cover
Contact Name
Nasaruddin
Contact Email
nasarhb@gmail.com
Phone
+6285242574293
Journal Mail Official
jtajdid@gmail.com
Editorial Address
LP2M Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima, Gedung Lantai III, Jln. Anggrek No. 16 Ranggo NaE Kota Bima NTB, Telp. 0374-44646, Fax. 0373-45267
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan
Published by IAI Muhammadiyah Bima
ISSN : 25498983     EISSN : 26146630     DOI : https://doi.org/10.52266/tadjid
TAJDID merupakan jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan. Frekuensi penerbitan dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun setiap bulan April dan Oktober oleh LP2M IAI Muhammadiyah Bima. TAJDID akan menyajikan ide-ide yang up to date disertai dengan solusi-solusi yang relevan seputar pemikiran keislaman dan kemanusiaan. Terlepas dari itu, secara tehknisnya bahwa TADJID hadir untuk mempermudah penulis, peneliti, mahasiswa, guru bahkan stakeholder lainnya yang berkepentingan akan teori-teori yang relevan yang dapat dijadikan sebagai bahan rujukan/referensi secara luas. TAJDID berkomitmen kuat akan selalu hadir sebagai solusi dalam konteks pengembangan keilmuan dibidang keagamaan dan kemanusiaan (sosial).
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2023): April" : 13 Documents clear
TASYABBUH MENGENAI GAYA RAMBUT LAKI-LAKI DI ERA MODERN PERSPEKTIF HADIS RIWAYAT ABU DAUD NOMOR INDEKS 4031 Ahmad Syihabuddin Muzakki; Muhid Muhid; Andris Nurita
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 7 No 1 (2023): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i1.1139

Abstract

Penelitian ini membahas tentang “Tasyabbuh mengenai gaya rambut laki-laki di era modern perspektif hadis riwayat Abu Daud nomor indeks 4031” yang dilatar belakangi oleh kebiasaan anak muda zaman sekarang yang termakan era sehingga mendorong manusia untuk melakukan tasyabbuh. Dalam penelitian ini membahas beberapa poin penting yaitu : Tasyabbuh adalah sikap atau usaha untuk menyerupai non muslim baik itu berupa perbuatan, kebiasaan, budaya, maupun tradisi. Sikap tasyabbuh tidak diperbolehkan karena dikhawatirkan menjadi tasyabbuh secara bathiniyah. Seperti yang telah dijelaskan dalam hadis riwayat Abu Daud yang melarang untuk menyerupai suatu kaum. Hadis ini dikatakan sebagai hadis hasan li-dhatihi dan kehujjahannya dapat diterima karena telah memenuhi kriteria keshahihan sanad dan matannya. Salah satu sikap tasyabbuh yang banyak dilakukan oleh anak muda zaman sekarang adalah meniru gaya rambut baik itu bergaya western atau k-pop. Beberapa gaya rambut western yang digandrungi saat ini seperti Paquito, bowl cut, french crop, caesar cut (crop cut), dan fringe crop. Seperti yang telah dijelaskan dalam pembahasan bahwasanya tidak selamanya bertasyabbuh itu diharamkan namun apabila berniat dalam konteks menyerupai non muslim, maka diharamkan baginya.
METODOLOGI PENDIDIKAN HASYIM ASY’ARI (NAHDATUL ULAMA) Rafik Rafik; Kaharuddin Kaharuddin
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 7 No 1 (2023): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i1.1204

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari tentang metodologi pendidikan (Nahdatul Ulama). Pendekatan kajian diprogram dengan pendekatan kepustakaan, dimana data investigasi dihimpun dari sumber literature. Untuk pengambilan data yaitu dengan menghimpun rujukan tentang ranah kajian, selanjutnya menelisik karya pihak yang diteliti, kemudian megumpulkan karya dari sumber dan pihak lain berkenaan pandangan pihak yang diteliti. Setelah terkumpul selanjutnya data penelitian diulas memakai pendekatan interpretasi atau analisis konsep. Kesimpulan penelitian ini menyebutkan pandangan Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari tentang metodologi pendidikan (Nahdatul Ulama) dan pengaplikasianya dapat ditinjau dalam: Pertama, metodologi pendidikan. Kedua, proses dan evaluasi pengajaran pendidikan Islam. Ketiga, tujuan pendidikan Islam dan konsep pendidikan menurut Hasyim Asy’ari. Keempat, kurikulum dan bahan ajar metodologi pendidikan Hadratus syaikh Hasyim Asy’ari.
ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN : TIPOLOGI ISLAMISASI ILMU ISMA’ĪL RAJI AL-FĀRUQĪ Abdul Mukit; Solehodin Solehodin
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 7 No 1 (2023): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i1.1227

Abstract

Islamisasi Ilmu merupakan langkah yang ditempuh oleh beberapa pakar dalam mengkritisi ilmu pengetahuan yang mengesampingkan aspek-aspek keagamaan. Seiring dengan hal ini, maka penelitian ini dalam rangka membahas tentang Islamisasi ilmu menurut Isma>'i>l Raji al-Fa>ruqi>, salah satu cendikiawan Muslim yang menguraikan aspek-aspek Islamisasi ilmu. al-Fa>ruqi> merumuskan aspek-aspek Islamisasi Ilmu berangkat dari dasar beberapa dalil agama, hingga kemudian mencetuskan metode serta cara kerja. Dalam tujuan yang ingin dicapai untuk membaca konsep tersebut, pada penelitian ini diuraikan secara analitis, dari sumber data primer dan sekunder. Tulisan ini menyimpulkan bahwa Islamisasi ilmu berfungsi sebagai filter,model dialog dan konfirmasi ilmu dan agama. Sehingga menciptakan sebuah gagasan bahwa aspek ilmu dan agama bukanlah hal yang terpisah, melainkan berada dalam ranah yang sama bersifat dialogis. Islamisasi ilmu berusaha menyaring ilmu-ilmu dengan nilai-nilai Islam. Ini juga merupakan bentuk tipologi dialog antara ilmu pengetahuan modern dan nilai-nilai religius. Selain itu, dilihat sebagai bentuk konfirmasi ilmiah Islam, al-Fa>ruqi> merumuskan Islamisasi Ilmu atas Asas Islam yaitu Tawh } id . Cara kerjanya mengacu pada lima prinsip tawh } idatau keesaan, yaitu: keesaan Tuhan, kesatuan alam semesta, kesatuan kebenaran dan kesatuan ilmu, kesatuan kehidupan dan kesatuan umat manusia, dengan keyakinan bahwa dari semua tujuan akhir, kehendak dan keinginan yang dibangun oleh manusia bermuara akhirnya adalah Tuhan.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA Nur Syawalia Fitri; Siti Masyithoh
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 7 No 1 (2023): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i1.1327

Abstract

The reason for this research is to; (1). Knowing the causes of decreased student motivation; (2). Knowing the implications of parenting patterns on students' learning motivation, and (3). Analyzing the urgency of parenting parents to student learning motivation. This study uses qualitative methods and descriptive analysis research types. Sources of data were obtained from literature studies by citing theories from various scientific journals, printed books, and e-books. Research Results Show (1). Parenting style is divided into three; authoritarian, permissive, authoritative (2). The application of each parenting pattern has a positive and negative impact on student learning motivation (3). Student motivation is further increased in the application of authoritative parenting
Studi Literature : Muhammadiyah Dalam Tinjauan Historis, Teologis, dan Sosiologis Muhammad Nawir; irdansyah irdansyah; Dahlan Lamabawa
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 7 No 1 (2023): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i1.1618

Abstract

Muhammadiyah sebagai organisasi masyarakat islam terbesar di indonesia kondisi bangsa yang mengalami keterbelakangan menjadi lahirnya organisasi ini untuk membebaskan masyarakat dari berbagai praktik agama islam yang menyimpang dari ajaran islam. Metode penelitian menggunakan kualitatif studi literature dari sumber buku, Jurnal, prosiding yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian KH. Ahmad pergi haji kedua kalinya dan pulang ke Indonesia mulai melakukan pemurnian ajaran islam, dengan kondisi masyarakat yang terbelakang membuat ahmad dahlan mendirikan organisasi Muhmmadiyah tanggal 8 Zulhijah 1330 H./ 18 November 1912 M di Kauman Yogyakarta atas kondisi umat islam tidak sesuai ajaran nabi Muhammad saw seperi Takhayul, Bid’ah, dan Khurafat, tujuanya untuk dakwah amar maaruf nahi mungkar, surat al maun sebagai teologi muhammadiyah tidak hanya berhenti pada praktik ritual keagamaan juga terlibat dalam berbagai aktivitas sosial untuk membantu yang membutuhkan. Keseimpulan muhammadiyah dibentuk oleh KH Ahmad dahlan di kauman Yogyakarta setelah pulang haji melihat kondisi masyarakat islam melenceng dari A-Quran dan Sunnah, teologi al maun sebagai landasan dakhwahnya untuk membantu yang membutuhkan lewat amal
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM SISTEM PENDIDIKAN MERDEKA BELAJAR Muammar Khadafie
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 7 No 1 (2023): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i1.1757

Abstract

Pendidikan merupakan suatu proses generasi muda untuk dapat menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara lebih efektif dan efisien. Oleh karena itu, pada penelitian ini mengkaji tentang bagaimana penerapan metode pendidikan agama islam dalam sistem merdeka belajar. Pada penelitian in ditemukan bahwa Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam sistem pendidikan merdeka belajar menjadi bagian dari kunci terwujudnya tujuan pendidikan. Pendidikan Agama Islam memainkan peran penting dalam sistem pendidikan Merdeka Belajar di Indonesia. Dalam konteks ini, implementasi Pendidikan Agama Islam bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang ajaran agama Islam, mengembangkan kecerdasan spiritual, dan memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan siswa. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa digunakan dalam implementasi PAI, di mana guru berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa dalam mengembangkan pemahaman dan menginternalisasi ajaran agama secara aktif. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi juga menjadi bagian integral dari implementasi ini, dengan guru PAI menggunakan media digital, sumber daya elektronik, dan platform pembelajaran daring untuk meningkatkan interaktivitas dan aksesibilitas pembelajaran PAI. Pendekatan inklusif dan berkeadilan juga diterapkan, dengan mempertimbangkan keberagaman siswa dalam pembelajaran PAI. Diharapkan implementasi PAI dalam sistem pendidikan Merdeka Belajar akan memungkinkan siswa memperoleh pemahaman yang mendalam tentang ajaran agama Islam, mengembangkan kecerdasan spiritual, menggunakan teknologi dengan efektif, menghargai keberagaman, dan mengintegrasikan ajaran agama dengan konteks pembelajaran yang lebih luas.
Pengembangan Kecerdasan Emosional dalam Proses Pendidikan di Taman Pendidikan Al-Qur'an Adib Nur Aziz
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 7 No 1 (2023): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i1.1758

Abstract

Kecerdasan emosional menjadi hal yang sangat penting dalam dunia pendidikan termasuk pada Taman Pendidikan Al-Qur’an. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan konsep pengembangan kecerdasan emosional menurut TPA, menjelaskan pelaksanaan pengembangan kecerdasan emosional di TPA dan menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kecerdasan emosional di TPA. Jenis penelitian ini adalah penelitian field research, di mana pengumpulan data dilaksanakan di lapangan dan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah adalah hasil wawancara, observasi dan dokumen. Analisis data dengan model Miles dan Huberman secara runtut, yaitu: reduksi data, penyajian data dan kesimpulan/verifikasi. Hasilnya, konsep pengembangan kecerdasan emosioanal yang terwujud dalam pendidikan akhlaqul karimah menurut TPA adalah pembentukan sikap, perilaku dan karakter yang mulia kepada orang lain melalui pengajaran dan praktek sekaligus. Hal ini dilaksanakan dalam bentuk menonton video, makan bersama, cerdas cermat, outbound, renang, mendengarkan dongeng, kegiatan game, tukar kado, bersosialisasi dengan lingkungan sekitar dan bakti sosial. Faktor-faktor yang mendukung yaitu kekompakan para pengasuh, konsistensi contoh, sarana prasarana, aturan yang tegas, lingkungan yang nyaman dan jadwal yang teratur. Faktor-faktor yang menjadi kendala yaitu penanaman kedisiplinan yang belum seragam, hubungan wali santri dengan pengasuh dan santri yang belum sejalan, kurangnya apresiasi dan lingkungan yang kurang baik.
KEMANUSIAAN DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL DALAM PEMIKIRAN ISLAM KONTEMPORER Edo Alvizar Dayusman; Alimudin Alimudin; Taufik Hidayat
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 7 No 1 (2023): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i1.1759

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami konsep kemanusiaan dan kesejahteraan sosial dalam pemikiran Islam kontemporer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer diambil dari buku buku-buku yang membahas tentang kemanusiaan dan kesejahteraan sosial dalam pemikiran kontemporer. Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini berupa buku-buku, artikel jurnal, dan situs yang membahas terkait kemanusiaan dan kesejahteraan sosial dalam pemikiran kontemporer serta referensi yang mendukung dalam penelitian ini. Kemanusiaan dan kesejahteraan sosial merupakan konsep penting dalam pemikiran Islam kontemporer. Dalam pemikiran Islam kontemporer, kemanusiaan dan kesejahteraan sosial saling melengkapi dan saling mendukung. Penerapan pemikiran Islam tentang kemanusiaan dan kesejahteraan sosial memiliki dampak positif dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil, mengatasi ketimpangan sosial, menghormati hak asasi manusia, dan memperhatikan kebutuhan kelompok rentan. Dalam konteks masa kini, pemikiran Islam tentang kemanusiaan dan kesejahteraan sosial memiliki implikasi dan relevansi yang signifikan dalam mencapai kesejahteraan sosial yang inklusif, adil, dan berkelanjutan. Dengan menerapkan pemikiran ini dalam kehidupan sehari-hari, diharapkan dapat terwujud masyarakat yang mencerminkan nilai-nilai Islam tentang kemanusiaan dan kesejahteraan sosial.
PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA PENDUKUNG PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM DI ERA DIGITAL Zumhur Alamin; Randitha Missouri
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 7 No 1 (2023): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i1.1769

Abstract

Pendidikan agama Islam membutuhkan pendekatan yang inovatif dan adaptif dalam menyampaikan pesan agama kepada generasi muda di era digital ini. Media sosial telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari banyak individu, terutama generasi muda. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi potensi penggunaan media sosial sebagai sarana pendukung pembelajaran agama Islam di era digital. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur yang melibatkan tinjauan terhadap literatur, penelitian, dan artikel yang relevan tentang penggunaan media sosial dalam pendidikan agama Islam. Data yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan deskriptif untuk mengeksplorasi potensi dan tantangan dalam penggunaan media sosial sebagai sarana pendukung pembelajaran agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial sebagai sarana pendukung pembelajaran agama Islam memiliki potensi yang signifikan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Media sosial dapat meningkatkan keterlibatan siswa, memfasilitasi interaksi antara siswa dan pendidik, serta memperkaya konten pembelajaran melalui berbagai format seperti teks, gambar, audio, dan video. Selain itu, media sosial juga dapat menjadi wadah bagi diskusi, kolaborasi, dan pertukaran informasi antara siswa dalam konteks agama Islam.
FROM PRIOR KNOWLEDGE ABOUT HUMAN DEVELOPMENT TO STUDENTS’ UNDERSTANDING ABOUT CHILDREN'S DEVELOPMENT IN SCHOOL Liah Rosdiani Nasution
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 7 No 1 (2023): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i1.1788

Abstract

This research explores the relationship between prior knowledge of human development and students' understanding of teacher candidates regarding child development issues in schools. 366 student teacher candidates from various teaching programs at UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary became participants in this study. Data regarding prior knowledge of human development and understanding of child development issues in schools were collected through a scale-based questionnaire which was then analyzed through Pearson Product Moment analysis. The results of the analysis show that the relationship between the variable prior knowledge about the stages of human development and the variable understanding of child development issues at school is strong and significant (significance level = 0.99, p value <0.05). From these results, it can be concluded that student teacher candidates who have better knowledge about the stages of child development tend to have a better understanding of the developmental issues faced by children in the school environment.

Page 1 of 2 | Total Record : 13