cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 1,679 Documents
Cyber Crime Dalam Sudut Pandang Hukum Pidana Muhammad Anthony Aldriano; Mas Agus Priyambodo
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.401 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2947

Abstract

AbstrakFakta hukum sebagaimana yang ada pada saat ini, dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah disalahgunakan sebagai sarana kejahatan ini menjadi teramat penting untuk diantisipasi bagaimana kebijakan hukumnya, sehingga cyber crime yang terjadi dapat dilakukan upaya penanggulangannya dengan hukum pidana, termasuk dalam hal ini adalah mengenai sistem pembuktiannya. Dikatakan teramat penting karena dalam penegakan hukum pidana dasar pembenaran seseorang dapat dikatakan bersalah atau tidak melakukan tindak pidana.Kata Kunci: Cyber crime, hukum pidana AbstractLegal facts as they exist today, the impact The development of science and technology that has been misused as a means of crime is very important to anticipate what is the legal policy, so that cyber crime that occurs can be efforts to overcome them are carried out with criminal law, including in this case it is about the proof system. Said to be very important because in criminal law enforcement the basic justification A person can be said to be guilty or not committing a crime.Keywords: Cyber crime, criminal law
Aksi Penembakan Di Lingkungan Mabes Polri Sebagai Bentuk Keterlibatan Perempuan Dalam Terorisme Ricky Martin; August Hamonangan Pasaribu
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.755 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2948

Abstract

AbstrakKeterlibatan perempuan dalam terorisme bukanlah tren baru yang terjadi saat ini. Bahkan, tahun 2010 perempuan sudah dilibatkan, khususnya mereka yang berstatus sebagai istri dari sang teroris. Namun, keterlibatan perempuan sebagai teroris dalam ikatan pernikahan tak begitu terlihat. Terdapat transformasi pelibatan perempuan dalam aksi terorisme antara kelompok JI dan ISIS. Yang semula mereka terlibat secara tidak sengaja, seperti kasus Putri Munawaroh tahun 2010, di mana janda terduga teroris Hadi Susilo yang berusia 21 tahun itu menyembunyikan Noordin M Top. Ringkasnya, bentuk pelibatan perempuan di JI tidak nampak walaupun sudah dilibatkan.Kata Kunci: Penembakan di Mabes Polri, keterlibatan perempuan dalam  teorisme AbstractThe involvement of women in terrorism is not a new trend nowadays. In fact, in 2010 women were involved, especially those who were wives of the terrorists. However, the involvement of women as terrorists in marriage bonds is not very visible. There is a transformation in the involvement of women in acts of terrorism between the JI and ISIS groups. At first they were involved by accident, such as the 2010 case of Putri Munawaroh, in which the 21-year-old widow of suspected terrorist Hadi Susilo hid Noordin M Top. In short, the form of women's involvement in JI is not visible even though they have been involved.Keywords: Shooting at Police Headquarters, women's involvement in theorism
Jerat Hukum Pelaku Pencemaran Nama Baik Via Media Sosial Ervin Kurniawan; August Hamonangan Pasaribu
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.106 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2949

Abstract

AbstrakPerilaku pencemaran nama baik merupakan suatu tindak pidana,yang pengaturannya dalam KUHP maupun Undang-Undang di luar KUHP, tujuannya untuk memberikan perlindungan hukum mengenai rasa harga diri yakni kehormatan (eer) dan rasa harga diri mengenai nama baik orang (goeden naam). Setiap orang memiliki harga diri berupa kehormatan maupun harga diri berupa nama baik. Sebenarnya yang menjadi ukuran suatu perbuatan dapat dikategorikan sebagai pencemaran nama baik orang lain masih belum jelas karena banyak faktor yang harus dikaji kembali. Dalam hal pencemaran nama baik atau penghinaan ini yang hendak dilindungi adalah kewajiban setiap orang untuk menghormati orang lain dari sudut kehormatannya dan nama baiknya dimata orang lain meskipun orang tersebut telah melakukan kejahatan yang berat.Kata Kunci: Jerat Hukum, Pencemaran Nama Baik, Media Sosial AbstractDefamation behavior is a criminal act. whose stipulations are in the Criminal Code or in laws outside the Criminal Code, The aim is to provide legal protection regarding a sense of self-respect, namely honor (eer) and a sense of self-respect regarding people's good names (goeden naam). Everyone has self-respect in the form of honor and self-esteem in the form of a good name. Actually, what is the measure of an act that can be categorized as defamation of others is still unclear because there are many factors that must be reviewed. In the case of defamation or humiliation, what is to be protected is the obligation of everyone to respect other people from the point of view of their honor and good name in the eyes of others even though that person has committed a serious crime.Keywords: legal snares, defamation, social media
Pengaruh Kualitas Pelayanan Dengan Menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 Terhadap Kepuasan Penumpang Maskapai Garuda Indonesia Di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali Tissa Nur Desniyanti; Raden Fatchul Hilal
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.357 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2950

Abstract

AbstrakKualitas pelayanan dikatakan memuaskan jika sejalan dengan upaya dan komitmen untuk memeberikan pengalaman terbang yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa khususnya dalam melaksanakan perjalanan pada masa pandemic covid-19. Garuda Indonesia secara konsisten mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan salah satunya dengan secara ketat menerapkan berbagai kebijakan protokol kesehatan di seluruh lini kayanan terutama melalui kebijakan physical distancing selama penerbangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh kualitas pelayanan dengan menerapkan protocol kesehatan covid-19 terhadap kepuasan penumpang maskapai garuda Indonesia di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali dan untuk menegtahui jika ada apakah ada pengaruh kualitas pelayanan dengan menerapkan protokol kesehatan terhadap kepuasan penumpang maskapai Garuda Indonesia di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, seberapa besar pengaruh kualitas pelayanan dengan menerapkan protokol kesehatan terhadap kepuasan penumpang maskapai Garuda Indonesia di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. Penelitian ini memakai metode kuantitatif, dengan semua penumpang pengguna jasa transportasi udara maskapai Garuda Indonesia penerbangan domestic di bandar udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali sebagai subyek penelitian. Jumlah sample penelitian sebanyak 1000 responden yang ditentukan dengan rumus slovin. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil sebagai berikut: 1)Berdasarkan hasil uji regresi yang sudah dilakukan, dengan hasil konstanta sebesar 16.787 dan Keofisien regresi X sebesar 0,604 dapat ditarik kesimpulan bahwa adanya pengaruh positif dan signifikan antara Kualitas Pelayanan (X) dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19 terhadap Kepuasan Kenumpang(Y) Garuda Indonesia di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali. 2)Berdasarkan hasil uji koefiesien determinasi (R Square), maka disimpulkan adanya pengaruh Kualitas Pelayanan (X) dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19 terhadap Kepuasan Kenumpang(Y) Garuda Indonesia di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali sebesar 0,345 atau 34,5%, dan selebihnya 64,5% dapat dipengaruhi variable lain diluar dari variable Kualitas Pelayanan.Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, protokol kesehatan covid-19, kepuasan penumpang, Garuda Indonesia, bandra dara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. AbstractService quality is said to be satisfactory if it is in line with efforts and commitments to provide a safe and comfortable flying experience for all service users, especially when traveling during the COVID-19 pandemic. Garuda Indonesia consistently prioritizes security and comfort aspects, one of which is by strictly implementing various health protocol policies across all service lines, especially through physical distancing policies during flights. This study aims to determine whether there is an effect of service quality by implementing the Covid-19 health protocol on Garuda Indonesia passenger satisfaction at I Gusti Ngurah Rai Airport, Bali and to find out if there is an effect on service quality by implementing health protocols on Garuda airline passenger satisfaction. Indonesia at I Gusti Ngurah Rai International Airport in Bali, how much influence does the quality of service by implementing health protocols have on the satisfaction of Garuda Indonesia airline passengers at I Gusti Ngurah Rai International Airport Bali. This study uses a quantitative method, with all passengers using Garuda Indonesia air transportation services on domestic flights at I Gusti Ngurah Rai International airport in Bali as research subjects. The number of research samples was 1000 respondents determined by the slovin formula. From the research conducted, the following results were obtained: 1) Based on the results of the regression test that has been carried out, with a constant result of 16,787 and a regression coefficient of X of 0.604, it can be concluded that there is a positive and significant effect between Service Quality (X) by implementing the covid health protocol -19 on the Satisfaction of Garuda Indonesia Passenger(Y) at I Gusti Ngurah Rai Airport, Bali. 2) Based on the results of the coefficient of determination (R Square), it is concluded that there is an effect of Service Quality (X) by implementing the Covid-19 health protocol on Garuda Indonesia Passenger Satisfaction (Y) at I Gusti Ngurah Rai Internasional Airport, Bali, by 0.345 or 34.5 %, and the remaining 64.5% can be influenced by other variables outside of the Service Quality variable.Keywords: Quality of Service, Covid-19 health protocol, passenger satisfaction, Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Rai International airport, Bali
Tanggung Jawab Hukum Pelaku Tindak Pidana Penipuan Berkedok Investasi Muhamad Iqbal Ikhsani; Chitto Chumbadrika
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.975 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2955

Abstract

AbstrakPengaruh globalisasi terhadap perkembangan ekonomi menimbulkan banyak terjadinya kejahatan jenis baru terkait tindak pidana penipuan di bidang ekonomi. Salah satu yang marak terjadi adalah bisnis dengan skema Ponzi. Skema Ponzi adalah modus investasi illegal, dengan tujuan mengambil keuntungan dengan mengeksploitasi ketidaktahuan korbannya. Skema ponzi juga dikenal dengan istilah skema piramida karena anggota yang baru bergabung akan menjadi tingkatan seperti piramid. Biasanya, skema ponzi juga identik membentuk arisan berantai atau berkedok multi level marketing (MLM)Kata Kunci: Tanggungjawab Hukum, Tindak Pidana Penipuan Invertasi AbstractThe influence of globalization on economic development gives rise to There are many new types of crimes related to fraud in Indonesia economics. One that is rife is a business with Ponzi scheme. The Ponzi scheme is an illegal investment mode, with purpose of taking advantage by exploiting ignorance the victim. Ponzi schemes are also known as pyramid schemes because new members join the ranks like pyramids. Usually, ponzi schemes are also identical to form chain gatherings or under the guise of multi-level marketing (MLM).Keywords: legal responsibility, investment fraud crime
Akibat Hukum Bagi Anak Di Bawah Umur Jika Terkait Kasus Terorisme Di Indonesia Septiya Rizky; Chitto Chumbadrika
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.957 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2956

Abstract

AbstrakMemahami tentang anak di bawah umur terkait atau sebagai pelaku terorisme yang menunjukan hasil bahwa anak sebagai pelaku terorisme tidak bisa dianggap sebagai pelaku kejahatan, melainkan korban kejahatan, korban jaringan terorisme, korban doktrin, eksploitasi pemikiran, propaganda dari ajakan orang tua atau orang dewasa di sekitarnya sehingga harus dilindungi secara khusus. Anak seperti ini hanya manus ministra (alat untuk melakukan kejahatan), tidak boleh dipidana penjara, melainkan harus diedukasi, diberi konseling, direhabilitasi dan pedampingan sosial.Kata Kunci: Anak di Bawah Umur, Terkait Terorisme, Akibat Hukum AbstractUnderstanding of related minors or as perpetrators of terrorism which shows the result that children as perpetrators of terrorism cannot be considered as perpetrators of crime, but victims of crime, victims of terrorist networks, victims of doctrine, exploitation of ideas, propaganda from the invitation of parents or adults around them so it must be specially protected. Such a child is only a manus ministra (a tool to commit crimes), should not be sentenced to prison, but must be educated, given counselling, rehabilitated and social assistance.Keywords: minors, related to terrorism, legal consequences
Analisis Penerapan Kebijakan Penyetaraan Jabatan Di Sekretariat Direktorat Jenderal Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Andri Sumarna; Hendra Warman
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.821 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2957

Abstract

AbstrakPenyederhanaan birokrasi bertujuan untuk mendukung performa pelayanan yang lebih cepat, dinamis dan profesional. Salah satunya dengan penyetaraan jabatan administrasi ke dalam jabatan fungsional. Dengan adanya perubahan kebijakan tersebut, maka mengakibatkan adanya perubahan dalam penyetaraan jabatan administrasi ke dalam jabatan fungsional yang selanjutnya disebut pengangkatan pejabat ke dalam Jabatan fungsional melalui penyesuaian/Inpassing pada jabatan fungsional yang setara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menciptakan birokrasi yang lebih dinamis dan profesional sebagai upaya peningkatan efektifitas dan efisiensi untuk mendukung kinerja pelayanan pemerintah kepada publik.Metode penelitian adalah kualitatif dekriptif dengan wawancara mendalam kepada informan terpilih yang berkompeten.Kata Kunci: Penyetaraan, Jabatan Administrasi, Jabatan fungsionalAbstractBureaucratic simplification aims to support faster, dynamic and professional service performance. One of them is by equalizing administrative positions into functional positions. With this policy change, it resulted in a change in the equalization of administrative positions into functional positions which is hereinafter referred to as the appointment of officials into functional positions through adjustments/Inpassing to equivalent functional positions. The purpose of this study is to create a more dynamic and professional bureaucracy as an effort to increase effectiveness and efficiency to support the performance of government services to the public. The research method is qualitatively descriptive with in-depth interviews with competent selected informants. Keywords: Equalization, Administrative Position, Functional position
Peranan Pancasila Sebagai Pendidikan Karakter Bagi generasi Muda Di Masa Pandemi Covid-19 Fitriah Erza Nurrohmah; Tumpal Petrus Sagala; Zulfan Kamal Nasution; Rana Gustian Nugraha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.001 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2958

Abstract

AbstrakPandemi Covid-19 telah menjadi salah satu masalah paling berbahaya yang kita hadapi saat ini. adanya pandemi Covid-19 membuat kita terhambat dalam melakukan kegiatan secara langsung, baik itu dalam berkomunikasi ataupun dalam melakukan pekerjaan. Di tengah pandemi Covid-19 ini, banyak generasi muda yang tidak mengetahui atau tidak menyadari bahwa Pancasila memiliki peran penting di masa pandemi Covid-19. Generasi muda di zaman sekarang tidak tertarik untuk mengamalkan nilai-nilai yang ada dalam Pancasila. Terlebih lagi saat pendemi Covid-19 ini, membuat generasi muda buta bahwa pancasila berperan penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Para generasi muda memerlukan pancasila sebagai landasan pendidikan karakter di masa pandemi Covid-19 ini. Karakter merupakan sikap atau sifat yang harus di miliki generasi muda dengan karakter yang baik maka akan menciptakan bangsa dan negara yang berkualitas baik dan negara yang memiliki kemajuan dalam berbagai aspek. Kesuksesan suatu bangsa dan negara tak lepas dari partisipasi masyarakatnya terutama generasi muda. Adapun metode yang dilakukan, adalah dengan metode kualitatif. Hasil yang diperoleh berdasarkan temuan kajian pustaka menunjukkan bahwa di era globalisasi saat ini bahkan pandemi Covid-19, banyak masyarakat, generasi muda yang tidak mengindahkan bahkan mengetahui peranan penting Pancasila di kehidupan berbangsa dan bernegara.Kata Kunci: Covid-19, Pancasila, Generasi Muda, Pendidikan, Karakter AbstractThe Covid-19 pandemic has become one of the most dangerous problems we face today. The Covid-19 pandemic has hampered us in carrying out activities directly, be it in communicating or in doing work. In the midst of this Covid-19 pandemic, many young people do not know or do not realize that Pancasila has an important role during the Covid-19 pandemic. The younger generation today is not interested in practicing the values in Pancasila. Moreover, during the Covid-19 pandemic, it made the younger generation blind that pancasila plays an important role in the life of the nation and state. The younger generation needs pancasila as the foundation of character education during the Covid-19 pandemic. Character is an attitude or trait that must be possessed by the younger generation with good character, it will create a nation and state of good quality and a country that has progress in various aspects. The success of a nation and country cannot be separated from the participation of its people, especially the younger generation. As for the method carried out, it is by qualitative method. The results obtained based on the findings of the literature review show that in the current era of globalization and even the Covid-19 pandemic, many people, the younger generation do not heed and even know the important role of Pancasila in the life of the nation and state.Keywords: Covid-19, Pancasila, Young Generation, Education, Character
Peran Guru Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Menyelesaikan Pembelajaran Daring Mayo Sahetapy; A. Soumokil; Aisa Abas
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.66 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2959

Abstract

AbstrakPendidikan merupakan proses dalam membimbing seseorang menuju kearah pendewasaan dengan cara diajarkan atau dilatih. Pendidikan memiliki tujuan yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan memiliki moral yang baik. Dalam dunia pendidikan guru menjadi contoh untuk anak didiknya serta masyarakat yang ada dilingkungannya bersikap tegas dan mendidik para siswa menjadi tugas utama seorang guru. Pada saat proses pembelajaran berlangsung di lewat daring guru memiliki peran penting yaitu, dapat menangani masalah- masalah yang dihadapi siswa dalam proses belajar daring dimasa pandemi. Pembelajaran daring yaitu pembelajaran yang dilakukan secara jarak jauh dengan memanfaatkan jaringan internet. Pembelajaran daring dapat menyambungkan komunikasi antara siswa dengan sumber belajarnya, yang pada kenyataannya memiliki jarak yang berjauhan. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui menyelesaikan masalah pembelajaran daring pada siswa. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, Jenis penelitian kualitatif yang akan digunakan pada penelitian ini adalah fenomenologi, karena prosedur pelaksanaan penelitian akan menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau lisan dari subjek yang diteliti Teknik yang di gunakan adalah purposive sampling, dimana pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Sebagai responden adalah bagi Guru PKN yang berjumlah Dua Guru sebagai (informan Guru PKN, kepala sekolah dan wakasek kurikulum) Hasil: Upaya guru dalam menyelesaikan maslah pembelajaran daring. memanfaatkan proses pembelajaran daring diskusi yang diadakan oleh guru untuk melihat bebrapa kendalah dalam proses pembelajaran daring serta menciptakan strategi yang khusus agar dapat mengatasi, menilai, mengukur kemampuan siswa dalam proses pembelajaran daring dengan metode membuat WA grup siswa dan guru serta menggunakan aplikasi zoom dan faktor pendukung dan penghambat pendukungnya dalam menyelesaikan masalah pembelajaran daring perlu adanya keseriusan dari pihak sekolah dan orang tua dalam mengadakan kerja sama untuk melihat dan memaksimalkan keadaan siswa dalam proses pembelajaran daring sedangkan penghambatnya akses jaringan yang kurang stabil, fasilitas yang dimiliki siswa masi dikatakan minim tingkat keseriusan siswa, yang tidak sesuai dengan yang diharapkan, pemanfaatan kuota internet secara sembarangan. Kesimpulan: Terdapat Pengaruh Peran Guru Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Menyelesaikan Pembelajaran Daring.Kata Kunci: Peran Guru, Pembelajaran Daring AbstractEducation is a process in guiding a person towards maturity by being taught or trained education the nation's life and have good morals , in the world of education, teachers are examples for their students and the community in their enviroment to be firm and educating students is the main task of a teacher. When the learning process takes place online, the teacher has an important role, namely, being able to handle the problem faced by students in the online learning process during the pandemic. Online learning is learning that is carried out remotely by utilizing the internet network online learning can connect communication between students and their learning resources, which in fact have great distances, research objectives to find out how to solve online learning problems for students. Research method this research uses a qualitative approach the type of qualitative research that Will be used in the research is phenomenology, because the research important procedure Will procedure descrpitive data in the form of written or spoken words from the subject being studied. The technique used is purposive sampling, where sampling of data sources with certain considerations. The respondents were PKN teachers, totaling two teachers (informants of PKN teachers school prinsipals and vice head of the curriulum ) results teachers' efforts in solving online learning problems: utilizing the online learning process disccusions held by teachers to see some obstacles in the online learning process as well as create a special strategy in order to be able to overcome, assess, measure students' abilities in the online learning process by in the method of making WA groups of students and teachers and using the zoom application and its supporting and inhibiting factors in solving online learning problems,there needs to be seriousness from the school and parents in hold cooperation to see and maximize the situation of students in the online learning process while the obstacle in network acces that is less stable, the facilites owned by students are still said to have minimal levels of students seriousness, which is not as expected the use of internet quotas don't carelessy. Conclusion : there is an influence of the role citizenship education teachers, In completing learning Keywords: Teachers role, online learning
Penerapan Budaya Literasi Sebagai Upaya Meningkatkan Pemahaman Nilai-Nilai Pancasila Di Era Digital Ninis Khoirunisa; Vinka Rise Lestari; Farda Andita Damayanti; Alya Arifah Marhamah; Hilda Fadilah; Rana Gustian Nugraha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.821 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2964

Abstract

AbstrakPancasila sebagai ideologi negara hadir bukan hanya sekedar simbol atau lambang negara. Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia berasal dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang sudah aja sejak dulu yang kemudian dikristalkan menjadi Ideologi bangsa sebagai landasan/pedoman dan harapan seluruh bangsa Indonesia untuk mewujudkan kehidupan yang sejahtera. Untuk menjadi pribadi yang berkarakter Pancasila, masyarakat harus memahami terlebih dahulu nilai-nilai yang tercantum didalamnya. Melalui budaya literasi, memungkinkan masyarakat Indonesia untuk memperdalam pengetahuan tentang Pancasila, yang menjadikannya sebagai kebiasaan baik dan tindakan atau perilaku yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Budaya literasi digital akan mendorong generasi muda dalam membentuk pola pikir yang kreatif dan kritis dalam menghadapi isu-isu terkini. Dengan dibudayakannya literasi juga akan membantu masyarakat dalam mendapatkan informasi yang akurat dan berkualitas.Kata Kunci: Pancasila, Literasi, Digital AbstractPancasila as the state ideology is present not just a symbol or symbol of the state. Pancasila as the ideology of the Indonesian state comes from the noble values of the Indonesian nation that have been around for a long time which were later crystallized into the ideology of the nation as the foundation/guideline and hope of the entire Indonesian nation to create a prosperous life. To become a person with Pancasila character, the public must first understand the values contained in it. Through a culture of literacy, it allows the Indonesian people to deepen their knowledge of Pancasila, which makes it a good habit and actions or behavior that are in line with the values of Pancasila. The digital literacy culture will encourage the younger generation to form a creative and critical mindset in dealing with current issues. With the cultivation of literacy will also help the community in obtaining accurate and quality information.Keywords: Pancasila, Literacy, Digital

Page 55 of 168 | Total Record : 1679