cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
HUBUNGAN ANTARA GEJALA DEPRESI DENGAN MEROKOK PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN DI SEBUAH UNIVERSITAS DI JAKARTA BARAT Orvael Nabeel Hisham; Anastasia Ratnawati Biromo
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.22792

Abstract

Merokok merupakan kebiasaan menghisap tembakau yang dibakar atau menghisap asap berisi zat-zat adiktif yang dapat merangsang impuls di otak untuk mengatur atensi, suasana perasaan, dan jalan pikir seseorang. Merokok dapat dicetuskan oleh beberapa faktor salah satunya adalah gangguan depresi. Penelitian ini dilakukan pada 86 responden mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2020 untuk mencari hubungan antara angka kejadian depresi dengan perilaku merokok. Desain penelitian yang digunakan adalah potong lintang dengan random sampling. Penelitian ini mendapatkan hasil sebanyak 49 responden (57%) mengalami depresi, sedangkan 37 responden (43%) tidak mengalami depresi. Sebanyak 14 responden (16,3%) yang mengalami gejala depresi juga memiliki perilaku merokok, sementara hanya 4 responden (4,7%) yang tidak memiliki gejala depresi namun memiliki perilaku merokok. Penelitian ini mendapatkan bahwa ada hubungan signifikan antara gejala depresi dengan perilaku merokok pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2020 (p-value 0,045).
PERAN PROLANIS TERHADAP KEBERHASILAN TERAPI PADA PASIEN HIPERTENSI DI KLINIK DR. NURDIN WAHID Salafy, Muhamad Ridwanudin; Setiawan, Hardianto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.22794

Abstract

Hipertensi adalah Suatu kondisi Ketika tekanan darah terhadap dinding arteri terlalu tinggi.biasanya hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah diatas 140/90,dan dianggap parah jika tekanan di atas 180/120.terdapat beberapa faktor risiko terjadinya hipertensi, Riwayat hipertensi atau kardiovaskular pada pasien atau keluarga.Tujuan dari penelitian ini untuk mendorong pasien pengidap penyakit kronis mencapai kualitas hidup normal dan optimal dengan biaya pelayanan Kesehatan yang efektif pada pasien di klinik dr. Nurdin Wahid Kabupaten Cibinong,pengambilan data ini kepada partisipan dengan cara menyebar kuisioner dan pengambilan rekam medis,karakteristik responden berdasarkan umur rata-rata 49 tahun dan terbanyak pada rentang umur 47-59 tahun sebanyak 43 orang (48,9%), mayoritas jenis kelamin Perempuan yaitu 61 orang (69,3%), semua responden sudah menikah (100%),  Mayoritas Pendidikan SMA yaitu 56 orang (63,6%),  keterkendalian tensi pasien terkontrol 70 orang (79,5%), keaktifan prolanis mayoritas aktif 68 orang (77,3%),  kepatuhan minum obat terbanyak kepatuhan sedang 50 orang (56,8%).
GAMBARAN KADAR SEBUM DAN KARAKTERISTIK ACNE PADA MAHASISWI FK UNIVERSITAS TARUMANAGARA PENGGUNA MASKER DI ERA PANDEMI COVID-19 Shintiya Rahayu; Linda Julianti Wijayadi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.22871

Abstract

Maskne adalah timbulnya akne pada bagian wajah yang tertutup masker yaitu dagu, pipi dan dorsum nasi dikarenakan penggunaan masker yang tidak tepat. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain studi potong lintang (cross sectional). Penelitian di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara atau secara daring pada bulan Maret-Mei 2023. Teknik pengambilan sampel : convenience sampling jumlah sampel yang diambil adalah 79 orang. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan gambaran kadar sebum mahasiswi FK Untar pengguna masker di era pandemi Covid-19 yang paling berminyak yaitu dagu sebanyak 62 orang dengan derajat skin moisture > 47%, diikuti pipi kanan, pipi kiri, dan dahi. Karakteristik acne mahasiswi FK Untar akibat pengguna masker di era pandemi Covid-19 terbanyak yaitu komedo, diikuti lesi inflamasi non-kista dan kista dengan derajat acne didominasi oleh derajat sedang 80,5% diikuti derajat ringan 15,9%, dan berat 5,7%. Jenis skin care yang digunakan paling banyak oleh mahasiswi FK Untar yaitu sabun cuci wajah 86,6% diikuti serum 8,5%, tabir surya 3,7%, dan krim pelembab 1,2%. Gambaran kadar sebum mahasiswi FK Untar pengguna masker di era pandemi Covid-19 yang paling tinggi yaitu dagu.
RANCANG BANGUN APLIKASI ELECTRONIC FOOD FOR PREGNANCY (E-FOCY) BERBASIS ANDROID Ristina Rosauli Harianja; Rita Ridayani; Dewi Mey Lestanti Mukodri; Marella Marella
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.22906

Abstract

Kesehatan ibu hamil adalah aspek vital dalam pemeliharaan kesejahteraan ibu dan perkembangan janin. Gizi yang mencukupi selama kehamilan memiliki dampak yang signifikan pada kesehatan ibu dan bayi yang akan lahir. Meskipun informasi gizi yang tepat selama kehamilan sangat penting, banyak ibu hamil masih menghadapi tantangan dalam memahami dan mempraktikkan perilaku gizi yang sehat. Dalam upaya untuk mengatasi masalah ini, aplikasi Electronic Food for Pregnancy (E-FoCy) dirancang sebagai alat yang bertujuan untuk memberikan informasi gizi yang mudah diakses dan membimbing ibu hamil dalam menjaga pola makan yang sehat. Penelitian ini menguraikan perancangan dan pembangunan aplikasi E-FoCy dengan fokus pada pengaruhnya terhadap perilaku gizi ibu hamil. Aplikasi ini menawarkan berbagai fitur, termasuk rencana makanan yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi individu, pengingat konsumsi makanan penting, serta sumber informasi gizi yang terverifikasi. Proses pengembangan aplikasi ini mencakup pemilihan dan penyusunan konten gizi yang tepat, perancangan antarmuka pengguna yang intuitif, serta pengujian fungsionalitas aplikasi. Hasil dari rancang bangun aplikasi E-FoCy menunjukkan aplikasi yang mudah digunakan dan berpotensi memengaruhi perilaku gizi ibu hamil. Dengan akses yang mudah ke informasi gizi yang tepat, rencana makanan yang disesuaikan, dan pengingat konsumsi makanan penting, aplikasi ini dapat menjadi alat berharga dalam membantu ibu hamil menjaga pola makan yang sehat selama masa kehamilan.
FAKTOR – FAKTOR PEMAKAIAN TABIR SURYA DENGAN KEJADIAN AKNE VULGARIS PADA MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA Salsabila, Rani; Darmawan, Hari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.22937

Abstract

Akne vulgaris (AV) merupakan peradangan kronis folikel pilosebasea dengan penyebab multifaktor yaitu faktor genetik, ras, hormonal, stress, iklim, kosmetik, diet dan obat-obatan juga tempat predileksi terjadinya akne vulgaris bisa terdapat di wajah, leher, punggung, dada, bahu, dan lengan atas. Pada individu yang mengalami akne vulgaris memproduksi sebum lebih banyak dari individu normal, jumlah sebum berhubungan dengan keparahan akne vulgaris. Banyak studi melaporkan kasus akne vulgaris dipicu karena penggunaan kosmetik. Tabir surya merupakan salah satu jenis kosmetik yang berfungsi melindungi kulit dari sinar ultraviolet A (UV A) dan ultraviolet B (UV B). Walaupun dapat melindungi kulit tetapi bisa memicu timbulnya akne vulgaris salah satunya ada beberapa tabir surya yang mengandung bahan komedogenik yang dapat menyumbat pori-pori ataupun faktor lain seperti jenis tabir surya, bentuk sediaan dan jumlah SPF pada tabir surya. Penelitian ini dilakukan di Universitas Tarumanagara dengan jumlah responden 104 subjek. Hasil uji chi square sample yang dipilih memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh dari isian formulir kuesioner yang diberikan kepada responden. Hasil uji penelitian diperoleh tidak terdapat hubungan yang bermakna dari faktor-faktor pemakaian tabir surya dengan kejadian akne vulgaris. Penulis berharap pada individu yang mengalami akne vulgaris dapat memperhatikan tabir surya yang digunakan untuk mengurangi keparahan akne vulgaris.
PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA PEREMPUAN 17-22 TAHUN TENTANG SUNSCREEN DI FK UNTAR Maharani, Fauziah Dea Ratna; Tarcisia, Twidy
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.22938

Abstract

Remaja, sebagai fase transisi menuju kedewasaan, mengalami perubahan signifikan baik secara hormonal, fisik, psikologis, maupun sosial. Perubahan ini mendorong mereka untuk mengeksplorasi aktivitas baru, dengan olahraga seperti lari dan bersepeda menjadi pilihan utama, karena bersifat inklusif dan sering dilakukan di luar ruangan, memberikan paparan sinar matahari yang lebih intens. Namun, penting untuk diingat bahwa paparan berlebihan terhadap sinar matahari dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan kulit, seperti sunburn, tanning, penuaan dini, dan meningkatkan risiko kanker kulit. Meskipun pengetahuan remaja tentang pentingnya tabir surya sudah relatif baik, perilaku penggunaannya masih rendah. Oleh karena itu, diperlukan edukasi untuk meningkatkan kesadaran dan praktik penggunaan tabir surya. Penelitian ini fokus pada remaja perempuan usia 17-22 tahun di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik, dengan pengumpulan data melalui survei menggunakan kuesioner pre-test dan post-test melalui aplikasi Google Form. Edukasi dilakukan melalui video animasi untuk meningkatkan pengetahuan dan praktek penggunaan tabir surya yang benar. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Variabel bebas adalah pengetahuan, sedangkan variabel tergantungnya adalah perilaku penggunaan tabir surya. Analisis statistik, termasuk analisis univariat dan bivariat Wilcoxon, dilakukan dengan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum edukasi, pengetahuan mahasiswi FK UNTAR sudah baik, dengan 97,1% responden memiliki tingkat pengetahuan yang memadai. Praktek penggunaan tabir surya juga cenderung baik, dengan 82,4% responden menunjukkan tingkat penggunaan yang memadai. Meskipun demikian, edukasi masih diperlukan untuk meningkatkan pemahaman dan praktek yang optimal terkait tabir surya.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN USIA MENARCHE PADA SISWI SMP MANADO INDEPENDENT SCHOOL Cantika Monica; Julia Herdiman
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.22963

Abstract

Menarche merupakan menstruasi pertama pada remaja perempuan. Seiring dengan pergantian jaman, trend usia menarche pun mengalami perubahan. Status gizi merupakan salah satu faktor yang dapat memicu terjadinya menarche dini. Mengetahui hubungan antara status gizi dengan usia menarche pada siswi SMP Manado Independent School. Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan desain studi cross sectional. Data dikumpulkan menggunakan metode random sampling melalui pembagian kuesioner untuk mengetahui usia menarche. IMT diukur dengan kurva CDC 2000 BMI-for-Age untuk mengetahui status gizi responden. Total responden yang didapatkan berjumlah 139 siswi dan dianalisa dengan menggunakan uji chi square. Rata-rata usia menarche responden adalah 11,079. Sebanyak 97(69,8%) siswi mengalami usia menarche <12 tahun dan 42 (30,2%) siswi dengan usia menarche 12-14 tahun. Terdapat 8 siswi underweight, 99 siswi normal, 24 siswi overweight, dan 8 siswi obesitas. Setelah dianalisa, didapatkan nilai signifikansi 0,202 pada normal vs underweight, 0,064 pada normal vs overweight, dan 0,413 pada normal vs obesitas. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan usia menarche pada siswi SMP Manado Independent School.
ANALISIS INTERAKSI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA RESEP POLIFARMASI PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT X DI KABUPATEN BATANG HARI PERIODE JANUARI - MARET TAHUN 2023 Permatasari, Jelly; Mitra, Aisa Dinda; Ilmi, Miftahul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.23027

Abstract

Resep polifarmasi dengan obat lebih atau sama dengan 5 berpotensi terjadinya interaksi obat yang dapat mengakibatkan kejadian meningkatnya efek toksik atau efek samping obat atau berkurangnya efek klinis yang diharapkan. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui interaksi obat antihipertensi pada resep polifarmasi pasien hipertensi rawat jalan. Metode pada penelitian ini secara non eksperimental secara deskriptif dengan pendekatan restrospektif dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data dari resep polifarmasi pasien hipertensi di Rumah Sakit X di kabupaten Batang Hari periode Januari – Maret tahun 2023 dengan sampel sebanyak 108. Hasil penelitian ini di dapatkan dengan jumlah resep 108 dengan pasien terbanyak yaitu perempuan sebanyak 58 (50,7%) dan didapatkan kategori umur terbanyak yaitu lansia akhir (56-65 tahun) dengan jumlah sebanyak 46 pasien (42,6%). Pada semua sampel penelitian ini didapatkan kejadian interaksi. Penggunaan obat antihipertensi pada sampel yaitu amlodipin sebanyak 57 obat (21,4%). Tingkat keparahan potensi interaksi obat yang terbanyak yaitu moderate sebanyak 402 (76,1%) dan mekanisme interaksi obat terbanyak yaitu farmakodinamik sebanyak 513 (97,2%). Kesimpulan interaksi obat pada resep yaitu farmakokinetik, farrmakodinamik dan tingkat keparahan mayor, moderate, dan minor.
UPAYA EFISIENSI WAKTU TUNGGU PASIEN BPJS PADA PELAYANAN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT MATA PROVINSI SULAWESI UTARA Rio Windy Sondakh; Jimmy Posangi; Fatimawali Fatimawali
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.23033

Abstract

Rumah sakit merupakan fasilitas penyedia layanan kesehatan yang di dalamnya terdiri dari layanan rawat jalan, rawat inap, gawat darurat serta layanan penunjang lainnya. Adapun salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan pasien adalah terkait dengan waktu tunggu pelayanan yaitu waktu yang dibutuhkan pasien sejak melakukan pendaftaran hingga mendapatkan obat dan pulang. Berdasarkan survei awal yang dilakukan, baik melalui observasi maupun wawancara diperoleh bahwa waktu yang dibutuhkan pasien sejak mendaftar hingga pulang adalah lebih dari waktu yang ditetapkan. Metode lean manajemen berfokus pada efisiensi dan optimalisasi yang diperoleh oleh rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi adanya alur proses yang efisien serta efektif di pelayanan rawat jalan. Penelitian ini merupakan penelitian mix method yang melibatkan 11 responden pasien dan 7 petugas rumah sakit yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata lead time setiap pasien adalah 113 menit. Terdapat 5 kegiatan value added dan 5 kegiatan non-value added. Prosentase kegiatan yang bernilai tambah sebesar 24,57% dengan total waktu 32 menit, sedangkan yang tidak bernilai tambah sebesar 71,42% dengan total waktu 81 menit. Peneliti merekomendasikan sebanyak sebelas usulan perbaikan jangka pendek, menengah dan jangka Panjang yaitu visual management, 5S, pendaftaran melalui telepon, standardize, customer care, petunjuk alur pelayanan, penambahan alat sidik jari, kebijakan direksi terkait proses pelayanan dirawat jalan, retensi berkas rekam medik, elektronik rekam medik dan continuous quality improvement.
PENGARUH TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA PASIEN DIABETES MELITUS Emma Ismawatie; Roni Handayani; Yulita Maulani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.23050

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang salah satunya dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan menyebabkan penurunan kadar hemoglobin pada pasien. Salah satu pengobatan alternatif untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada pasien Diabetes melitus adalah terapi oksigen hiperbarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi oksigen hiperbarik terhadap kadar hemoglobin pada pasien Diabetes melitus di Lakesla Drs. Med. R. Rijadi S., Phys Surabaya. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian quasi eksperimental atau penelitian semu dengan desain one-group pre-test - post-test. Sampel penelitian ini adalah pasien Diabetes melitus di Lakesla Drs. Med. R. Rijadi S., Phys Surabaya yang menjalani terapi oksigen hiperbarik dengan kadar hemoglobin di bawah normal. Sebanyak 23 orang dipilih sebagai sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di Lakesla Drs. Med. R. Rijadi S., Phys Surabaya, selama bulan April hingga Mei 2023. Prosedur penelitian meliputi pengambilan sampel darah vena dari pasien sebelum dan sesudah terapi oksigen hiperbarik pada hari ke-5 dan ke-10. Kadar hemoglobin diukur dengan menggunakan alat hematology analyzer. Hasil penelitian didapatkan hasil kadar hemoglobin rata-rata pasien Diabetes melitus sebelum terapi hiperbarik adalah 10,3 g/dl, pada hari ke-5 adalah 11 g/dl, dan pada hari ke-10 adalah 10,8 g/dl. Hasil analisa data didapatkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari terapi oksigen hiperbarik terhadap kadar hemoglobin pada pasien Diabetes melitus.