cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
PARTISIPASI DAN KETERLIBATAN MASYARAKAT DALAM IMPLEMENTASI PROGRAM 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN DI PUSKESMAS: PENDEKATAN TEORI PERILAKU TERENCANA (THEORY OF PLANNED BEHAVIOR) Winarti, Eko; Sunarto, Teguh
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25255

Abstract

Program 1000 Hari Pertama Kehidupan, sebuah inisiatif kesehatan masyarakat yang fokus pada periode kritis dari kehidupan anak, menetapkan landasan penting untuk pembentukan kesehatan anak dan ibu. Periode ini, yang dimulai sejak konsepsi hingga usia dua tahun anak, memainkan peran kunci dalam pembentukan perkembangan fisik dan mental anak, serta menentukan kesehatan ibu selama kehamilan dan masa nifas. Penulisan ini bertujuan untuk melakukan telaah literatur sistematis (systematic literature review). Telaah literatur ini akan dilakukan dengan menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Dengan demikian, penting bagi pemerintah, lembaga kesehatan, dan masyarakat secara keseluruhan untuk bersinergi dan berkolaborasi guna mencapai tujuan bersama dalam meningkatkan kesehatan anak dan ibu melalui Program 1000 HPK. Dengan implementasi yang efektif, diharapkan dapat tercipta generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas, membangun fondasi yang kokoh untuk masa depan bangsa. Dalam kesimpulan, dapat diuraikan bahwa Program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) memiliki peran yang sangat krusial dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak serta ibu di masyarakat. Kesuksesan implementasi program ini sangat bergantung pada sejumlah faktor, termasuk partisipasi masyarakat, keterlibatan mereka dalam setiap tahap, dan faktor-faktor psikososial yang memengaruhi partisipasi tersebut.
IMPLEMENTASI HEALTH BELIEF MODEL PADA PERILAKU PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE: LITERATURE REVIEW Kirwelakubun, Andreas; Winarti, Eko
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25256

Abstract

Literature review ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Health Belief Model (HBM) pada perilaku pencegahan demam berdarah dengue (DBD). DBD merupakan masalah kesehatan global yang memerlukan upaya pencegahan yang efektif. HBM digunakan sebagai kerangka kerja untuk memahami dan mendorong perilaku pencegahan DBD. Melalui pencarian dan analisis literatur yang relevan, penelitian ini menyimpulkan bahwa HBM dapat memberikan pemahaman yang komprehensif tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan DBD, termasuk persepsi tentang keparahan DBD, kerentanan terhadap infeksi, manfaat tindakan pencegahan, hambatan-hambatan yang dihadapi, dan upaya diri untuk mengadopsi perilaku pencegahan. Faktor sosial dan lingkungan juga berperan penting dalam perilaku pencegahan DBD. Penelitian selanjutnya perlu melakukan validasi empiris dan pengukuran yang lebih baik terhadap konstruk HBM serta mempertimbangkan faktor-faktor kontekstual dalam masyarakat yang berbeda. Intervensi berbasis HBM dan evaluasi program juga penting untuk meningkatkan efektivitas pencegahan DBD
PERAN SANITASI SEHAT DALAM PENCEGAHAN STUNTING: TINJAUAN LITERATUR BERDASARKAN HEALTH BELIEF MODEL Arring, Oktovianus Duma; Winarti, Eko
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25383

Abstract

Stunting, sebagai indikator utama dari ketidakcukupan gizi pada anak-anak, telah menjadi isu serius dalam kesehatan masyarakat global. Menurut data terkini, angka stunting masih tinggi di berbagai wilayah, memberikan sinyal akan dampak buruknya kondisi ini terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Terutama, peran sanitasi sehat dalam mencegah stunting telah menjadi fokus utama perhatian, mengingat keterkaitannya erat dengan kondisi kesehatan dan lingkungan tempat anak-anak tumbuh kembang. Penulisan ini bertujuan untuk melakukan telaah literatur sistematis (systematic literature review). Telaah literatur ini akan dilakukan dengan menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Dalam menjelajahi dampak faktor sanitasi sehat terhadap pencegahan stunting, kita menemukan bahwa literatur ilmiah memberikan wawasan yang mendalam.. Model Keyakinan Kesehatan (HBM) menjadi alat yang bermanfaat dalam mengeksplorasi kaitan antara keyakinan masyarakat dan perilaku sanitasi. Namun, dalam pemahaman literatur ini, kita juga menyoroti adanya kesenjangan pengetahuan dan pemahaman. Faktor-faktor sosial, ekonomi, dan budaya dapat menciptakan disparitas dalam pengetahuan masyarakat tentang sanitasi sehat. Kesenjangan ini juga dapat timbul dari perbedaan dalam metode penelitian dan ukuran yang digunakan dalam studi-studi sebelumnya. Oleh karena itu, mendekati literatur dengan kerangka pertanyaan yang kritis dan holistik diperlukan untuk mengisi kekosongan pengetahuan. Dengan demikian, penelitian dan advokasi yang lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, memperkuat keyakinan, dan mengatasi kesenjangan pengetahuan terkait sanitasi sehat sebagai langkah krusial dalam pencegahan stunting. Melalui pendekatan yang komprehensif, kita dapat membangun fondasi yang kuat untuk strategi pencegahan stunting yang berkelanjutan dan dapat diadaptasi ke dalam berbagai konteks masyarakat.
GAMBARAN PERAN ADVOKASI PERAWAT DALAM PELAYANAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT TINGKAT III BALADHIKA HUSADA KABUPATEN JEMBER Salsabilla, Ridha Nilna; Asmaningrum, Nurfika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.15995

Abstract

Perawat merupakan garda terdepan yang berhadapan langsung dengan pasien yang bertugas memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien. Peran advokasi merupakan kewajiban perawat untuk menghormati dan melindungi hak-hak pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk atau strategi gambaran peran advokasi perawat dalam perawatan pasien di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember. Penelitian ini dimulai tanggal 6 Maret - 6 April 2023, dilakukan selama 15 Hari. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif analitik dengan teknik purposive sampling. Populasi pasien yang di rawat di Ruang Mawar dan Ruang Nusa Indah selama satu bulan terakhir pada bulan Oktober 2022 sebanyak 287 pasien. Jumlah sampel sebanyak 165 responden menggunakan analisa univariat. Penelitian menggunakan kuesioner pelaksana peran advokasi perawat. Hasil penelitian peran advokasi perawat dalam pelayanan pasien di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Kabupaten Jember di kategorikan baik dengan persentase 58,2%, persentase tertinggi 70,3% pada indikator pelaksana tindakan dan persentase terendah 53,3% pada indikator mediator. Dapat disimpulkan bahwa peran advokasi perawat menurut persepsi pasien di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Kabupaten Jember sudah baik. Perawat harus membantu pasien dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan untuk memenuhi kebutuhan pasien, memberikan pelayanan keperawatan yang berkualitas, membantu pasien dalam mengambil keputusan suatu tindakan, menjaga keselamatan pasien agar pasien tidak merasa dirugikan saat diberikan tindakan keperawatan.
ANALISA FAKTOR PSIKOSOSIAL KARYAWAN DIVISI QUALITY MANAGEMENT DALAM PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN DI PT.X Bhadra, Pramita; Djunaidi, Zulkifli
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.16508

Abstract

Beban kerja akan berpengaruh pada stres kerja baik itu stres yang bersifat positif maupun stress yang bersifat negatif. Kinerja yang baik tentunya akan berpengaruh terhadap performa dari produk yang dihasilkan. Penelitian yang dilakukan di PT. X ini bertujuan untuk melihat beban kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan melalui stres kerja sebagai variabel intervening. Menggunakan analisa regresi linear berganda, penelitian ini melibatkan 102 orang karyawan pada Divisi Produksi menggunakan teknik sensus. Hasilnya adalah beban kerja dan lingkungan kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja namun lingkungan kerja tidak memiliki pengaruh signifikan. Sementara beban kerja, lingkungan kerja dan stres kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja.
ANALISIS EFEKTIFITAS PENGGUNAAN E-MEDICAL RECORD TERHADAP WAKTU TUNGGU PASIEN DI RUMAH SAKIT Rismawan, Iwan; Renaningtyas, Nidia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.16588

Abstract

Pelayanan yang efektif dan efisien di rumah sakit merupakan hal yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan pasien dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi kualitas pelayanan adalah waktu tunggu pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan E-Medical Record (EMR) terhadap waktu tunggu pasien di rumah sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasional dengan desain studi potong lintang. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien yang datang ke rumah sakit dalam periode tertentu. Sampel penelitian diambil secara acak sederhana. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung terhadap waktu tunggu pasien sejak kedatangan hingga penerimaan layanan. Data kemudian dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan EMR secara signifikan mengurangi waktu tunggu pasien di rumah sakit. Rata-rata waktu tunggu pasien sejak kedatangan hingga penerimaan layanan mengalami penurunan yang signifikan setelah penerapan E-Medical Record. Hal ini menunjukkan bahwa EMR dapat meningkatkan efisiensi proses pelayanan di rumah sakit. Penggunaan EMR memiliki dampak positif terhadap waktu tunggu pasien di rumah sakit. Oleh karena itu, disarankan agar rumah sakit terus mengembangkan dan meningkatkan penggunaan EMR dalam upaya meningkatkan kualitas layanan dan memenuhi kebutuhan pasien secara lebih efektif.
EFEKTIFITAS EFFLEURAGE MASSAGE DAN COUNTERPRESSURE TERHADAP TINGKAT NYERI IBU BERSALIN KALA 1 FASE AKTIF DI PMB IIS ROSITA KECAMATAN TENJO KABUPATEN BOGOR : STUDY LITERATURE REVIEW Nengsih, Lisda; Ciptiasrini, Uci; Sari, Agustina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.17992

Abstract

Angka nyeri persalinan yang telah dilaporkan didapatkan hasil bahwa rata-rata di Indonesia sebanyak 85-90% wanita hamil yang akan menghadapi persalinan mengalami nyeri persalinan yang hebat dan 7-15% tidak disertai rasa nyeri. Kondisi nyeri yang hebat pada kala I persalinan memungkinkan para ibu cenderung memilih cara yang paling gampang dan cepat untuk menghilangkan rasa nyeri. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan sampel secara acak dan design penelitian dengan melakukan penilaian sebelum dan setelah intervensi dilakukan. hasil asuhan kebidanan ada pengaruh pemberian pijat effleurage message terhadap penurunan tingkat skala nyeri pada ibu bersalin dengan nyeri persalinan setelah dilakukan intervensi selama 30 menit yaitu 3% . Pada responden yang di berikan intervensi counterpressure tidak ada pengaruh terhadap pengurangan tingkat skala nyeri ibu bersalin dengan nyeri persalinan yaitu 0%. Diharapkan dapat menambah wawasan klien tentang cara mengurangi tingkat skala nyeri pada ibu bersalin.
HUBUNGAN FREKUENSI PEMBERIAN ASI DENGAN KEJADIAN BREASTFEEDING JAUNDICE Sari, Evin Noviana; Hafizah, Hafizah; ujati, Pinjung
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.18669

Abstract

Ikterus karena ASI berhubungan dengan pemberian ASI dari seorang ibu tertentu dan biasanya akan timbul ikterus pada setiap bayi yang disusukannya. Selain itu, ikterus karena ASI juga bergantung kepada kemampuan bayi mengkonjugasi bilirubin indirek (misalnya bayi prematur akan lebih besar kemungkinan terjadi ikterus). Ikterus neonatorum bila tidak ditangani secara cepat akan menimbulkan masalah kesehatan serius yaitu kernikterus,  Kernikterus adalah suatu keadaan dimana terjadi penimbunan bilirubin dalam otak, sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada otak. Efek jangka Panjang dari kernikterus adalah keterbelakangan mental, kelumpuhan selebral dan dapat menyebabkan tuli. Untuk mengetahui hubungan frekuensi pemberian ASI dengan kejadian breastfeeding jaundice. Menggunakan analisis statistik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel nya sebesar 40 orang ibu yang memiliki bayi umur kurang dari 1 bulan di wilayah kerja puskesmas Koto Baru Kabupaten Dharmasraya. Penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik chi square dengan nilai signifikan p value 0,05 dengan menggunakan spss. Hasil penelitian di dapatkan p value 0,00 yang menunjukkan terdapat hubungan antara frekuensi pemberian ASI dengan kejadian breastfeeding jaundice Bayi yang tidak mengalami ikterus cenderung lebih sering mendapakan ASI yang optimal atau sering. Semakin tinggi frekuensi pemberian ASI pada bayi baru lahir, maka resiko terjadinya ikterus akan semakin kecil.
HUBUNGAN RINITIS ALERGI DENGAN KEJADIAN OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK Imran, Farha Amalia; Dahlia, Dahlia; Sabruddin, Sabruddin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.18912

Abstract

World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa otitis media supuratif kronik (OMSK) diderita oleh 65-330 juta orang. Lebih dari 90% kasus ditemukan di wilayah Asia Tenggara, Pasifik Barat, Pinggiran Pasifik, dan Afrika. Secara umum, prevalensi OMSK di Indonesia berkisar 3,9%. Otitis media supuratif kronik merupakan proses peradangan pada telinga tengah yang diakibatkan oleh infeksi mukoperiosteum dengan perforasi membran timpani dan keluarnya sekret yang terjadi terus menerus ataupun hilang timbul yang dapat menyebabkan keadaan patologis yang permanen. Rinitis alergi merupakan kondisi terjadinya inflamasi pada membran mukosa hidung yang disebabkan oleh reaksi alergi pada pasien atopi, yang sebelumnya sudah tersensitisasi dengan alergen serupa dan diperantarai oleh IgE. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan desain narrative review untuk mengidentifikasi dan merangkum artikel yang telah diterbitkan sebelumnya mengenai hubungan rinitis alergi dengan kejadian otitis media supuratif kronik. Merujuk pada hasil data, disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara rinitis alergi dengan prevalensi otitis media supuratif kronik. Pasien dengan rinitis alergi ataupun mempunyai riwayat atopi atau alergi sebelumnya memiliki risiko lebih besar untuk menderita otitis media supuratif kronik dibanding dengan pasien tanpa rinitis alergi.  Pada penderita Otitis media supuratif kronik lebih banyak  ditemukan pasien dengan rinitis alergi intermiten sedang-berat. Sedangkan untuk riwayat alergi keluarga terbanyak berupa eksim dan alergen terbanyak yaitu tungau debu rumah.
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG BIJI NANGKA DAN BIJI WALUH TERHADAP KANDUNGAN GIZI WAFFLE Isyana, Deta Oryza; Adi, Annis Catur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.19462

Abstract

Usia remaja tubuh memerlukan zat gizi yang dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangannya. Salah satunya adalah serat, kalsium, dan zat besi. Penelitian ini dilakukan formulasi waffle dengan substitusi tepung biji nangka dan biji waluh. Waffle merupakan makanan yang banyak digemari remaja memiliki kandungan energi, gula, lemak yang tinggi namun kandungan zat gizi lainnya tidak ada. Tepung biji nangka memiliki kandungan serat dan kalsium yang tinggi, tepung biji waluh memiliki kandungan kalsium dan zat besi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung biji nangka dan waluh terhadap daya terima, nilai gizi, dan nilai ekonomi pada waffle. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL). Penelitian dalam tahap pengembangan formula adalah penelitian true experimental (eksperimental murni). Penelitian ini menggunakan panelis tidak terlatih yaitu remaja berjumlah 30 orang. Analisis pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik Kruskal Wallis. Persentase substitusi tepung biji nangka dan biji waluh yaitu F1 (10% tepung biji nangka, 10% tepung biji waluh), dan F2 (20% tepung biji nangka, 20% tepung biji waluh). Berdasarkan hasil uji daya terima produk waffle oleh panelis tidak terlatih didapatkan hasil nilai tertinggi yaitu F1. Hasil uji statistik Kruskal Wallis menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p?0,05) terhadap tingkat kesukaan parameter warna, aroma, tekstur, dan rasa. Nilai gizi 100 gram waffle dengan substitusi tepung biji nangka dan waluh (serat 6,4 g; kalsium 127,9 mg; zat besi 1,8 mg) mampu memenuhi 10% kebutuhan gizi harian remaja.