cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
ANALISIS MANAJEMEN PRILAKU KEBERSIHAN DIRI SAAT MENSTRUASI DI SMP PUJA HANDAYANI TAHUN 2023 Deviliawati, Atma; Sayati, Dewi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.23074

Abstract

Menjaga kebersihan tubuh pada saat menstruasi, dengan mengganti pembalut sesering mungkin serta membersihkan bagian vagina dan sekitarnya dari darah menstruasi dapat mencegah perempuan terhindar dari penyakit infeksi vesica urinaria (saluran kencing), infeksi saluran reproduksi dan iritasi pada kulit. Kebersihan alat vital perlu sekali dilakukan karena pada saat mengalami mentruasi, pembuluh dalam darah pada rahim lebih mudah untuk terinfeksi, mikroorganisme mudah untuk masuk dan dapat menyebabkan sistem reproduksi terganggu. Hasil wawancara 7 orang siswi tidak pernah mengganti pembalut di sekolah, pembalut dibuang langsung ditempat sampah tanpa dibungkus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen kebersihan Menstruasi (MKM) meliputi faktor personal, faktor sosial dan faktor lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian telah dilakukan di SMP Puja Handayani Palembang dengan populasi sebanyak 53 siswi pada tanggal 23 sampai 27 Mei 2023.  Sampel dalam penelitian ini adalah total populasi dengan kriteria telah mengalami menstruasi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan pengetahuan dengan p value 0.013, sikap dengan p value 0.004, variabel dukungan keluarga dengan p value 0.014, variabel dukungan teman sebaya dengan p value 0.065  dan variabel sarana prasarana dengan p value 0.030,. Simpulan variabel pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan sarana prasarana berhubungan dengan prilaku MKM, sedangkan dukungan teman sebaya tidak berhubungan dengan Prilaku MKM dan variabel paling dominan terhadap prilaku MKM adalah sikap. Disarankan bagi SMP Puja Handayani untuk melakukan sosialisasi dan bimbingan konseling bagi siswa khususnya mengenai kesehatan reproduksi.
HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN GANGGUAN PERNAPASAN PADA PENGRAJIN MEBEL KAYU Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.23108

Abstract

Pekerja di industri mebel kayu menjadi salah satu populasi yang berisiko tinggi mengalami gangguan pernapasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok dengan gangguan pernapasan pada pengrajin mebel kayu di Kecamatan Bangkinang Kota tahun 2023. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dengan populasi yaitu sebanyak 98 orang pengrajin mebel kayu di Kecamatan Bangkinang Kota. Sampel penelitian ini adalah 98 orang. Analisa data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian pada analisa univariat didapatkan bahwa sebagian besar kebiasaan merokok pada pengrajin mebel kayu berada pada ya merokok sebanyak 55 orang (56.1%) dan sebagian besar gangguan pernapasan pada pengrajin mebel kayu berada pada gangguan pernapasan sebanyak 58 orang (59.2%). Sedangkan pada analisa bivariat didapatkan hasil bahwa ada hubungan masa kerja dengan gangguan pernapasan pada pengrajin mebel kayu di Kecamatan Bangkinang Kota tahun 2023. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan kebiasaan merokok dengan gangguan pernapasan pada pengrajin mebel kayu di Kecamatan Bangkinang Kota tahun 2023. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan suatu masukan teori dan menambah hasil informasi ilmiah yang berhubungan  dengan  gangguan  pernapasan  terutama  pada  pengrajin  mebel  kayu  di  Kecamatan Bangkinang Kota.
PENGARUH SENAM TRILOKA TERHADAP TINGKAT KESEIMBANGAN PADA LANSIA DI GRIYA LANSIA HUSNUL KHATIMAH Damayanti, Alfina Chintya; Yuliadarwati, Nungki Marlian; Rosidah, Nikmatur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.23259

Abstract

Lansia adalah ketika seseorang yang mencapai 60 tahun keatas. Kenaikan jumlah lanjut usia di Indonesia disebabkan karena kenaikan harapan hidup dikarenakan peningkatan kualitas kesehatan. Indonesia salah satu negara yang jumlah lansianya sangat tinggi di dunia. Lansia akan mengalami beberapa masalah pada tubuhnya karena penurunan fungsi tubuh yang membuat terganggunya kegiatan sehari-hari. Salah satu permasalahan pada lansia yang sangat mengganggu adalah gangguan keseimbangan. Keseimbangan adalah suatu kemampuan untuk mempertahankan kestabilan postur dan salah satu faktor utama dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Masalah keseimbangan yang didapati lansia salah satunya terjadi karena melemahnya otot-otot utama penyangga tubuh. Kelemahan pada otot-otot besar penyangga tubuh lansia disebabkan karena proses degeneratif dimana pada system musculoskeletal mengalami penurunan massa otot-otot sebagian besar dan serta menurunnya aktivitas fungsional. Di Jawa Timur jumlah kasus gangguan keseimbangan pada lansia sebesar 63% yang mengalami ketidakseimbangan tubuh akibat kelemahan otot pada tungkai bawah. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui pengaruh senam triloka terhadap tingkat keseimbangan lansia. Desain pada penelitian ini memakai kuantitatif  pre-eksperimental dan desain one group pre-test dan post-test. Hasil penelitian ini menyatakan adanya pengaruh senam triloka terhadap tingkat keseimbangan lansia sebelum dan setelah pemberian senam triloka. Kesimpulan dari peneltian ini adalah terdapat pengaruh sebelum dan setelah pemberian senam triloka terhadap keseimbangan lansia.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN KEPUTIHAN FISIOLOGIS PADA SISWI DI SMA SIMEULUE TENGAH Saputri, Delfi; Maidar, Maidar; Ariscassari , Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.23260

Abstract

Keputihan merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi bersifat fisiologis, namun bila tidak ditangani dengan baik akan berdampak kepada keputihan patologis. Tujuan Penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan keputihan fisiologis pada Siswi SMA Simeulue Tengah Tahun 2023. Penelitian observasional desain cross sectional pada populasi Siswi SMA Simeulue Tengah yang berjumlah 145 siswi. Besar sampel 59 siswi, ditetapkan secara propotional sampling berdasarkan jumlah siswi pada 3 SMA. Pengumpulan data dari Tanggal 11 sampai 18 Mei 2023 melalui wawancara menggunakan kuesioner. Hasil analisis terdapat 40.7% responden berperilaku baik melakukan pencegahan keputihan, 54.2% berpengetahuan baik, 55.9% bersikap positif, 54.2% dapat mengakses informasi dan 47.5% pola hidup sehat. Selanjutnya variabel yang berhubungan signifikan dengan perilaku pencegahan keputihan adalah pengetahuan p-value=0.008, sikap p-value=0.003, akses informasi p-value=0.0034 dan pola hidup sehat p-value=0.0014. Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan guna meningkatkan pemahaman remaja mengenai keputihan dan kepada pihak sekolah perlu diadakan kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi melalui kegiatan ekskul, pembelajaran mata ajar biologi tentang reproduksi dan konsultasi masalah kesehatan di UKS.
HUBUNGAN PENGETAHUAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN SKIZOFRENIA Zaman, Badrul; Rabial, Jihan; Veriana, Cut Maria; Faizah, Faizah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.23705

Abstract

Pengetahuan keluarga terhadap pengobatan berkorelasi dengan kepatuhan pasien dalam meminum obat, baik untuk gangguan kejiwaan atau penyakit kronis lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pasien skizofrenia di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Tiga Kabupaten Pidie. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain cross sectional. populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien skizofrenia di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Tiga Kabupaten Pidie. Pengambilan sampel dilakukan teknik total sampling sebanyak 45 orang keluarga. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 22 s/d 28 Juli 2023 di Wilayah Kerja Puskesmas Pidie. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Sedangkan analisa data dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil analisis data Univariat didapatkan bahwa usia responden  mayoritas berada pada kategori dewasa awal sebanyak 17 responden (37,8%), jenis kelamin responden  mayoritas berada pada kategori perempuan sebanyak 30 responden (66,7%), pendidikan responden  mayoritas berada pada kategori pendidikan menengah sebanyak 27 responden (60,0%), pekerjaan responden  mayoritas berada pada kategori bekerja sebanyak 25 responden (55,6%), pengetahuan responden mayoritas berada pada kategori pengetahuan cukup sebanyak 18 responden (40,0%). Kepatuhan minum obat mayoritas berada pada kategori patuh sebanyak 26 responden (57,8%). Hasil analisis data Bivariat didapatkan Ada hubungan pengetahuan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pasien skizofrenia di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Tiga Kabupaten Pidie didapatkan ? value = 0,008 (? < 0,05). Hasil penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan pasien dalam mengkonsumsi obat, sehingga dapat meningkatkan angka kepatuhan pasien dalam minum obat.
PROFIL PENGOBATANPASIEN GERIATRI DIABETES MELITUS DENGAN PENYAKIT PENYERTA DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RS PKU MUHAMMADIYAH SRUWENG Permana, Denih Agus Setia; Arianti, Anisa Putri; Swandari, Mika Tri Kumala
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.23924

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan suatu gangguan metabolisme yang terjadi pada organ pankreas yang ditandai dengan adanya peningkatan kadar gula darah. DM adalah masalah kesehatan global dimana morbiditas, komplikasi dan mortalitas lebih tinggi pada populasi lansia dibandingkan kelompok yang lebih muda. Pada pasien geriatri diabetes melitus, biasanya ditemukan lebih dari satu penyakit kronik sehingga pasien akan menerima lebih dari satu jenis obat yang akan meningkatkan potensi kejadian interaksi obat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui interaksi obat pada pasien geriatri diabetes melitus dengan penyakit penyerta di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RS PKU Muhammadiyah Sruweng. Jenis penelitian adalah non eksperimental yang dilakukan secara deskriptif dengan pengambilan data secara restrospektif. Pengambilan data dilakukan berdasarkan data rekam medik pasien geriatri diabetes melitus dengan penyakit penyerta bulan Juni - Agustus 2023 dan ditinjau interaksi obatnya berdasarkan aplikasi Lexicomp. Dari 182 sampel pasien geriatri diabetes melitus dengan penyakit penyerta, sebanyak 172 pasien (94,51%) mengalami interaksi obat dengan total kejadian 721 kasus. Mekanisme interaksi obat paling banyak terjadi pada mekanisme farmakokinetik dengan 410 kasus (56,87%). Tingkat keparahan dari interaksi obat paling tinggi yang terjadi pada tingkat moderat dengan total kejadian 559 kasus (77,21%).
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA OBAT ALPRAZOLAM DAN DIAZEPAM PADA PASIEN RAWAT JALAN DI POLI JIWA RUMAH SAKIT X PURWOKERTO Kirana, Syahda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.23971

Abstract

Penyakit depresi saat ini menjadi semakin umum terjadi, terutama di kalangan anak muda. Fenomena ini mengkhawatirkan dan menjadi perhatian serius dalam kesehatan mental masyarakat. Dilansir dari website resmi kemenkes.go.id memberitakan bahwa hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan bahwa sekitar 9,8% remaja Indonesia usia 15 tahun ke atas mengalami gangguan mental emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui menganalisis efektivitas biaya obat alprazolam dan diazepam pada pasien jiwa di poli jiwa Rumah Sakit X Purwokerto periode 2023. Penelitian ini dilakukan secara non-eksperimental menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Penelitian ini dianalisis menggunakan metode farmakoekonomi yang menghasilkan dua bentuk rasio yang relevan, yaitu rata-rata (ACER/Average Cost Effectiveness Ratio) dan tambahan (ICER/Incremental Cost Effectiveness Ratio). Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil yang didapat dari perhitungan ACER, obat alprazolam 0,5 mg didapat sebesar Rp. 9.356,- sedangkan obat diazepam 5 mg didapat sebesar Rp. 15.980,- Semakin kecil nilai ACER maka obat tersebut semakin cost-effective, hal ini menunjukkan bahwa alprzolam 0,5 mg lebih cost-effective atau memiliki biaya paling efektif dibanding diazepam 5 mg. Selanjutnya untuk perhitungan ICER, didapat hasil negatif yaitu -0.324. Perhitungan ICER menunjukkan hasil negatif atau semakin kecil, maka suatu alternatif obat dianggap lebih efektif dan lebih murah, sehigga dapat dijadikan rekomendasi pilihan terapi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESEHATAN MENTAL PEGAWAI BADAN PENANGGUNALANGAN BENCANA DAERAH SAAT MENGHADAPI BENCANA BANJIR DI KOTA MANADO Sundah, Job P. A.; Manampiring, Aaltje E.; Wungouw, Herlina I. S.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.24269

Abstract

Kesehatan mental adalah saat dimana individu merasa sejahtera, individu tersebut merasa baik secara psikologis,  juga emosionalannya serta  sosial individu tersebut dalam keadaan baik. Seseorang dapat mengalami gangguan mental jika merasa stres dan depresi. Mengalami kesehatan mental yang berlebih bisa membahayakan pribadi tersebut maupun orang lain. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan Kesehatan mental pegawai BPBD Kota Manado. Penelitian ini merupakan penelirirn obsevasional analitik engan penedekatan cross sectional  yang dilakukan pada 38 pegawai BPBD Kota Manado. Instrument penelitian yang digunakan yaitu kuesioner DASS 42 untuk mengukur Kesehatan mental dan lembar identitas responden yang berisi umur, jenis kelamin dan status pekerjaan. Analisis data menggunakan analisis univariat, analisis bivariat dengan uji Chi Square dan analisis multivariat dengan uji regresi logistrik dengan program computer SPSS. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa pada analisis bivariat didapatkan nilai signifikan untuk variable umur p=0,021, jenis kelamin p=0,003, pekerjaan p=0,46, pendidikan p=0,632 dan pendaapatan p=0,2023. Hasil uji regresi logistic didaptkan nilai Exp-B tertinggi pada jenis kelamin dengan nilai 26,251. Berdasarkan hasil ini maka disimpulkan bahwa umur, jenis kelamin dan pekerjaan berhubungan dengan Kesehatan mental dan secara bersama-sama, jenis kelamin merupakan variable yang paling berpengaruh terhadap Kesehatan mental.
ANALISIS BAURAN PEMASARAN MEDICAL CHECK UP RUMAH SAKIT RSUD BIMA DALAM RANGKA PENENTUAN STRATEGI PEMASARAN TAHUN 2020 Hanafi, Hanafi; Fuad, Hayatun; Jannah, Miftahul; Ayubi, Muhammad Kamal Al
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.24334

Abstract

Medical Check Up (MCU) adalah salah satu bagian pelayanan di rumah sakit dalam usaha pencegahan dan mendeteksi penyakit sejak dini. Rumah Sakit RSUD Bima telah melayani pasien yang berasal dari perorangan ataupun yang berasal dari instansi langganan. Masalah yang ditemukan di MCU secara umum adalah jumlah kunjungan pelangan instansi yang cendrung naik turun. Penelitian ini dilaksanakan Di Rumah Sakit RSUD Bima terhadap kepuasan pelanggan Medical Check Up. Waktu penelitian rencana dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2020. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan sacara kuantitatif dan dilengkapi kualitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional (Potong lintang). Hasil penelitian menunjukan bahawa Terdapat hubungan yang bermakna antara usia 31-50 tahun dengan kunjungan MCU. Hasil uji Chi Square (P?value = 0,005), ada hubungan produk dengan kunjungan MCU. Hasil uji Chi Square (P?value = 0,005), ada hubungan harga dengan kunjungan MCU. Hasil uji Chi Suare (P?value= 0,000). Hasil Wawancara mendalam disimpulkan bahwa, Manajer Unit MCU hanya menerima hasil dari manajemen bisnis, tidak ikut serta dalam proses penetapan harga, Manajer Unit MCU kurang tertarik adanya potongan harga atau tidak, Manajer mempunyai produk yang terbaru, yaitu pemeriksaan rapid
ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DI RSUD BANGKINANG TAHUN 2019 Susanto, Yudi; Nopriadi, Nopriadi; Asril, Asril
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.24575

Abstract

Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit belum seluruhnya dikerjakan di RSUD Bangkinang, seperti evaluasi lingkungan kerja,pendokumentasian pemeriksaan kesehatan berkala dan khusus resiko terjadinya Penyakit akibat Kerja (PAK). Tujuan penelitian diketahuinya pelaksanaan program K3 Rumah Sakit di RSUD Bangkinang tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan informan yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi lapangan dan telaah dokumen. Analisis data menggunakan metode content analysis. Hasil penelitian pada komponen input: SDM K3, anggaran dan sarana K3 yang disediakan masih kurang. Pada komponen proses: Manajemen risiko, upaya keselamatan dan keamanan rumah sakit, pelayanan kesehatan kerja dan pengelolaan B3 sudah baik. Sarana pencegahan dan pengendalian kebakaran belum mencukupi. Pengelolaan prasarana sudah baik dengan adanya sumber air dan litrik cadangan serta pemeliharaan berkala. Pengelolaan peralatan medis dan kesiapsiagaan bencana sudah baik. Pada komponen output : Pengawasan K3 dilaksanakan oleh internal Rumah Sakit dan masih ditemukan kasus kecelakaan kerja di RSUD Bangkinang seperti tertusuk jarum. Kesimpulan penelitian yaitu penerapan K3 di RSUD Bangkinang telah berjalan dengan baik,tetapi belum semua sesuai dengan standar penerapan K3 menurut Permenkes No. 66 tahun 2016. Standar yang sudah dilakukan antara lain, pelaksanaan standar manajemen resiko,pelayanan kesehatanpengeloaan bahan berbahaya dan beracun(B3)pengeloaan prasarana dan pengeloaan peraltan medis sudah dilakukan dengan baik. Masih terdapat kekurangan dari segi Sumber Daya Manusia, anggaran K3 dan sarana K3. Disarankan kepada pihak manajemen RSUD Bangkinang untuk menambah SDM K3,mengikuti pelatihan ahli K3, menambah sarana K3, serta melakukan pengawasan pelaksanaan program K3 yang sesuai dengan standar.