cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
KARAKTERISTIK IBU NIFAS YANG MELAKUKAN PERAWATAN BUDAYA MANDI AIR HANGAT Sartina Sartina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.22371

Abstract

Untuk memulihkan  alat reproduksi  kembali  seperti  semula maka pada masa nifas dilakukan asuhan  atau atau perawatan  pada masa nifas. Perawatan  yang dilakukan  adalah sesuai standar  asuhan pada kunjungan  ibu nifas. Namun masih banyak masyarakat  yang melakukan  perawatan  secara  turun  temurun. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik ibu nifas yang melakukan perawatan budaya mandi air hangat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kuantitatif adalah mendeskripsikan, meneliti dan menjelaskan sesuatu yang dipelajari dengan apa adanya, dan menarik kesimpulan dari fenomena yang dapat diamati dengan menggunakan angka-angka. Berdasarkan umur sebagian besar ibu berumur 20-35 tahun sebesar (80%), berdasarkan pendidikan  jumlah terbesar yaitu pendidikan menengah sebesar (50%), berdasarkan pekerjaan jumlah terbesar yaitu bekerja sebesar (75%), dan berdasarkan paritas jumlah terbesar yaitu paritas multipara sebesar (75%).Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu Nifas berumur 20-35 tahun sebesar (80%) yang berada pada usia reproduksi sehat, dengan tingkat pendidikan menengah sebesar (50%), pekerjaan dengan jumlah terbesar yaitu bekerja sebesar (75%), dan berdasarkan paritas  yaitu paritas multipara sebesar (75%).
GANGGUAN PENDENGARAN AKIBAT BISING PADA PEKERJA : REVIEW LITERATURE Wirman Halim
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.22372

Abstract

Gangguan pendengaran akibat kerja adalah hilangnya sebagian atau seluruh pendengaran secara permanen, dapat terjadi pada salah satu atau kedua telinga karena terpaparnya kebisingan terus menerus di tempat kerja. Dampak yang paling parah pada lingkungan kerja yang bising adalah ketulian permanen yang dikenal sebagai gangguan pendengaran  akibat  bising  atau Noise  Induced  Hearing  Loss (NIHL). Selain dampaknya terhadap pendengaran (auditori),  kebisingan juga memiliki efek non-pendengaran seperti gangguan dalam aktivitas sehari-hari, kehilangan kejelasan dalam pembicaraan (gangguan bicara), masalah konsentrasi, gangguan tidur yang dapat meningkatkan stres yang disebabkan oleh gangguan pendengaran tersebut. Penelitian ini menggunakan Metode Literature Review dengan pencarian artikel dengan menggunakan search engine ScienceDirect, ResearchGate, dan Google schoolar Database dari tahun 2015 hingga 2022 kemudian melakukan penelusuran menurut karakteristik pencegahan dan pengendalian NIHL pada pekerja sebagai paparan patofisiologi dan faktor risikonya. Faktor risiko yang mempengaruhi tingkat keparahan NIHL adalah intensitas kebisingan, frekuensi, lamanya paparan per hari, masa kerja, sensitivitas individu, usia, dan faktor lain yang bisa menyebabkan ketulian. Dari hasil penelitian diketahui bahwa NIHL tidak dapat disembuhkan namun dapat dicegah dan dilakukan rehabilitasi. Program konservasi pendengaran (HCP) mencegah perburukan penurunan pendengaran melalui pengukuran kebisingan, pengurangan faktor kebisingan, pemeriksaan audiometri secara teratur, penggunaan alat pelindung kebisingan kebisingan, edukasi, dan pencatatan untuk mencegah NIHL.
PANDUAN PEMBELAJARAN KLINIK KEPERAWATAN : INISIASI PENGEMBANGAN PERAWAT PENDIDIK Rizky Indriasari; Krisna Yetti; Tuti Afriani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.22373

Abstract

Berpikir kritis merupakan komponen penting bagi perawat dalam proses pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Perawat pendidik memegang peran penting dalam pengembangan keterampilan berpikir kritis perawat sehingga menghasilkan praktik yang aman, berbasis bukti dan optimal. Studi ini bertujuan untuk menginisiasi pengembangan perawat pendidik melalui suatu panduan yang memberi arah dan strategi pembelajaran dalam pencapaian kompetensi perawat. Metode yang digunakan adalah case report dengan pendekatan action research. Temuan menunjukkan bahwa peran clinical care manager sebagai perawat pendidik, mampu memahami kebutuhan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan oleh perawat, mampu merancang pembelajaran dan menerapkan temuan penelitian untuk meningkatkan asuhan keperawatan. 80% perawat merasa nyaman dengan budaya belajar, lingkungan kerja yang kondusif untuk belajar serta tingginya motivasi belajar perawat. 84% perawat menyatakan puas terhadap metode pembelajaran klinik yang diberikan oleh perawat pendidik seperti ronde asuhan keperawatan, laporan kasus, journal reading, bed side teaching, one day one clinical question, preceptorship-mentorship-coaching yang dilakukan secara rutin minimal satu bulan sekali. Namun saat ini belum ada panduan pembelajaran klinik keperawatan sebagai acuan bagi perawat pendidik untuk dikembangkan secara optimal. Dukungan dari bidang keperawatan, komite keperawatan maupun manajemen rumah sakit diperlukan untuk merancang panduan pembelajaran klinik keperawatan untuk mengembangkan sepenuhnya peran perawat pendidik dalam pendidikan keperawatan di rumah sakit.
IDENTIFIKASI IBU HAMIL YANG MENGALAMI HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI RSUD dr. H. L.M. BAHARUDDIN, M.Kes KABUPATEN MUNA Wa Ode Siti Asma
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.22374

Abstract

Mual dan muntah merupakan keluhan umum yang terjadi pada kehamilan trimester pertama. Terjadinya kehamilan menimbulkan perubahan hormonal pada wanita karena terdapat peningkatan hormone estrogen, progesterone. Hal ini jika tidak segera diatasi akan bertambah berat menjadi hiperemesis gravidarum. Penelitian ini bertujuan  untuk mengidentifikasi ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum di RSUD dr. H. L.M. Baharuddin, M.Kes Kabupaten Muna. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Ruang Rekam Medik RSUD dr. H. L.M. Baharuddin, M.Kes Kabupaten Muna. Populasi dalam penelitian ini difokuskan pada ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum pada tahun 2022 sampai dengan periode Januari-Juli 2023 yaitu sebanyak 42 orang, dengan sampel sebanyak 42 responden yang ditetapkan secara total sampling. Variabel independen yakni umur, pendidikan, pekerjaan dan paritas, sedangkan variabel dependen yakni ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum. Kejadianhiperemesis gravidarum terbanyak ditemukan pada ibu hamil dengan umur 20-35 tahun sebanyak 28 orang (66,6%). Hiperemesis gravidarum terbanyak ditemukan pada ibu hamil yang berpendidikan menengah sebanyak 25 orang (59,5%). Hiperemesis gravidarum terbanyak ditemukan pada ibu hamil yang bekerja sebagai ibu rumah tangga sebanyak 31 orang (73,8%). Hiperemesis gravidarum terbanyak ditemukan pada ibu hamil dengan paritas I sebanyak 25 orang (59,5%). Ibu hamil yang berumur 20-35 tahun, pendidikan menengah, ibu rumah tangga dan paritas I merupakan faktor risiko terjadinya hiperemesis gravidarum.
IDENTIFIKASI FAKTOR RESIKO KEJADIAN PRE-MENSRTUASI SYNDROME PADA SISWI SMAN 1 MAROBO KABUPATEN MUNA TAHUN 2023 Sutriawati Sutriawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.22375

Abstract

Menurut WHO usia 10-24 tahun berjumlah 1,2 milyar atau 18,5% dari jumlah penduduk dunia. Di Indonesia penduduk kelompok usia produktif sebesar 68,75% dari total penduduk Indonesia. Tujuan Penelitian Untuk mengidentifikasi faktor risiko kejadian menyebabkan Pre-Menstruasi Syndrome pada Siswi SMA Negeri 1 Marobo Kabupaten Muna Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Deskriptif. Populasi penelitian sebanyak 40 remaja putri. Teknik sampling yaitu Total sampling. Hasil penelitian dari 40 responden yang disebabkan oleh faktor pola kategori pola yang  sehat sebanyak (52,5%), faktor stress dari 40 responden ditemukan  rentang nilai 14- 20 sebanyak 38 remaja putri yang mengalami Stres Ringan (95%). dan faktor riwayat keluarga dari 40 responden, terdapat 29 Remaja Putri yang memiliki anggota keluarganya PMS sampai mengganggu aktifitasnya (72,5%). Dari hasil penelitian terdapat 24 remaja putri yang anggota keluarga tidak memiliki riwayat PMS dari keluarganya (60%).Dari penelitian ini kejadian Pre Menstruasi Syndrome pada siswi yang paling banyak terjadi oleh faktor stress ringan. Oleh karena itu disarankan bekerja sama dengan institusi kesehatan lainnya dalam rangka penyuluhan kesehatan tentang Pre Menstruasi Syndrome (PMS).
SENYAWA FITOKIMIA SERTA AKTIVITAS FARMAKOLOGI DAUN KELOR, JAMBLANG, DAN TEMULAWAK : STUDI LITERATUR Kamelia Risna; Yeni Ari Safitri Dalimunthe; Neni Nurlelah; Mila Febriyanti; Himyatul Hidayah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.22383

Abstract

Indonesia memiliki 20.000 jenis tanaman obat atau herbal. Dari banyaknya jenis tersebut, baru dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat-obatan herbal hanya sekitar 300 jenis tanaman saja. Macam-macam tumbuhan herbal yang sudah umum digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional yaitu kelor, jamblang, dan temulawak. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Senyawa Fitokimia serta Aktivitas Farmakologi Daun Kelor, Jamblang, dan Temulawak. Pada penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis dan memaparkan penjelasan berbagai penelitian terdahulu yang sudah dilakukan terhadap kandungan fitokimia, dan aktivitas farmakologis dari daun kelor, jamblang, dan temulawak. Metode penelitian yang dipakai yaitu studi literatur dengan memanfaatkan data pada database jurnal terakreditasi. Literatur yang diseleksi merupakan literatur dalam kurun waktu 2013-2023 dengan kata kunci yang telah ditetapkan dan diambil 16 jurnal yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode skrining fitokimia merupakan metode yang sesuai untuk menganalisis senyawa fitokimia atau senyawa aktif dari tanaman daun kelor, jamblang, dan temulawak dengan menggunakan beberapa pelarut yang sesuai. Pada penelitian tersebut dihasilkan yaitu senyawa aktif yang umum ditemukan pada ketiga daun tersebut adalah alkaloid, terpenoid, flavonoid, dan tanin. Sedangkan pada analisis aktivitas farmakologis digunakan beberapa metode yaitu difusi agar dengan menggunakan ekstrak etanol, metode DPPH dengan menggunakan ekstrak metanol, dan metode rat hind pau edema (pembentukan radang buatan di kaki tikus) menggunakan ekstrak etanol dan air. Hasil yang diperoleh untuk analisis aktivitas farmakologi yaitu antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi.
ANALISIS POTENSI BEKATUL SEBAGAI HIPOKOLESTROLEMIK MENGGUNAKAN METODE SPEKTROMETRI MASSA : TINJAUAN LITERATUR Himyatul Hidayah; Kamelia Risna; Mila Febriyanti; Yeni Ari Safitri Dalimunthe
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.22390

Abstract

(Oryza sativa), yang merupakan tanaman paling penting. Beras (Oryza sativa) merupakan salah satu dari 4.444 biji-bijian utama dan merupakan makanan pokok sebagian besar penduduk dunia, khususnya di negara-negara Asia. Produk sampingan dari proses penggilingan padi, dedak padi, memberikan nilai gizi dan senyawa bioaktif yang tinggi. Karena proporsi dedak padi adalah 8% dari berat beras, maka terdapat 2.152.800 ton dedak padi di Indonesia yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan pangan.  Literature review ini bertujuan untuk menganalisis potensi bekatul sebagai hipokolestrolemik dengan metode spektrometri massa dengan metode literature review. Bahan yang digunakan berasal dari data base publikasi ilmiah nasional dan internasional yang bagus, seperti Google Scholar dan PubMed. Dedak padi dan diet tinggi kolesterol efektif menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida, dan LDL pada dosis 50%. Dedak padi telah terbukti memiliki sifat antioksidan, kemopreventif kanker, dan hipokolesterolemik, menurut banyak penelitian. Kandungan dedak padi  serat pangannya yang tinggi dan komponeni bioaktif seperti oryzanol, fitosterol, tokoferol, dan tokotrienol, dedak padi berpotensi menurunkan kolesterol. Terdapat penelitian lain yang menunjukkan bahwa kombinasi bekatul dan pola makan tinggi kolesterol meningkatkan kadar kolesterol, trigliserida, dan LDL secara signifikan (p=0,000). Dosis dedak padi (P3) 50% menghasilkan penurunan kadar kolesterol, trigliserida, dan LDL secara signifikan hingga kembali ke kondisi normal. Dedak padi dan diet tinggi kolesterol efektif menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida, dan LDL pada dosis 50%
GAMBARAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA STUNTING PADA BALITADI KELURAHAN TOMBULA KECAMATAN TONGKUNO KABUPATEN MUNA Rosminah Mansyarif
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.22396

Abstract

Data Kabupaten Muna pada tahun 2021 tercatat sejumlah (33,52%) balita yang mengalami stunting dan pada tahun 2022 tercatat sejumlah (15,3%). Di wilayah Puskesmas Tongkuno tercatat sebanyak 59 balita yang mengalami stunting pada tahun 2023. Di kelurahan Tombula, dari jumlah yang didapatkan balita yang mengalami stunting sejumlah (14,92%). Tujuan penelitian ini yaitu untuk Gambaran Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Stunting pada Balita di Kelurahan Tombola Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna pada Tahun 2023.  Jenis penelitian ini memperoleh penelitian deskriptif, yang merupakan suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan menggambarkan tentang suatu keadaan secara objektif. Pola nutrisi pada balita stunting yang sesuai yaitu sejumlah (35%), tidak sesuai sejumlah(65%). Penyakit ISPA yaitu sejumlah(5%), diare (15%), dan penyakit lainnya sejumlah (80%). Sosial ekonomi yang sesuai IMR yaitu sejumlah (30%), tidak sesuai IMR sejumlah(70%), dan pendek sejumlah (20%). Pola nutrisi kategori terbanyak yaitu tidak sesuai sejumlah (65%).Penyakit kategori balita yang mengalami penyakit lainnya yaitu (80)%. sosial ekonomi atau pendapatan orang tua kategori tidak sesuai IMR sejumlah (70%).Faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting berdasarkan tingkat postur tubuh orang tua  kategori  normal sejumlah (80%)
IDENTIFIKASI PENGETAHUAN DAN PERAN KADER POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUGI LAENDE KECAMATAN KATOBU KABUPATEN MUNA Benly, Nindy Elliana; Jingsung, Julian; Luthfa, Ano
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.22398

Abstract

Data Provinsi Sulawesi Tengggara tahun 2020 jumlah kader sebanyak 93% dan untuk Kabupaten Muna 100%. Pembinaan Posyandu Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2021 sebanyak 58,8%.   jumlah kader sebanyak 40 orang yang tersebar di 4 Posyandu yang berada di wilayah Puskesmas Sugi Laende. Penelitian ini bertujuan agar mengetahui gambaran pengetahuan serta peran kader yang ada di empat posyandu Wilayah Puskesmas Sugi Laende Kabupaten Muna. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yang merupakan suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan menggambarkan tentang suatu keadaan secara objektif. Peineilitian ini akan dilaksanakan deiri builan April - Aguistuis 2023 di wilayah Puiskeismas Suigi Laeindei. Popuilasi yang akan diguinakan dalam peineilitian ini adalah seimuia kadeir di wilayah keirja Puiskeismas Suigi Laeindeiyang beirjuimlah 25 orang. Dalam peineilitian ini sampeil yang diguinakan adalah 25 kadeir yang beirada di teimpat Posyandui saat, Posyandui beirlangsuing di wilayah keirja Puiskeismas Suigi Laeindei.Teiknik peinarikan sampeil meingguinakan totality sampling. Pengetahuan kader posyandu kategori baik sebanyak 24 orang (96%) dan kategori cukup sebanyak 1 orang (4%). Kader Posyandu yang berperan sebanyak 24 orang (96%) dan kader Posyandu yang tidak berperan sebanyak 1 orang (4%). Pengetahuan kader Posyandu terbanyak pada kategori baik yaitu 24 orang (96%).Peran kader posyandu terbanyak pada kategori berperan sebanyak 25 orang (100%).
OPTIMALISASI PERAN KADER POSBINDU PTM DALAM DETEKSI DINI PENYAKIT HIPERTENSI DI PUSKESMAS WAIPARE Yosephina Maria Hawa Keytimu; Pasionista Vianitati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.22409

Abstract

Salah satu Upaya pencegahan PTM yaitu melaksanakan Posbindu PTM. Posbindu PTM adalah UKM yang bersumber dari, oleh dan untuk Masyarakat. Sasarannya adalah Masyarakat sehat dan berisiko berusia 15-59 tahun. Hipertensi merupakan salah satu jenis PTM yang dapat membunuh secara diam-diam atau biasa dikenal dengan the silent killer. Prevalensi penyakit Hipertensi naik dari tahun ke tahun sehingga Kerjasama semua pihak sangat penting dilakukan. Kader merupakan salah satu unsur penting dalam membantu tenaga Kesehatan untuk deteksi dini penyakit tidak menular. Salah satu kegiatan posbindu adalah system 5 meja, sehingga pelatihan bagi para kader penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Tujuan penelitian adalah menganalisis optimalisasi peran kader posbindu PTM melalui pelatihan untuk mendeteksi secara dini penyakit hipertensi yang dialami masyarakat di Wilayah kerja Puskesmas Waipare. Penelitian ini menggunakan pre eksperimen dengan disainnya yaitu one group pretest and posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota karang taruna Desa Watuliwung yang akan direkrut menjadi kader posbindu PTM sebanyak 30 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang dengan Teknik sampling yaitu total sampling. Variabel penelitian ini adalah optimalisasi peran kader melalui pelatihan dan pengetahuan dan keterampilan kader. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi, analisis data dalam penelitian ini adalah Wilcoxon sign rank test menggunakan komputerisasi Spss 16.0. Hasil penelitian menunjukkan ada penngkatan pengetahuan dan keterampilan kader sebelum dan sesudah pelatihan serta ada pengaruh antara pelatihan dengan pengetahuan dan keterampilan kader dengan pValue 0,000 artinya ada pengaruh antara pelatihan terhadap pengetahuan dan keterampilan kader sebelum dan setelah mengikuti pelatihan.