cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 1,679 Documents
Degradasi Kesadaran Masyarakat Terhadap Pentingnya Gotong Royong Di Desa Wanajaya Kecamatan Kasokandel Kabupaten Majalengka Syahidah Asma Amanina; Siska Dwi Amelia; Dyah Laksmi Putri; Liza Rahma Lestari; Rana Gustian Nugraha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.349 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2930

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya degradasi gotong royong serta upaya untuk meningkatkan kembali budaya gotong royong di Desa Wanajaya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Ketua BPD Desa Wanajaya serta warga Desa Wanajaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, teknik wawancara dan teknik kuisioner dengan menggunakan google form. Hasil dalam penelitian ini menunjukan 1) factor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya degradasi budaya gotong royong seperti banyaknya pendatang baru, faktor kurangnya kerja sama antar warga Desa Wanajaya, faktor dampak negatif dari era globalisasi, faktor modernisasi, faktor kesibukan dari masing-masing masyarakat dan rasa kebersamaan yang mulai menurun antar warga masyarakat. 2) upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kembali budaya gotong royong adalah dengan pembuatan Pos Gotong Royong dan Bank Sampah, membangun kesadaran dari masing-masing masyarakat, mempertemukan tokoh-tokoh masyarakat serta pendekatan kepada masyarakat.Kata Kunci: Degradasi, Budaya,  Gotong Royong AbstractThis study aims to identify the factors causing the degradation of mutual aid and efforts to improve the culture of mutual cooperation in Wanajaya Village. This research uses a qualitative type of descriptive research. The subjects of this study were the Head of BPD Wanajaya Village and residents of Wanajaya Village. The data collection techniques used are observation techniques, interview techniques and questionnaire techniques using google forms. The results in this study showed 1) factors that cause the degradation of mutual aid culture such as the number of newcomers, factors of lack of cooperation between residents of Wanajaya Village, negative impact factors of the globalization era, modernization factors, factors of busyness of each community and a sense of community that begins to decline between residents. 2) efforts that can be made to improve the culture of mutual cooperation are by creating Gotong Royong Posts and Waste Banks, building awareness from each community, bringing together community leaders and approaches to the community.Keywords: Degradation, Culture, Mutual Aid
Pengaruh Game Online Free Fire Terhadap Nilai Moral Dan Nilai Sosial Pancasila Pada Anak Sekolah Dasar Khairunnisa Khairunnisa; Muhamad Fajar Al Kausar; Raisya Ramadhina; Siti Ratih Aulia; Rana Gustian Nugraha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.698 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2934

Abstract

AbstrakPerkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini semakin pesat dan secara luas menghasilkan produk yang memberikan kemudahan bagi manusia, baik dari segi ilmu pengetahuan, pendidikan, dan hiburan. Teknologi internet memberikan pengaruh yang besar dan beragam terhadap kehidupan manusia, salah satunya yang paling populer adalah dalam hal hiburan. Seperti halnya game online yang marak dimainkan oleh berbagai kalangan, terutama anak–anak. Game online yang tengah digandrungi oleh anak–anak saat ini salah satunya ialah Free Fire.  Game yang memiliki rating usia 12 tahun ke atas ini, nyatanya banyak dimainkan oleh anak di bawah umur yang masih rentan terhadap dunia luar. Dampak yang ditimbulkan dari game online tersebut membuat nilai–nilai yang terkandung dalam Pancasila yang seharusnya menjadi acuan dalam kehidupan, semakin terkikis seiring bertambahnya waktu. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh game online tersebut terhadap sikap yang mengandung nilai–nilai Pancasila pada anak. Berdasarkan hasil analisis dan juga pengamatan, game online Free Fire tersebut memang berdampak cukup buruk pada anak.Kata Kunci : game online Free Fire, nilai–nilai Pancasila. AbstractThe development of science and technology is currently increasing rapidly and widely producing products that provide convenience for humans, both in terms of science, education, and entertainment. Internet technology exerts a great and diverse influence on human life, one of the most popular is in terms of entertainment. As well as online games that are widely played by various groups, especially children. One of the online games that are being loved by children today is Free Fire.  This game, which has an age rating of 12 years and above, in fact, is mostly played by minors who are still vulnerable to the outside world. The impact caused by these online games makes the values contained in Pancasila, which should be a reference in life, increasingly eroded as time goes by. This article aims to find out how the influence of online games on attitudes that contain Pancasila values in children. Based on the results of the analysis and also observations, the Free Fire online game does have a pretty bad impact on children. Keywords: Free Fire online game, Pancasila values.
Pengaruh Media Sosial "TikTok" Terhadap Nilai-Nilai Pancasila Di Era Digital Jenia Syifa Nurlatifah; Luthpin Ubaidiah; Pupun Patmawati; Syfa Sahbani; Rana Gustian Nugraha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.532 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2937

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar media sosial Tiktok terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat menambah ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat bagi penulis dan pembaca. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dalam instrument angket (questioner). Responden dalam penelitian ini sebanyak 47 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat mayoritas sebanyak 91,5% yang menggunakan media sosial tiktok, dan sebanyak 38,3% yang menggunakan media sosial Tiktok selama kurang lebih 2-4 jam setiap harinya. Sebanyak 70,2% responden juga merasa bahwa penggunaan media sosial dapat mengurangi upaya kerja mereka, untuk mengetahui berapa pesatnya kemajuan media sosial tiktok. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial Tiktok mempunyai pengaruh negatif dan positifnya. Oleh karena itu untuk mengurangi hal-hal yang bisa melunturkan nilai-nilai Pancasila, kita perlu menyaring konten-konten yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.Kata kunci : Media sosial, Tiktok, PancasilaAbstractThis study aims to determine how big Tiktok social media is to the values contained in Pancasila. The benefits of this research are expected to add knowledge and knowledge that is useful for writers and readers. This study uses quantitative methods in the questionnaire instrument (asker). Respondents in this study were 47 people. The results showed that there were 91.5% who used Tiktok social media, and 38.3% who used Tiktok social media for approximately 2-4 hours every day. A total of 70.2% of respondents also feel that the use of social media can reduce their work effort. To find out the influence of Tiktok social media on Pancasila values in the digital era. The results of this study indicate that Tiktok social media has a negative and positive influence. Therefore, in order to reduce things that can undermine the values of Pancasila, we need to filter out content that is not in accordance with the values of Pancasila.Keywords: Social media, Tiktok, Pancasila
Penerapan Pancasila Bagi Masyarakat Di Era Globalisasi Aliya Putri Setiowati; Nadya Dwi Pramesti; Nur Shoviatul Zahro; Reviani Fitri; Rana Gustian Nugraha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.577 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2938

Abstract

AbstrakArtikel ini bertujuan untuk memaparkan dan menjelaskan penerapan dan implementasi nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila di era globalisasi. Dalam penulisannya, penelitian ini dikaji menggunakan pendekatan kualitatif atau pendekatan yang diperoleh melalui studi kepustakaan dari berbagai sumber dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa globalisasi merupakan hal yang membawa dampak bagi perubahan tatanan masyarakat Indonesia. Maka dalam hal ini Pancasila mempunyai fungsi untuk menerima dan menyaring informasi yang masuk agar masyarakat Indonesia khususnya generasi muda tidak kehilangan jati dirinya, karena masyarakat merupakan kunci yang diharapkan untuk dapat membantu perjuangan dalam memajukan bangsa Indonesia. Di samping itu, Pancasila merupakan suatu sistem nilai yang merupakan satu kesatuan dan tidak dapat terpisahkan. Dengan demikian, Pancasila dapat menjadi kekuatan moral jika seluruh nilai Pancasila dijadikan pedoman serta diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.Kata Kunci: pancasila, globalisasi, implementasi pancasila AbstractThis article aims to describe and explain the application and implementation of the values contained in Pancasila in the era of globalization. In writing, this research was studied using a qualitative approach or an approach obtained through literature studies from various sources with descriptive methods. The results of the study indicate that globalization is something that has an impact on changes in the structure of Indonesian society. So in this case Pancasila has a function to receive and filter incoming information so that the Indonesian people, especially the younger generation, do not lose their identity, because society is the key that is expected to be able to help the struggle in advancing the Indonesian nation. In addition, Pancasila is a value system which is a unity and cannot be separated. Thus, Pancasila can be a moral force if all the values of Pancasila are used as guidelines and applied in the life of society, nation and state.Key word: Pancasila, globalization, implementation of Pancasila
Upaya Memperkuat Jati Diri Bangsa Melalui Pemahaman Wawasan Nusantara Di Era Gempuran Kebudayaan Asing Hafidh Muhammad Akbar; Fatma Ulfatun Najicha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.098 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2939

Abstract

AbstrakPerkembangan teknologi yang semakin maju menyebabkan pertukuran arus informasi antar negara menjadi sangat cepat. Hal ini menyebabkan banyak pertukaran kebudayaan yang masuk dan keluar dalam suatu negara. Kebudayaan-kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia dapat menyebabkan pengaruh positif maupun negatif. Adanya pengaruh negatif disebabkan oleh adanya sikap dari masyarakat yang tidak memilah atau menyaring terlebih dahulu kebudayaan-kebudayaan asing tersebut, sehingga secara perlahan dan tidak sadar akan menggerogoti dan melunturkan jati diri bangsa Indonesia. Hal ini perlu dihindari oleh generasi muda. Salah satu caranya adalah dengan menanamkan konsep Wawasan Nusantara kepada setiap elemen masyarakat melalui pengembangan pendidikan karakter yang baik pada tiap-tiap tingkat pendidikan. Adanya Wawasan Nusantara dapat berperan sebagai pedoman untuk memperkuat dan memperteguh jati diri bangsa Negara Indonesia.Kata kunci: Kebudayaan-kebudayaan Asing, Jati Diri Bangsa Negara Indonesia, Wawasan Nusantara AbstractThe development of increasingly advanced technology causes the exchange of information flows between countries to be very fast. This causes a lot of cultural exchange in and out of a country. Foreign cultures that enter Indonesia can cause both positive and negative influences. The negative influence is caused by the attitude of the people who do not first sort or filter these foreign cultures, so that slowly and unconsciously they will undermine and fade the identity of the Indonesian nation. This should be avoided by the younger generation. One way is to incorporate the concept of Nusantara Insight into all elements of society through the development of good character education at all levels of education. The presence of the Nusantara Insight can serve as a guideline to strengthen and strengthen the identity of the Indonesian nation.Keywords: Foreign Culture, Indonesian National Identity, Nusantara Insight
Urgensi Nilai Pancasila Terhadap Pembentukan Karakter Pelajar Sebagai Upaya Pencegahan Degradasi Moral Di Era Globalisasi Santika Santika; Ineu Nurjanah; Putri Nurhasanah; Restu Syahas Wibusana; Rana Gustian Nugraha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.331 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2940

Abstract

AbstrakGlobalisasi merupakan suatu perkembangan yang pesat dan cepat di berbagai bidang, khususnya di bidang inovasi dan komunikasi. Globalisasi diartikan sebagai sisi mata uang yang berbeda. Ini menyiratkan bahwa globalisasi mempunyai sisi positif dan negatif. Sisi positif yang dibawanya pasti membuat segalanya lebih mudah. Dan sisi negatif yang sering terjadi adalah jatuhnya moralitas suatu negara. Untuk itu, kita memerlukan suatu benteng dalam menghalau dampak negatif dari globalisasi ini. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam pembentukan karakter pelajar sebagai upaya pencegahan degradasi moral  di era globalisasi. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian tinjauan pustaka, jurnal ilmiah, sumber artikel ilmiah, dan hasil penelitian dari makalah, internet, dan sumber lain yang relevan.Kata Kunci: Degradasi Moral, Globalisasi, Pendidikan Karakter, Nilai Pancasila AbstractGlobalization is a rapid and rapid development in various fields, especially in the fields of innovation and communication. Globalization is defined as a different side of the coin. This implies that globalization has both positive and negative impacts. The positive impact it brings definitely makes things easier. And the negative impact that often occurs is the moral collapse of a country. For this reason, we need a stronghold to ward off the negative impacts of globalization. The purpose of this study was to determine the importance of Pancasila values in the formation of student character in the era of globalization, as a step to prevent students' moral degradation. This study uses a literature review research methodology, scientific journals, sources of scientific articles, and research results from papers, the internet, and other relevant sources.Keywords : Moral Degradation, Globalization, Character Education, Pancasila
Menerapkan Nilai-Nilai Pancasila Pada Manajemen Sumber Daya Manusia Di Era Globalisasi Dini Oktariani; Novita Herlissha; Hadis Hadis; Lili Saputri
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.386 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2941

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana menerapkan nilai-nilai pancasila pada manajemen sumber daya manusia di era globalisasi sehingga mewujudkan tujuan yaitu membentuk moral bangsa yang memiliki karakter berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literature. Sumber data yang diperoleh merupakan studi keperpustakaan yakni jurnal dan artikel ilmiah. Hasil dari penelitian ini didapat bahwa penerapan nilai-nilai pancasila pada perkembangan sumber daya manusia di era globalisasi ini lebih terarah, bermoral, serta berkarakter, sebagaimana mestinya agar tercipnya sumber daya mansia yang berkualitas serta terciptnya masyarakat sejahtera.Kata kunci: Nilai-Nilai Pancasila, Sumber Daya Manusia, Globalisasi AbstractThis study aims to find out how to apply Pancasila values in human resource management in the era of globalization so as to realize the goal of forming the morals of the nation's children who have characters based on the values of Pancasila. This research was conducted using a qualitative approach with a literature study method. Sources of data obtained are library studies, namely journals and scientific articles. The results of this study show that the application of Pancasila values in the development of human resources in this era of globalization is more directed, moral, and characterized, as it should be, so that quality human resources are created and a prosperous society is created.Keywords: Pancasila Values, Human Resources, Globalization
Implementasi Habituasi Profil Pelajar Pancasila Dan Eksistensinya Bagi Mahasiswa Aep Muhyidin Syaefulloh; Dea Windiani; Puput Putriani; Sinta Rohaeni; Rana Gustian Nugraha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.078 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2944

Abstract

AbstrakJenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif yakni bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai kondisi secara real. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi habituasi profil pelajar Pancasila dan eksistensinya bagi Mahasiswa dilakukan dengan cara meningkatkan sisi religious siswa, menanamkan sikap berkebinekaan global, menerapkan kemampuan gotong royong, menanamkan sikap mandiri, serta mampu berpikir secara objektif. Profil Pelajar Pancasila Pada prinsipnya, penguatan karakter Pancasila yang dilakukan melalui perwujudan Profil Pelajar Pancasila ini merupakan sebuah gagasan estafet dari masa ke masa. Peneliti menganalisis bahwa setiap generasi pada masanya selalu ada yang memikirkan dan bergerak untuk melakukan aksi terkait dengan penguatan nilai-nilai Pancasila. Hal ini dikarenakan menjadi manusia Pancasila pada prinsipnya merupakan cita-cita luhur yang harus terus berusaha diwujudkan sampai kapanpun. Melalui pendidikan, generasi milenial harus sadar bahwa nilai-nilai Pancasila yang ditanamkan adalah untuk diterapkan pada diri sendiri dan menebarkannya kepada generasi lainnya yang berperan penting dalam menciptakan Indonesia yang damai, aman dan tentram.Kata Kunci: Pancasila, Profil Pelajar Pancasila, Pendidikan  AbstractThe type of research used is descriptive, which aims to describe various conditions in real time. The results showed that the implementation of the habituation of the Pancasila student profile and its existence for students was carried out by improving the religious side of students, instilling an attitude of global diversity, applying mutual cooperation skills, instilling an independent attitude, and being able to think objectively. Pancasila Student Profile In principle, the strengthening of pancasila character through the realization of the Pancasila Student Profile is an idea of relay from time to time. Researchers analyzed that every generation in his time there was always someone who thought and moved to take actions related to the strengthening of Pancasila values. This is because being a Human Being a Pancasila man is in principle a lofty ideal that must continue to be realized until any time. Through education, the millennial generation must be aware that the pancasila values instilled are to be applied to themselves and spread them to other generations who play an important role in creating a peaceful, safe and peaceful Indonesia.Keywords: Pancasila, Pancasila Student Profile, Education
Pengaruh Masuknya Budaya Asing Terhadap Nilai-Nilai Pancasila Pada Era Milenial Salsabila Kusuma Arfina; Siti Nur Hayati Meidi; Wita Sari; Yuli Wahyuni; Rana Gustian Nugraha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.014 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2945

Abstract

AbstrakPenelitian ini didasari oleh banyaknya remaja milenial yang mulai terpengaruh oleh budaya-budaya asing yang sudah masuk ke Indonesia. Tantangan untuk melestarikan budaya kita sendiri kini sudah menjadi sangat berat, karena derasnya ideologi luar yang masuk. Nilai-nilai pancasila seharusnya selalu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari supaya mampu menyaring pengaruh budaya asing yang masuk ke Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan survei. Partisipan penelitian ini adalah remaja yang rentang usianya 17-21 tahun, dimana remaja pada rentang usia tersebut sangat mudah terpengaruh oleh budaya-budaya asing yang masuk ke Indonesia. Maka dari itu, pentingnya menjaga kelestarian budaya asli Indonesia untuk memfilter budaya luar yang masuk dan  pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai pancasila dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara.Kata Kunci: kebudayaan, pelestarian budaya, implementasi nilai pancasila AbstractThis research is based on the number of millennial teenagers who are starting to be influenced by foreign cultures that have entered Indonesia. The challenge to preserve our own culture has now become very heavy, because of the swift incoming outside ideology. Pancasila values should always be implemented in everyday life in order to be able to filter the influence of foreign cultures that enter Indonesia. The research method used in this research is survey. The participants of this research are teenagers whose age range is 17-21 years, where teenagers in that age range are very easily influenced by foreign cultures that enter Indonesia. Therefore, the importance of preserving the original culture of Indonesia to filter incoming foreign culture and the importance of implementing Pancasila values in the life of the nation and state.Keywords: culture, cultural preservation, implementation of Pancasila values
Kebijakan Pemerintah Dalam Menanggulangi Terorisme Di Wilayah Indonesia Bagian Timur (Poso) Anwar Amir Daeng Sirua; Mas Agus Priyambodo
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.45 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2946

Abstract

AbstrakKelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso melakukan aksi teror penembakan dan pembunuhan Polisi dan warga sipil pada 8 Agustus 2020 serta pembunuhan di Dusun Lima Lewonu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah pada 20 November 2020. Kelompok ini juga membantai satu keluarga petani kopi di Desa Kalimago, Kecamatan Lore Timur Kabupaten Poso pada tanggal 11 Mei 2021. Banyaknya peristiwa pembunuhan yang terjadi menimbulkan pertanyaan bagaimanakah kebijakan Pemerintah dalam penanganan terorisme di Kabupaten Poso.Kata Kunci: Kebijakan Pemerintah, terorisme wilayah Indonesia bagian timur AbstractThe East Indonesia Mujahidin Group (MIT) in Poso carried out a terrorist act of shooting and killing police and civilians on August 8, 2020 and killings in Lima Lewonu Hamlet, Lemban Tongoa Village, Palolo District, Sigi Regency, Central Sulawesi on November 20, 2020. This group also massacred a family of coffee farmers in Kalimago Village, East Lore District, Poso Regency on May 11, 2021. The number of murders that occurred raises the question of how the Government's policy in handling terrorism in Poso Regency is.Keywords: Government policy, terrorism in eastern Indonesia

Page 54 of 168 | Total Record : 1679