cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 1,679 Documents
Analisis Kinerja Unit Apron Movement Control Terhadap Safety pada Masa New Normal di Bandar Udara Adi Soemarmo Solo Afnan Yusuf Rachmatialdi; Dhiani Dyahjatmayanti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.542 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3427

Abstract

AbstrakPeningkatan jumlah penumpang mempengaruhi aktifitas pengawasan harus ditingkatkan. Aktifitas pengawasan meliputi beberapa aspek keamanan salah satunya adalah aspek safety. Aspek safety penting karena keselamatan penumpang dan keselamatan karyawan menjadi prioritas dalam proses penerbangan. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis kinerja unit Apron Movement Control di masa New Normal dan untuk Menganalisis penerapan aspek keamanan pada kinerja karyawan Unit Apron Movement Control di Bandar Udara Adi Soemarmo. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Subjek dari penelitian adalah 3 orang superivisor di setiap shif kerja di bagian Unit apron movement control di Bandar Udara Adisoemarmo Solo dimana dimintai informasi mengenai kinerja karyawan terhadap keamanan di lapangan. Uji keabsahan penelitian ini ada 3 yaitu triangulasi, ketekunan pengamatan, dan diskusi dengan pakar. Dan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data,penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis peneliti Kinerja karyawan unit Apron movement control sangatlah dituntut untuk ketelitian dan kecepatan dalam waktu bekerja, maka itu karyawan unit apron movement control melakukan semua kerja dengan mengacu pada standar operasional pelayanan (SOP) sebagai pedoman dalam melakukan semua kegiatan pengawasan sisi udara/ Airside. penerapan aspek yang digunakan diambil dari Regulasi pemerintah, KP, Undang-undang pemerintah serta Annex yang di pakai untuk penunjang kinerja karyawan unit AMC untuk minimalisir terjadinya Incident dan Accident di sisi udara.Kata Kunci: Kinerja, Apron Movement Control, Safety AbstractThe number of visitors affecting surveillance should be increased. Surveillance activities include several aspects of security, one of which is the security aspect. The safety aspect is important because passenger safety and employee safety are a priority in the flight process. The purpose of this study was to analyze the performance of the Apron Movement Control unit in the New Normal period and to analyze the implementation of security aspects on the performance of the employees of the Apron Movement Control Unit at Adi Soemarmo Airport. The research uses qualitative methods. The subjects of the study were 3 supervisors in each work shift in the apron movement control unit at Adisoemarmo Airport Solo where they were asked for information about employee performance on security in the field. There are 3 tests of the validity of this research, namely triangulation, observation, and discussion with experts. And the data analysis techniques used in this research are data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the researcher's analysis of the performance of the apron movement control unit are easy to work for accuracy and speed in time, so the employees of the apron movement control unit do all work with reference to the operational service standard (SOP) as in carrying out all air/airside surveillance activities. The implementation of aspects used are taken from government regulations, KP, government laws and attachments that are used to support the performance of employees of the AMC unit to minimize the occurrence of incidents and accidents on the air side.Keywords: Performance, Apron Movement Control, Safety
Penerapan Literasi Digital Melalui Mata Pelajaran PPKn di Kelas VII SMP Negeri 1 Galur Kulon Progo Dika Utami; Trisna Sukmayadi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.471 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3438

Abstract

AbstrakPerkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang begitu pesat memberikan dampak terhadap segala aspek kehidupan termasuk dalam bidang pendidikan. Namun, masih terdapat beberapa masalah-masalah yang terjadi dalam pemanfaatan teknologi digital dalam dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan literasi digital melalui mata pelajaran PPKn di kelas VII SMP Negeri 1 Galur, Kulon Progo. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitaif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Objek penelitiannya adalah penerapan literasi digital melalui mata pelajaran PPKn di kelas VII SMP Negeri 1 Galur, Kulon Progo. Sedangkan subjek penelitiannya yaitu guru PPKn dan peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Galur, Kulon Progo. Data diperoleh dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang kemudian diolah dengan melakukan analisis sesuai tahapan yang meliputi reduksi data, penyajian / display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan literasi digital melalui mata pelajaran PPKn di kelas VII SMP Negeri 1 Galur dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai media pembelajaran, memberikan izin, mendampingi, dan memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam menggunakan teknologi digital dan mengakses internet, serta melatih siswa dalam meningkatkan kreativitas melalui tugas berupa proyek dengan memanfaatkan teknologi digital. Terdapat juga faktor pendukung dan faktor pengambat penerapan literasi digital melalui mata pelajaran PPKn di kelas VII SMP Negeri 1 Galur.Kata Kunci: Penerapan, Literasi Digital, Mata Pelajaran PPKn AbstractThe rapid development of Science and Technology (IPTEK) has an impact on all aspects of life, including in the field of education. However, there are still some problems that occur in the use of digital technology in education. This study aims to determine the application of digital literacy through Civics subjects in class VII SMP Negeri 1 Galur, Kulon Progo. This type of research uses qualitative research with a qualitative descriptive approach. The object of the research is the application of digital literacy through Civics subjects in class VII SMP Negeri 1 Galur, Kulon Progo. While the research subjects were PPKn teachers and seventh grade students of SMP Negeri 1 Galur, Kulon Progo. Data were obtained by using observation, interview, and documentation techniques. The data is then processed by conducting an analysis according to the stages which include data reduction, data presentation / display, and drawing conclusions. The results showed that the application of digital literacy through Civics subjects in class VII SMP Negeri 1 Galur was carried out by utilizing digital technology as a learning medium, giving permission, assisting, and providing understanding to students in using digital technology and accessing the internet, as well as training students in increase creativity through project assignments by utilizing digital technology. There are also supporting factors and inhibiting factors for the application of digital literacy through Civics subjects in grade VII SMP Negeri 1 Galur.Keywords: Application, Digital Literacy, PPKn . Subjects
Interpretasi Kasus Korupsi Jenis Trading in Influence Berdasarkan Perspektif Hukum Pidana Indonesia Nur Alam Bulu; Wahyu Mustajab
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.961 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3445

Abstract

AbstrakKorupsi sebagai kejahatan yang dengan tindak pidana khusus memberikan efek yang luar biasa buruk bagi negara. Nyatanya pengaturan terkait korupsi hari ini hanya dapat dijerat apabila ada penyelewengan wewenang secara nyata termasuk di dalamnya suap dengan uang dan harta. Pada perkembangannya beberapa kasus korupsi yang besar diawali dari adanya hasutan janji, pengaruh, atau suap janji kepada pihak-pihak yang terlibat atau dikenal dengan istilah trading in influence. Sama halnya dengan suap pada umumnya trading in influence menjanjikan pengaruh dan hasutan dalam mempengaruhi orang dalam pengambilan keputusannya sehingga tidak imparsial. Fenomena Trading in influence belum terakomodir dalam regulasi hukum terkait tindak pidana korupsi. Dalam tulisan ini akan mencoba meneliti dan mengkaji bahwa Trading in influence masuk dalam kategori kejahatan tindak pidana korupsi. Tulisan ini menggunakan Tipe Penelitian Normatif dengan pendekatan Pustaka, Undang-undang, kasus serta perbandingan dengan Negara lain. Hasil penelitian ditetapkan bahwa tindakan trading in influence merupakan perilaku koruptif yang menyimpang etika dan moralitas karena pada dasarnya bertujuan memperoleh suatu keuntungan yang illegal dengan memanfaatkan atau menyalahgunakan pengaruhnya dalam segala liniKata Kunci: Korupsi, Tindak Pidana Khusus, Trading in influence AbstractCorruption as a crime that with special crimes has an extraordinarily bad effect on the state. In fact, arrangements related to corruption today can only be ensnared if there is a real abuse of authority, including bribes with money and property. In its development, several major corruption cases began with the incitement of promises, influence, or bribes to the parties involved or known as trading in influence. Similarly, bribery in general, trading in influence promises influence and incitement in influencing people in their decision-making so that they are not impartial. The phenomenon of trading in influence has not been accommodated in legal regulations related to corruption crimes. In this paper, we will try to research and examine that Trading in influence is included in the category of corruption crimes. This paper uses the Normative Research Type with a Literature, Law, case approach and comparison with other countries. The results of the study determined that the act of trading in influence is a corruptive behavior that distorts ethics and morality because it basically aims to obtain an illegal profit by utilizing or abusing its influence in all linesKeywords: Corruption, Special Crimes, Trading in influence
Analisis Pendidikan Multikultural pada Peserta Didik di SMP Negeri 18 Pontianak Jepri Saputra; Sri Buwono; Hadi Wiyono; Aminuyati Aminuyati; Thomy Sastra Atmaja
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.746 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3447

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan pendidikan multikultural pada peserta didik di SMP Negeri 18 Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan bentuk penelitian ini adalah bentuk penelitian studi survei. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 95 responden dari kelas VII, VIII & IX SMP Negeri 18 Pontianak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik komunikasi tidak langsung dan alat pengumpulan datanya adalah angket. Sedangkan teknik analisis data menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa sikap toleransi antar perbedaan agama pada peserta didik di SMP Negeri 18 Pontianak yaitu persentase 82,56% dalam kategori Tinggi. Sikap multikultural saling menghormati dan menghargai perbedaan suku dan budaya pada peserta didik SMP Negeri 18 Pontianak mencapai persentase sebesar 80,79% sehingga termasuk dalam kategori Tinggi. Kesimpulan penelitian ini bahwa pendidikan multikultural berhasil dilaksanakan dengan persentase sebesar 81,67%.Kata Kunci: Pendidikan Multikultural, Peserta Didik, Sikap Toleransi, Sikap Menghormati AbstractThis study aims to determine the success of multicultural education for students at SMP Negeri 18 Pontianak. This research uses descriptive method and the form of this research is survey study research. The number of samples in this study were 95 respondents from class VII, VIII & IX of SMP Negeri 18 Pontianak. The data collection technique used is an indirect communication technique and the data collection tool is a questionnaire. While the data analysis technique uses the percentage formula. The results showed that the attitude of tolerance between religious differences in students at SMP Negeri 18 Pontianak was 82.56% in the High category. The multicultural attitude of mutual respect and respect for ethnic and cultural differences in the students of SMP Negeri 18 Pontianak reached a percentage of 80.79% so that it was included in the High category. The conclusion of this study is that multicultural education was successfully implemented with a percentage of 81.67%.Keywords: Multicultural Education, Students, Tolerance, Respect
Kajian Nilai-Nilai Karakter Kearifan Lokal Masyarakat Sunda dalam Membentuk Sikap Moral Kewarganegaraan Febri Fajar Pratama; T Heru Nurgiansah; Raisa Rafifiti Choerunnisa
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.062 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3449

Abstract

AbstrakMasyarakat Sunda kental dengan nuansa nilai-nilai filosofis kehidupan yang di dalamnya mencakup aspek hubungan antara Tuhan, manusia, dan alam. Kearifan masyarakat Sunda tersebut dapat tercermin dari laku lampah, papatah atau paribasa, dan kabuyutan yang terikat dengan sistem tritangtu. Nilai-nilai karakter masyarakat Sunda yang ingin dikaji dalam penelitian ini berfokus pada karakter cageur, bageur, pinter, bener, singer. Kelima karakter tersebut dianggap dapat menjadi pembentuk sikap moral kewarganegaraan yang meliputi tiga muatan utama pendidikan kewarganegaraan, yakni: (1) Civic Knowledge; (2) Civic Skill; dan (3) Civic Disposition. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji karakter kearifan lokal masyarakat Sunda dalam membentuk sikap moral kewarganegaraan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi etnopedagogi melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan menganalisis data sekunder yang bersumber dari artikel jurnal dan buku. Hasil dari kajian ini mengungkapkan bahwa karakter kearifan lokal masyarakat Sunda memiliki makna yang sangat dalam. Setiap karakternya dapat merepresentasikan prilaku ideal sikap moral warga negara.Kata Kunci: Moral kewarganegaraan, Kearifan Lokal, Masyarakat Sunda. AbstractSundanese society is identical with nuances of philosophical values of life which include aspects of the relationship between God, humans, and nature. The wisdom of the Sundanese people can be reflected in the practice of lampah, papatah or paribasa, and kabuyutan which are tied to the tritangtu system. The character values of the Sundanese people who want to be studied in this study focus on the characters of cageur, bageur, pinter, bener, singer. The five characters are considered to be able to form the moral attitude of citizenship which includes three main contents of civic education, namely: (1) Civic Knowledge; (2) Civic Skills; and (3) Civic Disposition. The purpose of this study is to examine the character of the local wisdom of the Sundanese people in shaping the moral attitude of citizenship. The method used in this research is an ethnopedagogical study through a descriptive qualitative approach by analyzing secondary data sourced from journal articles and books. The results of this study reveal that the character of local wisdom of the Sundanese people has a very deep meaning. Each character can represent the ideal behavior of citizens' moral attitudes.Keywords: Moral Citizenship, Local Wisdom, Sundanese People.
Analisis Kepuasan Penumpang Terhadap Kualitas Pelayanan Maskapai Garuda Indonesia di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang Banten Mentari Aulia Sandi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.531 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3455

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepuasan penumpang terhadap kualitas pelayanan serta mengetahui atribut-atribut kualitas pelayanan yang dapat dikembangkan maskapai Garuda Indonesia di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif dalam bentuk survei, dengan menggunakan lima dimensi pokok kualitas jasa yaitu fisik/berwujud (tangible), kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (emphaty). Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, studi pustaka, dan dokumentasi. Teknik analisis dilakukan dengan menggunakan metode Service Quality (Servqual) dan Importance Performance Analysis (IPA). Responden penelitian merupakan penumpang maskapai Garuda Indonesia periode April 2020-April 2021. Hasil dari penelitian ini menunjukkan dimensi fisik/berwujud (tangible) penumpang merasa puas dengan nilai rata-rata gap (0,03), kehandalan (reliability) penumpang merasa puas dengan nilai rata-rata gap (0,1), daya tanggap (responsiveness) penumpang merasa puas dengan nilai rata-rata gap (0,09), jaminan (assurance) penumpang merasa puas dengan nilai rata-rata gap (0,05), empati (emphaty) penumpang merasa puas dengan nilai rata-rata gap (0,15). Dapat disimpulkan bahwa penumpang maskapai Garuda Indonesia merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Atribut yang harus dikembangkan agar menungkatkan kualitas pelayanan pada penelitian ini pada atribut P12 (Awak pesawat Maskapai Garuda Indonesia harus selalu bersedia membantu penumpang yang memiliki masalah) dan P17 (Maskapai Garuda Indonesia seharusnya menyediakan masker yang digunakan oleh awak pesawat agar dapat melakukan pelayanan di masa pandemi dengan aman).Kata Kunci: Garuda Indonesia, Kepuasan Penumpang, Kualitas Pelayanan. AbstractThe aim of this study is to determine passenger satisfaction with service quality and to determine the service quality attributes that can be developed by Garuda Indonesia airline at Soekarno-Hatta International Airport. In this study, researchers used descriptive quantitative research in the form of a survey, using five main dimensions of service quality, namely physical/tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. Data was collected by means of questionnaires, literature study, and documentation. The analysis technique is carried out using the Service Quality (Servqual) and Importance Performance Analysis (IPA) methods. Research respondents are Garuda Indonesia airline passengers from April 2020 to April 2021. The results of this study indicate that the physical dimensions / tangibles (tangible) passengers are satisfied with the average value of the gap (0.03), the reliability (reliability) passengers are satisfied with the average value of the gap (0.1), responsiveness (responsiveness) ) passengers are satisfied with the average value of the gap (0.09), the guarantee (assurance) passengers are satisfied with the average value of the gap (0.05), empathy (emphaty) passengers are satisfied with the average value of the gap (0 ,15). It can be concluded that Garuda Indonesia airline passengers are satisfied with the services provided. The attributes that must be developed in order to improve the quality of service in this research are the attributes of P12 (the crew of Garuda Indonesia Airlines must always be willing to help passengers who have problems) and P17 (Garuda Indonesia Airlines should provide masks that are used by flight crews in order to provide services during the pandemic). with safe)Keyword: Garuda Indonesia, Passenger Satisfaction, Service Quality,
Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika Materi Pecahan Kelas IV di SDN Margorejo 1 Surabaya Amabella Angelina Wati; Triman Juniarso; Via Yustitia
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.763 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3456

Abstract

AbstrakKesalahan yang sering terjadi pada siswa kelas IV di SDN Margorejo I Surabaya adalah kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika dengan pecahan dan faktor-faktor yang menyebabkan kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika dengan pecahan. Prosedur Newman menyatakan bahwa kesalahan yang dapat terjadi adalah kesalahan membaca, salah memahami masalah, transformasi, perhitungan, dan menulis dalam jawaban. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesalahan yang dilakukan oleh siswa dan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kesalahan siswa dalam memecahkan masalah matematika dengan pecahan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode tes dan wawancara. Pemilihan mata kuliah penelitian sebanyak 3 mahasiswa berdasarkan kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek penelitian membuat kesalahan pada setiap item dengan berbagai jenis kesalahan, yaitu kesalahan membaca, memahami masalah, kesalahan transformasi, kesalahan perhitungan, dan kesalahan penulisan dalam jawaban. Berdasarkan hasil penelitian juga menunjukkan bahwa: (1) siswa S1 dengan kemampuan tinggi melakukan kesalahan lebih banyak sebanyak 10 kesalahan dibandingkan dengan siswa S3 dengan kemampuan rendah, siswa S2 dengan kemampuan sedang justru lebih sering melakukan 15 kesalahan, sedangkan siswa S3 dengan kemampuan sedang melakukan lebih banyak kesalahan. rendah, pada kenyataannya, mereka membuat setidaknya 9 kesalahan.Kata Kunci: Kesalahan Siswa, Masalah Matematika, Materi Pecahan AbstractErrors that often occur in fourth grade students at SDN Margorejo I Surabaya are student errors in solving math problems with fractions and the factors that cause student errors in solving math problems with fractions. The Newman procedure states that errors that can occur are reading errors, misunderstanding the problem, transformation, calculation, and writing in answers. The purpose of this study was to find out the errors made by students and to find out the factors causing students' errors in solving math problems with fractions. This type of research is qualitative research. Data was collected by using test and interview methods. The selection of research subjects was 3 students based on high, medium, and low abilities. The results showed that the research subjects made errors in each item with various types of errors, namely reading errors, understanding problems, transformation errors, calculation errors, and writing errors in answers. Based on the results of the study also showed that: (1) S1 students with high abilities made more mistakes as many as 10 mistakes compared to S3 students with low abilities, S2 students with moderate abilities actually made 15 mistakes more often, while S3 students with moderate abilities made more mistakes. low, in fact, they made at least 9 mistakes.Keywords: Student errors, math problems, fraction material
Analisis Pembatas Fisik Daerah Keamanan Terbatas pada Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas III Dewadaru Karimunjawa Bagas Awang Mursalin
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.735 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3457

Abstract

AbstrakAdanya pengendalian jalan masuk (access control) ke daerah keamanan terbatas tentu bertujuan untuk tidak mudah disusupi orang maupun hewan, melindungi objek vital seperti navigasi atau pembangkit listrik, sebagai penanda batas wilayah yang berada di bawah penguasaan bandar udara, dan melindungi pegawai maupun karyawan. Daerah keamanan terbatas (security restricted area) harus dilindungi dengan pembatas fisik dan selalu diawasi, diperiksa pada selang waktu tertentu dan diberi tanda peringatan (sign board) keamanan penerbangan, pembatasan fisik sebagaimana dimaksud dalam PM 33 tahun 2015 pada perimeter untuk bandar udara domestik harus memenuhi persyaratan, dapat berupa tembok dan/atau pagar, ketinggian cukup dan tidak mudah dipanjat untuk disusup orang, tidak ada celah dari bawah sampai atas untuk disusupi orang, termasuk pemberian teralis pada drainase atau saluran pembuangan air, diberi lampu penerangan pada titik tertentu atau tempat rawan penyusupan, tersedia perawatan perimeter, tersedianya jalan inspeksi, dan dilengkapi pintu darurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pembatas fisik daerah keamanan terbatas telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan bagaimana langkah yang diambil guna menunjang keamanan daerah keamanan terbatas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan pada Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas III Dewadaru Karimunjawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pagar perimeter masih belum ada perawatan terhadap tumbuhan liar, masih terdapat celah untuk disusupi seseorang dan hewan, pagar perimeter masih ada yang belum dilengkapi dengan kawat berduri dan berfondasi.Kata Kunci: Pembatas Fisik, Unit Penyelenggara, Karimunjawa AbstractThe existence of access control to a limited security area is of course aimed at preventing people and animals from being easily infiltrated, protecting vital objects such as navigation or power plants, as a marker for the boundaries of areas under airport control, and protecting employees and employees. The security restricted area must be protected with physical barriers and always monitored, checked at certain intervals and given a flight security sign board, the physical restrictions as referred to in PM 33 of 2015 on the perimeter for domestic airports must meet requirements, can be in the form of walls and/or fences, sufficient height and not easy to climb for people to enter, no gaps from bottom to top for people to infiltrate, including providing trellises for drainage or sewers, lighting at certain points or vulnerable areas intrusion, perimeter maintenance available, inspection road available, and equipped with emergency exits. This study aims to determine whether the physical boundaries of the limited security area are in accordance with the applicable provisions and how steps are taken to support the security of the limited security area. The research method used is qualitative by using data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The research was carried out at the Dewadaru Karimunjawa Class III Airport Operator Unit. The results showed that the perimeter fence still has no treatment for wild plants, there are still gaps for people and animals to infiltrate, there are still perimeter fences that have not been equipped with barbed wire and have a foundation.Keywords: Physical Barrier, Organizing Unit, Karimunjawa
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Nilai-Nilai Toleransi di SD Negeri Siru Mihrab Hendrayani; Sutarman Sutarman
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.64 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3472

Abstract

AbstrakSebagai negara yang memiliki latar belakang masyarakat keyakinan yang berbeda-beda sangat rentan akan terjadinya sebuah konflik yang disebabkan oleh sikap intoleransi. Akan tetapi berbeda dengan masyarakat yang tinggal di pedalaman seperti di kampung mboleng tempat SD Negeri Siru didirikan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaiamana peran guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilai-nilai toleransi di SD Negeri Siru Manggarai Barat, dan penelitian ini juga untuk mengetahui hasil dari upaya yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam terhadap kesejahteraan siswa dalam menjalani kehidupan sehari-hari di lingkungan SD Negeri Siru. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendapatkan informai secara faktual, sistematis, dan akurat terhadap objek yang diteliti. Yang menjadi objek penelitian ini adalah siswa SD Negeri Siru, subjek dari penelitian ini adalah guru Pendidikan Agama Islam. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data dalam penelitian ini adalah menggunakan metode Observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian ini mengatakan peran guru Pendidikan Agama islam di SD Negeri Siru dalam upaya untuk menanamkan nilai-nilai toleransi kepada siswa, dampaknya sangat besar. Hal ini di sebabkan adanya sikap toleransi yang tinggi dan interaksi sosial yang tinggi dan tidak pernah terjadi sebuah konflik antara siswa yang disebabkan oleh sikap intoleransi. Bahkan dari mereka seringkali ditemukan adanya kerjasama antara kelompok agama satu dengan yang lainnya. Upaya yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam di SD Negeri Siru ini dapat dijadikan sebagai contoh yang baik untuk sekolah-sekolah yang lainnya, untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan damai.Kata Kunci: Toleransi, Guru Pendidikan Agama Islam AbstractAs a country that has a community background of different beliefs, it is very vulnerable to a conflict caused by an attitude of intolerance. However, it is different from people who live in remote areas such as in the village of mboleng where SD Negeri Siru was established. The purpose of this study was to find out how the role of Islamic Religious Education teachers in instilling the values of tolerance in SD Negeri Siru Manggarai Barat, and this research is also to knowing the results of the efforts made by Islamic Religious Education teachers on the welfare of students in living daily life in the SD Negeri Siru environment. This research is a descriptive qualitative research that aims to obtain factual, systematic, and accurate information on the object under study. The object of this research is the students of SD Negeri Siru, the subject of this research is the teacher of Islamic Religious Education. The method used to obtain data in this study is to use the method of observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that the role of Islamic Religious Education teachers at SD Negeri Siru in an effort to instill the values of tolerance in students has a very large impact. This is due to a high tolerance attitude and high social interaction and there has never been a conflict between students caused by intolerance. In fact, it is often found that there is cooperation between religious groups with one another. The efforts made by Islamic Religious Education teachers at SD Negeri Siru can be used as good examples for other schools, to create a safe and peaceful school environment.Keywords: Tolerance, Islamic Religious Education Teacher
Problematika Anak Broken Home dalam Proses Pembelajaran di MTS Miftahul Khoir Alas Tengah Besuk Yusrina Zaharini; Mamlu’atun Ni’mah; Babul Bahruddin
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.873 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3477

Abstract

AbstrakBroken home adalah kondisi dimana sebuah keluarga tidak lagi harmonis sering terjadi pertengkaran hingga perceraian. Keretakan rumah tangga akan berakibat buruk pada pekembangan kepribadian seorang anak. Apabila tidak ada kekompakan dan dukungan dari kedua orang tuanya maka seorang anak akan mengalami hambatan dalam proses perkembangannya yang berdampak pada proses belajarnya. Tujuan dalam penelitian ini yaitu 1). Untuk mengetahui problematika yang dihadapi siswa broken home dalam proses pembelajaran 2). Untuk mengetahui bagaimana interaksi sosial siswa broken home di MTs Miftahul Khoir Alastengah Kecamatan Besuk Kabupaten Probolinggo. Lokasi penelitian ini berada di MTs. Miftahul Khoir Alastengah Kecamatan Besuk Kabupaten Probolinggo. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teori. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa masalah yang dihadapi anak broken home berasal dari keretakan rumah tangga kedua orang tuanya sehingga seorang anak seakan memiliki sebuah trauma yang berdampak pada proses pembelajarannya seperti kurang percaya diri, minat belajar berkurang, menutup diri hingga sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.Kata Kunci: Problematika, Anak Broken Home, Proses Pembelajaran AbstractBroken home is a condition where a family is no longer harmonious, there are often quarrels until divorce. Household rifts will adversely affect the development of a child's personality. If there is no cohesiveness and support from both parents, a child will experience obstacles in the development process that have an impact on the learning process. The objectives in this study are 1). To find out the problems faced by broken home students in the learning process 2). To find out how the social interaction of broken home students in MTs Miftahul Khoir Alast tengah, Besuk District, Probolinggo Regency. The location of this study was in MTs. Miftahul Khoir Alast tengah, Besuk District, Probolinggo Regency. The research method used by the researcher is a qualitative method. The data collection techniques used in the study were in the form of in-depth interviews, observations, and documentation. The data validity technique uses source triangulation and theory triangulation. Data analysis techniques use data collection, data reduction, data presentation and data verification. The results of this study show that the problems faced by broken home children come from the rift in the households of both parents so that a child seems to have a trauma that has an impact on the learning process such as lack of confidence, reduced interest in learning, closing himself to difficulty adapting to the surrounding environment.Keywords: Problems, Broken Home Children, Learning Process

Page 71 of 168 | Total Record : 1679