For Notohadinegoro Airport, Jember, it must continue to discuss with stakeholders, not only relying on passengers, but can work together with related parties. This can be done as an effort to attract airlines to cooperate with Notohadinegoro airport.Keyword: Covid-19 pandemic, Aviation activities, Strategies, Interests of service users
Peran Mahasiswa Dalam Mempertahankan Ideologi Pancasila Sebagai Dasar Negara Hesti Hopipah Aliyani; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.799 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2876

Abstract

 AbstrakPenelitian ini dilakukan searah dengan perkembangan teknologi, dimana banyak sekali kekacauan dan kurangnya moral di kalangan mahasiswa. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya kasus-kasus seperti tawuran, kejahatan social, bullying, pencurian dan berakhir pada pembunuhan. Hal ini tentu saja tidak boleh dibiarkan oleh karena itu perlu adanya perbaikan moral di mahasiswa tersebut. Pada kajian penelitian ini metode yang digunakan yaitu menggunakan pendekatan kualitatif yang dilakukan secara deskriptif. Dasar atau teori dari pada pembahasan kali ini didapat dari hasil studi literatur atau kepustakaan yang didapatkan dari beberapa sumber-sumber yang relevan seperti buku, jurnal, dan artikel. Penelitian ini digunakan untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sehingga mendapatkan cara untuk mengurangi kekacauan dan kerusakan moral di kalangan mahasiswa dan digunakan untuk mengetahui peran mahasiswa dalam mempertahankan ideologi Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila sebagai ideologi negara yang memiliki nila-nilai seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan merupakan cara untuk mengurangi kerusakan moral di masyarakat. Pelaksanaan dan pengimplementasian nilai Pancasila harus ditanamkan sampai kapanpun sehingga dapat membentuk suatu karakter dan moral yang dapat meningkatkan kualitas bangsa Indonesia.Kata Kunci: peran mahasiswa, cara mempertahankan, ideologi Pancasila AbstractThis research was conducted in line with technological developments, where there was a lot of chaos and lack of morals among students. This can be seen from the many cases such as brawls, social crimes, bullying, theft and ending in murder. This, of course, should not be allowed to do so, therefore there is a need for moral improvement in these students. In this research study, the method used is using a qualitative approach which is carried out descriptively. The basis or theory of the discussion this time is obtained from the results of the study of literature or literature obtained from several relevant sources such as books, journals, and articles. This study was used to determine the values contained in Pancasila so as to find a way to reduce chaos and moral damage among students and was used to determine the role of students in defending the ideology of Pancasila as the basis of the state. Pancasila as a state ideology that has values such as divinity, humanity, unity, democracy, and justice is a way to reduce moral damage in society. The implementation and implementation of Pancasila values must be instilled at any time so that it can form a character and morals that can improve the quality of the Indonesian nation.Keywords: the role of students, how to defend, Pancasila ideology
Upaya Badan Kesbangpol Kota Bandung Dalam Penyelenggaraan Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula Muhamad Abdul Aziz; Vania Widhia Insan; Dyan Ayu Lestari; Kemala Dwi Rosa; Ilham Nur Prasetyo; Rifki Hidayat Fauzan; Faiz Ubaidillah Achmad; Muhammad Ali Taufan
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.58 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2885

Abstract

AbstrakPartisipasi Politik Masyarakat Bandung pada Pilkada 2019 cukup meningkat secara signifikan. Pada Pemilu 2014 lalu angka partisipasi masyarakat Kota Bandung sebesar 77,6 persen. Sementara pada tahun ini meningkat menjadi 86,5 persen. Peningkatan Partisipasi Politik ini tentunya dipengaruhi berbagai aspek, baik itu sosialisasi yang dilakukan berbagai lembaga maupun sosialisasi informal yang berkaitan erat dengan informasi di media sosial. Tentunya para pemilih pemula juga berperan dalam peningkatan angka partisipasi politik Kota Bandung dalam pemilu 2019, kami mendapat data dari Kesbangpol Kota Bandung, bahwa di tahun ini ada penambahan sebesar 2.459 pemilih Pemula di Kota Bandung yang disiarkan dalam berita acara yang dikeluarkan KPU Kota Bandung. Tujuan Penelitian ini untuk Mengetahui sejauh mana upaya Kesbangpol dalam melaksanakan Pendidikan Politik bagi pemilih pemula di Kota Bandung, serta mengukur sejauh mana ketercapaian hasil program dari Kesbangpol Kota Bandung dalam menyelenggarakan Pendidikan Politik Kesbangpol Kota Bandung bagi pemilih pemula. Penelitian ini dilakukan pada Senin, 28 Maret 2022 di Kantor Badan  Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bandung. Penelitian dilakukan dengan cara  observasi, wawancara dan studi dokumentasi dengan subjek penelitian. Hasil penelitian di analisis oleh peneliti dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif, dimana peneliti mencoba menggambarkan, menguraikan, serta menginterpretasi-kan data yang sudah terkumpul sampai mampu memperoleh gambaran secara general dan komprehensif. Dari hasi penelitian mengungkapkan bahwa, Pelaksanaan program kerja pendidikan politik yang seharusnya berjalan pada tahun 2020 - 2021 tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya dikarenakan dampak dari adanya pandemi covid-19 yang menyebabkan segala rencana dan anggaran di alihkan kepada penanganan covid-19. Sehingga dampak dari re-focusing anggaran ini mengakibatkan berbagai program tidak berjalan semestinya.Kata Kunci: Pendidikan Politik, program, re-focusing AbstractThe political participation of the bandung people in the 2019 election was significant. In the 2014 election, 77.6 percent of the citizen participation rate of bandung was raised. As of this year it grew to 86.5 percent. This increased political engagement must have been influenced by various aspects, whether it was socializing institutions or informal socialization closely related to information on social media. Of course, the new electoral votes for bandung increased in political participation in the 2019 elections, we got a file from bandung's kesbangpol, which shows an increase of 2,459 for bandung voters in the country. The purpose of the study is to find out the extent to which kesbangpol efforts in carrying out political education for inner city voters, and to measure the extent of the program's success in conducting the political education kesbangpol for those of bandung. The study was done on Monday, March 28, 2022, at the office of the national and political entities of bandung. Research is conducted by way of observation, interview and study of documentation with the research subject.  Research results are analyzed by researchers using qualitative descriptive techniques, in which researchers try to describe, expound, and interpret the data already collected until they are able to achieve a general and comprehensive picture. From research's hasi reveal that the implementation of a political educational work program that should have been carried out by 2020-2021 could not have been carried out properly because of the covid-19 pandemic that was causing all plans and budgets to be transferred to the covid-19 treatment. And so the impact of re-budget reductions would result in programs not running properly.Keywords: political education, programs, re-focusing
Telaah Pemilihan Umum Elektronik (E-Voting) Dalam Perspektif Kepastian Hukum Sebagai Perwujudan Negara Hukum Indonesia Daulat Nathanael Banjarnahor; Firinta Togatorop
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.666 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2886

Abstract

AbstrakIndonesia sebagai sebuah negara demokrasi telah melaksanakan beberapa kali pemilihan umum, dengan ciri, sifat, dan substansi pemilihan yang bervariasi pada setiap periodenya. Pada pemilu terkini yang telah dilaksanakan pada tahun 2019 yang menghasilkan para pemegang kekuasaan dalam kekuasaan/lembaga parlemen yaitu Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Daerah hingga kekuasaan eksekutif yaitu Presiden dan Wakil Presiden. Namun banyak pihak dan juga masyarakat yang memberikan label “buruk” pada pelaksanaan pemilihan umum pada tahun 2019, karena kejadian duka yang menjadi pemberitaan publik. Kelelahan dalam merekapitulasi suara yang berakibat fatal bagi para petugas penyelenggara pemilu kemudian memunculkan wacana untuk memperbaiki sistem pemilihan umum,pemungutan suara elektronik. permasalahan dalam tulisan ini adalah apakah gagasan pemilihan umum elektronik ( e-voting ) sudah sesuai dengan kepastian hukum sebagai salah satu konsekuensi dari realisasi negara hukum Indonesia. Metode Analisis yang digunakan adalah secara deskriptif. Kesimpulan yang diperoleh dari jawaban atas masalah terkait dengan kepastian hukum pemilihan umum elektronik sebagai perwujudan hukum negara Indonesia, dapat dilihat dari beberapa unsur atau aspek negara hukum utama yang memastikan kepastian dengan merujuk pada aspek supremasi hukum serta asas legalitas yang belum terpenuhi, dan belum memenuhinya aspek negara hukum yaitu transparansi dan kontrol sosial dengan alasan yang mendukung kelemahan dari pemilihan umum elektronik.Kata K unci: Pemilihan Umum, Elektronik, Kepastian Hukum AbstrakIndonesia sebagai negara demokrasi telah menyelenggarakan beberapa kali pemilu, dengan karakteristik, karakter dan substansi pemilu yang berbeda-beda dari masa ke masa. Dan pemilihan umum terakhir di Indonesia telah diselenggarakan pada tahun 2019 yang menghasilkan pemegang kekuasaan di lembaga kekuasaan/legislatif (DPR, DPD, dan DPRD), juga kekuasaan/lembaga eksekutif (Presiden, Wakil Presiden). Namun banyak pihak dan juga masyarakat yang dicap “buruk” pada pelaksanaan pemilihan umum tahun 2019, karena peristiwa duka yang menjadi pemberitaan publik. Kelelahan dalam rekapitulasi suara yang berakibat fatal bagi penyelenggara pemilu kemudian memunculkan wacana untuk membenahi sistem pemilu, salah satunya bergulirnya wacana pemilu dengan sistem elektronik atau yang kemudian disebut pemilu elektronik atau e-voting.e-voting ) sesuai dengan kepastian hukum sebagai salah satu konsekuensi dari terwujudnya negara hukum Indonesia. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif. Kesimpulan yang diperoleh dari jawaban permasalahan tersebut terkait dengan kepastian hukum pemilu elektronik sebagai perwujudan negara hukum Indonesia, dapat dilihat dari beberapa unsur atau aspek negara hukum mayoritas belum mencerminkan kepastian hukum dengan mengacu pada aspek belum terpenuhinya supremasi hukum dan asas legalitas, serta belum terpenuhinya aspek negara hukum yaitu transparansi dan kontrol sosial dengan alasan yang mempertanyakan kelemahan pemilu elektronik.Kata Kunci: Pemilihan Umum, Elektronik, Kepastian Hukum

Page 51 of 168 | Total Record : 1679