cover
Contact Name
Nasaruddin
Contact Email
nasarhb@gmail.com
Phone
+6285242574293
Journal Mail Official
jtajdid@gmail.com
Editorial Address
LP2M Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima, Gedung Lantai III, Jln. Anggrek No. 16 Ranggo NaE Kota Bima NTB, Telp. 0374-44646, Fax. 0373-45267
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan
Published by IAI Muhammadiyah Bima
ISSN : 25498983     EISSN : 26146630     DOI : https://doi.org/10.52266/tadjid
TAJDID merupakan jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan. Frekuensi penerbitan dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun setiap bulan April dan Oktober oleh LP2M IAI Muhammadiyah Bima. TAJDID akan menyajikan ide-ide yang up to date disertai dengan solusi-solusi yang relevan seputar pemikiran keislaman dan kemanusiaan. Terlepas dari itu, secara tehknisnya bahwa TADJID hadir untuk mempermudah penulis, peneliti, mahasiswa, guru bahkan stakeholder lainnya yang berkepentingan akan teori-teori yang relevan yang dapat dijadikan sebagai bahan rujukan/referensi secara luas. TAJDID berkomitmen kuat akan selalu hadir sebagai solusi dalam konteks pengembangan keilmuan dibidang keagamaan dan kemanusiaan (sosial).
Articles 226 Documents
KOMPARASI PEMIKIRAN TEOLOGI K.H HASYIM ASY`ARI DAN K.H AHMAD DAHLAN SULTAN GHOLAND ASTAPALA
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 7 No 2 (2023): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i2.2225

Abstract

Artikel ini bermaksud mengkaji ulama ternama di Indonesia KH. Ahmad Dahlan dan KH. Hasyim Asy'ari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. KH. Ahmad Dahlan mengatakan teol ogi terbagi menjadi tiga. Yang pertama dan terpenting, Keyakinan yang membahas tentang kesurgawian hendaknya terlihat dari nalarnya bahwa ia boleh saja tanpa membahas masalah agama, karena cukuplah ia beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kedua, Islam, Ahmad Dahlan secara umum menyinggung Al-Qur'an dan Sunnah, bagi Ahmad Dahlan tidak ada sumber hukum yang lebih hakiki selain Al-Qur'an, selain itu Ahmad Dahlan tidak mengabaikan proporsi. Ketiga, Ihsan, Ahmad Dahlan merupakan ahli tasawuf amali, hal ini terlihat dari amalan yang dilakukannya. Sedangkan KH. Hasyim Asy'ari menyatakan, ada tiga derajat tauhid atau keesaan Allah yang harus dipahami setiap umat Islam. Yang pertama adalah derajat pujian terhadap keesaan Tuhan. Kedua, informasi dan pemahaman tentang keesaan Tuhan. Ketiga, keakraban dzaq dengan juri yang tiada tara atau Al-Haq.
OPTIMASI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TERHADAP KESULITAN BELAJAR PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR afrina yesi gusman
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 7 No 2 (2023): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i2.2262

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk melihat sejauhmana optimasi model pembelajaran cooperative learning dalam menghadapi kesulitan belajar peserta didik sekolah dasar. Serta memahami bagaimana mengoptimalkan pembelajaran kooperatif sehingga semua peserta didik, termasuk mereka yang mengalami kesulitan belajar, dapat memperoleh manfaatnya. Metode pembelajaran cooperative learning memberikan dampak yang signifikan dalam pembelajaran yang dapat menjadi solusi konkrit dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik terutama di sekolah dasar. Sama halnya dengan metode pembelajaran lain, pembelajaran kooperatif juga menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah kesulitan belajar yang dapat muncul pada sebagian peserta didik yang berdampak terhadap prestasi akademik. Artikel ini merupakan penelitian kualitatif yaitu suatu pendekatan penelitian yang bersifat deskriptif dan berfokus pada pemahaman mendalam terhadap konteks, makna, dan kompleksitas fenomena yang sedang diteliti. Pendekatan ini lebih menekankan pada interpretasi dan pemahaman subjek, daripada mengukur atau menghitung variabel-variabel tertentu. Literatur yang digunakan terdiri sumber-sumber yang sudah ada, baik berupa artikel, jurnal, buku, dan lain sebagainya. Sumber data sekunder dari penelitian ini adalah semua data yang berkaitan dengan judul penelitian serta penjelasan wawancara. Dalam menghadapi kesulitan belajar kooperatif di sekolah dasar memerlukan kesabaran dan perencanaan yang baik. Guru perlu memahami bahwa setiap peserta didik adalah individu yang unik dan dapat menghadapi tantangan yang berbeda. Dengan menggabungkan solusi-solusi, guru dapat menciptakan lingkungan pembelajaran kooperatif yang mendukung perkembangan semua peserta didik di sekolah dasar.
PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENDIDIK AKHLAK SISWA DI SMA NEGERI 2 PERCUT SEI TUAN Safira Khairudina
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 7 No 2 (2023): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i2.2271

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam dalam mendidik akhlak siswa, dan faktor pendukung dan menghambat dalam mendidik akhlak, serta upaya yang dilakukan guru Pendidikan Agama Islam dalam mengajarkan akhlak kepada siswa di SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan. Proses penyempurnaan akhlak agar peserta didik menjadi individu yang mencerminkan akhlak yang baik disebut dengan pembinaan akhlak, serta suatu tindakan yang dilakukan guru untuk mencapai tujuan pendidikan. Penelitian ini menggunakan teknik deskriptif, yaitu melakukan penelitian dan merangkum temuannya untuk menggambarkan suatu hasil penelitian. Metode observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan dalam proses pengumpulan data. Hasil dari penelitian ini adalah guru Pendidikan Agama Islam yang profesional dalam mendidik akhlak siswa di SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan telah menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam berperan aktif sebagai pendidik, pembimbing, fasilitator, komunikator, dan motivator dalam pembinaan akhlakul karimah siswa. Faktor pendukung yang mendukung dalam pembinaan akhlakul karimah antara lain 1) Kegiatan ekstrakurikuler sekolah, dan 2) Apersepsi sebelum pembelajaran. Adapun faktor yang menghambat dalam pembinaan akhlakul karimah pada siswa antara lain 1) Latar belakang siswa, 2) Fasilitas sekolah yang belum memadai, 3) Metode yang kurang bervariatif.
ETIKA KOMUNIKASI DI MEDIA SOSIAL MELALUI PRINSIP 3A (KAJIAN SURAH AN-NAHL AYAT 125) Nasaruddin, Nasaruddin; Munir, Abdul; Abdussahid, Abdussahid; Mubarak, Fathani
Tajdid Vol 7 No 2 (2023): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i2.2274

Abstract

Artikel ini difokuskan untuk membahas tentang etika komunikasi di media sosial melalui prinsip 3A yang berlandaskan pada QS. An-Nahl ayat 125 yang dapat diterapkan dalam bermedia sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan jenis penelitian library research. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam berkomunikasi di media sosial perlu untuk menerapkan dan menggunakan prinsip 3A, yakni: Al-Hikmah yang artinya kebijaksanaan, dalam hal ini kita ajarkan untuk bijaksana dalam berkomunikasi dalam artian kita bisa bijak dalam memberikan arahan atau berkomentar, tetapi harus melihat kondisi dan situasi. Al-Wal Mauidhatil Khasanah artinnya Nasehat yang baik, Wajadilhum Bil Lati Hiya Ahsan yang artinya berdebat dengan cara yang baik, mengajarkan kita untuk berdebat dengan munggunakan raut wajah yah ramah, perkataan yang baik serta lemah lembut dalam bertutur kata.
INDIKATOR TANGGUNG JAWAB SOSIAL DALAM AL-QUR'AN Masyhuri, Ahmad Ari
Tajdid Vol 7 No 2 (2023): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i2.2290

Abstract

Manusia adalah makhluk otonom sekaligus makhluk sosial. Sebagai makhluk otonom, manusia berperan sebagai subjek yang bebas dan independen serta memiliki kesanggupan menumbuhkan gairah kodratnya untuk meraihan kesempurnaan. Sebagai individu manusia harus melakukan dan mengamalkan spirit ajaran agama. Sebagai makhluk sosial, manusia dituntut untuk hidup bersosial. Oleh karena itu, di samping manusia memiliki nilai otonomi, manusia tidak akan sempurna jika tidak berhubungan dengan sesuatu yang lain diluar dirinya. Dari sinilah maka akan terjadi proses interaksi antara sesama, atau dengan lingkungan terdekatnya. Sebagai makhluk sosial maka paling tidak akan terjadi dual hal, yaitu interaksi sosial dan komunikasi. Interaksi sosial akan terjadi bila ada suatu tindakan, sedangkan komunikasi terjadi ketika seseorang memberikan penilaian terhadap tindakan orang lain. Menurut ilmu sosiologi, interaksi sosial dipandang sebagai salah satu sebab lahirnya aktivitas sosial, pada kenyataannya masyarakat menjadi sesuatu yang memicu motivasi individu dan bertindak secara sosial. Berinteraksi sebenarnya seseorang atau kelompok sedang memperhatikan dan berupaya memahami perilaku orang lain atau masyarakat. Interaksi tidak berlangsung dengan baik bahkan bisa kemungkinan akan kacau jika para pihak yang terlibat tidak saling mengerti dan tidak paham makna dibalik aktivitas sosial yang mereka lakukan. Kenyamanan hidup dan tumbuh berkembang adalah mengakui bahwa setiap individu harus memiliki kesadaran sosial dan harus saling mengerti antara satu dengan yang lain supaya sekelompok masyarakat bisa hidup harmonis dan teratur. Kondisi interaksi sosial dapat berlangsung dengan sopan, disiplin, tertata, dan teratur maka dibutuhkan kesanggupan bertindak sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakatnya, dan kesanggupan menilai secara objektif perilaku diri sendiri dari kacamata orang lain. Prilaku kehidupan ini menunjukkan bahwa manusia dapat menemukan jati dirinya sebagai makhluk yang harus hidup bersama dengan sesama makhluk lainnya. Maka dari itu, arti hidup seseorang akan terwujud apabila bersama orang lain karena segala perilakunya selalu memerlukan orang lain. Manusia tidak hanya hidup berdampingan, tetapi juga bekerjasama memajukan dan mengembangkan harkat dan martabatnya.
TRANSFORMASI PEMIKIRAN JAMAAH SALAFI DALAM MERESPON TUNTUTAN PEMBAHARUAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Nurhakim, Moh.; Tobroni, Tobroni; Hasan, Ibnu; Firmansyah, Eka
Tajdid Vol 7 No 2 (2023): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i2.2342

Abstract

Tulisan. ini bertujuan menganalisis transformasi. pemikiran jamaah Salafi dalam. merespon pembaharuan kurikulum Pendidikan. Agama Islam (PAI) sebagaimana dicanangkan oleh pemerintah. Penelitian dilakukan di beberapa pesantren Salafi di Banyumas. Pengumpulan. data dilakukan dengan. teknik wawancara., observasi dan. dokumentasi. Sedangkan analisis data. digunakan teknik Interpretative. Phenomenological. Analysis (IPA) model. Smith (2009). Hasil penelitian. Menunjukkan. bahwa sejumlah pesantren .Salafi di Banyumas melakukan. Pengembangan. dan perubahan .substansi kurikulum. Perubahan pemikiran. tersebut bersifat .adaptasi minor yang, dapat dimaknai. dalam katagori .perenial-esensialis .semi modernis. Hal itu ditandai .dengan berubahnya .kurikulum pesantren .yang menerima .program wajib belajar .sembilan tahun dan Ujian Nasional. Yang .diselenggarakan oleh .Pemerintah melalui .program Pesantren Salafiyah .(PPS) Kementerian .Agama. Selain itu .juga adanya .pengembangan kurikulum .yang memadukan .kurikulum pesantren .dengan kurikulum . pemerintah dan .memberikan ijazah. Hanya .sebagian kecil yang .benar-benar mengembangkan .tipologi pemikiran .pendidikan .perenial-esensialis .karena tidak mengikuti .program .wajib belajar .sembilan .tahun, Ujian Nasional .dan tidak .memberikan .ijazah serta tetap .menjalankan kurikulum .pendidikan keagamaan murni .tanpa memasukkan .kurikulum pemerintah.
ISLAMIC DA'WA, SOCIAL IDENTITY AND VIOLENCE AGAINST AHMADIYYA COMMUNITY IN LOMBOK Afifudin Adnan; Kadri Kadri; Siti Nurul Yaqinah
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 7 No 1 (2023): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i1.2347

Abstract

This article discusses Islamic da'wa, social identity and violence against Ahmadiyya community in Lombok. This article is field research using qualitative methods and a case study approach. To analyze this phenomenon, this article uses social identity theory. It highlights how individuals develop and understand their identity in relation to specific social groups. The stigma and identity of Ahmadis as a group considered heretical by mainstream Muslims means that they are often victims of violence. Since post-reform until now, the Ahmadiyya community has experienced displacement from their hometowns, such as the violence in Pancor East Lombok in 2002, and Ketapang Gerung Village, Lingsar District, West Lombok in 2006 and 2010, and finally in Sakra East Lombok 2021. The results of this study revealed that: First, violence against Ahmadiyya in Lombok was caused by conservative Islamic proselytizing patterns. Although in fact Islamic groups in Lombok are moderate. Second, strengthening the social identity distinction between the Aswaja and Ahmadiyya groups in social relations. Thus, Ahmadis become a minor identity victimized, so they do not get freedom in the public sphere, even isolated by mainstream Islamic groups.
TRACING THE PHILOSOPHY OF RATIONALISM IN THE BOOK "MENGHILANG MENEMUKAN JATI DIRI" BY FAHRUDDIN FAIZ Damanik, Agusman; Prayogo, Agung; Siregar, Muklis; Astaman, Raden Bagus; Syawal, Rakhmat; Indah, Fasrah
Tajdid Vol 7 No 2 (2023): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i2.2388

Abstract

This article aims to explore Fahruddin Faiz's work entitled disappearing, finding one's identity, which is phenomenal, especially in relation to its philosophical content. Next, this article will explore the deep thoughts that are the driving force for change and a deeper understanding of the nature of oneself. By providing a systematic introduction to the traces of the philosophy of rationalism. This paper is a type of Library Research research with a descriptive approach. The research process began with an intensive study of the contents of the book, where every word and concept presented by Faiz was analyzed to explore an understanding of rationalism. Next, secondary data collection was carried out through searching for related literature in scientific journals, publications and trusted web sources. Data analysis uses content analysis in the stages of data reduction, data presentation and drawing conclusions. The findings provide confirmation that can connect the reality of rationalist thinking with life that is very close to us. Fahruddin Faiz in his book wants to emphasize that the activities carried out in everyday life are related to the philosophy of rationalism brought by Descartes. The substance in this book states that finding one's true self has substance that encourages humans to have an awareness of the importance of correct philosophy. By philosophizing correctly the process of finding the meaning of life will be achieved
MANJALAMA, KEARIFAN LOKAL ORANG BANJAR DALAM PENDIDIKAN ISLAM Qamaruzzaman, Muhammad
Tajdid Vol 7 No 2 (2023): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i2.2397

Abstract

Manjalama merupakan salah satu kearifan lokal urang Banjar, manjalama adalah proses seseorang minta diangkat sebagai anak kepada orang yang lebih berpengaruh, berilmu, kaya, mapan, atau terpandang di masyarakat setempat. Agar ia mendapat bimbingan, bantuan, atau perlindungan. Manjalama dilakukan oleh anak kecil yang sering sakit-sakitan minta diangkat menjadi anak angkat agar bisa sembuh dari sakitnya, bahkan bisa memenuhi kebutuhan hidup anak tersebut. Namun bila manjalama dilakukan oleh orang dewasa, atau publik figure biasanya untuk menambah kharisma mereka, atau mendapatkan bimbingan dari orang tua angkatnya. Manjalama, merupakan bagian dari budaya masyarakat Banjar yang dikenal menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW, sehingga Manjalama sesuai dengan Islam, karena tidak bertentangan dengan Al-Quran dan Hadits.
PEMBAHARUAN KELEMBAGAAN PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM: TANTANGAN DAN PELUANG DALAM ERA MODERNISASI Hendra, Hendra; Ishomuddin, Ishomuddin; Faridi, Faridi
Tajdid Vol 7 No 2 (2023): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i2.2430

Abstract

Tantangan dan peluang yang dihadapi oleh perguruan tinggi keagamaan Islam dalam menghadapi era modernisasi. Perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia perlu melakukan pembaruan kelembagaan agar dapat bersaing dengan perguruan tinggi lainnya. Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain kurikulum yang belum dikembangkan berdasarkan landasan sejarah dan khazanah keilmuan IHE, paradigma keilmuan yang cenderung dikotomis, dan kendala administratif dan birokratis dalam transformasi institusi. Selain itu, perguruan tinggi keagamaan Islam perlu mengembangkan budaya multikultural yang inklusif dan mendorong toleransi antar mahasiswa dengan latar belakang agama dan pemahaman yang berbeda. Artikel ini juga membahas strategi yang dapat dilakukan oleh perguruan tinggi keagamaan Islam untuk memperkuat kelembagaan, seperti membangun budaya organisasi kompetitif, mempertimbangkan strategi pemasaran yang tepat, dan memperhatikan faktor internal dan eksternal lembaga dalam menentukan strategi keunggulan daya saing. Pembaruan kelembagaan perguruan tinggi keagamaan Islam diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia.